View 17. Aruna Dari air menuju mimpi Gede Andi Yundramawan flipbook.
DARI AIR MENUJU MIMPI LUH ARUNA YUNDA PUTRI Hai, perkenalkan aku adalah aruna seorang Atlit Selam. Dulu aku tidak pernah menyangka bahwa air akan menjadi tempat buatku untuk menemukan diriku sendiri. Saat usiaku baru Enam tahun, dimana aku masih menjadi seorang anak TK besar, aku didorong oleh ibuku untuk mengikuti les renang, ya hanya les renang, karena saat itu aku tidak tahu ternyata aku mengikuti les untuk penjaringan atlit-atlit selam. Dengan alasan agar aku bisa melindungi diriku sendiri saat aku berada didalam air, karena saya juga suka berenang saya piker, “ya sudah dicoba saja, hanya berenang itu akan menjadi hal yang menyenangkan” saat itu saya hanya anak kecil yang hanya berfikir bermain dan belajar hal baru didalam air, aku belum tahu apaitu target, prestasi, disiplin atau perjuangan. Aku juga belum tahu bahwa dibalik setiap tarikan nafs dan setiap gerakan di dalam air ada sebuah potensi besar yang berlahan sedang tumbuh didalam diriku. Semakin hari aku berlatih, semakin aku menyadari bahwa aku merasa berbeda ketika berada didalam air, ada rasa tenang, ada rasa ingin mencoba lagi dan ada keinginan untuk menjadilebih baik dari kemarin. Dari sanalah perjalanku dimulai… Aku mulai belajar serius untuk mengikuti semua intruksi pelatih, berlatih lebih giat, konsisten latihan setiap hari, mengkonsumsi makanan sehat dan selalu mendengarkan masukan dari kedua orang tuaku. Sampailah aku dititik saat ini aku seorang atlit surface yang sudah beberapa kali mengikuti perlombaan baik itu antar provinsi atau nasional. Ada beberapa hal yang aku baru pahami menjadi seorang atlit adalah tentang berani mencoba, berani
gagal, berani bangkit ketika lelah dan terus percaya bahwa aku bisa berkembang menjadi lebih baik dan menjadi karakter yang tangguh. Air mengajarkanku satu hal yang sangat berharga, potensi tidak selalu langsung terlihat, kadang kita harus berani mencoba sesuatu yang baru untuk menemukannya. Menemukan bahwa aku memiliki potensi adalah awal dari sebuah perjalanan. Namun menemukan potensi saja belum cukup. Aku harus belajar mempercayainya. Ada saat-saat aku melihat teman-teman yang renangnya lebih cepat dari diriku, saat ketika latihan merasa sangat melelahkan, ubuhku ingin berhenti dan pikiranku mulai bertanya “apakah aku benar-benar bisa?” Dulu, pertanyaan itu sering membuatku ragu, tapi berlahan dan dengan dukungan kedua orang tuaku aku belajar bahwa menjadi hebat adalah ketika aku tetap berani mencoba meskipun rasa takut itu selalu ada. Setiap aku berlatih, setiap aku berani mencoba lagi, dan setiap aku bangkit dari kegagalan rasa percaya diriku tumbuh sedikit demi sedikit. Aku mulai percaya bahwaaku tidak harus menjadi seperti orang lain.aku hanya perlu menjadi diriku sendiri dan terus berusaha menjadi versi terbaikdari diriku. Karena ternyata, perjalanan menuju mimpi tidak selalu dimulai dengan keyakinan yang besar. Kadang ia dimulai dari satu kalimat yang selalu dibisikikan tiap hari oleh ibuku yang sekarang menjadi peganganku “aku percaya, aku bisa” Dulu, aku selalu berpikir bahwa untuk menjadi lebih baik alu harus melakukan sesuatu yang besar. Aku harus menang, mendapatkan medali atau menjadi yang tercepat. Ternyata aku salah.
Perubahan terbesar dalam diriku justru dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana, aku mulai belajar untuk tidak mudah menyerah, selalu konsisten dan tepat waktu. Dulu, ketika latihan terasa berat atau hasil perlombaan tidak sesuai harapan, rasanya mudah sekali untuk kecewa. Tapi sekarang aku mulai melihat dengan cara yang berbeda. Ketika aku belum berhasil, aku belajar bahwa kekalahan bukan akhir dari segalanya, itu artinya aku harus berjuang lebih keras. Perubahan itu mungkin terlihat kecil, tetapi bagiku, perubahan itu sangat berarti. Karena sejak saat itu aku belajar menjadi lebih kuat, lebih berani dan lebih baik dari diriku yang kemarin. Aku menyadari bahwa perjalanan menjadi versi terbaik dari diriku bukanlah tentang menjadi sempurna. Ini tentang terus bertumbuh, satu langkah kecil setiap hari. Dan semuanya bermula dari air. Dari seseorang anak perempuan berusia enam tahun yang awalnya belajar berenang kemudian menemukan potensinya menjadi atlit selam yang saat ini masih terus mempejuangkan cita- cita menjadi altit selam yang diakui dunia.