RANCANGAN AKTUALISASI LATSAR CPNS 2026

DESTAPADUData Destinasi Pariwisata TerpaduRANCANGAN AKTUALISASILATSAR CPNS PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2026IMAN SYUKUR TELAUMBANUA, S.EADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATIF AHLI PERTAMANDH 19 KELOMPOK 2 ANGKATAN LIIIDINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NIAS UTARA

RANCANGAN AKTUALISASI LATSAR CPNS 2026NDH 19 KELOMPOK 2 ANGKATAN LIII“Belum Optimalnya Pengelolaan Data Destinasi Wisata Pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara” PESERTA IMAN SYUKUR TELAUMBANUA, S.E MENTOR KASIH WARNIDAR HAREFA, S.Pd., M.IP COACH PENGUJI _ Dr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.Psi.

KATA PENGANTAR Secara khusus penulis menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada : DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia Nya rancangan aktualisasi Latsar ini dapat diselesaikan dengan baik. Adapun rancangan aktualisasi ini diberi judul “DESTAPADU” yang merupakan singkatan dari “Data Destinasi Pariwisata Terpadu”. Dengan penuh rasa hormat, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi nyata sehingga rancangan aktualisasi ini dapat terwujud Lotu, Juli 2026 Peserta, IMAN SYUKUR TELAUMBANUA, S.E NIP. 199704192025041004 I Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari sempurna dan tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis, instansi, serta pihak pihak yang berkepentingan 1. __________________ selaku Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara sekaligus sebagai penguji. 2.Hasambua Harefa S.Pd.,M.M selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara yang telah memberikan dukungan dan motivasi. 3.Kasih Warnidar Harefa, S.Pd., M.IP selaku mentor yang telah mengarahkan dan membimbing penulis. 4.Dr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.Psi. selaku coach yang telah banyak membantu dalam memberikan pemahaman teknis maupun non-teknis. 5.Widya Safitri selaku LO yang telah memberikan arahan dan saran yang mendukung dalam proses pembelajaran dan pelatihan dasar CPNS. 6.Seluruh Bapak dan Ibu Widyaiswara yang sudah membantu dalam proses pembelajaran dan pelatihan dasar CPNS. 7.Seluruh rekan kerja di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara yang telah mendampingi serta mendukung penulis selama proses penyusunan rancangan aktualisasi ini.

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR 3.1 Penetapan Gagasan dan Kegiatan Kreatif 3.2 Relevansi Agenda 2 dengan Rencana Kegiatan 3.3 Relevansi Agenda 3 dengan Rencana Kegiatan 3.4 Rancangan Aktualisasi 3.5 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi KATA PENGANTAR DAFTAR ISI KATA PENGANTAR LEMBAR PERSETUJUAN BAGIAN I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi 1.3 Tujuan 1.4 Manfaat BAGIAN II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS ISU 2.1 Identifikasi Isu 2.2 Analisis Isu, Penetapan Isu dan Penyebabnya 2.3 Dampak Isu Terpilih 2.4 Role Model BAGIAN III STRATEGI PENYELESAIAN ISU TERPILIH BAGIAN IV PENUTUP 4.1 Simpulan 4.2 Komitmen Pelaksanaan Aktualisasi 4.3 Rencana Keberlanjutan dan Pengembangan II II III 1 1 4 6 7 8 9 13 15 8 16 19 22 23 26 28 28 29 16 28

LEMBAR PERSETUJUAN RANCANGAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS “Belum Optimalnya Pengelolaan Data Destinasi Wisata Pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara” NAMA NIP PANGKAT/GOLONGAN JABATAN INSTANSI ANGKATAN IMAN SYUKUR TELAUMBANUA, S.E 199704192020041004 PENATA MUDA/III-A ADYATAMA KEPARIWISATAAN DAN EKONOMI KREATI AHLI PERTAMA DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN NIAS UTARA LIII (LIMA PULUH TIGA) : : : : : : Telah diseminarkan pada Senin, 10 Agustus 2026 di hadapan Coach, Penguji dan Mentor dengan Metode Distance Learning. Coach, Dr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.Psi. NIP. 197007061998011001 Penguji, _________________ Mentor, KASIH WARNIDAR HAREFA, S.Pd., M.IP NIP. 198407142014062003 Mengetahui: a.n. KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SUMATERA UTARA KEPALA UPTD PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA Arie Ferdian Lubis, S.Si Penata TK/I NIP. 198505292011011005

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 BAGIAN I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Berdasarkan pengamatan pribadi, informasi dari pimpinan, arahan dan diskusi bersama dengan pimpinan, maka, saya mengambil tiga isu aktual yang akan saya angkat yaitu: 1.Belum tersedianya dokumen basis data destinasi wisata yang teritergrasi sehingga informasi masih tersebar pada berbagai dokumen. 2.Belum adanya standar format pendataan destinasi wisata yang memuat informasi secara lengkap dan seragam. 3.Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara. tiga isu adalah hal yang penting dan terjadi di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara lebih khusus untuk Bidang Pengembangan, selain itu juga merupakan bagian yang akan menyumbangkan keakuratan data dan kecepatan dalam merespon kebutuhan data pada kegiatan dinas. Dari tiga isu yang muncul, isu yang tepilih adalah “Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara”. Unsur negasi dari isu ini adalah “belum optimalnya”, fokus adalah “pengelolaan data destinasi wisata”, dan lokus adalah “Bidang Pengembangan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara”. 1

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Saya memilih isu tersebut karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas jabatan, khususnya dalam penyusunan bahan standarisasi pariwisata berkelanjutan, penyusunan strategi destinasi pariwisata berkelanjutan, serta penyusunan telaah rencana kegiatan bidang pengembangan. Ketersediaan data destinasi wisata yang lengkap, akurat, mutakhir, dan terintegrasi merupakan salah satu prasyarat utama dalam menghasilkan kebijakan dan perencanaan pembangunan kepariwisataan yang tepat sasaran. Pada isu ini pihak yang terdampak secara langsung adalah Bidang Pengembangan Pariwisata, khususnya pegawai yang menggunakan data destinasi wisata sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan, evaluasi, maupun pengambilan keputusan. Selain itu, pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, dan masyarakat juga terdampak karena data yang belum terintegrasi menyebabkan informasi destinasi sulit diperoleh secara cepat, akurat, dan menyeluruh. Berdasarkan data yang tersedia, saat ini terdapat 20 destinasi wisata yang telah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Nias Utara Nomor 556/225/K/Tahun 2025 tentang Penetapan Destinasi Wisata di Kabupaten Nias Utara. Namun, hasil observasi menunjukkan bahwa informasi mengenai destinasi tersebut, seperti profil destinasi, dokumentasi foto, daya tarik wisata, amenitas, aksesibilitas, serta informasi pendukung lainnya masih tersebar pada berbagai dokumen maupun perangkat penyimpanan milik masing-masing pegawai sehingga belum tersedia dalam satu dokumen basis data yang terintegrasi. Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh pada percepatan pekerjaan dan dan efesiensi waktu penyelesaian dan pertanggungjawab kegiatan. 2

