HPS SMP OMK

View HPS SMP OMK flipbook.

Bahan Pendalaman Hari Pangan Sedunia Keuskupan Agung Medan BERJALAN BERSAMA MEWUJUDKAN KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN DALAM SEMANGAT MENDENGARKAN, MENEGUHKAN, DAN MEWARTAKAN (Untuk SMP-Universitas dan OMK) Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Medan 2026

HPS – KOMISI PSE KAM … 2 KATA PENGANTAR Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, Hari Pangan Sedunia (HPS) Keuskupan Agung Medan tahun 2026 mengangkat tema “Berjalan Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan dalam Semangat Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan.” Tema ini mengajak kita melihat pangan bukan sekadar persoalan makanan, tetapi berkaitan erat dengan kehidupan manusia, kelestarian ciptaan, keadilan sosial, dan tanggung jawab kita sebagai umat beriman. Orang Muda memiliki peranan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Sebagai generasi penerus, orang muda dipanggil untuk peka terhadap persoalan lingkungan, kemiskinan, kelaparan, dan ketidakadilan pangan. Dengan kreativitas, energi, keberanian, dan kepedulian, orang muda dapat menjadi penggerak perubahan mulai dari lingkungan keluarga, Gereja, hingga masyarakat. Pertemuan pertama, “Orang Muda Mendengarkan Jeritan Bumi dan Krisis Pangan,” mengajak orang muda membuka mata, telinga, dan hati terhadap kondisi bumi yang semakin tertekan akibat pencemaran, eksploitasi sumber daya alam, perubahan iklim, dan pola hidup yang tidak berkelanjutan. Kerusakan lingkungan pada akhirnya mengancam sumber pangan dan paling berat dirasakan oleh masyarakat miskin dan kelompok rentan. Mendengarkan jeritan bumi berarti juga mendengarkan jeritan sesama. Orang muda diajak menyadari bahwa cara kita memproduksi, memperoleh, mengonsumsi, dan membuang makanan mempunyai dampak terhadap lingkungan dan kehidupan orang lain. Karena itu, kesadaran pangan dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana: menghargai makanan, mengurangi pemborosan, memilih pangan lokal, menjaga lingkungan, dan membangun pola hidup yang sehat serta berkelanjutan. Pertemuan kedua, “Orang Muda Menjadi Pelopor Keadilan Pangan,” mengajak orang muda bergerak dari kesadaran menuju tindakan nyata. Keprihatinan terhadap kelaparan, kemiskinan, dan ketidakadilan pangan tidak boleh berhenti pada pengetahuan, tetapi harus

HPS – KOMISI PSE KAM … 3 diwujudkan dalam kepedulian dan keberanian untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih adil bagi semua. Menjadi pelopor keadilan pangan dapat dimulai dari tindakan sederhana: berbagi dengan mereka yang berkekurangan, mengurangi sampah makanan, mendukung petani dan pangan lokal, mengembangkan pangan keluarga, mengedukasi sesama, serta terlibat dalam gerakan sosial dan ekologis. Dengan demikian, orang muda tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi penjaga ciptaan, pejuang keadilan, dan pembawa harapan. Kedua pertemuan ini hendaknya membantu Orang Muda Katolik menghayati bahwa kepedulian terhadap pangan dan lingkungan merupakan bagian dari panggilan iman. Makanan adalah anugerah Tuhan, bumi adalah rumah bersama, dan setiap manusia berhak memperoleh kehidupan yang layak. Karena itu, orang muda dipanggil untuk berjalan bersama, mendengarkan kenyataan, meneguhkan mereka yang lemah, dan menghadirkan perubahan melalui tindakan nyata. Mari kita berjalan bersama: mendengarkan jeritan bumi dan krisis pangan, meneguhkan sesama, serta mewartakan harapan dengan menjadi pelopor keadilan pangan. Semoga dari kepedulian orang muda tumbuh gerakan nyata yang membawa perubahan menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan, kehidupan yang lebih adil, dan masa depan yang lebih baik bagi semua. Hormat kami, RP.Stefanus Sitohang, OFCap Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi KAM

