Basic Pool Lifeguard.pdf

Created in Canva

Editor:H. Agus Sulaiman, S.E., C.M.T. Otorisasi oleh:ADS International Indonesia - Head Quarter Office BASIC POOL LIFEGUARD MANUAL BOOK Diterbitkan danDitulis oleh: © 2026 ADS International Indonesia & H. Agus Sulaiman, S.E., C.M.T. Buku ini diproduksi khusus untuk anggota internal ADS International Indonesia. Hakcipta dilindungi.Dilarang memperbanyak,menyalin, ataumendistribusikan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit atau penulis.

KATA PENGANTAR Keselamatan dikolamrenangadalahtanggung jawab bersama yang membutuhkan pengetahuan dasar, sikap yang tepat, dan keterampilan praktis yang terlatih. Buku Pool Lifeguard (Basic Level) ini disusun sebagai panduan standar pelatihan bagi siapa pun yang ingin memahami dan menjalankan peran penjaga keselamatan kolam renang secara benar, profesional, dan manusiawi. Materi disajikan dengan bahasa yang sederhana agar dapat dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang, budaya, dan tingkat pendidikan. Buku ini dirancang mengikuti prinsip keselamatan universal yang berlaku secara internasional, dengan menekankan pencegahan kecelakaan, kesiapsiagaan darurat, serta perlindungan jiwa sebagai nilai utama. Setiap bab disusun secara berurutan, dimulai dari pemahaman dasar tentang peran lifeguard hingga keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat di kolam renang. Dengan pendekatan ini, pembaca diharapkan tidak hanya memahami apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengapa hal tersebut penting. Melalui buku ini, ADSI Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam membangun budaya keselamatan air (water safety culture) yang kuat dan berkelanjutan. Penulis: H. Agus Sulaiman, S.E., C.M.T

BAB 1 PENGENALAN POOL LIFEGUARD 1.1 Pengertian Pool Lifeguard Pool Lifeguard adalah petugas keselamatan yang bertanggung jawab menjaga keamanan pengguna kolam renang, mencegah terjadinya kecelakaan, serta memberikan pertolongan pertama apabila terjadi insiden. Seorang lifeguard bukan hanya pengawas, tetapi penjaga nyawa yang harus selalu siap secara fisik, mental, dan emosional. Tanggung jawab utama Pool Lifeguard meliputi pengawasan aktif, penegakan aturan keselamatan, pemberian peringatan dini terhadap potensi bahaya, serta respon cepat dan tepat saat terjadi 1.2 Peran dan Tanggung Jawab Dasar

keadaan darurat. Lifeguard harus mampu mengambil keputusan sederhana namun krusial dalam waktu singkat. Sikap dasar yang wajib dimiliki meliputi kewaspadaan, disiplin, ketenangan, kepedulian, dan keberanian yang terkontrol. Lifeguard dilarang bersikap lalai, bercanda berlebihan, atau meninggalkan area tugas tanpa pengganti. 1.3 Sikap Dasar Seorang Lifeguard

BAB 2 KESELAMATAN AIR DAN RISIKO DI KOLAM RENANG Bab ini membahas pemahaman mendasar tentang keselamatan air (water safety) serta berbagai risiko yang secara nyata ada di lingkungan kolam renang. Pemahaman yang baik terhadap risiko adalah kunci utama pencegahan kecelakaan. Keselamatan air adalah upaya sistematis untuk mencegah cedera, kecelakaan, dan kematian di lingkungan perairan. Dalam konteks kolam renang, keselamatan air mencakup pengelolaan lingkungan, perilaku pengguna, serta kesiapsiagaan petugas. 2.1 Konsep Keselamatan Air (Water Safety)

Kolam renang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan perairan alami, antara lain: - Permukaan lantai dan tepi kolam yang licin - Kedalaman kolam yang bervariasi - Pantulan cahaya air yang dapat mengaburkan pandangan - Kepadatan pengunjung yang berubah-ubah Lifeguard harus mampu membaca kondisi lingkungan setiap saat, termasuk perubahan cuaca, intensitas cahaya, dan jumlah pengguna kolam. Seorang Pool Lifeguard (Basic Level) harus memahami bahwa sebagian besar kecelakaan kolam renang dapat dicegah jika risiko dikenali sejak awal. Oleh karena itu, fokus utama keselamatan air bukan hanya penyelamatan, tetapi pencegahan aktif. 2.2 Karakteristik Lingkungan Kolam Renang

