PETUNJUK TEKNIS BEDAH RANSUM TERNAK, AMAN (BERTEMAN) BIDANG PETERNAKAN DAN PENYULUHAN PEMETRINTAH PROVINSI SULAWESI TENGAH DINAS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN TAHUN ANGGARAN 2026
ii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya, sehingga juknis "Bedah Ransum Ternak, Aman (Berteman)" ini dapat diselesaikan. Juknis ini disusun untuk memberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi pengolahan pakan baik fisik, kimiawi, maupun biologis dalam meningkatkan kualitas nutrisi dan efisiensi produksi peternakan. Di tengah keterbatasan bahan pakan konvensional, penerapan teknologi pengolahan pakan berbasis sumber daya lokal (seperti sisa hasil pertanian dan agroindustri) merupakan solusi strategis untuk meningkatkan palatabilitas, daya cerna, dan daya simpan pakan. Pengolahan yang tepat, seperti pembuatan Wafer Pakan Ternak, tidak hanya menekan biaya produksi yang tinggi, tetapi juga mendukung keberlanjutan usaha peternakan dengan “ Inovasi” BERTEMAN di singkat (Bedah Ransum Ternak Aman). Kami menyadari bahwa juknis ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan. Semoga petunjuk tenis ini dapat memberikan kontribusi bermanfaat bagi yang membutuhkannya
iii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .................................................................................. i DAFTAR ISI ................................................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1 1.2 Tujuan .................................................................................................... 1 1.3 Manfaat .................................................................................................. 1 1.4 Ruang Lingkup ....................................................................................... 2 1.5 Pengertian............................................................................................... 2 BAB II PAKAN DAN BAHAN PAKAN .................................................... 3 2.1 Pengertian Pakan dan Bahan Pakan ........................................................ 3 2.2 Pakan Sapi Potong ................................................................................. 3 2.3 Pakan Komplit ....................................................................................... 4 BAB III WAFER PAKAN TERNAK .......................................................... 6 3.1 Wafer Pakan Ternak .............................................................................. 6 3.2 Pengertian Wafer Pakan Ternak .............................................................. 6 3.3 Tujuan dan Keunggulan Wafer Pakan .................................................... 6 3.4 Proses Pembuatan Wafer Pakan .............................................................. 7 BAB IV PENUTUP...................................................................................... 9 4.1 Kesimpulan ............................................................................................ 9 4.2 Saran ..................................................................................................... 9
1 BAB. I PENDAULUAN 1.1 Latar Belakang Pakan merupakan komponen biaya tertinggi dalam usaha peternakan, mencapai 60-70% dari total biaya produksi. Salah satu kendala utama yang sering dihadapi peternak, terutama pada musim kemarau, adalah keterbatasan penyediaan hijauan pakan yang berkualitas secara konsisten. Selain itu, hijauan sisa hasil pertanian seringkali memiliki volume besar tetapi densitas nutrisi rendah, sehingga menyulitkan dalam penyimpanan dan transportasi. Wafer ternak adalah solusi teknologi pengolahan pakan yang menggabungkan hijauan (sumber serat) dan konsentrat dalam bentuk kompak (balok/kubus) melalui proses pencampuran, pemanasan, dan pengepresan. Teknologi ini bertujuan untuk memadatkan pakan, sehingga mempermudah penanganan, penyimpanan, dan distribusi. Penggunaan wafer pakan ternak (WPT) dapat meningkatkan efisiensi konsumsi pakan karena ternak tidak dapat memilih-milih pakan (mengurangi sifat selective feeding), sehingga asupan nutrisi lebih seimbang. Selain itu, wafer pakan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama (6 bulan hingga 1 tahun dengan penyimpanan yang benar) dan tahan lama. 1.2 Tujuan Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan: Memberikan panduan praktis bagi peternak dalam pembuatan wafer pakan berkualitas. Meningkatkan pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan sebagai bahan baku pakan. Meningkatkan produktivitas ternak melalui pemberian pakan yang komplit, padat, dan mudah diberikan. Mengatasi masalah ketersediaan pakan hijauan pada musim kemarau. 1.3 Manfaat Manfaat dari penerapan teknologi wafer pakan ternak ini adalah: Efisiensi Penyimpanan: Volume pakan lebih kecil sehingga menghemat ruang gudang. Peningkatan Kualitas: Ternak dijamin mendapatkan nutrisi seimbang (hijauan sebagai sumber serat + konsentrat sebagai sumber protein). Kemudahan Penggunaan: Memudahkan transportasi dan pemberian pakan di lapangan. Nilai Tambah: Meningkatkan nilai ekonomis limbah pertanian.
