BAHAN AJAR IPAS KELAS V

View BAHAN AJAR IPAS KELAS V flipbook.

BAB 5 DEARAHKU YANG BERSEJARAHBAB 5 DEARAHKU YANG BERSEJARAHBAB 5 DEARAHKU YANG BERSEJARAHB. WARISAN BUDAYA, KEKAYAAN DAERAHKUVK e l a sDisusun oleh: Alyasinta Desviola (2401050045)BAHAN AJARBAHAN AJARBAHAN AJAR

PPuji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat- Nya sehingga bahan ajar IPAS kelas V dengan materi “Warisan Budaya, Kekayaan Daerahku” dapat disusun dengan baik. Bahan ajar ini bertujuan membantu murid mengenal warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Kota Semarang, serta memahami pentingnya menjaga dan melestarikannya. Materi disajikan dengan bahasa sederhana dan kegiatan pembelajaran yang mendorong murid untuk berpikir kritis, bekerja sama, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah. Penyusun menyadari bahwa bahan ajar ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan. Semoga bahan ajar ini bermanfaat bagi murid dan guru dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Semarang, 2026 PenyusunPRAKARTAPRAKARTAPRAKARTA

Halo, anak-anak hebat! Indonesia memiliki banyak warisan budaya yang unik dan menarik. Setiap daerah mempunyai budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya. Budaya tersebut merupakan kekayaan yang perlu dikenal, dihargai, dan dijaga bersama. Melalui bahan ajar ini, kalian akan menjelajahi berbagai warisan budaya Indonesia, khususnya budaya Semarang. Kalian juga akan belajar menemukan masalah yang dapat mengancam keberlangsungan budaya dan merumuskan solusi yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.PETUNJUK PENGGUNAANPETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJARBAHAN AJAR PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJAR

Agar belajar lebih mudah, ikuti petunjuk berikut. 1.Bacalah setiap materi dengan teliti. 2.Amati gambar atau tayangan budaya yang disediakan guru. 3.Tandai kata atau informasi penting yang kalian temukan. 4.Catat informasi dengan kalimat kalian sendiri. 5.Diskusikan pertanyaan bersama kelompok dengan saling menghargai. 6.Gunakan informasi dalam bahan ajar dan Kartu Informasi Budaya untuk menyelesaikan LKM. 7.Sampaikan hasil diskusi dengan bahasa yang santun dan jelas.PETUNJUK PENGGUNAANPETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJARBAHAN AJAR PETUNJUK PENGGUNAAN BAHAN AJARIngat langkah belajar kita: BACA – TANDAI – CATAT!

Capaian PembelajaranMenemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal;1.Melalui pengamatan slide, video, dan kartu informasi warisan budaya, murid kelas V mampu menganalisis satu permasalahan pelestarian warisan budaya di sekitar tempat tinggal beserta penyebabnya secara tepat sesuai informasi pada kartu. (C4 – Menganalisis) 2.Melalui diskusi kelompok tentang pelestarian warisan budaya Semarang, murid kelas V mampu menunjukkan sikap menghargai warisan budaya dan pendapat teman selama diskusi berlangsung. (A3 – Menghargai) 3.Melalui kegiatan pemecahan masalah secara berkelompok, murid kelas V mampu mempraktikkan penyampaian minimal dua solusi pelestarian warisan budaya Semarang yang sesuai dengan penyebab masalah secara lisan, jelas, dan runtut mengikuti kerangka penyajian. (P3 – Presisi)TUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARANTUJUAN PEMBELAJARAN

Apa Itu Warisan Budaya?Pernahkah kalian melihat pertunjukan tari daerah, mengenakan batik, mendengar cerita rakyat dari orang tua, atau mengikuti tradisi yang dilakukan masyarakat di sekitar rumah? Semua itu merupakan contoh kegiatan atau hasil kebudayaan yang perlu kita kenali. Warisan budaya adalah peninggalan berupa benda, pengetahuan, keterampilan, tradisi, dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi serta memiliki nilai bagi masyarakat.Warisan budaya tidak hanya berasal dari masa lampau. Warisan budaya juga dapat terus dipelajari, dipraktikkan, dan dikembangkan oleh generasi sekarang tanpa menghilangkan nilai pentingnya. Contohnya adalah batik, rumah adat, alat musik tradisional, tarian daerah, bahasa daerah, dan tradisi masyarakat.