2.4 Tanda-Tanda Berbahaya Awal 2.3 Klasifikasi Risiko di Kolam Renang Situasi Setiap jenis risiko memerlukan perhatian pendekatan pencegahan yang berbeda. Situasi berbahaya sering ditandai oleh perubahan kecil yang sering diabaikan, seperti: dan Risiko di kolam renang dapat diklasifikasikan menjadi: 1. Risiko fisik: terpeleset, tenggelam, kram otot, kelelahan 2. Risiko perilaku: bercanda berlebihan, berlari, melompat sembarangan 3. Risiko usia: anak-anak, lansia, dan perenang pemula 4. Risiko lingkungan: alat rusak, air keruh, pencahayaan kurang

Pencegahan kecelakaan dilakukan melalui: - Pengawasan aktif dan konsisten - Edukasi singkat kepada pengunjung - Penegakan aturan kolam renang - Penempatan diri lifeguard di posisi strategis - Perenang terlihat kelelahan atau panik - Anak-anak terpisah dari pengawasnya - Pengunjung melanggar aturan berulang kali Pencegahan adalah tanggung jawab utama lifeguard dan merupakan bentuk perlindungan terbaik terhadap keselamatan jiwa. Pool Lifeguard (Basic Level) harus peka terhadap tanda-tanda ini dan segera mengambil tindakan pencegahan. 2.5 Prinsip Pencegahan Kecelakaan

• - I• v .,.• .V , ,,,,•,.,_lliii•l!!ltlD • 'Meninggalkan pos tugas tanpa izin • Mengabaikan SOP Pe1anggaran etika merupakan tindakan ...-- f.lf#- _-_"'-- yang bertentangan dengan nilai profesionalisme - dan dapat berdampak sertus terhadap keselam tan:!r,.,. kepercayaan publik, serta replltasi institusi. Kon istensikinerja dalam setiap tugas dan tanggungj wab Kejujuran dan akurasi dalam pelaporan kejadian maupun tindakan penyelamatan Kesediaan untuk terus meningkatkan kompetensi,'pengetahuan, dan keteramplan sesuai perkembangan standar k,eselamatan sesuai tingkat kesalahan, antar • Teguran lisan atau tertulis • Sanksi administratif • Pencabutan kewenangan, lisensi, atau s • • - -p Contoh Pelanggaran Etik-a- •. -"!!'!!!!!!!!!"'!'ooo-.!..c1

BAB 3 PENGAWASAN AKTIF (ACTIVE SURVEILLANCE) kesiapan untuk bertindak kapan saja. Bab ini merupakan inti dari tugas Pool Lifeguard (Basic Level). Pengawasan aktif adalah kemampuan utama yang harus dikuasai sebelum mempelajari teknik penyelamatan lanjutan. Pengawasan aktif adalah kegiatan mengamati area kolam renang secara terus-menerus, terfokus, dan sistematis dengan tujuan mendeteksi potensi bahaya sejak dini. Pengawasan aktif bukan sekadar melihat, tetapi mengamati dengan kesadaran penuh dan 3.1 Pengertian Pengawasan Aktif (Active Surveillance)

3.3 Technique Teknik ) Pemindaian 3.2 Prinsip Dasar Pengawasan Aktif Prinsip pengawasan aktifmeliputi: -Fokus penuh tanpa gangguan -Pola pemindaian yang teratur -Posisi tubuh yang siap bergerak -Kesadaran terhadap seluruh area tanggung jawab Teknikpemindaian dilakukan dengan cara: - Mengamati dari kiri ke kanan dan sebaliknya - Memeriksa permukaan, tengah, dan dasar kolam - Memperhatikan ekspresi wajah dan gerakan tubuh perenang Teknik ini harus dilakukan secara berulang dan konsisten tanpa pola yang kaku. Lifeguard dilarang melakukan aktivitas lain seperti menggunakan ponsel atau mengobrol saat bertugas. (Scanning

3.5 Kesalahan Pengawasan Kesalahanumumyangsering terjadi antara lain: - Terlalu lama fokus pada satu area - Menganggap perenang berpengalaman selalu aman - Meremehkan perilaku berisiko Umum 3.4 Area Rawan dan Blind Spot Blind spotadalahareayangsulit terlihat karena sudut pandang, pantulan cahaya, atau hambatan fisik. Lifeguard harus: - Mengetahui titik-titik blind spot - Menyesuaikan posisi duduk atau berdiri - Melakukan rotasi posisi bila diperlukan dalam Kesalahan kecil dalam pengawasan dapat berakibat fatal.

