Bahan ajar IPA untuk SMP/MTs kelas VII semester tahun ajaran 2026/2027 yang membahas rotasi dan revolusi Bumi dalam sistem tata surya. Materi mencakup pengertian, arah pergerakan, sumbu/orbit, periode waktu, serta dampak kedua gerakan tersebut terhadap kehidupan di Bumi. Dilengkapi dengan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, indikator capaian, peta konsep, tabel perbandingan, dan panduan…
Dokumen ini adalah bahan ajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) untuk siswa SMP/MTs kelas VII semester tahun ajaran 2026/2027. Materi utama yang dibahas adalah rotasi dan revolusi Bumi dalam sistem tata surya, sesuai dengan fase D kurikulum yang berlaku. Bahan ajar ini disusun oleh Diva Ayu Laely dan dirancang untuk membantu peserta didik memahami pergerakan Bumi serta dampaknya terhadap kehidupan.
Bagian awal dokumen memuat rencana pembelajaran yang mencakup capaian pembelajaran (CP), tujuan pembelajaran (TP), dan indikator capaian (IPK). Capaian pembelajaran menekankan pemahaman peserta didik tentang pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari serta dampaknya. Tujuan pembelajaran meliputi analisis perbedaan rotasi dan revolusi, kategorisasi fenomena alam, penjelasan dampak, dan perancangan simulasi sederhana.
Materi inti dimulai dengan pendahuluan yang menjelaskan dua gerakan utama Bumi: rotasi (perputaran pada poros) dan revolusi (peredaran mengelilingi Matahari). Poros Bumi miring 23,5° yang menciptakan dinamika kehidupan dan fenomena alam. Dokumen ini dilengkapi dengan ilustrasi dan gambar yang menunjukkan posisi Bumi pada porosnya serta lintasan revolusi mengelilingi Matahari.
Subbab tentang rotasi Bumi menjelaskan bahwa Bumi berputar dari barat ke timur dengan waktu 23 jam 56 menit 4 detik (dibulatkan 24 jam). Dampak rotasi meliputi pergantian siang dan malam, gerak semu harian Matahari, perbedaan zona waktu, dan efek Coriolis. Kecepatan rotasi di khatulistiwa mencapai 1.670 km/jam. Terdapat panduan simulasi sederhana menggunakan senter dan globe untuk mengamati fenomena siang dan malam.
Subbab tentang revolusi Bumi menjelaskan pergerakan Bumi mengelilingi Matahari pada orbit elips dengan waktu 365,25 hari. Dampak revolusi meliputi perubahan musim, gerak semu tahunan Matahari, perubahan lamanya siang dan malam di daerah subtropis/kutub, serta perubahan penampakan rasi bintang. Kecepatan revolusi sekitar 30 km/detik. Dokumen ini menekankan bahwa musim terjadi karena kemiringan sumbu Bumi, bukan karena jarak dari Matahari.
Bagian akhir menyajikan tabel perbandingan rotasi dan revolusi, latihan mengkategorikan fenomena alam, serta fakta menarik seperti tahun kabisat. Terdapat panduan simulasi revolusi dan musim menggunakan senter dan globe bersumbu miring. Soal pemahaman mencakup perbedaan rotasi dan revolusi, alasan Indonesia hanya memiliki dua musim, dan penjelasan tahun kabisat.