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Isu belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata memenuhi kriteria APKL. Isu tersebut bersifat Aktual karena masih terjadi dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Problematik karena menghambat penyediaan informasi yang akurat dan terintegrasi, Khalayak karena berdampak terhadap berbagai pihak yang memanfaatkan data destinasi wisata, serta Layak untuk diselesaikan karena berada dalam ruang lingkup kewenangan jabatan dan dapat diperbaiki melalui penyusunan dokumen basis data destinasi wisata yang terintegrasi. Apabila isu tersebut tidak segera ditangani, maka akan berdampak pada sulitnya memperoleh data destinasi wisata secara cepat dan akurat, terhambatnya penyusunan standarisasi pariwisata berkelanjutan, kurang optimalnya penyusunan strategi pengembangan destinasi wisata, serta berkurangnya kualitas informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan. Dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat menghambat pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Nias Utara karena proses perencanaan dan pengambilan keputusan tidak didukung oleh data yang lengkap, valid, dan terintegrasi. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan suatu upaya perbaikan melalui penyusunan dokumen basis data destinasi wisata terintegrasi sebagai media penyimpanan, pemutakhiran, dan penyajian informasi destinasi wisata secara sistematis. Melalui penyusunan dokumen tersebut diharapkan pengelolaan data destinasi wisata menjadi lebih efektif, akurat, mudah diakses, dan mampu mendukung penyusunan kebijakan serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Nias Utara. 3

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 1.2 Tugas Pokok dan Fungsi OrganisasiDinas Pariwisata dan Kebudayaan merupakan perangkat daerah yang mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di bidang pariwisata dan kebudayaan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyelenggarakan perumusan kebijakan, pelaksanaan urusan pemerintahan, pembinaan, koordinasi, pengawasan, evaluasi, serta pelayanan publik di bidang pariwisata dan kebudayaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Peraturan Bupati Nias Utara Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2022 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Nias Utara, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang didukung oleh Sekretariat, Bidang Pengembangan Pariwisata, Bidang Pemasaran Pariwisata, Bidang Bina Budaya, Bidang Sarana dan Prasarana, serta Kelompok Jabatan Fungsional. KEPALA DINAS SEKRETARIS DINASPEJABAT FUNGSIONAL Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Sub Bagian Keuangan Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pengembangan Pariwisata Bidang Pemasaran Pariwisata Bidang Bina Budaya Bidang Sarana dan Prasarana Seksi Pengembangan Potensi dan Daya Tarik Wisata Seksi Pendidikan dan Pelatihan SDM Pariwisata Seksi Kerjasama dan Kemitraan Seksi Promosi dan Informasi Pariwisata Seksi Pembinaan Usaha dan Pemasaran Pariwisata Analis Kebijakan Ahli Muda Seksi Sejarah dan Tradisi Seksi Kesenian Pamong Budaya Ahli Muda Seksi Sarana dan Prasarana Pariwisata Seksi Sarana dan Prasarana Seni dan Budaya Seksi Pendataan, Pengelolaan dan Penataan Sarana dan Prasarana SUMBER : LAKIP Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara Tahun 2025. 4

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Dari Struktur Organisasi tersebut, penulis ditempatkan pada Bidang Pengembangan Pariwisata dengan Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama. Bidang Pengembangan Pariwisata mempunyai mendukung pembangunan sektor pariwisata melalui pengembangan potensi dan daya tarik wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta penguatan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Bidang Pengembangan Pariwisata bertanggung jawab menyiapkan bahan perumusan kebijakan - kebijakan dibidang pengembangan pariwisata seperti menyusun program dan kegiatan, melaksanakan koordinasi, pembinaan, monitoring, evaluasi, pelaporan, serta penyusunan standar operasional prosedur sesuai dengan ruang lingkup pengembangan destinasi pariwisata. Selain itu, bidang ini juga melaksanakan inventarisasi, pengumpulan, pengolahan, dan penyediaan data kepariwisataan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan yang berkaitan tentang pariwisata. Sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama pada Bidang Pengembangan Pariwisata, penulis melaksanakan tugas yang berkaitan dengan pengembangan destinasi wisata, pengelolaan data kepariwisataan, penyusunan bahan kebijakan, serta monitoring dan evaluasi program pengembangan pariwisata. Pelaksanaan tugas tersebut memerlukan ketersediaan data destinasi wisata yang lengkap, akurat, mutakhir, dan mudah diakses sebagai dasar penyusunan kebijakan dan perencanaan program. Berdasarkan hasil observasi, pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata masih belum optimal. Data profil, potensi, daya tarik, amenitas, aksesibilitas, kelembagaan, dan dokumentasi destinasi masih tersebar pada berbagai dokumen sehingga belum terintegrasi dalam satu basis data. Kondisi ini mengakibatkan penyediaan informasi, penyusunan laporan, monitoring, evaluasi, dan perencanaan program menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penyusunan basis data destinasi wisata yang terintegrasi guna mendukung peningkatan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. 5