3.6 Tindakan Awal Potensi Bahaya Saatmelihatpotensibahaya,lifeguard harus: 1. Memberikan peringatan verbal 2. Mendekati area berisiko 3. Siap melakukan intervensi lebih lanjut jika diperlukan Kecepatan Saat Melihat dan ketepatan respons sangat menentukan hasil akhir.

- •PENGAWASAN AKTIF ADALAH Mengamati Kolam Secara Terus-Menerus & Fokus --- PRINSIP PENGAWASAN AKTIP -

BAB 4 ATURAN KOLAM DAN KOMUNIKASI KESELAMATAN Bab ini membahas peran aturan kolam renang dan komunikasi sebagai alat utama pencegahan kecelakaan. Pool Lifeguard (Basic Level) harus memahami bahwa sebagian besar insiden dapat dicegah melalui komunikasi yang tepat dan konsisten. Aturan kolam renang dibuat untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna tanpa kecuali. Aturan berfungsi sebagai pedoman perilaku aman, bukan sebagai alat pembatas yang menakutkan. Seorang lifeguard wajib memahami setiap aturan, alasan di balik aturan tersebut, serta mampu 4.1 Tujuan dan Fungsi Aturan Kolam Renang

Aturan umum biasanya meliputi: - Larangan berlari di area kolam - Larangan melompat di area dangkal - Kewajiban pengawasan anak oleh orang dewasa - Pembatasan penggunaan alat bantu tertentu Komunikasi keselamatan harus: - Jelas dan mudah dipahami - Singkat namun tegas - Sopan dan menghormati pengguna - Disesuaikan dengan usia dan kondisi pengunjung menjelaskannya dengan bahasa sederhana kepada pengunjung. Aturan harus diterapkan secara konsisten kepada semua pengunjung tanpa diskriminasi. 4.2 Jenis Aturan Umum di Renang 4.3 Prinsip Komunikasi Keselamatan Kolam

Dalam beberapa situasi, pengunjung mungkin menolak aturan. Lifeguard harus tetap tenang, tidak terpancing emosi, dan fokus pada alasan keselamatan. Jika konflik tidak dapat diselesaikan, lifeguard harus melibatkan atasan atau pengelola fasilitas sesuai prosedur. Nada suara dan bahasa tubuh lifeguard sangat memengaruhi penerimaan pesan keselamatan. Peringatan diberikan secara bertahap, dimulai dari pengingat ringan hingga instruksi tegas jika risiko meningkat. Lifeguard harus menghindari berteriak berlebihan kecuali dalam kondisi darurat. 4.4 Teknik Memberikan Peringatan dan Instruksi 4.5 Penanganan Konflik dan Penolakan Aturan

BAB 5 PERTOLONGAN PERTAMA DASAR (BASIC FIRST AID) Lifeguard terstruktur. harus bekerja dengan Prinsip pertolongan pertama adalah: 1. Menjaga keselamatan diri penolong 2. Menyelamatkan nyawa korban 3. Mencegah kondisi memburuk 4. Memberikan kenyamanan sementara tenang dan Bab ini memberikan pemahaman awal tentang pertolongan pertama yang wajib dikuasai oleh Pool Lifeguard (Basic Level) sebelum bantuan medis profesional tiba. 5.1 Prinsip Dasar Pertolongan Pertama

5.3 Penanganan Kolam Renang Cedera ringan yang sering terjadi meliputi: - Luka gores dan lecet - Mimisan - Kram otot - Pusing atau kelelahan ringan 5.2 Penilaian Awal Korban Penilaianawal dilakukandenganmemeriksa: - Kesadaran korban - Pernapasan - Adanya perdarahan atau cedera nyata Cedera Ringan di Penilaian ini membantu tindakan selanjutnya. Penanganan dilakukan dengan sederhana dan prosedur higienis. peralatan P3K lifeguard menentukan

5.5 Batasan Wewenang Pool Lifeguard (Basic Level) 5.4 Penanganan Kondisi Darurat Awal Dalamkondisi darurat,sepertikorbantidaksadar atau kesulitan bernapas, lifeguard harus segera: - Memanggil bantuan -Mengaktifkan prosedur darurat -Melakukan tindakan pertolongan sesuai pelatihan Pool Lifeguard (Basic Level)tidak diperkenankan melakukan tindakan medis lanjutan di luar pelatihan. Kesadaran akan batas kemampuan adalah bagian dari profesionalisme.