2 1.4 Ruang Lingkup Petunjuk teknis ini meliputi tahapan pemilihan bahan baku, analisis/formulasi ransum, metode pencampuran, proses penambahan bahan perekat (binder), teknik pengepresan, pengeringan, hingga pengemasan wafer pakan ternak. 1.5 Pengertian 1. Wafer pakan ternak adalah teknologi pemadatan hijauan dan konsentrat menjadi bentuk blok padat menggunakan tekanan dan panas (sekitar selama 15 menit) untuk meningkatkan efisiensi penyimpanan, memperpanjang masa simpan (hingga 1 tahun), dan meningkatkan palatabilitas. 2. Pakan adalah bahan makanan tunggal atau campuran, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diberikan kepada hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang biak. 3. Bahan Pakan adalah bahan hasil pertanian, perikanan, peternakan, atau bahan lainnya yang layak dipergunakan sebagai Pakan, baik yang diolah maupun yang belum diolah. 4. Pakan Olahan adalah pakan yang telah mengalami proses fisik, kimia, atau biologi baik tunggal maupun campuran.
3 BAB. II PAKAN DAN HIJAUAN PAKAN TERNAK 2.1 Pengertian Pakan dan Bahan Pakan Pakan (Feed) adalah segala bahan, baik tunggal maupun campuran, yang dapat dimakan, dicerna, dan diserap oleh hewan untuk kelangsungan hidup, berproduksi, dan berkembang biak tanpa mengganggu kesehatan. Bahan pakan (FeedStuff) adalah bahan mentah (tunggal) yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan, yang mengandung nutrisi organik (protein, lemak, karbohidrat, vitamin) maupun anorganik (mineral). Hijauan Pakan Ternak (HPT) adalah semua jenis tanaman, terutama bagian vegetatif seperti daun dan batang (rumput atau leguminosa), yang diberikan sebagai sumber makanan utama bagi ternak ruminansia (sapi, kambing, domba). Hijauan diberikan dalam bentuk segar, kering, atau olahan (silase). Konsentrat adalah pakan yang kaya akan sumber protein dan atau sumber energi serta dapat mengandung pelengkap pakan dan/atau imbuhan pakan Pelengkap pakan (feed supplement) adalah suatu zat yang secara alami sudah terkandung dalam pakan, tetapi jumlahnya perlu ditingkatkan dengan menambahkannya ke dalam pakan. Imbuhan pakan (feed supplement) adalah bahan pakan yang tidak mengandung zat gizi atau nutrisi yang pemakaiannya untuk tujuan tertentu Takaran Jumlah Pemberian Pakan Pakan HIjauan = 10% dari bobot badan Pakan konsentrat = 1-2% bobot badan 2.2 Pakan Sapi potong Pakan sapi potong yang ideal terdiri dari kombinasi Hijauan (rumput/legum) sebanyak 10% dari berat badan (BK) dan konsentrat (sumber protein/energi) 1–2% dari berat badan untuk mencapai penggemukan optimal. Pakan berkualitas tinggi, seperti campuran dedak, bungkil kelapa, dan ampas tahu, berperan penting untuk mempercepat pertumbuhan. o Pakan Hijauan (Sumber Serat) Hijauan adalah pakan utama yang wajib diberikan, dengan porsi sekitar 10-12% dari berat badan sapi.
4 o Pakan Konsentrat (Sumber Energi & Protein) Konsentrat diberikan untuk menambah gizi, terutama saat penggemukan, dengan jumlah 1-2% dari bobot badan (sekitar 3-6 kg per hari untuk sapi 300 kg) 2.3 Pakan Komplit Pakan Komplit adalah pakan yang merupakan campuran dari hijauan dan konsentrat dengan perbandingan tertentu. Pakan lengkap juga bisa merupakan campuran berbagai bahan pakan menjadi pakan tunggal dengan kandungan nutrisi yang lebih seimbang. Pakan lengkap diberikan pada ternak dapat berupa pakan lengkap yang difermentasi ataupun tidak. Berikut adalah beberapa keuntungan pakan komplit: 1. Ternak tidak akan memilih-milih pakan yang dikonsumsinya. Dengan pakan komplit, ternak sudah tidak sempat lagi memilih pakan, dia akan mengkonsumsi pakan yang ada di hadapannya 2. Harga pakan menjadi lebih murah. Dengan pakan komplit, bahan pakan terutama limbah pertanian dapat menjadi alternatif. Harganya yang murah dan ketersediaan yang berkelanjutan, menjadikan harga pakan menjadi murah. Tidak hanya murah tapi juga berkualitas, apalagi pakan komplitnyanya di fermentasi terlebih dahulu. 