Luaran KKN Majalah Dyah Aulia Rachma (245040207111050)

LEMBAR PENGESAHAN OUTPUT LUARAN INDIVIDU KULIAH KERJA NYATA (KKN) Perbanyakan Agens Hayati dan Penerapan Sistem Monitoring Hama Terpadu untuk Mendukung Optimalisasi Budidaya Tanaman Kopi (Coffea ) di Desa Carangwulung Disusun Oleh: Dyah Aulia Rachma BUKU INI TELAH DIKONSULTASIKAN DAN TIDAK ADA UNSUR PLAGIARISME Disetujui Oleh Penulis Dyah Aulia Rachma NIM. 245040207111050

Trichoderma spp. Apa itu Trichoderma spp. Trichoderma spp. merupakan jamur yang hidup di sekitar perakaran tanaman dan berperan sebagai agens hayati. Jamur ini mampu menekan pertumbuhan jamur patogen melalui persaingan ruang, nutrisi, serta menghasilkan senyawa yang menghambat perkembangannya. Pada tanaman kopi, Trichoderma spp. dimanfaatkan untuk melindungi akar dan batang dari serangan jamur patogen sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat.

ALAT : Thinwall Cetok Sprayer Botol Bekas Kain Penutup ALAT DAN BAHAN Tanah area perakaran bambu Seresah bambu Molase EM4 Subtrat (Nasi atau Kentang) BAHAN-BAHAN Molase Nasi Seresah bambu Tanah EM4

Thinwall, sebagai wadah media perbanyakan Trichoderma spp. selama proses inokulasi dan inkubasi agar pertumbuhan jamur dapat berlangsung dengan baik serta terhindar dari kontaminasi. Cetok, Mengambil tanah di areal sekitar perakaran bambu Sprayer, Penyemprotan dengan skala kecil untuk tanaman hias atau tanaman dengan populasi yang lebih sedikit Botol bekas, Sebagai media untuk meletakkan tetes atau gula untuk makanan bagi jamur tricoderma Kain penutup, Penutup wadah yang akan dijadikan biang tricoderma Fungsi Alat FUNGSI ALAT DAN BAHAN

Tanah area perakaran bambu, sebagai sumber isolat alami Trichoderma spp. Seresah bambu, sebagai media untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan Trichoderma spp. serta sebagai sumber bahan organik yang mendukung proses isolasi dan perbanyakan jamur. Molase, sebagai sumber karbon dan energi bagi mikroorganisme, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan Trichoderma spp. selama proses fermentasi atau perbanyakan. EM4, sebagai aktivator yang mengandung berbagai mikroorganisme menguntungkan untuk membantu proses fermentasi bahan organik Substrat (Nasi atau Kentang), sebagai media tumbuh yang menyediakan nutrisi, terutama karbohidrat, sehingga Trichoderma spp. dapat berkembang biak dan menghasilkan biomassa maupun spora dalam jumlah yang banyak. Fungsi Bahan FUNGSI ALAT DAN BAHAN

Trichoderma spp. Siapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan sebelum memulai proses pembuatan. Masukkan tanah yang diambil dari area perakaran bambu ke dalam wadah hingga sekitar setengah bagian wadah terisi. Tambahkan substrat, seperti nasi atau kentang, di atas permukaan tanah sebagai sumber nutrisi bagi pertumbuhan Trichoderma spp. Tutupi substrat menggunakan seresah atau sisa- sisa daun bambu secara merata. Tutup wadah dengan kain bersih atau penutup wadah yang masih memungkinkan adanya sirkulasi udara. Simpan wadah pada tempat yang teduh dengan suhu ruang serta hindari paparan sinar matahari secara langsung. Biarkan proses inkubasi berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Setelah itu, amati media untuk memastikan munculnya pertumbuhan Trichoderma spp., yang umumnya ditandai dengan miselium atau spora berwarna hijau. CARA PEMBUATAN

Trichoderma spp. Siapkan seluruh alat dan bahan yang akan digunakan. Kupas kulit kentang hingga bersih, kemudian potong- potong menjadi ukuran yang lebih kecil agar mudah diolah. Rebus potongan kentang dalam air selama kurang lebih 10 menit atau hingga teksturnya lunak. Haluskan kentang yang telah direbus untuk memperoleh ekstrak kentang sebagai media pertumbuhan. Masukkan molase (tetes tebu) dan EM4 ke dalam ekstrak kentang, kemudian aduk hingga seluruh bahan tercampur secara merata. Apabila memungkinkan, panaskan kembali campuran tersebut beberapa saat untuk membantu menjaga kebersihan media dari mikroorganisme lain. Setelah media mencapai suhu ruang, tambahkan isolat Trichoderma spp. ke dalam campuran secara aseptik. Tutup wadah menggunakan kain bersih atau penutup yang masih memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Simpan media di tempat yang teduh, bersih, dan tidak terkena sinar matahari langsung. Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 7–14 hari hingga Trichoderma spp. berkembang dengan baik. CARA PEMBUATAN

CARA PENGAPLIKASIAN Trichoderma spp. Trichoderma spp. cair diaplikasikan dengan dosis 4 mL per 1 liter air. Apabila menggunakan sprayer knapsack, kebutuhan Trichoderma spp. sebanyak 160–200 mL dan dosis tersebut dapat digunakan untuk lahan seluas 1 hektare. Larutan diaplikasikan pada area sekitar perakaran tanaman agar jamur dapat berkembang dengan baik di daerah rizosfer. Setelah aplikasi, berikan jeda sekitar 4–5 hari sebelum perlakuan lainnya. Hindari penggunaan Trichoderma spp. bersamaan dengan pestisida agar pertumbuhan dan aktivitas agens hayati tetap optimal.

Dewi, N., Haryadi, N. T., Firdaus, M., Prameswari, S. F., Rachmawati, R. A., Margaretha, N., & Shinta, S. N. (2025). Pemberdayaan petani kopi Desa Rowosari melalui pengendalian hama dan peningkatan kualitas tanah dengan pupuk organik. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 11(3), 440. Masnur, M., & Heikal, J. (2024). Motivasi petani muda dalam penggunaan agens hayati Trichoderma spp. pada budidaya pertanian dalam studi grounded theory. Jurnal Media Akademik (JMA), 2(1). Molebila, D. Y., Rosmana, A., & Tresnaputra, U. S. (2020). Trichoderma asal akar kopi dari Alor: Karakterisasi morfologi dan keefektifannya menghambat Colletotrichum Penyebab Penyakit Antraknosa secara in Vitro. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 16(2), 61- 68. Uruilal, C., Kalay, A. M., Kaya, E., & Siregar, A. (2012). Pemanfaatan kompos ela sagu, sekam, dan dedak sebagai media perbanyakan agens hayati Trichoderma harzianum Rifai. Agrologia, 1(1), 21–30. https://doi.org/10.30598/a.v1i1.288 Zakaria, A., Aditiawati, P., & Rosmiati, M. (2017). Strategi pengembangan usahatani kopi arabika (kasus pada petani kopi di Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat). Jurnal Sosioteknologi, 16(3), 325–339. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2017.16.3.6DAFTAR PUSTAKA