ilide.info 08052025 bpmp jateng penguatan karakter 7kaih pr 42f4e5f0a15d5c6ccde11c13ea22c0db

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen K E M E N T E R I A N P E N D I D I K A N D A S A R D A N M E N E N G A H Mei 2025 1 Penguatan Karakter Melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah#CerdasBerkarakter | @cerdasberkarakter.kemdikdasmen | cerdasberkarakter.kemdikbud.go.id

Regulasi yang terkait Penguatan Pendidikan Karakter Permendikbud No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti Penumbuhan budi pekerti bertujuan untuk menumbuhkembangkan kebiasaan yang baik sebagai bentuk pendidikan karakter sejak di keluarga, sekolah, dan Masyarakat. Permendikbud No. 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal Penguatan Pendidikan Karakter bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran dengan mengoptimalkan fungsi kemitraan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan Seluruh warga satuan pendidikan (guru, murid, tenaga kependidikan, dan warga satuan pendidikan) berhak mendapat perlindungan dari kekerasan. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3: Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pasal 4: menegaskan bahwa pendidikan harus diselenggarakan secara demokratis, adil, dan tidak diskriminatif. Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olahraga. Permendikdasmen No. 1 Tahun 2024 – Pasal 347 Fungsi Pusat Penguatan Karakter: (1) Penyusunan Kebijakan Teknis di Bidang Penguatan Karakter; (2) Pelaksanaan Penguatan Karakter; (3) Koordinasi dan Fasilitasi Pelaksanaan Penguatan Karakter; (4) Pemantauan, Analisis, Evaluasi, dan Pelaporan di Bidang Penguatan Karakter; dan (5) Pelaksanaan Urusan Ketatausahaan Pusat. Penguatan pendidikan karakter, pencegahan kekerasan di satuan pendidikan, mewujudkan keluarga yang berkualitas, kesetaraan gender, serta masyarakat yang inklusif merupakan misi transformasi sosial untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. UU No. 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025-2045 Pembukaan UUD 1945 …untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa… Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (1) setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan Pasal 31 ayat (3) …meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,... 2Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 2

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Asta Cita 1: Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia (HAM) ● Mengembangkan wawasan kebangsaan Indonesia sebagai masyarakat plural melalui praktik pembelajaran multikulturalisme. ● Mengembangkan aplikasi teknologi informasi yang mempererat kohesivitas sosial dan menjadikan Pancasila menjadi semakin relevan di kalangan kaum muda (life style). ● Memastikan setiap kebijakan bersifat inklusif, berperspektif gender, serta memprioritaskan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. ● Memprioritaskan pembuatan undang-undang yang terkait dengan perlindungan perempuan dan anak serta memperkuat penegakan hukum. ● Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dengan melaksanakan program pengembangan budi pekerti sejak dini. ● Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan delapan karakter utama bangsa seperti religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri dan bermanfaat. ● Meningkatkan kualitas sistem pendidikan di seluruh Indonesia yang salah satunya menitikberatkan luaran individu individu yang kreatif dan inovatif serta berkualifikasi global. ● Memperluas program-program perlindungan kelompok difabel dari berbagai macam bentuk stereotype, pelecehan, kekerasan, dan perlakuan yang tidak semestinya di masyarakat. ● Memperkuat program edukasi anti-korupsi bagi generasi muda, serta bekerja sama dengan swasta untuk menguatkan sinergi gerakan anti-korupsi di sektor swasta dan publik. ● Mereaktualisasi dan menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal bagi generasi saat ini dalam aktivitas pendidikan dan pengajaran, baik yang bersifat formal maupun non-formal. Asta Cita 7: Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba Asta Cita 8: Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya, peningkatan toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur Asta Cita 4: Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas 3

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Penanaman pendidikan karakter tidak harus melalui berbagai macam teori, membangun pembiasaan, yang dengan pembiasaan itu akan terbangun kebiasaan, dari kebiasaan terbentuk kepribadian, dari kepribadian terbangun peradaban. Generasi Indonesia hebat, seharusnya menjadi generasi yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan, tetapi generasi yang menentukan perubahan, generasi yang memiliki visi jauh ke depan untuk memajukan bangsa dan negara. “ ” “ ” Prof. Abdul Mu’ti, M.Ed. Mendikdasmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 4 “

