Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP 1
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP i TANYA JAWAB MATERI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI JENJANG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KELAS VIII Disusun oleh AGNES WINARSIH, S.Pd. Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik SMP Negeri 1 Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP ii KATA PENGANTAR Puji Syukur kepada Tuhan yang Mahakasih karena berkat- Nya, buku Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VIII telah selesai. Pengembangan materi ajar merupakan konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan seiring dengan perubahan yang terjadi baik karena kebijakan pemerintah maupun perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, para murid juga membutuhkan materi yang mudah dipahami, ringkas, dan efisien. Maka, materi ajar ini disusun sebagai salah satu model yang diharapkan dapat memenuhi harapan dan membantu murid dalam memahami dan mengembangkan pengetahuan serta meningkatkan pengamalan imannya. Saya menyadari bahwa materi ajar ini tidak dapat dipergunakan dalam berbagai situasi. Oleh karena itu, situasi dan kondisi yang ada di lingkungan sekitarnya masing-masing tetap diperhatikan. Materi ini dapat digunakan berdampingan dengan buku pokok dalam pembelajaran pendidikan agama Katolik. Beberapa poin dalam setiap materi mengambil dari buku pokok dan kemudian ditambahkan dengan beberapa informasi yang mendukung tema agar wawasan murid bertambah luas. Model yang dipakai adalah bentuk tanya jawab mengenai aspek- aspek dari tema yang diangkat. Harapannya dengan model tanya jawab, pengguna dapat lebih mudah menangkap pokok persoalan dan jawaban atas pokok persoalan tersebut. Tak ada gading yang tak retak. Demikian juga materi ajar ini. Untuk itu kritik, saran, pembaruan dan upaya
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP iii kontekstualisasi dari pengguna dan pembaca sangat diharapkan. Namun demikian kami berharap, materi ajar ini membantu para guru Pendidikan Agama Katolik jenjang SMP, para murid, dan para pengguna dalam upaya mengambil bagian pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Katolik jenjang SMP. Dengan demikian, para murid makin berkembang iman, makin dewasa, misioner, dan tangguh. Wates, 11 Juli 2026 Penyusun Agnes Winarsih, S.Pd.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP iv DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................. i KATA PENGANTAR........................................................... iii DAFTAR ISI........................................................................... v DAFTAR SINGKATAN........................................................ vii BAB I YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH..... 1 Materi 1 Yesus Pemenuhan Janji Allah.................. 1 Materi 2 Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan........................... 8 Materi 3 Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Tindakan atau Mukjizat........... BAB II PANGGILAN DAN PERUTUSAN MURID YESUS.... 19 Materi 1 Panggilan Murid Yesus...................... 19 Materi 2 Tugas Perutusan sebagai Murid Yesus.. 24 BAB III KONSEKUENSI PEWARTAAN YESUS.............. 29 Materi 1 Sengsara dan Wafat Yesus 29 Materi 2 Kebangkitan Yesus.... 33 Materi 3 Yesus Naik ke Surga... 42 BAB IV PERAN ROH KUDUS BAGI MURID YESUS..... 57 Materi 1 Yesus Mengutus Roh Kudus................... 57 Materi 2 Roh Kudus Memberi Daya Kekuatan.... 61 Daftar Pustaka........................................................................ Profil Penyusun......................................................................
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP v DAFTAR SINGKATAN Kej. : Kitab Kejadian Mzm. : Kitab Mazmur GS : Gaudium et Spes art. : artikel KKGK : Kompendium Katekismus Gereja Katolik KGK : Katekismus Gereja Katolik Yer. : Yeremia Yes. : Yesaya Mat. : Mateus Mrk. : Markus Luk. : Lukas Yoh. : Yohanes Kis. : Kisah Para Rasul Rm : Roma Flp. : Filipi Ef. : Efesus Gal : Galatia INRI : Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum (Indonesia: Yesus Orang Nazaret, Raja Orang Yahudi). 1Kor : 1 Korintus 1Ptr : 1 Petrus Ibr. : Ibrani
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 1 - BAB 1 Peserta didik mampu memahami ajaran Kitab Suci dan ajaran Gereja tentang makna Yesus Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, yang mewartakan Kerajaan Allah melalui sabda dan tindakan sehingga semakin bersyukur atas nilai-nilai Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus. 1. Yesus Pemenuhan Janji Allah 2. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan 3. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Tindakan atau Mukjizat Peserta didik dapat memahami bahwa sejak awal Allah menjanjikan Juru Selamat yang terpenuhi pada diri Yesus Kristus yang sungguh manusia dan sungguh Allah. YESUS MEWARTAKAN KERAJAAN ALLAH Bab I Tujuan Pembelajaran Cakupan Materi Yesus Mewartakan Kerajaan Allah Materi 1 Yesus Pemenuhan Janji Allah Tujuan Pembelajaran
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 2 - 1. Apa arti kata “janji”? Janji adalah kesanggupan atau pernyataan untuk melakukan sesuatu pada masa depan. Biasanya, janji diucapkan sebagai bentuk komitmen/kesepakatan dan usaha untuk mendapat kepercayaan, yang disampaikan secara lisan maupun tertulis sebagai suatu kontrak. Dengan kata lain, janji adalah kesanggupan untuk melakukan atau mewujudkan sesuatu sesuai dengan apa yang diucapkan. Contoh: Ungkapan “Aku berjanji akan datang tepat waktu” dimaknai bahwa yang bersangkutan berkomitmen untuk datang tepat waktu. Atau ungkapan “Dia menepati janjinya” dimaknai bahwa yang bersangkutan telah melakukan apa yang sudah dikatakan sebelumnya. Singkatnya, janji berarti komitmen atau kesepakatan yang harus ditepati. 2. Apa konsekuensi dari mengucapkan janji? Konsekuensi mengucapkan janji adalah bertanggungjawab, dapat dipercaya, dan bersedia menanggung dampak sosial maupun pribadi. a. Bila janji ditepati, kepercayaan orang meningkat, reputasi menjadi baik (dapat diandalkan). b. Bila janji tidak ditepati, kepercayaan orang hilang/ luntur, dianggap tidak konsisten atau tidak bertanggungjawab. c. Dampak bila janji tidak ditepati adalah hubungan menjadi renggang atau rusak, dan menimbulkan rasa bersalah atau penyesalan. Dalam situasi tertentu (misalnya pekerjaan atau hukum), orang yang tidak menepati janji kemungkinan mendapatkan sanksi atau konsekuensi Pokok-pokok Materi Yesus Pemenuhan Janji Allah
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 3 - nyata. Bila janji ditepati adalah hubungan dengan orang lain makin kuat, dan rasa percaya diri bertambah. Intinya, janji bukan sekadar kata-kata, tetapi membawa tanggung jawab. Karena itu, sebaiknya hanya berjanji jika memang yakin mampu menepatinya. 3. Apa isi janji Allah kepada manusia? Dalam Alkitab, janji Allah adalah komitmen Allah kepada manusia yang menunjukkan kasih, kesetiaan, dan rencana- Nya. Isi janji Allah dapat dirangkum: a. Allah menyelamatkan manusia dari dosa (Yoh. 3:16). b. Allah akan menyertai umat-Nya dalam segala keadaan dan jaman. Contoh: “Aku menyertai engkau” (Yes. 41:10). c. Allah mencukupi kebutuhan dan memberkati (Flp. 4:19). d. Allah memberikan damai (Yoh. 14:27. e. Allah menjanjikan kehidupan kekal (Yoh. 10:28). f. Allah memulihkan kehidupan (Yer. 29:11). 4. Bagaimana janji Allah diungkapkan atau dinyatakan? Janji Allah dinyatakan dengan berbagai cara. Bila dirangkum, janji Allah dinyatakan melalui firman, perjanjian, nubuat, tindakan nyata, karya Roh Kudus, dan pengalaman hidup. Semua menunjukkan bahwa Allah setia menepati janji. a. Allah menyampaikan janji-Nya melalui para nabi dan rasul. Banyak janji tertulis dalam Alkitab merupakan pernyataan tentang kehendak-Nya. b. Allah membuat perjanjian khusus dengan manusia. Misalnya, Abraham (janji keturunan dan berkat), dan Nuh (janji tidak akan menghancurkan bumi dengan air bah). Perjanjian sering disertai tanda (misalnya pelangi).
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 4 - c. Janji Allah disampaikan dalam bentuk nubuat yang digenapi di kemudian hari. Misalnya, janji tentang Mesias yang digenapi dalam Yesus Kristus. d. Allah menunjukkan kesetiaan-Nya dengan membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. e. Dalam Perjanjian Baru, janji Allah dinyatakan dengan mengutus Roh Kudus yang menguatkan, membimbing, dan menghibur. f. Janji Allah berkarya dalam perubahan hidup orang yang percaya. Misalnya: damai, pengharapan, dan pertolongan Tuhan dalam hidup sehari-hari. 5. Apa makna janji Allah kepada manusia? Dalam Alkitab, “janji” memiliki makna berkaitan dengan hubungan antara Allah dan manusia. a. Janji sebagai komitmen yang mengikat. Dalam Alkitab, janji bukan sekadar ucapan, tetapi komitmen serius yang harus ditepati. Di Kitab Pengkhotbah. 5: 4-5 disebutkan bahwa lebih baik tidak bernazar daripada bernazar tetapi tidak menepatinya. Artinya, janji dilihat sebagai sesuatu yang sakral dan bertanggung jawab. b. Dalam beberapa bagian Alkitab, janji Allah disebut “perjanjian”. Contoh: Janji kepada Abraham tentang keturunan dan tanah (Kej. 12) atau janji keselamatan melalui Yesus Kristus (Yoh. 3:16). Allah adalah setia dan janji-Nya pasti digenapi, karena sifat-Nya tidak berubah. c. Janji harus ditanggapi dengan jujur, setia, dan integritas. Dalam pandangan Alkitab, melanggar janji dianggap dosa atau tidak setia. d. Janji memuat makna relasi dan kesetiaan jangka panjang.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 5 - e. Janji mempunyai ciri serius dan mengikat, bukan sekadar kata-kata; harus ditepati dengan kesetiaan dan tanggung jawab; mencerminkan karakter, baik manusia maupun Allah, janji Allah pasti digenapi. 6. Apa arti “Yesus adalah pemenuhan janji Allah”? Dalam Alkitab, pernyataan “Yesus adalah pemenuhan janji Allah” mempunyai arti bahwa rencana keselamatan yang dijanjikan oleh Allah sejak dahulu digenapi melalui hidup, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. a. Sejak Perjanjian Lama, Allah berjanji akan mengutus seorang Mesias. Dalam Yes. 7:14 dan 9:6 dinubuatkan tentang kelahiran seorang penyelamat. Kelahiran Yesus menggenapi nubuat ini. Ia disebut Mesias yang dijanjikan. b. Sejak manusia jatuh dalam dosa (Kej. 3:15), Allah menyatakan rencana-Nya untuk menyelamatkan manusia. Yesus menggenapi janji tersebut melalui pengorbanan-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya yang memberi hidup baru. Artinya, Yesus adalah jalan keselamatan yang dijanjikan Allah. c. Allah berjanji akan membuat perjanjian baru dengan umat-Nya (Yer. 31:31). Dalam Perjanjian Baru, Yesus menyatakan bahwa melalui diri-Nya, perjanjian digenapi. Hubungan manusia dengan Allah tidak lagi tidak diukur dengan hukum, tetapi melalui kasih karunia dan iman. 7. Yesus sungguh Allah sungguh manusia. Sebagai manusia, bagaimana ciri-ciri Yesus? Yesus hadir dalam wujud manusia dengan ciri-ciri selayaknya manusia, antara lain:
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 6 - a. Yesus memiliki silsilah keluarga. Nenek moyang Yesus adalah Abraham (Mat 1:1-17), dilahirkan dari Ibu Maria (Luk 2: 1-7), laki-laki (Luk 2:1-7), ikut membantu orang tuanya bekerja sebagai tukang kayu (Mrk 6:3). b. Yesus mengalami: lapar dan haus (Mat 4:2), sedih (Mrk 14:34), pernah marah (Luk 19:45), pernah takut (Luk 22:42-44), dan bahkan sengsara dan wafat seperti manusia (Mat 27:27-50). c. Ia mempunyai tubuh fisik (daging dan darah), dapat disentuh, berjalan, makan, dan mati. 8. Yesus sungguh Allah sungguh manusia. Sebagai Allah, bagaimana sifat-sifat yang menunjukkan keilahian-Nya? a. Yesus ada sebelum dunia diciptakan. “Pada mulanya adalah Firman…” (Yoh. 1:1). Ia berkata, “Sebelum Abraham ada, Aku ada.” Pada waktu kelahiran Yesus, para malaikat menyatakan, “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk 2:10-11), para bala tentara surga memuji Allah, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya” (Luk 2:13-14). Ini menunjukkan Yesus tidak terbatas waktu. b. Yesus disebut Anak Allah yang sehakikat dengan Allah. Ia adalah “gambar Allah” dan “cahaya kemuliaan Allah”. c. Yesus melakukan hal-hal yang menunjukkan kuasa Allah: menyembuhkan orang buta (Mat 20:29-34), membangkitkan orang mati (Luk 7:11-16) dan menguasai alam (angin, laut).