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 1.3 Tujuan Tujuan rancangan aktualisasi ini terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut. Tujuan secara umum yaitu untuk mengoptimalkan pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara melalui penyusunan dokumen basis data destinasi wisata yang terintegrasi, sehingga tersedia data yang akurat, lengkap, dan mudah diakses untuk 20 (dua puluh) destinasi wisata dalam jangka waktu satu bulan. 5.Menyediakan data destinasi wisata yang mudah diakses sebagai bahan penyusunan kebijakan, perencanaan, monitoring, dan evaluasi pengembangan pariwisata. 6. Mendokumentasikan basis data destinasi wisata dalam bentuk digital dan cetak sebagai arsip pada Bidang Pengembangan Pariwisata. Sedangkan tujuan secara khusus yaitu : Tujuan ini sejalan dengan nilai ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan melalui penyediaan data destinasi wisata yang akurat dan mudah diakses, Akuntabel melalui basis data yang terdokumentasi dan dapat dipertanggungjawabkan, Adaptif melalui pemanfaatan media digital, serta Kompeten dan Kolaboratif melalui peningkatan kemampuan dan kerja sama dalam pengelolaan data. Selain itu, tujuan ini mendukung peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa melalui penyediaan data yang valid untuk mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Nias Utara. 6 1. Menyusun format pendataan destinasi wisata yang seragam sebagai pedoman dalam pengumpulan data. 2.Mengumpulkan data destinasi wisata yang tersimpan pada masing-masing perangkat kerja pegawai secara terstruktur. 3.Memvalidasi kelengkapan dan keakuratan data destinasi wisata yang telah dikumpulkan. 4.Mengintegrasikan seluruh data destinasi wisata ke dalam satu dokumen basis data digital yang terpadu.

DESTAPANDU 1.Bagi Masyarakat/Pengguna Layanan Masyarakat memperoleh data destinasi wisata yang lengkap, akurat, dan mudah diakses sebagai sumber informasi dalam merencanakan kunjungan wisata di Kabupaten Nias Utara. Ketersediaan data tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai potensi, daya tarik, dan fasilitas pada setiap destinasi wisata. LATSAR CPNS 2026 1.4 Manfaat Pelaksanaan rancangan aktualisasi ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, organisasi, dan penulis sebagai berikut. 2.Bagian Unit Kerja/Instansi Unit kerja memiliki dokumen basis data terintegrasi yang memudahkan analisis dan pengambilan keputusan pengembangan. Selain itu, basis data yang tersusun secara sistematis dapat mendukung efektivitas pelaksanaan tugas serta meningkatkan kualitas pengelolaan data destinasi wisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara. 3.Manfaat untuk peserta/ pegawai pelaksana: Peserta meningkatkan kompetensi dalam menyusun basis data destinasi wisata secara sistematis dan terpadu. Sehingga dalam hal ini peserta disamping melaksanakan bagian dari tugas pokok dan fungsi jabatan juga mengambil andil dalam pemenuhan data kebutuhan instansi. 7

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 BAGIAN II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS ISU 2.1. Identifikasi Isu Pelaksanaan tugas sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengidentifikasi berbagai kondisi aktual yang berpotensi menghambat optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Identifikasi isu dilakukan melalui observasi terhadap proses kerja, telaah dokumen, diskusi dengan mentor dan rekan kerja, serta pengalaman penulis selama melaksanakan tugas pada unit kerja. berdasarkan pada hal tersebut diatas terdapat tiga isu utama yaitu : 1.Belum tersedianya dokumen basis data destinasi wisata yang teritergrasi sehingga informasi masih tersebar pada berbagai dokumen. 2.Belum adanya standar format pendataan destinasi wisata yang memuat informasi secara lengkap dan seragam. 3.Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara. ketiga isu diatas selanjutnya, dilakukan analisis APKL untuk melihat tingkat kelayakan isu untuk dipilih. 8

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 NO ISU A P K L 1 Belum tersedianya dokumen basis data destinasi wisata yang teritergrasi sehingga informasi masih tersebar pada berbagai dokumen. Ya Ya Ya Ya 2 Belum adanya standar format pendataan destinasi wisata yang memuat informasi secara lengkap dan seragam. Ya Ya Tidak Ya 3 Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara. Ya Ya Ya Ya A (Aktual) P (Problematik) K (Khalayak) L (Layak) 2.2. Analisis Isu, Penempatan Isu dan Penyebabnya Berdasarkan hasil identifikasi isu, selanjutnya dilakukan analisis untuk menentukan isu prioritas yang akan menjadi fokus dalam rancangan aktualisasi. Analisis dilakukan menggunakan metode APKL (Aktual, Problematik, Khalayak, dan Layak) untuk menyaring isu yang memenuhi kriteria penyelesaian, kemudian dilanjutkan dengan metode USG (Urgency, Seriousness, dan Growth) untuk menentukan tingkat prioritas dari isu- isu yang telah lolos analisis APKL. Tabel Identifikasi Isu Menggunakan APKL 9

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 NO ISU U S G TOTAL 1 Belum tersedianya dokumen basis data destinasi wisata yang teritergrasi sehingga informasi masih tersebar pada berbagai dokumen. 4 4 4 12 2 Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata, Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Nias Utara. 5 5 5 15 Tabel Analisis USG U (Urgency/Urgensi), S (Seriousness/Keseriusan), G (Growth/Perkembangan) Berdasarkan hasil analisis USG, isu "Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara" memperoleh nilai tertinggi sehingga ditetapkan sebagai isu prioritas dalam rancangan aktualisasi. Isu ini dipilih karena memiliki tingkat urgensi, dampak, dan potensi perkembangan masalah yang lebih tinggi dibandingkan isu lainnya, serta memiliki keterkaitan langsung dengan tugas dan fungsi penulis sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama. Untuk mengetahui akar penyebab terjadinya isu prioritas, dilakukan analisis menggunakan metode Fishbone Diagram. Metode ini dilakukan guna mengidentifikasi, menguraikan, dan memetakan semua faktor penyebab dari suatu masalah atau peristiwa tertentu secara sistematis sehingga memperoleh data penyebab yang akurat. Puncak Maziaya 10

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Berdasarkan hasil analisis, penyebab utama belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata dapat dikelompokkan ke dalam beberapa faktor, yaitu: Analisis Diagram Fishbone : Masalah utama : Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara. Man/SDM 1.Pegawai belum terbiasa mendokumentasikan data secara terpusat, 2.Belum ada petugas khusus yang bertanggung jawab mengelola data destinasi. Method/ Proses 1.Belum ada standar format pendataan yang seragam, 2.Proses pengumpulan data masih manual dan tidak terjadwal. Machine/Teknologi/Alat 1.Belum tersedia basis data digital terintegrasi, 2.Perangkat penyimpanan data masih bersifat personal. Material/Sarana 1.Belum ada template atau formulir isian data destinasi. 2.Sarana dokumentasi seperti kamera belum dimanfaatkan secara optimal. Measurement/ Ukuran/ Indikator 1.Belum ada indikator kelengkapan data destinasi, 2.Tidak ada mekanisme pemutakhiran data berkala. Environment/ Lingkungan 1.Kultur kerja masih menyimpan data secara individu, 2.Belum ada kebijakan tentang pengelolaan data terpusat. Dejavu, Pantai Laosi-laosi 11