5 Strategi Penguatan Pendidikan Karakter melalui Program dan Kebijakan Menggerakkan penguatan pendidikan karakter secara kultural dengan meningkatkan peran tripusat pendidikan menjadi catur pusat pendidikan Optimalisasi peran UPT Kemendikdasmen dalam penguatan Komitmen pemda untuk implementasi program penguatan karakter Tripusat Pendidikan (satuan pendidikan, keluarga, masyarakat) Meningkatkan pemanfaatan media: pelaksanaan bimtek/sosialisasi/advokasi/rapat melalui webinar, talkshow, sosial media, dan e-learning melalui Rumah Pendidikan Catur Pusat Pendidikan Sesuai perkembangan teknologi, media berperan penting dalam penguatan pendidikan karakter. Strategi Pendukung Mendorong satuan pendidikan untuk mengembangkan program penguatan karakter berbasis budaya dan kearifan lokal Penguatan pola asuh positif dan pelibatan masyarakat untuk tumbuh kembang anak Sinergitas dengan Kementerian/Lembaga, Jaringan Masyarakat Sipil (JMS), Organisasi Mitra, Organisasi Masyarakat, Organisasi Keagamaan, dan komunitas penguatan karakter lainnya. Keluarga Satuan Pendidikan Media Masyarakat Media 5Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 5

Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan

Permasalahan dan Tantangan Penguatan Karakter di Indonesia Generasi Stroberi/Instan adalah generasi muda yang memiliki karakteristik seperti kreativitas dan nilai estetika tinggi, tetapi dianggap kurang tangguh menghadapi tantangan atau tekanan Obesitas, prevalensi obesitas pada remaja usia 13-15 tahun meningkat pesat, mencapai sekitar 21,8% pada 2018, dibandingkan dengan 10,5% pada 2007 Globalisasi dan Budaya Asing, Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya dan nilai-nilai luhur, menghadapi ancaman yang dapat menggerus identitas dan karakter bangsanya. Ancaman ini datang dari berbagai sisi, mulai dari pengaruh budaya asing hingga permasalahan internal yang melibatkan moral, pendidikan, dan sosial. Krisis Moral dan Etika, menjadi ancaman serius bagi penguatan karakter bangsa disebabkan berkurangnya pemahaman dan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari Kemiskinan, Ketimpangan Sosial, dan Keteladanan tidak terpenuhi memicu konflik dan perpecahan, memperparah kondisi karakter bangsa yang seharusnya dibangun di atas fondasi persatuan dan keadilan. Judi Online, November 2024, 960 ribu pelajar dan mahasiswa di Indonesia telah terjerat dalam praktik judi online Pornografi, sekitar 66% anak-anak di Indonesia telah terpapar konten pornografi daring, 34,5% anak laki-laki dan 25% anak perempuan terlibat langsung dalam aktivitas seksual terkait pornografi. 39% anak pernah mengirimkan foto terkait aktivitas seksual melalui media daring. Narkoba, 2021, sekitar 4,8 juta orang Indonesia, yang termasuk dalam kelompok usia 15 hingga 65 tahun, pernah menggunakan narkoba. Di antara mereka, sekitar 312.000 remaja terpapar narkoba Kecanduan Gadget, sekitar 31,4% remaja di Jakarta mengalami kecanduan internet, 7 dari 10 remaja putri kecanduan media sosial, 9 dari 10 remaja putra kecanduan game online Gangguan Mental, sekitar 1 dari 3 remaja mengalami masalah kesehatan mental, dan 15,5 juta remaja diperkirakan mengalami gangguan mental dalam satu tahun terakhir, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan ADHD 1 3 5 7 2 4 6 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 7

Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Pertemuan Pagi Ceria Gerakan Kepanduan dan Ekstrakurikuler Lainnya1. Bangun Pagi 2. Beribadah 3. Berolahraga 4. Makan Sehat dan Bergizi 5. Gemar Belajar 6. Bermasyarakat 7. Tidur Cepat 1. Melaksanakan Senam Pagi Anak Indonesia Hebat 2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3. Berdoa sesuai keyakinan 1. Krida 2. Karya Ilmiah 3. Latihan olah bakat dan olah minat 4. Keagamaan 5. Bentuk lainnya. Salah satu upaya memperkuat pembangunan SDM adalah melalui penguatan pendidikan karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan, yakni: Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), Pertemuan Pagi Ceria, dan Gerakan Kepanduan dan Ekstrakurikuler lainnya. Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 8