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 7 - d. Yesus dan Bapa adalah satu. Bukti bahwa Yesus adalah Allah tampak pada sabda Yesus, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30); “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” (Yoh 14:9); “Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku.” (Yoh 14:11). e. Keilahian Yesus dapat dilihat dari peristiwa kebangkitan- Nya dari kematian (Mat 28: 1-10) dan kenaikan-Nya ke surga (Luk 24: 50-53). f. Ketika Yesus bertanya, “Apa katamu, siapakah Aku ini?” Simon Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat 16:15-16). Ketika Yesus meminta Thomas mencucukkan jarinya ke luka Yesus, Tomas berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh. 20:28). 9. Apa makna ajaran “Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia”? Makna ajaran “Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia” bukan hanya teori teologi, tetapi bermakna bagi kehidupan iman umat. Berikut beberapa makna yang dapat dipetik: a. Yesus menjadi perantara antara Allah dan manusia. Karena Yesus adalah Allah, Ia memiliki kuasa ilahi. Sebagai manusia, Ia dapat mewakili manusia. Maka, Yesus menjadi pengantara yang menghubungkan manusia dengan Allah. Artinya: manusia tidak lagi “jauh” dari Allah, karena Allah datang mendekat dalam diri Yesus. b. Penyelamatan manusia. Dalam iman Kristen, kedatangan Allah ke dunia dengan mengutus Yesus menegaskan bahwa Allah menghendaki keselamatan bagi manusia. Penyelamatan Allah nyata dalam peristiwa sengsara,
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 8 - wafat dan kebangkitan-Nya. Pengorbanan Yesus menebus dosa seluruh manusia. c. Allah dekat dan memahami manusia. Karena Yesus sungguh manusia, Ia mengalami penderitaan, kesedihan, dan pergumulan hidup. Ini memberi makna bahwa Allah bukan jauh dan tidak peduli, tetapi memahami kehidupan manusia dari dalam. d. Menjadi teladan hidup bagi umat beriman. Sebagai manusia, Yesus menunjukkan pada manusia bagaimana seharusnya hidup taat kepada Allah, mengasihi sesama dan setia dalam penderitaan. Umat beriman Kristen dipanggil meneladan hidup Yesus, bukan hanya mempercayai-Nya. e. Dasar iman dan pengakuan Kristen. Pengakuan bahwa Yesus adalah Allah dan manusia adalah inti iman Kristen. Iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. f. Menunjukkan kasih Allah yang total. Allah tidak hanya “memerintah dari jauh” tetapi turun ke dunia demi manusia. Ini dipahami sebagai bentuk kasih Allah yang paling nyata dan mendalam. 10. Sikap iman seperti apa yang harus dikembangkan agar penghayatan akan ajaran “Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia” bermakna bagi hidup sehari-hari? Pengakuan bahwa Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia bukan hanya di mulut, tetapi harus melahirkan sikap iman dalam hidup sehari-hari. Dari ajaran Gereja dan refleksi iman, ada beberapa sikap penting yang perlu ditumbuhkan:
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 9 - a. Mengakui Yesus sebagai Allah berarti percaya penuh kepada-Nya sebagai Tuhan dan Penyelamat serta menyerahkan hidup kepada kehendak-Nya. Iman tidak boleh setengah-setengah tetapi harus total, karena Yesus bukan sekadar guru, melainkan Allah yang menyelamatkan manusia. b. Semakin mengenal Yesus (Allah yang menjadi manusia), umat dipanggil untuk mengasihi Yesus secara pribadi dan membangun relasi yang dekat dengan-Nya. Makin mengenal Yesus seharusnya semakin mengasihi-Nya. c. Rendah hati. Karena Yesus sebagai Allah rela menjadi manusia, lahir sederhana, menderita, taat sampai wafat, umat diajak rendah hati dalam hidup sehari-hari. d. Taat kepada kehendak Allah. Sebagai manusia, Yesus taat kepada Bapa sampai akhir. Maka umat beriman dipanggil untuk taat pada ajaran Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya, bukan kehendak sendiri. e. Mengasihi sesama. Karena Yesus sungguh manusia, Ia dekat dengan orang kecil, miskin, dan menderita. Umat dipanggil untuk mengasihi sesama secara nyata, peduli, menolong, dan berbelas kasih. f. Berpengharapan dan teguh dalam penderitaan. Sebagai manusia, Yesus mengalami penderitaan, tetapi sebagai Allah Ia menang atas maut. Maka sikap yang harus tumbuh: tidak putus asa dalam kesulitan dan percaya bahwa Tuhan menyertai dan memberi harapan. g. Setia dalam iman. Pengakuan iman Yesus sungguh Allah sungguh manusia sudah sejak awal dipegang oleh Gereja
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 10 - dan dijaga dengan setia. Artinya: tidak mudah goyah oleh ajaran lain dan setia dalam doa dan hidup rohani. *** Peserta didik dapat memahami karya Yesus dalam mewartakan Kerajaan Allah melalui perumpamaan sehingga dapat ikut ambil bagian dalam karya pewartaan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Paham Kerajaan Allah apa yang berkembang pada zaman Yesus? Pada zaman Yesus, istilah Kerajaan Allah dipahami secara berbeda-beda oleh masyarakat Yahudi. Masyarakat Yahudi zaman Yesus tertindas oleh penjajahan Romawi, sehingga muncul berbagai harapan tentang Kerajaan Allah. Berikut paham-paham Kerajaan Allah pada zaman Yesus: a. Nasionalistik (politik). Kaum Zelot memahami Kerajaan Allah sebagai kerajaan politik yang membebaskan dari penjajahan Romawi. Cita-citanya, Israel kembali menjadi Materi 2 Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan Tujuan Pembelajaran Pokok-pokok Materi Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 11 - bangsa yang berkuasa. Mereka mengharapkan Mesias sebagai pemimpin perang untuk mengalahkan penjajah. b. Apokaliptik (akhir zaman). Sebagian orang percaya bahwa Kerajaan Allah akan datang pada akhir zaman. Allah akan menghancurkan kejahatan dan mendirikan dunia baru. Kerajaan Allah dipandang sebagai peristiwa besar yang sepenuhnya karya Allah di masa depan. c. Legalistik (taat hukum Taurat). Kelompok seperti orang Farisi berpikir Kerajaan Allah akan datang jika taat sempurna pada Taurat dan hidup religius dan murni menjadi syarat utama. Fokusnya: ketaatan hukum agama. d. Paham spiritual-pribadi. Kerajaan Allah adalah pemerintahan Allah dalam hati manusia, dan bukan wilayah atau kerajaan fisik. Ini menekankan hubungan pribadi dengan Allah. e. Paham sosial (keadilan dan kesejahteraan). Sebagian melihat Kerajaan Allah sebagai keadaan yang adil, damai, dan sejahtera serta pemulihan bagi orang miskin dan tertindas. Kerajaan Allah berkaitan dengan perubahan nyata dalam kehidupan sosial. 2. Apa arti Kerajaan Allah menurut Yesus? Menurut Yesus, Kerajaan Allah bukan tempat, tetapi konsep yang lebih dalam. Dari Injil dan penjelasan para penafsir Alkitab, beberapa hal dapat dikatakan demikian: a. Kerajaan Allah merupakan pemerintahan Allah. Kerajaan Allah berarti kekuasaan atau pemerintahan Allah atas dunia dan manusia. Allah menjadi Raja yang memimpin hidup manusia. Kerajaan Allah bekerja dalam hati manusia, dalam hidup sehari-hari.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 12 - b. Yesus bersabda Kerajaan Allah “sudah dekat” (Mrk 1:15). Kerajaan Allah hadir dalam karya Yesus yang menyembuhkan, mengusir roh jahat, membawa pemulihan, dan menghidupkan tetapi belum sempurna, karena pemenuhannya terjadi di masa depan saat kejahatan benar-benar dikalahkan. c. Yesus menjelaskan melalui perumpamaan dan tindakan mengasihi sesama, adil dan kebenaran, pertobatan dan perubahan hidup. Kerajaan Allah tampak dalam hidup orang yang tunduk pada kehendak Allah. d. Yesus menegaskan bahwa Kerajaan Allah bukan hadirnya kekuasaan atau kerajaan dunia, tidak dibangun berdasarkan kekuasaan manusia tetapi rohani dan Ilahi. 3. Apa Inti pesan Yesus tentang Kerajaan Allah? a. Kerajaan Allah adalah tema utama pengajaran Yesus. Yesus datang memberitakan “kabar baik” dan mengajak orang bertobat dan beriman. b. Yesus mengawali pewartaan dengan seruan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Allah sudah dekat.” Artinya: Allah mulai bertindak dalam sejarah manusia. Kehadiran Yesus menjadi tanda bahwa Kerajaan Allah sudah datang. c. Kerajaan Allah membawa perubahan hidup. Yesus tidak hanya berbicara, tetapi bertindak yaitu menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan mengampuni dosa. Kerajaan Allah membawa keselamatan dan memulihkan manusia. d. Nilai-nilai Kerajaan Allah antara lain kasih, adil, rendah hati, dan pengampunan. Kerajaan Allah berarti hidup
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 13 - sesuai kehendak Allah, bukan sekadar mentaati aturan lahiriah. e. Isi pewartaan Yesus tentang Kerajaan Allah adalah bahwa Allah memerintah dan mengundang manusia untuk bertobat, hidup dalam kasih dan kebenaran, serta masuk dalam pemerintahan-Nya yang sudah hadir dan akan disempurnakan di masa depan. 4. Mengapa Yesus mengajar dengan perumpamaan? Yesus menyampaikan pewartaan-Nya melalui perumpamaan agar: a. mudah dipahami. Perumpamaan adalah cerita sederhana dari kehidupan sehari-hari (misalnya, perumpamaan tentang benih, domba, atau ragi) untuk menyampaikan pesan tertentu, sehingga pesan yang sulit mudah dimengerti. Ajaran yang abstrak dibuat konkrit. b. mudah diingat. Perumpamaan membantu orang “mengubah telinga menjadi mata” (orang dapat membayangkan) dan membuat ajaran melekat dalam ingatan. c. menyingkapkan misteri. Perumpamaan membantu orang mengerti kebenaran tetapi menyembunyikan makna bagi yang tidak mau berubah. Orang yang terbuka akan bertanya dan mengerti, dan orang yang menutup hati akan tetap tidak paham. 5. Apa arti kata perumpamaan?
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 14 - a. Perumpamaan adalah cara menyampaikan pesan, ajaran, atau kebenaran dengan menggunakan cerita, ilustrasi, atau perbandingan yang mudah dipahami. Makna sebenarnya tidak disampaikan secara langsung, tetapi tersembunyi di balik cerita. Contoh: “Hidup itu seperti roda yang berputar.” Maknanya: keadaan seseorang dapat berubah, kadang di atas dan kadang di bawah. b. Dalam konteks agama, khususnya Alkitab, perumpamaan digunakan oleh Yesus untuk mengajarkan kebenaran rohani melalui cerita sehari-hari, seperti tentang penabur, anak yang hilang, atau domba yang hilang. 6. Apakah ada kelompok tema perumpamaan tentang Kerajaan Allah? Perumpamaan Yesus dapat dikelompokkan dalam beberapa tema besar untuk melihat bagaimana aspek-aspek Kerajaan Allah diwartakan: a. Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah dimulai dari hal yang kecil/tidak terlihat, namun berkembang menjadi besar secara luar biasa atas kuasa Allah. Misalnya, perumpamaan tentang biji sesawi (Mat 13:31-32), ragi (Mat 13:33), dan benih yang tumbuh (Mrk 4:26-29. b. Nilai dan Keutamaan Kerajaan Allah. Betapa berharganya Kerajaan Allah, sehingga manusia harus siap berkorban untuk mendapatkannya. Misalnya, perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara berharga (Mat 13:44-46). c. Sikap Manusia Menanggapi Kerajaan Allah. Kerajaan Allah ditawarkan kepada semua orang, namun tanggapan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 15 - manusia menentukan apakah layak masuk ke dalamnya. Misalnya, perumpamaan tentang seorang penabur (Mat 13:3-23), lalang di antara gandum (Mat 13:24-30). d. Kerahiman, Pengampunan, dan Kasih Allah. Kerajaan Allah dicirikan oleh kasih Allah tanpa batas bagi orang berdosa. Misalnya, perumpamaan tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32), domba/dirham yang hilang (Luk 15:1-10), hamba yang tidak menaruh belas kasihan (Mat 18:21-35). 7. Apa hubungan pewartaan Kerajaan Allah dengan perumpamaan? Yesus yang adalah Firman harus berbicara menggunakan cerita tentang ragi, pohon, dan pencuri karena: a. Allah yang tak terbatas merendahkan diri agar dapat dipahami oleh manusia yang terbatas. Yesus menggunakan realitas sosiologis dan agraris Palestina abad pertama untuk menyelubungi kebenaran surgawi. b. Karakter dua sisi perumpamaan: Berdasarkan Mat 13:11- 13, perumpamaan memiliki fungsi ganda. Bagi mereka yang hatinya terbuka, perumpamaan menyingkapkan rahasia Kerajaan Allah. Bagi mereka yang tegar tengkuk, perumpamaan menjadi hukuman terselubung: mendengar tetapi tidak mengerti. c. Perumpamaan Yesus menuntut metanoia (pertobatan). Cerita Gadis-gadis yang bijaksana dan yang bodoh atau Orang kaya dan Lazarus bukan sekadar dongeng moral, melainkan peringatan eskatologis bahwa Kerajaan Allah
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 16 - sedang mendesak masuk dalam sejarah manusia dan menuntut keputusan iman saat ini juga. Peserta didik mampu memahami karya Yesus mewartakan Kerajaan Allah melalui tindakan dan mukjizat sehingga dapat ikut serta menjadi pewarta kabar suka cita bagi keluarga, teman, dan orang di sekitarnya melalui perbuatan nyata sehari-hari, sehingga membawa kegembiraan, kedamaian, dan sukacita bagi banyak orang. 1. Apa arti kata mukjijat? a. Mukjizat adalah peristiwa luar biasa yang terjadi karena kuasa Allah dan melampaui hukum alam, sehingga tidak dapat dijelaskan sepenuhnya oleh kemampuan manusia atau proses alamiah. Mukjizat terjadi untuk menyatakan kuasa, kasih, dan kehendak Allah, serta meneguhkan iman manusia. b. Dalam konteks Alkitab, mukjizat bukan pertunjukan kuasa, melainkan tujuan rohani. Misalnya: Musa Materi 3 Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Tindakan atau Mukjijat Tujuan Pembelajaran Pokok-pokok Materi Yesus Mewartakan melalui Tindakan atau Mukjijat
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 17 - membelah Laut Teberau sehingga bangsa Israel dapat menyeberang. Yesus Kristus mengubah air menjadi anggur, menyembuhkan orang sakit, memberi makan lima ribu orang, dan membangkitkan orang mati. c. Kata “mukjizat” dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab mu'jizah, yang berarti sesuatu yang membuat manusia tidak mampu menandinginya atau melampaui kemampuan manusia. Jadi, arti mukjizat dapat diringkas sebagai perbuatan atau kejadian luar biasa yang dilakukan oleh kuasa Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya, menolong manusia, dan menguatkan iman. 2. Mengapa Yesus melakukan mukjizat? Mukjizat dimaksudkan, antara lain: a. Menunjukkan bahwa Kerajaan Allah hadir. Mukjizat menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat, dan membangkitkan orang mati menjadi tanda bahwa Allah sedang bekerja dan memerintah melalui Yesus. b. Mukjizat berfungsi sebagai tanda bahwa ajaran Yesus berasal dari Allah dan Ia memiliki otoritas Ilahi. c. Mukjizat menunjukkan kepedulian Yesus pada penderitaan manusia agar pulih dan selamat. d. Mukjizat mengundang orang untuk percaya dan mengikuti Yesus. Namun, tidak semua orang yang melihat mukjizat mau percaya, ada sebagian tetap menolak. 3. Sebutkan contoh mukjizat Yesus! a. Mukjizat penyembuhan antara lain: ➢ Yesus menyembuhkan orang kusta (Luk. 17:12-21).