HPS – KOMISI PSE KAM … 4 Pertemuan Pertama ORANG MUDA MENDENGARKAN JERITAN BUMI DAN KRISIS PANGAN Tujuan: Agar orang muda : 1. Mengetahui jeritan bumi dan krisis pangan. 2. Menyadari pentingnya kepedulian dan tanggungjawab terhadap bumi. 3. Melakukan aksi nyata menjaga bumi dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Waktu : 45 – 60 menit Sarana : Kitab Suci, Salib, Lilin, Puji Syukur Gagasan Dasar Orang muda hidup di tengah dunia yang sedang dilanda krisis lingkungan dan pangan. Perubahan iklim, kerusakan ekosistem, bencana alam, serta kelaparan terjadi hampir di seluruh penjuru dunia. Kesadaran orang muda terhadap persoalan ini sudah mulai tumbuh, tetapi belum sepenuhnya mendalam. Survei UNICEF–Gallup di 55 negara menunjukkan bahwa 85% orang muda usia 15-24 tahun pernah mendengar tentang perubahan iklim, tetapi hanya sekitar 50% yang mampu mengenali pengertiannya dengan tepat. Jeritan bumi dan krisis pangan bukan sekadar persoalan masa kini, tetapi tanda bahaya bagi masa depan kehidupan. Nabi Yesaya menggambarkan bumi yang merana dan manusia yang kehilangan sukacita karena kehidupan yang rusak. Demikian juga Penginjil Lukas memperlihatkan perjalanan dua murid yang awalnya tidak mampu memahami kenyataan yang mereka hadapi, tetapi kemudian mata dan hati mereka terbuka ketika Yesus menjelaskan makna peristiwa tersebut. Sabda ini menjadi gambaran bahwa orang muda pun dipanggil untuk membuka mata, hati, dan pikirannya terhadap kenyataan dunia, sebab ketidakpedulian terhadap jeritan bumi dan penderitaan manusia dapat memperbesar krisis yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui pendalaman tema “Orang Muda Mendengarkan Jeritan Bumi dan Krisis Pangan” diajak untuk memiliki komitmen untuk hidup lebih bertanggung jawab terhadap bumi dan sesama. Komitmen ini bukan

HPS – KOMISI PSE KAM … 5 hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi jawaban iman atas panggilan untuk menjadi generasi yang mampu mendengarkan, memahami, dan mengubah jeritan bumi serta krisis pangan menjadi gerakan kehidupan, keadilan, dan harapan. Jalannya pertemuan: 1. Lagu pembukaan : PS 333 : Sungguhlah Indah Rumah-Mu 2. Tanda Salib P : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus U: Amin P : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita. U: Sekarang dan selama-lamanya 3. Kata Pengantar ( Salam Pembuka ) P: Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, selamat datang pada pendalaman Hari Pangan Sedunia tahun 2026 yang mengangkat tema, Berjalan Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan dalam Semangat Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan. Tema ini sejalan dengan tema sinode Keuskupan Agung Medan VII dan dibagi menjadi dua sub tema yakni: 1. Orang Muda Mendengarkan Jeritan Bumi dan Krisis Pangan. 2. Orang Muda Menjadi Pelopor Keadilan Pangan. Pada kesempatan ini kita akan mendalami sub tema yang pertama, yaitu Orang Muda Menengarkan Jeritan Bumi dan Krisis Pangan. Bumi memang sedang menjerit dan mengalami krisis pangan dimana-mana. Apakah kita akan membiarkan bumi terus menjerit atau kita mau membangun sikap peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup? Tentu tidak membiarkan sebab Nabi Yesaya telah memperingatkan manusia untuk tidak melanggar ketetetapan Allah. Demikian juga kita akan diteguhkan melalui pengalaman perjalanan murid ke Emaus yang setia mendengarkan Yesus. Untuk itu marilah kita persiapkan hati dan pikiran untuk mengikuti pendalaman pertama ini dengan sungguh-sungguh.

HPS – KOMISI PSE KAM … 6 4. Pernyataan tobat P: Sebelum kita melanjutkan pendalaman tema kita pada hari ini, mari kita terlebih dahulu menyesali dosa dan kelalaian yang kita lakukan terlebih-lebih atas tindakan kita yang sering merusak alam ciptaan Tuhan (hening Sejenak). P+U : Saya mengaku, kepada Allah Yang Mahakuasa, dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada Saudara sekalian supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. P: Semoga Allah yang Mahakuasa, mengasihani kita, mengampuni dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. U: Amin 5. Doa pembuka P: Marilah kita berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa Yang Mahabaik dan Maharahim, kami bersyukur kepada- Mu atas segala rahmat dan anugerah-Mu, terutama atas kesempatan yang Engkau berikan bagi kami untuk mendalami Hari Pangan Sedunia yang pertama. Bapa, Engkau telah mempercayakan bumi kepada kami sebagai rumah bersama dan sumber kehidupan. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati dan pikiran kami, agar kami semakin peka mendengar jeritan bumi untuk segera kami tolong melalui tindakan-tindakan sederhana. Semoga melalui pendalaman ini, kami semakin sadar akan tugas dan panggilan merawat dan memelihara alam ciptaan-Mu. Dengan pengantaran Kristus, Tuhan kami U: Amin. 6. Bacaan I : Yesaya 24 : 4 – 11 L : Bacaan dari kitab Yesaya Bumi berkabung dan layu, ya, dunia merana dan layu, langit dan bumi merana bersama. Bumi cemar karena penduduknya, sebab

