Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 111 Sistem Informasi Persediaan Barang Pada Bullshirt Distro & Clothing Berbasis Desktop Desi Syifa Fitria, Apit Yuliman Ermaya Jurusan Akuntansi Prodi Komputerisasi Akuntansi Politeknik TEDC Bandung Kota Cimahi desisyifaa12@gmail.com, apit.ppak20@gmail.com Abstract-This study aims to design and develop a desktop-based inventory information system to address the issues of manual recording still used by Bullshirt Distro & Clothing. The research method employed is descriptive quantitative with the PIECES approach to analyze system weaknesses. The system is developed using the waterfall model, with Visual Basic as the programming language and MySQL as the database. Data collection was carried out through interviews, direct observation, and literature review. Implementation results show improvements in recording performance, service efficiency, data security, and information accuracy. System testing using Black Box and User Acceptance Test methods yielded excellent results, with a user satisfaction rate of 88%. This system is expected to increase inventory management efficiency and minimize recording errors, thereby supporting smoother operations at Bullshirt Distro & Clothing. Keywords: Information System, Inventory, PIECES, Waterfall, Desktop Abstrak-Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi persediaan barang berbasis desktop guna mengatasi permasalahan pencatatan manual yang masih digunakan oleh Bullshirt Distro & Clothing. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan PIECES untuk menganalisis kelemahan sistem yang berjalan. Sistem dikembangkan menggunakan model waterfall, dengan bahasa pemrograman Visual Basic dan database MySQL. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan studi kepustakaan. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan dalam kinerja pencatatan, efisiensi layanan, keamanan data, dan akurasi informasi. Pengujian sistem melalui metode Black Box dan User Acceptance Test memberikan hasil sangat baik dengan nilai kepuasan pengguna mencapai 88%. Sistem ini diharapkan mampu meningkat efisiensi pengelolaan persediaan dan meminimalisir kesalahan pencatatan, sehingga mendukung kelancaran operasional di Bullshirt Distro & Clothing. Kata Kunci: Sistem Informasi, Persediaan Barang, PIECES, Waterfall, Desktop 1. Pendahuluan Saat ini hampir di setiap bidang kegiatan sudah memanfaatkan teknologi karena pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan teknologi membuat segalanya menjadi lebih mudah. Dalam bidang pencatatan persediaan barang yang dahulunya dilakukan masih dengan secara manual mengunakan buku dan alat tulis, saat ini untuk memudahkan hal tersebut maka dilakukan secara terkomputerisasi. Bullshirt Distro & Clothing merupakan toko yang bergerak di bidang pakaian khususnya distro. Bullshirt Distro & Clothing didirikan pada tahun 2010 yang telah berkembang pesat dalam industri ini. Bullshirt Distro & Clothing menjual berbagai macam pakaian, seperti kaos, celana, jaket, kemeja, tas, sepatu, sandal dan topi untuk pria dengan kualitas terbaik. Berdasarkan sistem persediaan barang pada perusahaan tersebut masih mengunakan catatan secara manual yaitu menggunakan buku dan alat tulis. Sehingga ditemukan beberapa permasalahan yaitu: pencatatan yang ditulis secara manual tidak bisa dipantau dimana saja. Kemudian hasil penghitungan hanya bisa dilihat dari kertas yang memungkinkan terjadinya penumpukan dan tidak tersusun dengan rapi. Sehingga tidak diketahuinya berapa jumlah barang keluar dan barang masuk. Dari permasalahan tersebut menunjukan pentingnya pengunaan sistem informasi terkomputerisasi yang mampu mengelola data barang secara efisiem, real-time, dan terstruktur. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukan bahwa penerapan sistem informasi persediaan terbukti mampu mengatasi permasalahan serupa. Pada penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Obat Menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 Di Apotek Assidiqiyah Garut” Peneliti merancang sistem secara terkomputerisasi yang memuat fitur pencatatan obat masuk, obat keluar, Jurnal Sistem Informasi dan Telematika (Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika)
