Interaksi dalam Ekosistem: Pohon Dewandaru dan Bunga Sepatu

Dokumen ini adalah lembar kerja siswa tentang interaksi dalam ekosistem, khususnya pada pohon dewandaru (Eugenia uniflora) dan bunga sepatu. Materi mencakup identitas tanaman, jenis-jenis interaksi seperti mutualisme, komensalisme, kompetisi, dan predasi, serta contoh konkret pada pohon dewandaru. Terdapat analisis siswa berupa pertanyaan dan jawaban mengenai interaksi organisme, dampak…

Dokumen ini adalah lembar kerja siswa yang membahas interaksi dalam ekosistem, dengan fokus pada pohon dewandaru (Eugenia uniflora) dan bunga sepatu. Materi ditujukan untuk pembelajaran biologi atau ilmu pengetahuan alam tingkat sekolah menengah. Lembar kerja ini berisi identitas tanaman, lokasi pengamatan di Sumberjo, Olak-alen, dan tanggal pengamatan 27 Juli 2026.

Bagian pertama menjelaskan jenis-jenis interaksi ekologis: mutualisme (kedua pihak diuntungkan), komensalisme (satu diuntungkan, satu netral), kompetisi (kedua pihak dirugikan), dan predasi atau herbivori (satu diuntungkan, satu dirugikan). Contoh diberikan pada pohon dewandaru, seperti burung yang memakan buah dan menyebarkan biji, laba-laba yang membuat sarang tanpa merusak ranting, serta persaingan dengan gulma.

Terdapat analisis siswa berupa lima pertanyaan dan jawaban. Pertanyaan mencakup organisme yang paling sering berinteraksi (serangga penyerbuk dan manusia), dampak interaksi (menguntungkan atau merugikan), akibat hilangnya penyerbuk, pengaruh manusia, dan pentingnya interaksi ekosistem bagi kelangsungan hidup tanaman.

Bagian kedua mengaitkan tanaman dengan sistem bumi: hidrosfer (akar menyerap air dan unsur hara, mengurangi erosi), litosfer (membutuhkan air untuk fotosintesis, transpirasi), atmosfer (menyerap CO₂, menghasilkan O₂), dan biosfer (interaksi dengan makhluk hidup lain). Kesimpulan menekankan bahwa pohon dewandaru terhubung dengan keempat sistem bumi.

Dokumen diakhiri dengan kesimpulan umum bahwa tanaman bunga sepatu hidup berdampingan secara dinamis dengan lingkungan, dan keseimbangan antara serangga penyerbuk, musuh alami, serta perawatan manusia penting untuk kelestarian ekosistem taman.