Created in Canva
Hijau di Laporan, Biru di Pasar? Sustainable Banking is not just a trend. Sustainability × Profitability = ? Good Disclosure ≠ Higher Value? GREEN BANKING PARADOKSKetika Laporan Bank Makin Hijau, Nilainya Tidak Ikut Menghijau Riset pada empat Bank Umum Syariah di Indonesia, 2019–2024 PKM-RSH 2026 | Politeknik Negeri Cilacap
P E N E R B I T P E N Y U S U N DATA RISET PENDAMPING PENDANAAN Green Banking Paradoks T E N T A N G B O O K L E T I N I i Paradoks Green Banking Bookletinimerangkumrisettentanghubungan antara keterbukaan bank syariah soal lingkungan dan cara pasar menilainya. Ditulis untuk pembaca umum — tidak perlu latar belakang akuntansi untuk mengikutinya. Satria Dermawan, Athila Putra Hermawan, Tri Prabowo, Olivia Chynthia, Pristia Ningsih Sasongko Adi Priyanto, S.E., M.Ak. Politeknik Negeri Cilacap, 2026 Empat Bank Umum Syariah di Bursa Efek Indonesia, tahun buku 2019–2024 Riset ini didanai melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Tahun 2026, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan.
I S I B O O K L E T Green Banking Paradoks ii Apa saja di dalamnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pe nutup Batas Riset Ini Lalu, Apa Artinya? Angka Lengkapnya Kenapa Bisa Begitu? Yang Kami Temukan Apa Itu Green Banking? Tim Peneliti & Glosarium Apa Arti “Tidak Terbukti”? Satu Pertanyaan Sederhana Bagaimana Kami Menelitinya
B A G I A N S A T U Satu Pertanyaan Sederhana 1 “ Kalau sebuah bank makin peduli pada lingkungan, apakah nilainya di mata pasar ikut naik? Sepintas jawabannya jelas: tentu saja naik. Bank yang terbuka soal usahanya menjaga lingkungan terlihat lebih bertanggung jawab, lebih siap menghadapi masa depan, dan lebih layak dipercaya. Kami menguji dugaan itu pada empat Bank Umum Syariah di Indonesia selama enam tahun. Hasilnya tidak seperti yang kami bayangkan.
B A G I A N D U A Apa itu green banking? Green bankingadalahcarabank menjalankan usahanya sambil memikirkan dampaknya terhadap lingkungan. Jadi bank tidak hanya bertanya “berapa untung yang kita dapat?”, tetapi juga “apa akibat dari uang yang kita salurkan?” Wujudnya bisa sederhana: mengganti surat cetak dengan surel, memakai lampu hemat energi, memindahkan layanan ke aplikasi. Bisa juga besar: menolak membiayai usaha yang merusak hutan, atau menyediakan pembiayaan khusus bagi usaha ramah lingkungan. Jejak lingkungan sebuah bank tidak ada di gedung kantornya, melainkan di daftar usaha yang ia biayai. Lingkungan — menjaga alam tetap lestari Ekonomi — menjaga keuangan bank tetap sehat Sosial — memberi manfaat bagi masyarakat Di bank syariah, soal ini terasa lebih dekat lagi. Islam memandang manusia sebagai pemegang amanah atas bumi dan melarang perbuatan yang merusaknya. Menjaga lingkungan bukan tambahan dari luar, melainkan bagian dari jati diri bank syariah itu sendiri.
B A G I A N T I G A Yang kami t e muk an Sepanjang 2019 sampai2024, laporan hijau bank syariah memang makin lengkap. Rata-rata tingkat pengungkapannya mencapai 80,95 persen, dan satu bank bahkan menyentuh 100 persen pada 2024. Tetapi nilai pasarnya tidak ikut bergerak. 2 3 1 Kenaikan laporan hijau itu sendiri tidak m erat a. Dari empat bank yang kami amati, hanya dua yang laporannya benar-benar bertambah lengkap. Dua lainnya bertahan di tingkat yang sama selama lima tahun berturut-turut. Laporan hijau yang makin lengkap tidak terbukti menaikkan nilai bank. Arah hasilnya bahkan cenderung sebaliknya. Namun selisihnya masih terlalu kecil untuk bisa di pasti k an. Kondisi keuangan bank tampaknya ikut m enentukan. Pada bank yang sedang merugi, laporan hijau yang makin tebal justru dibarengi turunnya nilai pasar. Pada bank yang untungnya sehat, polanya berbalik — meski belum cukup kuat untuk dipastikan. → Apa sebenarnya arti “tidak terbukti”? Halaman berikutnya.