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 112 pengajuan obat, dan jurnal umum, adapun hasil dari penelitian tersebut yaitu mempermudah pencatatan persediaan obat, Meminimalisir kesalahan input data, Meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses akuntansi persediaan. [1]. Kemudian pada penelitian yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Pada Restaurant Palace Fine Cuisine And Ballroom Semarang Berbasis Microsoft Visual Basic” hasil dari penelitiannya yaitu dengan sistem informasi persediaan barang, pencatatan barang masuk dan keluar jadi lebih mudah. Sistem ini dibuat dengan Microsoft Visual Basic, sehingga data jadi lebih akurat dan laporan persediaan bisa dihasilkan dengan cepat[2]. Dan pada penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Menggunakan Metode Average (Studi Kasus Toko Nazar Banjarmasin)” berdasarkan penelitian tersebut menghasil kan sebuah rancangan sistem informasi persediaan barang dengan metode average. Sistem ini mampu memberikan informasi stok barang yang akurat dan memudahkan pembuatan laporan yang dibutuhkan secara cepat. [3]. Maka untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya sebuah sistem informasi persediaan yang mampu mengoptimalkan pencatatan persediaan. Sistem berbasis desktop dipilih karena mudah diakses oleh staf di lokasi toko tanpa perlu koneksi internet. Gudang merupakan salah satu bagian penting dari sebuah usaha untuk menerima, menyimpan dan menyalurkan barang. Jika dilihat dari segi fungsi dapat diketahui bahwa tingkat pergerakan barang sangat tinggi setiap harinya dengan ratusan transaksi barang masuk dan keluar. Sistem informasi database gudang menjadi sebuah hal yang sangat membantu agar nantinya keberadaan barang dalam gudang dapat dikelola dengan baik dan benar[4]. Untuk membangun sistem informasi tentunya membutuhkan sebuah perancangan. Perancangan merupakan kapasitas dalam membuat beberapa pilihan untuk menyelesaikan kasus dikutif dari A. Susanto dalam [5]. Berdasarkan hasil observasi penulis perlu membuat perancangan sistem infromasi persediaan barang yang bertujuan untuk membantu dan mempermudah serta meminimalisir terjadinya kesalahan pada Bullshirt Distro & Clothing dalam hal melakukan pencatatan persediaan barang. 2. Metodologi A. Metode Penelitian Metode penelitian yang diterapkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif yaitu berfungsi untuk menggambarkan kejadian nyata atau masalah. Penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan untuk mencari jawaban atas suatu masalah dan memperoleh informasi lebih mendalam tentang suatu fenomena melalui pendekatan kuantitatif. Karena menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini memanfaatkan data angka untuk menganalisis serta menggambarkan fakta, peristiwa, atau situasi secara apa adanya dikutip dari Paramita, Rizal, & Sulistyan dalam [6]. B. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode, pengumpulan data dilakukan agar data tersebut dapat diolah sebelum proses pembuatan sistem: 1. Wawancara Wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan kepada piak terkait dengan pokok permasalahan. Wawancara ini dilakukan dengan berdialog langsung dengan direktur Bullshirt Distro & Clothing, kemudian dicatat untuk mendapatan informasi yang dibutuhkan. 2. Observasi Observasi dilakukan dengan cara mencari data secara langsung ke Bullshirt Distro & Clothing. Data yang dicari berupa dokumen dan catatan yang berlangsung di Bullshirt Distro & Clothing. 3. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan dilakukan dengan mencari sumber – sumber informasi seperti buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang dibutuhkan untuk dijadikan referensi dan untuk menunjang teori. C. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode analisis PIECES. Metode ini sering digunakan dalam penelitian di lingkungan organisasi atau perusahaan untuk mengidentifikasi kelemahan spesifik dari sistem yang sedang berjalan, yang dapat menghambat aktivitas operasional. Selain mudah dipahami, analisis PIECES juga bersifat sederhana dan tidak memerlukan banyak data. Kriteria yang digunakan dalam metode analisis PIECES dalam penelitian ini mencakup analisis kinerja sistem (Performance), informasi (Information), ekonomi (Economy), pengendalian (Control), efisiensi (Efficiency), dan pelayanan (Service). Analisis PIECES (Performance, Information, Economy, control, Eficiency, & Service) merupakan teknik untuk mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang terjadi pada sistem informasi. Dari analisis ini akan menghasilkan identifikasi masalah utama dari suatu sistem serta memberikan solusi dari permasalahan tersebut[7]. D. Teknik Pengembangan Sistem Dalam penelitian ini penulis menggunakan pengembangan sistem waterfall atau air terjun. Pemodelan wa
