PROPOSAL INOVASI PENDIDIKAN UPTD SD NEGERI LAJING 1

PROPOSAL INOVASI PENDIDIKAN “JAKSA RUPAH ADIGUNA “ ( Ajak Siswa Rubah Sampah Jadi Berguna ) DI UPTD SD NEGERI LAJING 1 KECAMATAN AROSBAYA KABUPATEN BANGKALAN DIBUAT UNTUK MEMENUHI KETENTUAN INNOVATIVE GOVERNMENT AWARD (IGA) TAHUN 2025 PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN DINAS PENDIDIKAN B A N G K A L A N

PROFIL INOVASI SEKOLAH JAKSA RUPAH ADIGUNA ( AJAK SISWA RUBAH SAMPAH JADI BERGUNA ) 1. RANCANG BANGUN a. Dasar Hukum Inovasi DASAR HUKUM : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 386 dan 388); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah; 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2018 tentang Penilaian dan Penghargaan dan/atau Insentif Inovasi Daerah; 4. Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 36 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah; 5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional; 6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 5 tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah (UU Nomor 18 Tahun 2008). Menurut Waste Management (2021), pengelolaan sampah merupakan aktivitas untuk mengelola sampah dari awal hingga pembuangan, meliputi pengumpulan, pengangkutan, perawatan, dan pembuangan, diiringi oleh monitoring dan regulasi manajemen sampah. Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2008, sampah yang dikelola terdiri atas sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik. Sampah yang tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan beberapa dampak negatif. Oleh sebab itu, pengelolaan sampah yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk mencapai berbagai target terutama pembangunan berkelanjutan. Di lingkungan sekolah pemanfaatan pengelolaan sampah secara aktif dilakukan melalui kreativitas sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Pasal 5 ayat (2) UUD 1945 dan UU nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.. Pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan 3R (reduce, reuse, dan recycle), sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, dan pelaksanaan Ekonomi Sirkular, yang dibentuk dan dikelola oleh masyarakat, badan usaha, dan/atau pemerintah daerah. Peraturan yang menjadi dasar inovasi “JAKSA RUPAH ADIGUNA (Ajak Siswa Rubah Sampah Jadi Berguna)” menjelaskan bahwa pengelolaan sampah bisa dilakukan dengan 3R (reduce, reuse, dan recycle), sebagai sarana edukasi, perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. dan menjadikan pengelolaan sampah menjadi bahan yang kreatif, inovatif dan berguna. b. Permasalahan Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

