KELAS 11 SMA SMK BUKU PENGAYAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SEMESTER 1

View KELAS 11 SMA SMK BUKU PENGAYAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SEMESTER 1 flipbook.

1

2 PRAKATA Bismillāhirraḥmānirraḥīm Puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Kelas XI Semester 1 ini dapat diselesaikan dengan baik. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti ajaran beliau hingga akhir zaman. Buku pengayaan ini disusun sebagai bahan pendamping pembelajaran yang mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) Nomor 020 Tahun 2026 serta mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kehadirannya diharapkan dapat membantu peserta didik memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan literasi Al-Qur'an, serta membentuk karakter yang beriman, bertakwa kepada Allah Swt., dan berakhlak mulia. Materi dalam buku ini disajikan secara sistematis, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Setiap bab tidak hanya memuat pengetahuan, tetapi juga aktivitas pembelajaran, refleksi, studi kasus, penguatan karakter, serta latihan yang mendorong peserta didik untuk menghubungkan konsep keislaman dengan realitas kehidupan. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada aspek kognitif, tetapi berkembang menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan aplikatif. Pada Semester 1, buku ini membahas lima tema utama, yaitu: 1. Berpikir Kritis dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis, melalui pembelajaran membaca, menulis, menghafal, memahami, dan merefleksikan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 dengan menerapkan hukum tajwid Mad Lāzim dan Mad Ṣilah, serta mengkaji hadis Rasulullah saw. tentang pentingnya berpikir kritis sebagai bagian dari karakter seorang muslim. 2. Menguatkan Syu'abul Īmān dalam Kehidupan, yang mengajak peserta didik menghayati cabang-cabang iman melalui sikap memenuhi janji, mensyukuri nikmat Allah Swt., memelihara lisan, serta menjaga kehormatan sesama dengan menutup aib orang lain sebagai wujud keimanan yang nyata. 3. Membangun Karakter Mulia dengan Menghindari Penyakit Sosial, yang membahas bahaya perundungan ( bullying), perkelahian, dan perjudian beserta dampaknya terhadap individu, keluarga, dan

3 masyarakat, sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam sebagai solusi dalam membangun kehidupan yang damai, aman, dan bermartabat. 4. Khotbah, Tabligh, dan Dakwah yang Santun dan Damai, yang menguraikan pengertian, dasar hukum, ketentuan, tujuan, etika, serta implementasi dakwah Islam yang bijaksana, moderat, dan relevan dengan perkembangan teknologi informasi serta kehidupan masyarakat yang majemuk. 5. Peran Tokoh Ulama Indonesia dalam Perkembangan Peradaban Islam Sebelum Abad ke-19, yang mengangkat perjuangan para ulama Nusantara dalam menyebarkan ajaran Islam melalui pendidikan, perdagangan, budaya, dan keteladanan, sehingga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai ilmu, menjaga persatuan, dan melestarikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'ālamīn. Setiap bab dilengkapi dengan ayat Al-Qur'an, hadis, penjelasan materi, ilustrasi kontekstual, aktivitas pembelajaran, refleksi, penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Pelajar Rahmatan lil 'Ālamīn, rangkuman, latihan, asesmen formatif, serta asesmen sumatif. Penyajian tersebut diharapkan mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi ( Higher Order Thinking Skills/HOTS), kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kemampuan memecahkan masalah yang dibutuhkan pada abad ke-21. Penulis menyadari bahwa buku ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan pada edisi berikutnya. Semoga buku pengayaan ini memberikan manfaat bagi peserta didik, guru, orang tua, serta seluruh pemerhati pendidikan dalam mewujudkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang bermutu, inspiratif, dan berkarakter. Akhirnya, semoga setiap ikhtiar dalam menyusun dan memanfaatkan buku ini menjadi amal jariyah yang diridai Allah Swt. serta memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muslim yang beriman, bertakwa, berilmu, berakhlak mulia, berpikir kritis, mencintai perdamaian, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kabupaten Solok, 2026 Penulis Nofri Sumantri, S.Ag., S.Pd.I., Gr.

4 BAB I BERPIKIR KRITIS DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADIS (Bagian 1)"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal." (QS. Āli 'Imrān: 190) A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu membaca, menulis, dan menghafal QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 dengan benar sesuai kaidah tajwid, khususnya hukum bacaan Mad Lāzim dan Mad Ṣilah. Peserta didik juga mampu memahami kandungan ayat dan hadis Rasulullah saw. tentang pentingnya berpikir kritis, melakukan refleksi terhadap kebesaran Allah Swt. melalui fenomena alam, serta menerapkan sikap berpikir logis, ilmiah, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud keimanan kepada Allah Swt. B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu: 1. Membaca QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 sesuai kaidah tajwid. 2. Menulis ayat Al-Qur'an dengan benar. 3. Menghafalkan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191. 4. Menjelaskan hukum bacaan Mad Lāzim dan Mad Ṣilah pada ayat tersebut. 5. Memahami kandungan ayat tentang berpikir kritis. 6. Menjelaskan hadis Rasulullah saw. yang mendorong umat Islam berpikir, meneliti, dan mengambil pelajaran. 7. Menunjukkan sikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam menyikapi berbagai persoalan. 8. Menghubungkan nilai-nilai Al-Qur'an dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 9. Menumbuhkan kebiasaan bertafakur terhadap ciptaan Allah Swt. 10. Mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

5 C. PETA KONSEP D. APERSEPSI Pernahkah kalian memandang langit pada malam hari yang dipenuhi bintang? Pernahkah kalian menyaksikan matahari terbit, hujan turun, ombak bergulung, atau pepohonan tumbuh dengan indah? Semua peristiwa tersebut tampak biasa karena kita melihatnya setiap hari. Namun, bagi orang yang beriman, setiap ciptaan Allah Swt. menyimpan pelajaran yang sangat besar. Islam mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya rajin beribadah, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir, merenung ( tafakur), mengkaji, dan Berpikir Kritis Menurut Islam QS. Āli 'Imrān Ayat 190–191 Membaca – Menulis – Menghafal Tajwid • Mad Lāzim • Mad Ṣilah Memahami Kandungan Ayat Hadis tentang Berpikir Kritis Refleksi Kehidupan Pengamalan dalam Kehidupan Sehari-hari

6 mengambil hikmah dari setiap kejadian. Al-Qur'an berkali-kali mengajak manusia menggunakan akal untuk memahami tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Dengan berpikir kritis, manusia dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, mengambil keputusan secara bijaksana, serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Di era digital saat ini, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting. Informasi yang beredar sangat banyak dan tidak semuanya benar. Oleh karena itu, peserta didik harus mampu menyaring informasi, melakukan tabayun (klarifikasi), serta menjadikan Al-Qur'an dan hadis sebagai pedoman dalam berpikir dan bertindak. E. TADABBUR Perhatikan lingkungan di sekitar kalian! • Mengapa matahari selalu terbit dari timur? • Mengapa bumi dapat dihuni oleh manusia? • Mengapa pergantian siang dan malam berlangsung dengan teratur? • Mengapa tubuh manusia dapat bekerja dengan sangat sempurna? • Mengapa tumbuhan mampu menghasilkan oksigen yang dibutuhkan makhluk hidup? Semua pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa alam semesta bekerja dengan sistem yang sangat teratur. Tidak mungkin semua itu terjadi secara kebetulan. Keteraturan alam merupakan bukti nyata kekuasaan Allah Swt. Orang yang menggunakan akalnya akan semakin yakin bahwa seluruh ciptaan memiliki tujuan dan hikmah. Allah Swt. memuji orang-orang yang tidak hanya melihat fenomena alam, tetapi juga merenungkannya sehingga semakin bertambah keimanannya. F. MEMBACA, MENULIS, DAN MENGHAFAL QS. ĀLI 'IMRĀN : 190–191 Teks Al-Qur'an QS. Āli 'Imrān Ayat 190ِ ْلَْْلَْاب ِلِ ا ْلُِو ٍ ِ َلَيَات َِلَف ِ اللَّيْل ِ وَانلَّهَار َّ ِفِ خَلْق ِ السَّمَاوَات ِ وَا ْلَْرْض ِ وَاخْت إِن QS. Āli 'Imrān Ayat 191ِ َ ِفِ خَلْق ِ السَّمَاوَات ِ وَا ْلَْرْض َلَعََٰ جُنُوبِهِم ْ وَيَتَفَكَّرُون َّللََّ قِيَامًا وَقُعُودًا و ا َّلَِّين َ يَذْكُرُون َ اِ رَبَّنَا مَا َِلً سُبْحَانَك َ فَقِنَا عَذَاب َ انلَّار خَلَقْت َ هَٰذَا بَاط

7 G. TERJEMAH AYAT QS. Āli 'Imrān Ayat 190"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal." QS. Āli 'Imrān Ayat 191"Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.'" H. AKTIVITAS PEMBELAJARAN Setelah membaca ayat di atas, lakukan kegiatan berikut bersama kelompokmu: 1. Bacalah QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 secara bergantian sesuai kaidah tajwid. 2. Salin ayat tersebut ke dalam buku latihan dengan tulisan Arab yang benar dan rapi. 3. Hafalkan kedua ayat secara bertahap hingga lancar. 4. Diskusikan makna kata ََ ََيَتَفَكَّرُون( berpikir/merenung) dan kaitannya dengan kehidupan pelajar. 5. Tuliskan tiga contoh kebesaran Allah Swt. yang dapat kalian amati di lingkungan sekitar. I. REFLEKSI AWAL Sebelum mempelajari materi lebih lanjut, renungkan pertanyaan berikut. • Apakah saya sudah membaca Al-Qur'an setiap hari? • Apakah saya pernah merenungkan kebesaran Allah ketika melihat alam? • Apakah saya menggunakan akal untuk mencari kebenaran sebelum mempercayai suatu informasi? • Apakah saya selalu memeriksa kebenaran berita sebelum menyebarkannya? • Bagaimana saya dapat meningkatkan kebiasaan berpikir kritis sesuai tuntunan Al-Qur'an? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi bekal untuk memahami materi pada bagian berikutnya mengenai tajwid Mad Lāzim dan

8 Mad Ṣilah, kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191, serta hadis Rasulullah saw. tentang pentingnya berpikir kritis. (Bagian 2) J. MEMAHAMI ILMU TAJWID PADA QS. ĀLI 'IMRĀN AYAT 190–191 Al-Qur'an merupakan firman Allah Swt. yang harus dibaca dengan benar sesuai kaidah yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Membaca Al-Qur'an dengan baik tidak hanya menjadikan bacaan lebih indah, tetapi juga menjaga makna ayat agar tidak berubah. Oleh karena itu, setiap muslim berkewajiban mempelajari ilmu tajwid. Pada QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 terdapat beberapa hukum bacaan tajwid, khususnya Mad Lāzim dan Mad Ṣilah, yang menjadi fokus pembelajaran dalam bab ini. A. PENGERTIAN ILMU TAJWID Secara bahasa, tajwid berarti membaguskan atau membuat sesuatu menjadi lebih baik. Secara istilah, ilmu tajwid adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-Qur'an sesuai dengan makhraj huruf, sifat huruf, panjang pendek bacaan ( mad), hukum nun sukun, mim sukun, waqaf, ibtida', dan berbagai hukum bacaan lainnya sehingga sesuai dengan bacaan Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya kepada orang lain. Oleh sebab itu, mempelajari tajwid merupakan bentuk penghormatan terhadap firman Allah Swt. B. TUJUAN MEMPELAJARI TAJWID Mempelajari ilmu tajwid memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: 1. Membaca Al-Qur'an sesuai tuntunan Rasulullah saw. 2. Menjaga kemurnian bacaan Al-Qur'an. 3. Menghindari kesalahan dalam pengucapan huruf. 4. Menghindari perubahan makna ayat akibat kesalahan membaca. 5. Menambah kekhusyukan ketika membaca Al-Qur'an. 6. Menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur'an.

9 C. PENGERTIAN MAD Mad berarti memanjangkan suara ketika membaca huruf tertentu. Huruf-huruf mad terdiri atas: • ا (Alif) • و (Wawu sukun) • ي (Ya sukun) Panjang bacaan mad berbeda-beda sesuai dengan jenis hukumnya. D. MAD LĀZIM 1. Pengertian Mad Lāzim adalah bacaan mad yang harus dipanjangkan enam harakat karena setelah huruf mad terdapat huruf yang bersukun asli ( sukun lāzim). Mad Lāzim termasuk salah satu hukum mad yang paling panjang dalam membaca Al-Qur'an. 2. Ciri-ciri Mad Lāzim Mad Lāzim terjadi apabila: • terdapat huruf mad, • kemudian diikuti huruf yang memiliki sukun asli, • panjang bacaannya 6 harakat. 3. Macam-Macam Mad Lāzim Mad Lāzim terdiri atas empat macam: a. Mad Lāzim Kalimi Muthaqqal Terjadi apabila huruf mad bertemu huruf bertasydid dalam satu kata. Contoh: ََ الضَّالِّين b. Mad Lāzim Kalimi Mukhaffaf Terjadi apabila huruf mad bertemu huruf bersukun asli tanpa tasydid. Jenis ini sangat sedikit ditemukan dalam Al-Qur'an. c. Mad Lāzim Harfi Muthaqqal Terjadi pada awal surat yang diawali huruf-huruf muqatta'ah yang dibaca panjang dan diikuti tasydid.

10 d. Mad Lāzim Harfi Mukhaffaf Terjadi pada huruf muqatta'ah yang dibaca panjang enam harakat tanpa tasydid. E. MAD ṢILAH Mad Ṣilah adalah mad yang terjadi pada Hā' Ḍamīr (َهـ ), yaitu huruf ha yang menunjukkan kata ganti orang ketiga tunggal. Mad Ṣilah terbagi menjadi dua. 1. Mad Ṣilah Qaṣīrah Terjadi apabila Hā' Ḍamīr berada di antara dua huruf berharakat dan setelahnya tidak terdapat hamzah. Panjang bacaan: 2 harakat 2. Mad Ṣilah Ṭawīlah Terjadi apabila Hā' Ḍamīr diikuti huruf hamzah. Panjang bacaan: 4–5 harakat F. CONTOH MAD PADA QS. ĀLI 'IMRĀN AYAT 190–191 Ketika membaca QS. Āli 'Imrān ayat 190–191, peserta didik perlu memperhatikan: • bacaan mad yang dipanjangkan, • tempat berhenti ( waqaf), • panjang pendek bacaan, • makhraj setiap huruf. Guru dapat membimbing peserta didik untuk mengidentifikasi setiap hukum tajwid yang terdapat pada ayat tersebut secara bertahap. G. LANGKAH-LANGKAH MEMBACA AYAT DENGAN BENAR Untuk membaca QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 secara baik, lakukan langkah berikut. 1.Membaca perlahan ( tartil). 2.Memperhatikan makhraj huruf. 3.Memperhatikan sifat huruf. 4.Menerapkan seluruh hukum tajwid. 5.Memperhatikan panjang pendek bacaan.

11 6.Berhenti pada tempat waqaf yang benar. 7.Mengulang bacaan hingga lancar. H. KOSAKATA PENTING Bahasa Arab Arti خلق Penciptaan السموات Langit اْلرض Bumi الليل Malam انلهار Siang أو ِل اْلْلاب Orang-orang yang berakal يتفكرون Berpikir, merenungkan يذكرون Mengingat Allah سبحانك Mahasuci Engkau انلار Neraka I. PENTINGNYA BERPIKIR KRITIS DALAM ISLAM Islam merupakan agama yang sangat menghargai ilmu pengetahuan. Banyak ayat Al-Qur'an yang mengajak manusia menggunakan akal untuk memperhatikan alam semesta. Berpikir kritis dalam Islam bukan berarti meragukan ajaran agama, melainkan menggunakan akal untuk memahami kebesaran Allah Swt., mencari kebenaran berdasarkan dalil, serta mengambil keputusan secara bijaksana. Seorang muslim yang berpikir kritis akan: • memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayainya, • tidak mudah terprovokasi berita bohong, • mampu membedakan fakta dan opini, • menggunakan ilmu untuk kemaslahatan,

12 • selalu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan keimanan kepada Allah Swt. J. AKTIVITAS PEMBELAJARAN (DEEP LEARNING) Aktivitas Individu 1. Bacalah QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 sebanyak lima kali dengan memperhatikan tajwid. 2. Tandailah bacaan mad yang kalian temukan. 3. Hafalkan ayat tersebut secara bertahap. 4. Tuliskan arti setiap kosakata penting. Aktivitas Kelompok Diskusikan pertanyaan berikut. 1. Mengapa Al-Qur'an memerintahkan manusia untuk berpikir? 2. Apa hubungan antara ilmu pengetahuan dan keimanan? 3. Mengapa seorang muslim harus mempelajari tajwid sebelum membaca Al-Qur'an? 4. Bagaimana cara menerapkan berpikir kritis ketika menerima informasi dari media sosial? Presentasikan hasil diskusi di depan kelas. K. HIKMAH MEMPELAJARI TAJWID DAN BERPIKIR KRITIS Setelah mempelajari bagian ini, peserta didik diharapkan memahami bahwa membaca Al-Qur'an dengan benar merupakan bentuk penghormatan kepada firman Allah Swt. Selain itu, Islam mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang cerdas, berpikir logis, mampu menganalisis setiap persoalan secara objektif, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik akan memperkuat keimanan, sedangkan kemampuan berpikir kritis akan membantu seorang muslim menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan nilai-nilai Islam.

13 Bagian 3 MEMAHAMI KANDUNGAN QS. ĀLI 'IMRĀN AYAT 190–191 TENTANG BERPIKIR KRITIS A. MEMAHAMI MAKNA QS. ĀLI 'IMRĀN AYAT 190–191 QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 merupakan salah satu ayat yang sangat penting dalam Al-Qur'an karena mengajarkan manusia untuk menggunakan akal pikiran dalam memahami tanda-tanda kebesaran Allah Swt. Kedua ayat ini menghubungkan antara keimanan, ilmu pengetahuan, dan aktivitas berpikir (tafakur). Seorang muslim tidak hanya diperintahkan untuk beribadah, tetapi juga untuk mengamati, meneliti, menganalisis, dan mengambil hikmah dari seluruh ciptaan Allah Swt. Pada ayat ke-190, Allah Swt. menegaskan bahwa penciptaan langit dan bumi serta pergantian siang dan malam merupakan ayat-ayat kauniyah, yaitu tanda-tanda kekuasaan Allah yang dapat diamati melalui alam semesta. Semua fenomena tersebut mengandung pelajaran bagi ulul albab, yaitu orang-orang yang menggunakan akalnya secara benar. Ayat ke-191 menjelaskan ciri-ciri ulul albab. Mereka senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan—berdiri, duduk, maupun berbaring—serta merenungkan penciptaan langit dan bumi hingga menyimpulkan bahwa seluruh ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia. Kesimpulan tersebut melahirkan rasa syukur, ketakwaan, dan doa agar dijauhkan dari azab neraka. B. SIAPAKAH ULUL ALBAB? Istilah Ulul Albab berasal dari kata: • Ulū = orang-orang yang memiliki. • Al-Albāb = akal yang bersih, jernih, dan sehat. Dengan demikian, Ulul Albab adalah orang-orang yang memiliki akal sehat, mampu berpikir mendalam, menggunakan ilmunya untuk mencari kebenaran, dan menjadikan keimanan sebagai dasar berpikir. Karakteristik Ulul Albab antara lain: 1. Selalu mengingat Allah Swt. 2. Gemar berpikir dan meneliti.