1.Pegawai belum terbiasa mendokumentasikan data secara terpusat, 2.Belum ada petugas khusus yang bertanggung jawab mengelola data destinasi.MAN/ SDM 1.Belum ada standar format pendataan yang seragam, 2.Proses pengumpulan data masih manual dan tidak terjadwal. Method/ Proses 1.Belum tersedia basis data digital terintegrasi, 2.Perangkat penyimpanan data masih bersifat personal. Machine/Teknologi 1.Belum ada template atau formulir isian data destinasi. 2.Sarana dokumentasi seperti kamera belum dimanfaatkan secara optimal.Material/Sarana 1.Belum ada indikator kelengkapan data destinasi, 2.Tidak ada mekanisme pemutakhiran data berkala.Measurement /Indikator 1.Kultur kerja masih menyimpan data secara individu, 2.Belum ada kebijakan tentang pengelolaan data terpusat.Environment/ LingkunganBelum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara. Man/SDMDESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Berdasarkan hasil analisis Fishbone tersebut, penyebab yang paling dominan adalah belum tersedianya dokumen basis data destinasi wisata yang terintegrasi serta belum adanya standar format pendataan yang seragam. Oleh karena itu, gagasan penyelesaian yang akan dilaksanakan dalam aktualisasi adalah penyusunan dokumen basis data destinasi wisata terintegrasi sebagai media pengelolaan, penyimpanan, dan penyajian data destinasi wisata secara sistematis. tureloto beach 12

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Terhadap Individu Terhadap Instansi Terhadap Unit Kerja 2.3. Dampak Isu Terpilih Apabila isu belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata tidak segera ditangani, maka data destinasi tetap tersebar di berbagai device pegawai tanpa dokumen terintegrasi. Kondisi ini menghambat proses analisis, perencanaan, dan pengambilan keputusan strategis di Bidang Pengembangan Pariwisata. Masyarakat tidak mendapatkan informasi yang lengkap dan cepat mengenai destinasi wisata, sehingga potensi kunjungan wisatawan belum optimal. Selain itu, kualitas pelaksanaan tugas penyusunan standarisasi dan strategi destinasi pariwisata berkelanjutan menjadi kurang efektif karena data tidak tersedia secara terpusat.Isu "Belum Optimalnya Pengelolaan Data Destinasi Wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara" berdasarkan aspek individu, instansi, unit kerja, dan stakeholder. Belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata menyebabkan pegawai mengalami kesulitan dalam memperoleh, mengolah, dan menyajikan data sebagai bahan pelaksanaan tugas. Kondisi ini dapat memperlambat penyusunan analisis, telaahan, dan laporan serta menghambat pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis data. Ketiadaan basis data destinasi wisata yang terintegrasi dapat menghambat penyediaan informasi pariwisata yang akurat dan terkini sebagai dasar perencanaan program serta pengambilan kebijakan. Hal ini dapat mempengaruhi efektivitas pencapaian target kinerja instansi dalam pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Nias Utara. Data destinasi yang belum terkelola secara sistematis menyebabkan proses analisis, monitoring, evaluasi, dan penyusunan strategi pengembangan destinasi menjadi kurang optimal. Kondisi ini juga menghambat pelaksanaan tugas bidang dalam penyusunan standarisasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan karena belum didukung data yang lengkap dan terpusat. 13

DESTAPANDU Terhadap Stakeholder LATSAR CPNS 2026 Belum tersedianya data destinasi yang terintegrasi menyebabkan stakeholder kesulitan memperoleh informasi potensi wisata, fasilitas pendukung, dan peluang pengembangan destinasi secara cepat dan akurat. Kondisi ini dapat menghambat koordinasi, promosi, serta optimalisasi pengelolaan destinasi wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Berdasarkan uraian dampak tersebut, dapat disimpulkan bahwa belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata akan berdampak pada efektivitas pelaksanaan tugas individu, kinerja Bidang Pengembangan Pariwisata, serta pencapaian tujuan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara. Ketiadaan basis data destinasi yang terintegrasi dapat menghambat proses analisis, perencanaan, pengambilan keputusan, dan penyediaan informasi pariwisata bagi stakeholder. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan data destinasi wisata yang lebih sistematis, terpusat, dan mudah diakses sebagai dasar dalam mendukung pengembangan pariwisata yang efektif, berkelanjutan, dan berbasis data. Kesimpulan Dampak Apabila Isu Tidak Segera Ditangani Rumah Adat Sihene Asi 14

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 2.4 Role Model Role Model saya adalah Ibu Kasih Warnidar Harefa, S.Pd.,M.IP, Kepala Seksi Kerja Sama dan Kemitraan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara, merupakan sosok yang menjadi teladan dalam pelaksanaan tugas melalui sikap profesional, tanggung jawab, dan kemampuan membangun kolaborasi dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata. Beliau menunjukkan komitmen dalam mengelola tugas secara terencana dengan memanfaatkan informasi dan data sebagai dasar dalam menjalin kemitraan serta menyusun langkah strategis bersama berbagai pihak. Sikap tersebut menjadi inspirasi bagi penulis dalam menghadapi isu aktualisasi terkait belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata. Dalam pengembangan pariwisata, ketersediaan data yang akurat dan terintegrasi merupakan bagian penting untuk mendukung koordinasi, penyusunan program, serta pengambilan keputusan yang tepat. Nilai yang dapat diteladani dari beliau adalah semangat kolaboratif, ketelitian dalam mengelola informasi, serta kemampuan membangun sinergi dengan stakeholder untuk mencapai tujuan organisasi. Melalui keteladanan Ibu Kasih Warnidar Harefa, penulis termotivasi untuk menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya nilai Akuntabel, Kompeten, dan Kolaboratif dalam melaksanakan aktualisasi melalui penyusunan basis data destinasi wisata yang lebih terstruktur dan terintegrasi. Dengan adanya pengelolaan data yang baik, diharapkan dapat mendukung Bidang Pengembangan Pariwisata dalam melakukan analisis, perencanaan, serta pengembangan destinasi wisata Kabupaten Nias Utara secara lebih efektif dan berkelanjutan. 15