Pembuangan sampah yang tidak diurus dengan baik, akan mengakibatkan masalah besar. Karena penumpukan sampah atau membuangnya sembarangan ke kawasan terbuka akan mengakibatkan pencemaran tanah yang juga akan berdampak ke saluran air tanah. Demikian juga pembakaran sampah akan mengakibatkan pencemaran udara, pembuangan sampah ke sungai akan mengakibatkan pencemaran air, tersumbatnya saluran air dan banjir (Sicular 1989). Pengelolaan sampah yang buruk adalah yang utama penyebab masalah. Pengelolaan ini membuat sampah menjadi tumpukan yang tidak ada habisnya dan tidak memiliki nilai. Dampak yang terjadi bila sampah tidak dikelola dengan baik maka akan merusak pemandangan, mendatangkan bau yang tidak sedap, mendatangkan banjir level rendah sampai yang tinggi, mendatangkan berbagai penyakit dan dapat mencemari lingkungan. Permasalahan sampah merupakan masalah yang serius di lingkungan, sampah yang terus menumpuk dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang mengganggu kesehatan. Tidak dipungkiri, sekolah juga menjadi bagian penyumbang dari limbah sampah tersebut. Banyaknya sampah yang tertimbun di tempat sampah dilingkungan sekolah, apabila tidak ditangani dengan baik maka akan mempengaruhi tingkat kesehatan siswa.Kesadaran dari warga sekolah sangat diperlukan terutama dalam kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya dan pengelolaan sampah yang tepat guna dan bernilai ekonomis. alangkah baiknya jika sampah tersebut dapat digunakan lagi dengan cara mendaur ulang dan dijadikan produk baru. Oleh karena itu, Sekolah berupaya menciptakan inovasi pengelolaan sampah menjadi barang yang berguna baik bagi guru, murid dan lingkungan sekitar. Melalui inovasi “JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna )” ini, Pihak Sekolah mengajak seluruh murid di UPTD SD Negeri Lajing 1 untuk berkontribusi menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam mengolah sampah tersebut menjadi barang yang berguna. c. Isu Strategis Sampah merupakan salah satu permasalahan yang serius di lingkungan. Permasalahan itu menyangkut pencemaran, baik pencemaran tanah, air, dan udara. Pencemaran tersebut diakibatkan oleh aktivitas manusia. Banyaknya sampah yang tertimbun di tempat sampah, apabila tidak ditangani dengan baik akan menurunkan tingkat kesehatan siswa. Oleh karena itu, Sekolah berupaya menciptakan inovasi pengelolaan sampah menjadi barang yang berguna baik bagi guru, murid dan lingkungan sekitar. Melalui inovasi “JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna )” ini, Pihak Sekolah mengajak seluruh murid di UPTD SD Negeri Lajing 1 untuk berkontribusi menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam mengolah sampah tersebut menjadi barang yang berguna. d. Metode Pembaharuan Kegiatan / program Inovasi ini dikembangkan dengan nama “JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna)” ini berfokus untuk mengajak siswa mereduksi sampah harian dan memanfaatkannya menjadi barang yang berguna di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Pemanfaatan sampah di sekolah dapat ditumbuhkan melalui banyak cara, salah satunya yaitu dengan membuat kerajinan tangan seperti tempat tissue, tas, hiasan dinding, bunga, figura, dan lain lain.

Kegiatan inovasi ini dilakukan dengan tahapan awal, siswa diajak untuk memilah sampah yang bisa dimanfaatkan seperti bekas botol minuman, gelas plastik, kaleng bekas, maupun sampah kertas yang akan digunakan untuk daur ulang. Kegiatan ini dilakukan mulai dari siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 yang didampingi dan diawasi oleh guru kelas masing-masing. Kemudian sampah yang sudah dipilah akan di daur ulang sesuai kegunaannya dan kreatifitas siswa. Siswa dapat berkreasi dengan bebas dan bisa dilakukan secara mandiri maupun berkelompok. Kegiatan berkreasi ini dilakukan setiap hari sabtu. Hasil kreasi sampah ini akan dipajang atau diletakkan di ruangan kelas guna mempercantik dan memperindah ruangan maupun tampilan kelas. Keterlibatan langsung dan aktif dalam inovasi sekolah ini, siswa dapat belajar betapa sampah yang semula kotor dan menjijikkan ternyata menjadikan barang yang berguna dan bermanfaat kembali. e. Keunggulan dan Kebaharuan Pada Inovasi JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna)”memiliki keunggulan diantaranya : Meningkatnya kreativitas siswa dalam pemanfaatan atau pengelolaan sampah dalam mendaur ulang dan mendesain hasil kreasinya, Meningkatnya daya inisiatif sekolah untuk mengembangkan program peduli lingkungan, Mengembangkan pribadi peserta didik yang memiliki karakter peduli, kreatif, inovatif, Kerjasama, dan bertanggung jawab, Memupuk jiwa kemandirian, sehingga terjalinnya kemitraan hubungan baik dengan seluruh mitra / warga sekolah, Meningkatkan rasa kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan. Sehingga program JAKSA RUPAH ADIGUNA ini memanfaatkan semua asset / modal yang di miliki oleh sekolah. Lingkungan sekolah yang bersih dan indah dapat menjadi sumber belajar yang nyaman bagi murid. Melalui kegiatan / program ini JAKSA RUPAH ADIGUNA murid menjadi sadar dan peduli pada lingkungan sekolah yang nyaman, bersih dan sehat. f. Tahapan Inovasi Kegiatan / program JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna)” ini merupakan program yang siap diterapkan di sekolah melalui kerja sama dengan mitra sekolah. Yang dimaksud mitra sekolah adalah semua rekan guru, murid, wali murid serta tokoh Masyarakat di lingkungan setempat. Dalam proses penerapan kegiatan / program inovasi ini, kami melakukan uji coba terlebih dahulu pada salah satu kelas yang ada di sekolah. 2. TUJUAN Tujuan dari Inovasi JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna)”ini adalah: - Meningkatnya Kreativitas siswa dalam pemanfaatan atau pengelolaan sampah. - Meningkatnya daya inisiatif sekolah untuk mengembangkan program peduli lingkungan. - Mendorong sekolah untuk mengembangkan pribadi peserta didik yang memiliki karakter peduli, kreatif, inovatif, Kerjasama, dan bertanggung jawab - Memupuk jiwa kemandirian - Terjalinnya kemitraan dalam mengembangkan program peduli lingkungan