14 3. Mencintai ilmu pengetahuan. 4. Rendah hati terhadap kebenaran. 5. Menggunakan ilmu untuk kemaslahatan. 6. Tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. 7. Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. C. BERPIKIR KRITIS MENURUT ISLAM Berpikir kritis adalah kemampuan untuk memahami suatu persoalan secara mendalam, menganalisis fakta, mengevaluasi informasi, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti yang benar. Dalam Islam, berpikir kritis bukan berarti meragukan wahyu Allah Swt., tetapi menggunakan akal sebagai anugerah untuk memahami ciptaan-Nya, memperkuat keimanan, serta menyelesaikan persoalan kehidupan secara bijaksana. Islam mendorong umatnya untuk: • berpikir sebelum bertindak, • mencari ilmu sepanjang hayat, • melakukan tabayun terhadap informasi, • menghindari prasangka, • mengambil keputusan secara adil dan objektif. Dengan demikian, berpikir kritis merupakan bagian dari ibadah apabila dilakukan untuk mencari ridha Allah Swt. D. HUBUNGAN IMAN DAN ILMU PENGETAHUAN Dalam pandangan Islam, iman dan ilmu tidak dapat dipisahkan. Ilmu tanpa iman dapat disalahgunakan untuk kerusakan, sedangkan iman tanpa ilmu dapat menyebabkan seseorang mudah terjebak pada kebodohan dan taklid buta. QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 menunjukkan bahwa semakin seseorang memahami alam semesta, semakin besar pula rasa kagumnya kepada Allah Swt. Banyak ilmuwan muslim membuktikan bahwa penelitian ilmiah justru memperkuat keyakinan terhadap kebesaran Allah. Mereka memandang setiap penemuan sebagai bukti kesempurnaan ciptaan-Nya.

15 E. BERPIKIR KRITIS DI ERA DIGITAL Perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial, situs web, maupun aplikasi digital. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut benar. Seorang pelajar muslim harus memiliki kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh: • berita bohong ( hoaks), • fitnah, • ujaran kebencian, • provokasi, • informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas. Islam mengajarkan prinsip tabayun, yaitu memeriksa kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Sikap ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai penggunaan akal yang sehat. F. CONTOH PENERAPAN BERPIKIR KRITIS DALAM KEHIDUPAN 1. Dalam Belajar Peserta didik tidak hanya menghafal materi, tetapi juga berusaha memahami, menganalisis, bertanya, dan mencari solusi atas berbagai persoalan. 2. Dalam Bermedia Sosial Sebelum membagikan suatu berita, peserta didik memeriksa sumbernya, memastikan kebenarannya, dan mempertimbangkan dampaknya. 3. Dalam Berteman Berpikir kritis membantu peserta didik memilih lingkungan pergaulan yang baik serta menghindari pengaruh negatif. 4. Dalam Menghadapi Masalah Peserta didik mampu mencari penyebab masalah, mempertimbangkan berbagai solusi, kemudian memilih keputusan yang paling tepat berdasarkan ajaran Islam. 5. Dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan Semangat berpikir kritis mendorong peserta didik untuk melakukan penelitian, eksperimen, membaca buku, berdiskusi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

16 G. HIKMAH MENGKAJI ALAM SEMESTA Allah Swt. menciptakan alam semesta bukan tanpa tujuan. Dengan memperhatikan ciptaan-Nya, manusia akan memperoleh berbagai hikmah, antara lain: 1. Menambah keimanan kepada Allah Swt. 2. Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat-Nya. 3. Menyadari keterbatasan manusia. 4. Mendorong semangat mencari ilmu. 5. Menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. 6. Memahami bahwa seluruh ciptaan Allah memiliki manfaat. H. STUDI KASUS Kasus 1 Seorang peserta didik menerima pesan di media sosial yang menyatakan bahwa akan terjadi bencana besar pada tanggal tertentu. Pesan tersebut meminta semua orang segera menyebarkannya. Pertanyaan Diskusi 1. Bagaimana sikap seorang muslim terhadap informasi tersebut? 2. Apa hubungan kasus ini dengan berpikir kritis menurut QS. Āli 'Imrān ayat 190–191? 3. Apa yang sebaiknya dilakukan sebelum menyebarkan informasi tersebut? Pembahasan Peserta didik harus melakukan tabayun, memeriksa sumber informasi, mencari penjelasan dari pihak yang berwenang, dan tidak langsung mempercayai atau menyebarkannya. Sikap tersebut merupakan bentuk berpikir kritis yang sesuai dengan ajaran Islam. I. REFLEKSI Renungkan pertanyaan berikut. • Apakah saya sudah menggunakan akal untuk memahami kebesaran Allah? • Apakah saya masih mudah percaya terhadap berita yang belum jelas? • Apakah saya sudah membiasakan membaca sebelum mengambil keputusan? • Apakah saya bersedia menerima kritik yang membangun? • Bagaimana cara saya meningkatkan kemampuan berpikir kritis sesuai ajaran Islam?

17 J. AKTIVITAS DEEP LEARNING Aktivitas Individu Amatilah salah satu fenomena alam di sekitar tempat tinggalmu, misalnya hujan, pelangi, pergantian siang dan malam, atau pertumbuhan tanaman. Kemudian tuliskan: 1. Fenomena yang diamati. 2. Penjelasan ilmiahnya. 3. Hikmah yang dapat diambil. 4. Hubungannya dengan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191. Aktivitas Kelompok Diskusikan tema berikut. "Bagaimana berpikir kritis dapat membantu generasi muda menghadapi tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur'an?" Presentasikan hasil diskusi di depan kelas dan mintalah tanggapan dari kelompok lain. K. RANGKUMAN 1. QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 mengajarkan pentingnya berpikir kritis melalui pengamatan terhadap ciptaan Allah Swt. 2. Orang yang berpikir kritis dalam Islam disebut Ulul Albab, yaitu mereka yang menggabungkan zikir, tafakur, dan amal saleh. 3. Berpikir kritis harus dilandasi keimanan, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia. 4. Islam mendorong umatnya melakukan tabayun, menghindari hoaks, dan menggunakan akal secara bertanggung jawab. 5. Kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam belajar, bermasyarakat, bermedia sosial, dan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. 6. Semakin seseorang memahami kebesaran ciptaan Allah Swt., semakin bertambah pula keimanan, rasa syukur, dan ketakwaannya kepada-Nya.

18 UJI KOMPETENSI BAB I A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E! 1. Kandungan utama QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. kewajiban berpuasa B. anjuran berhaji C. pentingnya berpikir kritis terhadap tanda-tanda kebesaran Allah Swt. D. kewajiban berzakat E. larangan berbuat syirik 2. Dalam QS. Āli 'Imrān ayat 190 disebutkan bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah terdapat pada .... A. perdagangan dan pertanian B. pergantian siang dan malam C. peperangan umat Islam D. kekayaan manusia E. pembangunan kota 3. Orang yang menggunakan akalnya untuk merenungkan ciptaan Allah disebut .... A. ulul albab B. muttaqin C. munafik D. fasik E. musyrik 4. Sikap yang mencerminkan berpikir kritis menurut ajaran Islam adalah .... A. menerima semua informasi tanpa memeriksa B. mempercayai berita yang viral C. mengkaji informasi berdasarkan fakta dan dalil D. mengikuti pendapat teman tanpa alasan E. menolak semua pendapat orang lain 5. Salah satu hikmah mempelajari QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. menjadi sombong karena memiliki ilmu B. menumbuhkan rasa syukur atas ciptaan Allah C. menghindari belajar

19 D. mengutamakan kekayaan E. mengurangi semangat berpikir 6. Berpikir kritis dalam Islam harus dilandasi oleh .... A. hawa nafsu B. emosi C. prasangka D. iman dan ilmu E. kepentingan pribadi 7. Salah satu contoh berpikir kritis di sekolah adalah .... A. menyontek pekerjaan teman B. bertanya kepada guru apabila belum memahami materi C. menyebarkan jawaban ujian D. menghindari diskusi E. menolak pendapat guru 8. Mad Lāzim merupakan hukum bacaan yang dibaca sepanjang .... A. 2 harakat B. 3 harakat C. 4 harakat D. 5 harakat E. 6 harakat 9. Mad Ṣilah terjadi pada bacaan .... A. huruf mim sukun B. huruf ha dhamir yang memenuhi syarat C. nun mati D. lam ta'rif E. qalqalah 10. Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah .... A. mempercepat bacaan B. memperindah suara saja C. membaca Al-Qur'an sesuai kaidah yang benar D. mempersingkat waktu membaca E. menghafal arti ayat 11. Hadis tentang berpikir kritis mengajarkan umat Islam agar .... A. menerima semua pendapat B. mengikuti tradisi tanpa berpikir C. menggunakan akal dalam memahami kebenaran D. menghindari ilmu pengetahuan E. hanya mengikuti mayoritas

20 12. Sikap seorang muslim ketika menerima informasi dari media sosial adalah .... A. langsung menyebarkan B. menyimpan tanpa membaca C. melakukan tabayun terlebih dahulu D. mengabaikan semua informasi E. menyebarkan kepada seluruh teman 13. Orang yang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan berdiri, duduk, maupun berbaring disebut dalam QS. Āli 'Imrān ayat .... A. 185 B. 186 C. 187 D. 190 E. 191 14. Salah satu manfaat berpikir kritis adalah .... A. mudah terpengaruh hoaks B. mampu mengambil keputusan secara bijaksana C. sulit menerima ilmu D. mudah marah E. suka berprasangka 15. Berpikir kritis akan mendorong seseorang untuk .... A. malas belajar B. mencintai ilmu pengetahuan C. menghindari penelitian D. menolak diskusi E. menyebarkan fitnah 16. Sikap yang sesuai dengan kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. merusak lingkungan B. menjaga kelestarian alam sebagai tanda kebesaran Allah C. membuang sampah sembarangan D. mengeksploitasi alam tanpa batas E. menolak perkembangan ilmu 17. Salah satu ciri orang yang berpikir kritis adalah .... A. cepat menyimpulkan tanpa bukti B. objektif dalam menilai suatu persoalan C. mudah percaya gosip

21 D. menolak semua kritik E. tidak mau belajar 18. Membaca Al-Qur'an dengan memperhatikan hukum tajwid merupakan bentuk .... A. ibadah kepada Allah Swt. B. kegiatan budaya C. tradisi masyarakat D. kebiasaan sekolah E. kegiatan sosial 19. Ilmu pengetahuan menurut Islam harus digunakan untuk .... A. menyombongkan diri B. mencari keuntungan semata C. kemaslahatan umat dan mendekatkan diri kepada Allah D. menguasai orang lain E. memperoleh pujian 20. Kesimpulan utama dari QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. manusia bebas melakukan apa saja B. alam semesta merupakan tanda kekuasaan Allah yang harus direnungkan dengan iman dan ilmu C. ilmu tidak penting D. ibadah hanya dilakukan di masjid E. berpikir kritis bertentangan dengan agama 21. Orang yang senantiasa mengingat Allah sambil merenungkan penciptaan langit dan bumi disebut .... A. Muttaqin B. Muhajirin C. Ulul Albab D. Mujahid E. Mufassir 22. Salah satu ciri Ulul Albab adalah .... A. mudah terpengaruh berita bohong B. mengutamakan hawa nafsu C. menggabungkan zikir dan berpikir D. menghindari ilmu pengetahuan E. hanya mementingkan dunia 23. Hikmah mempelajari tajwid dalam membaca Al-Qur'an adalah .... A. mempercepat bacaan

22 B. menjaga keaslian bacaan Al-Qur'an C. memperpendek ayat D. mempermudah menghafal arti E. memperindah tulisan Arab 24. Berpikir kritis dalam Islam bertujuan untuk .... A. mencari kesalahan orang lain B. memperoleh kemenangan dalam perdebatan C. memahami kebenaran berdasarkan wahyu dan akal D. menolak semua pendapat E. mengikuti semua informasi 25. Sikap yang sesuai dengan kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. acuh terhadap lingkungan B. menjaga alam sebagai amanah Allah Swt. C. mengeksploitasi sumber daya alam tanpa batas D. mengabaikan ilmu pengetahuan E. menyalahkan orang lain 26. Salah satu manfaat mempelajari ilmu pengetahuan menurut Islam adalah .... A. meningkatkan kesombongan B. memperkuat keimanan kepada Allah Swt. C. mengurangi rasa syukur D. menghindari penelitian E. memperoleh kekayaan semata 27. Dalam Islam, berpikir kritis harus selalu didasarkan pada .... A. emosi B. prasangka C. wahyu dan akal sehat D. tekanan kelompok E. kepentingan pribadi 28. Perintah untuk memperhatikan penciptaan langit dan bumi menunjukkan bahwa Islam .... A. menolak ilmu pengetahuan B. mendorong penelitian dan pengamatan C. melarang berpikir D. membatasi perkembangan teknologi E. hanya menekankan ibadah ritual

23 29. Sikap yang tepat ketika menemukan informasi yang belum jelas kebenarannya adalah .... A. langsung menyebarkannya B. mengubah isinya C. melakukan tabayun D. menyembunyikannya E. menghapus semua informasi 30. Salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat akal adalah .... A. menggunakan akal untuk menipu B. memanfaatkan akal untuk belajar dan berbuat baik C. mengikuti hawa nafsu D. mengabaikan ilmu E. menolak nasihat 31. Orang yang berpikir kritis akan .... A. menerima semua informasi tanpa bukti B. mempertimbangkan fakta sebelum mengambil keputusan C. menolak pendapat siapa pun D. mudah terprovokasi E. selalu mengikuti mayoritas 32. Contoh penerapan berpikir kritis dalam kehidupan bermasyarakat adalah .... A. menyebarkan isu tanpa bukti B. memeriksa fakta sebelum memberikan pendapat C. mempercayai semua berita D. menyalahkan orang lain E. menolak diskusi 33. Salah satu hikmah membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar adalah .... A. memperoleh pujian manusia B. menjaga kemurnian bacaan wahyu Allah Swt. C. mempercepat khatam D. mempersingkat ayat E. memperindah tulisan 34. Sikap yang harus dimiliki seorang pelajar muslim dalam mencari ilmu adalah .... A. malas membaca B. cepat puas C. semangat, teliti, dan rendah hati

24 D. menolak kritik E. bergantung pada orang lain 35. Hadis tentang berpikir kritis mengajarkan umat Islam agar .... A. meninggalkan ilmu B. menggunakan akal secara bertanggung jawab C. menghindari diskusi D. tidak bertanya kepada guru E. mengikuti semua pendapat 36. Orang yang senantiasa berdzikir akan memperoleh .... A. hati yang tenang B. kebencian masyarakat C. rasa takut kepada manusia D. kesombongan E. permusuhan 37. Tujuan utama mempelajari kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. menghafal ayat saja B. memahami kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya C. memperbanyak perdebatan D. memperoleh nilai tinggi E. mengikuti tradisi 38. Salah satu contoh rasa kagum terhadap ciptaan Allah adalah .... A. merusak hutan B. menjaga lingkungan hidup C. membuang sampah sembarangan D. membakar lahan E. berburu satwa langka 39. Berpikir kritis yang benar akan menghasilkan sikap .... A. fanatik buta B. objektif dan bijaksana C. egois D. sombong E. mudah marah 40. Setelah mempelajari QS. Āli 'Imrān ayat 190–191, seorang muslim diharapkan .... A. semakin jauh dari Allah Swt. B. semakin beriman, mencintai ilmu, dan menjaga alam C. meninggalkan belajar

25 D. mengutamakan kehidupan dunia E. tidak peduli terhadap lingkungan B. Soal Uraian 1. Jelaskan kandungan pokok QS. Āli 'Imrān ayat 190–191! 2. Mengapa seorang muslim diperintahkan berpikir kritis terhadap ciptaan Allah Swt.? Jelaskan! 3. Jelaskan pengertian Mad Lāzim dan Mad Ṣilah beserta perbedaannya! 4. Berikan tiga contoh penerapan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar! 5. Jelaskan hubungan antara iman, ilmu pengetahuan, dan berpikir kritis menurut ajaran Islam! 6. Jelaskan siapa yang dimaksud dengan Ulul Albab menurut QS. Āli 'Imrān ayat 190–191! 7. Mengapa Islam mendorong umatnya untuk berpikir kritis dalam mempelajari alam semesta? Jelaskan disertai contoh! 8. Jelaskan manfaat mempelajari ilmu tajwid, khususnya hukum bacaan Mad Lāzim dan Mad Ṣilah, dalam membaca Al-Qur'an! 9. Bagaimana cara menerapkan kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 dalam kehidupan pelajar di sekolah? Jelaskan! 10. Tuliskan lima hikmah yang dapat diambil setelah mempelajari QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 serta hadis tentang berpikir kritis!

26 BAB II SYU'ABUL ĪMĀN: MEMBANGUN KARAKTER MUSLIM MELALUI MEMENUHI JANJI, MENSYUKURI NIKMAT, MEMELIHARA LISAN, DAN MENUTUP AIB ORANG LAIN Bagian 1 "Iman itu memiliki lebih dari tujuh puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Lā ilāha illallāh, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang dari iman."(HR. Muslim) A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu memahami, meyakini, serta merefleksikan Syu'abul Īmān (cabang-cabang iman) dalam kehidupan sehari-hari, khususnya melalui sikap memenuhi janji, mensyukuri nikmat Allah Swt., memelihara lisan, dan menutup aib orang lain. Peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut sebagai wujud keimanan yang nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia digital. B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. Menjelaskan pengertian iman dan Syu'abul Īmān. 2. Menjelaskan dasar hukum Syu'abul Īmān dalam Al-Qur'an dan hadis. 3. Memahami pentingnya memenuhi janji sebagai cabang iman. 4. Memahami makna syukur dalam kehidupan seorang muslim. 5. Menjelaskan pentingnya menjaga lisan. 6. Menjelaskan larangan membuka aib orang lain. 7. Menunjukkan perilaku yang mencerminkan cabang-cabang iman. 8. Merefleksikan penerapan Syu'abul Īmān dalam kehidupan modern.