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 BAGIAN III STRATEGI PENYELESAIAN ISU TERPILIH Berikut adalah kegiatan kreatif yang dilakukan dalam penyelesaian isu tersebut adalah : 3.1 Penetapan Gagasan dan Kegiatan Kreatif Dalam rangka menyelesaikan isu belum optimalnya pengelolaan data destinasi wisata pada Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara, diperlukan serangkaian kegiatan yang berfokus pada pengumpulan, pengolahan, integrasi, dan penyajian data secara sistematis. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan melalui proses pengumpulan data destinasi secara langsung dengan melibatkan pengelola destinasi dan masyarakat sekitar, kemudian dilanjutkan dengan digitalisasi data ke dalam dokumen terpusat, penyajian informasi spasial melalui peta interaktif, serta penyusunan buku saku digital sebagai media informasi. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tersedianya basis data destinasi wisata yang lebih lengkap, terstruktur, mudah diakses, dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan analisis, perencanaan, pengambilan keputusan, serta mendukung pengembangan pariwisata Kabupaten Nias Utara yang lebih efektif dan berkelanjutan. 1.Menyusun format pendataan destinasi wisata baku (Tata Kelola) 2.Mengumpulkan data destinasi melalui kunjungan lapangan (Pemberdayaan) 3.Mengintegrasikan data ke dalam dokumen digital (Digitalisasi) 4.Memvisualisasikan data dalam peta interaktif (Digitalisasi) 5.Menyusun buku saku informasi destinasi wisata (Pengembangan Kompetensi) Pantai Turedowi 16

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Tahapan Setiap Kegiatan dan Outputnya : Untuk Kegiatan 1 : Menyusun format pendataan destinasi wisata baku (Tata Kelola), tahapannya yaitu Tahap 1 : Menganalisis jenis data yang dibutuhkan; Output : Daftar kebutuhan data, Tahap 2 : Merancang template isian data; Output : Template format data, Tahap 3 : Mengkonsultasikan template ke rekan sejawat; Output : Masukan perbaikan template, Tahap 4 : Memperbaiki template sesuai masukan ; Output : Template final siap pakai, Tahap 5 : Menyimpan template di folder bersama; Output : Template tersimpan digital, Tahap 6 : Mengevaluasi kesesuaian format dengan kebutuhan; Output : Catatan evaluasi format. Untuk Kegiatan 2 : Mengumpulkan data destinasi melalui kunjungan lapangan (Pemberdayaan), tahapannya yaitu Tahap 1 : Menyusun jadwal kunjungan ke dua puluh destinasi; Output : Jadwal kunjungan, Tahap 2 : Mempersiapkan alat dokumentasi dan cetakan format; Output : Alat dan format siap, Tahap 3 : Melakukan dokumentasi foto dan wawancara pengelola;Output : Foto dan catatan data, Tahap 4 : Mencatat data ke dalam format isian;Output : Format isian terisi, Tahap 5 : Memindai atau memotret catatan lapangan; Output : File digital catatan, Tahap 6 : Mengevaluasi kelengkapan data hasil kunjungan;Output : Daftar data yang kurang. 17

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Untuk Kegiatan 3 : Mengintegrasikan data ke dalam dokumen digital (Digitalisasi), tahapannya yaitu Tahap 1 : Mengumpulkan seluruh format isian dari hasil kunjungan; Output : Kumpulan format isian, Tahap 2 : Memasukkan data ke spreadsheet master; Output : Spreadsheet data terisi, Tahap 3 : Memeriksa konsistensi dan keakuratan data; Output : Data terkoreksi, Tahap 4 : Menyusun data dalam satu folder terstruktur; Output : Folder data terorganisir, Tahap 5 : Memberi nama file sesuai standar penamaan; Output : File bernama seragam, Tahap 6 : Mengevaluasi kelengkapan dan keterpaduan data; Output : Catatan perbaikan integrasi. Untuk Kegiatan 4 : Memvisualisasikan data dalam peta interaktif (Digitalisasi), tahapannya yaitu Tahap 1 : Mengidentifikasi koordinat lokasi setiap destinasi; Output : Daftar koordinat, Tahap 2 : Membuat peta dasar dengan Google My Maps; Output : Peta dasar kosong, Tahap 3 : Menambahkan marker beserta informasi singkat; Output : Marker dengan info, Tahap 4 : Menambahkan foto pada setiap marker ; Output : Foto terpasang di marker, Tahap 5 : Mengatur tampilan dan berbagi tautan peta; Output : Peta interaktif siap, Tahap 6 : Mengevaluasi kemudahan akses informasi pada peta; Output : Catatan perbaikan visual. Untuk Kegiatan 5 : Menyusun buku saku informasi destinasi wisata (Pengembangan Kompetensi), tahapannya yaitu Tahap 1 : Mengumpulkan data terintegrasi dari file master; Output : Data siap diolah, Tahap 2 : Menentukan format dan desain buku saku; Output : Konsep desain, Tahap 3 : Menyusun konten per destinasi secara ringkas; Output : Konten per destinasi, Tahap 4 : Mendesain layout menggunakan Canva; Output : Layout buku saku, Tahap 5 : Mencetak atau menyimpan dalam format PDF; Output : File PDF buku saku, Tahap 6 : Mengevaluasi tampilan dan kejelasan informasi buku; Output : Catatan revisi desain. Event Serving, Pantai Turedawola 18