- Meningkatkan rasa kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan 3. MANFAAT Manfaat dari Inovasi JAKSA RUPAH ADIGUNA (Ajak Siswa Rubah Sampah Jadi Berguna) adalah: - Menjadikan lingkungan sekolah yang bersih dan indah - Berkembangnya kreativitas murid dalam mengelola sampah - Meningkatkan rasa kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan.` - Terciptanya kolaborasi yang baik antara semua warga sekolah 4. HASIL INOVASI Hasil inovasi “JAKSA RUPAH ADIGUNA” (Ajak Siswa Rubah Sampah Jadi Berguna) “ dapat di terapkan di semua lingkungan sekolah daerah Kabupaten Bangkalan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan edukasi mengajak peserta didik dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan cara memanfaatkan serta mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna. Hal ini dapat meningkatkan kepedulian dan kreatifitas murid dalam menjaga kebersihan dan mengolah sampah.

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKALAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KABUPATEN BANGKALAN PROPOSAL INOVASI DAERAH Nama OPD/UPTD/Puskesmas : UPTD SD NEGERI LAJING 1 Contact Person : HOMSIYAH, S.Pd ( 087850046423 ) NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG 1. Nama Inovasi Daerah Nama inovasi daerah yang dihasilkan JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna ) Tidak perlu data pendukung 2. Tahapan inovasi Tahapan inovasi daerah yang dihasilkan Silahkan pilih salah satu: a. Inisiatif b. Uji coba c. Penerapan Tidak perlu data pendukung 3. Inisiator Inovasi Daerah Penginisiasi inovasi daerah yang dihasilkan Silahkan pilih salah satu: a. ASN b. Masyarakat c. OPD Tidak perlu data pendukung 4. Jenis Inovasi Jenis inovasi daerah yang dihasilkan Silahkan pilih salah satu: a. Digital b. Non Digital Tidak perlu data pendukung

NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG 5. Bentuk inovasi daerah Jenis inovasi daerah yang berkaitan dengan penyelenggaraan urusan pemerintah Silahkan pilih salah satu: a. Inovasi tata kelola pemerintah daerah (Contoh : E-Planning, E-Budgeting) b. Inovasi pelayanan publik (Contoh : inovasi pelayanan perijinan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dsb) c. Inovasi bentuk lainnnya sesuai dengan bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah (Contoh : inovasi bidang urusan pekerjaan umum, lingkungan hidup, dll) Tidak perlu data pendukung 6. Covid-19 Inovasi daerah berkaitan dengan pandemi Covid-19 atau tidak Silahkan pilih salah satu: a. Non Covid-19 b. Covid-19 Tidak perlu data pendukung 7. Waktu Uji Coba Inovasi Daerah Mulai uji coba inovasi daerah (tanggal/bulan/tahun) 7 MARET 2024 Tidak perlu data pendukung 8. Waktu Penerapan Inovasi Daerah Mulai penerapan inovasi daerah (tanggal/bulan/tahun) 10 JUNI 2024 Tidak perlu data pendukung 9. Rancang bangun inovasi daerah dan pokok perubahan yang dilakukakan Penjelasan mengenai proses/tahapan prosedur teknis dalam terbentuknya inovasi daerah DASAR HUKUM : 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Pasal 386 dan 388); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah; 3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2018 tentang Penilaian dan Penghargaan dan/atau Insentif Inovasi Daerah; 4. Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 36 Tahun 2021 tentang Inovasi Daerah; Tidak perlu data pendukung