27 C. PETA KONSEP D. APERSEPSI Setiap hari kita berinteraksi dengan keluarga, guru, teman, dan masyarakat. Dalam berbagai interaksi tersebut sering kali kita membuat janji, menerima berbagai nikmat dari Allah Swt., berbicara dengan orang lain, dan mengetahui kekurangan atau kesalahan orang lain. Pernahkah kalian terlambat memenuhi janji kepada teman? Pernahkah kalian merasa kurang bersyukur atas apa yang dimiliki? Pernahkah kalian menyampaikan berita yang belum tentu benar? Atau pernahkah kalian membicarakan kekurangan teman di belakangnya? Islam mengajarkan bahwa semua perilaku tersebut berkaitan dengan iman. Keimanan bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan perbuatan sehari-hari. Oleh karena itu, seorang muslim yang benar-benar beriman akan menjaga perilakunya agar selalu sesuai dengan ajaran Allah Swt. dan Rasul-Nya. Iman Kepada Allah SWT Syu'abul Īmān • Memenuhi Janji • Mensyukuri Nikmat • Memelihara Lisan • Menutup Aib Orang Lain Memahami Kandungan Ayat Pribadi Beriman, Bertakwa, dan Berkarakter

28 E. PENGERTIAN IMAN Secara bahasa, iman berarti percaya atau membenarkan. Secara istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan anggota badan segala sesuatu yang diperintahkan Allah Swt. dan Rasul-Nya. Keimanan seseorang tidak hanya tampak dari ibadah ritual seperti salat dan puasa, tetapi juga terlihat dari akhlaknya, kejujurannya, tanggung jawabnya, kepeduliannya terhadap sesama, dan cara ia menjaga hubungan dengan Allah Swt. maupun dengan manusia. Para ulama menjelaskan bahwa iman dapat bertambah melalui ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Oleh sebab itu, setiap muslim harus terus berusaha meningkatkan kualitas imannya. F. PENGERTIAN SYU'ABUL ĪMĀN Kata Syu'ab berarti cabang-cabang. Dengan demikian, Syu'abul Īmān berarti cabang-cabang atau bagian-bagian dari iman yang diwujudkan dalam berbagai amal saleh, akhlak mulia, dan perilaku terpuji. Konsep ini dijelaskan dalam hadis Rasulullah saw.: "Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang..." (HR. Muslim). Hadis tersebut menunjukkan bahwa iman tidak hanya berupa keyakinan dalam hati, tetapi juga tercermin dalam seluruh aspek kehidupan seorang muslim. G. DASAR HUKUM SYU'ABUL ĪMĀN Allah Swt. berfirman: "...Dan sempurnakanlah janji, karena sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isrā': 34) Allah Swt. juga berfirman: "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrāhīm: 7) Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."(HR. al-Bukhari dan Muslim). Ayat dan hadis tersebut menunjukkan bahwa perilaku sehari-hari merupakan bagian dari keimanan seorang muslim.

29 H. MENGAPA SYU'ABUL ĪMĀN PENTING? Syu'abul Īmān menjadi ukuran kualitas keimanan seseorang. Semakin banyak cabang iman yang diamalkan, semakin baik pula kualitas keimanannya. Manfaat mengamalkan Syu'abul Īmān antara lain: 1. Memperkuat hubungan dengan Allah Swt. 2. Membentuk akhlak mulia. 3. Menumbuhkan kejujuran dan tanggung jawab. 4. Menciptakan kehidupan yang damai. 5. Menumbuhkan rasa saling percaya. 6. Menghindarkan diri dari dosa. 7. Menjadi teladan bagi orang lain. I. HUBUNGAN IMAN DAN AKHLAK Iman dan akhlak merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Rasulullah saw. menjelaskan bahwa orang yang paling sempurna imannya adalah mereka yang paling baik akhlaknya. Dengan demikian: • orang yang memenuhi janji menunjukkan kejujuran dan tanggung jawab; • orang yang bersyukur menunjukkan kerendahan hati; • orang yang menjaga lisan menunjukkan kebijaksanaan; • orang yang menutup aib saudaranya menunjukkan kasih sayang. Semua perilaku tersebut merupakan wujud nyata dari iman yang hidup di dalam hati. J. SYU'ABUL ĪMĀN DI ERA DIGITAL Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi keimanan. Contoh penerapan cabang iman di era digital: • memenuhi janji ketika bekerja dalam kelompok belajar daring; • bersyukur dengan menggunakan teknologi secara bermanfaat; • menjaga lisan melalui komentar yang santun di media sosial; • tidak menyebarkan foto, video, atau informasi yang mempermalukan orang lain; • menghindari penyebaran hoaks dan fitnah.

30 Seorang muslim harus menjadikan media digital sebagai sarana menyebarkan ilmu, inspirasi, dan kebaikan. K. AKTIVITAS PEMBELAJARAN Aktivitas Individu Jawablah pertanyaan berikut. 1. Apa yang dimaksud dengan iman? 2. Jelaskan pengertian Syu'abul Īmān. 3. Mengapa iman harus dibuktikan melalui amal saleh? 4. Sebutkan empat cabang iman yang dipelajari pada bab ini. 5. Bagaimana cara menerapkan cabang-cabang iman di sekolah? Aktivitas Kelompok Diskusikan tema berikut. "Apakah seseorang dapat disebut beriman apabila rajin beribadah tetapi sering mengingkari janji dan menyakiti orang lain melalui ucapannya?" Presentasikan hasil diskusi dan berikan argumentasi berdasarkan Al-Qur'an dan hadis. L. REFLEKSI Renungkan pertanyaan berikut. • Apakah saya selalu memenuhi janji? • Apakah saya mudah mengucapkan rasa syukur kepada Allah Swt.? • Apakah saya menjaga ucapan ketika berbicara dengan orang lain? • Apakah saya pernah membicarakan keburukan teman? • Cabang iman manakah yang perlu saya tingkatkan? Tuliskan komitmen pribadi untuk memperbaiki kualitas iman melalui perilaku sehari-hari. M. PENGUATAN KARAKTER Keimanan yang kuat akan melahirkan pribadi yang jujur, amanah, santun, bersyukur, dan menghargai sesama. Oleh karena itu, peserta didik hendaknya tidak hanya memahami konsep Syu'abul Īmān, tetapi juga menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, mereka akan tumbuh menjadi generasi muslim yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

31 Bagian 2 MEMENUHI JANJI DAN MENSYUKURI NIKMAT SEBAGAI CABANG IMAN A. MEMENUHI JANJI SEBAGAI WUJUD KEIMANAN 1. Pengertian Memenuhi Janji Janji adalah kesanggupan seseorang untuk melakukan sesuatu atau memenuhi suatu kesepakatan pada waktu yang telah ditentukan. Dalam Islam, janji bukan sekadar ucapan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh mengucapkan janji dengan mudah apabila tidak memiliki niat dan kemampuan untuk menepatinya. Memenuhi janji merupakan salah satu bentuk kejujuran dan tanggung jawab. Sebaliknya, mengingkari janji termasuk perilaku tercela yang dapat merusak kepercayaan orang lain dan melemahkan persaudaraan. 2. Dasar Hukum Memenuhi Janji Allah Swt. berfirman: "Dan tepatilah janji, karena sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isrā': 34) Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap janji akan dimintai pertanggungjawaban, baik janji kepada Allah Swt. maupun kepada sesama manusia. Rasulullah saw. juga bersabda: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat."(HR. al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa mengingkari janji merupakan salah satu sifat orang munafik yang harus dihindari oleh setiap muslim. 3. Bentuk-Bentuk Janji Dalam kehidupan sehari-hari terdapat berbagai bentuk janji, antara lain: a. Janji kepada Allah Swt. Misalnya: • melaksanakan salat tepat waktu, • berpuasa, • menunaikan zakat,

32 • menjauhi perbuatan maksiat. b. Janji kepada Orang Tua Contohnya: • belajar dengan sungguh-sungguh, • menjaga nama baik keluarga, • membantu pekerjaan rumah. c. Janji kepada Guru Misalnya: • mengerjakan tugas tepat waktu, • menaati tata tertib sekolah, • menjaga disiplin belajar. d. Janji kepada Teman Misalnya: • hadir tepat waktu saat kerja kelompok, • menjaga rahasia teman, • memenuhi kesepakatan bersama. 4. Hikmah Memenuhi Janji Orang yang terbiasa memenuhi janji akan memperoleh banyak manfaat, antara lain: • mendapatkan kepercayaan dari orang lain; • dihormati oleh masyarakat; • memiliki hubungan sosial yang baik; • menunjukkan kualitas iman yang kuat; • memperoleh pahala dari Allah Swt.; • menjadi pribadi yang bertanggung jawab. B. CONTOH PENERAPAN MEMENUHI JANJI Di lingkungan sekolah: • datang tepat waktu sesuai aturan; • menyelesaikan tugas sesuai batas waktu; • menjalankan amanah sebagai ketua kelas atau pengurus organisasi. Di lingkungan keluarga: • membantu orang tua sesuai kesepakatan; • menjaga adik ketika diminta; • melaksanakan ibadah bersama keluarga. Di lingkungan masyarakat: • ikut kerja bakti sesuai jadwal;

33 • hadir pada kegiatan yang telah disepakati; • menjaga amanah ketika dipercaya menjadi panitia kegiatan. C. STUDI KASUS Kasus Andi berjanji kepada kelompoknya akan menyelesaikan presentasi sebelum hari Jumat. Namun, ia lebih memilih bermain gim sehingga tugas tidak selesai tepat waktu. Akibatnya, seluruh kelompok memperoleh nilai yang kurang baik. Pertanyaan Diskusi 1. Apakah sikap Andi mencerminkan cabang iman? 2. Apa dampak dari mengingkari janji? 3. Bagaimana seharusnya Andi bersikap? Pembahasan Sikap Andi tidak mencerminkan keimanan karena ia tidak memenuhi amanah yang telah disepakati. Seharusnya ia bertanggung jawab menyelesaikan tugas tepat waktu atau meminta maaf serta menjelaskan kendala yang dihadapi sebelum batas waktu berakhir. D. MENSYUKURI NIKMAT ALLAH SWT. 1. Pengertian Syukur Syukur adalah sikap mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah Swt., kemudian menggunakan nikmat tersebut sesuai dengan kehendak-Nya. Syukur tidak hanya diucapkan melalui kalimat "Alhamdulillāh", tetapi juga diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan. 2. Dasar Hukum Bersyukur Allah Swt. berfirman: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu..." (QS. Ibrāhīm: 7) Ayat tersebut menjelaskan bahwa rasa syukur menjadi sebab bertambahnya nikmat Allah Swt., baik nikmat lahir maupun batin. 3. Bentuk Syukur a. Syukur dengan Hati Meyakini bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah Swt. b. Syukur dengan Lisan

34 Memuji Allah Swt. dengan mengucapkan: • Alhamdulillāh, • Subḥānallāh, • Allāhu Akbar, • serta memperbanyak doa. c. Syukur dengan Perbuatan Menggunakan seluruh nikmat untuk kebaikan, seperti: • belajar dengan sungguh-sungguh, • membantu orang lain, • menjaga kesehatan, • memanfaatkan waktu secara produktif. E. NIKMAT ALLAH YANG WAJIB DISYUKURI Allah Swt. memberikan nikmat yang tidak terhitung jumlahnya, antara lain: • iman dan Islam; • kesehatan; • keluarga; • ilmu pengetahuan; • waktu; • akal; • kesempatan belajar; • keamanan; • persahabatan; • teknologi yang bermanfaat. Semua nikmat tersebut harus dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. F. HIKMAH BERSYUKUR Orang yang bersyukur akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain: 1. Allah menambah nikmat-Nya. 2. Hati menjadi tenang. 3. Terhindar dari sifat iri dan dengki. 4. Menjadi pribadi yang optimis. 5. Meningkatkan kualitas ibadah. 6. Menumbuhkan kepedulian kepada sesama.

35 G. PERILAKU ORANG YANG BERSYUKUR Seorang muslim yang bersyukur akan: • rajin beribadah; • tidak mudah mengeluh; • menggunakan waktu secara bermanfaat; • menghargai pemberian orang lain; • menjaga kesehatan; • belajar dengan sungguh-sungguh; • berbagi kepada orang yang membutuhkan. H. REFLEKSI KEHIDUPAN Renungkan pertanyaan berikut. • Apakah saya sering mengucapkan syukur kepada Allah Swt.? • Bagaimana saya memanfaatkan nikmat kesehatan? • Apakah saya menggunakan ilmu yang dimiliki untuk membantu orang lain? • Apakah saya pernah mengingkari janji? • Bagaimana cara memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih amanah dan bersyukur? I. AKTIVITAS DEEP LEARNING Aktivitas Individu Tuliskan: 1. Lima janji yang pernah kalian buat. 2. Apakah semuanya telah dipenuhi? 3. Jika belum, apa penyebabnya? 4. Bagaimana cara memperbaikinya? Selanjutnya, tuliskan sepuluh nikmat Allah Swt. yang kalian rasakan hari ini beserta cara mensyukurinya. Aktivitas Kelompok Diskusikan tema berikut. "Mengapa banyak orang memiliki kehidupan berkecukupan tetapi tetap merasa kurang bersyukur?" Hubungkan jawaban kalian dengan ajaran Islam serta kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Presentasikan hasil diskusi di depan kelas.

36 J. RANGKUMAN 1. Memenuhi janji merupakan salah satu cabang iman yang menunjukkan kejujuran dan tanggung jawab. 2. Mengingkari janji termasuk sifat yang harus dihindari karena merupakan ciri kemunafikan. 3. Syukur berarti mengakui bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah Swt. dan menggunakannya sesuai dengan perintah-Nya. 4. Syukur diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan. 5. Allah Swt. menjanjikan tambahan nikmat kepada hamba yang senantiasa bersyukur. 6. Memenuhi janji dan bersyukur akan membentuk pribadi muslim yang amanah, optimis, bertanggung jawab, serta dicintai Allah Swt. dan manusia.

37 Bagian 3 MEMELIHARA LISAN DAN MENUTUP AIB ORANG LAIN SEBAGAI CABANG IMAN"Seorang mukmin yang baik bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berkata keji, dan berkata kotor." (HR. at-Tirmidzi) A. MEMELIHARA LISAN SEBAGAI WUJUD KEIMANAN 1. Pengertian Memelihara Lisan Lisan merupakan salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah Swt. Melalui lisan, manusia dapat berkomunikasi, menyampaikan ilmu, berdakwah, memberikan motivasi, serta mempererat persaudaraan. Namun, apabila tidak dijaga, lisan juga dapat menjadi penyebab munculnya fitnah, permusuhan, bahkan kerusakan dalam masyarakat. Memelihara lisan berarti menjaga setiap ucapan agar selalu benar, sopan, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain. Dalam Islam, menjaga lisan merupakan salah satu cabang iman yang menunjukkan kualitas akhlak seorang muslim. 2. Dasar Hukum Memelihara Lisan Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam."(HR. al-Bukhari dan Muslim) Hadis ini mengajarkan bahwa setiap ucapan harus membawa manfaat. Jika tidak dapat berkata baik, maka diam merupakan pilihan yang lebih utama. Allah Swt. juga berfirman: "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku agar mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik...." (QS. Al-Isrā': 53) Ayat tersebut menegaskan bahwa seorang muslim diperintahkan menggunakan tutur kata yang lembut, santun, dan penuh hikmah. B. PERILAKU YANG HARUS DIHINDARI DALAM MENJAGA LISAN Islam melarang berbagai bentuk ucapan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, di antaranya: 1. Berbohong

38 Berbohong adalah menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan. Dampaknya: • hilangnya kepercayaan, • merusak hubungan sosial, • termasuk dosa besar apabila merugikan orang lain. 2. Ghibah (Menggunjing) Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain yang benar adanya ketika orang tersebut tidak hadir. Allah Swt. mengibaratkan ghibah seperti memakan bangkai saudara sendiri (QS. Al-Ḥujurāt: 12), sehingga perbuatan ini sangat dilarang. 3. Fitnah Fitnah adalah menyampaikan tuduhan atau berita yang tidak benar sehingga merugikan orang lain. Fitnah dapat menghancurkan nama baik seseorang, memecah persaudaraan, dan menimbulkan permusuhan. 4. Ujaran Kebencian Menghina, mencaci, mengejek, atau menggunakan kata-kata kasar merupakan perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam. 5. Menyebarkan Hoaks Di era digital, hoaks menjadi salah satu bentuk penyalahgunaan lisan melalui tulisan maupun media sosial. Islam mengajarkan tabayun, yaitu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. C. MANFAAT MEMELIHARA LISAN Orang yang mampu menjaga lisannya akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain: 1. Dicintai Allah Swt. 2. Dipercaya oleh masyarakat. 3. Memiliki banyak sahabat. 4. Terhindar dari permusuhan. 5. Menjadi pribadi yang bijaksana. 6. Mendapatkan pahala karena berkata baik.

39 D. MENUTUP AIB ORANG LAIN 1. Pengertian Menutup Aib Aib adalah kekurangan, kelemahan, atau kesalahan seseorang yang apabila diketahui orang lain dapat menimbulkan rasa malu. Menutup aib berarti tidak menyebarluaskan kekurangan orang lain, melainkan memberikan nasihat secara bijaksana dan menjaga kehormatannya. 2. Dasar Hukum Menutup Aib Rasulullah saw. bersabda: "Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat."(HR. Muslim) Hadis ini menunjukkan bahwa menjaga kehormatan sesama muslim merupakan perbuatan yang sangat mulia. E. MENGAPA KITA HARUS MENUTUP AIB ORANG LAIN? Ada beberapa alasan mengapa seorang muslim harus menjaga aib saudaranya. 1. Semua Manusia Pernah Berbuat Salah Tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, setiap orang membutuhkan kesempatan untuk memperbaiki diri. 2. Menjaga Persaudaraan Membuka aib orang lain dapat merusak hubungan persahabatan dan persaudaraan. 3. Mendapatkan Ampunan Allah Swt. Allah Swt. mencintai hamba-Nya yang menjaga kehormatan saudaranya. 4. Menciptakan Kedamaian Masyarakat akan hidup rukun apabila setiap orang saling menjaga kehormatan dan tidak mudah mempermalukan orang lain. F. MENUTUP AIB BUKAN BERARTI MEMBIARKAN KEMAKSIATAN Menutup aib tidak berarti membiarkan seseorang terus melakukan kesalahan. Apabila melihat teman berbuat salah, langkah yang tepat adalah: • menasihati secara pribadi; • menggunakan bahasa yang santun;

40 • mendoakan agar mendapat hidayah; • membantu memperbaiki kesalahannya. Apabila kesalahan tersebut membahayakan orang banyak atau melanggar hukum, maka dapat dilaporkan kepada pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku. G. MEMELIHARA LISAN DAN MENUTUP AIB DI ERA DIGITAL Perkembangan media sosial membuat informasi dapat tersebar dalam hitungan detik. Oleh karena itu, menjaga lisan saat ini juga berarti menjaga tulisan, komentar, unggahan, foto, maupun video yang dibagikan melalui internet. Seorang muslim hendaknya: • tidak mengunggah foto yang mempermalukan orang lain; • tidak menyebarkan gosip; • tidak membuat komentar yang menghina; • tidak ikut menyebarkan berita bohong; • menggunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, motivasi, dan dakwah. Dengan demikian, media digital menjadi sarana memperoleh pahala, bukan sumber dosa. H. STUDI KASUS Kasus 1 Seorang peserta didik merekam temannya yang terjatuh saat upacara. Video tersebut kemudian diunggah ke media sosial dan menjadi bahan ejekan. Pertanyaan 1. Apakah tindakan tersebut sesuai dengan ajaran Islam? 2. Cabang iman apa yang dilanggar? 3. Apa dampaknya bagi korban? 4. Bagaimana seharusnya sikap seorang muslim? Pembahasan Perbuatan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam karena membuka aib dan mempermalukan orang lain. Seorang muslim seharusnya membantu temannya, bukan menjadikannya bahan hiburan.