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 3.2. Relevansi Agenda 2 dengan Rencana Kegiatan Untuk Kegiatan 1 : Menyusun format pendataan destinasi wisata baku (Tata Kelola), terdiri atas : Untuk Kegiatan 2 : Mengumpulkan data destinasi melalui kunjungan lapangan (Pemberdayaan), terdiri atas: Pantai Pasir merah 19 1.Berorientasi Pelayanan (3 perilaku): a) Mengidentifikasi kebutuhan dengan proaktif, b) Melayani sesuai tupoksi, c) Menyediakan informasi aktual dan akurat; 2.Akuntabel (3 perilaku): a) Melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur, b) Bertanggung jawab atas hasil kerja, c) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai peruntukannya; 3.Kompeten (3 perilaku): a) Meningkatkan kapasitas diri, b) Menyusun rencana kerja spesifik, c) Mengevaluasi peningkatan kinerja; 4.Harmonis (3 perilaku): a) Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, b) Menghormati gagasan orang lain, c) Berinteraksi dengan sopan. 1.Berorientasi Pelayanan (4 perilaku): a) Mengidentifikasi kebutuhan dengan proaktif, b) Memenuhi kebutuhan dengan responsif, c) Melayani sesuai tupoksi, d) Menyediakan informasi aktual dan akurat; 2.Akuntabel (3 perilaku): a) Memenuhi janji dan komitmen, b) Melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur, c) Bertanggung jawab atas hasil kerja; 3.Kompeten (3 perilaku): a) Belajar secara mandiri dan kolaboratif, b) Membagikan pengetahuan, c) Menyelesaikan masalah secara komprehensif; 4.Kolaboratif (3 perilaku): a) Menerima pendapat dan saran, b) Membagi tugas secara proporsional, c) Bersinergi dengan pihak terkait.

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Untuk Kegiatan 3 : Mengintegrasikan data ke dalam dokumen digital (Digitalisasi), terdiri atas : 3.Kompeten (3 perilaku): a) Meningkatkan kapasitas diri, b) Belajar secara mandiri dan kolaboratif, c) Menyelesaikan masalah secara komprehensif; 4.Adaptif (3 perilaku): a) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, b) Membuat inovasi yang mendukung tujuan instansi, c) Memanfaatkan peluang untuk hasil yang lebih baik. Untuk Kegiatan 4 : Memvisualisasikan data dalam peta interaktif (Digitalisasi), terdiri atas : 20 1.Akuntabel (3 perilaku): a) Melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur, b) Bertanggung jawab atas hasil kerja, c) Mengutamakan kepentingan masyarakat; 2.Kompeten (3 perilaku): a) Meningkatkan kapasitas diri, b) Melaksanakan rencana kerja sesuai target, c) Mengevaluasi peningkatan kinerja; 3.Adaptif (3 perilaku): a) Menyesuaikan diri di lingkungan kerja, b) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, c) Menjalankan sistem kerja berbasis TI; 4.Kolaboratif (3 perilaku): a) Membagi tugas secara proporsional, b) Membangun komunikasi efektif, c) Mengoptimalkan sumber daya. 1.Berorientasi Pelayanan (3 perilaku): a) Menyediakan informasi aktual dan akurat, b) Melayani dengan standar yang sama, c) Memperbaiki tata kelola layanan dengan inovatif; 2.Akuntabel (3 perilaku): a) Melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur, b) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai peruntukannya, c) Mencari alternatif penggunaan alat yang lebih hemat; Untuk Kegiatan 5 : Menyusun buku saku informasi destinasi wisata (Pengembangan Kompetensi), terdiri atas : 1.Berorientasi Pelayanan (3 perilaku): a) Melayani sesuai tupoksi, b) Menyediakan informasi aktual dan akurat, c) Menindaklanjuti kritik dan saran; 2.Akuntabel (3 perilaku): a) Memenuhi janji dan komitmen, b) Bertanggung jawab atas hasil kerja, c) Mengutamakan kepentingan masyarakat; 3.Kompeten (3 perilaku): a) Meningkatkan kapasitas diri, b) Membagikan pengetahuan, c) Mengevaluasi peningkatan kinerja; 4.Harmonis (3 perilaku): a) Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja, b) Membantu orang lain dengan responsif, c) Menghindari diskusi perbedaan SARA

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 No Core Value Ke- 1 Ke- 2 Ke- 3 Ke- 4 Ke- 5 Total 1 Berorientasi Pelayanan 3 4 - 3 3 13 2 Akuntabel 3 3 3 3 3 15 3 Kompeten 3 3 3 3 3 15 4 Harmonis 3 4 - - 4 11 5 Loyal - - - - - - 6 Adaptif - - 3 3 6 7 Kolaboratif - - 3 - - 3 Total 12 14 12 12 13 63 Tabel Rekapitulasi Relevansi Core Values 21

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 3.3. Relevansi Agenda 3 dengan Rencana Kegiatan Untuk Kegiatan 1 : Menyusun format pendataan destinasi wisata baku (Tata Kelola), Smart ASN meliputi 1) Profesionalisme: menyusun format secara sistematis, 2) Penguasaan TIK: menggunakan spreadsheet untuk template, 3) Orientasi layanan: memudahkan pendataan; Manajemen ASN meliputi 1) Pengembangan kompetensi: meningkatkan keterampilan dokumentasi. Untuk Kegiatan 2 : Mengumpulkan data destinasi melalui kunjungan lapangan (Pemberdayaan), Smart ASN meliputi 1) Integritas: mencatat data sesuai fakta lapangan, 2) Nasionalisme: mendokumentasikan potensi daerah, 3) Networking: membangun hubungan dengan pengelola; Manajemen ASN meliputi 1) Penilaian kinerja: data sebagai dasar evaluasi. Untuk Kegiatan 3 : Mengintegrasikan data ke dalam dokumen digital (Digitalisasi), Smart ASN meliputi 1) Penguasaan TIK: mengelola data digital, 2) Profesionalisme: menyusun data secara akurat, 3) Entrepreneurship: menciptakan basis data terpadu; Manajemen ASN meliputi 1) Pengembangan kompetensi: belajar integrasi data.Untuk Kegiatan 4 : Memvisualisasikan data dalam peta interaktif (Digitalisasi), Smart ASN meliputi 1) Penguasaan TIK: membuat peta digital, 2) Inovasi: menyajikan informasi spasial, 3) Orientasi layanan: memudahkan akses publik; Manajemen ASN meliputi 1) Penilaian kinerja: output sebagai bukti kerja. Untuk Kegiatan 5 : Menyusun buku saku informasi destinasi wisata (Pengembangan Kompetensi), Smart ASN meliputi 1) Profesionalisme: merangkum data secara informatif, 2) Penguasaan TIK: menggunakan Canva, 3) Hospitality: menyediakan informasi ramah; Manajemen ASN meliputi 1) Perencanaan kebutuhan: data untuk rencana promosi 22