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 113 kebutuhan sistem, perancangan desain sistem, implementasi kode dan pengujian unit, integrasi sistem dan pengujian sistem, serta operasi dan pemeliharaan sistem[8]. Gambar 1. Tahapan Model Waterfall [9] Tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak Analisis kebutuhan perangkat lunak menjelaskan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan sistem yang diperlukan untuk mendukung operasional, serta mengidentifikasi masalah dan solusi terkait sistem persediaan barang di Bullshirt Distro & Clothing. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis sistem yang sedang berjalan dan yang dibutuhkan oleh user dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic, serta MySQL sebagai basis data yang dioperasikan dalam sistem Microsoft Visual Studio 2019 di Bullshirt Distro & Clothing untuk mendukung pengembangan sistem informasi persediaan barang. 2. Perancangan desain Pada tahapan ini yang akan peneliti lakukan adalah menggunakan beberapa komponen diantaranya sebagai berikut: Flowchart, DFD, ERD (Entity Relationship Diagram), Relasi Antar Tabel dan Flowchart digunakan untuk memberikan kejelasan mengenai alur keseluruhan sistem, mulai dari input, proses, hingga output. Sementara itu, DFD, dan ERD berfungsi sebagai representasi desain sistem persediaan yang akan dikembangkan oleh peneliti secara terkomputerisasi. 3. Perancangan Antarmuka Perancangan antarmuka bertujuan untuk menggambarkan hasil atau tampilan aplikasi persediaan barang yang sedang dikembangkan oleh peneliti. Dalam mendesain antarmuka pengguna, penulis akan membuat form yang akan digunakan dalam sistem informasi persediaan di Bullshirt Distro & Clothing. 4. Pengkodean Pengkodean merupakan penerjemahan bahasa yang biasa dikenali komputer. Pengkodean yang digunakan penulis yakni bahasa pemrograman Visual Basic. 5. Pengujian Sistem informasi yang dikembangkan harus melalui tahap pengujian. Hal ini juga berlaku untuk sistem informasi persediaan di Bullshirt Distro & Clothing yang akan dibuat. Setiap fungsi dalam sistem perlu diuji untuk memastikan bahwa sistem tersebut bebas dari kesalahan (error) dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengujian yang dilakukan mencakup Black Box Testing, yang merupakan pengujian yang dilakukan untuk menguji fungsionalitas atau kegunaan dari sebuah aplikasi. Black box merupakan pengujian yang hanya difokuskan pada fungsionalitas dan lebih spesifik pada input dan output dari perangkat lunak. Pengujian Black box dapat disebut sebagai pengujian yang mengabaikan bagian internal sistem aplikasi dan lebih fokus pada hasil keluaran dikutip dari Subagia, R., Alit, R., & Akbar, F. A. dalam [10] serta User Acceptance Test (UAT) yaitu pengujian interaksi antara end-user dan sistem secara langsung yang berfungsi untuk memverifikasi bahwa fitur telah berjalan sesuai dengan kebutuhan user tersebut [11]. 6. Implementasi Pada tahap implementasi ini, peneliti mengembangkan program aplikasi menggunakan Microsoft Visual Studio dengan bahasa pemrograman Visual Basic dan MySQL sebagai basis data untuk penyimpanan data perusahaan. Setelah dilakukan pengujian dan tidak ditemukan kesalahan, aplikasi sistem tersebut kemudian digunakan oleh perusahaan. 3. Hasil dan Pembahasan Berikut merupakan tahapan proses analisis, perancangan, implementasi serta pengujian sistem pada Sistem Informasi Persediaan Barang Pada Bullshirt Distro & Clothing. A. Analisis Sistem yang Berjalan Analisis Sistem yang Berjalan dijelaskan mengenai analisis sistem yang sedang berjalan pada proses transaksi barang masuk dan keluar di bullshirt distro & clothing. Sistem persediaan barang pada perusahaan tersebut masih mengunakan catatan secara manual yaitu menggunakan buku dan alat tulis kemudian laporan persediaan di hasilkan dari pengecekan barang yang tersedia di Gudang dan catatan dari barang keluar. B. Analisis Kelemahan Sistem Analisis kelemahan sistem di Bullshirt Distro & Clothing disajikan pada tabel 1 berikut:
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 114 Tabel 1 Analisis PIECES No Analisis Kelemahan sistem Lama Sistem yang Dikembangkan 1. Performance Proses pencatatan transaksi persediaan masih dilakukan secara manual denggan menggunakan buku sehingga menyebabkan terjadinya penumpukan dan tidak tersusun dengan rapi Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi proses pencatatan data persediaan akan lebih mudah dan meminimalisir terjadinya penumpukan. 2. Information Proses informasi yang dihasilkan masih menggunakan sistem manual dengan memanfaatkan media kertas menyebabkan penyampaian informasi membutuhkan waktu yang lama sehingga mengurangi nilai kualitas informasi yang baik. Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi proses penyampaian informasi dapat lebih cepat dan akurat dan dapat diakses secara otomatis sesuai degan laporan yang dibutuhkan. 3. Economy Proses pencatatan dan pelaporan data persediaan mmebutuhkan banyak anggaran untuk penyediaan kertas dan alat tulis. Jika banyak kesalahan dalam pencatatan atau pelaporan maka semakin banyak biaya yang harus dikeluarkan. Dengan adanya sistem yang terkomputerisasi memungkinkan dapat meminimalisir penggunaan kertas dan alat tulis sehigga biaya yang harus dikeluarkan lebih sedikit. 4. Control Proses transaksi dan pengelolaan data persediaan saat ini belum dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai, sehingga memungkinkan siapa saja untuk mengakses dan memanipulasi data tersebut. Hal ini mengakibatkan informasi penting terkait persediaan barang menjadi rentan. Dengan adanya sistem informasi yang terkomputerisasi maka akan dibuatkan hak akses untuk keamanan, sehingga hanya pihak tertentu yang dapat melihat dan mengubah data. 5. Efficiency Waktu yang dibutuhkan untuk memproses pengelolaan data persediaan saat ini lama karena sistem yang masih secara manual menggunakan buku dan alat tulis. Dengan adanya sistem informasi yang terkomputerisasi mengurangi waktu dalam pengelolaan data persediaan barang. 6. Service Layanan dalam pencarian persediaan barang masih lambat atau kurang responsive karena harus mencari secara manual. Dengan adanya sistem informasi yang terkomputerisasi meningkatkan layanan dalam pencarian persediaan barang sehingga lebih cepat. C. Analisis sistem yang dikembangkan Dijelaskan mengenai analisis sistem yang akan dikembangkan pada proses persediaan barang di Bullshirt Distro & Clothing yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi terkomputerisasi. Seperti proses pencatatan barang masuk dan keluar menggunakan aplikasi berbasis desktop sehingga kegiatan pencatatan menjadi lebih efisien. sistem informasi persediaan ini dapat memberikan laporan persediaan barang, dan laporan sisa stok barang, sehingga tidak perlu dilakukan perhitungan secara manual. Metode perhitungan persediaan dilakukan secara FIFO atau First In Firs Out yaitu metode penilaian persediaan di mana barang yang pertama kali masuk adalah barang yang pertama kali keluar, metode FIFO umumnya diterapkanpada barang-barang yang mengalami fluktuasi tiggi, seperti bahan-bahan pokok [12]. D. Perancangan Sistem Tahapan pemodelan sistem proses pemodelan yang sederhana menggunakan data flow diagram pada gambar 6. Data Flow Diagram merupakan suatu model logika data yang dibuat untuk menggambarkan dari mana asal dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data tersebut di simpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data [13]. Gambar 2. Data Flow Diagram