41 Kasus 2 Dalam sebuah grup media sosial kelas, seseorang menyebarkan kabar bahwa salah satu peserta didik melakukan pelanggaran. Setelah diperiksa oleh guru, ternyata berita tersebut tidak benar. Pembahasan Kasus tersebut menunjukkan pentingnya: • menjaga lisan, • melakukan tabayun, • tidak menyebarkan informasi tanpa bukti, • menjaga kehormatan orang lain. I. AKTIVITAS DEEP LEARNING Aktivitas Individu Selama satu minggu, lakukan evaluasi terhadap ucapan dan aktivitas digital kalian. Catat: • berapa kali berkata yang bermanfaat; • apakah pernah bergosip; • apakah pernah mengomentari unggahan orang lain dengan kata-kata yang kurang baik; • apa yang akan diperbaiki mulai hari ini. Aktivitas Kelompok Diskusikan tema berikut. "Bagaimana cara menciptakan budaya komunikasi yang santun di sekolah dan media sosial berdasarkan ajaran Islam?" Susun lima aturan komunikasi yang dapat diterapkan oleh seluruh warga sekolah. J. REFLEKSI Renungkan pertanyaan berikut. • Apakah saya selalu berkata jujur? • Apakah saya pernah menggunjing teman? • Apakah saya pernah mempermalukan orang lain melalui media sosial? • Bagaimana cara saya memperbaiki kebiasaan tersebut? • Apa manfaat menjaga lisan bagi kehidupan saya?

42 K. RANGKUMAN 1. Memelihara lisan merupakan salah satu cabang iman yang harus dimiliki setiap muslim. 2. Seorang muslim diperintahkan berkata baik atau diam apabila tidak memiliki perkataan yang bermanfaat. 3. Ghibah, fitnah, hoaks, ujaran kebencian, dan kebohongan merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. 4. Menutup aib orang lain merupakan bentuk kasih sayang dan penghormatan terhadap sesama. 5. Menutup aib bukan berarti membiarkan kemungkaran, tetapi menasihati dengan cara yang baik dan menjaga kehormatan seseorang. 6. Di era digital, menjaga lisan juga berarti menjaga tulisan, komentar, foto, video, dan seluruh aktivitas di media sosial. 7. Orang yang menjaga lisan dan kehormatan saudaranya akan memperoleh kepercayaan manusia serta pahala dari Allah Swt.

43 UJI KOMPETENSI BAB II Materi: Syu'abul Īmān (Memenuhi Janji, Mensyukuri Nikmat, Memelihara Lisan, dan Menutup Aib Orang Lain) A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E! 1. Yang dimaksud dengan memenuhi janji menurut ajaran Islam adalah .... A. mengingkari kesepakatan apabila menguntungkan B. melaksanakan apa yang telah disepakati dengan penuh tanggung jawab C. menunda janji sesuka hati D. membatalkan janji tanpa alasan E. membuat janji sebanyak-banyaknya 2. Memenuhi janji merupakan salah satu bentuk .... A. syirik B. nifak C. cabang keimanan (Syu'abul Īmān) D. kemaksiatan E. kebiasaan adat 3. Allah Swt. memerintahkan orang-orang beriman agar memenuhi janji sebagaimana firman-Nya dalam .... A. QS. Al-Fātiḥah B. QS. Al-Mā'idah ayat 1 C. QS. Al-Kāfirūn D. QS. Al-'Aṣr E. QS. Al-Qadr 4. Salah satu contoh memenuhi janji di sekolah adalah .... A. datang terlambat saat piket B. mengabaikan tugas kelompok C. mengerjakan tugas sesuai kesepakatan D. meninggalkan kelas tanpa izin E. menyontek saat ujian 5. Orang yang tidak menepati janji termasuk memiliki sifat .... A. amanah B. jujur C. munafik

44 D. sabar E. ikhlas 6. Hikmah membiasakan memenuhi janji adalah .... A. dijauhi teman B. dipercaya oleh orang lain C. mudah melanggar aturan D. menjadi sombong E. tidak memiliki tanggung jawab 7. Rasulullah saw. selalu menepati janji karena beliau memiliki sifat .... A. hasad B. riya' C. amanah D. takabur E. sum'ah 8. Memenuhi janji kepada Allah Swt. diwujudkan dengan .... A. meninggalkan salat B. melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya C. mengabaikan ibadah D. melanggar aturan agama E. mengikuti hawa nafsu 9. Seseorang yang selalu menepati janji akan memperoleh .... A. kebencian B. kepercayaan C. permusuhan D. keraguan E. hukuman 10. Salah satu manfaat memenuhi janji dalam kehidupan bermasyarakat adalah .... A. menciptakan perselisihan B. mempererat hubungan dan kepercayaan C. menimbulkan permusuhan D. mengurangi persaudaraan E. memperbanyak konflik 11. Syukur berarti .... A. mengingkari nikmat Allah B. mengakui nikmat Allah dan menggunakannya dalam kebaikan C. meminta nikmat tanpa berusaha

45 D. menyombongkan diri E. mengeluhkan keadaan 12. Bentuk syukur dengan hati adalah .... A. mengucapkan hamdalah B. meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah Swt. C. bersedekah D. membantu teman E. membaca Al-Qur'an 13. Bentuk syukur dengan lisan adalah .... A. mengucapkan Alhamdulillāh B. menyimpan nikmat C. menunda ibadah D. membanggakan diri E. menyalahkan orang lain 14. Bentuk syukur dengan perbuatan adalah .... A. menggunakan nikmat untuk maksiat B. memanfaatkan nikmat sesuai perintah Allah Swt. C. merusak lingkungan D. menghamburkan harta E. menyia-nyiakan waktu 15. Allah Swt. berjanji akan menambah nikmat kepada orang yang .... A. kufur B. sombong C. bersyukur D. malas E. pendendam 16. Contoh perilaku bersyukur di sekolah adalah .... A. merusak fasilitas sekolah B. belajar dengan sungguh-sungguh menggunakan kesempatan yang diberikan C. membolos D. menyontek E. membuang buku 17. Orang yang tidak mensyukuri nikmat disebut .... A. muttaqin B. mukmin C. kufur nikmat

46 D. sabar E. amanah 18. Salah satu nikmat Allah yang harus disyukuri adalah .... A. ilmu pengetahuan B. kemalasan C. kebodohan D. permusuhan E. kesombongan 19. Hikmah bersyukur adalah .... A. hati menjadi gelisah B. hidup menjadi lebih tenang dan bahagia C. dijauhi teman D. bertambah sombong E. sulit berkembang 20. Orang yang bersyukur akan menggunakan seluruh nikmat Allah untuk .. A. kepentingan maksiat B. berbuat kerusakan C. ketaatan dan kemaslahatan D. kepentingan pribadi saja E. menyombongkan diri 21. Memelihara lisan berarti .... A. berbicara sesuka hati B. menjaga ucapan agar selalu benar, baik, dan bermanfaat C. diam dalam semua keadaan D. membicarakan keburukan orang lain E. menyebarkan berita tanpa diperiksa 22. Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia ...." A. banyak berbicara B. berkata baik atau diam C. membantah semua orang D. menyebarkan berita E. mengikuti semua pendapat 23. Berikut ini yang merupakan contoh menjaga lisan adalah .... A. memfitnah teman B. berkata jujur C. menyebarkan hoaks

47 D. mengejek kekurangan orang lain E. menghasut 24. Perilaku ghibah adalah .... A. memuji teman B. membicarakan keburukan orang lain di belakangnya C. memberikan nasihat D. mengucapkan salam E. membaca Al-Qur'an 25. Salah satu dampak buruk tidak menjaga lisan adalah .... A. persaudaraan semakin erat B. timbulnya permusuhan C. bertambahnya kepercayaan D. hati menjadi tenang E. meningkatnya persatuan 26. Menjaga lisan merupakan bentuk pengamalan .... A. syirik B. cabang keimanan C. kemaksiatan D. kemunafikan E. kebiasaan 27. Contoh menjaga lisan di media sosial adalah .... A. menyebarkan berita yang belum jelas B. menulis komentar yang sopan dan bermanfaat C. menghina orang lain D. membuat akun palsu E. menyebarkan fitnah 28. Salah satu manfaat menjaga lisan adalah .... A. memperbanyak musuh B. memperoleh kepercayaan orang lain C. menimbulkan konflik D. mengurangi persaudaraan E. memperbanyak fitnah 29. Ucapan yang baik akan .... A. melukai hati orang lain B. mempererat persaudaraan C. memicu permusuhan D. menghilangkan kepercayaan E. memperbesar konflik

48 30. Orang yang selalu menjaga lisannya menunjukkan bahwa ia memiliki .. A. akhlak mulia B. sifat sombong C. sifat iri D. sifat dengki E. sifat riya' 31. Menutup aib orang lain berarti .... A. menyebarkan kesalahan orang lain B. menjaga kehormatan orang lain dengan tidak membuka keburukannya C. membicarakan kekurangan teman D. mempermalukan orang lain E. mencari kesalahan orang lain 32. Sikap menutup aib orang lain termasuk .... A. cabang kemaksiatan B. cabang keimanan C. kebiasaan buruk D. sifat munafik E. sifat tercela 33. Hikmah menutup aib orang lain adalah .... A. memperbanyak permusuhan B. menjaga persaudaraan dan kehormatan sesama C. mempermalukan teman D. menimbulkan fitnah E. mengurangi kepercayaan 34. Rasulullah saw. menjelaskan bahwa orang yang menutup aib saudaranya akan .... A. dibenci Allah Swt. B. ditutupi aibnya oleh Allah Swt. di dunia dan akhirat C. dijauhi masyarakat D. kehilangan pahala E. memperoleh hukuman 35. Contoh perilaku menutup aib teman adalah .... A. mengunggah kesalahannya ke media sosial B. menasihatinya secara pribadi C. menceritakan keburukannya kepada orang lain D. mengejek di depan kelas E. menyebarkan foto yang mempermalukan

49 36. Apabila mengetahui kesalahan teman, sikap yang paling tepat adalah ... A. mempermalukannya B. menasihati dengan santun C. menyebarkannya D. menertawakannya E. membiarkannya 37. Membuka aib orang lain dapat mengakibatkan .... A. meningkatnya ukhuwah B. timbulnya fitnah dan permusuhan C. bertambahnya kepercayaan D. terciptanya kedamaian E. bertambahnya kasih sayang 38. Sikap yang harus dimiliki ketika melihat kekurangan orang lain adalah .. A. menghina B. mengejek C. empati dan memberikan nasihat dengan bijaksana D. menyebarkan kepada teman E. menjadikannya bahan candaan 39. Memelihara lisan dan menutup aib orang lain mencerminkan akhlak .... A. tercela B. munafik C. mulia D. sombong E. hasad 40. Setelah mempelajari materi Syu'abul Īmān, seorang pelajar diharapkan A. menjaga lisan, menepati janji, bersyukur, dan menjaga kehormatan sesama B. lebih mudah mengejek teman C. membicarakan keburukan orang lain D. mengingkari janji E. menggunakan media sosial untuk menyebarkan fitnah

50 B. Soal Uraian 1. Jelaskan pengertian memenuhi janji menurut ajaran Islam! 2. Mengapa memenuhi janji termasuk salah satu cabang iman (Syu'abul Īmān)? Jelaskan! 3. Jelaskan tiga bentuk syukur kepada Allah Swt. beserta contohnya! 4. Sebutkan lima manfaat membiasakan perilaku memenuhi janji dalam kehidupan sehari-hari! 5. Bagaimana cara seorang pelajar menunjukkan rasa syukur kepada Allah Swt. di lingkungan sekolah? Berikan beberapa contoh! 6. Jelaskan pentingnya memelihara lisan menurut ajaran Islam! 7. Sebutkan lima contoh perilaku menjaga lisan dalam kehidupan sehari- hari! 8. Mengapa membuka aib orang lain dilarang dalam Islam? Jelaskan! 9. Bagaimana cara menasihati teman yang melakukan kesalahan tanpa membuka aibnya? 10. Jelaskan hubungan antara memenuhi janji, bersyukur, menjaga lisan, dan menutup aib orang lain dengan penguatan Syu'abul Īmān!

51 BAB III MENERAPKAN PERILAKU TERPUJI DENGAN MENGHINDARI PENYAKIT SOSIAL: PERUNDUNGAN, PERKELAHIAN, DAN PERJUDIAN Bagian 1 "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS. Al-Mā'idah: 2) A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu memahami berbagai bentuk penyakit sosial yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dunia digital. Peserta didik mampu menerapkan perilaku terpuji dengan menghindari perundungan (bullying), perkelahian, dan perjudian, serta mampu menunjukkan sikap damai, toleran, bertanggung jawab, dan menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat. B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. Menjelaskan pengertian penyakit sosial. 2. Mengidentifikasi bentuk-bentuk penyakit sosial di lingkungan sekitar. 3. Menjelaskan penyebab munculnya penyakit sosial. 4. Memahami dampak negatif perundungan, perkelahian, dan perjudian. 5. Menjelaskan pandangan Islam terhadap penyakit sosial. 6. Menunjukkan sikap yang mencerminkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. 7. Menerapkan solusi Islami dalam mencegah penyakit sosial. 8. Merefleksikan pentingnya membangun budaya damai di sekolah dan masyarakat. C. PETA KONSEP Akhlak Mulia Menjauhi Penyakit Sosial :  Perundungan ( Bullying)  Perkelahian  Perjudian Menulis ayat Al Qur’an

52 D. APERSEPSI Perkembangan zaman membawa banyak kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, di sisi lain muncul berbagai persoalan sosial yang mengancam kehidupan generasi muda, seperti perundungan di sekolah, tawuran antarpelajar, penyalahgunaan media sosial, hingga perjudian berbasis daring ( online gambling). Fenomena tersebut tidak hanya merugikan pelaku dan korban, tetapi juga merusak kehidupan keluarga, sekolah, bahkan masyarakat. Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam mengajarkan umatnya untuk membangun kehidupan yang penuh kasih sayang, persaudaraan, saling menghormati, dan menjauhi segala bentuk perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebagai pelajar muslim, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan bebas dari penyakit sosial. E. PENGERTIAN PENYAKIT SOSIAL Penyakit sosial adalah segala bentuk perilaku yang menyimpang dari norma agama, norma hukum, maupun norma masyarakat sehingga menimbulkan kerugian bagi individu maupun lingkungan. Masyarakat Damai, Aman, dan Berakhlak Mulia Perilaku Terpuji Implementasi Dalam Kehidupan

53 Penyakit sosial dapat muncul karena lemahnya iman, rendahnya pengendalian diri, pengaruh lingkungan yang buruk, kurangnya pendidikan karakter, serta penyalahgunaan teknologi. Dalam Islam, penyakit sosial dipandang sebagai perilaku yang harus dihindari karena bertentangan dengan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan tujuan syariat Islam. F. JENIS-JENIS PENYAKIT SOSIAL Dalam kehidupan remaja, terdapat berbagai bentuk penyakit sosial, di antaranya: • perundungan ( bullying); • perkelahian atau tawuran; • perjudian; • penyalahgunaan narkoba; • minuman keras; • fitnah dan ujaran kebencian; • pornografi; • penyebaran hoaks; • vandalisme; • perilaku intoleran. Pada bab ini pembahasan difokuskan pada tiga bentuk penyakit sosial yang banyak terjadi di kalangan remaja, yaitu perundungan, perkelahian, dan perjudian. G. PENYEBAB MUNCULNYA PENYAKIT SOSIAL Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya penyakit sosial antara lain: 1. Lemahnya Keimanan Keimanan yang lemah membuat seseorang mudah mengikuti hawa nafsu dan melakukan perbuatan yang dilarang Allah Swt. 2. Kurangnya Pendidikan Karakter Seseorang yang tidak dibiasakan bersikap jujur, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab lebih mudah terjerumus ke dalam perilaku menyimpang. 3. Pengaruh Teman Sebaya Lingkungan pergaulan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan karakter remaja. Rasulullah saw. bersabda:

54 "Seseorang itu mengikuti agama sahabat dekatnya..."(HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi) Karena itu, memilih teman yang baik merupakan salah satu cara menjaga keimanan. 4. Penyalahgunaan Teknologi Media sosial dapat menjadi sarana kebaikan, tetapi juga dapat digunakan untuk: • menghina orang lain; • melakukan perundungan digital ( cyberbullying); • menyebarkan berita bohong; • mengakses perjudian daring; • memprovokasi perkelahian. 5. Kurangnya Pengawasan Pengawasan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat penting agar remaja tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif. H. DAMPAK PENYAKIT SOSIAL Penyakit sosial membawa dampak yang luas, baik bagi pelaku maupun masyarakat. Dampak bagi Individu • kehilangan kepercayaan orang lain; • menurunnya prestasi belajar; • gangguan kesehatan mental; • terjerat masalah hukum; • hilangnya masa depan. Dampak bagi Keluarga • menimbulkan rasa malu; • merusak keharmonisan keluarga; • menambah beban ekonomi dan psikologis. Dampak bagi Masyarakat • meningkatnya konflik sosial; • terganggunya keamanan; • rusaknya persatuan; • menurunnya kualitas generasi bangsa.

55 I. PANDANGAN ISLAM TERHADAP PENYAKIT SOSIAL Islam menolak segala bentuk perilaku yang merugikan orang lain. Allah Swt. berfirman: "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan." (QS. Al-Baqarah: 195) Islam mengajarkan bahwa setiap muslim harus menjadi pembawa kedamaian ( raḥmatan lil-'ālamīn), bukan penyebab kerusakan. Oleh sebab itu, seorang muslim wajib: • menjaga kehormatan sesama; • menghindari kekerasan; • menjaga persaudaraan; • menyelesaikan masalah melalui musyawarah; • mengedepankan kasih sayang. J. AKTIVITAS PEMBELAJARAN Aktivitas Individu Jawablah pertanyaan berikut. 1. Apa yang dimaksud dengan penyakit sosial? 2. Sebutkan lima contoh penyakit sosial yang sering terjadi di kalangan remaja. 3. Mengapa lemahnya iman dapat menyebabkan penyakit sosial? 4. Bagaimana pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja? 5. Apa yang dapat kalian lakukan untuk mencegah penyakit sosial di sekolah? Aktivitas Kelompok Diskusikan tema berikut. "Mengapa penguatan iman dan akhlak sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit sosial di kalangan pelajar?" Buatlah kesimpulan hasil diskusi, kemudian presentasikan di depan kelas. K. REFLEKSI Renungkan pertanyaan berikut. • Apakah saya pernah menyakiti teman melalui ucapan atau media sosial? • Apakah saya memilih teman yang membawa kepada kebaikan? • Bagaimana cara saya menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan?

56 • Apa bentuk kontribusi saya dalam menciptakan sekolah yang aman dan damai? L. PENGUATAN KARAKTER Pelajar muslim hendaknya menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri, menghormati sesama, mencintai perdamaian, serta menolak segala bentuk kekerasan dan penyimpangan sosial. Keimanan yang kuat akan melahirkan akhlak yang mulia, sedangkan akhlak yang mulia akan membentuk masyarakat yang harmonis. Oleh karena itu, setiap peserta didik harus berkomitmen menjadi generasi yang berintegritas, berempati, bertanggung jawab, dan menjadi teladan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang santun dan damai.