HPS – KOMISI PSE KAM … 7 mereka melanggar undang- undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi. Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi, dan penduduknya akan mendapat hukuman, sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap, dan manusia akan tinggal sedikit. Air anggur tidak menggirangkan lagi, pohon anggur merana, dan semua orang yang bersukahati mengeluh. Kegirangan suara rebana sudah berhenti, keramaian orang-orang yang beria- ria sudah diam, dan kegirangan suara kecapi sudah berhenti. Tiada lagi orang minum anggur dengan bernyanyi, arak menjadi pahit bagi orang yang meminumnya. Kota yang kacau riuh sudah hancur, setiap rumah sudah tertutup, tidak dapat dimasuki. Orang menjerit di jalan-jalan karena tiada anggur, segala sukacita sudah lenyap, kegirangan bumi sudah hilang. L : Demikian Sabda Tuhan U : Syukur Kepada Allah. 7. Mazmur Tanggapan: Mzm 107:33-43 Ref: Tuhan membuat padang gurun menjadi kolam air Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran- pancaran air menjadi tanah gersang. Tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya. Ref… Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air, dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air. Ditempatkan-Nya di sana orang- orang lapar, dan mereka mendirikan kota tempat kediaman. Ref… Mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur, yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil. Diberkati- Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat, dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang. Ref… 8. Bacaan Injil : Luk 24:13-20; 27-32 L : Semoga Tuhan beserta kita U : Sekarang dan selama-lamanya L : Marilah mendengarkan Injil Suci menurut Matius U : Dimuliakanlah Tuhan

HPS – KOMISI PSE KAM … 8 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu- satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam- imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk menyalibkan-Nya. Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi- nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama- sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah- mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar- kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman- teman mereka. L : Demikianlah Sabda Tuhan U : Terpujilah Kristus

HPS – KOMISI PSE KAM … 9 9. Pendalaman 1. Apa yang menyebabkan bumi tercemar dan apa dampaknya menurut nabi Yesaya? (Jawaban: Yang menyebabkan bumi tercemar adalah karena penduduk melanggar undang-undang, mengubah ketetapan dan mengingkari perjanjian abadi, sedangkan dampaknya adalah penduduk bumi akan hangus) 2. Apa yang dilakukan Yesus ketika bertemu dengan kedua murid yang berjalan ke Emaus? (Jawaban: Yesus berjalan bersama mereka dan mendengarkan percakapan serta kekecewaan mereka dan Dia hadir ditengah perjalanan mereka) 3. Pada peristiwa apa, para murid akhirnya sadar bahwa yang berjalan bersama mereka ke Emaus adalah Yesus dan apa dampaknya setelah mereka mengenal Yesus? (Jawaban: Ketika Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah- mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, dampaknya hati mereka berkobar-kobar) 4. Setelah mendengarkan kedua bacaan tersebut, apa yang kita lihat dan alami dalam kehidupan saat ini yang menyebabkan bumi semakin rusak dan krisis pangan semakin banyak dialami manusia? (Jawaban: Penyebab bumi rusak adalah karena penebangan pohon, pembakaran hutan, penggunaan bahan kimia dalam pertanian, konsumsi yang berlebihan, sedangkan penyebab krisis pangan karena terjadinya perubahan iklim, kerusakan tanah, krisis air, berkurangnya lahan pertanian, food waste (pemborosan makanan)). 5. Apa pesan yang dapat kita petik dari pengalaman kedua murid berjalan bersama Yesus ke Emaus dalam menghadapi jeritan bumi dan krisis pangan? (Jawaban: Yesus mengajarkan kita untuk berjalan bersama, mendengarkan, membuka mata dan hati, lalu bertindak. Seperti kedua murid Emaus yang kembali dengan hati berkobar-kobar untuk tidak hanya prihatin terhadap bumi yang terluka dan saudara yang mengalami kekurangan pangan, tetapi menjadi bagian dari perubahan)