3. Terhindar dari pencemaran lingkungan. Limbah-limbah peternaian yang sebelumnya dapat menjadi salah satu faktor penyebab pencemaran lingkungan, kini bisa terhindar arena ada pemanfaatan yang tepat, yaitu melalui pembuatan pakan komplit. Karena pada umumnya pakan komplit di Indonesia berbasis limbah pertanian. 4. Bahan pakan dengan kualitas rendah dapat ikut terkonsumsi. Dengan pemberian pakan komplit, semua bahan pakan dengan berbagai kualitas nutrisi yang diberikan pada ternak dapat terkonsumsi dan saling melengkapi. 5. Metode penyajian pakan melalui pakan komplit tentunya menjadi menghemat tenaga kerja, karena pakan yang tadinya diberikan beberapa kali untuk setiap jenis pakan (hijauan dan konsentrat diberikan masing-masing), sekarang menjadi sekaligus diberikan, tentunya ini mengefisienkan tenaga kerja. Pemberikan pakan komplit dapat sekaligus di awal atau beberapa kali sesuai dengan hitungan kebutuhan ternak dan penarikan rarapen hanya satu kali saja. 6. Formulasi pakan komplit mudah diubah. Karena dengan pakan komplit semua bahan pakan dapat saling melengkapi satu sama lain oleh karena formulasi pakan komplit relatif lebih mudah untuk diubah. 7. Dengan pakan komplit kecernaan pakan akan menjadi meningkat, apalagi untuk pakan komplit yang difermentasi terlebih dahulu dengan probiotik sebelum diberikan pada ternak.
5 Pakan komplit ini efektif diberikan baik pada domba maupun pada sapi. Perlu adaptasi tentunya untuk ternak agar dapat menerima pemberian pakan melalui pakan komplit ini. Biasanya butuh waktu 1 minggu untuk beradaptasi. Pakan komplit terdiri dari rumput/hijauan/limbah pertanian yang dicacah kemudian dicampur dengan konsentrat difermentasi atau pun langsung diberikan pada ternak. Nutrisi pakan lengkap yang diberikan harus memenuhi kebutuhan ternak. Kebutuhan yang harus dipenuhi adalah PK sebesar (10 – 13)% dan TDN (71-78)%.
6 BAB III WAFER PAKAN TERNAK 3.1 Wafer Pakan Ternak Wafer pakan ternak adalah teknologi pakan komplit berbentuk kubus padat, yang dibuat dengan memadatkan campuran serat (hijauan/limbah pertanian) dan konsentrat menggunakan tekanan dan panas, bertujuan meningkatkan efisiensi penyimpanan, distribusi, dan nutrisi. Pakan ini inovatif, tahan lama, dan cocok untuk ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba. 3.2 Pengertian Wafer Pakan Ternak o Definisi: Modifikasi pakan komplit (hijauan + konsentrat) yang dicetak menjadi bentuk kubus melalui proses pengepresan. o Karakteristik: Padat, kompak, mudah diangkut, dan memiliki kadar air rendah sehingga lebih awet (tidak mudah berjamur). o Komposisi: Campuran limbah pertanian (misal: kulit jagung, jerami, limbah sayuran pasar) dan konsentrat, seringkali ditambahkan binder (perekat). o Kandungan Nutrisi: Kadar protein kasar bisa mencapai 15,58%, serat kasar 31,55%, dengan keunggulan efisiensi pakan yang lebih baik. 3.3 Tujuan dan Keunggulan Wafer Pakan o Mengatasi Keterbatasan Pakan: Memanfaatkan limbah pertanian dan limbah sayur kota yang melimpah. o Mudah Didistribusikan: Bentuk kubus memudahkan transportasi, terutama saat distribusi ke peternakan di area perkotaan. o Kualitas Nutrisi Terjamin: Nutrisi lengkap dan seimbang karena mencampur hijauan dan konsentrat. o Tahan Lama: Proses pemanasan (sekitar 95 derajat Celcius) membuat wafer kering dan tahan penyimpanan. Meningkatkan Konsumsi: Bentuk dan aromanya disukai ternak, serta dapat meningkatkan pertambahan bobot badan, contohnya pada domba.
7 3.4 Proses Pembuatan Wafer Pakan Berikut langkah-langkah pembuatan wafer pakan ternak. Pertama yang disiapkan adalah peralatan dan bahan serta kemasan untuk menyimpan. 1. Bahan Pakan Hijauan, Probiotik, Premiks, Molases dan Konsentrat. Pakan hijauan digunakan 70% dan konsentrat 30%. Berikut penjelasan nya : a. Pakan Hijauan Pakan Hijauan berfungsi sebagai sumber serat untuk ternak sapi.pakan hijauan bisa berasal dari jenis rumput, legum, jerami maupun hijauan lainnya yang dapat dikonsumsi oleh ternak. b. Konsentrat Konsentrat sebagai bahan sumber protein maupun sumber energi dapat diperoleh dengan membeli konsentrat kemasan dari pabrik maupun membuat formulasi sendiri dengan bahan yang ada disekitar dan pastinya akan lebih murah dari konsentrat pabrik. c. Molases Molases berfungsi sebagai bahan perekat dan bahan fermentasi, selain itu dengan baunya yang khas dan harum diharapkan dapat meningkatkan palatabilitas ternak, molases juga berfungsi sebagai bioaktivator probiotik cair, jika menggunakan probiotik bubuk tidak perlu menggunakan molases. d. Probiotik Probiotik merupakan pakan aditif berupa mikroba hidup yang dapat meningkatkan keseimbangan dan fungsi pencernaan hewan inang, memanipulasi mikroflora saluran pencernaan untuk tujuan peningkatan kondisi kesehatan serta meningkatkan produktivitas ternak 2. Peratalan yang digunakan Alat-alat yang digunakan dalam pebuatan wafer antara lain : a. Choopper Chopper berfungsi untuk memperkecil ukuran pakan hijauan sehingga mempermudah dalam mencampur pakan. b. Sekop/ Garu Sekop/ Garu digunakan untuk mencampur pakan agar bahan pakan merata c. Terpal Digunakan untuk alas pembuatan pakan agar terhindar dari kontaminasi.
8 d. Plastik Plastik digunakan untuk membungkus wafer yang sudah dicetak, agar tidak terkontaminasi dengan bahan lain ataupun diganggu oleh hama e. Alat Cetak Wafer Manual terbuat dari papan. Kekurangan nya adalah pakan kurang padat karena dipadatkan dengan cara di injak injak. 3. Cara Membuat Wafer Pakan Ternak Berikut merupakan contoh pembuatan 100kg pakan dengan presentase Hijauan 70 % dan Konsentrat 30 %. a. Simpan Wafer Penyimpanan wafer dilakukan dengan cara menumpuk wafer pakan yang sudah dikemas. Dalam penyimpanan juga tetap memperhatikan tempat penyimpanan dimana harus ada alas seperti palet atau yang lain dan tidak menempel di dinding. tujuan nya agar pakan tidak lembab dan terhindar dari jamur. Jangan lupa untuk dikasi tanggal pembuatan. Wafer pakan ini dapat disimpan sampai 1 tahun dan apabila sudah di buka pakan diberikan pada ternak maksimal 7 hari.
9 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Berdasarkan petunjuk teknis pembuatan wafer pakan ternak (wafer feed) ini, dapat disimpulkan bahwa: 1. Teknologi Wafer Pakan: Pembuatan wafer pakan merupakan salah satu solusi teknologi pakan untuk mengatasi kekurangan pakan hijauan, terutama pada musim kemarau, dengan memadatkan campuran hijauan dan konsentrat menjadi bentuk kubus/persegi panjang. 2. Kualitas Wafer: Wafer pakan yang baik ditandai dengan tekstur yang kompak, warna seragam, aroma khas bahan baku yang tidak tengik, serta kadar air yang rendah (di bawah 14%) agar tahan lama dalam penyimpanan. 3. Efisiensi: Penggunaan wafer pakan ternak memudahkan dalam pengangkutan (transportasi), menghemat luas area penyimpanan, dan mempermudah pemberian pakan secara terukur kepada ternak ruminansia (sapi, kambing, domba). 4. Bahan Baku: Wafer dapat dibuat dari berbagai bahan limbah pertanian seperti jerami padi, pucuk tebu, kulit pisang, atau leguminosa yang dicampur dengan bahan pengikat (seperti tepung tapioka atau molases) untuk meningkatkan nutrisi, namun kali ini wafer pakan ternak terbuat dari jerami padi (Rice Straw Wafer) 4.2 Saran Untuk memaksimalkan penggunaan teknologi wafer pakan, disarankan hal-hal sebagai berikut: 1. Pengemasan: Perlu diperhatikan penggunaan bahan pengemas yang rapat (seperti karung plastik atau plastik vakum) untuk mencegah kelembaban yang dapat memicu timbulnya jamur. 2. Uji Coba: Peternak diharapkan melakukan uji coba terlebih dahulu pada skala kecil untuk mendapatkan komposisi (formulasi) bahan yang paling optimal dan disukai ternak sebelum diproduksi dalam jumlah besar. 3. Pengembangan Mesin: Pengembangan mesin kempa/pengembangan alat press manual (press) wafer agar lebih efisien dan terjangkau bagi kelompok ternak.