57 UJI KOMPETENSI BAB III Materi: Menerapkan Perilaku Terpuji dengan Menghindari Penyakit Sosial (Perundungan, Perkelahian, dan Perjudian) A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E! 1. Perundungan ( bullying) adalah .... A. bekerja sama dalam kelompok B. perilaku menyakiti orang lain secara fisik, verbal, atau psikologis yang dilakukan berulang-ulang C. memberi nasihat kepada teman D. menghormati guru E. berlomba dalam kebaikan 2. Salah satu bentuk perundungan verbal adalah .... A. memukul teman B. menendang teman C. mengejek dan menghina teman D. membantu teman belajar E. meminjamkan buku 3. Perilaku yang menunjukkan kepedulian terhadap korban perundungan adalah .... A. ikut menertawakan korban B. membiarkan kejadian C. memberikan dukungan dan melaporkan kepada guru D. merekam kejadian untuk media sosial E. menghasut teman lain 4. Dampak negatif perundungan bagi korban adalah .... A. meningkatnya rasa percaya diri B. merasa aman dan nyaman C. mengalami tekanan mental, takut, dan rendah diri D. semakin berprestasi E. semakin disukai teman

58 5. Islam melarang segala bentuk perundungan karena bertentangan dengan nilai .... A. kasih sayang dan persaudaraan B. kesombongan C. permusuhan D. kebencian E. iri hati 6. Salah satu cara mencegah perundungan di sekolah adalah .... A. membentuk kelompok eksklusif B. membangun budaya saling menghargai C. membalas dengan kekerasan D. mengabaikan korban E. menyebarkan video perundungan 7. Perundungan melalui media sosial disebut .... A. cyberbullying B. e-learning C. browsing D. networking E. chatting 8. Perkelahian antarpelajar biasanya terjadi karena .... A. saling menghormati B. mampu mengendalikan emosi C. salah paham, provokasi, dan kurang pengendalian diri D. semangat belajar E. kepedulian sosial 9. Islam mengajarkan penyelesaian konflik dengan cara .... A. balas dendam B. musyawarah dan perdamaian C. kekerasan D. ancaman E. permusuhan 10. Sikap yang tepat ketika terjadi perselisihan adalah .... A. mengajak teman berkelahi B. memprovokasi C. menenangkan diri dan mencari solusi damai D. menyebarkan isu E. mempermalukan lawan

59 11. Salah satu akibat perkelahian adalah .... A. meningkatnya persaudaraan B. terciptanya kedamaian C. kerugian fisik, mental, dan sosial D. bertambahnya prestasi E. meningkatnya rasa hormat 12. Rasulullah saw. mengajarkan bahwa orang yang kuat adalah orang yang .... A. menang berkelahi B. mampu mengalahkan lawan C. mampu mengendalikan amarah D. memiliki banyak teman E. memiliki tubuh besar 13. Upaya yang dapat dilakukan pelajar untuk menghindari perkelahian adalah .... A. memperbesar masalah B. menjaga komunikasi yang baik C. membalas ejekan dengan kekerasan D. mengumpulkan teman untuk menyerang E. menyimpan dendam 14. Sikap saling memaafkan akan .... A. memperbesar konflik B. mempererat persaudaraan C. memperpanjang permusuhan D. menimbulkan kebencian E. menghilangkan kepercayaan 15. Perjudian ( maisir) adalah .... A. kegiatan sosial B. permainan yang mengandung unsur taruhan dan untung-untungan C. olahraga D. perdagangan E. kegiatan pendidikan 16. Hukum perjudian dalam Islam adalah .... A. wajib B. sunah C. mubah D. makruh E. haram

60 17. Salah satu dampak buruk perjudian adalah .... A. meningkatkan kesejahteraan keluarga B. menumbuhkan semangat bekerja C. merusak ekonomi dan moral D. mempererat persaudaraan E. meningkatkan prestasi belajar 18. Seorang pelajar yang beriman akan menghindari perjudian karena .... A. ingin dipuji B. takut dimarahi teman C. menaati perintah Allah Swt. D. ingin menjadi terkenal E. mengikuti tren 19. Contoh perjudian modern adalah .... A. membaca buku B. investasi yang legal C. taruhan pertandingan dan judi daring (online) D. mengikuti lomba akademik E. menabung di bank 20. Sikap terbaik seorang pelajar terhadap perjudian adalah .... A. mencoba sekali B. ikut-ikutan teman C. menjauhi segala bentuk perjudian dan mengajak teman meninggalkannya D. menonton perjudian untuk hiburan E. bermain jika ada hadiah 21. Salah satu penyebab utama terjadinya perundungan di sekolah adalah . A. rendahnya empati terhadap sesama B. tingginya semangat belajar C. sikap saling menghargai D. kebiasaan bermusyawarah E. budaya tolong-menolong 22. Sikap seorang muslim ketika melihat temannya menjadi korban perundungan adalah .... A. membiarkannya B. ikut mengejek C. membantu dan melaporkan kepada guru D. merekam kejadian E. menyebarkan video di media sosial

61 23. Perilaku mengejek kondisi fisik teman termasuk bentuk .... A. ukhuwah B. toleransi C. perundungan verbal D. kepedulian E. motivasi 24. Salah satu cara menciptakan lingkungan sekolah yang aman adalah .... A. membentuk kelompok yang saling bermusuhan B. menghormati perbedaan dan menghargai teman C. membalas ejekan dengan kekerasan D. menyebarkan gosip E. memilih teman berdasarkan status sosial 25. Perkelahian bertentangan dengan ajaran Islam karena .... A. menghilangkan kasih sayang dan persaudaraan B. meningkatkan prestasi C. mempererat hubungan D. membangun kerja sama E. memperkuat persatuan 26. Sikap yang tepat ketika menghadapi provokasi adalah .... A. langsung membalas B. mengendalikan emosi dan menghindari konflik C. mengajak teman berkelahi D. menyebarkan kebencian E. mempermalukan lawan 27. Salah satu dampak negatif perkelahian bagi pelajar adalah .... A. meningkatnya prestasi belajar B. rusaknya masa depan dan citra diri C. bertambahnya rasa hormat D. semakin banyak teman E. meningkatnya kedisiplinan 28. Islam mengajarkan penyelesaian konflik dengan mengedepankan .... A. kekerasan B. balas dendam C. musyawarah dan perdamaian D. ancaman E. permusuhan 29. Perjudian dilarang dalam Islam karena .... A. mendidik bekerja keras

62 B. mengandung unsur untung-untungan dan merugikan C. meningkatkan kejujuran D. mempererat persaudaraan E. melatih disiplin 30. Salah satu akibat perjudian adalah .... A. meningkatnya kesejahteraan keluarga B. timbulnya kemalasan dan kerugian ekonomi C. bertambahnya semangat belajar D. meningkatnya kepedulian sosial E. bertambahnya rasa syukur 31. Perjudian daring ( online gambling) dapat diakses melalui .... A. perpustakaan B. media elektronik dan internet C. ruang kelas D. laboratorium E. tempat ibadah 32. Sikap seorang pelajar terhadap ajakan berjudi adalah .... A. mencoba sekali B. ikut demi teman C. menolak dengan tegas dan mengingatkan teman D. merahasiakan kegiatan tersebut E. mendukung kegiatan tersebut 33. Salah satu hikmah menjauhi penyakit sosial adalah .... A. memperoleh ketenangan hidup dan ridha Allah Swt. B. mudah bermusuhan C. kehilangan teman D. dijauhi masyarakat E. sulit dipercaya 34. Perilaku terpuji yang dapat menggantikan kebiasaan berkelahi adalah .. A. saling menghormati dan bekerja sama B. menyimpan dendam C. memprovokasi teman D. membalas ejekan E. menghina orang lain 35. Orang yang mampu menahan amarah akan .... A. mudah bermusuhan B. mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Swt. C. kehilangan teman

63 D. dipandang lemah E. mudah diprovokasi 36. Salah satu bentuk kepedulian terhadap korban perjudian adalah .... A. membiarkannya B. mengejeknya C. memberikan motivasi untuk berhenti dan mencari bantuan D. meminjamkan uang untuk berjudi E. ikut bermain 37. Nilai karakter yang dikembangkan dengan menjauhi penyakit sosial adalah .... A. egois B. tanggung jawab, disiplin, dan peduli C. iri hati D. kesombongan E. kemalasan 38. Seorang pelajar yang berakhlak mulia akan menggunakan media sosial untuk .... A. menyebarkan kebencian B. melakukan perundungan C. berbagi informasi yang bermanfaat dan santun D. mempermalukan teman E. menyebarkan fitnah 39. Salah satu ciri masyarakat yang bebas dari penyakit sosial adalah .... A. tingginya angka kekerasan B. banyak terjadi perjudian C. terjalinnya kedamaian, kepedulian, dan persaudaraan D. meningkatnya permusuhan E. rendahnya rasa tanggung jawab 40. Setelah mempelajari materi BAB III, peserta didik diharapkan .... A. menjadi pribadi yang menjauhi perundungan, perkelahian, dan perjudian serta mengamalkan akhlak mulia B. berani melakukan kekerasan C. menganggap perjudian sebagai hiburan D. membalas setiap ejekan dengan perkelahian E. membiarkan penyakit sosial berkembang

64 B. Soal Uraian 1. Jelaskan pengertian perundungan ( bullying) menurut pandangan Islam! 2. Sebutkan dan jelaskan tiga dampak negatif perundungan bagi korban! 3. Mengapa Islam melarang perkelahian? Jelaskan disertai alasan! 4. Jelaskan pengertian perjudian ( maisir) dan mengapa hukumnya haram dalam Islam! 5. Sebagai seorang pelajar, bagaimana cara menerapkan perilaku terpuji agar terhindar dari perundungan, perkelahian, dan perjudian? Berikan beberapa contoh! 6. Jelaskan mengapa perundungan ( bullying) bertentangan dengan ajaran Islam! 7. Sebutkan lima cara yang dapat dilakukan pelajar untuk mencegah perkelahian di lingkungan sekolah! 8. Jelaskan dampak perjudian terhadap kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat! 9. Bagaimana peran guru, orang tua, dan teman sebaya dalam mencegah perundungan, perkelahian, dan perjudian di kalangan remaja? 10. Tuliskan lima nilai akhlak mulia yang dapat diterapkan oleh pelajar agar terhindar dari berbagai penyakit sosial!

65 ASESMEN SUMATIF TENGAH SEMESTER Materi yang Diujikan: • BAB I: QS. Āli 'Imrān ayat 190–191, Tajwid Mad Lāzim dan Mad Ṣilah, Berpikir Kritis • BAB II: Syu'abul Īmān (Memenuhi Janji, Bersyukur, Memelihara Lisan, Menutup Aib) • BAB III: Menghindari Penyakit Sosial (Perundungan, Perkelahian, dan Perjudian) A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat! BAB I 1. Kandungan utama QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. kewajiban zakat B. pentingnya berpikir kritis terhadap tanda-tanda kebesaran Allah Swt. C. hukum jual beli D. kisah para nabi E. hukum waris 2. Orang yang mampu mengambil pelajaran dari penciptaan langit dan bumi disebut .... A. ulul albab B. muttaqin C. muhajirin D. ansar E. muttafaqih 3. Salah satu ciri ulul albab adalah .... A. malas berpikir B. hanya mengandalkan pendapat orang lain C. senantiasa berzikir dan berpikir D. menolak ilmu pengetahuan E. suka berdebat tanpa ilmu 4. Mad Lazim termasuk hukum bacaan mad yang dibaca sepanjang .... A. 2 harakat B. 3 harakat C. 4 harakat D. 6 harakat E. 8 harakat

66 5. Mad Ṣilah dibagi menjadi .... A. dua macam, yaitu Mad Ṣilah Qaṣirah dan Mad Ṣilah Ṭawilah B. tiga macam C. empat macam D. lima macam E. enam macam 6. Berpikir kritis menurut ajaran Islam bertujuan agar manusia .... A. mudah menyalahkan orang lain B. semakin yakin terhadap kebesaran Allah Swt. C. menolak ilmu D. bersikap sombong E. mengabaikan fakta 7. Sikap berpikir kritis dapat diterapkan ketika .... A. menerima semua informasi tanpa memeriksa B. memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya C. menyebarkan hoaks D. mempercayai semua media sosial E. mengikuti pendapat mayoritas tanpa berpikir 8. Memenuhi janji merupakan bagian dari .... A. syirik B. nifak C. Syu'abul Īmān D. maksiat E. bid'ah 9. Orang yang menepati janji akan memperoleh .... A. kebencian B. kepercayaan C. permusuhan D. kerugian E. celaan 10. Syukur dengan lisan diwujudkan dengan .... A. membantu sesama B. mengucapkan Alhamdulillāh C. bekerja keras D. belajar E. bersedekah

67 11. Orang yang tidak mensyukuri nikmat Allah disebut .... A. muttaqin B. mukmin C. kufur nikmat D. siddiq E. amanah 12. Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau ...." A. berteriak B. berdebat C. diam D. marah E. mengkritik 13. Membicarakan keburukan orang lain di belakangnya disebut .... A. amanah B. ghibah C. syukur D. tabligh E. ikhlas 14. Menutup aib orang lain termasuk bentuk .... A. akhlak tercela B. cabang keimanan C. kemunafikan D. kesombongan E. kedengkian 15. Perundungan ( bullying) adalah .... A. saling membantu B. menyakiti orang lain secara fisik, verbal, atau psikologis C. berdiskusi D. bekerja sama E. bermusyawarah 16. Salah satu dampak negatif perundungan adalah .... A. meningkatnya rasa percaya diri korban B. korban mengalami tekanan psikologis C. bertambahnya semangat belajar D. meningkatnya prestasi E. bertambahnya persahabatan

68 17. Islam mengajarkan penyelesaian konflik dengan cara .... A. balas dendam B. kekerasan C. musyawarah dan perdamaian D. ancaman E. permusuhan 18. Perjudian ( maisir) hukumnya .... A. wajib B. sunah C. mubah D. makruh E. haram 19. Salah satu dampak buruk perjudian adalah .... A. meningkatnya kesejahteraan B. tumbuhnya semangat kerja C. rusaknya moral dan ekonomi D. meningkatnya persatuan E. bertambahnya rasa syukur 20. Cara terbaik menghindari penyakit sosial adalah .... A. memilih teman yang berakhlak baik dan menaati ajaran agama B. mengikuti ajakan teman C. mencoba perjudian sekali D. membalas ejekan dengan kekerasan E. menyebarkan perundungan di media sosial 21. Hikmah mempelajari QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. menghindari belajar B. memperkuat keimanan melalui pengamatan terhadap ciptaan Allah Swt. C. membatasi ilmu pengetahuan D. menjauhi penelitian E. mengutamakan pendapat tanpa dalil 22. Salah satu contoh berpikir kritis di sekolah adalah .... A. menerima semua informasi tanpa memeriksa B. bertanya kepada guru jika belum memahami materi C. menyontek pekerjaan teman D. menyebarkan berita yang belum jelas E. menghindari diskusi

69 23. Membaca Al-Qur'an sesuai hukum tajwid bertujuan untuk .... A. mempercepat bacaan B. menjaga keaslian bacaan Al-Qur'an C. mempersingkat ayat D. memperbanyak suara E. memperindah tulisan 24. Sikap seorang muslim terhadap ilmu pengetahuan adalah .... A. menghindarinya B. memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat C. menggunakannya untuk kesombongan D. menolaknya E. mempelajarinya hanya demi nilai 25. Orang yang bersyukur akan .... A. kufur nikmat B. memperoleh tambahan nikmat dari Allah Swt. C. kehilangan nikmat D. dijauhi masyarakat E. sulit berkembang 26. Menjaga lisan berarti .... A. berbicara sesuka hati B. berkata baik atau diam C. membicarakan keburukan orang lain D. menyebarkan fitnah E. mengucapkan kebohongan 27. Menutup aib orang lain akan .... A. merusak persaudaraan B. menjaga kehormatan sesama muslim C. menimbulkan kebencian D. memperbesar konflik E. menghilangkan kepercayaan 28. Salah satu contoh memenuhi janji di sekolah adalah .... A. datang terlambat saat piket B. melaksanakan tugas kelompok sesuai kesepakatan C. mengabaikan amanah guru D. meninggalkan kelas tanpa izin E. menyontek saat ujian

70 29. Perundungan melalui media sosial disebut .... A. browsing B. networking C. cyberbullying D. uploading E. downloading 30. Sikap yang tepat ketika melihat teman dirundung adalah .... A. ikut menertawakan B. mendukung pelaku C. menolong korban dan melaporkan kepada guru D. merekam lalu menyebarkannya E. membiarkannya 31. Salah satu penyebab perkelahian antarpelajar adalah .... A. saling menghormati B. mampu mengendalikan emosi C. provokasi dan kurangnya pengendalian diri D. semangat belajar E. kerja sama 32. Orang yang kuat menurut hadis Rasulullah saw. adalah orang yang .... A. menang berkelahi B. memiliki tubuh besar C. mampu mengendalikan amarah D. paling banyak teman E. paling kaya 33. Hukum perjudian dalam Islam adalah .... A. wajib B. sunah C. mubah D. makruh E. haram 34. Salah satu dampak perjudian terhadap keluarga adalah .... A. meningkatkan kesejahteraan B. mempererat hubungan keluarga C. menimbulkan konflik dan kesulitan ekonomi D. meningkatkan pendidikan anak E. memperkuat persatuan 35. Cara menghindari perjudian adalah .... A. mencoba sekali

71 B. mengikuti ajakan teman C. menjauhi semua bentuk taruhan D. bermain jika ada hadiah E. menonton perjudian sebagai hiburan 36. Nilai karakter yang berkembang ketika seseorang menjauhi penyakit sosial adalah .... A. egois B. tanggung jawab dan disiplin C. iri hati D. dendam E. kesombongan 37. Seorang pelajar yang berakhlak mulia akan menggunakan media sosial untuk .... A. menyebarkan fitnah B. melakukan perundungan C. membagikan informasi yang benar dan bermanfaat D. menghina teman E. mempermalukan orang lain 38. Perilaku yang mencerminkan kasih sayang kepada sesama adalah .... A. mengejek teman B. membantu teman yang mengalami kesulitan C. menyebarkan rahasia teman D. menghina kekurangan orang lain E. memprovokasi perkelahian 39. Salah satu hikmah menjauhi penyakit sosial adalah .... A. hidup menjadi tidak tenang B. terciptanya kehidupan yang aman, damai, dan harmonis C. bertambahnya permusuhan D. hilangnya persaudaraan E. berkurangnya rasa tanggung jawab 40. Setelah mempelajari BAB I–III, peserta didik diharapkan .... A. menjadi pribadi yang berpikir kritis, beriman, berakhlak mulia, dan menjauhi penyakit social B. mengutamakan kepentingan diri sendiri C. membalas setiap ejekan dengan kekerasan D. menganggap perjudian sebagai hiburan E. mengabaikan nilai-nilai Islam

72 B. Soal Uraian 1. Jelaskan makna Ulul Albab berdasarkan kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191! 2. Jelaskan tiga bentuk pengamalan Syu'abul Īmān dalam kehidupan seorang pelajar! 3. Mengapa menjaga lisan dan menutup aib orang lain termasuk bagian dari akhlak mulia? 4. Jelaskan dampak negatif perundungan ( bullying) dan perkelahian terhadap kehidupan pelajar! 5. Bagaimana cara menerapkan perilaku berpikir kritis, bersyukur, dan menjauhi penyakit sosial dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contoh! 6. Jelaskan hubungan antara berpikir kritis dan keimanan berdasarkan kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191! 7. Sebutkan dan jelaskan empat contoh pengamalan Syu'abul Īmān yang dapat diterapkan oleh pelajar! 8. Jelaskan cara menjaga lisan dan menutup aib orang lain, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial! 9. Mengapa perundungan, perkelahian, dan perjudian termasuk penyakit sosial yang harus dihindari? Jelaskan beserta dampaknya! 10. Tuliskan lima upaya nyata yang dapat dilakukan pelajar untuk membangun lingkungan sekolah yang aman, damai, religius, dan bebas dari penyakit sosial!

