🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak Membantu mengenali tanda awal maloklusi secara mudah, cepat, dan praktis
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 KATA PENGANTAR Gigi yang sehat adalah bagian dari hidup yang berkualitas. Dari gigi yang sehat, seseorang bisa makan dengan nyaman, berbicara dengan jelas, dan tersenyum dengan penuh percaya diri. Namun, tidak semua orang menyadari bahwa susunan gigi yang tidak tepat—yang dikenal sebagai maloklusi dapat perlahan menggerus kualitas hidup tersebut tanpa disadari. Maloklusi sering dianggap hanya sekadar persoalan estetika, yaitu gigi yang kurang rapi atau senyum yang kurang sempurna. Padahal, di balik itu tersimpan dampak yang jauh lebih dalam: gangguan mengunyah, kesulitan berbicara, risiko penyakit gusi, hingga rasa rendah diri yang diam-diam memengaruhi semangat dan partisipasi seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Maloklusi dapat dikenali lebih awal, jauh sebelum kondisinya memburuk dan perawatannya menjadi lebih rumit. Pengenalan dini tersebut tidak harus selalu dimulai dari kursi dokter gigi. Dokter gigi, guru, maupun orang tua masing-masing memiliki kesempatan emas untuk menjadi pihak pertama yang menyadari tanda-tandanya. Penulis menyadari bahwa buku saku ini bukan pengganti diagnosis klinis atau panduan medis yang komprehensif. Meskipun demikian, penulis berharap setiap halaman di dalamnya mampu menumbuhkan kesadaran bahwa deteksi dini maloklusi adalah tanggung jawab bersama, dan setiap orang yang peduli memiliki peran yang nyata dan berarti. Semoga buku saku digital ini mudah diakses, mudah dibagikan, dan benar-benar dibaca baik oleh dokter gigi di sela-sela praktik, maupun oleh guru yang membukanya di gawai. Gigi yang dijaga sejak dini akan menumbuhkan masa depan yang lebih sehat dan lebih percaya diri. Salam hangat, Giya Rahma Safina
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman ii | 🦷 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................................................................................................... i DAFTAR ISI .................................................................................................................................... ii BAB I PENTINGNYA MENDETEKSI DINI GIGI YANG TIDAK RATA! ................................. 1 BAB II MENGENAL GIGI DAN PERTUMBUHANNYA ............................................................ 3 Waktu Pergantian Gigi .......................................................................................................... 4 Pertumbuhan Rahang ............................................................................................................ 4 Peran dalam Mendukung pertumbuhan Gigi .......................................................................... 4 BAB III JENIS-JENIS GIGI TIDAK RATA (MALOKLUSI) ....................................................... 6 Apa itu Gigi Tidak Rata (Maloklusi)? .................................................................................... 6 Mengenal Jenis Gigi Tidak Rata Secara Umum! .................................................................... 6 Tanda-tanda gigi tidak rata yang bisa dikenali ....................................................................... 8 Apa Saja Penyebab Gigi Tidak Rata? .................................................................................... 9 Lembar Observasi Cepat {Khusus Untuk Guru} .................................................................. 11 BAB IV GIGI BERJEJAL : PALING SERING DIJUMPAI PADA ANAK! ............................... 12 Apa itu Gigi Berjejal? ......................................................................................................... 12 Yang Terlihat oleh Guru : .................................................................................................... 13 Mengapa Gigi Bisa Berjejal? ............................................................................................... 13 Seberapa Sering Gigi Berjejal Terjadi pada Anak? ............................................................... 14 Bagaimana Mengenali Gigi Berjejal? .................................................................................. 14 Mengapa Gigi Berjejal Perlu Segera Diperhatikan? ............................................................. 15 BAB V DAMPAK GIGI TIDAK RATA (MALOKLUSI) YANG DIBIARKAN .......................... 17 Dampak terhadap Fungsi : Mengunyah, Berbicara & Pernapasan ....................................... 17 Dampak psikososial : percaya diri & kehidupan sosia .......................................................... 18 BAB VI APA YANG HARUS DILAKUKAN SELANJUTNYA? ................................................. 19 BAB VII MENJAGA GIGI TETAP SEHAT & RAPI .................................................................. 21 Kebiasaan Harian Pencegah Maloklusi ................................................................................ 21 Tips tambahan untuk membantu menjaga kesehatan gigi ..................................................... 22
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 BAB I PENTINGNYA MENDETEKSI DINI GIGI YANG TIDAK RATA! 🦷 Deteksi sejak dini, senyum terjaga seumur hidup! 🦷 Gigi dan rahang terus mengalami perubahan seiring masa pertumbuhan usia. Dalam proses ini, susunan gigi tidak selalu dapat berkembang secara teratur. Pada beberapa kondisi, gigi dapat tumbuh dengan posisi tidak sejajar, memiliki jarak tidak normal, atau bahkan posisi gigi yang saling berdesakan. Kondisi ini dapat dikenal sebagai gigi tidak rata, atau dalam istilah kedokteran gigi disebut maloklusi.1 Gigi tidak rata sering dianggap hanya sebagai masalah penampilan semata. Padahal lebih dari itu, kondisi ini dapat memengaruhi berbagai fungsi penting dalam masa pertumbuhan anak, seperti kemampuan kejelasan pelafalan dalam berbicara, kebiasaan menggigit kuku dan mengunyah satu sisi.2 Selain itu, susunan gigi tidak rata juga dapat menumbuhkan dampak rasa tidak nyaman dengan penampilan diri sendiri sehingga kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain pun akan menurun.3
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 2 | 🦷 Melihat berbagai dampak negatif yang didapatkan dengan kondisi susunan gigi yang tidak rata, tentunya perlu sebuah pencegahan berupa tindakan deteksi dini. Perubahan gigi yang semakin tidak teratur akan menyulitkan proses perawatan di kemudian hari.4 Sebaliknya, tanda-tanda awal yang dikenali lebih cepat dapat membantu proses penanganan menjadi lebih sederhana. Pemeriksaan oleh dokter gigi tentunya tetap diperlukan untuk memastikan kondisi yang ditemukan secara menyeluruh. Namun, tanda-tanda awal sebenarnya dapat kita amati dari berbagai aktivitas anak dalam sehari-hari, seperti saat anak sedang tersenyum, berbicara, atau makan.5 Sebuah panduan praktis dibutuhkan agar proses mendeteksi kondisi gigi yang tidak rata atau disebut maloklusi, dapat dilakukan secara mudah dan lebih terarah, terutama oleh guru yang sehari-hari berinteraksi langsung di lingkungan sekolah.6 Melalui pengamatan sederhana dalam kegiatan sehari-hari, tanda-tanda awal dapat dideteksi sejak dini. Hasil pengamatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk dilakukan pemeriksaaan lebih lanjut oleh dokter gigi.
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 3 | 🦷 BAB II MENGENAL GIGI DAN PERTUMBUHANNYA 🦷 Kenali gigimu, kenali masa depanmu! 🦷 Fase gigi campuran (mixed dentition) yaitu tahap pergantian dari gigi susu ke gigi permanen, umumnya terjadi pada anak usia 6-12 tahun. Usia tersebut terjadi ketika anak sedang berada di masa sekolah dasar (SD), sehingga masa sekolah dasar bisa disebut juga dengan masa pergantian gigi.7 Terdapat beberapa perubahan terjadi pada masa pergantian gigi, seperti ada gigi yang sudah goyah, tanggal, hingga tumbuh tidak sesuai tempatnya. Keadaan ini termasuk dari bagian proses alami dari tumbuh kembang gigi.8 Agar bisa memahami lebih jelas untuk menentukan kapan kondisi gigi sedang batas normal dan kapan kondisi waktu ketika gigi perlu diperhatikan, sehingga kita perlu mengenal lebih dekat terkait gigi dan tahapan pertumbuhannya.
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 4 | 🦷 Waktu Pergantian Gigi : Jenis Gigi Waktu Tumbuh Gigi Susu Waktu Tumbuh Gigi Permanen Gigi Depan 6-12 bulan 6-8 tahun Gigi Taring 16-20 bulan 9-12 tahun Geraham Besar 12-30 bulan 6-12 tahun Geraham Kecil (tumbuh pada gigi permanen / penganti molar gigi susu) - 10-12 tahun Pertumbuhan gigi dapat berbeda pada setiap anak, namun umumnya mengikuti pola seperti pada tabel diatas.9 Pertumbuhan Rahang Pertumbuhan rahang berlangsung secara aktif pada masa anak-anak hingga remaja. Pada fase ini, rahang masih berkembang dengan mudah sehingga dapat memengaruhi posisi gigi yang sudah tumbuh bisa mengalami perubahan pada posisinya. Jika gigi susu mengalami tanggal / copot baik lebih cepat atau lambat sebelum waktu gigi permanen tumbuh, hal ini dapat mempengaruhi kesediaan ruang untuk gigi permanen tumbuh nanti. Akibatnya, gigi permanen bisa tumbuh dengan posisi kurang baik dan tidak pada tempat seharusnya, seperti posisi gigi menjadi miring, lebih menonjol keluar, serta bertumpuk.10 Sehingga kondisi seperti ini merupakan salah satu penyebab gigi tumbuh tidak rata atau maloklusi, susunan gigi dapat menjadi tidak teratur. Sebaliknya, kondisi yang dikenali lebih awal akan lebih mudah untuk ditangani karena rahang masih dalam tahap pertumbuhan.4 Peran dalam Mendukung pertumbuhan Gigi Peran Guru dapat dilakukan melalui kepekaan terhadap perubahan yang tampak tidak biasa pada saat anak sedang berbicara, tersenyum, dan makan bersama. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain : o Terlihat adanya susunan gigi yang miring dan bertumpuk.11
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 5 | 🦷 o Adanya keluhan ketika makan sulit menggigit/mengunyah makanan tertentu.11 o Terdapat gigi permanen yang sudah tumbuh, namun gigi susu belum tanggal, sehingga terlihat seperti ada dua barisan gigi.11
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 6 | 🦷 BAB III JENIS-JENIS GIGI TIDAK RATA (MALOKLUSI) 🦷 Mata yang jeli bisa menyelamatkan senyum anak! 🦷 Setiap individu, termasuk seorang guru bisa mengenali tanda-tanda awal maloklusi dalam kegiatan anak sehari-hari.6 Tidak perlu membutuhkan peralatan klinis yang lengkap untuk mulai mendeteksi dini terhadap gigi tidak rata pada anak, yang diperlukan hanyalah tahu bentuk tampilan jelas yang dilihat pada anak, dan berani mengambil langkah selanjutnya. Apa itu Gigi Tidak Rata (Maloklusi)? Maloklusi bisa disebut sebagai susunan gigi tidak rata pada individu, yang artinya gigi tidak berada pada tempat yang tidah seharusnya, seperti gigi dalam posisi tumbuh yang miring, bertumpuk, atau saling bertumpuk. Maloklusi juga bisa diartikan ketika individu sedang tersenyum, namun kondisi susunan gigi rahang atas dan bawah tidak saling berhubungan baik saat menggigit.1 Mengenal Jenis Gigi Tidak Rata Secara Umum! Bentuk tampilan maloklusi secara umum yang sering terjadi pada masyarakat, khususnya pada anak-anak ialah :
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 7 | 🦷 Jenis Gigi Tidak Rata Ciri Yang Terlihat Istilah Sederhana Gigi Berjejal atau Bertumpuk (Crowding)12 Gigi yang tumbuh saling menumpuk/miring “Giginya terlihat berdesakan satu sama lain” Gigi Renggang13 Ada celah di antara satu gigi ke gigi yang lain “Terlihat ada celah jarak seperti bolong di antara gigi” Gigi Terlalu Dalam (Overbite)14 Ketika tersenyum, Gigi atas menutupi hampir keseluruhan gigi bawah “Gigi bawah hampir tertutupi oleh gigi atas” Gigi Bawah Maju (Crossbite)15 Gigi atas berada di dalam gigi bawah saat mulut tertutup “Terlihat seperti gigitan terbalik/gigitan silang” Gigi Maju (Overjet)15 Gigi atas terlihat terlalu maju/menonjol ke depan “Giginya maju sendiri kedepan seperti gigi kelinci”
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 8 | 🦷 Gigitan Gigi Terbuka (Anterior Open Bite)15 Gigi depan atas dan bawah tidak bertemu saat mulut tertutup serta terdapat celah terbuka di bagian depan gigi “Gigi depan atas dan bawah tidak bisa ditutup rapat, masih ada celah di tengah” Tanda-tanda gigi tidak rata yang bisa dikenali! Tanda dari penampilan wajah & senyum : o Bibir tidak bisa menutup rapat saat dalam posisi mulut sedang diam (mulut seperti sedikit terbuka)15 o Gigi depan atas sangat menonjol ke depan sehingga dapat terlihat dari depan (“gigi kelinci’)15 o Gigi depan bawah tampak lebih maju dari gigi atas15
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 9 | 🦷 Tanda dari cara berbicara & mengunyah : Tanda seseorang berbicara dan makan bisa mencerminkan kondisi susunan giginya. Tanda-tanda berikut sering diabaikan padahal cukup jelas : o Lidah tampak menonjol di antara gigi saat mengucapkan beberapa kata (tongue thrusting)16 o Merasa kesulitan mengucapkan huruf ‘s’, ‘f’, ‘v’, atau ‘z’ dengan jelas17 o Hanya mengunyah di satu sisi mulut secara konsisten2 Apa Saja Penyebab Gigi Tidak Rata? Beberapa kebiasaan sehari-hari anak yang tampak kecil ternyata bisa menjadi penyebab sekaligus tanda maloklusi. Jika kebiasaan ini berlangsung lama, posisi gigi dan rahang bisa ikut berubah. Berikut beberapa kebiasaan yang paling umum terjadi : Kebiasaan menekan yang tidak normal dan kelainan fungsional, seperti : o Mengisap jari (terutama jempol)18 o Menggigit kuku18
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 10 | 🦷 o Menggigit pensil, bolpoin, atau benda lain secara rutin18 o Kelainan pernapasan (bernafas melalui mulut bukan dari hidung)19 o Sering mendorong lidah ke depan di antara gigi (tongue thrusting)16 Pertumbuhan gigi permanen yang tertunda memicu pergeseran pergeseran posisi gigi dan penyempitan ruang pada rahang1 Tips untuk guru • Perhatikan juga apakah anak sering menutup mulut saat tersenyum atau tertawa, karena ini bisa jadi tanda mereka tidak percaya diri dengan tampilan giginya. • Kebiasaan umum yang dilakukan anak sebagai penyebab gigi tidak rata ini tidak langsung menyebabkan gigi rusak, tetapi jika dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, bisa mempengaruhi arah tumbuh gigi & perkembangan rahang anak. Jika hal diatas ditemukan dan sudah berlangsung dalam waktu lama, segera konsultasikan ke dokter gigi!
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 11 | 🦷 Lembar Observasi Cepat {Khusus Untuk Guru} Lembar Observasi Cepat Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Nama Anak : Usia/Kelas : Tanggal : Kategori Tanda yang Diamati Tidak Terlihat Kadang Sering Cara Pelafalan mendesis/sengau Berbicara Menahan lidah saat berbicara Cara Mengunyah di satu sisi Makan Kesulitan menggigit makanan keras Bentuk Wajah & Bibir tidak menutup rapat Mulut Rahang bawah maju/mundur Kebiasaan Mengisap Jari Harian Bernapas Lewat Mulut Catatan Tambahan Guru : Tindakan Lanjut : o Perlu konsultasikan ke tenaga professional o Pemantauan lanjutan di sekolah Format ini fleksibel dan dapat dicetak berulang kali. Guru dapat menambahkan kolom tambahan untuk memenuhi kebutuhan sekolah, seperti tanggal tindak lanjut atau catatan orang tua.20 Cara Menggunakan Checklist Ini • Jika 1–2 poin dijawab 'Sering' → Sarankan pemeriksaan ke dokter gigi. • Jika 3 poin atau lebih 'Sering' → Kemungkinan maloklusi cukup signifikan, segera rujuk untuk pemeriksaan lebih lanjut. • Checklist ini bukan pengganti diagnosis klinis — hanya alat deteksi awal.
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 12 | 🦷 BAB IV GIGI BERJEJAL : PALING SERING DIJUMPAI PADA ANAK! 🦷 Berdesakan bukan berarti normal, yuk kenali lebih dekat! 🦷 Dari semua jenis gigi tidak rata yang telah disebutkan pada bab sebelumnya, terdapat salah satu jenis yang paling sering dijumpai pada anak-anak, yaitu gigi berjejal atau bertumpuk, atau dalam istilah kedokteran gigi dapat disebut dental crowding.21 Apa itu Gigi Berjejal? Gigi berjejal atau bertumpuk merupakan posisi gigi yang saling tumpang tindih karena ukuran rahang dan gigi yang berbeda. Gigi berjejal dapat didefinisikan juga sebagai proporsi tidak seimbang antara gigi dan jaringan sekitarnya. Akibatnya, gigi dapat tumbuh bertumpuk, miring, dan berdesakan antara satu dengan yang lain.21 Gigi berjejal dapat ditemukan di setiap sisi bagian dari sebuah gigi ialah dapat menghadap kearah dekat bibir, langit-langit rongga mulut, lidah atau dapat berputar pada porosnya.21 Secara klinis, gigi berjejal diklasifikasikan menjadi tiga tingkat keparahan berdasarkan besar kekurangan ruang pada lengkung gigi : Ringan: Beberapa gigi sedikit bergeser atau berputar Sedang: Gigi bagian depan tampak tidak teratur secara mencolok
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 13 | 🦷 Berat: Satu atau lebih gigi tumbuh di luar lengkung gigi.22,23 Yang Terlihat oleh Guru : Tingkat Ciri yang Terlihat Keterangan Sederhana Ringan Gigi sedikit bertumpuk, namun masih terlihat masih rapih dari depan “Terlihat sudah ada sedikit gigi yang berdesakan, namun belum terlihat terlalu mencolok karena dari depan terlihat masih rapih” Sedang Gigi jelas terlihat bertumpuk, terdapat beberapa gigi yang miring “Terlihat giginya sudah berdesakan ketika tersenyum” Berat Gigi sangat bertumpuk, terdapat gigi yang tumbuh di luar lengkung barisan gigi “Sudah sangat terlihat jelas bahwa terdapat gigi yang berdesakan dan gigi yang keluar jalur barisan”23 Mengapa Gigi Bisa Berjejal? Gigi berjejal terjadi karena terdapat ketidaksesuaian antara ukuran gigi dengan rahang. Gigi berjejal sering muncul pada saat proses pergantian dari gigi susu ke gigi permanen/dewasa, dapat disebut juga pada fase gigi campuran (mixed dentition). Usia sekolah dasar adalah periode paling kritis untuk mendeteksi gigi berjejal, karena disinilah proses pergantian gigi susu ke gigi permanen sedang berlangsung secara aktif.23 Selain itu, beberapa hal yang dapat memperparah kondisi gigi berjejal pada anak : No Penyebab Penjelasan Sederhana 1 Gigi susu tanggal terlalu cepat Gigi permanen tidak memiliki tempat untuk tumbuh karena gigi sebelahnya bergeser. Jika gigi permanen/dewasa yang tumbuh berukuran lebih besar dari ruang tumbuh gigi yang tersedia, maka gigi-gigi tersebut akan saling “berebut tempat” sehingga akan tumbuh terlihat seperti saling berdesakan.