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 18 - ➢ Yesus menyembuhkan orang buta (Mat. 9:27-38). ➢ Yesus menyembuhkan orang lumpuh (Mat. 9:2-8). b. Mukjizat pengusiran setan: Yesus mengusir setan yang merasuki seseorang (Mat. 8:28-32). c. Mukjizat menaklukkan alam: ➢ Yesus meredakan angin ribut (Mat 8:23-27). ➢ Yesus berjalan di atas air (Mat 14:23-33). d. Mukjizat membangkitkan: ➢ Yesus membangkitkan pemuda Nain (Luk. 7:11-17). ➢ Yesus membangkitkan Lazarus (Yoh 11:1-48). 4. Mengapa Yesus mewartakan Kerajaan Allah dengan tindakan/mukjizat? a. Mukjizat dan tindakan Yesus adalah tanda konkrit bahwa Kerajaan Allah sudah datang. Ketika menyembuhkan orang sakit, Yesus menunjukkan bahwa Kerajaan Allah membawa pemulihan. Ketika Yesus merangkul orang kusta atau pemungut cukai, Kerajaan Allah inklusif (merangkul semua orang, tanpa pilih kasih). Saat Yesus meredakan badai, Kerajaan Allah membawa damai di tengah ketakutan. b. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita tidak perlu membelah laut atau mengubah air jadi anggur untuk membuat mukjizat. Ketika bersedia memaafkan teman yang menjengkelkan, atau menemani teman yang kesepian di kelas, kita sedang melakukan “mukjizat kasih” versi remaja. 5. Apa hubungan Yesus Mewartakan Kerajaan Allah dengan Tindakan/Mukjizat
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 19 - Perspektif Teologis: Sakramen, Tanda (Semeia), dan “Sudah tetapi Belum”. Dalam Injil Yohanes, mukjizat bukan lahan Yesus pamer kekuatan, melainkan Semeia (Tanda). a. Mukjizat merupakan manifestasi Eskatologis. Ketika mengusir setan atau menyembuhkan orang sakit, Yesus sedang menghancurkan kuasa kegelapan. Tindakan-Nya adalah bukti bahwa Kerajaan Allah sudah menyerbu dunia. Musuh terbesar manusia (dosa, penyakit, pengucilan sosial, dan maut) sedang dikalahkan. b. Dimensi Sakramental: Tindakan Yesus memiliki makna rohani yang dalam. Mencelikkan mata orang buta merupakan tanda bahwa Ia adalah Terang Dunia. Membangkitkan Lazarus merupakan tanda bahwa Ia adalah Kebangkitan dan Hidup. Membasuh kaki para murid merupakan tanda Teologi Salib dan pelayanan-Nya. c. Tindakan Yesus memperlihatkan bahwa Kerajaan Allah sudah hadir, namun belum penuh sampai kedatangan-Nya yang kedua. Mukjizat Yesus adalah “cicipan awal” dari dunia baru yang bebas dari penderitaan yang kelak akan disempurnakan di akhir zaman. 6. Apakah ada kaitannya antara perumpamaan dan mukjijat? Yesus memakai perumpamaan dan mukjijat untuk saling melengkapi. Perumpamaan menjelaskan kebenaran secara sederhana, mendalam, dan menguji hati manusia. Mukjizat menunjukkan kuasa Allah, meneguhkan ajaran, dan tanda hadirnya Kerajaan Allah. Singkatnya, perumpamaan menjelaskan pesan, mukjizat membuktikan pesan.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 20 - 7. Sikap apa yang dikehendaki Yesus terhadap pewartaan Kerajaan Allah? Sikap yang dikehendaki Yesus terhadap pewartaan (kabar baik) tentang Kerajaan Allah bukan hanya mendengar, tetapi harus menanggapi dan menghidupinya. Dari ajaran-ajaran- Nya dalam Injil, ada beberapa sikap utama: a. Bertobat dan percaya. Yesus memulai pewartaan-Nya dengan ajakan “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Artinya, manusia harus bersedia mengubah hidup, meninggalkan dosa, dan membuka diri pada Allah. Ini adalah sikap dasar untuk menerima Kerajaan Allah. b. Rendah hati dan terbuka. Yesus menekankan bahwa orang yang sederhana, rendah hati, dan seperti anak kecil dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Sikap yang dikehendaki oleh Allah adalah tidak sombong, mau belajar, dan terbuka. c. Mencari Kerajaan Allah sebagai prioritas utama. Yesus mengajarkan “Carilah dahulu Kerajaan Allah...” Artinya, menjadikan Allah sebagai prioritas utama dan tidak terikat berlebihan pada harta atau dunia. Sikapnya menempatkan Tuhan di atas segalanya. d. Melaksanakan kehendak Allah. Bagi Yesus, orang tidak cukup hanya mendengar, tetapi harus melakukan kehendak Allah dan hidup sesuai nilai-nilai Kerajaan Allah: kasih, keadilan, pengampunan. Sikapnya adalah taat dan nyata dalam tindakan. e. Siap berkorban dan setia. Mengikuti pewartaan Kerajaan Allah menuntut kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 21 - Yesus menunjukkan bahwa menjadi bagian dari Kerajaan Allah harus menghadapi penolakan. f. Percaya dan tekun. Ada beberapa orang tidak menerima pewartaan Yesus. Ia menghendaki iman yang teguh, tekun, tetap percaya walaupun belum melihat hasilnya. *** BAB 1 Peserta didik mampu memahami makna panggilan dan perutusan Yesus Kristus pada para murid-Nya untuk PANGGILAN DAN PERUTUSAN MURID YESUS Bab II Tujuan Pembelajaran
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 22 - mewartakan Kerajaan Allah sehingga dapat ikut ambil bagian mewujudkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari. 1. Panggilan Murid Yesus 2. Tugas Perutusan sebagai Murid Yesus Peserta didik mampu memahami makna panggilan dan perutusan Yesus Kristus pada para murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah sehingga dapat ikut ambil bagian mewujudkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari. 1. Apa yang dimaksud “panggilan” menurut Yesus? Menurut Yesus, “panggilan” bukan sekadar pekerjaan atau profesi, tetapi undangan dari Allah untuk mengikuti Dia dan hidup dalam rencana-Nya. Panggilan menurut Yesus: a. Panggilan adalah undangan dari Allah. Dalam Injil, Yesus lebih dahulu memanggil, bukan manusia yang memilih. Cakupan Materi Panggilan dan Perutusan Murid Yesus Tujuan Pembelajaran Materi 1 Panggilan Murid Yesus Pokok-pokok Materi Panggilan Murid Yesus
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 23 - Misalnya, Ia berkata: “Ikutlah Aku”. Artinya, panggilan berasal dari inisiatif Allah, bukan keinginan manusia. b. Inti panggilan Yesus adalah mengikuti Dia (menjadi murid). Mengikuti berarti hidup bersama-Nya, belajar dari-Nya dan meneladani hidup-Nya. c. Panggilan menuju hidup baru. Dalam ajaran Kristen awal, panggilan berarti dipanggil pada hidup baru dalam Kristus, yaitu menjadi milik Allah dan hidup dalam iman. d. Panggilan untuk diutus. Yesus tidak hanya memanggil untuk “ikut”, tetapi memberi tugas perutusan. Tugas perutusannya adalah menjadi “penjala manusia” (membawa orang lain kepada Allah). e. Panggilan menuntut jawaban total. Yesus menuntut sikap serius, antara lain: meninggalkan hal-hal yang menghalangi, tidak setengah-setengah dan setia. 2. Sebutkan beberapa teks dalam Injil yang memuat panggilan para murid! a. Mat. 4:18–22. Ini adalah teks paling terkenal tentang panggilan murid yang pertama. Yesus bersabda, “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia... Lalu mereka segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.” Yesus memanggil Petrus, Andreas, Yakobus, dan Yohanes. Mereka meninggalkan pekerjaan dan mengikuti Yesus. Panggilan menuntut tanggapan segera dan total. b. Mrk. 1:16–20 (paralel Matius: isi hampir sama, Yesus memanggil para nelayan). Mereka meninggalkan jala dan mengikuti Dia.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 24 - c. Luk 5:1–11. Lukas menambahkan mukjizat penangkapan ikan. Yesus membantu menangkap ikan dalam jumlah besar. Yesus berkata: “Engkau akan menjala manusia”. d. Yoh. 1:35–42 menceritakan panggilan awal Andreas dan Simon Petrus. Panggilan dimulai dari kesaksian dan perjumpaan pribadi dengan Yesus. e. Mrk 3:13–19 menceritakan pemilihan dua belas rasul. Yesus memanggil orang-orang yang Ia kehendaki untuk menyertai Dia dan mewartakan Injil. Teks-teks di atas menunjukkan bahwa Yesus memanggil secara pribadi, murid harus meninggalkan cara hidup lama, dan mengikuti Dia sepenuh hati. 3. Apa syarat-syarat mengikuti Yesus? Menurut Injil, Yesus menyebutkan beberapa tuntutan bagi siapa pun yang mau menjadi murid-Nya. Berikut syarat- syarat utama: a. Menyangkal diri. Yesus berkata: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya…” Artinya, seseorang tidak hidup menurut keinginannya sendiri serta rela meninggalkan ego, ambisi pribadi, dan dosa. Menyangkal diri berarti menjadikan kehendak Allah lebih utama daripada diri sendiri. b. Memikul salib. Yesus melanjutkan: “…memikul salibnya…” Maknanya, siap menghadapi penderitaan, kesulitan, pengorbanan, dan setia walaupun tidak nyaman. Mengikuti Yesus berarti siap berkorban demi kebenaran dan kasih. c. Mengikut Yesus dengan setia. Mengikut Yesus tidak cukup hanya niat, tetapi harus benar-benar mengikuti hidup dan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 25 - ajaran-Nya, serta dilakukan terus-menerus, bukan sesaat. Ini adalah komitmen seumur hidup. d. Melepaskan keterikatan duniawi. Yesus menuntut agar tidak terlalu terikat pada harta dan status. Relasi dengan Allah harus menjadi prioritas utama. “…Tidak dapat menjadi murid-Ku jika tidak melepaskan diri dari segalanya”. e. Mendahulukan Kerajaan Allah. Yesus mengajarkan bahwa pewartaan dan kehendak Allah harus diutamakan serta tidak menunda-nunda panggilan. Mengikuti Yesus berarti menomorsatukan Tuhan di atas segalanya. f. Siap berkorban dan meninggalkan cara hidup yang lama. Para murid meninggalkan pekerjaan dan cara hidup lama. Mengikuti Yesus membutuhkan keputusan total dan berani. 4. Sikap apa yang harus dibangun sebagai murid Yesus? Sikap sebagai murid Yesus bukan hanya “mengikuti”, tetapi membentuk cara hidup yang mencerminkan ajaran dan teladan Yesus. Berikut sikap-sikap yang harus dimiliki: a. Mau belajar dan rendah hati. Seorang murid adalah orang yang mau belajar, dibimbing, dan rendah hati. Murid harus siap diajar dan taat, bukan merasa tahu segalanya. b. Mendengarkan dan melaksanakan firman Tuhan. Dalam kisah Maria dan Marta, Maria duduk mendengarkan Yesus, dan melaksanakan dalam hidup. Jadi sikap murid adalah mendengar, merenungkan, dan melakukan. c. Mengasihi Allah dan sesama. Yesus menekankan hukum utama: kasih kepada Allah dan sesama. Murid Yesus harus hidup dalam kasih, pengampunan, dan kepedulian.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 26 - d. Setia dan taat pada Yesus. Seorang murid harus setia kepada Yesus, melebihi dari hubungan keluarga. Artinya, Yesus menjadi prioritas utama hidup. e. Menyangkal diri. Yesus mengajarkan agar murid Yesus menyangkal diri dan memikul salib. Maka, murid tidak boleh egois dan harus siap menghadapi kesulitan. f. Rendah hati dan melayani. Yesus memberi teladan melayani, bukan dilayani. Maka murid harus rendah hati dan bersedia melayani, terutama yang membutuhkan. g. Hidup dekat dengan Allah. Yesus memberi teladan berdoa dan menjalin relasi dengan Allah. Murid harus hidup dalam doa dan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan. 5. Apa makna panggilan menurut Lumen Gentium? Menurut Konsili Vatikan II, khususnya Lumen Gentium, makna panggilan ditegaskan dalam konteks Gereja modern. Berikut penjelasan utamanya: a. Setiap orang dipanggil pada kekudusan. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa semua orang beriman dipanggil menjadi kudus. Yang dipanggil kepada kekudusan bukan hanya imam dan biarawan/biarawati melainkan awam dan semua status hidup. Ini disebut “panggilan universal untuk kekudusan”. b. Panggilan berasal dari Allah, bukan dari manusia. Gereja mengajarkan bahwa Allah memanggil manusia dan manusia menanggapi dengan iman dan hidupnya. Jadi, panggilan merupakan inisiatif Allah bagi manusia. c. Tujuan panggilan adalah kesempurnaan kasih. Menurut Konsili Vatikan II, panggilan manusia adalah mencapai kepenuhan hidup Kristiani. Artinya, manusia dipanggil
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 27 - untuk hidup dalam kasih kepada Allah dan sesama. Kekudusan adalah kesempurnaan cinta kasih. d. Panggilan dijalani dalam hidup sehari-hari. Konsili menegaskan bahwa kekudusan dicapai melalui pekerjaan sehari-hari, keluarga, terlibat dalam masyarakat, dan tugas hidup masing-masing. Semua situasi hidup dapat menjadi jalan kekudusan. e. Panggilan sebagai murid Kristus. Setiap orang dipanggil untuk mengikuti Kristus, meneladan hidup-Nya, dan menjadi saksi di dunia. Jadi, panggilan adalah menjadi murid Kristus dalam hidup nyata. f. Panggilan membutuhkan tanggapan aktif. Allah memanggil, dan manusia diharapkan mendengarkan, menanggapi dan menjalankan dengan setia. g. Panggilan melibatkan kebebasan dan tanggung jawab. 6. Apa tantangan menjadi murid Yesus? Menjadi murid Yesus tidak mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, baik dari luar maupun dalam diri sendiri. Tantangan ini sudah disampaikan oleh Yesus sejak awal kepada para pengikut-Nya. Berikut tantangan menjadi murid Yesus: a. ditolak atau tidak diterima. Yesus berkata bahwa murid- Nya akan seperti “domba di tengah serigala”. Artinya, para murid Yesus mungkin ditentang, dicemooh, atau bahkan ditolak karena iman. b. siap berkorban. Yesus menegaskan murid harus memikul salib. Artinya, siap menderita, kehilangan kenyamanan, bahkan rela berkorban demi kebenaran. Mengikuti Yesus bukan hidup yang selalu nyaman.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 28 - c. meninggalkan keterikatan duniawi. Yesus menuntut tidak lebih mengasihi keluarga, harta, atau diri sendiri daripada Dia. Artinya, tidak boleh ada yang lebih utama daripada Tuhan. d. Konsisten dan tidak mudah menyerah. Banyak orang semangat di awal tetapi menyerah ketika mengalami kesulitan. Yesus mengingatkan bahwa murid sejati harus bertahan sampai akhir. e. Menghadapi ejekan atau tekanan sosial. Dalam kehidupan, iman dapat dianggap aneh, kebaikan disalahpahami, atau kejujuran tidak dihargai. Murid Yesus dipanggil tetap setia meski tidak popular. f. Melawan diri sendiri (ego dan dosa). Tantangan terbesar berasal dari dalam diri, ego, dan godaan untuk tidak taat. Maka Yesus mengajarkan: “menyangkal diri”. 7. Apakah zaman sekarang Yesus masih memanggil orang menjadi murid-Nya? a. Menurut ajaran Gereja dan Kitab Suci, hingga sekarang, Yesus masih tetap memanggil orang menjadi murid-Nya. Tetapi cara “memanggil” tidak selalu seperti para murid pertama (yang didatangi secara langsung di tepi danau). Panggilan Yesus bersifat terus-menerus dan universal. 1) Yesus memanggil semua orang, bukan hanya pada masa lalu. Dalam Injil ditegaskan bahwa Yesus memilih para murid pertama secara langsung dan mengutus mereka untuk menjangkau semua bangsa. Panggilan Yesus tidak berhenti pada keduabelas murid tetapi semua orang di setiap zaman.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 29 - 2) Sabda Yesus, “Aku telah memilih kamu” berlaku sampai sekarang. Dalam Yohanes, Yesus berkata “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu…” Gereja menafsirkan bahwa Yesus tetap memilih dan mengundang lewat berbagai cara: Sabda Tuhan, Gereja, hati nurani, dan situasi hidup. b. Saat ini Yesus memanggil orang menjadi murid melalui Kitab Suci (Firman Tuhan), pengajaran Gereja, doa dan suara hati, peristiwa hidup (panggilan batin) atau orang lain yang memberi teladan iman. Jadi, panggilan itu tetap nyata, meskipun tidak selalu berbentuk suara langsung. c. Semua orang Kristen dipanggil menjadi murid. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa setiap orang beriman dipanggil menjadi murid Kristus, bukan hanya imam atau biarawan. Jadi, menjadi murid Yesus adalah panggilan hidup semua orang beriman. *** Materi 2 Tugas Perutusan sebagai Murid Yesus Tujuan Pembelajaran
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 30 - Peserta didik mampu memahami tugas perutusan sebagai murid Kristus, sehingga terdorong untuk mengembangkan dan mewujud tugas perutusan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Apa dasar teologis dan biblis bahwa umat beriman kristiani mendapatkan tugas perutusan? Dasar teologis dan biblis tugas perutusan umat beriman Kristiani berakar pada Kitab Suci dan refleksi iman Gereja. Perutusan bukan sekadar tugas tambahan, tetapi bagian dari identitas iman Kristen. a. Dasar teologis: Allah adalah Allah yang “mengutus”. Secara teologis, perutusan berasal dari hakikat Allah. Allah adalah Allah yang mengutus: Bapa mengutus Yesus Kristus ke dunia, dan Putera mengutus Roh Kudus, lalu Gereja diutus ke dunia. Yesus berkata, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yoh 20:21). Artinya, perutusan umat beriman adalah kelanjutan dari perutusan Kristus. b. Gereja bersifat misioner (diutus ke dunia). Misi berakar pada kasih dan rencana keselamatan Allah bagi seluruh dunia (universal untuk semua bangsa). Misi adalah partisipasi manusia dalam karya keselamatan Allah. c. Dasar paling jelas adalah perintah Yesus, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku…” (Mat. 28:19–20). Ini disebut Amanat Agung ( Great Commission). Pokok-pokok Materi Tugas Perutusan sebagai Murid Yesus
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 31 - d. Identitas sebagai saksi ditegaskan dalam, “Kamu adalah terang dunia” (Mat 5:13–16), “Kamu akan menjadi saksi- Ku” (Kis 1:8), “Kami adalah utusan Kristus” (2 Kor 5:20). e. Praktik Gereja perdana. Dalam Kisah Para Rasul, para murid pergi mewartakan Injil ke berbagai tempat. Mereka memberitakan Kristus, membentuk komunitas dan melayani dengan kasih. 2. Apa tujuan umat beriman kristiani diutus? Umat beriman Kristiani diutus dengan tujuan: a. memberi kesaksian tentang Yesus. Dalam Kisah Para Rasul ditulis, “Kamu akan menjadi saksi-Ku… sampai ke ujung bumi” (Kis 1:8). Umat beriman diutus untuk menceritakan, menunjukkan, dan menghidupi iman akan Yesus Kristus. Kesaksian bukan hanya kata-kata, tetapi tindakan hidup sehari-hari. b. mewartakan Injil, menyampaikan kabar keselamatan dan mengajak orang mengenal Allah. Tujuan kesaksian adalah orang “mengenal, mengasihi, dan menjadikan Kristus sebagai Tuhan”. c. menghadirkan kasih dan kebaikan Allah. Perutusan nyata dalam tindakan kasih, keadilan, dan pelayanan. Maka perutusan berarti menghadirkan kasih Allah dalam dunia konkret. 3. Apa makna Matius 28:16–20 dalam kaitannya dengan tugas perutusan? Matius 28: 16-20 menjelaskan bahwa perutusan umat Kristiani: a. berasal dari Yesus (perintah langsung).