73 BAB IV MENEBARKAN ISLAM DENGAN SANTUN DAN DAMAI MELALUI KHOTBAH, TABLIGH, DAN DAKWAH Bagian 1 "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang paling baik." (QS. An-Naḥl: 125) A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu memahami ketentuan khotbah, tabligh, dan dakwah sebagai bagian dari syiar Islam. Peserta didik mampu menerapkan nilai-nilai dakwah yang santun, damai, moderat, serta mencerminkan ajaran Islam raḥmatan lil-'ālamīn dalam kehidupan sehari- hari. B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. Menjelaskan pengertian khotbah, tabligh, dan dakwah. 2. Menjelaskan tujuan khotbah, tabligh, dan dakwah. 3. Memahami dasar hukum khotbah, tabligh, dan dakwah. 4. Menjelaskan persamaan dan perbedaan khotbah, tabligh, dan dakwah. 5. Menunjukkan sikap santun dalam menyampaikan ajaran Islam. 6. Merefleksikan pentingnya dakwah yang damai di tengah masyarakat yang majemuk. C. PETA KONSEP Terwujudnya Masyarakat yang Damai dan Berakhlak Mulia Syiar Islam : Khutbah, Tabligh, Dakwah Hikmah – Mau‘izhah Hasanah – Mujādalah Billatī Hiya Aḥsan

74 D. APERSEPSI Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang, kedamaian, dan penghormatan terhadap sesama manusia. Sejak awal kerasulannya, Nabi Muhammad saw. menyampaikan ajaran Islam dengan penuh kelembutan, kebijaksanaan, dan keteladanan. Di tengah masyarakat yang beragam, dakwah tidak boleh dilakukan dengan kekerasan, paksaan, atau ujaran kebencian. Sebaliknya, dakwah harus menghadirkan solusi, mempererat persaudaraan, serta membawa rahmat bagi seluruh alam. Sebagai generasi muda muslim, peserta didik memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan nilai-nilai Islam melalui perilaku yang santun, jujur, toleran, dan penuh kasih sayang. E. PENGERTIAN KHOTBAH Secara bahasa, khotbah berarti pidato atau penyampaian nasihat kepada orang banyak. Secara istilah, khotbah adalah penyampaian pesan-pesan keagamaan yang dilakukan sesuai ketentuan syariat Islam pada waktu tertentu, seperti: • khotbah Jumat; • khotbah Idulfitri; • khotbah Iduladha; • khotbah nikah; • khotbah istisqa'. Khotbah memiliki aturan khusus, baik mengenai waktu, rukun, syarat, maupun tata caranya. F. TUJUAN KHOTBAH Khotbah bertujuan untuk: 1. meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.; 2. memberikan nasihat dan peringatan; 3. mengajak umat kepada kebaikan; 4. memperkuat ukhuwah Islamiyah; 5. memberikan solusi terhadap persoalan kehidupan. Terwujudnya Masyarakat yang Damai dan Berakhlak Mulia

75 G. PENGERTIAN TABLIGH Kata tabligh berasal dari bahasa Arab ballagha yang berarti menyampaikan. Secara istilah, tabligh adalah menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain secara benar, jelas, dan bertanggung jawab. Tabligh dapat dilakukan melalui: • ceramah; • pengajian; • seminar; • diskusi; • media massa; • media sosial; • tulisan; • video edukatif. Tabligh tidak dibatasi oleh waktu tertentu sehingga dapat dilakukan kapan saja selama bertujuan menyampaikan kebenaran. H. TUJUAN TABLIGH Tujuan tabligh antara lain: • menyampaikan ajaran Islam; • mengajak manusia kepada kebaikan; • meningkatkan pemahaman keagamaan; • memperkuat akhlak umat; • mencegah kemungkaran melalui cara yang bijaksana. I. PENGERTIAN DAKWAH Secara bahasa, dakwah berarti mengajak atau menyeru. Secara istilah, dakwah adalah usaha mengajak manusia menuju jalan Allah Swt. melalui perkataan, perbuatan, tulisan, maupun keteladanan agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dakwah merupakan tugas seluruh umat Islam sesuai kemampuan masing- masing. J. DASAR HUKUM DAKWAH Allah Swt. berfirman: "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar...."

76 (QS. Āli 'Imrān: 104) Allah Swt. juga berfirman: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang paling baik." (QS. An-Naḥl: 125) Ayat-ayat tersebut menunjukkan bahwa dakwah merupakan kewajiban yang harus dilakukan dengan hikmah, kelembutan, dan akhlak yang mulia. K. PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KHOTBAH, TABLIGH, DAN DAKWAH Aspek Khotbah Tabligh Dakwah Tujuan Memberikan nasihat pada ibadah tertentu Menyampaikan ajaran Islam Mengajak manusia menuju jalan Allah Waktu Terikat ketentuan syariat Fleksibel Fleksibel Bentuk Ceramah resmi Ceramah, tulisan, media Semua bentuk ajakan kepada kebaikan Sasaran Jamaah tertentu Masyarakat umum Seluruh umat manusia Meskipun memiliki perbedaan, ketiganya memiliki tujuan yang sama, yaitu menyebarkan ajaran Islam dan membimbing manusia menuju kebaikan. L. KARAKTER DAKWAH RASULULLAH SAW. Keberhasilan dakwah Rasulullah saw. tidak hanya karena isi ajarannya, tetapi juga karena akhlak beliau yang mulia. Karakter dakwah Rasulullah meliputi: • jujur ( ṣiddīq); • dapat dipercaya ( amānah); • cerdas ( faṭānah); • menyampaikan kebenaran ( tablīgh); • penuh kasih sayang; • sabar; • santun; • menghargai perbedaan; • tidak memaksa. Karakter inilah yang harus diteladani oleh setiap muslim ketika menyampaikan ajaran Islam.

77 M. AKTIVITAS PEMBELAJARAN Aktivitas Individu Jawablah pertanyaan berikut. 1. Apa pengertian khotbah? 2. Jelaskan pengertian tabligh. 3. Apa yang dimaksud dengan dakwah? 4. Sebutkan persamaan khotbah, tabligh, dan dakwah. 5. Mengapa dakwah harus dilakukan dengan santun? Aktivitas Kelompok Diskusikan tema berikut. "Bagaimana cara berdakwah kepada generasi muda di era media sosial tanpa menimbulkan perpecahan?" Presentasikan hasil diskusi dalam bentuk infografik atau presentasi digital. N. REFLEKSI Renungkan pertanyaan berikut. • Apakah saya sudah menjadi teladan yang baik bagi teman-teman? • Bagaimana cara saya menyampaikan nasihat tanpa menyakiti orang lain? • Apakah saya menggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan? • Sikap Rasulullah saw. apa yang paling ingin saya teladani dalam berdakwah? O. PENGUATAN KARAKTER Setiap muslim adalah duta Islam. Dakwah tidak selalu dilakukan melalui ceramah di atas mimbar, tetapi dapat diwujudkan melalui kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Akhlak yang baik merupakan dakwah yang paling efektif karena mampu menyentuh hati dan memberikan inspirasi kepada orang lain. Oleh sebab itu, jadilah pelajar yang santun, ramah, toleran, dan selalu menghadirkan kedamaian di mana pun berada.

78 UJI KOMPETENSI BAB IV Materi: Ketentuan Khotbah, Tabligh, dan Dakwah dalam Menebarkan Islam yang Santun dan Damai A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E! 1. Khotbah dalam Islam adalah .... A. percakapan biasa antarteman B. pidato keagamaan yang disampaikan sesuai ketentuan syariat pada waktu tertentu C. ceramah bebas tanpa aturan D. diskusi ilmiah E. pembacaan doa bersama 2. Salah satu tujuan khotbah adalah .... A. mencari popularitas B. menyampaikan ajaran Islam serta memberikan nasihat kepada jamaah C. menghibur masyarakat D. mengkritik pemerintah E. menunjukkan kemampuan berbicara 3. Salah satu syarat khatib adalah .... A. belum balig B. beragama Islam, balig, dan berakal C. tidak mampu membaca Al-Qur'an D. tidak mengetahui hukum Islam E. sedang berhadas besar 4. Rukun khotbah Jumat yang harus dilakukan adalah .... A. membaca syair B. membaca hamdalah dan salawat kepada Nabi Muhammad saw. C. menyampaikan cerita lucu D. membaca puisi E. bernyanyi 5. Salah satu adab mendengarkan khotbah Jumat adalah .... A. berbicara dengan teman B. bermain telepon genggam C. mendengarkan dengan khusyuk

79 D. tidur E. berjalan-jalan di masjid 6. Isi khotbah yang baik harus .... A. mengandung fitnah B. menimbulkan permusuhan C. sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah D. memprovokasi masyarakat E. mempermalukan orang lain 7. Khotbah Jumat dilaksanakan sebelum .... A. salat Subuh B. salat Zuhur berjamaah pada hari Jumat C. salat Asar D. salat Magrib E. salat Isya 8. Tabligh secara bahasa berarti .... A. menghafal B. menyampaikan C. menulis D. memimpin E. mendengarkan 9. Tugas seorang mubalig adalah .... A. menyembunyikan ilmu B. menyampaikan ajaran Islam dengan benar C. memaksa orang lain masuk Islam D. menyebarkan berita bohong E. mencari keuntungan pribadi 10. Salah satu sifat Rasulullah saw. yang berkaitan dengan tabligh adalah .. A. fathanah B. siddiq C. amanah D. tabligh E. istiqamah 11. Dalam menyampaikan tabligh, seorang mubalig harus .... A. menggunakan kata-kata kasar B. menyampaikan dengan hikmah dan kelembutan C. memaksakan kehendak D. menghina pendengar E. mengutamakan kepentingan pribadi

80 12. Tujuan utama tabligh adalah .... A. memperoleh kekayaan B. menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat C. mencari jabatan D. memenangkan perdebatan E. memperoleh popularitas 13. Salah satu media tabligh pada era digital adalah .... A. media sosial B. permainan judi C. berita bohong D. kekerasan E. fitnah 14. Tabligh yang baik harus didasarkan pada .... A. hawa nafsu B. kepentingan pribadi C. Al-Qur'an dan As-Sunnah D. adat semata E. opini masyarakat 15. Dakwah adalah .... A. kegiatan berdagang B. mengajak manusia kepada kebaikan sesuai ajaran Islam C. kegiatan politik D. perlombaan pidato E. kegiatan hiburan 16. Salah satu metode dakwah yang diajarkan dalam Al-Qur'an adalah .... A. kekerasan B. paksaan C. hikmah dan mau'izah hasanah D. ancaman E. kebencian 17. Sikap yang harus dimiliki seorang dai adalah .... A. sombong B. sabar, ikhlas, dan bijaksana C. mudah marah D. egois E. suka menghina 18. Dakwah yang santun akan .... A. menimbulkan konflik

81 B. menarik simpati masyarakat C. memecah persatuan D. menimbulkan kebencian E. memperbesar permusuhan 19. Salah satu contoh dakwah bil hal adalah .... A. menghina orang lain B. memberi teladan melalui perilaku yang baik C. memaksa orang mengikuti pendapat D. menyebarkan fitnah E. mengejek pemeluk agama lain 20. Seorang pelajar dapat berdakwah dengan cara .... A. menyebarkan berita bohong B. mengajak teman berbuat baik dan memberi teladan C. memaksa teman mengikuti pendapatnya D. menghina teman yang berbeda E. menimbulkan perpecahan 21. Salah satu tujuan utama dakwah Islam adalah .... A. memperoleh kekuasaan B. mengajak manusia menuju jalan Allah Swt. C. mencari keuntungan materi D. memperbanyak pengikut E. memenangkan perdebatan 22. Dalam berdakwah, Rasulullah saw. selalu mengutamakan .... A. kekerasan B. ancaman C. kelembutan dan hikmah D. paksaan E. hukuman 23. Seorang dai harus mampu menjadi .... A. pengkritik semata B. teladan dalam ucapan dan perbuatan C. orang yang paling kaya D. pemimpin politik E. pengusaha sukses 24. Salah satu etika berdakwah adalah .... A. menghina keyakinan orang lain B. menggunakan bahasa yang santun C. memaksa orang menerima pendapat

82 D. menyebarkan kebencian E. mempermalukan lawan bicara 25. Dakwah yang dilakukan melalui perbuatan nyata disebut .... A. dakwah bil lisan B. dakwah bil hal C. dakwah bil kitabah D. dakwah bil qalam E. dakwah bil jidal 26. Contoh dakwah bil hal di lingkungan sekolah adalah .... A. mengejek teman B. menjadi teladan dalam disiplin dan kejujuran C. memaksa teman mengikuti organisasi D. menyebarkan berita bohong E. menyontek saat ujian 27. Salah satu syarat keberhasilan dakwah adalah .... A. kesabaran dan keikhlasan B. kemarahan C. kesombongan D. paksaan E. kekerasan 28. Seorang khatib hendaknya menyampaikan materi yang .... A. menimbulkan perpecahan B. sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah C. mengandung fitnah D. mempermalukan kelompok tertentu E. hanya berdasarkan opini pribadi 29. Sikap jamaah ketika khotbah berlangsung adalah .... A. berbicara dengan teman B. bermain telepon genggam C. mendengarkan dengan khusyuk D. berjalan-jalan di masjid E. bercanda 30. Salah satu hikmah melaksanakan khotbah Jumat adalah .... A. memperkuat ukhuwah Islamiyah B. memperbesar perselisihan C. menambah permusuhan D. membatasi silaturahmi E. mengurangi semangat ibadah

83 31. Dalam berdakwah melalui media sosial, seorang muslim harus .... A. menyebarkan berita tanpa memeriksa kebenarannya B. menyampaikan konten yang benar, santun, dan bermanfaat C. membuat konten yang menghina orang lain D. memprovokasi masyarakat E. mengejar popularitas semata 32. Salah satu tantangan dakwah di era digital adalah .... A. mudahnya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian B. tidak adanya media komunikasi C. tidak ada pengguna internet D. semua informasi pasti benar E. tidak adanya media sosial 33. Perilaku yang mencerminkan dakwah di lingkungan keluarga adalah .... A. menghormati orang tua dan memberi teladan yang baik B. membantah orang tua C. berbicara kasar D. mengabaikan nasihat E. bersikap sombong 34. Seorang mubalig harus memiliki kemampuan .... A. berbicara dengan santun dan berdasarkan ilmu B. memaksa orang lain C. mencari keuntungan pribadi D. mempermalukan pendengar E. menyampaikan informasi tanpa dalil 35. Salah satu tujuan tabligh adalah .... A. menyampaikan kebenaran sesuai ajaran Islam B. memperoleh pujian manusia C. mengalahkan lawan debat D. mencari jabatan E. meningkatkan popularitas 36. Rasulullah saw. berhasil menyebarkan Islam karena .... A. menggunakan kekerasan B. memaksa semua orang C. berakhlak mulia, jujur, dan penuh kasih sayang D. mengutamakan peperangan E. memberikan ancaman kepada semua orang 37. Nilai utama yang harus dimiliki seorang dai adalah .... A. sabar, ikhlas, amanah, dan bijaksana

84 B. keras kepala C. sombong D. pendendam E. iri hati 38. Dakwah yang baik akan menghasilkan .... A. kebencian B. kerukunan dan persatuan umat C. permusuhan D. perpecahan E. konflik 39. Sebagai pelajar, bentuk dakwah yang paling tepat adalah .... A. memaksa teman mengikuti pendapat B. memberikan teladan melalui akhlak yang baik C. mengejek teman yang berbeda D. menyebarkan isu yang belum jelas E. memusuhi teman 40. Kesimpulan yang tepat setelah mempelajari materi khotbah, tabligh, dan dakwah adalah .... A. Islam mengajarkan penyebaran agama dengan kekerasan B. Islam mengajarkan penyebaran ajaran melalui hikmah, keteladanan, dan akhlak mulia C. dakwah hanya tugas ulama D. pelajar tidak memiliki kewajiban berdakwah E. dakwah dilakukan hanya di masjid B. Soal Uraian 1. Jelaskan pengertian khotbah menurut ajaran Islam! 2. Sebutkan lima syarat atau adab yang harus dimiliki seorang khatib! 3. Jelaskan pengertian tabligh dan tujuan pelaksanaannya! 4. Mengapa dakwah harus dilakukan dengan santun, damai, dan penuh hikmah? Jelaskan! 5. Sebagai pelajar, bagaimana cara menerapkan khotbah, tabligh, dan dakwah dalam kehidupan sehari-hari? Berikan beberapa contoh! 6. Jelaskan perbedaan antara khotbah, tabligh, dan dakwah! 7. Sebutkan lima syarat atau sifat yang harus dimiliki seorang dai atau mubalig agar dakwahnya berhasil! 8. Bagaimana cara menerapkan dakwah yang santun di era digital dan media sosial? Berikan contoh!

85 9. Mengapa dakwah tidak boleh dilakukan dengan paksaan? Jelaskan berdasarkan nilai-nilai Islam! 10. Sebagai pelajar, jelaskan lima contoh kegiatan yang dapat dilakukan untuk menebarkan Islam yang santun dan damai di sekolah maupun di masyarakat!

86 BAB V MEREFLEKSIKAN PERAN TOKOH ULAMA INDONESIA DALAM PERKEMBANGAN PERADABAN ISLAM SEBELUM ABAD KE-19 Bagian 1 "Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat." (QS. Al-Mujādilah: 11) A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Pada akhir pembelajaran, peserta didik mampu memahami peran tokoh- tokoh ulama Indonesia dalam perkembangan peradaban Islam sebelum abad ke-19. Peserta didik mampu merefleksikan nilai perjuangan, keteladanan, semangat dakwah, kecintaan terhadap ilmu, serta kontribusi para ulama dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. B. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu: 1. Menjelaskan perkembangan Islam di Nusantara sebelum abad ke-19. 2. Menjelaskan peran ulama dalam penyebaran Islam di Indonesia. 3. Mengidentifikasi tokoh-tokoh ulama yang berpengaruh dalam perkembangan Islam. 4. Menjelaskan strategi dakwah para ulama. 5. Meneladani nilai-nilai perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari- hari. 6. Merefleksikan pentingnya menjaga persatuan melalui dakwah yang damai.

