Dokumen Hasil Pemetaan Desa Blambangan Kec Muncar

Disusun Oleh: Mahasiswa KKN Kolaboratif 2026 Desa BlambanganPEMETAAN DESA BLAMBANGANLAPORANKecamatan Muncar, Kabupaten BanyuwangiU N I V E R S I T A S J E M B E R U N I V E R S I T A S D R . S O E K A R D J OKEMENTRIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, TEKNOLOGI UNIVERSITAS JEMBER X UNIVERSITAS DR. SOEKARDJO PROVINSI JAWA TIMUR KABUPATEN BANYUWANGI DESA BLAMBANGAN 2026Dosen Pembimbing Lapangan: EDY HARIYADI, S.S., M.Si.

ii DAFTAR ISI DAFTAR ISI ..........................................................................................................................ii Pendahuluan ......................................................................................................................... 1 Tujuan ................................................................................................................................ 1 Ruang Lingkup .................................................................................................................... 2 Metode ............................................................................................................................... 2 Waktu Pelaksanaan .............................................................................................................. 3 Responden Kunci ................................................................................................................. 3 Keluaran Pemetaan Sosial ..................................................................................................... 3 Ringkasan Informasi Pemetaan .............................................................................................. 4 Variabel Potensi Desa ............................................................................................................ 4 Identitas Desa ...................................................................................................................... 4 Kondisi Geografi ................................................................................................................. 5 Demografi........................................................................................................................... 6 Kesehatan ........................................................................................................................... 7 Infrastruktur ........................................................................................................................ 7 Sosial Budaya...................................................................................................................... 8 Variabel Potensi Desa ............................................................................................................ 9 Variabel Masalah Desa ........................................................................................................ 10 Variabel Aktor Desa ............................................................................................................ 11 Variabel Jaringan Desa ........................................................................................................ 13 Sintesis Hasil Pemetaan........................................................................................................ 13 Ringkasan Temuan Penting ................................................................................................. 14 Analisis SWOT ................................................................................................................. 15 Isu Strategis Hasil Pemetaan ............................................................................................... 15 Rekomendasi Program ......................................................................................................... 16 Lampiran Instrumen Wawancara Ringkas ........................................................................... 17 Lampiran Data Pendukung .................................................................................................. 19

1 HASIL PEMETAAN DESA BLAMBANGAN Pendahuluan Desa Blambangan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Wilayah ini memiliki karakteristik yang unik, yakni perpaduan antara kawasan pesisir dengan aktivitas darat yang ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Desa ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah dan didukung oleh sumber daya manusia yang aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan ekonomi, sosial, maupun kemasyarakatan. Meskipun demikian, Desa Blambangan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, khususnya terkait pengelolaan potensi Desa, pemerataan informasi, serta penguatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk memahami kondisi desa secara komprehensif, kegiatan pemetaan sosial desa dilakukan sebagai langkah awal. Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wilayah, demografi, potensi sumber daya, infrastruktur, kelembagaan, hingga permasalahan akar rumput yang dihadapi oleh masyarakat. Hasil dari pemetaan ini menjadi landasan esensial dalam merumuskan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar setiap intervensi yang dirancang dapat tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat, serta mampu mengoptimalkan peluang pengembangan di berbagai sektor. Melalui pemetaan ini, diharapkan Pemerintah Desa Blambangan dan mahasiswa KKN dapat merumuskan rekomendasi program yang berkelanjutan, mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, serta berkontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa. Tujuan Kegiatan pemetaan di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, dilaksanakan dengan tujuan utama untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan aktual mengenai kondisi riil desa. Secara lebih rinci, pemetaan ini ditujukan untuk mengidentifikasi kondisi geografis dan demografis, menginventarisasi ketersediaan infrastruktur, serta menggali potensi unggulan desa di sektor pertanian, perikanan, UMKM, hingga sosial budaya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memetakan dan menganalisis berbagai permasalahan serta tantangan yang tengah dihadapi oleh masyarakat setempat. Pada akhirnya, seluruh data

2 dan informasi yang diperoleh dari pemetaan ini diperuntukkan sebagai landasan dan acuan utama dalam menyusun rancangan program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan menjadikan hasil pemetaan sebagai pijakan, setiap program kerja yang nantinya dijalankan diharapkan dapat benar-benar tepat sasaran, relevan dengan kebutuhan aktual masyarakat, serta mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang mendukung pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Desa Blambangan secara berkelanjutan. Ruang Lingkup Ruang lingkup pemetaan sosial di Desa Blambangan difokuskan pada penelusuran komprehensif terhadap berbagai modal dasar dan potensi yang dimiliki wilayah tersebut. Lingkup ini meliputi pengidentifikasian kapasitas sumber daya manusia (baik secara individu maupun kelompok masyarakat), kekuatan kelembagaan lokal desa, kelayakan sarana dan prasarana fisik, serta penggerak utama ekonomi warga seperti sektor pertanian dan UMKM. Di samping itu, pemetaan ini juga menjangkau aspek pelestarian nilai budaya, sejarah lokal, dan kondisi tata lingkungan desa. Lebih dari sekadar inventarisasi aset, batasan pemetaan ini turut membedah dinamika sosial kemasyarakatan, analisis peran dan pengaruh para aktor desa (pemangku kepentingan), pola kemitraan atau jaringan sosial yang telah terbangun, hingga identifikasi isu strategis dan peluang pengembangan desa guna merumuskan program KKN yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode Pelaksanaan pemetaan sosial ini menitikberatkan pada upaya pengenalan dan optimalisasi aset- aset yang melekat pada masyarakat. Proses penggalian informasi dilakukan secara komprehensif melalui tinjauan langsung ke lapangan, tanya jawab mendalam bersama informan kunci, dialog-dialog informal dengan warga setempat, serta pendokumentasian menyeluruh terhadap segala potensi dan sumber daya yang ada di desa. Melalui pendekatan yang bersifat partisipatif ini, warga setempat diposisikan sebagai aktor sentral yang berkontribusi langsung dan secara aktif memegang peran penting sepanjang proses identifikasi hingga pemetaan kekayaan wilayahnya.

3 Waktu Pelaksanaan Kegiatan pemetaan sosial dilaksanakan pada periode awal pelaksanaan program KKN di Desa Blambangan Kecamatan Muncar dimulai pada tanggal 10 Juli s/d 16 Juli 2026. Pengumpulan data dilakukan secara bertahap melalui observasi lapangan, wawancara, dan penggalian informasi dari masyarakat serta pemangku kepentingan desa guna memperoleh gambaran kondisi sosial yang aktual dan komprehensif Responden Kunci Responden kunci dalam kegiatan pemetaan sosial ini mencakup Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa (termasuk Kepala Dusun, Ketua RW, dan Ketua RT), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Selain itu, penggalian informasi juga melibatkan pengurus kelembagaan desa (seperti BUMDes, PKK, dan Karang Taruna), pelaku UMKM dan perajin lokal, perwakilan kelompok tani dan nelayan, pegiat seni dan budaya, guru, kader kesehatan, serta warga setempat yang memiliki pemahaman mendalam terkait kondisi sosial, ekonomi, sejarah, dan potensi Desa Blambangan. Keterlibatan berbagai elemen pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang komprehensif, akurat, dan representatif mengenai realitas serta peluang pengembangan desa. Keluaran Pemetaan Sosial Keluaran dari pelaksanaan kegiatan pemetaan sosial di Desa Blambangan berupa dokumen dan pangkalan data komprehensif yang memuat berbagai informasi strategis sebagai landasan penyusunan program kerja. Keluaran utama dari kegiatan ini adalah teridentifikasinya peta potensi dan aset desa, yang mencakup kekayaan alam berupa komoditas unggulan pertanian seperti semangka, padi, dan jagung, penggerak ekonomi melalui UMKM kerajinan dan BUMDes, serta aset budaya yang kaya akan nilai sejarah peninggalan Kerajaan Blambangan. Selanjutnya, pemetaan ini menghasilkan inventarisasi masalah yang memetakan isu-isu prioritas di masyarakat, seperti rendahnya nilai jual semangka BS (di bawah standar), minimnya perhatian terhadap gizi lansia, serta kurangnya literasi dan promosi terkait situs prasejarah desa. Keluaran lainnya adalah terbentuknya peta pemangku kepentingan yang mengklasifikasikan aktor sosial dan kelembagaan—mulai dari aparatur desa sebagai mitra strategis utama hingga organisasi masyarakat sebagai sasaran langsung program—serta teridentifikasinya jaringan sosial dan fasilitas layanan dasar di bidang pendidikan dan