HPS – KOMISI PSE KAM … 10 10. Rangkuman (Pemimpin menyampaikan rangkuman berikut ini:) Orang muda yang terkasih, Nabi Yesaya dalam nubuatnya melukiskan keadaan bumi yang berkabung, merana, dan kehilangan sukacita. Bumi tercemar karena manusia melanggar ketetapan Allah dan mengingkari perjanjian-Nya. Akibatnya, kehidupan manusia pun ikut mengalami penderitaan dan kehancuran. Gambaran yang disampaikan Nabi Yesaya terasa sangat dekat dengan kenyataan yang kita alami saat ini. Di berbagai belahan dunia, termasuk di negara kita, bumi semakin terluka karena hutan digunduli, perut bumi dikeruk, udara dan air tercemar, serta sumber-sumber kehidupan terus dieksploitasi. Dampaknya kita rasakan dalam berbagai bentuk, seperti banjir, tanah longsor, perubahan iklim, kerusakan tanah, krisis air, dan krisis pangan. Sementara Nabi Yesaya menggambarkan bumi yang merana akibat ulah manusia, Penginjil Lukas menampilkan dua murid yang sedang mengalami krisis iman dan kehilangan harapan. Mereka berjalan menuju Emaus dengan hati yang penuh kesedihan karena Yesus, yang mereka harapkan sebagai pembebas, telah wafat. Dalam keadaan seperti itu, Yesus datang mendekati mereka dan berjalan bersama mereka. Yesus mendengarkan percakapan dan kekecewaan mereka, menjelaskan Kitab Suci, serta membantu mereka melihat kembali peristiwa yang telah terjadi dalam terang iman. Kehadiran Yesus perlahan membuka mata dan hati mereka. Ketika Yesus memecahkan roti, terbukalah mata kedua murid dan mereka mengenal-Nya. Hati mereka pun berkobar-kobar. Mereka tidak tinggal dalam kesedihan dan keputusasaan, tetapi segera bangun dan kembali ke Yerusalem untuk berbagi pengalaman iman mereka dengan para murid yang lain. Pengalaman ini menunjukkan bahwa ketika manusia mau berjalan bersama Yesus, mendengarkan Sabda-Nya, dan membuka mata serta hati terhadap kenyataan, harapan dapat tumbuh kembali dan mendorongnya untuk bertindak. Karena itu, dalam pendalaman HPS pertama ini, kita diajak untuk berjalan bersama Yesus, mendengarkan, membuka mata dan hati, serta

HPS – KOMISI PSE KAM … 11 bergerak dalam tindakan nyata. Seperti kedua murid Emaus yang hatinya berkobar-kobar setelah mengalami kehadiran Yesus, demikian pula kita sebagai orang muda dipanggil untuk memiliki hati yang berkobar-kobar dalam merawat bumi, memperjuangkan kehidupan, dan membangun kembali harapan di tengah krisis ekologi dan berbagai persoalan yang dihadapi sesama. Jadilah orang muda yang tidak hanya melihat dan merasa prihatin, tetapi berani menjadi bagian dari perubahan demi kehidupan yang lebih baik bagi sesama dan seluruh ciptaan. 11. Doa umat P: Marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah Bapa kita: 1. Bagi Pemimpin Gereja Ya Bapa, limpahkanlah rahmat kebijaksanaan kepada Bapa Paus, para uskup, imam, dan seluruh pelayan altar-Mu. Teguhkanlah mereka dalam memimpin umat dan mewartakan Kabar Baik dengan penuh kasih serta kesetiaan. P: Kita mohon... U: Kabulkanlah doa kami ya Tuhan. 2. Bagi orang yang Kelaparan dan Kekurangan Ya Bapa yang Mahapengasih, masih banyak saudara-saudara kami di dunia ini yang menderita karena kelaparan, kemiskinan, dan kekurangan gizi. Sentuhlah hati kami agar terbuka untuk berbagi, serta gerakkanlah hati para pemimpin bangsa dan sesama kami untuk menciptakan keadilan dalam distribusi pangan yang merata bagi setiap orang. P: Kita mohon..... U: kabulkanlah doa kami ya Tuhan. 3. Bagi Pelestarian Alam dan Lingkungan Ya Bapa pencipta alam semesta, ampunilah kami jika sering kali merusak bumi dan menyia-nyiakan hasil alam. Berilah kami rahmat kebijaksanaan untuk merawat lingkungan hidup, menjaga kesuburan tanah, dan melestarikan sumber air, agar bumi ini terus mampu menopang kehidupan generasi masa kini dan masa depan.

