Booklet P2M Bu Citra 20260803 134345 0000

PRODI KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTADari Limbah Menjadi Cahaya: Panduan Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah Tim Pengabdian P2M KKN

KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga E-book "Eco Candle: Inovasi Lilin Aromterapi dari Minyak Jelantah" ini dapat disusun dengan baik. E-book ini merupakan salah satu luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul "Peningkatan Keterampilan Praktikum dan Kesadaran Lingkungan Siswa SMA melalui Pembuatan Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah." Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktikum siswa sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai guna, yaitu lilin aromaterapi. E-book ini disusun sebagai panduan sederhana yang berisi informasi mengenai manfaat pemanfaatan minyak jelantah, alat dan bahan yang diperlukan, serta langkah-langkah pembuatan lilin aromaterapi yang mudah dipahami dan dapat dipraktikkan. Kegiatan pengabdian ini terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak, khususnya tim pengabdian dan MGMP Jakarta Timur 1 sebagai mitra kegiatan. Semoga E-book ini dapat memberikan manfaat, menambah wawasan, serta menginspirasi pembaca untuk menerapkan prinsip pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Kami menyadari bahwa E-book ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan di masa mendatang. Jakarta, 2026 Tim Pengabdian KKN PPM UNJ

IDENTITAS TIM PENGABDIAN P2M KKN PRODI KIMIA FMIPA UNJ Ketua Pengabdian: Citra Santikasari, M.Si Anggota Pengabdian 1: Dr. Neng Tresna Umi Culsum, M.Si Anggota Pengabdian 2: Annisa Aulia Rahmah, M.Si Anggota Pengabdian 3: Roni Adi wijaya, M.Si Anggota Mahasiswa Pengabdian 1: Edelwise Nova Saputro Anggota Mahasiswa Pengabdian 2: Nasywa Nur Syifa Anggota Mahasiswa Pengabdian 3: Jesika Nanda Ikaza Anggota Mahasiswa Pengabdian 4: Husniah Zuhayra Yaniah Anggota Mahasiswa Pengabdian 5: Hanum Enggar Widyawati Anggota Mahasiswa Pengabdian 6: Nofa Rahmalia Anggota Mitra : MGMP Jakarta Timur 1

TABLE OFContent Minyak Jelantah 1 Reaksi Degradasi Minyak Jelantah 2 5 Inovasi Pemanfaatan Minyak Jelantah 3 6 Lilin Aromaterapi 4 Alat & Bahan Prosedur Pembuatan Lilin Aromaterapi

MINYAK JELANTAH??1Minyak goreng adalah medium penggoreng bahan pangan yang banyak dikonsumsi oleh kalangan masyarakat. Idealnya, minyak goreng hanya boleh maksimal digunakan berulang sebanyak tiga kali, jika lebih dari itu sudah dikatakan sebaga minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan minyak yang telah terkena pemanasan di atas 200°C dan digunakan berulang. Minyak jelantah sudah termasuk limbah karena sudah mengalami kerusakan pada minyak atau lemak yaitu warna minyak yang menjadi coklat kehitaman, mengeluarkan bau tengik, dan berbusa ketika digunakan sehingga sudah tidak layak digunakan kembali. Minyak jelantah dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Mengonsumsi minyak jelantah dapat menghasilkan zat karsinogenik pemicu kanker, penumpukan lemak tidak wajar, hingga kehilangan fungsi kontrol pusat syarat. Sementara itu, minyak jelantah yang dibuang ke lingkungan sekitar secara sembarangan dapat mencemari air maupun tanah sehingga kandungan mineral dalam air dan tingkat kesuburannya tanah menurun.

REAKSI DEGRADASI MINYAK JELANTAH2Reaksi oksidasi terjadi ketika ketika asam terkena panas atau cahaya yang memicu kerusakan strukturnya sehingga berubah menjadi molekul tak stabil yang disebut "radikal bebas". Radikal bebas kemudian bereaksi dengan oksigen dari udara bebas, membentuk molekul bernama "peroksida aktif" yang akan menyerang molekul asam lemak lain di sekitarnya supaya dapat stabil menjadi hidroperoksida. Akibatnya, molekul lain ikut rusak menjadi radikal bebas baru. Hal ini membuat minyak goreng menjadi rusak dan berbau tengik. REAKSI OKSIDASI

REAKSI DEGRADASI MINYAK JELANTAH2Reaksi hidrolisis terjadi ketika minyak bersentuhan langsung dengan air. Hal ini dapat terjadi jika bahan makanan yang basah atau mengandung banyak air masuk ke minyak panas. Air akan memecah struktur asli minyak. Efeknya, titik didih minyak menjadi turun sehingga minyak lebih cepat berasap hitam saat dipanaskan, uapnya terasa pedih di mata, dan rasa makanan yang digoreng dapat menjadi kurang baik REAKSI HIDROLISIS

REAKSI DEGRADASI MINYAK JELANTAH2Reaksi polimerisasi adalah kerusakan parah akibat minyak dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi secara berulang-ulang. Panas yang ekstrem membuat komponen-komponen di dalam minyak yang sudah rusak saling menempel dan menggumpal menjadi satu, sehingga minyak jelantah yang dipakai berkali-kali warnanya akan berubah menjadi hitam pekat, teksturnya berubah kental dan lengket, serta mudah berbusa saat digunakan kembali REAKSI POLIMERISASI

Minyak jelantah dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai, sehingga limbah minyak jelantah dapat berkurang dan tidak terbuang begitu saja. Salah satu produk inovasi dari minyak jelantah yang sangat fungsional dan memiliki nilai jual yaitu lilin aromaterapiINOVASI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH3 Dengan menambahkan parafin dan pewangi, minyak jelantah yang sebelumnya bau tengik, tidak punya nilai jual, dan dianggap limbah dapat disulap menjadi lilin aromaterapi yang beraroma harum serta memiliki nilai jual. Selain lilin aromaterapi, minyak jelantah juga dapat diolah menjadi produk bernilai lainnya seperti sabun, pupuk olahan, bahan bakar lampu minyak, hingga biodiesel yang tentunya lebih bermanfaat dan tidak akan membuat minyak jelantah menjadi limbah begitu saja.

LILIN AROMATERAPI4Lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah merupakan inovasi upcycling yang mengubah limbah menjadi produk fungsional melalui proses penjernihan. Inovasi ini secara efektif mencegah pencemaran lingkungan dan bahaya kesehatan, sekaligus menciptakan produk baru yang bernilai ekonomi dan memberikan efek relaksasi bagi penggunanya.

ALAT & BAHAN5Alat: - Gelas kimia - Batang pengaduk - Hot plate - Gelas lilin - Sumbu lilin Bahan: - Minyak Jelantah - Parafin - Pewarna - Essential oil - Hiasan (glitter, bunga kering)

PROSEDUR PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI6Minyak jelantah disaring untuk dipisahkan dari residunya Ditimbang parafin dan diukur volume minyak jelantah dengan rasio 2:1. Setelah parafin ditimbang, minyak jelantah dan parafin dicampurkan dan diaduk hingga keduanya larut sempurna Setelah larut sempurna, campuran ditambahkan beberapa tetes pewarna dan essential oil Campuran dimasukkan ke dalam wadah lilin yang sudah diberi sumbu dan bisa ditambahkan hiasan seperti bunga kering untuk mempercantik tampilan. Kemudian ditunggu hingga lilin dingin dan memadat

THANK YOU "Limbah bukan akhir dari sebuah manfaat, melainkan awal dari kesempatan untuk berinovasi."