Jejak Budaya Tebat Tenong Dalam

Buku ini mendokumentasikan sejarah berdirinya Desa Tebat Tenong Dalam, tradisi dan kearifan lokal Suku Serawai, serta kekayaan bahasa daerah yang menjadi identitas warga desa. Disusun berdasarkan wawancara langsung dengan warga dan sesepuh desa, buku ini hadir dalam versi dwibahasa Indonesia-Inggris. Cocok bagi pembaca yang tertarik mengenal budaya Suku Serawai dan pelestarian tradisi lisan.

Buku 'Jejak Budaya Tebat Tenong Dalam' adalah dokumentasi sejarah, tradisi, dan bahasa Suku Serawai di Desa Tebat Tenong Dalam. Disusun oleh Mutia Wulandari dan Diah Ayu Pitaloka sebagai bagian dari program KKN di bidang literasi digital, buku ini hadir dalam versi dwibahasa Indonesia-Inggris. Target pembacanya adalah masyarakat desa dan khalayak luas yang tertarik pada budaya lokal.

Bab pertama membahas konsep sejarah dan tradisi lisan. Dijelaskan asal kata 'sejarah' dari bahasa Arab 'syajarah' yang berarti pohon, serta pentingnya sejarah sebagai fondasi identitas kolektif. Bagian ini menekankan bahwa sejarah desa kecil seperti Tebat Tenong Dalam sebagian besar masih bersandar pada tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun.

Bab kedua dan ketiga mengupas tradisi dan peribahasa serta kearifan lokal Suku Serawai. Bab keempat dan glosarium menyajikan pemahaman bahasa daerah Serawai lengkap dengan kategori nomina, kata kerja, kata sifat, pronomina, numeralia, kata tanya, kata keterangan, dan ungkapan sehari-hari. Glosarium disusun dalam dua bahasa.

Buku ini lahir dari keresahan bahwa cerita, sejarah, dan bahasa daerah hanya diwariskan secara lisan dan berisiko pudar. Melalui wawancara langsung dengan sesepuh desa, penulis berupaya mencatat pengetahuan berharga ini secara autentik. Buku ini diharapkan menjadi langkah kecil dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Suku Serawai.