HPS – KOMISI PSE KAM … 12 P: Kita mohon... U: kabulkanlah doa kami ya Tuhan. 4. Bagi kami yang hadir di sini dan keluarga kami masing-masing: Ya Bapa, semoga perayaan iman ini semakin membuat kami sadar bahwa bumi dan segala isinya adalah tanggung jawab kami bersama. Buatlah kami mampu bertindak dalam menjaga bumi agar krisis pangan tidak terjadi di negara kami. P: Kita mohon... U: kabulkanlah doa kami ya Tuhan. P : Demikianlah doa-doa permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. U: Amin P: Marilah bersama-sama mendoakan doa Sinode VII KAM (hlm.24) 12. Doa Bapa Kami P: Marilah kita satukan semua doa permohonanan dan ucapan syukur dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita. P+U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. U: Amin. 13. Lagu Persembahan : PERSEMBAHAN HATI Tak sanggup aku membalas kasihMu Hanya ini Bapa yang ku bisa Trimalah Bapa persembahan hati Reff: Allah Bapa sungguh besar KasihMu tiada tara Hidupku kini kuserahkan Persembahan hati untukMu

HPS – KOMISI PSE KAM … 13 14. Aksi Nyata P : Saudara-saudari terkasih, kita sudah mendalami pembahasan “orang muda mendengarkan jertian bumi dan krisis pangan.” Maka marilah kita komit dengan tawaran aksi nyata berikut (boleh ditambah aksi nyata lainnya): - Menghabiskan makanan dan mengurangi food waste (pemborosan makanan ). - Membawa tumbler dan mengurangi plastik sekali pakai serta membawa tas kain. - Menghemat listrik dan air. - Mengkonsumsi dan mendukung pangan lokal. - Menjaga kebersihan lingkungan. 15. Doa Penutup P : Marilah kita berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu atas pendalaman Hari Pangan Sedunia pada hari ini. Utuslah Roh Kudus- Mu untuk menerangi pikiran dan menggerakkan hati kami, sehingga kami semakin menyadari panggilan kami sebagai pengelola ciptaan yang setia dan bertanggung jawab. Tuntunlah kami untuk berani mengubah gaya hidup, mengurangi pemborosan makanan, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun keadilan dan ketahanan pangan demi kebaikan seluruh ciptaan. U : Amin 16. Berkat Penutup P : Semoga Tuhan beserta kita U : Sekarang dan selama-lamanya P : Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati kita; Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. U : Amin P : Saudara-saudari yang terkasih dengan demikian pertemuan pendalaman HPS yang pertama telah selesai, U : Syukur kepada Allah 17. Lagu penutup: PS-707 Betapa Tidak Kita Bersyukur

Pertemuan Kedua ORANG MUDA MENJADI PELOPOR KEADILAN PANGAN Tujuan: Agar orang muda : 1. Mengetahui makna keadilan pangan. 2. Menyadari panggilanya sebagai pelopor keadilan pangan 3. Menjadi pelopor keadilan pangan Waktu: 45-60 Menit Sarana: Kitab Suci, Salib, Lilin, Puji Syukur Gagasan Dasar Persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga dengan keadilan untuk memperoleh, mengelola, dan membagikan pangan. Di tengah berbagai kemajuan, ternyata masih banyak orang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi, sementara keterlibatan orang muda dalam memperjuangkan keadilan pangan belum optimal. Padahal, orang muda memiliki pengetahuan, kreativitas, tenaga, dan kemampuan teknologi yang dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan kehidupan yang lebih adil dan berkelanjutan. Rasul Yakobus menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, terutama ketika berhadapan dengan sesama yang berkekurangan. Begitu juga Yesus menggambarkan hamba yang dipercaya untuk mengelola dan memberikan makanan kepada orang-orang pada waktunya. Kepercayaan tersebut menunjukkan tanggung jawab untuk menggunakan apa yang dimiliki demi kesejahteraan sesama. Orang muda dipanggil untuk menjadi pelopor keadilan pangan dengan menggunakan kemampuan, kreativitas, dan sumber daya yang dimiliki bagi kepentingan bersama. Kepeloporan tersebut dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap mereka yang berkekurangan, mengurangi pemborosan makanan, membangun budaya berbagi, serta mendukung pengelolaan pangan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, orang muda turut menghadirkan keadilan pangan dan menjaga bumi sebagai rumah bersama.

HPS – KOMISI PSE KAM … 15 Jalannya pertemuan: 1. Lagu pembukaan: PS. 1034: Bersatulah Kita Semua 2. Tanda Salib P : Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus U: Amin P : Semoga rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus selalu beserta kita U: Sekarang dan selama-lamanya 3. Kata Pengantar Salam damai Kristus, saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Selamat berjumpa kembali pada pembahasan Hari Pangan Sedunia yang II. Sebelum kita mendalaminya, apakah diantara kita masih ada yang mengingat sub tema pertemuan kita yang pertama? Ayo siapa yang masih ingat? (berikan kesempatan kepada orang muda untuk mengingat dan memberikan jawaban secara spontan) Pada pertemuan pertama kita sudah membahas, Oang Muda mendengarkan jeritan bumi dan krisis pangan telah kita dalami. Dalam pendalaman itu, orang muda diajak untuk peka mendengar jeritan bumi yang dilandasi oleh terang iman dan harapan bersama Kristus yang senantiasa setia berjalan bersama kita. Nah pada pertemuan yang ke dua ini, kita akan membahas tema yang II yakni, “Orang Muda menjadi pelopor keadilan pangan”. Tema ini secara tegas mengajak orang muda agar bersedia menjadi pelopor-pelopor ketahanan pangan. Agar kita siap menjadi pelopor-pelopor yang handal dan militan, maka mari kita undang Roh Kudus agar Tuhan memberkati pendalaman kita ini. Untuk itu marilah kita mempersiapkan hati dan pikiran, fokus jangan terusik dengan hal hal yang tidak perlu sehingga kita dapat sungguh-sungguh mengikuti pendalaman ini dengan hati yang terbuka! 4. Pernyataan tobat P : Saudara-saudari yang terkasih, sebelum kita melanjutkan pendalaman ini, marilah terlebih dahulu memeriksa batin dan menyadari