4 kesehatan. Pada akhirnya, seluruh himpunan data tersebut bermuara pada satu keluaran akhir, yakni tersedianya rancangan rekomendasi program kerja KKN yang adaptif, tepat sasaran, dan berfokus pada hilirisasi produk pertanian, pemberdayaan ekonomi lokal, pelestarian sejarah, serta peningkatan taraf kesehatan masyarakat desa. Ringkasan Informasi Pemetaan Lokasi Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi Waktu 10 Juli Jumlah Responden 22 Orang Metode Observasi, Wawancara, FGD, Data Sekunder Variabel Yang Dipetakan Identitas desa, Kondisi geografis, Demografi, Pendidikan, Kesehatan, Mata Pencaharian, Infrastruktur, Sosial & Budaya. Variabel Potensi Desa Profil desa yang disajikan dalam pemetaan ini terdiri dari beberapa variabel komprehensif yang mencakup identitas desa, letak geografis, demografi, infrastruktur, kesehatan, hingga rona sosial-budaya dan perekonomian masyarakat. Identitas Desa Nama Lengkap Desa Desa Blambangan Sejarah Dan Arti Nama Desa Desa Blambangan di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, diyakini sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Blambangan pada masa lampau. Wilayah Muncar sendiri dahulunya bernama Ulupampang,

5 yang menjadi gerbang pelabuhan penting kerajaan. Desa ini terbagi menjadi 3 dusun: Krajan, Mangunrejo, dan Sukosari. Ulupampang atau Muncar memiliki nilai sejarah budaya yang sangat panjang, mencakup masa prasejarah, Hindu, Islam, hingga kolonial. Dalam sejarahnya, wilayah Blambangan (termasuk Muncar) pernah menjadi bagian dari Kerajaan Lamajang Tigang Juru pada abad ke-13 yang berpusat di Lumajang. Daerah ini kemudian berkembang menjadi pusat peradaban Hindu di Banyuwangi yang jejaknya masih bisa ditelusuri. Kejayaan kerajaan ini mulai memudar setelah dikuasai oleh VOC pada tahun 1767-1768. Meski demikian, jejak sejarah tersebut masih diabadikan di kawasan Muncar, salah satunya melalui pembangunan Pura Agung Blambangan yang dibangun pada periode 1978-1980 di tengah-tengah situs bekas kerajaan. Tahun Terbentuk 1352 Jumlah Dusun 3 (Mangunrejo, Krajan, Sukosari) Kepala Desa (2026) Agus Setyobudi Kondisi Geografi Jarak dari ibu kota (Banyuwangi) 35 km Batas Wilayah 1) Sebelah Utara: Berbatasan dengan Desa Bagorejo dan Desa Sukonatar (keduanya masuk wilayah Kecamatan Srono). 2) Sebelah Timur: Berbatasan dengan Desa Tembokrejo (Kecamatan Muncar). 3) Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Desa Kedungrejo dan Desa Tapanrejo (Kecamatan Muncar).