Warisan budaya perlu dilestarikan karena:1.Menjaga identitas daerah dan bangsa. Budaya menjadi salah satu ciri yang membedakan suatu daerah. 2.Mengenal kehidupan generasi terdahulu. Budaya dapat mengajarkan kebiasaan, pengetahuan, dan nilai yang diwariskan. 3.Menumbuhkan rasa bangga. Mengenal budaya sendiri membantu kita menghargai kekayaan bangsa. 4.Mewariskan budaya kepada generasi berikutnya. Anak-anak perlu memperoleh kesempatan untuk mempelajari dan mengenal budaya. 5.Menghargai keberagaman. Mengenal budaya daerah sendiri juga membantu kita menghormati budaya daerah lain.

Jenis-Jenis Warisan Budayaa. Warisan budaya benda Warisan budaya yang memiliki bentuk fisik dan dapat dilihat atau disentuh. Contoh: bangunan bersejarah, benda peninggalan sejarah, kerajinan tradisional, dan kain batik. Warisan budaya benda perlu dirawat agar tidak rusak atau hilang.b. Warisan budaya Tak benda Warisan budaya berupa tradisi, kesenian, pengetahuan, keterampilan, atau kebiasaan yang diwariskan antargenerasi. Contoh: tradisi Dugderan, kesenian Gambang Semarang, dan berbagai tradisi masyarakat. Warisan budaya tak benda perlu dipelajari dan dipraktikkan agar tetap dikenal.

Apa Perbedaannya?Aspek Warisan Budaya Benda Warisan Budaya Tak Benda Wujud Memiliki bentuk fisik Berupa praktik, pengetahuan, keterampilan, atau tradisi Contoh Kain batik, alat musik, bangunan bersejarah Teknik membatik, tarian, tradisi masyarakat Cara menjaga Merawat, membersihkan, dan melindungi benda Mempelajari, mengajarkan, dan mempraktikkan tradisi Risiko jika diabaikan Benda dapat rusak atau hilang Pengetahuan atau tradisi dapat semakin jarang dikenal dan dipraktikkan Perlu diingat: Satu warisan budaya dapat memiliki unsur benda dan tak benda sekaligus. Misalnya, kain batik merupakan benda yang dapat dilihat dan disentuh. Sementara itu, pengetahuan tentang motif, teknik membatik, dan keterampilan pembuatannya merupakan bagian dari pengetahuan serta keterampilan budaya. Demikian pula, alat musik merupakan benda, sedangkan pengetahuan dan keterampilan memainkannya merupakan bagian dari praktik budaya.

Dugderan merupakan tradisi masyarakat Semarang yang berkaitan dengan penyambutan bulan Ramadan. Ciri khas: kegiatan perayaan dapat mencakup pasar rakyat dan arak-arakan budaya. Nilai yang dapat dipelajari: kebersamaan, partisipasi masyarakat, dan penghargaan terhadap tradisi. Cara melestarikan: mengenal sejarahnya, mempelajari maknanya dari sumber tepercaya, serta menceritakan tradisi ini kepada teman dan keluarga. Semarang memiliki berbagai tradisi dan kesenian yang dapat dipelajari oleh murid. Berikut empat contoh budaya yang menjadi bahan pembelajaran.A. DugderanMengenal Warisan Budaya Semarang

Warak Ngendog merupakan ikon budaya yang dikenal dalam tradisi Dugderan di Semarang. Bentuknya yang khas menjadikannya salah satu simbol budaya lokal yang menarik untuk dikenali oleh generasi muda.b. Warak Ngendog Nilai yang dapat dipelajari: kreativitas, kerja sama, dan penghargaan terhadap kesenian daerah. Cara melestarikan: mengenal alat musik dan tari yang digunakan, menyaksikan pertunjukan jika ada kesempatan, serta mengenalkannya melalui kegiatan sekolah.c. Gambang Semarang Nilai budaya: identitas dan kekhasan budaya daerah. Contoh pelestarian: mempelajari cerita dan makna budayanya dari sumber yang tepercaya, mengenali bentuknya, serta memperkenalkannya melalui kegiatan belajar. Gambang Semarang merupakan kesenian yang memadukan unsur musik dan tari dalam pertunjukan. Ciri khas: perpaduan unsur seni yang menghadirkan pertunjukan khas Semarang.

d, Lawang Sewue. Lumpia SemarangLawang Sewu memiliki nilai sejarah karena menjadi saksi perkembangan transportasi kereta api dan perjalanan sejarah Kota Semarang. Bangunan ini perlu dirawat dan dilestarikan agar generasi mendatang dapat mengenal sejarah daerahnya. Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi ikon Kota Semarang. Nama Lawang Sewu berasal dari bahasa Jawa, yaitu lawang yang berarti pintu dan sewu yang berarti seribu. Nama tersebut menggambarkan banyaknya pintu dan bukaan pada bangunan ini. Lumpia Semarang merupakan makanan khas Kota Semarang yang menjadi salah satu ikon kuliner daerah. Lumpia berbentuk gulungan dengan kulit tipis yang terbuat dari tepung dan berisi bahan-bahan seperti rebung (tunas bambu muda), telur, ayam, atau udang. Lumpia dapat disajikan dalam bentuk goreng maupun basah