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 14 | 🦷 2 Urutan tumbuh gigi tidak sesuai Hasil gigi berjejal dan penurunan ruang pada lengkung rahang dapat dikaitkan dengan urutan erupsi yang tidak sesuai dengan pola normal. 3 Kebiasaan buruk Bentuk dan lebar rahang dapat secara bertahap diubah dengan menghisap jari (terutama jempol) dan bernapas lewat mulut. 4 Rahang yang sempit Ruang untuk tumbuh gigi semakin terbatas, biasanya disebabkan oleh faktor genetik dari orang tua. 5 Kebiasaan mengunyah makanan lunak Jika tidak ada stimulasi rahang untuk mengunyah makanan keras, pertumbuhan rahang dapat terhambat, menyebabkan ruang di sekitar gigi menjadi sempit.21 Seberapa Sering Gigi Berjejal Terjadi pada Anak? Jawabannya : Sangat sering, bahkan lebih dari setengah anak SD bisa mengalaminya!21 Fakta Penelitian terkait Gigi Berjejal : Sebanyak 52,08% anak SD usia 9–12 tahun mengalami gigi berjejal pada rahang bawah, terutama pada area gigi depan.21 68% masih dianggap ringan, yang berarti masih dapat ditangani dengan mudah jika ditemukan segera.21 Lebih banyak dijumpai pada anak perempuan (64%) dan laki-laki (36%) dan prevalensinya meningkat seiring bertambahnya usia.21 Fase gigi campuran (antara usia 6 dan 12 tahun) adalah waktu yang tepat untuk mengidentifikasi dan melakukan perawatan gigi berjejal sebelum kondisi menjadi lebih parah.21 Bagaimana Mengenali Gigi Berjejal? Seorang guru tidak memerlukan alat klinis untuk mulai mendeteksi gigi berjejal pada anak, cukup dengan memperhatikan dan mengamati ketika anak sedang tersenyum dan berbicara. Kondisi yang Diamati Tanda yang Bisa Dilihat Saat Tersenyum & Dilihat dari depan Gigi depan terlihat bertumpuk, miring, atau seperti "melompat" ke arah depan atau belakang gigi lainnya &
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 15 | 🦷 Terdapat gigi tumbuh di luar barisan, membuatnya terlihat "tidak muat" di antara gigi lainnya. Saat Berbicara Ada gigi yang terlihat "maju" sendiri, atau tidak sejajar satu sama lain. Tips untuk Guru : Meminta anak tersenyum lebar, lihat apakah ada gigi yang terlihat "berdesakan" atau keluar dari jalurnya. Jika terlihat jelas dan berlangsung lama, catat dan beritahu orang tua dengan cara yang positif dan penuh empati. Mengapa Gigi Berjejal Perlu Segera Diperhatikan? Banyak orang hanya menganggap gigi berjejal sebagai masalah penampilan. Namun, ada dampak lain yang sering tidak disadari dari gigi berjejal : gigi yang berdesakan lebih sulit dibersihkan. Mulut yang tidak bersih dapat disebabkan oleh posisi gigi berjejal. Ada penumpukan plak yang sulit dibersihkan karena bulu sikat tidak dapat mencapai sela-sela gigi yang berdesakan. Anak dengan kondisi gigi berjejal memiliki kebersihan mulut yang buruk, yang ditunjukkan oleh banyaknya gigi berlubang.21 Dampak Unik Gigi Berjejal Penjelasan Plak Menumpuk menjadi Karies Gigi berjejal membuat sisa makanan sulit dibersihkan sehingga bakteri mudah menumpuk
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 16 | 🦷 dan menyebabkan karies — terbukti 74,6% anak dengan gigi berjejal memiliki kebersihan mulut yang kurang baik.21 Risiko Radang Gusi (Gingivitis) Ketidakteraturan susunan gigi berjejal meningkatkan penumpukan plak pada sela-sela gigi, yang lama kelamaan meradangkan gusi hingga menjadi merah dan mudah berdarah.24 Rasa Malu saat Tersenyum Gigi berjejal menimbulkan masalah psikososial karena gangguan estetik wajah yang dapat menurunkan rasa percaya diri anak di hadapan teman sebayanya.21 Jika dibiarkan tidak segera dilakukan perawatan Apabila dibiarkan, gigi berjejal akan semakin parah dan mengganggu fungsi pengunyahan, estetik, serta bicara.21 Tips untuk Guru : Seiring perkembangan anak, gigi berjejal yang tidak dirawat akan menjadi lebih sulit untuk dirawat. Semakin cepat diketahui, semakin mudah menanganinya! Jika Anda menemukan tanda-tanda gigi berjejal pada siswa Anda, segera beritahu orang tua mereka untuk melihat dokter gigi.
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 17 | 🦷 BAB V DAMPAK GIGI TIDAK RATA (MALOKLUSI) YANG DIBIARKAN 🦷 Lebih baik mencegah daripada menyesal kemudian! 🦷 Sebagian orang menganggap bahwa maloklusi hanya sekedar masalah estetika, namun lebih jauh dari itu, maloklusi yang tidak segera ditangani dapat memberikan dampak yang nyata bagi fungsi tubuh, kesehatan sosial, dan emosional seseorang. Dampak terhadap Fungsi : Mengunyah, Berbicara & Pernapasan Fungsi tubuh sangat bergantung dengan susunan gigi dan rahang yang tepat, jika maloklusi tidak segera ditangani dapat menganggu fungsi-fungsi ini. Fungsi Mengunyah : o Makanan tidak hancur dengan baik sehingga pencernaan bisa terganggu.25 o Mengunyah hanya di satu sisi sehingga terjadi beban berlebih pada sendi rahang.2 Fungsi Bicara : o Gigi yang tidak sejajar dapat menghalangi pergerakan lidah secara normal.1 o Kesulitan mengucapkan huruf s, f, v, z dengan jelas.26
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 18 | 🦷 o Anak menjadi malu berbicara di depan umum sehingga kepercayaan diri dapat menurun.3 Fungsi Pernapasan : o Dapat menyebabkan kebiasaan bernapas lewat mulut (Tongue Thrusting).1 o Pada anak dapat mengganggu kualitas tidur dan konsentrasi belajar.27 Dampak psikososial : percaya diri & kehidupan sosial Penampilan gigi sangat erat kaitannya dengan kepercayaan diri seseorang, terutama di usia anak sekolah yang sedang membentuk identitas dan jati diri mereka. Dampak pada anak usia sekolah o Anak merasa malu tersenyum/tertawa di depan teman-temannya.3 o Rasa rendah diri yang jika dibiarkan dapat terbawa hingga dewasa.3 o Anak dapat enggan tampil di depan kelas sehingga mengurangi partisipasi belajar.27
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 19 | 🦷 BAB Vl APA YANG HARUS DILAKUKAN SELANJUTNYA? 🦷 Satu langkah kecil, dampak besar untuk masa depan! 🦷 Tidak semua maloklusi perlu untuk dirujuk segera. Terdapat panduan umum untuk membantu mennentukan langkah selanjutnya : Kategori Ciri Umum Tindakan yang Disarankan Ringan Gigi sedikit renggang atau bertumpuk, fungsi normal, dan estetika masih baik Pantau & kontrol rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 20 | 🦷 Sedang Gigi renggang dan crowding (gigi tampak berjejal) cukup jelas, Gigi terlalu dalam (overbite) serta Gigi maju (overjet) di luar batas normal, Mulai ada gangguan fungsi dari aspek berbicara & menguyah Segera konsultasi ke dokter gigi dan mulai pertimbangkan rujukan ke orthodonti Berat Gigi sangat bertumpuk, Gigi bawah maju (crossbite), atau ganguan fungsi signifikan Rujuk ke Spesialis Orthodonti sesegera mungkin.28 Perlu diingat, penilaian diatas bersifat panduan awal. Diagnosis resmi harus dilakukan oleh dokter gigi atau spesialis orthodonti. Jangan biarkan kondisi gigi semakin buruk! Langkah Guru Sekolah : 1. Amati senyuman, cara berbicara, dan cara makan murid sehari-hari 2. Catat murid yang menunjukkan tanda-tanda awal maloklusi 3. Koordinasikan dengan petugas UKS sekolah untuk rencana tindak lanjut 4. Menyampaikan temuan kepada orang tua dengan cara yang positif & menunjukkan empati 5. Mendukung program penyuluhan kesehatan gigi rutin bekerja sama dengan puskesmas daerah setempat.20
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 21 | 🦷 BAB VIl MENJAGA GIGI TETAP SEHAT & RAPI 🦷 Mulai dari hal kecil, jaga senyummu setiap hari! 🦷 Kebiasaan Harian Pencegah Maloklusi I. SIKAT GIGI DUA KALI SEHARI DENGAN TEKNIK BENAR Pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluor. Sikat gigi dengan Gerakan memutar lembut, jangan terlalu keras dan menyeluruh ke seluruh permukaan gigi.29 II. MENGHENTIKAN KEBIASAAN ORAL HABIT SEJAK DINI Menghentikan kebiasaan buruk seperti mengisap jari dan bibir, bernapas lewat mulut (Tongue Thrusting) karena kebiasaan-kebiasaan tersebut merupakan salah satu penyebab maloklusi/gigi tidak rata.1 III. MENGKONSUMSI MAKANAN BERGIZI & SEIMBANG Memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar seperti wortel, apel yang merangsang pertumbuhan secara alami. Mengurangi konsumsi
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 22 | 🦷 makanan manis dan lengket, perbanyak konsumsi air putih serta menghindari minuman manis kemasan sachet.30 IV. KUNJUNGAN KE DOKTER GIGI SECARA RUTIN (6 BULAN SEKALI) Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak tetap terjaga.20 V. MERAWAT GIGI SUSU DENGAN BAIK Sebagian orang tidak menyangka bahwa tanggalnya gigi susu yang terlalu cepat/lambat dapat menyebabkan pergeseran gigi permanen dan menjadi salah satu penyebab terjadinya maloklusi/gigi tidak rata.8 Tips tambahan untuk membantu menjaga kesehatan gigi Melibatkan dokter gigi puskesmas untuk pemeriksaan rutin tahunan bersamaan dengan dilakukannya penyuluhan aktif cara menyikat gigi yang benar kepada anak.6 Memasang poster edukasi gigi sehat di depan kelas atau kantin.6 Menjaga Kesehatan gigi adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup. Upaya melakukan deteksi dini maloklusi adalah langkah pertama yang paling berharga dan penting. Menjaga gigi tetap sehat cukup dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten dan didukung oleh orang-orang di sekitar anak. Dokter gigi, Guru Sekolah, dan Orang Tua memiliki peran yang sama, menjadi garda terdepan untuk menciptakan generasi yang memiliki senyuman sehat dan memiliki kepercayaan diri.6,31 Buku saku ini hadir sebagai ‘teman’ yang akan memandu perjalanan untuk mendeteksi maloklusi sejak dini.
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 23 | 🦷 DAFTAR PUSTAKA 1. Daifallah Almutairi M, Abdulwasea Asrar N, Aljamaan WA, Sagga AH, Aldubayyan SA, Suliman Alshehri F, et al. Malocclusion: A Comprehensive Overview. International Journal of Medical Toxicology & Legal Medicine [Internet]. 2024;27(3). Available from: https://ijmtlm.org 2. Alsanabani AAM, Yusof ZYM, Nurazreena W, Hassan W, Aldhorae K, Alyamani HA. Validity and Reliability of the Arabic Version of the Psychosocial Impact of Dental Aesthetics Questionnaire for Yemeni Adolescents [Internet]. 2021. doi:10.3390/children 3. Suyitno CJSS. Correlation between the duration of fixed orthodontic treatment and psychosocial impact among medical and dental students: Study cross-sectional. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students. 2026 Feb;10(1). doi:10.24198/pjdrs.v10i1.69078 4. Schneider-Moser UEM, Moser L. Very early orthodontic treatment: when, why and how? Dental Press J Orthod. 2022;27(2). doi:10.1590/2177-6709.27.2.e22spe2 PubMed PMID: 35703618. 5. Husna AA. Gambaran Maloklusi Gigi Terhadap Kualitas Hidup Remaja Usia 12-14 Tahun Di SMP Negeri 29 Semarang. Indonesian Journal of Dentistry. 2022 Aug 30;2(2):10. doi:10.26714/ijd.v2i2.8839 6. Akera P, Kennedy SE, Lingam R, Obwolo MJ, Schutte AE, Richmond R. Effectiveness of primary school-based interventions in improving oral health of children in low- and middle-income countries: a systematic review and meta-analysis. BMC Oral Health. 2022 Dec 1;22(1). doi:10.1186/s12903-022-02291-2 PubMed PMID: 35768801. 7. Sandhu A, Sakaria BA, Patel SD, Ahuja G, Jadeja N, Mehta A, et al. The Impact of Early Orthodontic Intervention on Dental and Skeletal Development in Children with Mixed Dentition. J Pharm Bioallied Sci. 2024 Feb 1;16:S821–3. doi:10.4103/jpbs.jpbs_1035_23 8. Herawati H, Sahaliya S. Temporary Malocclusion Treatment At Mix Dentition Period (Perawatan Mloklusi Sementara Pada Periode Gigi Campuran). 2022 Jun. doi:10.54052/jhds 9. Carlos H, Jefferson C|, Melo D, Daher M, Lucas AQ, Maciel C, et al. Dental Anatomy And Morphology. 2022. 10. Shakti P, Singh A, Purohit BM, Purohit A. Effect of premature loss of primary teeth on prevalence of malocclusion in permanent dentition: A systematic review and meta- analysis. International Orthodontics. Elsevier Masson s.r.l.; 2023. doi:10.1016/j.ortho.2023.100816 PubMed PMID: 37832339. 11. Zou J, Meng M, Law CS, Rao Y, Zhou X. Common dental diseases in children and malocclusion. International Journal of Oral Science. Sichuan University Press; 2018. doi:10.1038/s41368-018-0012-3 PubMed PMID: 29540669. 12. Gupta H, Sharma DS. Comprehensive Analytical Interceptive Approach to Manage Crowding in Mixed Dentition. Cureus. 2025 Sep 24. doi:10.7759/cureus.93128 13. Al-Zazai HSAA, Al-Haddad K, Al-Harazi G, Al-Sharabi MG, Rasheed AMA, Rajhi KIH, et al. Prevalence and Etiology of Maxillary Midline Diastema among University Students, Hodeidah Governorate, Yemen: A Cross-sectional Study. Journal of Contemporary Dental Practice. 2024;25(10):968–75. doi:10.5005/jp-journals-10024- 3763 PubMed PMID: 39873259.
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 24 | 🦷 14. Meuli S, Ventura V, Gentile D. Deep bite malocclusion correction with SmartForce Aligner Activation in three adolescent patients. BMC Oral Health. 2025 Dec 1;25(1). doi:10.1186/s12903-025-05908-4 PubMed PMID: 40251573. 15. Zhou C, Duan P, He H, Song J, Hu M, Liu Y, et al. Expert consensus on pediatric orthodontic therapies of malocclusions in children. International Journal of Oral Science. Springer Nature; 2024. doi:10.1038/s41368-024-00299-8 PubMed PMID: 38627388. 16. Renuka Devi O, Somani R, Bashir A, Basu P, Leleesh M, Thanglienzo G, et al. TONGUE THRUSTING ORAL HABIT - A REVIEW. Int J Adv Res (Indore). 2022 Feb 28;10(02):351–68. doi:10.21474/IJAR01/14212 17. Mogren, Havner C, Westerlund A, Sjögreen L, Agholme MB, Mcallister A. Malocclusion in children with speech sound disorders and motor speech involvement: a cross-sectional clinical study in Swedish children. European Archives of Paediatric Dentistry. 2022 Aug 1;23(4):619–28. doi:10.1007/s40368-022-00728-4 PubMed PMID: 35776286. 18. Nguyen TP, Le LN, Le KPV. Malocclusion and Deleterious Oral Habits in Vietnamese Children Between the Ages of 8 and 12 years: A Cross Sectional Study. J Int Soc Prev Community Dent. 2024;14(5):369–78. doi:10.4103/jispcd.jispcd_72_24 19. Chesya D, Wibowo D, Azizah A, Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat F, Orthodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat D, Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat D. Hubungan Antara Kebiasaan Buruk Bernafas Melalui Mulut Dengan Tingkat Keparahan Maloklusi pada Anak Sekolah Dasar (Literature Review). Dentin Jurnal Kedokteran Gigi. 2021. 20. Herawati H. Deteksi Dini Maloklusi dan Kesehatan Gigi Anak. 2025. 21. Riyanti E, Indriyanti R, Saptarini Primarti R. Prevalensi Maloklusi dan Gigi Berjejal Berdasarkan Jenis kelamin dan Umur pada Anak-anak Sekolah Dasar di Bandung. 22. Nerurkar S, Kamble R, Kaiser J, Mathew J. Non-extraction Orthodontic Treatment Protocol of Moderate Crowding. Cureus. 2023 Apr 12. doi:10.7759/cureus.37483 23. Rosas López Portillo F, Gámez Valenzuela J, Rosas Alcaraz VM, Valle Urias AE, Del Rosario Martínez Pérez D, Manjarrez Guerrero FM, et al. Dental crowding: a review. Int J Res Med Sci. 2024 Mar 6;12(4):1344–8. doi:10.18203/2320-6012.ijrms20240664 24. Liu X, Xu J, Li S, Wang X, Liu J, Li X. The prevalence of gingivitis and related risk factors in schoolchildren aged 6–12 years old. BMC Oral Health. 2022 Dec 1;22(1). doi:10.1186/s12903-022-02670-9 PubMed PMID: 36544102. 25. Magalhães IB, Pereira LJ, Marques LS, Gameiro GH. The influence of malocclusion on masticatory performance: A systematic review. Angle Orthodontist. 2010. p. 981–7. doi:10.2319/011910-33.1 PubMed PMID: 20578873. 26. Palakolanu SV, Dodda KK, Yelchuru SH, Kurapati J. Comparison of Speech Defects in Different Types of Malocclusion. Cureus. 2024 Jun 13. doi:10.7759/cureus.62290 27. Kitsaras G, Goodwin M, Kelly MP, Pretty IA. Bedtime oral hygiene behaviours, dietary habits and children’s dental health. Children. 2021 May 1;8(5). doi:10.3390/children8050416 28. Putu Ayu Sakura N, Ika Anggaraeni P, Cinthia Hutomo BDJ L. Gambaran maloklusi dan kebutuhan perawatan ortodontik pada siswa Sekolah Menengah Pertama di
🦷 Panduan Praktis Deteksi Dini Maloklusi pada Anak 🦷 | Halaman 25 | 🦷 wilayah kerja Puskesmas Mengwi III Kabupaten Badung. Bali Dental Journal [Internet]. 2021;5. Available from: http://jkg-udayana.org 29. Al-Sharani HM, Stormon N, Al-Hutbany N, Zhang Y, Zulfiqar T. Optimal tooth brushing initiation age and frequency for preventing early childhood caries: a systematic review and meta-analysis. BMC Oral Health. BioMed Central Ltd; 2025. doi:10.1186/s12903-025-07179-5 PubMed PMID: 41469640. 30. Dipalma G, Inchingolo AM, Fiore A, Chieppa S, Carone C, Tartaglia FC, et al. Role of nutrition in prevention of dental caries in children and adolescents: a systematic review. BMC Oral Health. 2026 Feb 11. doi:10.1186/s12903-026-07839-0 PubMed PMID: 41668017. 31. Alsaggaf DH, Alqarni MZ, Barayan SA, Assaggaf AA, Alansari RA. Parents’ Awareness of Malocclusion and Orthodontic Consultation for Their Children: A Cross- Sectional Study. Children. 2022 Dec 1;9(12). doi:10.3390/children9121974