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 32 - b. berdasarkan kuasa Kristus. c. bersifat universal (untuk semua bangsa). d. bertujuan memuridkan (bukan sekadar mengajar). e. bilaksanakan melalui pengajaran dan pembinaan. Kristus hadir sampai akhir zaman. Intinya, Amanat Agung adalah dasar utama bahwa setiap umat beriman dipanggil untuk pergi mewartakan Injil, membentuk murid, dan menghadirkan Kristus di dunia dengan jaminan bahwa Ia selalu menyertai. 4. Apa makna perikop Lukas 10:1–12 berkaitan dengan tugas perutusan? Luk 10:1-12 menceritakan Yesus mengutus 70 murid untuk pergi mendahului-Nya ke berbagai kota. Peristiwa ini sangat penting karena menjelaskan cara, sikap, dan tujuan perutusan umat beriman. a. Diutus secara berkelompok. Yesus mengutus berdua-dua ke setiap kota (Luk 10:1). Perutusan tidak dijalankan sendirian agar terjadi kerja sama, saling mendukung, dan bersaksi bersama. Kaitannya dengan tugas perutusan, umat beriman dipanggil untuk mewartakan Injil dalam komunitas Gereja, bukan secara individu. b. Tuaian banyak, pekerja sedikit. Yesus bersabda, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Luk 10:2). Dunia sangat membutuhkan pewartaan Injil tetapi hanya sedikit orang yang bersedia terlibat. Umat beriman harus terdorong untuk terlibat aktif dalam karya misi. c. Diutus dengan risiko dan sederhana. Yesus mengutus mereka seperti domba di tengah serigala, tanpa membawa bekal berlebihan (Luk. 10:3–4). Perutusan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 33 - tidak selalu aman atau nyaman. Perutusan harus mengandalkan Tuhan, bukan keamanan duniawi. Seorang murid Kristus harus siap menghadapi tantangan, penolakan, bahkan kesulitan. d. Membawa damai dan mewartakan Kerajaan Allah. Murid- murid diperintahkan untuk membawa damai sejahtera, menyembuhkan orang sakit, dan mewartakan Kerajaan Allah (Luk 10:9). Menjalankan perwartaan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi tindakan nyata. Injil membawa damai, kesembuhan, dan harapan. Umat beriman diutus untuk menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan nyata. e. Sikap terhadap penolakan. Jika ditolak, kita tetap menyampaikan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan menyerahkan konsekuensi kepada Allah (Luk 10:10–12). Buah dari pewartaan bukan tanggung jawab utama murid. Yang utama adalah kesetiaan dalam mewartakan. Umat beriman dipanggil untuk setia bersaksi, bukan bergantung pada penerimaan orang lain. 5. Apa yang harus dipatuhi oleh murid Yesus ketika menjalankan perutusan? Ada beberapa petunjuk yang harus dipatuhi oleh murid Yesus dalam melaksanakan tugas perutusan, yaitu: a. tidak boleh memilih di mana dan kepada siapa mewartakan Kerajaan Allah, b. tidak boleh membawa bekal atau harta, c. mengucapkan salam damai etika memasuki rumah, d. menyembuhkan orang-orang sakit yang dijumpai, e. mengingatkan orang-orang yang menolak pewartaan.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 34 - 6. Apa wujud tugas perutusan dalam hidup sehari-hari? Tugas perutusan dapat diwujudkan dalam berbagai aktivitas, misalnya: a. Aktif di Lingkungan/Wilayah/Paroki, menjadi misdinar (putra altar), anggota koor, dirigen, lektor, pemazmur, b. Aktif mengikuti pendalaman iman pada bulan Kitab Suci Nasional, Adven dan Prapaska, c. Menjadi pendamping Bina Iman di gereja, d. Terlibat dalam pelayanan sosial seperti mengunjungi panti asuhan atau panti wreda; mengumpulkan dana/barang untuk membantu orang yang kurang beruntung, mengunjungi teman yang sakit, e. membimbing teman yang kurang mampu dalam memahami materi pelajaran dan lain sebagainya, f. Berani menolak dengan tegas hal-hal yang dapat merusak. Misalnya, narkoba, pornografi, tawuran, dan sebagainya. 7. Apa jaminan bagi orang Kristiani yang aktif dan setia menjalankan tugas perutusan? Jaminan bagi orang Kristiani yang aktif dan menjalankan tugas perutusan adalah bahwa Tuhan akan menyertai, menolong, dan memberi kekuatan. Yesus tidak pernah menjanjikan hidup tanpa tantangan, tetapi menjanjikan penyertaan dan keselamatan. Jadi, jaminan utama dalam tugas perutusan bukanlah kemudahan hidup, melainkan penyertaan Tuhan, kekuatan Roh Kudus, damai sejahtera, serta harapan keselamatan kekal.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 35 - a. Penyertaan Tuhan. Yesus berkata: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Ini dasar keyakinan bahwa orang yang diutus tidak berjalan sendirian. b. Kekuatan dan keberanian. Dalam menjalankan tugas perutusan, orang Kristiani sering menghadapi penolakan atau kesulitan. Maka, Yesus berkata, “Jangan takut.” c. Pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus membantu memberi hikmat, keberanian, dan kemampuan untuk bersaksi. d. Buah dan berkat rohani. Pelayanan yang dilakukan dengan setia membawa pertumbuhan iman, suka cita, dan penghargaan di hadapan Allah. e. Keselamatan dan hidup kekal. Orang yang setia mengikuti dan melayani Kristus percaya bahwa mereka mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah dan memperoleh janji hidup kekal. *** BAB 1 KONSEKUENSI PEWARTAAN YESUS Bab III
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 36 - Peserta didik mampu memahami makna peristiwa sengsara, wafat, kebangkitan serta kenaikan Yesus Kristus sebagai puncak pewartaan-Nya sehingga dapat menghayati dalam kehidupan sehari-hari. 1. Sengsara dan Wafat Yesus 2. Kebangkitan Yesus 3. Yesus Naik ke Surga Peserta didik mampu memahami makna pengorbanan Yesus sehingga mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan berpihak pada yang miskin, menderita, dan kekurangan. 1. Siapa orang-orang yang menerima pewartaan Yesus? Orang-orang yang menerima pewartaan Yesus antara lain: Tujuan Pembelajaran Cakupan Materi Konsekuensi Pewartaan Yesus Materi 1 Sengsara dan Wafat Yesus Tujuan Pembelajaran Pokok-Pokok Materi Sengsara dan Wafat Yesus
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 37 - a. Orang miskin dan sederhana. Mereka yang hidupnya susah, tertindas, dan berharap pada pertolongan Allah sangat terbuka terhadap ajaran Yesus. Yesus mewartakan kabar sukacita dan pembebasan bagi mereka. b. Para pendosa yang bertobat. Misalnya, pemungut cukai, pelacur, dan orang yang dikucilkan masyarakat. Yesus menerima mereka dan memberi pengampunan. c. Orang sakit dan menderita. Banyak orang sakit datang pada Yesus untuk disembuhkan. Mereka percaya kepada kuasa dan kasih Yesus. d. Para murid dan pengikut Yesus. Mereka yang percaya kepada Yesus dan rela mengikuti-Nya menerima pewartaan Kerajaan Allah dengan sukacita. e. Masyarakat kecil yang haus akan kebenaran. Pewartaan Yesus diterima oleh banyak orang yang mencari harapan, keadilan, dan keselamatan dari Allah. 2. Siapa orang-orang yang menolak pewartaan Yesus? Penolakan terhadap pewartaan Yesus datang dari orang- orang yang tidak mau membuka hati dan merasa terganggu oleh ajaran serta tindakan Yesus. Orang-orang yang menolak pewartaan Yesus adalah: a. Orang Farisi. Mereka menolak ajaran Yesus karena merasa diri paling benar dan lebih mementingkan tradisi daripada kasih dan kebenaran. Yesus mengecam kemunafikan mereka. b. Ahli Taurat. Ahli Taurat menentang Yesus karena ajaran Yesus berbeda dengan tafsiran mereka terhadap hukum Taurat. Mereka merasa kewibawaannya terancam oleh Yesus.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 38 - c. Para pemimpin agama Yahudi. Imam-imam kepala dan sebagian pemimpin Yahudi menolak Yesus karena iri hati, takut kehilangan pengaruh, dan tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. d. Sebagian orang banyak. Ada orang-orang yang awalnya mengikuti Yesus tetapi kemudian meninggalkan-Nya karena tidak memahami ajaran-Nya atau kecewa karena Yesus tidak memenuhi harapan sebagai raja duniawi. e. Orang yang keras hati dan tidak mau bertobat. Mereka menolak pewartaan Yesus karena lebih mencintai kekuasaan, harta, dan kedudukan daripada kebenaran. 3. Apakah Yesus mengetahui bahwa ada orang-orang yang menolak pewartaan-Nya? Dalam Injil Sinoptik, (Matius, Markus, dan Lukas), digambarkan bahwa Yesus mengetahui bahwa pewartaan- Nya tentang Kerajaan Allah tidak selalu diterima oleh semua orang. Ada orang yang percaya dan mengikuti, tetapi ada yang menolak-Nya. Ketiga Injil menunjukkan bahwa Yesus sadar sejak awal bahwa pewartaan tentang Kerajaan Allah akan menimbulkan dua tanggapan: ada yang menerima dengan iman, tetapi ada yang menolak karena keras hati, iri hati, atau tidak memahami ajaran-Nya.Penjelasannya sebagai berikut: a. Yesus ditolak oleh para pemimpin agama Yahudi. Orang Farisi, ahli Taurat, dan imam-imam kepala menolak ajaran Yesus karena mereka merasa tersaingi dan tidak setuju dengan cara Yesus mengajar. Yesus mengkritik kemunafikan mereka. Yesus lebih mengutamakan kasih daripada aturan yang kaku.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 39 - b. Yesus ditolak di kampung halaman-Nya sendiri. Dalam Injil diceritakan bahwa ketika Yesus mengajar di Nazaret, banyak orang tidak percaya kepada-Nya karena mereka mengenal Yesus sebagai anak tukang kayu. Akibatnya, mereka meremehkan-Nya. c. Banyak orang tidak memahami ajaran Yesus. Pewartaan Yesus tentang pertobatan, pengorbanan, dan Kerajaan Allah sulit diterima. Ada orang yang mengikuti Yesus hanya karena mukjizat atau berharap keuntungan duniawi, bukan karena percaya. d. Yesus mempersiapkan murid-murid menghadapi penolakan. Yesus mengatakan bahwa para murid akan mengalami penolakan saat mewartakan Injil. Karena itu Ia menasihati supaya tetap tabah dan tidak takut. e. Penolakan membawa Yesus pada penderitaan dan wafat- Nya. Walaupun ditolak, Yesus tetap setia menjalankan tugas perutusan-Nya sampai wafat di salib demi keselamatan manusia. 4. Berdasarkan Mrk 15: 1-39, mengapa orang-orang yang menolak pewartaan Yesus bersikeras menyalibkan Yesus? Berdasarkan Markus 15:1–39, orang yang menolak pewartaan Yesus bersikeras menyalibkan Yesus karena beberapa alasan utama. Mereka dipenuhi iri hati, takut kehilangan kuasa, serta tekanan politik dan massa. Dalam iman Kristiani, penolakan dipahami sebagai bagian dari rencana keselamatan Allah melalui penderitaan dan wafat Yesus di salib. a. Yesus dianggap ancaman bagi kekuasaan dan kedudukan mereka. Imam-imam kepala, ahli Taurat, dan para
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 40 - pemimpin agama melihat ajaran Yesus mengguncang pengaruh atas rakyat. Yesus sering mengkritik kemunafikan dan penyalahgunaan agama oleh para pemimpin Yahudi. Mereka akut kehilangan wibawa. b. Yesus dianggap berbahaya secara politis dan agama. Mereka menuduh Yesus sebagai “Raja orang Yahudi” di hadapan Pilatus. Tuduhan ini dibuat supaya pemerintah Romawi melihat Yesus sebagai ancaman politik dan pemberontak terhadap Kaisar. c. Hati mereka tertutup terhadap pewartaan Yesus. Walaupun Yesus mengajarkan kasih, kebenaran, dan Kerajaan Allah, banyak pemimpin agama menolak percaya. Mereka lebih mempertahankan tradisi dan kepentingan sendiri daripada membuka diri pada kebenaran yang dibawa Yesus. d. Hasutan para pemimpin memengaruhi orang banyak. Dalam Mrk 15 dijelaskan bahwa imam-imam kepala menghasut orang banyak supaya membebaskan Barabas dan meminta Yesus disalibkan. Massa akhirnya ikut berseru: “Salibkan Dia!” e. Pilatus lebih memilih menyenangkan massa. Pilatus sebenarnya melihat bahwa Yesus tidak bersalah, tetapi karena takut kerusuhan dan ingin memuaskan rakyat, ia akhirnya menyerahkan Yesus untuk disalibkan. 5. Mengapa Yesus menderita, sengsara, dan wafat di kayu salib? Yesus menjalani penderitaan, sengsara, dan wafat di kayu salib karena mengasihi manusia dan ingin menyelamatkan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 41 - manusia dari dosa. Menurut iman Kristiani, ada beberapa makna dari pengorbanan Yesus: a. Menebus dosa manusia. Manusia telah jatuh dalam dosa dan menjauh dari Allah. Yesus rela menderita dan wafat untuk menanggung dosa agar manusia memperoleh pengampunan dan keselamatan. b. Bukti kasih Allah. Wafat Yesus menunjukkan bahwa Allah mengasihi manusia. Yesus rela menyerahkan hidup-Nya demi keselamatan manusia. c. Untuk menyelamatkan manusia dan membuka jalan menuju hidup kekal. Melalui kematian dan kebangkitan- Nya, Yesus membuka jalan agar manusia dapat kembali bersatu dengan Allah dan memperoleh hidup kekal. d. Tanda ketaatan pada kehendak Bapa. Walaupun harus menderita, Yesus tetap taat pada rencana Allah demi keselamatan dunia. e. Menjadi teladan kasih, pengorbanan, dan kerendahan hati. Yesus mengajarkan bahwa kasih sejati berarti rela berkorban bagi sesama. Ia memberi teladan untuk tetap setia, mengampuni, dan mengasihi walaupun mengalami penderitaan. 6. Bagaimana sikap Yesus dalam menghadapi penderitaan? Dalam menghadapi penderitaan-Nya, Yesus menunjukkan sikap yang sangat mulia dan penuh keteladanan. Berdasarkan kisah dalam Injil, sikap Yesus dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Taat pada kehendak Allah. Walaupun Yesus sedih dan takut, Ia menyerahkan diri kepada kehendak Bapa. Di taman Getsemani, Yesus berdoa, “Janganlah seperti yang