Generasi Emas Indonesia (Sehat, Cerdas, Berkarakter) Kelemahan/Tantangan Perkembangan Teknologi Generasi Instan Penurunan Karakter Peserta Didik Kejahatan/Kekerasan dalam dunia pendidikan Menurunnya pemahaman terhadap budaya lokal Sehat Fisik, Mental Cerdas dan Kreatif Peduli dan Tanggung Jawab Sosial Bangun Pagi Berolahraga Makan Sehat dan Bergizi Gemar Belajar Bermasyarakat 1 3 Tidur Cepat Problematika Kesehatan Fisik dan Psikis (Judi Online, Obesitas, Adiktif Gawai, Kesehatan Mental, Pornografi, Narkoba) Urgensi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 9 Solusi Implementasi Capaian 1 2 3 4 5 6 Beribadah

Melalui Pembiasaan Gerakan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif pada anak-anak Indonesia sejak dini. Mendukung penguatan karakter utama bangsa dan mendukung tercapainya delapan dimensi profil lulusan. Bangun pagi Berolahraga Gemar Belajar Beribadah Makan Sehat dan Bergizi Bermasyarakat Tidur Cepat 2 3 4 5 6 7 Sekolah Keluarga Masyarakat Media Melalui Pelibatan Catur Pusat Pendidikan Dengan Metode Pembiasaan yang Penuh Kesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 1 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 10

Proses Pembentukan Karakter (Kepribadian) KONSISTENSI dalam usaha kecil sekalipun akan membuahkan hasil besar. Setiap perubahan yang terjadi itu diawali dengan langkah kecil yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan sehingga menghasilkan manfaat dan dampak yang dapat dirasakan baik secara personal maupun lebih luas lagi. KOLABORASI satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, media, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mengambil peran aktif dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak-anak Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 11

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Mengapa Kebiasaan? Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 12 Agama dan kepercayaan: Kebiasaan menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Kebiasaan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan kepercayaan bukan sekadar rutinitas, tetapi juga panduan hidup yang didasarkan pada keyakinan. Perspektif psikologi: Kebiasaan terbentuk dari pola yang berulang di dalam otak. Konsep lingkaran kebiasaan (habit loop), yang terdiri dari tiga elemen utama: cue (pemicu), routine (rutinitas), dan reward (hadiah). (The Power of Habit - Charles Duhigg) Perspektif sosiologi: Kebiasaan seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Kebiasaan terbentuk melalui norma, etika, dan nilai-nilai yang berlaku di komunitas tertentu, tidak hanya sekadar sesuatu yang dilakukan berulang kali, tetapi juga merupakan hasil dari pembelajaran sosial yang membentuk cara berpikir dan bertindak seseorang. (Konsep Habitus Pierre Bourdieu) Neuroscience: Kebiasaan berkaitan erat dengan ganglia basalis, bagian otak yang mengatur pola perilaku otomatis. Semakin sering suatu tindakan dilakukan, semakin kuat jalur saraf yang mendukung kebiasaan itu, sehingga kebiasaan menjadi lebih melekat dan sulit dihilangkan.

13 Catur Pusat Pendidikan • Media Konvensional • Media Online/Sosial • Orang Tua/Wali Murid • Komite Sekolah • Komunitas Orang Tua • Jalur Pendidikan Formal, Nonformal, dan Informal • Intra-Ko- Ekstra Kurikuler Satuan Pendidikan Keluarga MasyarakatMedia KELUARGA sebagai lingkungan pertama dan utama, teladan orang tua, penanaman nilai-nilai dan interaksi SATUAN PENDIDIKAN untuk pembelajaran formal, sosialisasi, nilai moral, dan pengembangan minat bakat. MASYARAKAT sebagai lingkungan yang lebih luas, penanaman nilai sosial, peran model dan pengalaman langsung MEDIA sebagai sumber informasi, sosialisasi, edukasi dan penyebaran dan pembentukan nilai dan karakter. • Jaringan Masyarakat Sipil • DUDI • Tokoh Masyarakat • Tokoh Agama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 13