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 115 Pada sistem informasi ini memiliki 2 level hak ases yang terdiri dari Direktur dan Admin Gudang. Untuk direktur memiliki hak ases menggunakan semua fitur yang meliputi pengolahan data master (user, supplier, barang) dan pengolahan data persediaan barang. Sedangkan admin Gudang hanya dapat melakukan operasi persediaan barang dan tidak dapat mengakses penginputan user dan juga supplier. Admin Gudang juga dapat membuat laporan barang masuk, laporan permintaan barang, laporan data barang dan laporan retur barang. Pada gambar 3 merupakan Entity Relationship Diagram (ERD) adalah sebuah model data yang didalamnya berisi detail informasi dengan memanfaatkan gambaran grafis, yang berfungsi untuk mempermudah dalam menyelesaikan pengembangan sebuah sistem dan membantu memenuhi kebutuhan sistem analisis [14]. Gambar 3. Entity Relationship Diagram Pada gambar 4 merupakan perancangan Relasi Antar Tabel di bullshirt Distro & Clothing. Relasi tabel merupakan hubungan relasi antara satu tabel dengan tabel lain yang ada dalam sebuah database. Relasi tabel melibatkan kolom primary key sebuah tabel dengan sebuah kolom foreign key dalam tabel lainnya. Kedua kolom inilahyang digunakan untuk membangun sebuah relasi [15]. Gambar 4. Relasi Tabel
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 116 E. Implementasi Sistem Proses implementasi pada Bullshirt Distro & Clothing dilakukan dengan cara menerapkan sistem dari hasil perancangan dengan melalui proses pengkodean. Berikut ini hasil implementasi antar muka Sistem Informasi Persediaan: 1. Halaman Login Halaman Ini menampilkan form untuk hak ases sistem dengan menginput nama User dan Password sesuai dengan data User yang telah tersimpan pada database. Gambar 5. Halaman Login 2. Halaman Permintaan Barang Pada halaman ini menampilkan penginputan permintaan barang apabila stok barang sudah berkurang atau habis. Gambar 6. Halaman Permintaan Barang 3. Halaman Laporan Persediaan Barang Gambar 7. Halaman Permintaan Barang F. Pengujian Sistem Pengujian menggunakan metode blackbox menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan telah memenuhi fungsionalitas untuk dua jenis pengguna hak akses, yaitu Direktur dan Admin Gudang. Untuk menilai kesesuaian serta tingkat kepuasan pengguna terhadap kebutuhan sistem di Bullshirt Distro & Clothing, penulis melakukan uji penerimaan pengguna (User Acceptance Test) melalui
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 117 kuesioner yang mencakup aspek fitur, tampilan (desain), dan kepuasan pengguna. 1. Pengujian Blackbox Berikut merupakan hasil pengujian Blackbox Tabel 2. Pengujian Blackbox unit testing Sesuai yang di harapkan Ya Tidak Menu Utama P - Login P - Menu Data Master P - Input Data User P - Data Barang P - Menu Persediaan P - Transaksi Barang Masuk P - Transaksi Retur Barang P - Transaksi Permintaan Barang P - Menu Laporan P - Laporan Persediaan P - Laporan Barang Masuk P - Laporan Retur Barang P - Laporan Data Barang P - Laporan Permintaan Barang P - 2. Pengujian UAT (User Acceptance Test) atau Uji Penerimaan Pengguna Proses pengujian User Acceptance Test menggunakan rentang penilaian sebagai berikut: Tabel 3. Rentang Penilaian UAT [16] Jawaban Rentang Sangat Baik 80 – 100 Baik 60 – 79.9 Cukup 40 – 59.9 Kurang 20 – 39.9 Tidak Baik 0 – 19.9 Berikut ini adalah hasil perhitungan dan pengujian User Acceptance Test terhadap 3 responden yaitu Owner dan 2 orang pegawai bagian Gudang serta bagian Pembelian dan penjualan di Bullshrit Distro & Clothing. Tabel 4 Hasil Perhitungan UAT Penilaian UAT Desain UAT Fitur UAT Kepuasan Pengguna Jumlah (P1 s.d. P10) Total Nilai (Jumlah x Bobot)Huruf Bobot P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9 P10 SB (Sangat Baik) 5 1 2 2 1 2 2 3 2 15 75 B (Baik) 4 3 1 1 2 1 1 3 1 13 52 C (Cukup) 3 1 1 3 K (Kurang) 2 1 1 2 SK (Sangat Kurang) 1 0 0 Total Nilai Pengujian 36 55 41 30 132 Persentase UAT 80,00% 91,67% 91,11%