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 42 - Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” Ia taat sampai akhir hidup-Nya. b. Sabar dan tabah. Yesus tidak melawan, tidak membalas, dan tidak membenci orang-orang yang menyiksa-Nya. Ia menghadapi penghinaan, siksaan, dan penyaliban dengan tabah dan sabar. c. Mengasihi dan mengampuni. Ketika disalibkan, Yesus menunjukkan kasih-Nya: mengampuni orang-orang yang menyakiti-Nya dan memikirkan keselamatan mereka. d. Berani dan setia sampai akhir. Yesus tidak lari dari penderitaan-Nya. Ia menerima penderitaan sebagai bagian dari rencana keselamatan Allah bagi manusia. e. Percaya penuh kepada Allah. Dalam penderitaan yang berat, Yesus tetap percaya kepada Bapa. Sikap ini menunjukkan iman dan penyerahan diri yang sempurna kepada Allah. 7. Sikap apa yang dapat dilakukan dalam meneladani sikap Yesus ketika menghadapi penderitaan? Meneladani sikap Yesus ketika menghadapi penderitaan, ada beberapa sikap yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu: a. Tetap sabar dan tabah. Seperti Yesus yang tenang saat dihina dan disakiti, kita juga diajak untuk sabar menghadapi masalah dan tidak mudah putus asa. b. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Yesus tidak membalas orang-orang yang menyiksa-Nya. Kita pun hendaknya mengampuni, tidak dendam, dan membalas keburukan dengan kebaikan.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 43 - c. Tetap berdoa dan percaya kepada Tuhan. Dalam penderitaan, Yesus tetap berdoa kepada Bapa. Kita juga perlu mendekatkan diri kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita. d. Taat kepada kehendak Tuhan. Yesus taat walaupun menderita. Kita dapat meneladani-Nya dengan melakukan yang baik dan benar sesuai ajaran-Nya. e. Tetap mengasihi sesama. Walaupun mengalami penderitaan, Yesus tetap menunjukkan kasih. Kita juga diajak untuk peduli, menolong, dan mengasihi orang lain meskipun sedang mengalami kesulitan. f. Berani berkorban demi kebaikan. Yesus rela berkorban demi keselamatan manusia. Dalam hidup sehari-hari, kita dapat belajar rela membantu, berbagi, dan mendahulukan kepentingan bersama. g. Tetap teguh dan tidak bersungut-sungut. Ketika menghadapi kesulitan, kita diajak untuk kuat, tidak mudah mengeluh, dan terus berharap kepada Tuhan. 8. Bagaimana pandangan orang Yahudi tentang kematian Yesus? Menurut pandangan orang Yahudi pada zaman Yesus, kematian Yesus di kayu salib dipandang sebagai hukuman bagi orang yang dianggap bersalah dan terkutuk. Mereka menolak pengakuan Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah. Beberapa pandangan orang Yahudi tentang kematian Yesus: a. Yesus dianggap menghujat Allah. Para pemimpin agama Yahudi menilai Yesus melanggar hukum agama karena mengaku sebagai Mesias dan Anak Allah. Bagi mereka, hal
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 44 - itu dianggap penghujatan. Karena itu mereka menuntut agar Yesus dihukum mati. b. Yesus mengancam kedudukan pemimpin agama. Ajaran Yesus menarik banyak pengikut dan sering mengkritik kemunafikan para pemimpin agama. Hal ini membuat para imam dan ahli Taurat merasa terancam. c. Kematian di salib adalah hukuman hina. Dalam tradisi Yahudi, orang yang digantung pada kayu dianggap terkena kutuk. Maka, penyaliban dipandang sebagai kematian yang memalukan. d. Sebagian orang Yahudi tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam pandangan mereka, Mesias adalah orang yang kuat secara politis dan mampu membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Romawi. Karena Yesus membawa ajaran kasih dan pengorbanan, banyak orang Yahudi sulit menerima-Nya sebagai Mesias. e. Tidak semua orang Yahudi menolak Yesus. Murid-murid Yesus dan banyak pengikut-Nya adalah orang Yahudi. Mereka percaya bahwa wafat Yesus adalah bagian dari rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. 9. Bagaimana kisah kematian Yesus? Kisah kematian Yesus Kristus merupakan peristiwa paling sentral dicatat dalam kitab-kitab Injil di Perjanjian Baru (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes). Berikut adalah urutan kronologis peristiwa kematian Yesus: a. Penangkapan di Taman Getsemani Setelah Perjamuan Terakhir bersama murid-murid-Nya, Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa. Di sana, Ia
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 45 - dikhianati oleh salah seorang murid-Nya, Yudas Iskariot, yang menyerahkan Yesus kepada para penjaga bait Allah dan tentara Romawi dengan imbalan 30 keping perak. b. Pengadilan Agama dan Politik Yesus dibawa melalui serangkaian persidangan yang cepat dan penuh tekanan: • Sidang Mahkamah Agama (Sanhedrin): Dipimpin oleh Imam Besar Kayafas, Yesus dituduh melakukan penistaan agama karena mengaku sebagai Anak Allah. • Sidang di hadapan Pontius Pilatus: Karena otoritas Yahudi tidak berhak menjatuhkan hukuman mati, mereka membawa Yesus kepada gubernur Romawi, Pontius Pilatus, dengan tuduhan makar (mengaku sebagai Raja Orang Yahudi). • Sidang di hadapan Herodes: Pilatus sempat mengirim Yesus ke Herodes Antipas, namun Yesus dikembalikan lagi ke Pilatus tanpa dijatuhi hukuman pasti. c. Penjatuhan Hukuman Mati Meskipun tidak menemukan kesalahan yang membuat Yesus layak dihukum mati, Pilatus tunduk pada tekanan massa yang dihasut oleh para pemuka agama. Massa menuntut agar Yesus disalibkan dan meminta agar seorang penjahat bernama Barabas dibebaskan. Akhirnya, Pilatus mencuci tangannya sebagai simbol lepas tanggung jawab dan menyerahkan Yesus untuk disalibkan. d. Jalan Salib ( Via Dolorosa) Sebelum disalibkan, Yesus dicambuk, dipukuli, dan diolok-olok oleh tentara Romawi. Mereka memakaikan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 46 - jubah ungu dan mahkota duri di kepala-Nya. Yesus kemudian dipaksa memikul salib-Nya menuju tempat penyaliban. Di tengah jalan, seorang pria bernama Simon dari Kirene dipaksa untuk membantu memikul salib-Nya karena kondisi fisik Yesus yang sudah sangat lemah. e. Penyaliban di Golgota Yesus dibawa ke bukit Golgota (berarti Tempat Tengkorak). Di sana, tangan dan kaki-Nya dipaku pada kayu salib. Ia disalibkan di antara dua orang penjahat. Di atas salib-Nya dipasang tulisan "INRI" ( Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum - Yesus Orang Nazaret, Raja Orang Yahudi). Selama beberapa jam di salib, Yesus mengalami penderitaan fisik luar biasa. Menurut catatan Injil, menjelang kematian-Nya, kegelapan menutupi seluruh daerah dari jam 12 siang sampai jam 3 sore. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Yesus berseru, “Sudah selesai” (Yoh. 19:30), lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah. f. Peristiwa setelah Kematian Seketika setelah Yesus wafat, terjadi gempa bumi dan tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Seorang kepala pasukan Romawi yang menjaga-Nya menjadi takut dan berkata, “Sungguh, Orang ini adalah Anak Allah.” Untuk memastikan Yesus telah mati, seorang prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak, dan keluarlah darah dan air. Setelah itu, seorang pengikut Yesus yang kaya bernama Yusuf dari Arimatea meminta izin kepada Pilatus untuk menurunkan jenazah Yesus. Tubuh-Nya kemudian dikapani dengan kain lenan dan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 47 - dimakamkan dalam kubur batu yang baru, dengan batu besar yang mengguling menutupi pintunya serta dijaga oleh prajurit Romawi. 10. Apa makna kematian Yesus? Bagi umat Kristiani, kematian Yesus bukan akhir hidup seorang tokoh sejarah atau tragedi kemanusiaan, melainkan peristiwa yang memiliki makna teologis yang sangat mendalam. Berikut adalah makna-makna utama dari kematian Yesus menurut ajaran iman Kristen: a. Penebusan Dosa. Manusia telah jatuh ke dalam dosa sejak peristiwa di Taman Eden, yang menyebabkan hubungan antara manusia dan Allah terputus. Upah dosa adalah maut (kematian rohani). Kematian Yesus dimaknai sebagai korban penebusan sempurna dan final. Yesus yang tidak berdosa mengambil alih hukuman yang seharusnya diterima oleh manusia, sehingga keadilan Allah terpenuhi. b. Rekonsiliasi dengan Allah. Kematian Yesus memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dan Sang Pencipta. Peristiwa ini digambarkan secara simbolis melalui terbelahnya tabir Bait Suci saat Yesus wafat. Tabir sebelumnya memisahkan tempat kudus dengan tempat maha kudus (di mana hadirat Allah berada) yang hanya boleh dimasuki oleh Imam Besar setahun sekali. Terbelahnya tabir berarti akses kepada Allah kini terbuka lebar bagi semua orang melalui Yesus. c. Bukti Kasih Allah terbesar. Kematian Yesus dipandang sebagai pernyataan tertinggi dari kasih Allah kepada umat manusia. Allah tidak membiarkan manusia binasa
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 48 - dalam dosa, melainkan rela mengorbankan Anak-Nya. Seperti tertulis dalam Yohanes: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh. 3:16). d. Kemenangan atas kuasa Maut dan Iblis. Melalui kematian- Nya, Yesus dianggap telah mengalahkan kuasa dosa, maut, dan iblis. Kematian tidak lagi memiliki kuasa mutlak atas manusia yang percaya, karena ada janji kebangkitan dan hidup kekal di surga. e. Penggenapan Nubuat Perjanjian Lama. Kematian Yesus merupakan penggenapan nubuat para nabi ratusan tahun sebelum peristiwa itu terjadi. Salah satu nubuat dalam Kitab Yesaya 53, yang menggambarkan sosok “Hamba yang Menderita”, yang tertikam oleh karena pemberontakan manusia dan diremukkan oleh karena kejahatan manusia. f. Teladan Ketaatan dan Pengorbanan. Yesus memberikan teladan tentang arti taat kepada kehendak Allah dan mengasihi sesama tanpa batas. Ia rela mengosongkan diri-Nya, menjadi sama dengan manusia, dan taat sampai mati di atas kayu salib. Bagi orang percaya, ini menjadi panggilan hidup untuk bersedia berkorban dan mengasihi sesama dengan tulus. Secara ringkas, kematian Yesus adalah jalan keselamatan bagi umat manusia. Tanpa kematian (dan kebangkitan) Yesus, inti dari berita Injil (Kabar Baik) dalam kekristenan tidak akan ada.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 49 - 11. Bagaimana mewujudkan makna kematian Yesus dalam hidup sehari-hari? Mewujudkan makna kematian Yesus dalam kehidupan sehari-hari berarti mengubah pemahaman teologis menjadi tindakan nyata. Bagi umat Kristiani, ini adalah proses hidup yang meniru karakter Kristus ( Imitatio Christi). Berikut adalah beberapa cara praktis untuk menerapkannya: a. Mempraktikkan Pengampunan Tanpa Batas Sama seperti Yesus yang telah mengampuni dosa manusia di atas kayu salib, bahkan berdoa bagi orang-orang yang menyalibkan-Nya, Anda dipanggil untuk melepaskan pengampunan kepada sesama. Aplikasi Nyata: Berhenti menyimpan dendam, melepaskan kepahitan terhadap orang yang menyakiti Anda, dan aktif memperbaiki hubungan yang retak (rekonsiliasi). b. Hidup dalam Rasa Syukur dan Meninggalkan Dosa Karena hidup Anda telah "dibeli" dengan harga yang mahal melalui pengorbanan Yesus, tanggapan terbaik adalah menjaga hidup agar berkenan kepada-Nya. Aplikasi Nyata: Mengambil keputusan sadar untuk menjauhi kebiasaan buruk, kebohongan, atau tindakan egois yang merugikan orang lain, serta menghargai tubuh dan hidup sebagai pemberian Allah. c. Memiliki Kasih yang Berkorban ( Agape) Kematian Yesus adalah perwujudan tertinggi dari kasih yang tidak mementingkan diri sendiri. Mewujudkannya berarti bersedia berkorban demi kebaikan orang lain.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 50 - Aplikasi Nyata: Menyisihkan waktu, tenaga, atau materi untuk membantu orang yang membutuhkan, mendengarkan teman yang kesulitan, atau mendahulukan kepentingan keluarga di atas kenyamanan pribadi. d. Hidup dengan Ketaatan dan Kerendahan Hati Yesus taat kepada kehendak Bapa-Nya sampai mati di kayu salib, meskipun itu jalan yang sangat berat. Aplikasi Nyata: Memilih melakukan hal yang benar dan jujur (misalnya di tempat kerja atau sekolah), meskipun cara- cara curang terlihat lebih mudah atau menguntungkan. Menolak kesombongan dan bersedia melayani sesama tanpa pandang bulu. e. Menjadi Pembawa Damai (Agen Rekonsiliasi) Kematian Yesus meruntuhkan tembok pemisah antara manusia dengan Allah, dan antar sesama manusia. Aplikasi Nyata: Menjadi penengah saat terjadi konflik, menolak berpartisipasi dalam gosip atau ujaran kebencian, serta merangkul orang-orang yang terpinggirkan atau berbeda dari Anda. f. Menghadapi Penderitaan dengan Pengharapan Ketika menghadapi masa-masa sulit, penyakit, atau duka, ingatlah bahwa Yesus pernah mengalami penderitaan hebat. Kematian-Nya mengajarkan bahwa penderitaan tidak pernah menjadi kata terakhir; selalu ada kebangkitan dan pengharapan setelah salib. Aplikasi Nyata: Tidak mudah putus asa saat menghadapi ujian hidup, melainkan bersandar pada kekuatan doa dan percaya bahwa Allah bekerja mendatangkan kebaikan di tengah situasi sesulit apa pun. “Setiap orang yang mau
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 51 - mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23). Memikul salib setiap hari bukan berarti mencari penderitaan, melainkan komitmen harian untuk menundukkan ego agar kasih dan karakter Kristus terpancar melalui tindakan kita kepada dunia. *** Peserta didik dapat memahami makna kebangkitan Yesus sehingga meninggalkan cara hidup yang lama menuju hidup yang baru, menjadi orang yang selalu bersyukur dan mudah berterima kasih. 1. Bagaimana kisah kebangkitan Yesus? Kisah kebangkitan Yesus adalah peristiwa yang menjadi bukti kemenangan-Nya atas dosa dan maut. Peristiwa ini dirayakan setiap tahun sebagai hari raya Paskah. Berikut adalah urutan kronologis kisah kebangkitan Yesus berdasarkan catatan Injil: a. Fajar di hari Ketiga: Kubur Kosong Materi 2 Kebangkitan Yesus Tujuan Pembelajaran Pokok-pokok Materi Kebangkitan Yesus