Daftar Panduan 1. Sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah 2. Kata Pengantar Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen 3. Tahapan Penggunaan Panduan 4. Mengapa Kebiasaan? 5. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat 6. Hal Penting Yang Perlu Diketahui 7. Pemantauan dan Evaluasi 8. Lampiran 5.1. Definisi 5.2. Pentingnya Kebiasaan ....... 5.3. Manfaat Kebiasaan ...... 5.4. Cara Penerapan Kebiasaan ……. 5.5. Peran Guru 5.6. Peran Satuan Pendidikan 5.1. Definisi 5.2. Pentingnya Kebiasaan ....... 5.3. Manfaat Kebiasaan ...... 5.4. Cara Penerapan Kebiasaan ……. 5.5. Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Panduan untuk Guru dan Satuan Pendidikan Panduan untuk Orang Tua bit.ly/Panduan-7KAIH Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 14 5. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

● Materi Edukasi (lagu-lagu, video senam, video pendek inspiratif) ● Kebutuhan Tidur Sesuai Usia ● Fase dalam Tidur ● Tips agar Tidur Lebih Berkualitas Hal Penting yang Perlu Diketahui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 15

Melaksanakan senam pagi Anak Indonesia Hebat minimal dua kali dalam seminggu untuk membangkitkan semangat dan meningkatkan kebugaran fisik agar peserta didik siap belajar dengan energi positif; Menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk cinta tanah air, menumbuhkan rasa kebangsaan, dan mempererat persatuan antar peserta didik; Berdoa bersama sesuai keyakinan masing- masing untuk bersyukur, memohon kelancaran pembelajaran, dan memperkuat nilai spiritual dan toleransi antar peserta didik. 16 Pertemuan Pagi Ceria Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 16 video Senam Anak Indonesia Hebat

misalnya: pramuka dan kepanduan lainnya, Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS), Palang Merah Remaja (PMR), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), dan lainnya; Gerakan Kepanduan dan Ekstrakurikuler Penguatan Karakter misalnya: Kegiatan Ilmiah Remaja (KIR), kegiatan penguasaan keilmuan dan kemampuan akademik, penelitian, dan lainnya; misalnya: pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, pecinta alam, jurnalistik, teater, teknologi informasi dan komunikasi, rekayasa, dan lainnya; misalnya: pesantren kilat, ceramah keagamaan, retret, membaca dan/atau menulis kitab suci (Al- Quran, Injil, Weda, Tripitaka, dan Si-Shu), dan buku-buku keagamaan, dan lainnya; dan bentuk kegiatan lainnya. Krida Karya ilmiah Latihan olah-bakat atau latihan olah-minat, Keagamaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 17

Gubernur dan Bupati/Wali Kota melalui Perangkat Daerah bidang Pendidikan bersinergi dan berkoordinasi untuk: SEB Mendikdasmen, Mendagri, dan Menag No. 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan Gerakan ini menjadi milik bersama melalui kampanye publik, berjalan secara kultural, dan membuka peluang kolaborasi berkelanjutan lintas sektor, dari sekolah, keluarga, komunitas masyarakat, hingga media. Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui Kampanye Publik 1 2 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 18 Melakukan publikasi terhadap implementasi nilai-nilai pendidikan karakter. Pelaksanaan program kolaboratif dan gerakan kampanye publik yang terencana.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 19 Pengembangan Dasbor Penguatan Karakter Kategori implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menunjukkan berapa persen siswa yang sudah menerapkan kebiasaan Skor Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menunjukkan skor kualitas penerapan dengan skala 1 s.d. 5 Konsistensi Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menunjukkan seberapa tinggi konsistensi penerapan setiap harinya. *Data yang disajikan adalah simulasi berdasarkan uji coba terbatas awal

Konten-Konten Penguatan Karakter Pentingnya media penguatan karakter yang membentuk kesadaran, bermakna, dan menggembirakan Lagu-lagu, video panduan, konten edukatif, infografis/poster, modul, gelar wicara Praktik Baik. Lagu anak dan konten edukatif lainnya bukan hanya hiburan, tapi juga sarana belajar yang menyenangkan untuk menanamkan nilai positif, melatih bahasa, sosial, dan daya ingat.” - Mendikdasmen, Abdul Mu’ti Senam Anak Indonesia Hebat telah disaksikan 80 juta penayangan lebih diberbagai kanal, menjadi video edukatif paling banyak ditonton yang pernah diproduksi oleh Kemendikdasmen “ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah 20

Album Lagu 7 KAIH Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Daftar Putar Album Lagu 7 KAIH Tautan: bit.ly/album7kaih

TERIMA KASIH CERDASBERKARAKTER.KEMDIKBUD.GO.ID CERDASBERKARAKTER KEMDIKBUD RI CERDASBERKARAKTERCERDASBERKARAKTER.KEMDIKDASMEN