87 C. PETA KONSEP D. APERSEPSI Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Penyebaran Islam di Nusantara berlangsung secara damai melalui perdagangan, pendidikan, budaya, perkawinan, dan dakwah para ulama. Keberhasilan penyebaran Islam tidak terlepas dari peran para ulama yang memiliki ilmu, akhlak mulia, kesabaran, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat. Mereka tidak memaksakan ajaran Islam, melainkan menyampaikannya dengan hikmah, keteladanan, dan kasih sayang. Melalui perjuangan para ulama tersebut, Islam berkembang menjadi agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia hingga saat ini. E. MASUKNYA ISLAM KE NUSANTARA Para sejarawan memiliki beberapa pendapat mengenai masuknya Islam ke Indonesia, antara lain: 1. Teori Gujarat Islam masuk melalui para pedagang dari Gujarat (India) sekitar abad ke-13 M. 2. Teori Arab (Makkah) Islam dibawa langsung oleh para pedagang Arab sejak abad ke-7 M melalui jalur perdagangan internasional. 3. Teori Persia Masuknya Islam Ke Nusantara Peran Ulama Terbentuknya Peradaban Islam Nusantara Keteladanan Bagi Generasi Masa Kini

88 Islam berkembang melalui pengaruh ulama dan pedagang Persia yang datang ke Nusantara. Meskipun terdapat perbedaan pendapat, semua teori menunjukkan bahwa Islam berkembang melalui jalan damai tanpa pemaksaan. F. PERAN ULAMA DALAM PENYEBARAN ISLAM Ulama memiliki kedudukan yang sangat penting dalam perkembangan Islam di Nusantara. Peran mereka antara lain: 1. Sebagai Pendidik Para ulama mendirikan: • surau; • pesantren; • masjid; • pusat-pusat pengajian. Melalui lembaga tersebut lahirlah generasi muslim yang berilmu dan berakhlak mulia. 2. Sebagai Pendakwah Para ulama menyampaikan ajaran Islam dengan: • ceramah; • keteladanan; • seni budaya; • perdagangan; • pendekatan sosial. Cara dakwah tersebut membuat masyarakat menerima Islam dengan sukarela. 3. Sebagai Pemimpin Masyarakat Banyak ulama menjadi penasihat kerajaan, pemimpin masyarakat, sekaligus penyelesai berbagai persoalan sosial. 4. Sebagai Pembaru Peradaban Para ulama memperkenalkan: • pendidikan Islam; • sistem hukum Islam; • pengembangan ilmu pengetahuan; • nilai keadilan;

89 • semangat persaudaraan. G. KARAKTER DAKWAH ULAMA NUSANTARA Keberhasilan dakwah para ulama dipengaruhi oleh akhlak mereka yang mulia. Karakter dakwah mereka antara lain: • santun; • sabar; • bijaksana; • menghargai budaya lokal; • mengutamakan musyawarah; • tidak menggunakan kekerasan; • menjadi teladan dalam kehidupan. Karakter tersebut sesuai dengan firman Allah Swt.: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah..." (QS. An-Naḥl: 125) H. TOKOH-TOKOH ULAMA INDONESIA SEBELUM ABAD KE-19 Beberapa tokoh penting dalam perkembangan Islam di Nusantara antara lain: 1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) Beliau dikenal sebagai pelopor dakwah Islam di Jawa. Dakwahnya dilakukan melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan perdagangan. 2. Sunan Ampel Mendirikan pesantren Ampel Denta yang menjadi pusat pendidikan Islam dan melahirkan banyak ulama besar. 3. Sunan Bonang Mengembangkan dakwah melalui seni, terutama gamelan dan tembang yang berisi nilai-nilai Islam. 4. Sunan Kalijaga Menggunakan pendekatan budaya seperti wayang, seni ukir, dan tradisi masyarakat sebagai media dakwah sehingga Islam mudah diterima.

90 5. Sunan Kudus Mengembangkan toleransi dan menghargai budaya masyarakat setempat tanpa mengurangi ajaran Islam. 6. Sunan Gunung Jati Berperan besar dalam penyebaran Islam di wilayah Cirebon dan Banten. Kesembilan Wali Songo memiliki metode dakwah yang berbeda, tetapi semuanya mengedepankan kasih sayang, hikmah, dan keteladanan. I. NILAI-NILAI KETELADANAN PARA ULAMA Dari perjuangan para ulama, peserta didik dapat mengambil berbagai pelajaran berharga, antara lain: • cinta ilmu; • kerja keras; • keikhlasan; • kesabaran; • keberanian; • toleransi; • kepedulian sosial; • semangat persatuan; • cinta tanah air; • menghargai budaya yang tidak bertentangan dengan syariat. J. AKTIVITAS PEMBELAJARAN Aktivitas Individu Jawablah pertanyaan berikut. 1. Mengapa penyebaran Islam di Nusantara berlangsung secara damai? 2. Apa peran utama para ulama dalam masyarakat? 3. Sebutkan lima tokoh ulama penyebar Islam di Indonesia. 4. Mengapa dakwah Sunan Kalijaga mudah diterima masyarakat? 5. Nilai keteladanan apa yang dapat diterapkan dalam kehidupan kalian? Aktivitas Kelompok Diskusikan tema berikut. "Mengapa pendekatan budaya yang dilakukan para ulama lebih efektif dibandingkan dakwah yang bersifat memaksa?" Presentasikan hasil diskusi dalam bentuk presentasi digital atau infografik.

91 K. REFLEKSI Renungkan pertanyaan berikut. • Apa nilai perjuangan para ulama yang paling menginspirasi saya? • Bagaimana cara saya berdakwah melalui perilaku sehari-hari? • Apakah saya sudah menghargai perbedaan di lingkungan sekitar? • Bagaimana saya dapat menjadi pelajar yang membawa manfaat bagi masyarakat? L. PENGUATAN KARAKTER Perjuangan para ulama Indonesia mengajarkan bahwa keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh keluasan ilmu, tetapi juga oleh akhlak yang mulia, kesabaran, keikhlasan, dan kemampuan membangun persaudaraan. Sebagai generasi penerus bangsa, peserta didik hendaknya meneladani semangat belajar, mencintai ilmu, menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menyebarkan nilai-nilai Islam melalui sikap santun, jujur, disiplin, dan penuh kasih sayang. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi muslim yang berkarakter, moderat, dan mampu melanjutkan perjuangan para ulama dalam membangun peradaban Indonesia yang maju dan bermartabat.

92 UJI KOMPETENSI BAB V Materi: Peran Tokoh Ulama Indonesia dalam Perkembangan Peradaban Islam Sebelum Abad ke-19 A. Pilihan Ganda Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E! A. Masuknya Islam ke Nusantara 1. Salah satu teori yang menjelaskan masuknya Islam ke Indonesia adalah teori .... A. Mesir B. Gujarat C. Romawi D. Yunani E. Persia Kuno 2. Penyebaran Islam di Indonesia berlangsung secara .... A. penuh peperangan B. damai melalui perdagangan, pendidikan, dan dakwah C. penjajahan D. pemaksaan agama E. kekerasan 3. Salah satu faktor yang mempercepat perkembangan Islam di Nusantara adalah .... A. penggunaan kekerasan B. pendekatan budaya yang santun C. penaklukan wilayah D. larangan berdagang E. permusuhan antarsuku 4. Para pedagang muslim memiliki peran penting dalam penyebaran Islam karena .... A. memaksa masyarakat masuk Islam B. menunjukkan akhlak yang jujur dan amanah C. menguasai pemerintahan D. menguasai seluruh pelabuhan E. menyebarkan fitnah 5. Salah satu jalur penyebaran Islam di Indonesia adalah melalui .... A. perdagangan B. peperangan

93 C. penjajahan D. perebutan kekuasaan E. pemaksaan 6. Tokoh penyebar Islam yang terkenal di Pulau Jawa disebut .... A. Khulafaur Rasyidin B. Ulama Hijaz C. Wali Songo D. Sahabat Nabi E. Tabi'in 7. Jumlah anggota Wali Songo adalah .... A. lima B. tujuh C. delapan D. sembilan E. sepuluh 8. Sunan Kalijaga dikenal berdakwah melalui media .... A. perdagangan B. wayang dan seni budaya C. peperangan D. pelayaran E. pertanian 9. Sunan Gresik dikenal sebagai .... A. wali pertama di Jawa B. raja pertama Islam C. panglima perang D. pedagang dari Eropa E. ulama dari Mesir 10. Salah satu metode dakwah Wali Songo adalah .... A. memaksa masyarakat B. menyesuaikan dakwah dengan budaya lokal yang tidak bertentangan dengan syariat C. menghancurkan budaya masyarakat D. melarang seluruh tradisi E. menggunakan kekerasan 11. Sunan Kudus terkenal karena sikapnya yang .... A. keras terhadap budaya masyarakat B. toleran terhadap masyarakat setempat C. menolak semua tradisi

94 D. hanya berdakwah di masjid E. memaksa masyarakat 12. Tujuan utama dakwah Wali Songo adalah .... A. memperluas kekuasaan politik B. mengajak masyarakat kepada ajaran Islam dengan hikmah C. memperoleh kekayaan D. menguasai perdagangan E. mencari pengikut sebanyak-banyaknya 13. Peran utama ulama dalam perkembangan Islam di Indonesia adalah .... A. menyebarkan ajaran Islam dan membimbing masyarakat B. menguasai pemerintahan C. memimpin perdagangan D. membangun benteng pertahanan E. mengembangkan industri 14. Selain berdakwah, para ulama juga berperan dalam bidang .... A. pendidikan B. perjudian C. hiburan semata D. peperangan E. perburuan 15. Pondok pesantren merupakan lembaga yang didirikan untuk .... A. berdagang B. mendidik masyarakat dalam ilmu agama C. latihan militer D. kegiatan politik E. tempat hiburan 16. Salah satu nilai yang diwariskan para ulama adalah .... A. kesombongan B. kejujuran dan akhlak mulia C. permusuhan D. kebencian E. kemalasan 17. Para ulama berhasil diterima masyarakat karena .... A. menggunakan kekerasan B. memiliki akhlak mulia dan keteladanan C. memaksa masyarakat D. memperoleh kekuasaan E. menguasai perdagangan

95 18. Salah satu bukti keberhasilan dakwah ulama di Nusantara adalah .... A. berkembangnya pesantren dan kerajaan Islam B. hilangnya pendidikan C. meningkatnya peperangan D. rusaknya budaya masyarakat E. berkurangnya kegiatan keagamaan 19. Sikap yang dapat diteladani dari para ulama adalah .... A. sabar, ikhlas, dan istiqamah dalam berdakwah B. keras kepala C. mudah marah D. egois E. sombong 20. Sebagai pelajar, cara meneladani perjuangan para ulama adalah .... A. rajin belajar, berakhlak mulia, dan aktif dalam kegiatan keagamaan B. bermalas-malasan C. menyebarkan berita bohong D. membenci teman E. mengabaikan ilmu pengetahuan 21. Salah satu ciri dakwah para ulama Nusantara adalah .... A. menggunakan kekerasan B. mengedepankan hikmah, keteladanan, dan pendekatan budaya C. memaksa masyarakat memeluk Islam D. menghapus seluruh budaya lokal E. mengutamakan kepentingan politik 22. Sunan Bonang dikenal berdakwah melalui .... A. seni musik dan tembang bernuansa Islami B. peperangan C. perdagangan internasional D. pertanian E. pelayaran 23. Sunan Drajat terkenal dengan ajaran yang menekankan .... A. kehidupan mewah B. kepedulian sosial dan tolong-menolong C. perdagangan bebas D. politik kerajaan E. kekuasaan militer

96 24. Sunan Muria lebih banyak berdakwah kepada masyarakat .... A. perkotaan B. pedalaman dan pedesaan C. kalangan bangsawan D. pedagang asing E. pejabat kerajaan 25. Salah satu keberhasilan dakwah para ulama Indonesia adalah .... A. berkembangnya kerajaan-kerajaan Islam B. meningkatnya peperangan C. hilangnya pendidikan D. berkurangnya kegiatan keagamaan E. rusaknya budaya masyarakat 26. Para ulama mendirikan pesantren dengan tujuan .... A. melatih prajurit perang B. mencetak generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia C. mengembangkan perdagangan D. membangun pusat hiburan E. mengumpulkan kekayaan 27. Nilai utama yang diwariskan para ulama kepada generasi muda adalah A. kesombongan B. kejujuran, amanah, dan tanggung jawab C. kemewahan D. persaingan tidak sehat E. kebencian 28. Salah satu faktor keberhasilan penyebaran Islam di Nusantara adalah .. A. pemaksaan terhadap masyarakat B. kemampuan ulama menyesuaikan dakwah dengan budaya lokal C. penggunaan kekerasan D. penjajahan E. ancaman kepada masyarakat 29. Keteladanan para ulama dapat diterapkan pelajar melalui .... A. belajar dengan sungguh-sungguh dan berakhlak mulia B. bermalas-malasan C. mengabaikan nasihat guru D. menyontek saat ujian E. membenci teman

97 30. Peran ulama dalam menjaga persatuan bangsa adalah .... A. memecah belah masyarakat B. memperkuat ukhuwah dan persaudaraan C. menyebarkan permusuhan D. mengutamakan kelompok tertentu E. memperbesar konflik 31. Salah satu sikap yang harus dimiliki pelajar dalam meneladani ulama adalah .... A. malas belajar B. cinta ilmu dan gemar membaca C. mudah menyerah D. egois E. tidak disiplin 32. Para ulama Indonesia mengembangkan Islam melalui pendekatan .... A. budaya, pendidikan, dan keteladanan B. kekerasan C. ancaman D. peperangan E. pemaksaan 33. Hikmah mempelajari sejarah perjuangan ulama Indonesia adalah .... A. mengetahui cara berperang B. menumbuhkan semangat meneladani akhlak dan perjuangan mereka C. mencari keuntungan pribadi D. meningkatkan rasa permusuhan E. memperbesar perbedaan 34. Salah satu karakter ulama yang patut diteladani adalah .... A. sabar dan istiqamah B. pendendam C. sombong D. iri hati E. mudah marah 35. Dakwah para ulama Indonesia mengutamakan .... A. kasih sayang dan kedamaian B. ancaman C. kekerasan D. permusuhan E. kebencian

98 36. Pelajaran yang dapat diambil dari perjuangan Wali Songo adalah .... A. pentingnya memaksakan pendapat B. pentingnya kreativitas dalam berdakwah C. pentingnya kekuatan militer D. pentingnya persaingan antarsesama E. pentingnya mencari kekayaan 37. Salah satu bentuk penghargaan terhadap jasa para ulama adalah .... A. mempelajari sejarah perjuangan mereka B. melupakan jasa mereka C. meremehkan karya mereka D. menolak ajaran mereka E. menyebarkan informasi yang tidak benar 38. Seorang pelajar yang meneladani perjuangan ulama akan .... A. rajin belajar dan aktif dalam kegiatan keagamaan B. menghindari kegiatan sosial C. malas beribadah D. suka berbohong E. mengabaikan pendidikan 39. Tokoh ulama Indonesia mengajarkan bahwa keberhasilan dakwah sangat dipengaruhi oleh .... A. akhlak mulia dan keteladanan B. kekayaan C. jabatan D. kekuatan fisik E. jumlah pengikut 40. Kesimpulan yang tepat setelah mempelajari peran ulama Indonesia adalah .... A. dakwah hanya dilakukan oleh ulama B. setiap muslim dapat meneladani semangat dakwah melalui ilmu, akhlak, dan amal saleh C. dakwah harus dilakukan dengan paksaan D. sejarah ulama tidak perlu dipelajari E. perjuangan ulama hanya berlaku pada masa lalu

99 B. Soal Uraian 1. Jelaskan bagaimana proses masuknya Islam ke Indonesia secara singkat! 2. Sebutkan lima metode dakwah yang digunakan Wali Songo dalam menyebarkan Islam! 3. Mengapa dakwah para ulama di Indonesia mudah diterima oleh masyarakat? Jelaskan! 4. Sebutkan lima nilai keteladanan yang dapat dipelajari dari perjuangan para ulama Indonesia! 5. Bagaimana cara seorang pelajar meneladani semangat perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari? Berikan beberapa contoh! 6. Jelaskan peran Wali Songo dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa! 7. Sebutkan lima tokoh Wali Songo beserta metode dakwah yang mereka gunakan! 8. Mengapa pendidikan melalui pesantren menjadi salah satu sarana penting dalam penyebaran Islam di Indonesia? Jelaskan! 9. Jelaskan lima nilai karakter yang dapat diteladani dari perjuangan para ulama Indonesia sebelum abad ke-19! 10. Sebagai pelajar SMA, bagaimana cara mengamalkan semangat perjuangan para ulama Indonesia dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat?

