Permainan Tradisional Gulat Pathol

Created in Canva

Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan SosialGULAT PATHOL Permainan Tradisional Tuban

Kelompok 7 Resty Elma Nabila B. (26) Al Zahra Ivoni Izza M. (05) Nur Prastyo (24) Alvian Dwi Julianto (06) 01 02 03 04

Daftar Isi •Sejarah Gulat Pathol •Filosofi Gulat Pathol •Deskripsi Terkait Gulat Pathol •Cara Melakukan Gulat Pathol •Nilai-Nilai Yang ada Pada Gulat Pathol •Tantangan di Era Modernisasi •Tantangan di Era Globalisasi •Cara Mempertahankan Budaya Gulat Pathol dari arus modernisasi dan globalisasi •Kesimpulan

Sejarah Gulat Pathol TubanGulat Pathol merupakan kesenian tradisional masyarakat pesisir Tuban, Jawa Timur, yang berkembang sebagai bagian dari tradisi masyarakat nelayan. Dahulu, kegiatan ini berkaitan dengan persiapan dan pembentukan fisik para pemuda sebelum melaut, sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat. Dalam perkembangannya, Gulat Pathol menjadi tradisi dan pertunjukan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Para peserta biasanya bergulat dengan menggunakan sarung sebagai pegangan, serta menjunjung nilai keberanian, sportivitas, dan persaudaraan.

Filosofi Gulat Pathol Keberanian - Berani menghadapi tantangan dan lawan.01 Kekuatan dan ketangguhan - Melatih kekuatan fisik serta mental.02Sportivitas — bertanding secara jujur dan mengikuti aturan. 03Persaudaraan — menjaga hubungan baik meskipun menjadi lawan saat bertanding.04 Gulat Pathol memiliki beberapa nilai filosofi yaitu :Kerendahan hati — tidak sombong saat menang dan tetap menerima kekalahan. 05 06Gotong royong dan kebersamaan — mempererat hubungan masyarakat melalui tradisi bersama. 07Pelestarian budaya — menjaga warisan budaya Tuban agar tetap dikenal generasi berikutnya.

Deskripsi Informasi terkait Permainan Tradisional Gulat Pathol

Cara Melakukan Gulat PatholSecara umum, gulat pathol dilakukan dengan cara: 1. Berdiri berhadapan dengan lawan dan bersiap di area pertandingan. 2. Memegang sarung lawan sebagai pegangan utama. 3. Berusaha menjaga keseimbangan sambil mencari posisi yang tepat. 4. Menggunakan teknik dorongan, tarikan, dan penguncian untuk menjatuhkan lawan. 5. Pertandingan dilakukan dengan sportif dan tidak menggunakan kekerasan berlebihan 6. Pemenang ditentukan berdasarkan aturan pertandingan dan keberhasilan menjatuhkan lawan.

Nilai-nilai yang ada pada Gulat PatholBudaya: Melestarikan tradisi dan warisan budaya masyarakat pesisir Tuban. Sportivitas: Mengajarkan sikap jujur, menaati aturan, dan menerima hasil pertandingan. Keberanian: Melatih keberanian dan rasa percaya diri dalam menghadapi lawan. Kebersamaan: Mempererat hubungan persaudaraan dan kekeluargaan antarwarga. • • • • Kedisiplinan: Mengajarkan peserta untuk mengikuti aturan dan tata cara permainan.

Tantangan Di Era ~Modernisasi~• Minat generasi muda menurun karena lebih tertarik pada hiburan dan olahraga modern. • Perubahan gaya hidup membuat masyarakat semakin jarang mengikuti kegiatan tradisional. • Kurangnya regenerasi pemain dapat membuat tradisi semakin jarang dilakukan. • Persaingan dengan budaya asing dapat membuat budaya lokal kurang dikenal. • Kurangnya promosi dan dokumentasi membuat Gulat Pathol sulit dikenal oleh masyarakat luas. • Perlu menyesuaikan dengan zaman tanpa menghilangkan nilai dan aturan tradisionalnya.

Tantangan Di Era Globalisasi• Masuknya budaya asing membuat budaya lokal kurang diminati. • Minat generasi muda menurun karena lebih tertarik pada olahraga dan hiburan modern. • Kurangnya regenerasi pemain dan pelaku Gulat Pathol. • Kurangnya promosi melalui media sosial dan platform digital. • Risiko kehilangan nilai tradisional jika terlalu banyak mengikuti perkembangan zaman. • Persaingan dengan olahraga modern yang lebih populer dan mudah diakses.

Cara Mempertahankan Budaya Gulat Pathol Dari Arus Modernisasi & Globalisasi 1. Digitalisasi dan Publikasi Kreatif - Media Sosial & Kreator Konten: Mengemas pertunjukan Pathol dalam format video pendek (TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts) dengan narasi sejarah yang menarik agar relevan bagi Generasi Z dan Alpha. - Dokumentasi Digital: Membuat arsip audio- visual dan kajian ilmiah mengenai aturan main, sejarah, dan nilai filosofis Pathol agar tercatat secara permanen.

Cara Mempertahankan Budaya Gulat Pathol Dari Arus Modernisasi & Globalisasi 2. Integrasi Sektor Pariwisata & Event - Agenda Rutin Festival Budaya: Memasukkan Gelut Pathol ke dalam kalender tahunan pariwisata Tuban (seperti Hari Jadi Tuban atau agenda rutin Sedekah Laut). - Daya Tarik Wisata Pesisir: Menampilkan atraksi Gelut Pathol sebagai pertunjukan budaya bagi wisatawan di objek-objek wisata pantai Tuban.

Gulat Pathol merupakan warisan budaya khas masyarakat pesisir Tuban yang kaya akan sejarah, filosofi, dan nilai-nilai luhur. Tradisi ini bukan sekadar permainan fisik, melainkan sarana pembentukan karakter, kebersamaan, dan ksatriaan yang diwariskan turun-temurun.KesimpulanDi era modernisasi dan globalisasi, Gulat Pathol menghadapi tantangan berat karena mulai tergeser oleh budaya asing dan hiburan modern. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata dari seluruh pihak — masyarakat, komunitas, maupun pemerintah — untuk melestarikan tradisi ini, antara lain melalui digitalisasi, edukasi sejak dini, pengembangan pariwisata budaya, dan standardisasi sebagai olahraga tradisional

By : Kelompok 7Terima Kasih