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 52 - Pada hari pertama minggu itu (hari Minggu pagi-pagi benar), setelah hari Sabat berlalu, beberapa wanita pergi ke kubur Yesus untuk meminyaki jenazah-Nya dengan rempah-rempah. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome. Sambil berjalan, mereka bingung memikirkan siapa yang akan menggulingkan batu besar penutup pintu kubur. Namun, ketika mereka tiba, mereka mendapati hal mengejutkan: batu besar telah terguling dari pintu kubur, terjadi gempa bumi yang hebat karena seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan menggulingkan batu itu, para prajurit Romawi yang menjaga kubur menjadi sangat ketakutan hingga gemetar dan menjadi seperti orang mati. b. Berita dari Malaikat Ketika para wanita itu masuk ke dalam kubur, mereka tidak menemukan mayat Yesus. Sebaliknya, mereka melihat malaikat (dalam rupa orang muda berpakaian putih berkilau) yang berkata kepada mereka: “Jangan takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring” (Mat. 28:5-6). Malaikat itu kemudian menyuruh mereka segera pergi dan memberi tahu murid-murid Yesus bahwa Ia telah bangkit dan akan mendahului mereka ke Galilea. c. Petrus dan Yohanes Memeriksa Kubur Mendengar laporan dari Maria Magdalena dan para wanita, Petrus dan Yohanes segera berlari ke kubur.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 53 - Yohanes tiba lebih dulu tetapi hanya melihat dari luar, sementara Petrus langsung masuk ke dalam kubur. Mereka melihat kain lenan (kafan) penutup tubuh Yesus terletak di tanah, sedangkan kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus terlipat rapi di tempat yang terpisah. Melihat kerapian itu (yang membuktikan bahwa jenazah Yesus tidak dicuri dengan tergesa-gesa), mereka pun percaya bahwa Yesus telah bangkit, lalu kembali pulang. d. Penampakan Pertama Diri Yesus Maria Magdalena tetap tinggal di luar kubur sambil menangis. Ketika menjenguk ke dalam kubur, Maria Magdalena melihat dua malaikat. Saat berbalik, ia melihat seseorang yang disangkanya adalah penjaga taman. Orang itu bertanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Ketika Yesus menyapanya, “Maria!”, barulah Maria menyadari bahwa itu adalah Yesus. Ia menjadi orang pertama yang melihat Yesus yang bangkit dan segera pergi memberi tahu murid-murid yang lain. e. Penampakan-Penampakan Selanjutnya Setelah kebangkitan-Nya, Yesus tidak langsung naik ke surga, melainkan berulang kali menampakkan diri kepada para pengikut-Nya untuk menguatkan iman mereka: • Kepada dua orang murid yang berjalan ke Emaus: Yesus berjalan bersama tanpa mereka kenali, sampai Ia memecah-mecahkan roti saat makan malam. • Kepada para murid di kamar terkunci: Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Untuk meyakinkan bahwa Ia
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 54 - bukan hantu, Ia memperlihatkan bekas luka di tangan dan lambung-Nya, bahkan makan di depan mereka. • Kepada Tomas: Tomas yang awalnya tidak percaya akhirnya berlutut dan berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku!” setelah Yesus menyuruhnya menyentuh bekas luka-Nya. • Kepada tujuh murid di pantai Danau Galilea ketika Yesus membuat mukjizat penangkapan ikan yang banyak dan memulihkan Petrus. 2. Menurut Injil Sinoptik, apa tanda atau bukti bahwa Yesus bangkit? Menurut Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas), tanda atau bukti bahwa Yesus benar-benar bangkit dari mati: a. Kubur kosong. Ketika perempuan-perempuan datang ke kubur pada hari ketiga, mereka mendapati batu sudah terguling dan kubur kosong. Malaikat berkata bahwa Yesus tidak ada di situ karena Ia sudah bangkit. Tubuh Yesus tidak ditemukan di dalam kubur. b. Kesaksian malaikat. Dalam kubur, malaikat (atau “orang muda berjubah putih”) menyatakan, “Ia telah bangkit, Ia tidak ada di sini.” Ini menjadi pengumuman ilahi bahwa kematian tidak mengalahkan Yesus. c. Penampakan malaikat kepada para perempuan. Para perempuan yang datang ke kubur tidak hanya melihat kubur kosong, tetapi menerima pesan bahwa Yesus hidup dan akan menemui murid-murid-Nya. d. Penampakan Yesus kepada para murid (dalam Lukas dan Matius). Yesus menampakkan diri kepada para murid-
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 55 - Nya. Mereka dapat melihat, menyentuh, dan berbicara dengan-Nya, sehingga yakin bahwa Ia hidup. 3. Apa yang dialami oleh para murid ketika Yesus menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya? Menurut Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas), ketika Yesus menampakkan diri, para murid mengalami berbagai perasaan. Berikut adalah beberapa perasaan para murid: a. Takut dan terkejut. Pada awalnya, para murid sangat takut karena mengira melihat roh atau hantu. Kehadiran Yesus secara tiba-tiba membuat terkejut. Dalam Lukas, Yesus berkata: “Mengapa kamu terkejut?” b. Tidak percaya atau ragu-ragu. Para murid sulit percaya bahwa Yesus benar-benar bangkit. Bahkan ketika melihat-Nya, sebagian masih ragu-ragu. Tomas tidak percaya sebelum melihat langsung Yesus. c. Senang dan penuh sukacita. Setelah menyadari bahwa Yesus benar-benar hidup, para murid berubah menjadi bersukacita. Rasa sedih karena penyaliban berubah menjadi kegembiraan besar. d. Hati berkobar-kobar (tergerak secara batin). Dalam kisah murid di Emaus, mereka “berkobar-kobar” saat Yesus menjelaskan Kitab Suci. Ini menunjukkan mereka dikuatkan dan dihidupkan kembali secara iman. e. Takjub dan penuh iman. Setelah Yesus menunjukkan diri- Nya secara nyata (makan bersama), para murid percaya dan takjub bahwa Ia benar-benar hidup. Para murid awalnya takut, ragu, dan tidak percaya, tetapi setelah bertemu Yesus yang bangkit, mereka berubah menjadi penuh sukacita, iman, dan semangat baru.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 56 - 4. Apa artinya kebangkitan Yesus merupakan puncak dari iman Katolik? a. Dalam iman Katolik, kebangkitan Yesus disebut sebagai “puncak iman” karena seluruh ajaran dan harapan Kristiani berdasarkan kenyataan bahwa Yesus sungguh bangkit. Jika Yesus tidak bangkit, maka wafat-Nya di salib hanya kematian biasa. Tetapi karena Ia bangkit, maka dosa, maut, dan kejahatan telah dikalahkan. b. Katekismus Gereja Katolik menegaskan, “Kebangkitan Kristus adalah kebenaran, di mana iman kepada Kristus mencapai puncaknya.” Kebangkitan membuktikan bahwa Yesus benar-benar Putra Allah. Kebangkitan meneguhkan semua ajaran-Nya dan membuka jalan keselamatan dan hidup kekal bagi manusia. c. Santo Paulus menegaskan, “Jika Kristus tidak dibangkitkan, sia-sialah iman kamu.” (1Kor 15:17). Bagi Gereja Katolik, Paskah bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, tetapi pusat hidup iman. Karena Yesus bangkit, umat memiliki harapan akan hidup kekal, derita dan kematian bukan akhir segalanya, dan manusia dipanggil hidup baru dalam kasih dan kekudusan. d. Kebangkitan menjadi inti liturgi Gereja. Setiap perayaan Ekaristi mengenangkan wafat dan kebangkitan Kristus sebagai “Misteri Paskah.” Jadi, ketika dikatakan “Kebangkitan Yesus merupakan puncak iman Katolik,” maksudnya adalah: 1) Kebangkitan merupakan dasar utama iman Kristiani, 2) tanda kemenangan Allah atas dosa dan maut,
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 57 - 3) sumber harapan keselamatan dan hidup kekal bagi umat manusia. 5. Apa makna proses iman para murid dari takut, ragu-ragu menuju suka cita dan iman yang kuat ketika mengalami kebangkitan Yesus? Proses iman para murid dari takut → ragu-ragu → sukacita dan iman yang kuat bermakna: a. Iman bertumbuh bukan langsung sempurna. Para murid tidak langsung percaya bahwa Yesus bangkit. Mereka takut dan ragu-ragu. Ini menunjukkan bahwa iman manusia berkembang bertahap, bukan langsung matang. Tuhan tidak menuntut iman langsung sempurna, tetapi iman yang mau bertumbuh. b. Ketakutan menunjukkan keterbatasan manusia. Saat Yesus menampakkan diri, murid-murid takut dan mengira bukan Yesus. Ini menggambarkan bahwa manusia sering dibatasi oleh rasa takut, luka, dan pengalaman gagal. Ketika hanya mengandalkan diri sendiri, kita mudah takut dan kehilangan harapan. c. Keraguan membuka ruang perjumpaan yang lebih dalam. Keraguan para murid (Thomas) membuat mereka akhirnya mengalami bukti nyata bahwa Yesus sungguh hidup. Keraguan bukan akhir iman, tetapi dapat menjadi jalan menuju pemahaman yang lebih dalam. d. Sukacita muncul ketika mengenal kebenaran. Setelah menyadari bahwa Yesus benar-benar bangkit, ketakutan berubah menjadi sukacita besar. Pertemuan dengan Kristus membawa pengharapan dan kegembiraan.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 58 - e. Iman yang kuat lahir dari pengalaman nyata dengan Kristus. Setelah mengalami kebangkitan Yesus secara langsung, para murid berubah total: dari takut menjadi berani bersaksi. Iman yang kuat bukan teori, tetapi buah dari perjumpaan pribadi dengan Tuhan. f. Iman para murid mengajarkan bahwa Tuhan tidak menghilangkan ketakutan, tetapi menuntun dari ketakutan menuju iman yang matang. 6. Apa makna kebangkitan Yesus bagi umat kristiani? Berdasarkan ajaran Alkitab dan pemahaman gereja, makna kebangkitan Yesus dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa Ia telah mengalahkan dosa dan kematian. Maut bukan menjadi akhir bagi manusia yang percaya kepada-Nya. Hidup manusia tidak berhenti pada kematian, tetapi terbuka pada kemenangan dan kehidupan baru. b. Kebangkitan Yesus adalah dasar iman Kristen. Tanpa kebangkitan, iman Kristen tidak berarti. Iman Kristen bukan hanya ajaran moral, tetapi percaya pada Kristus yang sungguh-sungguh hidup. c. Yesus yang bangkit menjadi jaminan bahwa orang yang percaya kepada-Nya akan bangkit dan memperoleh hidup kekal. Ada harapan setelah mati, yaitu hidup bersama Allah. d. Berkat kebangkitan-Nya, manusia mendapatkan pengampunan dan keselamatan. Manusia diperdamaikan kembali dengan Allah. e. Kebangkitan Yesus memberi kekuatan bagi umat Kristiani untuk tetap beriman, berani, dan setia dalam menghadapi
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 59 - kesulitan hidup. Penderitaan hidup yang dipersatukan dengan penderitaan Kristus menjadi bermakna: berubah menjadi harapan. f. Kebangkitan Yesus berarti Yesus hidup, maut dikalahkan, dosa diampuni, dan manusia memiliki harapan hidup kekal. Kebangkitan Yesus bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi dasar iman, sumber harapan, dan jaminan kehidupan kekal bagi umat Kristiani. g. Kebangkitan membuktikan bahwa Yesus benar-benar Anak Allah dan bahwa pengorbanan-Nya di salib telah diterima oleh Allah Bapa. Seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus: “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1Kor 15:14). Kisah ini memberikan pengharapan baru bagi dunia, bahwa kehidupan memiliki kemenangan akhir atas kematian, dan ada jaminan hidup kekal bagi semua orang yang percaya. 7. Bagaimana mewujudkan semangat kebangkitan Yesus dalam hidup sehari-hari? Mewujudkan semangat kebangkitan Yesus dalam hidup sehari-hari tidak hanya memperingatinya sebagai peristiwa iman, tetapi menjadikannya gaya hidup yang nyata. Dalam ajaran Kristen, kebangkitan Yesus membawa harapan baru, kemenangan atas dosa, dan hidup yang diperbarui. Berikut cara-cara konkretnya: a. Bangkit dari keputusasaan. Semangat kebangkitan berarti tidak tinggal dalam rasa gagal, sedih, atau putus asa. Seperti Yesus yang bangkit, kita diajak untuk bangkit setelah jatuh dan tetap berharap. Dalam hidup sehari-
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 60 - hari: tidak menyerah saat gagal sekolah, pekerjaan, atau masalah hidup. b. Bertobat dan berubah. Kebangkitan Yesus mengajak orang percaya untuk meninggalkan dosa dan menjalani hidup baru. Artinya: memperbaiki sikap, menjauhi kebiasaan buruk, dan terus belajar menjadi lebih baik. c. Mempunyai harapan. Kebangkitan Kristus memberi dasar pengharapan bahwa hidup tidak sia-sia dan selalu ada masa depan bersama Tuhan. Dalam kehidupan sehari- hari: tetap optimis meskipun menghadapi kesulitan. d. Berani menjadi saksi kebaikan. Setelah kebangkitan, para murid berubah dari takut menjadi berani bersaksi. Semangat ini mengajak kita untuk berani melakukan kebaikan dan membagikan kasih Tuhan lewat tindakan nyata. Misalnya: jujur, membantu teman, tidak takut berbuat benar. e. Hidup dalam kasih dan pengampunan. Kebangkitan Yesus menunjukkan kemenangan kasih. Maka kita dipanggil untuk mengasihi dan mengampuni orang lain, bukan menyimpan dendam. Dalam kehidupan sehari-hari: berdamai, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. f. Mewujudkan semangat kebangkitan Yesus berarti: bangkit dari kelemahan, hidup baru dalam kebaikan, penuh harapan, berani bersaksi, dan mengasihi sesama. 8. Menurut Perjanjian Baru, apa arti meninggalkan cara hidup yang lama menuju hidup yang baru?
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 61 - a. Menurut Perjanjian Baru, “meninggalkan cara hidup yang lama menuju hidup yang baru” berarti melakukan perubahan batin dan perilaku, karena hubungan dengan Yesus Kristus. Ini bukan sekadar mengganti kebiasaan luar, tetapi pembaruan hati, pikiran, dan tujuan hidup. 1) Dalam surat kepada jemaat Efesus, Paulus menjelaskan, “Tanggalkanlah manusia lama…dan kenakanlah manusia baru” (Ef. 4:22–24). “Manusia lama” menggambarkan hidup yang dikuasai dosa, hawa nafsu, kebohongan, kebencian, dan jauh dari kehendak Allah. “Manusia baru” berarti hidup dengan benar, kasih, kudus, dan taat kepada Tuhan. 2) Dalam Perjanjian Baru, perubahan dari “manusia lama” ke “manusia baru” digambarkan sebagai lahir baru (Yoh. 3:3), menjadi ciptaan baru (2Kor 5:17), atau pembaruan pikiran dan roh (Ef. 4:23). b. Contoh konkret: dari suka berdusta menjadi jujur, dari pemarah menjadi pengampun, dari egois menjadi mengasihi sesama, dari hidup untuk diri sendiri menjadi hidup menurut kehendak Allah. c. Meninggalkan hidup lama berarti meninggalkan hidup berdosa dan berbalik kepada kehidupan baru yang dibentuk oleh ajaran dan teladan Yesus. Proses ini disebut pertobatan dan pembaruan hidup. *** Materi 3 Yesus Naik ke Sorga
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 62 - Peserta didik dapat memahami makna peristiwa kenaikan Yesus ke Surga sehingga dapat semakin memperdalam imannya dan menerapkan dalam hidup sehari-hari dengan mewartakan cinta kasih kepada sesama. 1. Kapan peristiwa Kenaikan Yesus ke sorga terjadi? Kenaikan Yesus Kristus terjadi 40 hari setelah peristiwa kebangkitan. Kisah kenaikan-Nya ditulis pada Injil Lukas, Markus, dan Kisah Para Rasul. 2. Bagaimana kisah kenaikan Yesus ke sorga? Kisah kenaikan Yesus Kristus ke surga dicatat dalam Kisah Para Rasul 1:1-11, serta bagian akhir dari Injil Lukas dan Markus. Peristiwa ini terjadi 40 hari setelah kebangkitan- Nya. Selama 40 hari, Yesus berulang kali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya untuk membuktikan bahwa Ia benar-benar hidup, sekaligus memberikan pengajaran terakhir mengenai Kerajaan Allah. Berikut adalah urutan peristiwa kenaikan Yesus secara kronologis: a. Berkumpul di Bukit Zaitun Yesus membawa murid-murid-Nya keluar dari kota Yerusalem menuju daerah Betania, yang terletak di lereng Bukit Zaitun. Bukit Zaitun adalah lokasi yang akrab bagi mereka, tidak jauh dari Taman Getsemani. b. Pesan Terakhir: Amanat Agung dan Janji Roh Kudus Tujuan Pembelajaran Pokok-pokok Materi Kebangkitan Yesus
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 63 - Sebelum terangkat, para murid sempat bertanya apakah Yesus akan memulihkan kerajaan bagi bangsa Israel. Yesus menjawab bahwa waktu dan masa adalah otoritas Bapa. Ia kemudian memberikan tugas penting yang dikenal sebagai bagian dari Amanat Agung serta menjanjikan datangnya penolong: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8). c. Terangkat ke Surga Segera setelah memberikan pesan terakhir, sebuah peristiwa supranatural terjadi di depan mereka: “Sementara mereka menyaksikan-Nya, Yesus mulai terangkat ke atas.” Tubuh-Nya naik secara fisik meninggalkan bumi. Kemudian, awan menutupi-Nya dari pandangan mereka, sehingga Ia tidak terlihat lagi. d. Dua Malaikat dan Janji Kedatangan Kembali Saat Yesus terangkat, para murid terus menatap ke langit dengan takjub dan terpaku. Tiba-tiba, berdiri dua orang berpakaian putih (malaikat) di dekat mereka dan menegur mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kis.1:11). 3. Apa artinya Yesus naik ke sorga? a. Menurut Kitab Suci Perjanjian Baru dan ajaran Gereja, “Yesus naik ke surga” berarti Yesus yang telah bangkit
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 64 - kembali kepada Allah Bapa dalam kemuliaan. Peristiwa kenaikan bukan sekadar perjalanan fisik ke langit, tetapi tanda bahwa karya penyelamatan-Nya telah selesai dan Ia dimuliakan sebagai Tuhan. b. Kenaikan Yesus menunjukkan bahwa Ia masuk ke dalam kemuliaan ilahi bersama Bapa. Yesus dimuliakan sebagai Tuhan. Yesus “duduk di sebelah kanan Allah”. Ia memiliki kuasa dan kemuliaan ilahi. Ia bukan hanya guru atau nabi, tetapi Putra Allah yang hidup. Melalui wafat, kebangkitan, dan kenaikan-Nya, Yesus menyelesaikan misi penebusan dosa manusia. Kenaikan Yesus memberi harapan bahwa manusia dipanggil untuk hidup kekal bersama Allah. c. Yesus naik ke surga bukan bahwa Yesus meninggalkan manusia, melainkan Ia dimuliakan bersama Bapa, tetap hadir melalui Roh Kudus, menjadi pengantara bagi manusia, dan memberi harapan akan kehidupan kekal. 4. Bagaimana Perjanjian Baru mengisahkan kenaikan Yesus ke sorga? a. Perjanjian Baru mengisahkan kenaikan Yesus ke surga sebagai peristiwa yang terjadi setelah Yesus bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada para murid selama 40 hari. Peristiwa ini terutama dicatat dalam Injil Lukas, Injil Markus, dan Kitab Kisah Para Rasul. b. Lukas menulis bahwa Yesus membawa para murid ke dekat Betania. Di sana, Ia memberkati, lalu terangkat ke surga, “Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.”
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 65 - (Luk 24:50–51). Para murid kemudian sujud menyembah Yesus dan kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita. Ini menunjukkan bahwa mereka mulai memahami kemuliaan Yesus sebagai Tuhan. c. Kisah Para Rasul mengisahkan secara lebih lengkap (Kis 1:1–11). Sebelum naik ke surga, Yesus memberi pesan kepada para rasul agar menantikan Roh Kudus dan menjadi saksi-Nya sampai ke ujung bumi. “...Sesudah berkata demikian: Terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.” (Kis 1:9). Ketika para murid masih memandang ke langit, dua malaikat berkata: “Yesus, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama.” Bagian ini menegaskan: Yesus kembali kepada Bapa, para murid menerima tugas mewartakan Injil, dan ada janji bahwa Kristus akan datang kembali. d. Markus menuliskan kisah kenaikan secara singkat: “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.” (Mrk. 16:19). Ungkapan “duduk di sebelah kanan Allah” berarti Yesus dimuliakan dan memiliki kuasa bersama Bapa. 5. Makna Kenaikan Yesus bagi Umat Kristiani? Kenaikan Yesus bukan sekadar cara Ia menghilang dari dunia, melainkan memiliki makna teologis yang mendalam: a. Kembali ke Kemuliaan Asal: Menandakan bahwa misi pelayanan-Nya secara fisik di bumi telah selesai dengan sempurna, dan Ia kembali menduduki takhta kemuliaan- Nya di sebelah kanan Allah Bapa.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 66 - b. Menyediakan Tempat bagi Orang Percaya: Yesus pernah berkata bahwa Ia pergi ke rumah Bapa untuk menyediakan tempat bagi para pengikut-Nya (Yoh 14:2). c. Membuka Jalan bagi Roh Kudus: Yesus menegaskan bahwa Ia harus pergi agar Roh Kudus (Sang Penolong/Parakletos) dapat turun ke dunia untuk menyertai, menghibur, dan memimpin umat-Nya secara spiritual tanpa terbatas ruang dan waktu. 6. Pesan apa yang dapat dipetik dari peristiwa kenaikan Yesus ke sorga? Dari peristiwa kenaikan Yesus ke surga, umat Kristiani dapat memetik pesan rohani dan pedoman hidup. Peristiwa ini bukan hanya kisah tentang Yesus meninggalkan dunia, tetapi ajakan bagi manusia untuk hidup dalam iman, harapan, dan tugas perutusan. Berikut beberapa pesan dari kenaikan Yesus ke surga: a. Harapan akan hidup kekal. Kenaikan Yesus memberi keyakinan bahwa kehidupan tidak berhenti pada kematian. Yesus membuka jalan menuju rumah Bapa, sehingga umat beriman memiliki harapan akan keselamatan dan kehidupan kekal bersama Allah. b. Tetap setia menjalankan tugas di dunia. Sebelum naik ke surga, Yesus memberi tugas kepada para murid untuk mewartakan Injil dan menjadi saksi kasih Allah. Pesannya adalah bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk membawa damai, kasih, kejujuran, dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. c. Jangan hanya memandang ke atas, tetapi bertindak. Dalam Kisah Para Rasul, malaikat berkata kepada para
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 67 - murid yang terus menatap langit, “Mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?” Pesan ini mengajarkan bahwa iman tidak cukup hanya menunggu atau berdoa, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata: melayani, mengasihi, dan menolong sesama. d. Yesus tetap menyertai umat-Nya. Walaupun naik ke surga, Yesus tidak meninggalkan para murid sendirian. Ia menjanjikan Roh Kudus sebagai penolong dan penghibur. Karena itu umat percaya bahwa Tuhan tetap hadir dan menyertai kehidupan manusia. e. Hidup harus diarahkan kepada nilai-nilai surgawi. Kenaikan Yesus mengingatkan umat agar tidak hanya terpaku pada hal-hal duniawi, tetapi mengejar kehidupan yang benar, suci, penuh kasih, dan sesuai kehendak Allah. f. Iman membawa sukacita dan pengharapan. Sesudah Yesus naik ke surga, para murid kembali ke Yerusalem dengan sukacita, bukan kesedihan. Ini menunjukkan bahwa orang beriman dipanggil hidup dengan pengharapan, meskipun menghadapi kesulitan. 7. Apa perwujudan perayaan kenaikan Yesus dalam hidup sehari-hari? Kenaikan Yesus Kristus tidak hanya diperingati lewat ibadah, tetapi diwujudkan dalam hidup sehari-hari melalui sikap dan tindakan nyata. Dalam ajaran Kristen, kenaikan Yesus melambangkan penyempurnaan karya keselamatan, pengharapan, serta panggilan untuk hidup sebagai saksi kasih Tuhan. Beberapa perwujudan dalam hidup sehari-hari antara lain:
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 68 - a. Hidup dengan iman dan pengharapan. Kenaikan Yesus mengajarkan bahwa hidup manusia tidak berhenti di dunia. Umat diajak tetap memiliki harapan, tidak mudah putus asa, dan percaya bahwa Tuhan menyertai dalam setiap keadaan. b. Menjadi pribadi yang membawa kasih dan damai. Yesus meninggalkan teladan kasih kepada sesama. Wujudnya dapat berupa: membantu orang yang membutuhkan, menghargai perbedaan, memaafkan, menjaga kerukunan dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat. c. Melakukan disertai tanggung jawab. Makna kenaikan mengingatkan umat untuk menjalankan tugas dan panggilan hidup dengan jujur serta bertanggungjawab. Misalnya: belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan disiplin, tidak menipu, dan menjaga integritas. d. Menjadi saksi kebaikan. Sebelum naik ke surga, Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan kabar baik. Itu dapat diwujudkan lewat perilaku baik, perkataan yang membangun, dan memberi teladan positif pada orang lain. e. Mengandalkan tuntunan Roh Kudus. Peristiwa kenaikan berkaitan dengan janji turunnya Roh Kudus. Maka, umat Kristen diajak untuk rajin berdoa, membaca Alkitab, dan memohon hikmat sebelum mengambil keputusan. f. Memiliki semangat pelayanan: bersedia melayani tanpa pamrih, baik di gereja, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Hal kecil seperti mendengarkan teman yang sedang kesulitan atau ikut kegiatan sosial termasuk bentuk penghayatan iman.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 69 - g. Inti implementasi perayaan Kenaikan Yesus adalah hidup yang mencerminkan nilai kasih, pengharapan, kebaikan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. *** BAB 1 PERAN ROH KUDUS BAGI MURID YESUS Bab IV
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 70 - Peserta didik mampu menjelaskan peranan Roh Kudus pada Gereja Perdana dan Gereja masa kini sebagai daya hidup Gereja. 1. Yesus Mengutus Roh Kudus 2. Roh Kudus Memberi Daya Kekuatan Peserta didik mampu memahami makna Yesus mengutus Roh Kudus sebagai pemenuhan janji kepada para murid-Nya sehingga dapat ikut ambil bagian dalam pewartaan cinta kasih dengan percaya diri. 1. Apa sebutan/nama lain Roh Kudus dalam Perjanjian Baru? Dalam Perjanjian Baru, Roh Kudus disebut dengan beberapa nama atau gelar. Nama atau gelar yang diterapkan menggambarkan sifat dan/atau pekerjaan-Nya. Beberapa di antaranya adalah: a. Roh Kudus: sebutan yang paling umum. Tujuan Pembelajaran Cakupan Materi Materi 1 Yesus Mengutus Roh Kudus Tujuan Pembelajaran Pokok-pokok Materi Yesus Mengutus Roh Kudus
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 71 - b. Roh Allah: menegaskan bahwa Roh Kudus berasal dari Allah (Rm 8: 9). c. Roh Tuhan: dipakai dalam beberapa surat dan Kisah Para Rasul. d. Roh Kristus: menunjukkan hubungan Roh Kudus dengan Kristus (Rm 8: 9). e. Roh Yesus: dipakai dalam Kis.16:7. f. Roh Anak Allah: misalnya Gal. 4:6. g. Penghibur/Penolong/Pembela: dari kata Yunani Parakletos (Yohanes). Yesus memakai istilah Parakletos untuk menyatakan bahwa Roh Kudus yang akan menyertai murid-murid-Nya. h. Roh Kebenaran: karena Roh Kudus membimbing kepada kebenaran (Yoh. 14:17). i. Roh Kemuliaan: dipakai dalam 1 Ptr. 4:14. j. Roh Perjanjian: muncul dalam Ibr. 10:29. 2. Menurut Yoh 16: 8-15 disebut siapakah Roh Kudus? Mengapa? a. Menurut Yoh 16:8–15, Roh Kudus disebut Penghibur atau Penolong (ay. 7) dan Roh Kebenaran (ay. 13). b. Roh Kudus mempunyai tugas khusus bagi para murid dan dunia. Perjanjian Baru menggambarkan Roh Kudus sebagai kehadiran Allah yang aktif bekerja. 1) Roh Kudus disebut Penghibur atau Penolong karena Ia datang untuk menyertai, menolong, mengajar, dan menguatkan murid-murid setelah Yesus kembali kepada Bapa. 2) Roh Kudus disebut Roh Kebenaran karena memimpin orang dalam seluruh kebenaran tentang Kristus. “Ia