BAB 6 DASAR-DASAR PENANGANAN KORBAN DI AIR Bab ini merupakan inti keterampilan keselamatan pada Level Basic. Penanganan korban di air bukan tentang keberanian semata, tetapi tentang penilaian yang tepat, keselamatan penolong, dan tindakan sederhana yang efektif. Lifeguard pemula harus memahami bahwa kesalahan kecil dalam penanganan dapat berakibat fatal. Tenggelam adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu mempertahankan jalan napasnya akibat berada di dalam air. Proses ini dapat terjadi dalam waktu singkat, sering kali terjadi tanpa suara atau gerakan dramatis. Banyak korban tenggelam terlihat seperti sedang berenang biasa, sehingga sering terlambat disadari. 6.1 Memahami Proses Tenggelam

Beberapa tanda yang harus dikenali lifeguard antara lain: - Kepala korban sering muncul dan tenggelam Masing-masing jenis korban membutuhkan pendekatan yang berbeda, terutama dalam menjaga keselamatan penolong. Pemahaman ini penting agar lifeguard tidak menunggu korban berteriak atau melambaikan tangan. Kewaspadaan terhadap perubahan perilaku kecil adalah kunci utama. Korban tenggelam dapat dibedakan menjadi: - Korban pasif, yaitu korban yang lemas, diam, atau tenggelam perlahan - Korban aktif (panik), yaitu korban yang bergerak tidak terarah dan berusaha meraih apa pun di sekitarnya 6.2 Jenis Korban Tenggelam 6.3 Tanda-tanda Awal Kesulitan di Air

Keselamatan Lifeguard penolong Lifeguard yang menjadi menolong siapa pun. adalah korban tidak prioritas utama. Semakin cepat tanda ini dikenali, semakin besar peluang penyelamatan. - Napas terengah-engah - Mata terbuka lebar dengan ekspresi ketakutan - Tubuh cenderung vertikal tanpa gerakan kaki efektif . Prinsip dasarnya adalah: 1. Menilai situasi sebelum bertindak 2. Menggunakan alat bantu jika tersedia 3. Menghindari kontak langsung dengan korban panik akan mampu 6.4 Prinsip Keselamatan Penolong dilarang melakukan membahayakan diri sendiri tindakan yang

6.6 Pendekatan Aman terhadap Korban Jika harusmendekati korban,lifeguard harus menjaga jarak aman dan posisi tubuh yang memungkinkan pelepasan diri jika korban panik. Kontak langsung hanya dilakukan jika korban sudah lebih tenang atau pasif. 6.5 Hirarki Bantuan Penyelamatan Dasar Pada Level Basic, lifeguard harus mengikuti urutan bantuan berikut: 1. Talk – memberi instruksi verbal 2. Reach – menjangkau dengan alat 3. Throw – melempar alat apung 4. Go – masuk air hanya jika sangat diperlukan dan aman Urutan ini bertujuan meminimalkan risiko terhadap penolong.

6.7 Evakuasi Kolam Evakuasi dilakukan dengan gerakan perlahan, menjaga kepala dan jalan napas korban tetap di atas air. Lifeguard harus menghindari gerakan mendadak yang dapat memicu kepanikan kembali. 6.8 Kesalahan Penanganan Korban Kesalahan yangsering terjadi antara lain: - Bertindak terburu-buru tanpa penilaian - Mengabaikan alat bantu - Meremehkan kekuatan korban panik Dasar Umum dalam Korban ke Tepi Kesalahan ini harus dihindari melalui disiplin. latihan dan

Penilaian Tepat, Tindakan Selamat

BAB 7 ETIKA PROFESI POOL LIFEGUARD Setiap lifeguard memegang amanah keselamatan jiwa manusia. Amanah ini menuntut kejujuran, Etika profesi adalah seperangkat nilai dan prinsip yang membimbing lifeguard dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab, terutama dalam situasi darurat. Bab ini membentuk karakter dan integritas lifeguard. Keterampilan teknis tanpa etika dapat membahayakan diri sendiri, korban, dan reputasi profesi. 7.1 Pengertian Etika Profesi Lifeguard 7.2 Lifeguard sebagai Penjaga Amanah