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 3.4. Rancangan Aktualisasi Berdasarkan analisis akar masalah, disusun lima kegiatan kreatif tanpa yang dirasa sangat penting yaitu : menyusun format pendataan baku, mengumpulkan data lewat kunjungan lapangan, mengintegrasikan data ke dokumen digital, memvisualisasikan dalam peta interaktif, serta menyusun buku saku informasi. Kegiatan ini menjawab belum adanya standar format, basis data terpusat, dan pemutakhiran berkala. Selain itu, dalam pelaksanaan kegiatan kreatif ini tentunya juga mendasari pada Core Value ASN Berakhlah dan Smart ASN. Pada kegiatan ke I : menyusun format pendataan baku relevan dengan nilai ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, dan Harmonis, serta selaras dengan prinsip Smart ASN dan Manajemen ASN mencakup profesionalisme, penguasaan TIK, orientasi layanan, dan pengembangan kompetensi. Kegiatan II : pengumpulan data lapangan relevan dengan nilai ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, dan Kolaboratif, serta selaras dengan prinsip Smart ASN dan Manajemen ASN mencakup integritas, nasionalisme, jaringan kerja, dan penilaian kinerja. Kegiatan III : integrasi data relevan dengan nilai ASN BerAKHLAK yaitu Akuntabel, Kompeten, Adaptif, dan Kolaboratif, serta selaras dengan prinsip Smart ASN dan Manajemen ASN mencakup penguasaan TIK, profesionalisme, kewirausahaan, dan pengembangan kompetensi. Kegiatan IV : pembuatan peta interaktif relevan dengan nilai ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, dan Adaptif, serta selaras dengan prinsip Smart ASN dan Manajemen ASN mencakup penguasaan TIK, inovasi, orientasi layanan, dan penilaian kinerja. Kegiatan V : penyusunan buku saku relevan dengan nilai ASN BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, dan Harmonis, serta selaras dengan prinsip Smart ASN dan Manajemen ASN mencakup profesionalisme, penguasaan TIK, keramahan pelayanan, dan perencanaan kebutuhan. Pantai Lafau Indah 23

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 NO NAMA KEGIATAN MANFAAT KEGIATAN OUTPUT KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN Menyusun format pendataan destinasi wisata baku Mewujudkan standar isian data yang seragam, lengkap, dan memudahkan pengumpulan informasi Format data baku destinasi wisata 1. Menganalisis jenis data yang dibutuhkan 2. Merancang rancangan format isian 3. Mengkonsultasikan rancangan ke rekan sejawat 4. Menyempurnakan format sesuai masukan 5. Menyimpan format di folder bersama 6. Mengevaluasi kesesuaian format Mengumpulkan data destinasi melalui kunjungan lapangan Memperoleh data yang sesuai kondisi riil, lengkap, dan terpercaya dari 20 destinasi Data lengkap dan terverifikasi seluruh destinasi 1. Menyusun jadwal kunjungan ke 20 destinasi 2. Mempersiapkan alat dokumentasi dan format isian 3. Melakukan dokumentasi serta wawancara pengelola 4. Mencatat data ke dalam format yang telah disiapkan 5. Mendokumentasikan hasil dalam bentuk digital 6. Mengevaluasi kelengkapan data yang diperoleh Mengintegrasika n data ke dalam dokumen digital Menyatukan seluruh data yang tersebar menjadi satu kesatuan yang rapi dan mudah diakses Dokumen basis data terintegrasi dalam bentuk digital 1. Mengumpulkan seluruh format isian yang telah terisi 2. Memasukkan data ke dalam dokumen induk 3. Memeriksa konsistensi dan keakuratan data 4. Menyusun dan mengelompokkan data dalam folder terstruktur 5. Memberi nama dokumen sesuai standar 6. Mengevaluasi keterpaduan dan kelengkapan data Memvisualisasik an data dalam peta interaktif Memudahkan pemahaman lokasi dan persebaran destinasi secara visual Peta interaktif digital lokasi destinasi wisata 1. Mengidentifikasi koordinat lokasi setiap destinasi 2. Membuat peta dasar menggunakan Google My Maps 3. Menambahkan tanda lokasi beserta informasi singkat 4. Melengkapi foto dan keterangan pada setiap lokasi 5. Mengatur hak akses dan tautan peta 6. Mengevaluasi kemudahan pemahaman informasi Menyusun buku saku informasi destinasi wisata Menyediakan ringkasan informasi yang praktis, ringkas, dan mudah disebarkan Buku saku informasi destinasi wisata format digital 1. Mengambil data dari dokumen basis data induk 2. Menentukan susunan isi dan konsep tampilan 3. Menyusun ringkasan informasi per destinasi 4. Merancang tampilan menggunakan Canva 5. Menyimpan dalam format PDF yang siap digunakan 6. Mengevaluasi kejelasan dan kelengkapan informasi Matriks Rancangan 24

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 Kegiatan Aktualisasi 25 OUTPUT PERTAHAPAN NILAI BERAKHLAK KONTRIBUSI TERHADAP MISI ORGANISASI 1. Daftar kebutuhan data 2. Draf format isian 3. Catatan masukan perbaikan 4. Format final 5. File format tersimpan 6. Laporan evaluasi kesesuaian Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis Mendukung misi penyediaan data dasar yang andal untuk perencanaan pengembangan pariwisata daerah Membangun budaya kerja yang teratur, terstandar, dan berbasis akurasi data 1. Jadwal kunjungan 2. Alat dan format siap pakai 3. Foto dan catatan hasil wawancara 4. Format isian terisi 5. Salinan digital data lapangan 6. Daftar kelengkapan data Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Kolaboratif Menjamin ketersediaan data faktual guna mendukung pelestarian dan pengembangan daya tarik wisata Menanamkan sikap objektif, kolaboratif, dan berorientasi pada fakta lapangan 1. Kumpulan seluruh format isian 2. Dokumen induk terisi data 3. Data yang telah dikoreksi 4. Struktur folder yang rapi 5. Dokumen dengan nama standar 6. Laporan kelengkapan data Akuntabel, Kompeten, Adaptif, Kolaboratif Mewujudkan tata kelola informasi yang terpadu guna mendorong pengambilan keputusan yang cepat dan tepat Menguatkan budaya kerja yang efisien, terpusat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi 1. Daftar koordinat lokasi 2. Peta dasar kosong 3. Marker lokasi dengan keterangan 4. Peta lengkap dengan foto 5. Tautan peta yang dapat diakses 6. Catatan perbaikan tampilan Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Adaptif Mendukung misi peningkatan pelayanan informasi dan promosi potensi pariwisata kepada masyarakat Mendorong inovasi penyajian informasi yang transparan, mudah diakses, dan ramah pengguna 1. Data siap olah 2. Konsep isi dan desain 3. Naskah ringkasan per destinasi 4. Tampilan desain buku saku 5. File PDF buku saku 6. Laporan kelayakan informasi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis Mendukung upaya penyebaran informasi pariwisata yang luas guna meningkatkan kunjungan wisatawan Membangun citra instansi yang informatif, komunikatif, dan peduli terhadap kebutuhan masyarakat