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 72 - akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (ay. 13). Roh Kudus disebut Roh Kebenaran sebab Ia tidak berkata dari diri-Nya sendiri, tetapi menyampaikan apa yang berasal dari Allah. 3) Roh Kudus bekerja aktif menolong manusia mengenal kebenaran Allah. Roh Kudus akan menginsafkan dunia akan dosa, menuntun orang percaya, dan memberitakan kehendak Allah (ay. 8). Singkatnya: Roh Kudus disebut Penolong dan Roh Kebenaran karena menolong manusia mengenal Allah, memimpin kepada kebenaran, serta menyadarkan dunia akan dosa dan penghakiman. 3. Menurut Kisah Para Rasul 2: 1-13 disebut apakah Roh Kudus itu? Mengapa? a. Menurut Kis. 2:1–13, Roh Kudus digambarkan sebagai Roh Allah yang turun seperti tiupan angin dan seperti lidah-lidah api. “Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras … dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api …” Roh Kudus tidak diberi nama seperti dalam Injil Yohanes, tetapi dinyatakan melalui tanda-tanda khusus. b. Roh Kudus digambarkan dengan tanda-tanda khusus: 1) Tiupan angin. Angin melambangkan kuasa, kehidupan, dan kehadiran Allah. Roh Kudus datang dengan kuasa yang memenuhi seluruh tempat itu. Roh Kudua adalah kuasa dan kehadiran Allah. 2) Lidah-lidah api. Api melambangkan kekudusan, penyucian, dan hadirat Allah. Roh Kudus memenuhi para rasul dan memberi keberanian untuk bersaksi.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 73 - c. Roh Kudus memberi para murid kemampuan berbicara dalam bahasa-bahasa lain supaya banyak bangsa dapat mendengar tentang karya Allah. 4. Bagaimana Roh Kudus bekerja menurut Perjanjian Baru? Menurut Perjanjian Baru, Roh Kudus (sering disebut Parakletos: Penolong, Penghibur, atau Pendamping) adalah Pribadi Ketiga dari Tritunggal yang aktif bekerja dalam kehidupan jemaat dan orang percaya setelah Yesus naik ke surga. Pencurahan Roh Kudus terjadi pada hari Pentakosta (Kis. 2). Berdasarkan Perjanjian Baru, berikut adalah cara Roh Kudus bekerja: a. Menginsafkan Dunia akan Dosa Sebelum orang beriman kepada Yesus, Roh Kudus bekerja terlebih dahulu dalam hati mereka. Yesus menyatakan bahwa tugas Roh Kudus adalah menyadarkan manusia akan kesalahan mereka: “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yoh 16:8). b. Melahirkan Baru secara Rohani Roh Kudus adalah agen pembaruan hidup. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa seseorang tidak dapat melihat atau memasuki Kerajaan Allah kecuali ia “dilahirkan kembali” dari air dan Roh (Yoh 3:5). Roh Kudus mengubah hati yang keras menjadi lembut dan memberi kehidupan spiritual yang baru. c. Menyertai, Menghibur, dan Memimpin Orang Percaya. Yesus berjanji bahwa Penolong tidak akan pernah meninggalkan umat-Nya. Roh Kudus bekerja sebagai:
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 74 - • Pembimbing: Memimpin orang percaya pada seluruh kebenaran dan mengingatkan mereka akan semua yang telah Yesus ajarkan (Yoh 14:26). • Penghibur: Memberikan kedamaian supranatural di tengah penderitaan atau penganiayaan. • Pendoa: Ketika orang percaya tidak tahu bagaimana harus berdoa, Roh Kudus yang berdoa dan mengeluh kepada Allah demi mereka (Roma 8:26). d. Menganugerahkan Karunia-karunia Rohani Dalam surat-surat Rasul Paulus (terutama 1Korintus 12 dan Roma 12), dijelaskan bahwa Roh Kudus memberikan karunia-karunia khusus ( charismata) kepada setiap orang percaya sesuai kehendak-Nya. Tujuan Karunia: Bukan untuk kesombongan pribadi, melainkan untuk membangun jemaat/gereja agar saling melengkapi. Contoh karunia: Karunia berkata-kata dengan hikmat, menyembuhkan, mengadakan mukjizat, bernubuat, membedakan bermacam-macam roh, berbicara dalam bahasa roh, dan menafsirkan bahasa roh. e. Mengubah Karakter Manusia (Buah Roh) Selain memberikan karunia (apa yang kita lakukan), Roh Kudus bekerja secara internal untuk mengubah siapa kita sebenarnya (karakter). Ketika seseorang dipimpin oleh Roh, hidupnya akan menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22-23), yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera; kesabaran, kemurahan, kebaikan; dan kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. f. Memberikan Kuasa untuk Menjadi Saksi
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 75 - Sesuai dengan janji Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:8, Roh Kudus memberikan keberanian kepada orang percaya untuk memberitakan Injil. Kisah Para Rasul mencatat para murid yang tadinya penakut dan bersembunyi, tiba-tiba menjadi sangat berani berkhotbah di depan ribuan orang setelah dipenuhi Roh Kudus. g. Menjadi Jaminan dan Meterai Keselamatan Dalam Efesus 1:13-14, Rasul Paulus menjelaskan bahwa Roh Kudus bekerja sebagai meterai (tanda kepemilikan yang sah dari Allah) dan jaminan bagian warisan kekal bagi orang percaya sampai hari penebusan akhir. Secara ringkas, jika Yesus Kristus adalah Ia yang menyelesaikan karya keselamatan di atas kayu salib, maka Roh Kudus adalah Ia yang menerapkan karya keselamatan itu di dalam hati dan kehidupan sehari-hari setiap orang yang percaya. 5. Apa makna Yesus mengutus Roh Kudus? a. Makna Yesus mengutus Roh Kudus adalah bahwa Yesus tidak meninggalkan para pengikut-Nya setelah Ia naik ke surga. Roh Kudus diutus untuk hadir, membimbing, menguatkan, dan tinggal dalam orang percaya. Yesus menyatakan bahwa Allah tetap hadir dan bekerja dalam hidup manusia melalui Roh Kudus untuk menolong, membimbing, menguatkan, dan mengubah hidup orang percaya agar hidup sesuai kehendak Tuhan. b. Allah memberikan Sang Penolong (Yoh 14:16-17). Dalam bahasa Yunani dipakai kata parakletos, yang berarti pendamping, penasihat, penghibur, pembela, atau penolong. Roh Kudus membantu orang percaya
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 76 - memahami kehendak Tuhan, memberi kekuatan saat lemah, dan menghibur saat susah. c. Allah memberikan tanda bahwa Tuhan tetap menyertai umat-Nya. Sebelum naik ke surga, Yesus berkata bahwa Roh Kudus akan tinggal bersama dan dalam orang percaya. Walaupun Yesus tidak hadir secara fisik, kehadiran Allah tetap nyata melalui Roh Kudus. d. Memberi kuasa untuk hidup dan bersaksi. Dalam Kisah Para Rasul 1:8, para murid menerima kuasa dari Roh Kudus untuk memberitakan Injil. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus turun atas mereka dan mengubah murid- murid yang sebelumnya takut menjadi berani bersaksi. e. Menuntun kepada kebenaran. Roh Kudus disebut “Roh Kebenaran” karena menolong manusia memahami ajaran Yesus, menyadarkan tentang dosa, dan membimbing hidup yang benar. f. Mengubah hati manusia. Roh Kudus bekerja membarui hati manusia supaya makin memiliki kasih, damai, kesabaran, dan hidup yang dekat dengan Tuhan. *** Materi 2 Roh Kudus Memberikan Daya Kekuatan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 77 - Peserta didik mampu memahami karya Roh Kudus yang memberi daya kekuatan kepada Para Rasul sampai Gereja saat ini sehingga dapat menghayati peranan Roh Kudus dengan hidup dalam persekutuan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Apa arti Pentakosta? a. Pentakosta adalah hari raya untuk memperingati turunnya Roh Kudus kepada murid-murid Yesus seperti dicatat dalam Kisah Para Rasul 2. b. Kata “Pentakosta” berasal dari bahasa Yunani pentēkostē yang berarti “hari kelima puluh”, karena dirayakan 50 hari setelah Paskah. 2. Apa hubungan pentakosta dengan pesta panen atau hari raya tujuh minggu? a. Pentakosta awalnya adalah pesta panen dalam tradisi Yahudi, yang disebut Hari Raya Tujuh Minggu. Disebut Hari Raya Tujuh Minggu karena dirayakan setelah menghitung tujuh minggu (49 hari) sejak Paskah Yahudi. Hari berikutnya adalah hari ke-50. Disebut Pentakosta karena kata Yunani pentēkostē berarti “kelima puluh”. Jadi Pentakosta = hari ke-50 setelah Paskah. b. Disebut Pesta Panen karena awalnya bangsa Israel merayakan syukur kepada Tuhan atas panen gandum pertama. Ini adalah pesta agraris atau pesta hasil bumi. c. Sebenarnya ada tiga nama untuk perayaan yang sama: Tujuan Pembelajaran Pokok Materi Roh Kudus Memberikan Daya Kekuatan
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 78 - Nama Makna Hari Raya Panen Syukur atas panen gandum Hari Raya Tujuh Minggu ( Shavuot) Dirayakan setelah tujuh minggu Pentakosta Hari ke-50 setelah Paskah f. Dalam Perjanjian Lama, fokus perayaan adalah panen dan ucapan syukur kepada Allah. Tetapi dalam Perjanjian Baru, Pentakosta menjadi hari Roh Kudus turun kepada para murid Yesus di Yerusalem (Kis. 2). Maka, orang Kristen memaknai Pentakosta bukan hanya sebagai panen gandum, tetapi penggenapan janji Yesus, turunnya Roh Kudus, dan awal “panen jiwa” atau lahirnya Gereja. 3. Apa makna turunnya Roh Kudus bagi para Rasul? a. Turunnya Roh Kudus bagi para Rasul mempunyai makna yang sangat besar. Peristiwa ini bukan sekadar pengalaman rohani, tetapi menjadi titik perubahan hidup para rasul dan awal pelayanan gereja. Makna turunnya Roh Kudus bagi para rasul adalah Tuhan memberi mereka kuasa, keberanian, dan penyertaan untuk melanjutkan misi Yesus dan memberitakan Injil kepada dunia. Kisahnya terdapat dalam Kisah Para Rasul 2. b. Beberapa makna utamanya: 1) Memberi kuasa dan keberanian. Sebelum menerima Roh Kudus, para rasul diliputi rasa takut setelah Yesus disalibkan. Tetapi setelah Roh Kudus turun, mereka berani memberitakan Yesus di depan banyak
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 79 - orang. Petrus yang sebelumnya takut, berkhotbah dengan berani. 2) Penggenapan janji Yesus. Yesus berjanji bahwa Ia akan mengutus “Penghibur” atau Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. Turunnya Roh Kudus pada hari Pentakosta menunjukkan bahwa janji itu digenapi. 3) Memberi kemampuan untuk bersaksi kepada semua bangsa. Para rasul mulai berbicara dalam berbagai bahasa sehingga orang-orang dari banyak bangsa dapat mengerti berita Injil. Ini melambangkan bahwa keselamatan dan kabar tentang Yesus ditujukan untuk seluruh dunia, bukan hanya satu bangsa saja. 4) Awal lahirnya Gereja. Hari Pentakosta sering disebut sebagai hari lahir Gereja Kristen. Setelah Roh Kudus turun, ribuan orang percaya dan dibaptis. Dari situlah penyebaran Injil mulai berkembang luas. 5) Tanda kehadiran Allah dalam diri orang percaya. Dalam Perjanjian Lama, Roh Allah datang hanya kepada nabi atau tokoh tertentu. Tetapi pada Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan kepada semua orang percaya. Ini menunjukkan bahwa Allah kini hadir dan bekerja di dalam umat-Nya secara pribadi. 6) Memampukan para rasul melakukan pelayanan. Roh Kudus memberi hikmat, pengertian, kekuatan rohani, dan kemampuan melakukan mujizat agar para rasul dapat melanjutkan pekerjaan Yesus di dunia. 4. Apa makna turunnya Roh Kudus bagi Gereja? a. Makna turunnya Roh Kudus bagi Gereja sangat penting karena itu menandai awal dan kehidupan Gereja. Dalam
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 80 - tradisi Kristen, terjadi pada Hari Pentakosta (Kis. 2) ketika Roh Kudus dicurahkan kepada para murid Yesus. Turunnya Roh Kudus berarti Gereja tidak hanya organisasi manusia, tetapi tubuh rohani yang hidup, dipimpin, dikuatkan, dan diutus oleh Allah untuk membawa kabar keselamatan. b. Berikut makna utamanya: 1) Awal lahirnya Gereja. Turunnya Roh Kudus dipandang sebagai “hari lahir Gereja”, karena sejak saat itu para murid mulai bersaksi secara terbuka tentang Yesus Kristus dengan keberanian. 2) Gereja menerima kuasa untuk bersaksi. Roh Kudus memberi keberanian, hikmat, dan kuasa untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia, bukan lagi hidup dalam ketakutan. 3) Kehadiran Allah yang menyertai Gereja. Roh Kudus berarti Allah hadir dan tinggal di tengah umat-Nya. Gereja tidak berjalan sendiri, tetapi dipimpin dan dikuatkan oleh Roh. 4) Persatuan Gereja. Orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus dipersatukan menjadi satu tubuh (Gereja), meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda. 5) Pertumbuhan rohani dan karunia-karunia. Roh Kudus memberikan karunia rohani (pengajaran, pelayanan, penghiburan) agar Gereja dapat bertumbuh dan melayani dengan baik.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 81 - 6) Penggenapan janji Yesus. Yesus menjanjikan Roh Kudus sebagai Penolong bagi murid-murid-Nya, dan Pentakosta adalah penggenapan janji itu. 5. Apa peranan Roh Kudus bagi Gereja? a. Peranan Roh Kudus bagi Gereja bukan hanya “membantu”, tetapi menghidupkan, memimpin, dan membangun Gereja. Dalam ajaran Kristen, tanpa Roh Kudus Gereja tidak dapat berjalan sebagai tubuh Kristus. b. Berikut peranan utamanya: 1) Menghidupkan dan membangun Gereja. Roh Kudus membuat Gereja menjadi “hidup” secara rohani, bukan sekadar organisasi. Ia menumbuhkan iman dan kedewasaan rohani jemaat. 2) Memimpin dan mengajar Gereja. Roh Kudus menuntun umat kepada kebenaran, mengingatkan ajaran Yesus, dan menolong Gereja memahami kehendak Allah. 3) Memberi kuasa untuk bersaksi. Roh Kudus memberi keberanian kepada orang percaya untuk memberitakan Injil, seperti yang terjadi pada para rasul di Pentakosta (Kis. 2). 4) Mempersatukan Gereja. Roh Kudus menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang menjadi satu tubuh Kristus (Gereja), sehingga ada kesatuan dalam iman dan kasih. 5) Memberikan karunia rohani. Roh Kudus membagikan karunia (seperti mengajar, melayani, menghibur, memimpin) agar Gereja dapat membangun sesama dan melayani dunia dengan efektif.
Tanya Jawab Materi Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII SMP - 82 - 6) Menguduskan dan membentuk karakter. Roh Kudus bekerja mengubah hidup orang percaya supaya semakin serupa dengan Kristus, lebih baik dalam kasih, moral, dan tindakan. 7) Menyertai dan meneguhkan Gereja. Roh Kudus adalah kehadiran Allah yang tinggal di tengah umat, sehingga Gereja tidak berjalan sendiri dalam misinya. c. Roh Kudus berperan sebagai penghidup, penuntun, pemberi kuasa, pemersatu, dan pengudus Gereja. ***