Hal-hal kecil keselamatan. kesungguhan, bertugas. ini dan berdampak komitmen besar Sikap profesional tercermin dari: - Datang tepat waktu - Fokus penuh saat bertugas - Tidak menggunakan ponsel - Menjaga penampilan dan kebersihan diri penuh terhadap selama Lifeguard harus bersikap sopan, tegas, dan adil kepada semua pengunjung tanpa membedakan usia, latar belakang, atau kemampuan berenang. 7.3Sikap Sehari-hari Profesional 7.4 Etika dalam Berinteraksi Pengunjung dengan dalam Tugas

7.6 Kerja Sama Profesi Keselamatankolamrenang adalah hasil kerja tim. Lifeguard harus saling mendukung, menghormati peran rekan kerja, dan mengikuti arahan atasan. 7.7 Menjaga Citra Publik Perilakulifeguarddidalam maupun di luar area kerja dapat memengaruhi kepercayaan publik. Integritas adalah modal utama profesi ini. Tim dan 7.5 Etika dalam Situasi Darurat Dalam keadaan darurat, lifeguard harus tetap tenang, tidak panik, dan tidak menyalahkan korban. Fokus utama adalah penyelamatan dan keselamatan. dan Kepercayaan Loyalitas

am.. _ - - .1. . Mintabantuanpetugas EMS 2. Ambil • _ peralatanP3K 1. okbahu, panggil pasien 2. Periksa napas kurang dari10 detik Jf\NGAN lebih dari10 detik _.,.. " :;��

BAB 8 KESEHATAN, KEBUGARAN, DAN KESIAPSIAGAAN Bab ini menegaskan bahwa lifeguard bukan hanya harus bisa, tetapi juga harus siap. Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar seluruh pengetahuan dan keterampilan dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Kesehatan adalah syarat mutlak bagi seorang lifeguard. Lifeguard yang tidak dalam kondisi sehat merespon lebih lambat, mudah lelah, dan berisiko membuat kesalahan. Oleh karena itu, setiap lifeguard harus menjaga kondisi tubuhnya sebelum, selama, dan setelah bertugas. 8.1 Pentingnya Kesehatan bagi Lifeguard Pool

Aspek kesehatan meliputi: -Kesehatan jantung dan pernapasan -Kesehatan otot dan sendi -Kesehatan penglihatan dan pendengaran -Kesehatan mental dan emosional Pada Level Basic, kebugaran tidak diukur dari kecepatan atau kekuatan ekstrem, melainkan dari harusketahanan mampu: - Berdiri atau duduk siaga dalam waktu lama - Bergerak cepat dari posisi diam - Melakukan aktivitas fisik ringan hingga sedang berulang kali dan konsistensi. Lifeguard Latihan kebugaran yang dianjurkan meliputi peregangan, latihan pernapasan, dan latihan daya tahan ringan. 8.2 Kebugaran Fisik Dasar Lifeguard

8.3 Kesiapsiagaan Mental Selain fisik, kesiapan mental sangat menentukan 8.4 Manajemen Kelelahan dan Stres Kelelahan dapat menurunkan kewaspadaan secara drastis. Lifeguard harus mengenali tanda-tanda kelelahan seperti sulit fokus, reaksi lambat, dan emosi tidak stabil. Manajemen kelelahan dilakukan dengan: - Pergantian shift kerja yang teratur - Istirahat singkat yang efektif - Hidrasi dan nutrisi yang cukup Kesiapsiagaan mental dibangun melalui latihan rutin, simulasi, dan pemahaman prosedur yang baik. keberhasilan mampu: - Tetap tenang dalam tekanan - Mengambil keputusan sederhana dengan cepat - Mengendalikan rasa panik dan emosi penyelamatan. Lifeguard harus

8.5 Kebiasaan Lifeguard Lifeguard harusmenjadi contoh gaya hidup aman, termasuk: - Menghindari alkohol dan obat terlarang - Tidur cukup - Menjaga kebersihan diri Hidup Aman bagi Kebiasaan ini berdampak langsung pada kualitas tugas di kolam renang.