100 ASESMEN SUMATIF AKHIR SEMESTER Petunjuk: Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E! A. Pilihan Ganda 1. Pokok kandungan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 adalah .... A. kewajiban zakat B. pentingnya berpikir kritis terhadap tanda-tanda kebesaran Allah Swt. C. hukum waris D. kisah Nabi Musa a.s. E. hukum puasa 2. Istilah Ulul Albab dalam Al-Qur'an merujuk kepada orang yang .... A. kaya raya B. kuat fisiknya C. menggunakan akal dan hati untuk mengingat Allah serta berpikir D. memiliki kekuasaan E. pandai berdagang 3. Hukum bacaan Mad Lazim dibaca sepanjang .... A. 2 harakat B. 3 harakat C. 4 harakat D. 5 harakat E. 6 harakat 4. Contoh penerapan berpikir kritis dalam kehidupan pelajar adalah .... A. mempercayai semua berita di media sosial B. memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya C. mengikuti pendapat tanpa berpikir D. menolak semua pendapat orang lain E. menyebarkan informasi tanpa sumber 5. Menepati janji merupakan salah satu bentuk .... A. maksiat B. syirik C. cabang keimanan D. kemunafikan E. bid'ah

101 6. Orang yang selalu bersyukur akan .... A. kehilangan nikmat B. mendapatkan tambahan nikmat dari Allah Swt. C. dijauhi masyarakat D. mengalami kerugian E. hidup susah 7. Membicarakan keburukan orang lain di belakangnya disebut .... A. amanah B. syukur C. ghibah D. tabligh E. dakwah 8. Menutup aib orang lain merupakan wujud .... A. akhlak tercela B. akhlak mulia C. kemunafikan D. kesombongan E. kedengkian 9. Perundungan ( bullying) adalah .... A. saling menghormati B. tindakan menyakiti orang lain secara fisik, verbal, atau psikologis C. bekerja sama D. musyawarah E. tolong-menolong 10. Islam mengajarkan penyelesaian konflik dengan cara .... A. balas dendam B. kekerasan C. musyawarah dan perdamaian D. ancaman E. permusuhan 11. Perjudian ( maisir) dalam Islam hukumnya .... A. wajib B. sunah C. mubah D. makruh E. haram

102 12. Salah satu dampak negatif perjudian adalah .... A. meningkatnya kesejahteraan B. meningkatnya semangat belajar C. rusaknya moral dan ekonomi D. mempererat persaudaraan E. meningkatnya disiplin 13. Khotbah Jumat bertujuan untuk .... A. mencari popularitas B. menyampaikan nasihat dan ajaran Islam C. menghibur jamaah D. menyampaikan berita E. berdiskusi 14. Kata tabligh berarti .... A. memimpin B. menyampaikan C. menulis D. membaca E. menghafal 15. Dakwah yang dilakukan melalui keteladanan disebut .... A. dakwah bil lisan B. dakwah bil hal C. dakwah bil kitabah D. dakwah bil qalam E. dakwah bil jidal 16. Prinsip utama dakwah dalam Islam adalah .... A. kekerasan B. paksaan C. hikmah, nasihat yang baik, dan dialog santun D. ancaman E. permusuhan 17. Tokoh penyebar Islam di Pulau Jawa yang terkenal dengan sebutan .... A. Khulafaur Rasyidin B. Wali Songo C. Ulama Hijaz D. Muhajirin E. Tabi'in

103 18. Salah satu metode dakwah Sunan Kalijaga adalah .... A. peperangan B. perdagangan C. seni dan budaya, seperti wayang D. politik E. pelayaran 19. Salah satu nilai keteladanan para ulama Indonesia adalah .... A. kesombongan B. kejujuran dan amanah C. kemewahan D. egoisme E. iri hati 20. Sebagai pelajar, cara terbaik meneladani perjuangan para ulama adalah .... A. rajin belajar, berakhlak mulia, dan aktif dalam kegiatan keagamaan B. menghindari kegiatan sosial C. bermalas-malasan D. menolak nasihat guru E. menyebarkan berita bohong 21. Salah satu hikmah berpikir kritis terhadap ciptaan Allah Swt. adalah .... A. menambah kesombongan B. memperkuat keimanan dan rasa syukur C. menjauhkan diri dari ilmu D. menolak perkembangan ilmu pengetahuan E. mengutamakan hawa nafsu 22. Seorang pelajar yang menerapkan berpikir kritis akan .... A. menerima semua informasi tanpa memeriksa B. memverifikasi informasi sebelum mempercayainya C. menyebarkan berita bohong D. mengikuti semua pendapat teman E. menghindari diskusi 23. Membaca Al-Qur'an sesuai tajwid menunjukkan sikap .... A. menghargai firman Allah Swt. B. mencari pujian C. mempercepat bacaan D. mengikuti kebiasaan E. mengutamakan suara merdu

104 24. Orang yang termasuk Ulul Albab akan senantiasa .... A. berzikir dan berpikir tentang ciptaan Allah Swt. B. mengejar kekayaan C. menghindari ilmu D. menyukai perdebatan E. hidup bermewah-mewahan 25. Salah satu contoh syukur dengan perbuatan adalah .... A. mengucapkan Alhamdulillah B. menggunakan nikmat Allah untuk berbuat baik C. berdiam diri D. membanggakan diri E. mengeluh 26. Menjaga lisan berarti .... A. berbicara tanpa berpikir B. berkata baik atau diam C. menyebarkan fitnah D. mengejek teman E. mempermalukan orang lain 27. Menutup aib orang lain akan .... A. mempererat persaudaraan B. menimbulkan permusuhan C. memperbesar konflik D. merusak kepercayaan E. menghilangkan persahabatan 28. Orang yang selalu menepati janji akan .... A. dijauhi teman B. dipercaya oleh orang lain C. dibenci masyarakat D. mudah bermusuhan E. kehilangan kehormatan 29. Salah satu penyebab perundungan di sekolah adalah .... A. empati yang tinggi B. rendahnya kepedulian terhadap sesama C. budaya saling menghormati D. kerja sama yang baik E. komunikasi yang santun

105 30. Cara terbaik menyelesaikan perselisihan adalah .... A. balas dendam B. berkelahi C. musyawarah dan saling memaafkan D. menghina lawan E. menyebarkan kebencian 31. Salah satu dampak negatif perjudian terhadap masyarakat adalah .... A. meningkatnya kesejahteraan B. bertambahnya rasa aman C. meningkatnya kriminalitas dan kerusakan moral D. memperkuat persatuan E. meningkatnya semangat bekerja 32. Seorang pelajar yang berakhlak mulia akan .... A. menghindari segala bentuk penyakit sosial B. mencoba perjudian C. membalas ejekan dengan kekerasan D. melakukan perundungan E. memprovokasi teman 33. Salah satu syarat seorang khatib adalah .... A. belum balig B. beragama Islam, balig, dan berakal C. tidak memahami agama D. sedang berhadas besar E. tidak mampu membaca Al-Qur'an 34. Dakwah yang baik dilakukan dengan .... A. ancaman B. paksaan C. hikmah dan akhlak mulia D. kemarahan E. kekerasan 35. Contoh dakwah bil hal adalah .... A. berpidato setiap hari B. menjadi teladan dalam kejujuran dan kedisiplinan C. menulis komentar kasar D. memaksa orang lain E. menyebarkan isu

106 36. Tujuan tabligh adalah .... A. memperoleh jabatan B. menyampaikan ajaran Islam secara benar C. memenangkan perdebatan D. mencari pengikut E. memperoleh keuntungan materi 37. Keberhasilan dakwah para ulama Indonesia dipengaruhi oleh .... A. penggunaan kekerasan B. keteladanan akhlak dan pendekatan budaya C. ancaman kepada masyarakat D. pemaksaan agama E. kekuatan militer 38. Salah satu media dakwah Sunan Bonang adalah .... A. seni musik dan tembang Islami B. peperangan C. perdagangan luar negeri D. pelayaran E. pertanian 39. Nilai yang dapat diteladani dari perjuangan para ulama Indonesia adalah .... A. cinta ilmu, sabar, amanah, dan istiqamah B. kesombongan C. iri hati D. egoisme E. kemewahan 40. Setelah mempelajari materi BAB I–V, seorang pelajar diharapkan .... A. menjadi pribadi yang beriman, berpikir kritis, berakhlak mulia, mampu berdakwah dengan santun, serta meneladani perjuangan ulama B. hanya menguasai teori tanpa mengamalkannya C. menghindari kegiatan keagamaan D. mudah terpengaruh penyakit social E. mengabaikan sejarah Islam di Indonesia

107 B. Soal Uraian 1. Jelaskan kandungan utama QS. Āli 'Imrān ayat 190–191 tentang pentingnya berpikir kritis! 2. Sebutkan dan jelaskan empat contoh pengamalan Syu'abul Īmān dalam kehidupan seorang pelajar! 3. Mengapa perundungan, perkelahian, dan perjudian termasuk penyakit sosial yang harus dihindari? Jelaskan! 4. Jelaskan perbedaan antara khotbah, tabligh, dan dakwah! 5. Sebutkan lima nilai keteladanan yang dapat dipelajari dari perjuangan para ulama Indonesia dalam menyebarkan Islam secara damai! 6. Jelaskan hubungan antara berpikir kritis dan keimanan berdasarkan QS. Āli 'Imrān ayat 190–191! 7. Jelaskan bagaimana seorang pelajar dapat mengamalkan Syu'abul Īmān melalui sikap menepati janji, bersyukur, menjaga lisan, dan menutup aib orang lain! 8. Mengapa perundungan, perkelahian, dan perjudian bertentangan dengan nilai-nilai Islam? Jelaskan beserta dampaknya! 9. Jelaskan pentingnya khotbah, tabligh, dan dakwah dalam membangun masyarakat Islam yang damai dan harmonis! 10. Sebutkan lima nilai keteladanan dari para ulama Indonesia yang masih relevan diterapkan oleh pelajar pada era digital saat ini!

108 GLOSARIUM Akhlak Perilaku, budi pekerti, atau karakter yang mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Amanah Sikap dapat dipercaya dalam menjalankan tugas, menjaga titipan, dan memenuhi tanggung jawab. Ayat Kauniyah Tanda-tanda kebesaran Allah Swt. yang terdapat pada alam semesta sebagai objek untuk dipikirkan dan diteliti. Ayat Qauliyah Firman Allah Swt. yang terdapat dalam Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup manusia. Baligh Keadaan seseorang yang telah mencapai usia atau tanda-tanda kedewasaan sehingga dikenai kewajiban menjalankan syariat Islam. Berpikir Kritis Kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan berdasarkan fakta, dalil, dan penalaran yang benar. Dakwah Upaya mengajak manusia menuju jalan Allah Swt. melalui perkataan, tulisan, perbuatan, maupun keteladanan dengan cara yang bijaksana. Dalil Landasan hukum yang bersumber dari Al-Qur'an, hadis, ijmak, maupun qiyas. Fitnah Ucapan atau berita yang tidak benar sehingga menimbulkan kerugian, kebencian, atau permusuhan. Ghibah Membicarakan keburukan orang lain yang benar adanya tanpa sepengetahuannya. Hadis Segala perkataan, perbuatan, ketetapan, dan persetujuan Rasulullah saw. yang menjadi sumber hukum Islam setelah Al-Qur'an. Hasad Sifat iri hati yang disertai keinginan agar nikmat yang dimiliki orang lain hilang.

109 Hikmah Kebijaksanaan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak sesuai tuntunan Allah Swt. Iman Keyakinan yang dibenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan diwujudkan melalui amal perbuatan. Ikhlas Melakukan suatu amal semata-mata karena mengharap rida Allah Swt., bukan untuk dipuji manusia. Ilmu Pengetahuan yang diperoleh melalui proses belajar, pengamatan, penelitian, dan pengalaman yang membawa manfaat. Islam Rahmatan lil 'Alamin Ajaran Islam yang membawa rahmat, kasih sayang, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh alam. Khotbah Penyampaian nasihat atau pesan keagamaan pada waktu tertentu sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Mad Lāzim Salah satu hukum bacaan tajwid yang dibaca panjang enam harakat karena adanya huruf mad yang bertemu huruf bersukun asli. Mad Ṣilah Hukum bacaan tajwid pada huruf ha (هـ) dhamir yang dibaca panjang ketika memenuhi syarat tertentu. Mau‘izhah Hasanah Nasihat yang baik, lembut, dan menyentuh hati sehingga mudah diterima. Mujādalah Billatī Hiya Aḥsan Berdialog atau berdiskusi dengan cara yang santun, sopan, dan argumentatif. Munafik Orang yang berpura-pura beriman tetapi hatinya mengingkari ajaran Islam. Peradaban Islam Kemajuan umat Islam dalam bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, sosial, budaya, ekonomi, politik, dan peradaban. Perjudian (Maisir) Permainan atau kegiatan yang mengandung unsur taruhan dengan tujuan memperoleh keuntungan secara untung-untungan dan dilarang dalam Islam.

110 Perkelahian Tindakan kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih sehingga menimbulkan kerugian. Perundungan (Bullying) Perilaku menyakiti, menghina, mengintimidasi, atau mengucilkan seseorang secara berulang, baik secara langsung maupun melalui media digital. Riya' Melakukan amal karena ingin dipuji atau dilihat oleh manusia. Sum'ah Melakukan amal agar didengar dan dikenal oleh orang lain. Sabar Sikap tabah dalam menghadapi ujian, menaati perintah Allah Swt., dan menjauhi larangan-Nya. Siddiq Sifat jujur dalam perkataan, perbuatan, dan niat. Syu'abul ĪmānCabang-cabang iman yang diwujudkan melalui keyakinan, ibadah, akhlak, dan amal saleh. Syukur Mengakui nikmat Allah Swt. dengan hati, mengucapkannya melalui lisan, dan menggunakannya dalam ketaatan kepada-Nya. Tabligh Menyampaikan ajaran Islam secara benar, jelas, dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Tabayun Memeriksa atau meneliti kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Takabur Sikap sombong, merasa diri lebih baik daripada orang lain, dan meremehkan mereka. Takwa Sikap menjalankan seluruh perintah Allah Swt. dan menjauhi semua larangan-Nya dengan penuh kesadaran. Toleransi Sikap menghargai perbedaan dan hidup berdampingan secara damai tanpa mengorbankan prinsip-prinsip ajaran Islam. Ulama Orang yang memiliki ilmu agama Islam secara mendalam, mengamalkan ilmunya, serta membimbing umat menuju jalan Allah Swt.

111 Wakaf (Tajwid) Berhenti membaca Al-Qur'an pada tempat tertentu sesuai dengan kaidah ilmu tajwid agar makna ayat tetap terjaga. Wali Songo Sembilan ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa melalui pendekatan budaya, pendidikan, dan keteladanan. Zikir Mengingat Allah Swt. dengan membaca kalimat-kalimat thayyibah, doa, dan tasbih sebagai bentuk ibadah serta penguatan keimanan.

112 DAFTAR PUSTAKA Abdul Baqi, Muhammad Fuad. Al-Lu'lu' wal Marjan (Himpunan Hadis Shahih Bukhari dan Muslim). Jakarta: Pustaka As-Sunnah. Abd. Rahman, dan Hery Nugroho. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Abd. Rahman, dan Hery Nugroho. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas XI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam. Beirut: Dar al- Fikr. Al-Bukhari, Imam. Shahih Al-Bukhari. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah. Al-Qur'an Al-Karim. An-Nawawi, Imam. Riyadhus Shalihin. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah. Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia. Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. Tafsir Al-Qur'an al-'Azhim (Tafsir Ibnu Katsir). Beirut: Dar al-Fikr. Kementerian Agama Republik Indonesia. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/ SMA Kelas XI. Jakarta: Kementerian Agama RI. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Keputusan Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 020 Tahun 2026 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Panduan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur'an dan Terjemahannya Edisi Penyempurnaan. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Capaian Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMA/MA Fase F. Jakarta: Kemendikdasmen. Majelis Ulama Indonesia. Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia. Jakarta: Erlangga. Muslim bin Al-Hajjaj. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi.

113 Quraish Shihab, M. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al- Qur'an. Jakarta: Lentera Hati. Sabiq, Sayyid. Fiqh Sunnah. Beirut: Dar al-Fikr. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Yunus, Mahmud. Tafsir Qur'an Karim. Jakarta: Hidakarya Agung. Zuhaili, Wahbah Az-. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr.

114 TENTANG PENULIS Nofri Sumantri, S.Ag., Gr. lahir di Kubu Tengah, Kenagarian Tanjuang Bungo, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada 15 November 1975. Beliau merupakan pendidik dan praktisi Pendidikan Agama Islam yang telah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dasar selama lebih dari dua dekade. Saat ini, beliau bertugas sebagai Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD Negeri 19 Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dengan pangkat Penata Tingkat I (III/d). Dalam perjalanan kariernya, beliau memiliki perhatian besar terhadap pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran PAI, penyusunan perangkat ajar, penilaian pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru. Pendidikan dasar beliau ditempuh di SD Negeri Tanjuang Bungo (1982– 1988), kemudian melanjutkan ke MTsN Limbanang (1988–1991) dan MAN Padang Japang, Jurusan Ilmu Biologi (1991–1994). Pendidikan strata satu beliau selesaikan pada Fakultas Syariah STAIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi (1994–1999) serta Fakultas Tarbiyah STIT Yapi Kota Payakumbuh (2006–2007). Pada tahun 2022, beliau menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi dan resmi menyandang gelar profesi guru. Dalam organisasi keprofesian, beliau aktif menggerakkan komunitas guru PAI. Beliau pernah dan masih menjalankan berbagai amanah, antara lain sebagai Sekretaris dan Ketua KKG PAI Kecamatan Hiliran Gumanti (2010– sekarang), Sekretaris Umum KKG PAI Kabupaten Solok (2014–sekarang), serta Koordinator Bidang Pengembangan Pembelajaran dan Penilaian Kurikulum SD pada DPD AGPAII Kabupaten Solok. Kompetensi beliau dalam bidang kurikulum dan pembelajaran telah diakui secara luas. Beliau tercatat sebagai Instruktur Nasional Kurikulum 2013 dan Narasumber Utama pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) jenjang SD–SMA bagi guru PAI di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat pada periode 2023–2026.

115 Wilayah kegiatan tersebut meliputi Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Solok, Kota Bukittinggi, serta kegiatan bersama DPW AGPAII Provinsi Sumatera Barat. Selain aktif mengajar dan melatih, beliau memiliki komitmen kuat terhadap literasi pendidikan. Pengalaman panjang dalam pengembangan perangkat ajar, asesmen, dan praktik baik pembelajaran di kelas mendorong beliau untuk menuangkan gagasan dan pengalamannya dalam bentuk modul ajar dan buku pengayaan PAIBP. Karya-Karya yang Telah Diterbitkan 1. 144 Modul Ajar Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAIBP Kelas I–VI berdasarkan CP BSKAP Nomor 008/H/KR/2022, dimuat pada Bukti Karya Kemendikdasmen RI Tahun 2022. 2. 144 Modul Ajar Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAIBP Kelas I–VI berdasarkan CP BSKAP Nomor 033/H/KR/2022, dimuat pada Bukti Karya Kemendikdasmen RI Tahun 2023. 3. 144 Modul Ajar Pembelajaran Kurikulum Merdeka PAIBP Kelas I–VI berdasarkan CP BSKAP Nomor 032/H/KR/2024, dimuat pada Bukti Karya Kemendikdasmen RI Tahun 2024. 4. 140 Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka PAIBP Kelas I–VI berdasarkan CP BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, dimuat pada Bukti Karya Kemendikdasmen RI Tahun 2025. 5. 144 Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka PAIBP Kelas VII–IX SMP berdasarkan CP BSKAP Nomor 032/H/KR/2024, dimuat pada Bukti Karya Kemendikdasmen RI Tahun 2025. 6. 144 Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Kurikulum Merdeka PAIBP Kelas X–XII SMA/SMK berdasarkan CP BSKAP Nomor 032/H/KR/2024, dimuat pada Bukti Karya Kemendikdasmen RI Tahun 2025. 7. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase A Kelas I Semester 1 dan 2 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 8. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase A Kelas II Semester 1 dan 2 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 9. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase B Kelas III Semester 1 dan 2 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026.

116 10. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase B Kelas IV Semester 1 dan 2 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 11. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase C Kelas V Semester 1 dan 2 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 12. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase C Kelas VI Semester 1 dan 2 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 13. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase D Kelas VII SMP Semester 1 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 14. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase D Kelas VIII SMP Semester 1 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 15. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase D Kelas IX SMP Semester 1 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. 16. Buku Pengayaan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Fase E Kelas X SMA/SMK Semester 1 berdasarkan Capaian Pembelajaran Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026. Melalui karya-karya tersebut, Nofri Sumantri, S.Ag., Gr. berupaya menghadirkan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan guru, mendukung implementasi Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Mendalam, serta memperkuat literasi Al-Qur'an, keimanan, akhlak mulia, dan karakter peserta didik Indonesia. Beliau meyakini bahwa pendidikan agama yang baik bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan beribadah, akhlak terpuji, kepedulian sosial, dan semangat belajar sepanjang hayat. Komitmen tersebut menjadi landasan dalam setiap karya dan pengabdian beliau di dunia pendidikan. ==NOFRI SUMANTRI,S.Ag.S.Pd.I,Gr ===