6 4) Sebelah Barat: Berbatasan dengan Desa Kebaman (Kecamatan Srono). Luas Wilayah 706,403 HA Atau 7,06 km² Topografi dan jenis tanah Desa Blambangan di Kecamatan Muncar memiliki topografi berupa dataran rendah yang relatif rata dengan elevasi sekitar 0 hingga 50 meter di atas permukaan laut dan tingkat kemiringan lereng sangat landai (0–8%), sehingga wilayahnya didominasi oleh lahan pertanian produktif yang ditunjang oleh jenis tanah Regosol kelabu dan Aluvial endapan subur kaya unsur hara. Iklim Desa Blambangan di Kecamatan Muncar memiliki iklim tropis basah dan kering dengan karakteristik suhu udara yang cenderung hangat hingga menyengat sepanjang tahun berkisar antara 22°C hingga 33°C. Wilayah ini terbagi ke dalam dua musim utama, yaitu musim penghujan yang biasanya berlangsung dari bulan Oktober hingga April dan musim kemarau dari April hingga Oktober, dengan tingkat kelembapan udara rata-rata yang cukup tinggi khas wilayah dataran rendah pesisir. Demografi Aspek Keterangan Jumlah Penduduk & KK Total penduduk 8.473 jiwa (4.232 laki-laki dan 4.241 perempuan) dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 3.807. Kepadatan & Wilayah Kepadatan penduduk mencapai 1.078,61 jiwa/km² yang terbagi dalam 3 Dusun (Mangunrejo, Krajan, Sukosari), 13 RW, dan 56 RT. Karakteristik Utama Mayoritas penduduk bersuku Jawa dengan mata

7 pencaharian dominan di sektor pertanian, perikanan, dan UMKM. Kesehatan Jenis Jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) 1 (Satu) Pos Kesehatan Desa (Poskesdes/Polindes) 1 (Satu) Puskesmas Induk 1 (Satu) Posyandu 13 (Tiga Belas) Infrastruktur No Jenis Prasarana & Sarana Desa Keberadaan Jumlah 1. Kantor Desa Blambangan Ada 1 buah 2. Fasilitas Olahraga Ada 3 buah 3. Perpustakaan Desa / Pojok Baca Ada 1 buah 4. Jalan ber-aspal (Akses Utama Desa) Ada 8 buah 5. Jalan Rabat Beton (Akses Pemukiman/Dusun) Ada 12 buah 6. Jalan berbatu/tanah (Akses Sawah) Ada 9 buah 7. Jembatan kecil (Penyeberangan Saluran Irigasi) Ada 5 buah

8 8. Jembatan sedang/besar (Penghubung Antardusun) Ada 2 buah 9. Bendungan / Pintu Air Utama (Dam Singir) Ada 1 buah 10. Jaringan irigasi (Saluran Primer & Sekunder) Ada 18 buah 11. Lapangan Bola / Fasilitas Terbuka Hijau Ada 2 buah 12. Gedung Sekolah Ada 4 buah 13. Pos Kamling / Pos Ronda Ada 6 buah Sosial Budaya No Uraian Sumber Daya Sosial Budaya Keberadaan Jumlah 1. Suku/Etnis Utama (Osing, Jawa, Madura, Bali) Ada 4 Etnis Utama 2. Tempat Ibadah Agama Islam (Masjid) Ada 4 buah 3. Tempat Ibadah Agama Islam (Mushola) Ada 12 buah 4. Tempat Ibadah Agama Hindu (Pura Agung Blambangan, dll.) Ada 2 buah 5. Organisasi Keagamaan (MUI, NU, Muhammadiyah, PHDI) Ada 4 Organisasi

9 6. Kelompok Pengajian / Majelis Taklim Dusun Ada 9 Kelompok 7. Kelompok Parisada / Pesraman Hindu Ada 2 Kelompok 8. Kelompok Kesenian Tradisional (Janger, Kuntulan, dll.) Ada 2 Kelompok 9. Tradisi Adat Tahunan (Bersih Desa / Suroan / Nyadran) Ada 3 Kegiatan 10. Situs Sejarah / Cagar Budaya Peninggalan Kuno Ada 2 Lokasi 11. Lembaga Adat Desa / Tokoh Budaya Tradisional Ada 1 Lembaga 12. Organisasi Pemuda Sosial (Karang Taruna) Ada 1 Organisasi 13. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Sejarah) Ada 1 Kelompok Variabel Potensi Desa No. Potensi Desa Daerah 1. Memiliki lahan pertanian yang luas dengan komoditas unggulan semangka dengan komoditas pendukung, padi dan jagung. Dusun Sukosari 2. Memiliki organisasi Karang Taruna yang aktif dan berperan sebagai wadah pengembangan kapasitas pemuda, serta menjadi motor penggerak dalam Desa Blambangan

10 pelaksanaan berbagai kegiatan sosial, kepemudaan, dan inovasi yang mendukung pembangunan desa. 3. Desa memiliki kelompok PKK yang aktif sebagai wadah pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan pelatihan, peningkatan keterampilan, pembinaan keluarga, serta pengembangan usaha ekonomi produktif. Desa Blambangan 4. Keberadaan BUMDes menjadi potensi kelembagaan ekonomi desa yang mendukung pengembangan UMKM melalui pengelolaan stand usaha di kawasan RTH bagi pedagang kaki lima. Desa Blambangan 5. Memiliki sanggar tari dan kesenian campur sari yang aktif sebagai wadah pelestarian seni dan budaya lokal melalui penyelenggaraan latihan rutin, pembinaan generasi muda, serta partisipasi dalam berbagai pertunjukan dan kegiatan kebudayaan. Dusun Krajan & Sukosari Variabel Masalah Desa No Masalah Yang Ditemukan Kriteria Penilaian Prioritas Dampak (1-5) Urgensi (1- 5) Kemudahan Penanganan (1-5) Skor Total (1-15) 1 Semangka BS yang kurang memiliki nilai jual 5 4 4 13 1

11 2 Keseimbangan gizi untuk para lansia yang kurang diperhatikan 4 3 5 12 2 3 Kurangnya informasi mengenai sejarah Desa Blambangan 4 3 4 11 3 4 Bagunan Pra sejarah yang kurang terekpost dan terjaga 3 3 4 10 4 5 Minimnya pengenalan budaya Desa Blambangan 3 3 3 9 5 Variabel Aktor Desa Tipe Aktor Ciri - ciri Cara perlakuan Pengaruh tinggi, kepentingan tinggi Kepala Desa Bapak Agus Styoboedi, Kadus Sukosari Gatot Susanto, Kadus Krajan Juprianto, Kadus Mangunrejo Eko Priyono, Ketua RW Bapak Muklas, Ketua RT Bapak Aris Gunawan, BPD Jadikan sebagai mitra strategis utama. Lakukan audiensi dan koordinasi sejak awal, libatkan dalam penyusunan program kerja, minta arahan dan

12 Memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan, pemberian izin, serta mengkoordinasikan pelaksanaan program di wilayah masing-masing. persetujuan kegiatan, serta sampaikan perkembangan dan hasil program secara berkala. Pengaruh rendah, kepentingan tinggi PKK, Karang Taruna, Posyandu, Kelompok Tani, BUMDes, UMKM (pengrajin sapu lidi, sapu ijuk, cikrak, kerajinan godong), petani padi, semangka, palawija, nelayan, guru, siswa, ibu balita, lansia, masyarakat penerima manfaat. Mereka menjadi sasaran utama program dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan. Jadikan sasaran utama program. Melibatkan secara aktif dalam sosialisasi, pelatihan, pendampingan, demonstrasi, dan evaluasi sehingga muncul rasa memiliki terhadap program yang dijalankan. Pengaruh tinggi, kepentingan rendah Puskesmas, sekolah (4 SD, 1 SMPN, 1 SMK, 6 TK/PAUD), penyuluh pertanian, tokoh agama, pengurus TPQ Tartili Yanbu'a, Majelis Sholawat Hadil Amin, pemerintah kecamatan. Memiliki pengaruh dalam mendukung keberhasilan program, namun tidak terlibat langsung dalam seluruh kegiatan. Bangun komunikasi dan koordinasi yang baik melalui surat izin dan audiensi. Libatkan sebagai narasumber, pendamping, atau pemberi dukungan pada kegiatan tertentu agar program memperoleh legitimasi dan dukungan masyarakat. Pengaruh rendah, kepentingan rendah Masyarakat yang belum aktif dalam organisasi desa, kelompok yang jarang mengikuti kegiatan kemasyarakatan, serta warga yang belum menjadi sasaran langsung program. Tetap lakukan pendekatan secara persuasif melalui sosialisasi dan penyebaran informasi, ajak berpartisipasi apabila memungkinkan, namun

13 tidak menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program. Variabel Jaringan Desa ● Puskesmas Tapanrejo merupakan unit kesehatan yang menaungi beberapa Desa di Kecamatan muncar. Puskesmas Tapanrejo menaungi Desa Blambangan, Desa Tapanrejo dan Tambakrejo. Puskesmas ini berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kepada masyarakat di wilayah kerjanya . Sintesis Hasil Pemetaan Kegiatan pemetaan sosial di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dilaksanakan pada periode awal pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), yakni mulai tanggal 10 Juli hingga 16 Juli 2026. Proses pengumpulan data lapangan dilakukan secara bertahap dan terstruktur melalui rangkaian observasi, wawancara mendalam, serta penggalian informasi secara langsung dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan desa. Pendekatan ini diterapkan secara partisipatif guna memperoleh potret realitas kondisi sosial, ekonomi, dan

14 potensi lingkungan desa yang aktual serta komprehensif. Berdasarkan pengolahan dan analisis dari seluruh data yang telah dihimpun selama periode tersebut, berikut adalah sintesis hasil pemetaan yang akan menjadi landasan utama dalam merumuskan arah dan sasaran program kerja KKN Ringkasan Temuan Penting Hasil pemetaan sosial menunjukkan bahwa Desa Blambangan memiliki potensi besar pada sektor pertanian, UMKM, sejarah, dan sosial budaya. Potensi unggulan meliputi komoditas pertanian seperti semangka, padi, dan jagung, produk kerajinan lokal (sapu lidi, ijuk, dan daun), kesenian tradisional (campursari dan sanggar tari), serta kekayaan historis berupa situs peninggalan Kerajaan Blambangan. Potensi tersebut ditopang oleh keaktifan kelembagaan desa seperti BUMDes, Karang Taruna, dan PKK, yang menjadi modal utama dalam pengembangan desa berbasis pemberdayaan ekonomi lokal dan wisata sejarah edukatif. Di sisi lain, pemetaan juga mengidentifikasi beberapa permasalahan yang perlu segera ditangani, antara lain rendahnya nilai ekonomis hasil pertanian khususnya pada komoditas semangka BS (di bawah standar kelayakan jual), kurangnya perhatian terhadap keseimbangan gizi pada kelompok rentan (lansia), serta belum optimalnya promosi, literasi, dan perawatan terhadap situs-situs bangunan prasejarah yang ada di desa. Secara keseluruhan, Desa Blambangan memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan menjadi desa mandiri yang tangguh dan berdaya saing. Penguatan kolaborasi kelembagaan, hilirisasi produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah, perluasan pasar UMKM, peningkatan layanan kesehatan dasar, serta optimalisasi promosi sejarah dan budaya berbasis digital menjadi strategi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

15 Analisis SWOT Isu Strategis Hasil Pemetaan 1. Peningkatan Nilai Tambah Hasil Pertanian Melalui Hilirisasi - Masih rendahnya nilai jual hasil panen kualitas bawah (semangka BS) dan tingginya ketergantungan petani pada penjualan produk mentah menjadi kerentanan ekonomi desa. Oleh karena itu, isu strategis yang harus diselesaikan adalah menginisiasi program hilirisasi untuk mengolah hasil panen agar memiliki nilai jual ekonomis yang lebih tinggi. 2. Revitalisasi dan Promosi Wisata Sejarah-Budaya Berbasis Digital - Desa Blambangan memiliki aset tak ternilai sebagai bekas pusat Kerajaan Blambangan, namun kondisinya kurang terawat dan minim literasi. Isu strategis di bidang ini adalah upaya pelestarian situs prasejarah, penggalakan kampanye literasi sejarah lokal, serta pemanfaatan media digital oleh Karang Taruna untuk mempromosikan potensi wisata sejarah dan kesenian campursari kepada khalayak luas. 3. Peningkatan Kualitas Kesehatan Khususnya Pemenuhan Gizi Lansia - Tingkat kepedulian terhadap kesehatan kelompok rentan, terutama keseimbangan gizi bagi lanjut usia (lansia), masih menjadi kelemahan mendasar. Isu strategis yang perlu diangkat adalah merancang program pendampingan kesehatan preventif dan edukasi

16 gizi seimbang yang dikolaborasikan bersama kader Posyandu dan jejaring Puskesmas Tapanrejo, guna meningkatkan kualitas dan harapan hidup lansia. 4. Pemberdayaan Perempuan Melalui Inovasi Olahan Semangka - Banyaknya waktu luang yang dimiliki oleh kelompok perempuan, khususnya para istri petani yang belum memiliki kegiatan produktif, merupakan potensi sumber daya manusia yang belum tergarap optimal. Isu strategis yang diangkat adalah upaya pemberdayaan kelompok perempuan tersebut melalui penyelenggaraan pelatihan pembuatan produk olahan berbahan dasar semangka. Program ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis, menciptakan aktivitas bernilai ekonomis, serta membuka peluang usaha skala rumah tangga guna menopang perekonomian keluarga. Rekomendasi Program Hasil dari penggalian data dan pengolahan data yang telah didapatkan hingga dipetakan, berikut program beserta proyek-proyek yang kami rekomendasikan untuk dilaksanakan di Desa Blambangan: A. Hilirisasi Pertanian dan Ekonomi Kreatif : a. Inovasi Olahan Produk Semangka Seperti Selai, Dodol, Dan Manisan (Trial and Error Product) b. Pelatihan Pengolahan Produk Semangka bersama Warga c. Bazar Semangka Blambangan 2026 B. Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat: a. Gerakan Sehat Bersama Lansia b. Cek kesehatan lansia secara menyeluruh c. Edukasi dan Penyuluhan Gizi Seimbang bagi Lansia C. Digitalisasi dan Promosi Potensi Desa: a. Pembuatan Video Dokumenter Profil Desa Blambangan b. Pembuatan Artikel Publikasi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa Blambangan E. Kegiatan Pra-Agustus F. Puncak KKN (8 Agustus 2026)

17 Lampiran Instrumen Wawancara Ringkas TEMA SUB TEMA (DITANYAKAN) KEY INFORMAN POIN Mata Pencarian Pertanian Para Kepala Dusun dan Kepala Desa Komoditas Hasil tani : 1. Semangka 2. Padi 3. Jagung 4. Buah Naga 5. Melon Penjualan Panen Masalah tentang pertanian Komunitas pertanian (Kelompok Tani/Gapoktan) Perikanan Direktur BUMDes Komoditas perikanan (budidaya lele) Penjualan hasil perikanan Peran BUMDes dalam mengelola sektor perikanan Masalah tantangan perikanan / budidaya lele

18 Sosial Budaya Budaya Bapak Sundari Jenis kesenian lokal yang ada dan masih aktif (seperti Sanggar Tari dan Campursari) Sejarah atau latar belakang perkembangan kesenian di Desa Blambangan Regenerasi pelaku seni (bagaimana minat generasi muda terhadap kesenian tradisional) Dukungan pemerintah desa atau masyarakat dalam upaya pelestarian budaya lokal Kendala atau tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan kesenian di era modern Potensi UMKM Bapak Agus Sapu Ijuk Bapak Sobirin Tempe Bu Ayu Sulastri Besek (Keranjang

19 Ikan) Bu Inayah Warung Camilan Lampiran Data Pendukung Lampiran Dokumentasi Ketua Rt 03/04 Dsn. Mangunrejo Ketua RW 03/04 Dsn. Mangunrejo Kepala Desa Blambangan Kepala Dusun Sukosari Kepala Dusun Krajan Ibu Kepala Desa UMKM Sapu lidi

20 Bidan Laili Perangkat Puskesmas Tapanrejo Ketua karang taruna Pengurus Yayasan Panti Jompo Sahabat Lansia Jogotirto Dam Singir Cagar Budaya Benteng kerajaan Blambangan Seni pertunjukkan Campursari Putro Sritanjung Lahan Tanaman Semangka Kepala Dusun Mangunrejo