PENUTUP MENJADI POOL LIFEGUARD YANG SIAP DAN BERTANGGUNG JAWAB Pool Lifeguard (Basic Level) diharapkan mampu: - Mengawasi kolam dengan disiplin - Mencegah kecelakaan sebelum terjadi - Melakukan tindakan awal yang aman dan tepat - Bekerja sama dalam sistem keselamatan kolam Komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan adalah kunci untuk melangkah ke Level Lanjutan (Advanced Level). Pool Lifeguard (Basic Level) adalah fondasi awal dari perjalanan profesional seorang lifeguard. Sertifikasi ini tidak menjadikan seseorang sebagai pahlawan, melainkan sebagaipenjaga keselamatan yang sadar batas kemampuan dan tanggung jawabnya.

MODUL PENGAJAR & SILABUS RESMI B. Sasaran Peserta A. Tujuan Pelatihan Membekalipeserta dengan pengetahuan dasar, sikap profesional, dan keterampilan awal untuk menjalankan tugas Pool Lifeguard secara aman dan bertanggung jawab. C. Struktur Modul ( Calon Pool Lifeguard pemula Staf kolam renang, hotel, water park Usia minimum sesuai regulasi lokal Modul 1 – PengenalanProfesi Pool Lifeguard Durasi: 2 jam (Teori) Modul 2 – Keselamatan Kolam Renang Durasi: 4 jam (Teori + Diskusi) Modul 3 – Pencegahan Kecelakaan Durasi: 4 jam (Teori + Studi Kasus) • • • Basic Level)

Ceramah interaktif Diskusi kelompok Studi kasus sederhana Simulasi tanpa risiko Tes tertulis dasar Observasi sikap dan disiplin Penilaian pemahaman prosedur Modul 4 – Dasar Penanganan Korban di Air Durasi: 6 jam (Teori + Simulasi Kering) Modul 5 – Etika Profesi Lifeguard Durasi: 2 jam (Teori) Modul 6 – Kesehatan dan Kesiapsiagaan Durasi: 2 jam (Teori) E. Evaluasi Peserta D. Metode Pengajaran F. Total Jam Pelatihan ( 20 Jam Pelatihan Efektif • • • • • • • Basic Level)

Modul ini dirancang fleksibel agar dapat diterapkan secara internasional dengan penyesuaian regulasi lokal.

KATA PENUTUP tanpa perhitungan. Materi dalam buku ini dirancang dengan bahasa yang sederhana, sistematis, dan aplikatif agar dapat dipahami oleh siapa pun, dari peserta pemula hingga calon profesional. Setiap bab mengajarkan bahwa keselamatan adalah hasil dari kesiapsiagaan, pengamatan yang konsisten, dan tindakan cepat yang tepat, bukan keberanian Basic Level ini disusun sebagai pondasi awal pembentukan seorang penjaga keselamatan kolam renang yang berkarakter, kompeten, dan bertanggung jawab. Lebih dari sekadar kemampuan teknis berenang atau penyelamatan, seorang Pool Lifeguard dituntut memiliki Buku Standar Lifeguard ( Pelatihan & Sertifikasi ) kesadaranrisiko,kepedulianterhadap sesama, disiplin prosedur, serta ketenangan dalam situasi darurat. Pool

Kami berharap buku ini dapat menjadi acuan resmi pelatihan, bahan ajar instruktur, serta pegangan praktis bagi Pool Lifeguard dalam menjalankan tugasnya di berbagai fasilitas kolam renang. Semoga setiap ilmu yang dipelajari dan diamalkan melalui buku ini menjadi bentuk pengabdian nyata dalam menjaga keselamatan jiwa manusia.

DAFTAR PUSTAKA 6. 1. 3. American Publications. Life2. Royal Red Cross. 4. Ellis & Associates. . WHO Press. International Occupational Safety and Health Guidelines Labour Organization . 5. World Health Organization (WHO). 7. European Resuscitation Council (ERC). Guidelines for Resuscitation. Saving Society (RLSS). . RLSS UK. Cross. Lifeguarding, Aid. American Red (ILO). . International Life Saving Federation (ILS). ILS Pool Lifeguard Training Manual. ILS CPR/AED, Lifeguarding Manual and First International Training Program Standards ERC Lifeguard Global Report on Drowning: Preventing a Leading Killer

8. BNPB . 9. BASARNAS Republik 10. Reason, J. (1990). University Press. 11. Goleman, D. (1995). Bantam Books. 12. Stallman, R.K. et al. (2017). International Journal of Aquatic Research. Indonesia. . . Cambridge Prevention and Rescue Emotional Operasional PenyelamatanAir Human Error Intelligence. Drowning Competencies. Republik Indonesia. Pedoman Manajemen Risiko Bencana & Keselamatan Publik Standar

Tentang Penulis H. Agus Sulaiman, S.E., C.M.T. Instruktur Lifeguard & Penyelamatan | Penulis Buku Lifeguard Nasional H. Agus Sulaiman, S.E., C.M.T., lahir di Palembang, 21 Juni 1975 , adalah instruktur danpraktisi keselamatan perairan yang telah mendedikasikan pelatihan lifeguard, penyelamatan air, dan dirinya penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang keselamatan Sebagai Instructor Scuba 3 Star ADS International, selama bertahun-tahun dalam dunia . penulis memiliki pengalaman luas dalam merancang, mengembangkan, dan melaksanakan program pelatihan lifeguard dan instruktur, baik untuk kolam renang, perairan terbuka, maupunkegiatan penyelamatan dalam situasi darurat. Keahliannya tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup

kepemimpinan lapangan, manajemen risiko, dan pembentukan karakter petugas keselamatan .Penulis juga terlibat langsung sebagai relawan evakuasi nasional pada dua peristiwa besar kecelakaan penerbangan di Indonesia, yaitu:Evakuasi Pesawat Lion Air JT-610• di perairan KarawangEvakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ-182• di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Pengalaman di medan operasi nyata tersebut memperkaya perspektif penulis bahwa keselamatan tidak cukup dipahami sebagai prosedur tertulis, kesiapsiagaan mental, kerja tim, dan keteguhan moral dalam situasi krisis Melalui buku Lifeguard Nasional ini, penulis melainkan harus dibangun melalui latihan disiplin, . berupaya menyusun panduan yang komprehensif, aplikatif, Indonesia • • dan kontekstual dengan kondisi , mencakup aspek: standar kompetensi lifeguard, teknik penyelamatan dan pertolongan pertama,

• • • keselamatan kolam dan perairan terbuka, kode etik dan tanggung jawab profesi, serta pembentukan lifeguard. karakter dan kepemimpinan Buku ini tidak hanya ditujukan sebagai bahan ajar moral dan profesional dan referensi pelatihan, tetapi juga sebagai panduan bagi setiap lifeguard agarmampu menjalankan tugasnya dengan kompeten, berani, dan bertanggung jawab .Penulis meyakini bahwa lifeguard adalah garda terdepan penjaga kehidupan di perairan , dan bahwa setiap nyawa yang terselamatkan merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan ilmu, latihan, dan keikhlasan. Buku ini disusun berdasarkan pengalaman lapangan, Catatan Editorial standar pelatihan, serta praktik penyelamatan nyata, dengan harapan dapat menjadi kontribusi nyata dalam peningkatan keselamatan perairan di Indonesia.

Association of Diving School International Indonesia (ADSII) Pool Lifeguard Certification Program (Basic Level) BRANDING RESMI &IDENTITAS PROGRAMJudul BukuBASIC POOL LIFEGUARD MANUAL BOOK SubjudulInternational Standard Training for Pool Safety & ADSII – Association International Indonesia Tagline Resmi ADSI of Nama Program: ADSI Certification Program Pool Diving Lifeguard School Logo & Nama Lembaga Identitas Program Sertifikasi “Safety, Skill, Responsibility” Rescue •

• • Sertifikasi profesional Level Sertifikasi: Level) Program sertifikasi ini dirancang untuk membentuk Pool Lifeguard yang memiliki kemampuan dasar keselamatan air, pertolongan pertama, pencegahan kecelakaan, serta sikap profesional dalam menjaga keselamatan pengunjung kolam renang. Program ini disusun berdasarkan praktik terbaik internasional dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional fasilitas air modern. Lingkup: Kolam Renang & Fasilitas Air Terkendali (Controlled Aquatic Environment) ini merupakan program pelatihan negara.non-medis dan non-SAR Pool Lifeguard (Basic Pernyataan Posisi (Cover Belakang) Legal & Ethical Disclaimer (Ringkas – Back Cover)

Pemegang sertifikat Pool Lifeguard (Basic Level) berwenang melakukan tindakan penyelamatan awal dan pertolongan pertama terbatas sesuai pelatihan yang diterima, serta wajib melibatkan layanan medis dan otoritas berwenang dalam kondisi darurat lanjutan. Identitas Penerbit Diterbitkan oleh: Association of Diving School International Indonesia (ADSII) Tahun Terbit : 2026