Created in Canva
Sepulang sekolah, hujan deras baru saja reda. mas maul dan mbak husna berjalan pulang menuju rumahWah, alhamdulillah hujannya sudah reda, Bau tanahnya segar banget ya, Mas Maul!Iya, alhamdulillah. Yuk kita jalan cepat sebelum mendung lagi!Tunggu sebentar, Mas... Dengar suara itu nggak? Seperti ada yang minta tolongdi balik semak basah. Seekor anak kucing kecil berbulu putih tampak basah kuyup, menggigil kedinginan setelah kehujanan.MEONG!! MEONG!!MEONG!! MEONG!!Mas Maul Dengan sangat pelan dan hati-hati, ia melepas jaket luarnya untuk membalut anak kucing itu agar tidak takut.Sstt.. Jangan takutt....Ayo kita bawa kerumah sajaIni ada roti buat kamu. Kasihan pasti kamu lapar habis kehujanan...
Sepulang sekolah, hujan deras baru saja reda. mas maul dan mbak husna berjalan pulang menuju rumahMbak Husna mengeringkan bulu kucing dengan handuk hangat, Mas Maul menyiapkan mangkuk susu hangat, dan Ibu memperhatikan sambil tersenyum bangga.Ibu mengambil Mushaf Al-Qur'an kecil dari meja terdekat dan mengelus lembut kepala anak- anaknya.Ibuu! Lihat, pas hujan reda tadi kami menemukan anak kucing kedinginan di jalan!Masya Allah... Kasihan sekali, Ayo masuk nak, cepat kita keringkan bulunya!Bu, kenapa sih rasa kasihan di hati kita bisa muncul kalau lihat hewan kesusahan?"Karena Allah Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang) menanamkan rasa kasih sayang di hati hamba-Nya. Allah berfirman dalam QS. Al-A'raf: 156Perjalanan pulang sekolah terasa hangat bagi Mas Maul dan Mbak Husna. Di bawah udara segar karunia Ar-Rahman dan Ar-Rahim, hati mereka tergerak oleh sifat Ar-Ra'uf saat iba melihat anak kucing kedinginan. Dengan penuh kelembutan Al-Lathif, mereka merawatnya dengan hati-hati. Hari itu mereka belajar, lewat sifat Al-Wadud, setiap kebaikan yang kita sebar akan membuat Allah makin mencintai kita.