HPS – KOMISI PSE KAM … 16 kekurangan, kelemahan yang kita lakukan terhadap sesama, Tuhan dan alam ciptaan Tuhan. (hening sejenak) P+U : Saya mengaku, kepada Allah Yang Mahakuasa, dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa, dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon, kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus, dan kepada Saudara sekalian supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita. P: Semoga Allah yang Mahakuasa, mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang Kekal U: Amin 5. Doa pembuka P: Marilah kita berdoa… (hening sejenak) Allah Bapa yang Mahakuasa dan kekal, sumber segala rahmat, kami bersyukur atas penyertaan-Mu, karena Engkau memperkenankan kami berkumpul untuk mengikuti pendalaman Hari Pangan Sedunia yang kedua ini. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati dan pikiran kami, agar kami mampu mengikuti pendalaman ini dengan hati yang terbuka. Semoga melalui pendalaman ini, iman kami semakin bertumbuh dan semakin sadar akan panggilan untuk menghargai kehidupan, menjaga ciptaan, dan membangun persaudaraan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. U. Amin 6. Bacaan I : Yak 2: 14-17 L: Bacaan dari Surat Yakobus Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari- hari, dan seorang dari antara kamu berkata, "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah

HPS – KOMISI PSE KAM … 17 gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman, jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. L: Demikianlah sabda Tuhan U: Syukur kepada Allah 7. Mazmur Tanggapan (Mzr 145: 8-18) Refren:Tuhan menyediakan rezeki bagi semua ciptaan-Nya. Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Tuhan itu baik kepada semua orang, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. Ref… Mata sekalian orang berharap kepada-Mu, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya. Engkau membuka tangan-Mu dan memuaskan segala yang hidup dengan kebaikan. Ref… Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru dalam kesetiaan. Ref… 8. Bacaan Injil : Luk 12: 42-48 L: Tuhan beserta kita U: Sekarang dan selama-lamanya L: Inilah injil suci menurut Lukas U: Dimuliakanlah Tuhan Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul

HPS – KOMISI PSE KAM … 18 hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." L: Demikianlah Sabda Tuhan U: Terpujilah Kristus 9. Pendalaman 1. Apa yang dimaksud Yakobus dengan “iman tanpa perbuatan adalah mati”? (Jawaban: Iman tidak cukup hanya diucapkan lewat kata-kata atau dalam hati. Iman harus berbuah melalui tindakan nyata, terutama melalui kepedulian dan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan) 2. Mengapa Yakobus menggunakan contoh orang yang kekurangan pakaian dan makanan untuk menjelaskan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati? (Jawaban: Karena kebutuhan hidup sesama tidak cukup dijawab dengan kata-kata atau belas kasihan saja. Ketika kita mengetahui ada orang yang kekurangan makanan, iman mendorong kita untuk bertindak dan membantu memenuhi kebutuhan mereka.) 3. Siapakah hamba yang setia dalam perumpamaan Yesus? (Jawaban: Hamba yang setia adalah orang yang menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya dengan baik, termasuk memberikan makanan kepada orang-orang pada waktunya)

HPS – KOMISI PSE KAM … 19 4. Apa hubungan tugas hamba yang setia untuk “memberikan makanan kepada mereka pada waktunya” dengan tanggung jawab kita terhadap keadilan pangan? (Jawaban: Tugas tersebut menunjukkan bahwa apa yang dipercayakan kepada kita harus digunakan dengan bertanggung jawab untuk menjamin kehidupan dan memenuhi kebutuhan sesama. Dalam konteks keadilan pangan, kita dipanggil untuk berbagi, mencegah pemborosan, dan ikut mengupayakan agar setiap orang dapat memperoleh pangan yang cukup dan layak.) 5. Sebagai orang muda, apa yang dapat kita lakukan agar iman kita menjadi tindakan nyata dalam mewujudkan keadilan pangan? (Jawaban: Orang muda dapat menjadi pelopor melalui tindakan nyata sesuai kemampuan dan lingkungannya, misalnya mengurangi pemborosan makanan, berbagi dengan mereka yang kekurangan, mengembangkan gerakan pangan yang berkelanjutan, mengedukasi teman dan masyarakat, serta memanfaatkan kreativitas dan teknologi untuk menggerakkan kepedulian terhadap persoalan pangan.) 10. Rangkuman Iman sejati bukan hanya tentang apa yang kita percaya, ucapkan, atau doakan, tetapi juga tentang bagaimana iman itu diwujudkan dalam kehidupan. Yakobus menegaskan bahwa “iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yak. 2:17). Karena itu, ketika kita melihat orang yang lapar atau kekurangan pangan, kita tidak cukup hanya merasa kasihan atau mendoakannya. Iman yang hidup adalah iman yang mendorong kita untuk hadir, berbagi, dan melakukan sesuatu agar kebutuhan sesama dapat terpenuhi. Semangat tersebut sejalan dengan Mazmur 145 yang menggambarkan Allah sebagai Tuhan yang pengasih dan penyayang, yang membuka tangan-Nya dan memberikan makanan kepada segala yang hidup pada waktunya. Allah menghendaki kehidupan dan kecukupan bagi seluruh ciptaan-Nya. Karena itu, pangan bukan hanya persoalan untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri, tetapi juga merupakan

HPS – KOMISI PSE KAM … 20 tanggung jawab bersama agar setiap orang dapat memperoleh makanan yang cukup dan layak. Pesan ini semakin ditegaskan dalam perumpamaan Yesus tentang hamba yang setia dan bijaksana (Luk. 12:42-48). Hamba yang setia adalah orang yang menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya dengan baik, termasuk “memberikan makanan kepada mereka pada waktunya.” Apa yang kita miliki saat ini seperti; makanan, kemampuan, waktu, pengetahuan, tenaga, dan berbagai kesempatan, merupakan kepercayaan dari Tuhan yang hendaknya digunakan secara bertanggung jawab untuk membantu sesama dan menjaga kehidupan. Karena itu, orang muda memiliki peran penting dalam menjadi pelopor keadilan pangan. Energi, kreativitas, keberanian, kemampuan menggunakan teknologi, dan kemampuan menggerakkan teman dapat menjadi kekuatan untuk menghadirkan perubahan. Aksi nyata tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghargai pangan lokal, mengonsumsi makanan secara bijak, tidak membuang-buang makanan, berbagi dengan mereka yang membutuhkan, serta merawat bumi melalui tindakan ekologis. Dengan demikian, iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata menjadi bentuk konkret panggilan orang muda untuk menggerakkan perubahan menuju kehidupan yang lebih adil, peduli, dan berkelanjutan. 11. Doa umat P: Saudara-saudari yang terkasih, dengan penuh iman marilah kita menyampaikan doa-doa kita kepada Allah, sumber kehidupan dan segala berkat. Semoga melalui doa dan tindakan kita, keadilan pangan dapat semakin terwujud bagi semua. 1. Bagi pemimpin Gereja Ya Bapa, tuntunlah pemimpin gereja agar semakin peka terhadap persoalan kelaparan, kemiskinan, ketidakadilan pangan, dan kerusakan lingkungan. Semoga Gereja terus menjadi suara bagi mereka yang lemah serta menggerakkan umat untuk membangun kehidupan yang lebih adil. P: Kita mohon... U: kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

HPS – KOMISI PSE KAM … 21 2. Bagi mereka yang mengalami kekurangan pangan Ya Bapa yang penuh kasih, pandanglah dengan penuh belas kasih saudara-saudari kami yang mengalami kelaparan, kemiskinan, dan kesulitan memperoleh pangan yang cukup, sehat, dan layak. Bukalah hati kami untuk peka terhadap penderitaan mereka dan gerakkanlah kami untuk berbagi serta bertindak nyata. Satukanlah hati kami dalam membangun kehidupan yang adil dan bermartabat, sehingga tidak seorang pun harus mengalami kelaparan dan setiap orang dapat menikmati pangan yang cukup serta kehidupan yang layak. P: Kita mohon... U: kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 3. Bagi para petani dan semua pekerja pangan Ya Bapa, berkatilah para petani, nelayan, peternak, pedagang, dan semua orang yang bekerja dengan tekun menyediakan pangan bagi kehidupan manusia. Anugerahkanlah kepada mereka kesehatan, kekuatan, ketekunan, serta hasil yang baik dari usaha mereka. Semoga jerih payah dan pengorbanan mereka dihargai dan memperoleh penghidupan yang layak, sehingga mereka dapat terus menjadi berkat bagi kehidupan banyak orang. P: Kita mohon... U: kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 4. Bagi kami yang berkumpul disini Ya Bapa yang penuh kasih, tumbuhkanlah dalam diri kami hati yang peka dan peduli, keberanian untuk bertindak, serta semangat untuk menjadi garam dan terang dunia. Ajarlah kami untuk menghargai setiap makanan dan tidak menyia-nyiakannya, rela berbagi dengan mereka yang berkekurangan, serta setia menjaga dan merawat bumi sebagai rumah bersama. Teguhkanlah langkah kami agar berani menjadi pelopor keadilan pangan dan menghadirkan perubahan melalui tindakan nyata demi kehidupan yang lebih adil, peduli, dan berkelanjutan. P: Kita mohon... U: kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

HPS – KOMISI PSE KAM … 22 P: Marilah bersama-sama mendoakan doa Sinode VII KAM (hlm.24) P : Demikianlah doa-doa permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. U: Amin 12. Doa Bapa Kami P: Marilah kita satukan semua doa permohonanan dan ucapan syukur dengan doa yang diajarkan Kristus kepada kita P+U: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. U: Amin. 13. Lagu Persembahan: PS 377: Kami Unjukkan 14. Aksi Nyata P : Saudara-saudari terkasih, setelah kita mendalami subtema orang muda menjadi pelopor ketahanan pangan. Maka marilah kita menghidupi tawaran aksi nyata berikut (boleh ditambah aksi nyata lainnya): 1. Mencintai pangan lokal. 2. Mengonsumsi makanan secara bijak. 3. Merawat bumi lewat tindakan ekologis di pekarangan. 4. Menjadi teladan perubahan di tengah masyarakat. 15. Doa Penutup P: Marilah berdoa… (hening Sejenak) Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur atas penyertaan-Mu selama pendalaman Hari Pangan Sedunia ini. Bukalah hati kami agar semakin peka terhadap persoalan pangan dan terdorong untuk menjadi pelopor keadilan pangan di tengah krisis pangan yang dihadapi dunia saat ini.

HPS – KOMISI PSE KAM … 23 Ajarlah kami untuk menghargai setiap makanan, tidak menyia- nyiakannya, dan rela berbagi dengan sesama yang berkekurangan. Berikanlah kepada kami keberanian, semangat, dan kreativitas untuk menjadi pribadi yang peduli serta mampu menghadirkan keadilan pangan melalui tindakan nyata. Semoga apa yang telah kami renungkan hari ini tidak berhenti sebagai kata-kata, tetapi sungguh kami wujudkan dalam tindakan sederhana setiap hari. Kuatkanlah tekad kami untuk menjaga dan merawat bumi sebagai rumah bersama, demi kehidupan yang lebih baik bagi semua dan bagi generasi yang akan datang. Dengan pengataraan Kristus, Tuhan kami. U: Amin. 16. Berkat Penutup P : Tuhan beserta kita U : Sekarang dan selama-lamanya P : Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati kita; Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. U : Amin P: Saudara-saudari yang terkasih dengan demikian pertemuan pendalaman HPS yang kedua telah selesai. U : Syukur Kepada Allah 17. Lagu penutup: PS 695: Aku Dengar Bisikan Suara-Mu

HPS – KOMISI PSE KAM … 24 DOA SINODE DIOSESAN VII KEUSKUPAN AGUNG MEDAN Allah Bapa, Sumber segala Kehidupan. Kami memuji dan bersyukur kepada-Mu, karena Engkau senantiasa menuntun Gereja-Mu, Keuskupan Agung Medan dalam terang kasih dan kebenaran-Mu. Pada masa yang penuh rahmat ini, Engkau mengundang kami, umat pilihan-Mu, untuk menyelenggarakan Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan dan mengajak kami berjalan bersama untuk mendengarkan, meneguhkan, dan mewartakan. Kami mohon, semoga perjalanan sinodal ini menjadi waktu yang kudus bagi seluruh umat-Mu yang Engkau panggil untuk berjalan bersama untuk mendengarkan Engkau melalui pengalaman iman kami, meneguhkan iman dan harapan melalui persekutuan sejati, serta mewartakan Injil dengan semangat misioner dan penuh belaskasih. Semoga dengan tuntunan Roh Kudus, serta pertolongan dan doa Bunda Maria, Beato Dionisius dan Redemptus, Sinode ini terlaksana sesuai dengan kehendak-Mu sehingga Gereja Keuskupan Agung Medan dapat menjadi tanda nyata kehadiran kerajaan-Mu dan menjadi Oase Ilahi di tengah Dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.