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 118 Gambar 8. Hasil bentuk grafik UAT Berdasarkan gambar 8 dapat disimpulkan bahwa implementasi Sistem Informasi persediaan barang di Bullshirt Distro & Clothing memperoleh nilai pengujian dengan kategori Sangat Baik yaitu sebesar 88,00% menunjukan bahwa sistem informasi persediaan dapat membantu dan mempermudah serta meminimalisir terjadinya kesalahan pada Bullshirt Distro & Clothing serta menghasilkan laporan tanpa melakukan penghitangan secara manual. 4. Kesimpulan Dengan pengembangan sistem informasi persediaan berbasis desktop, Bullshirt Distro & Clothing berhasil menyelesaikan kendala pencatatan manual dan meningkatkan kinerja operasional secara signifikan. Sistem ini menerapkan metode FIFO untuk kontrol persediaan, sehingga barang yang pertama kali masuk menjadi prioritas keluarnya, memungkinkan pemantauan stok secara real-time dan terstruktur. Hasil pengujian melalui metode Black Box dan User Acceptance Test (UAT) menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang sangat baik, yaitu sebesar 88%. Hal ini membuktikan bahwa sistem informasi yang dikembangkan telah sesuai dengan kebutuhan operasional Bullshirt Distro & Clothing. 5. Daftar Pustaka [1] Asrozy, M. F., Santi, I. H., & Permadi, D. F. (2022). Pengkombinasian Metode Fifo Dan Metode Fefo Pada Sistem Aplikasi Pengeluaranstok Barang. Jati (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika). [2] Chamida , M. A., Susanto, A., & Latubessy, A. (2021). Analisa User Acceptance Testing Terhadap Sistem Informasi . Indonesian Journal Of Technology, Informatics And Science (Ijtis). [3] Farhana, Q. N., Arwani, I., & Brata, D. W. (2022). Pengembangan Sistem Informasi Pembayaran Biaya Pendidikan menggunakan Teknologi Payment Gateway(Studi Kasus: SD Islam Terpadu Nurul Fikri Pati). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. [4] Farhana, Q. N., Arwani, I., & Brata, D. W. (2022). Pengembangan Sistem Informasi Pembayaran Biaya Pendidikan menggunakan Teknologi Payment Gateway(Studi Kasus: SD Islam Terpadu Nurul Fikri Pati). Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. [5] Musthofa, N., & Adiguna, M. A. (2022). Perancangan Aplikasi E-Commerce Spare-Part Komputer Berbasis Web Menggunakan CodeIgniter Pada Dhamar Putra Ccomputer Kota Tangerang. OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Science. [6] Patunisa, R.N., Sudrajat, A.(2025). Implementasi Sistem Informasi Akuntansi Pembelian dan Penjualan Menggunakan Metode Extreme Programming (Studi Kasus Toko Sumber Sayur). Jurnal Manajemen Informatika & Komputerisasi Akuntansi. [7] Priyambodo, A., Narulita, S., & Putri, M. A. (2023). Rancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Pada Restaurant Palace Fine Cuisine And Ballroom Semarang Berbasis Microsoft Visual Basic. Jurnal informasi, Sains dan Teknologi, 38-51. [8] Rasyidan, M., & Zaenuddin. (2020). Perancangan Sistem Informasi Persediaan Barang Menggunakan Metode Average (Studi Kasus Toko Nazar Banjarmasin). Technologia. [9] Renaldy, & Rustam, A. (2022). Perancangan Sistem Informasi Inventory Berbasis WEB Pada Gudang Di PT. Spin Warriors. Aisyah Journal Informatics And Electrical Engineering, 27-32. [10] Salim, E. R., Nurrohman, T., & Karyadi. (2021). Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Obat Menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 Di Apotek Assdiqiyah Garut. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 14-29. [11] Salim, E. R., Nurrohman, T., & Karyadi. (2021). Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Obat Menggunakan Microsoft VisualSkor Tertinggi 30 x 5 = 150 Skor Terendah 30 x 1 = 30 Hasil Pengujian Keseluruhan Total Nilai x 100% = 132 x 100% Skor Tertinggi 150 88,00% 91,11% 80,00% 93,33% 70,00% 75,00% 80,00% 85,00% 90,00% 95,00% Desain Fitur Kepuasan Pengguna Hasil bentuk grafik UAT
Vol.16 no.2|Desember 2025 EXPLORE : ISSN: 2087-2062, Online ISSN: 2686-181X / DOI: http://dx.doi.org/10.36448/jsit.v16i2.4376 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License 119 Studio 2010 Di Apotek Assdiqiyah Garut. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 14-29. [12] Setyadi, B. (2023). Akuntansi Manajemen. Banguntapan Bantul Yogyakarta: Jejak Pustaka. [13] Siska, S. T., Budiman , A., & Fenia, H. (2023). Aplikasi Pencarian Judul Tugas Akhir Mahasiswa Berbasis . Rang Teknik Journal. [14] Soufitri, F. (2023). Konsep Sistem Informasi. Jl.Cempaka. Padang Sidempuan: PT. Inovasi Pratama Internasional. [15] Subianto. (2020). Penerapan Metode Rapid Application Development dalam Perancangan Sistem Informasi Pendataan. Jurnal INFOKAM. [16] Waruwu, M., Pu'at, S. N., Utami, P. R., Yanti, E., & Rusydiana, M. (2025). Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan.