View Pagi itu, Lumi membuka jendela dan melihat matahari bersinar cerah. Ia tersenyum dan berkata, “Terima kasih, Tuhan, untuk hari yang indah ini!” flipbook.
Daily Devotion
Pagi itu, Lumi membuka jendela dan melihat matahari bersinar cerah. Ia tersenyum dan berkata, “Terima kasih, Tuhan, untuk hari yang indah ini!”
Sebelum berangkat sekolah, Mama memberikan Lumi sebuah biji kecil. “Rawatlah dengan baik,” kata Mama. “Kebaikan juga seperti benih. Jika kita menanamnya, kebaikan akan tumbuh.”
Di sekolah, Lumi melihat Niko duduk sendirian. Niko tampak sedih karena lupa membawa bekal.
Lumi membuka kotak bekalnya. “Kita bisa makan bersama,” katanya. Niko tersenyum, dan hati Lumi terasa hangat.
Saat bermain, Lumi tidak sengaja menjatuhkan pot bunga milik sekolah. Ia merasa takut dan berpikir untuk pergi begitu saja. Your paragraph text
Namun Lumi teringat pesan Mama tentang benih kebaikan. Ia menarik napas dan berkata, “Aku harus jujur.”
Lumi menemui Bu Guru dan menceritakan apa yang terjadi. “Maaf, Bu. Aku tidak sengaja memecahkannya.”
Bu Guru tidak marah. “Terima kasih karena sudah jujur,” katanya. Bersama- sama, mereka membersihkan tanah dan menanam bunga baru.
Your Niko melihat mereka dan ikut membantu. Kini mereka bertiga bekerja bersama dengan gembira
Beberapa hari kemudian, bunga kecil itu mulai tumbuh. Lumi tersenyum karena mengerti bahwa kebaikan juga dapat tumbuh ketika dilakukan dengan tulus.
Hari itu Lumi belajar sesuatu yang penting: mengasihi Tuhan berarti belajar mengasihi orang lain melalui perbuatan kecil setiap hari.
Sebelum pulang, Lumi berdoa, “Tuhan, ajari aku untuk selalu jujur, suka menolong, mau berbagi, dan mengasihi orang lain. Amin.”