Apa Arti “Tidak Terbukti”? J A N G A N T E R T U K A R B E R H E N T I S E B E N T A R D I S I N I 4 Apa arti “tidak terbukti”? 6 dari 10 lemparan koin keluar gambar Bayangkan kamu melempar koin sepuluh kali dan mendapat enam kali gambar. Apakah koinnya berat sebelah? Belum tentu. Sepuluh lemparan terlalu sedikit untuk memastikan. Begitu juga riset ini. “Tidak terbukti” bukan berarti tidak ada pengaruh. Artinya, data yang kami punya belum cukup untuk memastikannya. ✓ ✕ Belum terbukti naik Terbukti turun
B A G I A N L I M A Kenapa bisa begitu? Angkabisa memberitahuapayang terjadi,tetapitidak bisa memberi tahu mengapa. Karena itu kami mengundang dua akademisi pakar keuangan syariah untuk mendiskusikan hasi l ny a. Di mata pasar, kegiatan hijau terbaca sebagai pengeluaran tambahan, bukan modal membangun nama baik. Biayanya terlihat lebih dahulu; manfaatnya baru terasa bertahun-tahun k em udi an. Investor baru mau melihat laporan keberlanjutan setelah keuangan banknya sehat. Seperti orang yang sedekahnya baru dipuji setelah hidupnya mapan; sedekah orang yang sedang kesulitan justru dibaca sebagai beban tambahan. Nilai seperti menjaga kehidupan dan menjaga keturunan sulit diterjemahkan menjadi angka. Para pakar juga menilai sebagian besar investor pasar modal syariah belum menjadikan status syariah sebuah perusahaan sebagai pertimbangan utama ketika membeli saham. 2 · Untung dulu, baru hijau dilirik 3 · Nilai syariah belum punya alat ukur 1 · Laporan hijau masih dianggap beban …masih menganggap kalau yang namanya green banking, pelaporan laporan keberlanjutan itu masih menjadi sebuah beban. …ketika profitabilitasnya sudah bagus, ROA-nya sudah tinggi. Bank sudah mengirim sinyal. Pasar belum punya alat untuk menangkapnya.
U N T U K K I T A U N T U K B A N K U N T U K I N V E S T O R U N T U K R E G U L A T O R B A G I A N E N A M Lalu, apa artinya? Keberlanjutan bukan sekadar urusan citra. Bank yang mengabaikan risiko lingkungan hari ini sedang menyimpan tagihan yang harus dibayar kemudian. Susun ukuran pengungkapan hijau yang seragam antarbank. Selama laporan setiap bank terlihat serupa, pasar tidak punya cara membedakan mana yang sungguh-sungguh. Berhenti menyusun laporan hijau sebagai daftar kegiatan. Tunjukkan angkanya: berapa pembiayaan yang tersalur ke usaha ramah lingkungan, berapa risiko yang berhasil dihindari, berapa biaya yang berhasil dihemat. Temuaninibukan alasanbagibank untukberhenti hijau. Justru sebaliknya, ia menunjukkan ada yang perlu diperbaiki pada cara kita semua memandangnya.
B A G I A N T U J U H T I G A H A L Y A N G K A M I U K U R Bagaimana kami menelitinya Duacara sekaligus:menghitungangkalebihdahulu,lalu bertanya kepada ahli untuk memahami angka tersebut. 4 Bank Umum Syariah di Bursa Efek Indonesia 6 tahun pengamatan, 2019– 2024 21 titikdata dari 24 kem un g kin a n Laba bersih dibagi total aset. Nilai pasar dibagi nilai aset yang tercatat. Menunjukkan seberapa mahal pasar menghargai bank. 21 hal diperiksa. Tiap hal diberi nilai 1 kalau dilaporkan dan 0 kalau tidak, lalu hasilnya dijadikan persen. Tiga sisanya tidak dipakai karena bank yang bersangkutan belum melantai di bursa atau belum menerbitkan laporan keberlanjutan pada tahun itu. 1Kumpulkan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan keempat bank Periksa 21 hal tadi satu per satu di setiap laporan2 3Hitung hubungan antarangka dengan bantuan program statistik 4Diskusikan hasilnya bersama dua pakar keuangan syariah 5Satukan hasil hitungan dan hasil diskusi menjadi kesimpulan Dugaan awal kami: laporan hijau menaikkan nilai bank, dan keuntungan memperkuatnya. Keduanya tidak terbukti — dan di situlah letak menariknya. Nilai bank Tobinʼs Q Keuntungan ROA Laporan hijau GBDI
H A S I L U J I G A M B A R A N D A T A B A G I A N D E L A P A N Angka lengkapnya Halamanini untuk pembaca yang ingin melihat angkanya. Kalau tidak perlu, silakan langsung ke halaman berikutnya. Nilai bank Keuntung an Laporan hijau Dugaan 1 · Laporan hijau menaikkan nilai bank rata-rata 80,95% · 66,67%–100% Dugaan 2 · Keuntungan memperkuat hubungan itu rata-rata 1,53% · −5,67% hingga 9,10% rata-rata 2,22 · nilai tengah 1,17 · tertinggi 14,36 Angka tertinggi 14,36 berasal dari satu bank digital syariah pada 2021, ketika pasar sedang bersemangat menyambut kehadirannya. Angka sebesar itu menarik rata-rata ke atas, sehingga nilai tengah 1,17 lebih mewakili keadaan sebenarnya. Koefisien 372,71 Koefisien −6,8972 Probabilitas 0,3174 Probabilitas 0,3235 Dari seratus hal yang membuat nilai sebuah bank naik dan turun, laporan hijau dan keuntungan hanya menjelaskan sekitar lima belas. Sisanya ditentukan sentimen pasar, kondisi ekonomi, dan cara investor menilai risiko. Tidak terbukti Tidak terbukti 15%
Batas Riset Ini B A G I A N S E M B I L A N P E R T A N Y A A N Y A N G T E R S I S A H A S I L “ T I D A K T E R B U K T I ” B I S A B E R A R T I D U A H A L 9 Batas riset ini Risetinihanya mengamatiempat bank selama enam tahun. Untuk ukuran penelitian statistik, itu tergolong sedikit. A B Memang tidak ada hubungan antara laporan hijau dan nilai bank. Hubungannya ada, tetapi datanya terlalu sedikit untuk menangkapnya. Kami memilih jujur menyebut kemungkinan kedua sama besarnya dengan yang pertama. Riset berikutnya bisa memperluas jangkauan, misalnya dengan memasukkan unit usaha syariah milik bank konvensional, atau memperpanjang periode pengamatan. Pada titik mana sebenarnya pasar mulai benar-benar menghargai langkah hijau perbankan syariah?
Penutup P E N U T U P INSTAGRAM TIM BOOKLET DIGITAL 10 Niat baik tidak selalu langsung dihargai. Tetapi itu bukan alasan untuk berhenti. Bank Umum Syariah di Indonesia sudah menunjukkan komitmen yang cukup tinggi. Laporannya makin lengkap, kegiatannya makin beragam. Yang belum tersambung adalah cara pasar membaca semua itu. Sebuah bank bisa memilih untuk menjaga bumi. Ia tidak bisa memilih bagaimana pasar menilainya. Dan mungkin di situlah pekerjaan rumah kita bersama: bukan menunggu pasar berubah dengan sendirinya, melainkan memperbaiki cara nilai itu dihitung, dilaporkan, dan dipahami. [ Ganti kotak gelap ini dengan QR code milik tim ]
Tim Peneliti [ Ganti lingkaran hijau muda dengan foto tiap anggota, dan tambahkan satu kalimat kesan di bawah namanya bila ruangnya cukup. ] 11 D I B A L I K R I S E T I N I Tim peneliti Tri Prabowo Anggota · Politeknik Negeri Cilacap Pristia Ningsih Anggota · Politeknik Negeri Cilacap Olivia Chynthia Anggota · PoliteknikNegeri Cilacap Satria Dermawan Athila Putra Hermawan Sasongko Adi Priyanto, S.E., M.Ak. Anggota · PoliteknikNegeriCilacap KetuaTim · Politeknik Negeri Cilacap DosenPendamping · PoliteknikNegeriCilacap
K A L A U A D A K A T A Y A N G A S I N G Glosarium Green banking — Cara bank menjalankan usaha sambil memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan, baik di kantornya sendiri maupun pada usaha yang dibiayainya. BankUmumSyariah —Bank yang seluruh kegiatan usahanya dijalankan menurut prinsip syariah. GBDI — Ukuran seberapa lengkap sebuah bank melaporkan kegiatan lingkungannya, dihitung dari 21 hal yang diperiksa. ROA — Ukuran seberapa besar laba yang dihasilkan bank dari seluruh asetnya. Makin tinggi, makin menguntungkan. FGD — Diskusi terarah bersama beberapa ahli untuk menggali pandangan mereka atas suatu persoalan. Tidak terbukti — Istilah statistik yang berarti bukti yang ada belum cukup kuat untuk memastikan suatu hubungan. Bukan berarti hubungannya tidak ada. Pasar modal syariah — Bagian dari bursa saham yang memperdagangkan saham perusahaan yang memenuhi kriteria Maqashid syariah — Tujuan-tujuan utama syariah, termasuk menjaga kehidupan dan menjaga keturunan, yang menjadi dasar nilai dalam ekonomi syariah. Laporan keberlanjutan — Laporan tahunan berisi kegiatan sosial dan lingkungan sebuah perusahaan. Sejak 2017, bank di Indonesia wajib menerbitkannya. Tobinʼs Q — Ukuran yang membandingkan harga sebuah perusahaan di mata pasar dengan nilai asetnya di pembukuan. Di atas satu berarti pasar menghargainya lebih mahal daripada asetnya.