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 3.5. Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi Seluruh rangkaian kegiatan aktualisasi direncanakan berlangsung selama satu bulan penuh pada bulan Agustus 2026, disusun secara berurutan dan saling mendukung agar setiap tahapan dapat berjalan efektif tanpa mengganggu tugas kedinasan lainnya. Kegiatan diawali dengan penyusunan format pendataan baku pada minggu pertama, dilanjutkan dengan pengumpulan data secara langsung ke lapangan pada minggu kedua, serta proses pengolahan dan penyajian informasi mulai minggu ketiga hingga minggu keempat. Penjadwalan ini disesuaikan dengan ketersediaan waktu peserta, mitra kerja, serta kondisi di lokasi destinasi wisata agar seluruh tahapan dapat terlaksana dengan tertib dan maksimal. Setiap tahapan kegiatan melibatkan pihak-pihak yang relevan sesuai kebutuhan, mulai dari rekan sejawat, pengelola destinasi, hingga pimpinan unit kerja guna menjamin sinergi dan dukungan pelaksanaan. Jadwal ini juga mencantumkan waktu evaluasi dan penyusunan laporan di akhir periode, sehingga hasil kerja dapat segera dipresentasikan, diperbaiki apabila diperlukan, dan ditetapkan sebagai dokumen resmi yang bermanfaat bagi kelancaran tugas di lingkungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nias Utara. Dejavu, Pantai Laosi-Laosi 26

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 NO NAMA KEGIATAN TAHAPAN KEGIATAN TANGGAL PELAKSANA AN PIHAK YANG TERLIBAT 1. Menyusun format pendataan destinasi wisata baku 1. Menganalisis jenis data yang dibutuhkan 2. Merancang rancangan format isian 3. Mengkonsultasikan rancangan ke rekan sejawat 4. Menyempurnakan format sesuai masukan 5. Menyimpan format di folder bersama 6. Mengevaluasi kesesuaian format 1 – 7 Agustus 2026 Peserta, Mentor, Pegawai Seksi Pengembanga n Daya Tarik Wisata 2. Mengumpulkan data destinasi melalui kunjungan lapangan 1. Menyusun jadwal kunjungan ke 20 destinasi 2. Mempersiapkan alat dokumentasi dan format isian 3. Melakukan dokumentasi serta wawancara pengelola 4. Mencatat data ke dalam format yang telah disiapkan 5. Mendokumentasikan hasil dalam bentuk digital 6. Mengevaluasi kelengkapan data yang diperoleh 8 – 18 Agustus 2026 Peserta, Pengelola Destinasi Wisata, Masyarakat Sekitar Lokasi 3. Mengintegrasikan data ke dalam dokumen digital 1. Mengumpulkan seluruh format isian yang telah terisi 2. Memasukkan data ke dalam dokumen induk 3. Memeriksa konsistensi dan keakuratan data 4. Menyusun dan mengelompokkan data dalam folder terstruktur 5. Memberi nama dokumen sesuai standar 6. Mengevaluasi keterpaduan dan kelengkapan data 19 – 22 Agustus 2026 Peserta 4. Memvisualisasikan data dalam peta interaktif 1. Mengidentifikasi koordinat lokasi setiap destinasi 2. Membuat peta dasar menggunakan Google My Maps 3. Menambahkan tanda lokasi beserta informasi singkat 4. Melengkapi foto dan keterangan pada setiap lokasi 5. Mengatur hak akses dan tautan peta 6. Mengevaluasi kemudahan pemahaman informasi 21 – 24 Agustus 2026 Peserta 5. Menyusun buku saku informasi destinasi wisata 1. Mengambil data dari dokumen basis data induk 2. Menentukan susunan isi dan konsep tampilan 3. Menyusun ringkasan informasi per destinasi 4. Merancang tampilan menggunakan Canva 5. Menyimpan dalam format PDF yang siap digunakan 6. Mengevaluasi kejelasan dan kelengkapan informasi 29 – 31 Agustus 2026 Peserta Tabel Jadwal Kegiatan Aktualisasi 27

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 BAGIAN IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Isu pengelolaan data destinasi wisata yang belum optimal menyebabkan data tersebar dan menghambat perencanaan. Rancangan aktualisasi ini bertujuan menyusun dokumen basis data terintegrasi untuk 20 destinasi dalam satu bulan. Akar penyebab prioritas meliputi tidak adanya standar format dan basis data digital. Lima kegiatan kreatif disusun secara out of the box dengan biaya Rp0, relevan dengan nilai ASN BerAKHLAK, Smart ASN, dan Manajemen ASN. 4.2 Komitmen Pelaksanaan Aktualisasi Saya berkomitmen melaksanakan seluruh rancangan secara disiplin dan bertanggung jawab selama Agenda Habituasi 40– 45 hari. Pelaksanaan akan sesuai kewenangan sebagai Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama. Saya menjaga integritas, kualitas pelaksanaan, dan kolaborasi dengan rekan sejawat maupun pengelola destinasi. Konsistensi sesuai nilai ASN BerAKHLAK dan tuntutan tugas akan diutamakan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Teluk Ba’a 28

DESTAPANDU LATSAR CPNS 2026 4.3 Rencana Keberlanjutan Pengembangan : Hasil aktualisasi berupa dokumen basis data terintegrasi akan dimutakhirkan secara berkala oleh unit kerja. Peluang penguatan meliputi replikasi ke destinasi lain atau pengembangan sistem informasi berbasis web. Pengembangan lanjutan dapat berupa pelatihan pegawai dalam pengelolaan data digital. Fokus tetap pada peningkatan kualitas layanan informasi destinasi pariwisata Danau Megeto 29