Pesan penting: Mengenal budaya tidak cukup hanya dengan menghafal namanya. Kita juga perlu memahami nilai, ciri khas, dan cara menjaga keberlangsungannya.f. Batik Semarang Batik Semarangan merupakan batik yang memiliki motif atau kekhasan yang berkaitan dengan Semarang. Batik dapat menjadi sarana untuk mengenalkan identitas daerah melalui corak, motif, dan keterampilan pembuatannya. Nilai budaya: kreativitas, keterampilan, dan identitas daerah. Contoh pelestarian: mengenali motif batik Semarangan, mempelajari proses pembuatannya, serta menghargai karya para pembatik.

Bagaimana Menganalisis Masalah Budaya?Perhatikan bahwa solusi harus berhubungan dengan penyebab masalah. Jika penyebabnya adalah kurangnya informasi, solusinya perlu menyediakan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Untuk memahami masalah dengan baik, kita perlu menemukan tiga hal: 1.Masalah: Apa yang sedang terjadi? 2.Penyebab: Mengapa masalah tersebut terjadi? 3.Solusi: Apa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya?Perhatikan contoh berikut. Perhatikan contoh berikut.

REFLEKSI MURID1.Hari ini saya belajar bahwa .... 2.Warisan budaya Semarang yang paling menarik bagi saya adalah .... karena .... 3.Hal baru yang saya ketahui tentang warisan budaya benda dan tak benda adalah .... 4.Saat berdiskusi, saya menghargai pendapat teman dengan cara .... 5.Dua tindakan yang dapat saya lakukan untuk membantu melestarikan budaya adalah ....Pesan untukmu: Menjadi generasi penerus budaya tidak berarti harus melakukan hal yang besar. Mulailah dengan mengenal, mempelajari, menghargai, dan memperkenalkan budaya secara bertanggung jawab.

Ayo Ingat Kembali!1.Warisan budaya merupakan peninggalan berupa benda, pengetahuan, keterampilan, tradisi, dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. 2.Warisan budaya dibedakan menjadi warisan budaya benda dan tak benda. 3.Warisan budaya benda memiliki wujud fisik, sedangkan warisan budaya tak benda mencakup praktik, pengetahuan, keterampilan, dan tradisi. 4.Contoh warisan budaya Semarang adalah Dugderan, Warak Ngendog, Gambang Semarang, dan batik Semarangan. 5.Warisan budaya memiliki nilai penting bagi identitas daerah, pengetahuan, kreativitas, dan kehidupan masyarakat. 6.Permasalahan pelestarian budaya dapat berupa kurangnya pengetahuan, terbatasnya kesempatan belajar, informasi yang tidak jelas, atau kurangnya perawatan benda budaya. 7.Analisis masalah dilakukan dengan menemukan masalah, penyebab, dan solusi yang saling berhubungan. 8.Pelestarian budaya dapat dilakukan oleh murid, keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. 9.Teknologi dapat membantu memperkenalkan budaya apabila digunakan secara bertanggung jawab. 10.Menghargai budaya sendiri harus disertai sikap menghormati keberagaman budaya lain.

GLOSARIUMGLOSARIUMGLOSARIUM

Ghaniem, A. F., Oktora, A. H., Wahyudi, M. J., & Tresnasari, E. (2024a). Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ghaniem, A. F., Oktora, A. H., Wahyudi, M. J., & Tresnasari, E. (2024b). Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas V (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Raharjo, E., Herdiati, D., Arsih, U., Lanjari, R., & Hutagalung, F. D. (2024). Gambang Semarang in the context of coastal culture: Revitalizing local wisdom for education and tourism. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 25(3). Rahmawati, A., & Afrizal. (2023). Eksistensi dan karakteristik batik motif Warak Ngendog di Kampung Batik Semarang dalam era modern. Texture: Art & Culture Journal, 6(1). Ramadhan, N. P., Raditya, D. H., Nazibah, M., & Baihaqi, A. F. (2025). Resiliensi budaya tradisional Dugderan dalam arus perubahan sosial di Kota Semarang. Jurnal Masyarakat Maritim, 9(1), 61–70.DAFTAR PUSTAKADAFTAR PUSTAKADAFTAR PUSTAKA