5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional; 6. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 5 tahun 2022 tentang Standar Kompetensi Lulusan pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. ISU STATEGIS Permasalahan sampah merupakan masalah yang serius di lingkungan, sampah yang terus menumpuk dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang mengganggu kesehatan. Tidak dipungkiri, sekolah juga menjadi bagian penyumbang dari limbah sampah tersebut. Banyaknya sampah yang tertimbun di tempat sampah dilingkungan sekolah, apabila tidak ditangani dengan baik maka akan mempengaruhi tingkat kesehatan siswa. Kesadaran dari warga sekolah sangat diperlukan terutama dalam kedisiplinan membuang sampah pada tempatnya dan pengelolaan sampah yang tepat guna dan bernilai ekonomis. alangkah baiknya jika sampah tersebut dapat digunakan lagi dengan cara mendaur ulang dan dijadikan produk baru. Oleh karena itu, Sekolah berupaya menciptakan inovasi NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG

pengelolaan sampah menjadi barang yang berguna baik bagi guru, murid dan lingkungan sekitar. Melalui inovasi “JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna )” ini, Pihak Sekolah mengajak seluruh murid di UPTD SD Negeri Lajing 1 untuk berkontribusi menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas siswa dalam mengolah sampah tersebut menjadi barang yang berguna. Kegiatan / program Inovasi ini dikembangkan dengan nama “JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak siswa rubah sampah jadi berguna)” Kegiatan / program ini berfokus untuk mengajak siswa mereduksi sampah harian dan memanfaatkannya menjadi barang yang berguna di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Pemanfaatan sampah di sekolah dapat ditumbuhkan melalui banyak cara, salah satunya yaitu dengan membuat kerajinan tangan seperti tempat tissue, tas, hiasan dinding, bunga, figura, dan lain lain. Kegiatan inovasi ini dilakukan dengan tahapan awal, siswa diajak untuk memilah sampah yang bisa dimanfaatkan seperti bekas botol minuman, gelas plastik, kaleng bekas, maupun sampah kertas yang akan digunakan untuk daur ulang. Kegiatan ini dilakukan mulai dari siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 yang didampingi dan diawasi oleh guru kelas masing-masing. Kemudian sampah yang sudah dipilah akan di daur

ulang sesuai kegunaannya dan kreatifitas siswa. Siswa dapat berkreasi dengan bebas dan bisa dilakukan secara mandiri maupun berkelompok. Kegiatan berkreasi ini dilakukan setiap hari sabtu. Hasil kreasi sampah ini akan dipajang atau diletakkan di ruangan kelas guna mempercantik dan memperindah ruangan maupun tampilan kelas. Keterlibatan langsung dan aktif dalam inovasi sekolah ini, siswa dapat belajar betapa sampah yang semula kotor dan menjijikkan ternyata menjadikan barang yang berguna dan bermanfaat kembali. 10. Tujuan inovasi daerah Tujuan terbentuknya inovasi daerah Tujuan dari Inovasi JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak Siswa Rubah Sampah Jadi Berguna adalah: - Meningkatnya Kreativitas siswa dalam pemanfaatan atau pengelolaan sampah. - Meningkatnya daya inisiatif sekolah untuk mengembangkan program peduli lingkungan. - Mengembangkan pribadi peserta didik yang memiliki karakter peduli, kreatif, inovatif, Kerjasama, dan bertanggung jawab - Memupuk jiwa kemandirian - Terjalinnya kemitraan dalam mengembangkan program peduli lingkungan - Meningkatkan rasa kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan. Tidak perlu data pendukung NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG

11. Manfaat yang diperoleh Manfaat yang diperoleh dari inovasi daerah Manfaat dari Inovasi JAKSA RUPAH ADIGUNA ( Ajak Siswa Rubah Sampah Jadi Berguna adalah: - Menjadikan lingkungan sekolah yang bersih dan indah - Berkembangnya kreativitas murid dalam mengelola sampah - Meningkatkan rasa kepedulian murid terhadap kebersihan lingkungan.` - Terciptanya kolaborasi yang baik antara semua warga sekolah Tidak perlu data pendukung 12. Regulasi Inovasi Daerah Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan Inovasi Daerah Silahkan pilih salah satu: a. SK Kepala Perangkat Daerah b. SK Kepala Daerah c. Perkada/Perda 13. Ketersediaan SDM terhadap inovasi daerah Jumlah SDM yang mengelola inovasi (Tahun Terakhir) Silahkan pilih salah satu: a. 1-10 SDM b. 11-30 SDM c. Lebih dari 30 NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG 14. Dukungan Anggaran Anggaran inovasi daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), uji coba (pilot project, perekayasaan, laboratorium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) Silahkan pilih salah satu: a. Anggaran tersedia pada kegiatan inisiasi inovasi daerah b. Anggaran tersedia pada kegiatan uji coba inovasi daerah c. Anggaran tersedia pada kegiatan penerapan inovasi daerah Dokumen Anggaran yang sah dan memuat program/kegiatan inovasi (PDF)

15. Penggunaan IT Penggunaan IT dalam pelaksanaan Inovasi yang diterapkan Silahkan pilih salah satu: a. Pelaksanaan kerja secara manual/non elektronik b. Pelaksanaan kerja secara elektronik c. Pelaksanaan kerja sudah didukung sistem informasi online/ daring Link aplikasi dan/atau web dalam bentuk URL 16. Bimtek inovasi Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daerah Silahkan pilih salah satu: a. Dalam 2 tahun terakhir pernah 1 kali bimtek b. Dalam 2 tahun terakhir pernah 2 kali bimtek c. Dalam 2 tahun terakhir pernah lebih dari 2 kali bimtek 17. Program dan kegiatan inovasi Perangkat Daerah dalam RKPD Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah Silahkan pilih salah satu: a. Pemerintah daerah sudah menuangkan program inovasi daerah dalam RPJMD b. Pemerintah daerah sudah menuangkan program inovasi daerah dalam RKPD dan telah diterapkan dalam 1 tahun terakhir c. Pemerintah daerah sudah menuangkan program inovasi daerah dalam RKPD dan telah diterapkan dalam 2 tahun terakhir Bab, Bagian, dan Halaman Dokumen RPJMD/RKPD yang memuat program dan kegiatan inovasi daerah-= (PDF) 18. Keterlibatan aktor inovasi Keikutsertaan unsur Stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T- 1 dan T- 2) Silahkan pilih salah satu: a. Inovasi melibatkan 4 aktor b. Inovasi melibatkan 5 aktor c. novasi melibatkan lebih dari 5 aktor NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG

19. Pelaksana inovasi daerah Penetapan tim pelaksana inovasi daerah Silahkan pilih salah satu: a. Ada pelaksana namun tidak ditetapkan dengan SK Kepala Perangkat Daerah b. Ada pelaksana dan ditetapkan dengan SK Kepala Perangkat Daerah c. Ada pelaksana dan ditetapkan dengan SK Kepala Daerah SK Penetapan Kepala Daerah/Kepala Perangkat Daerah (PDF) 20. Jejaring inovasi Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir) Silahkan pilih salah satu: a. Inovasi melibatkan 1-2 Perangkat Daerah b. Inovasi melibatkan 3-4 Perangkat Daerah c. Inovasi melibatkan 5 Perangkat Daerah atau lebih SK/ST tim pengelola/penerapan inovasi daerah (PDF) 21. Sosialisasi Inovasi Daerah Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 Tahun T erakhir) Silahkan pilih salah satu: a. Foto kegiatan berspanduk b. URL Media Sosial c. Media Berita 22. Pedoman teknis Ketentuan dasar penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/ manual book Silahkan pilih salah satu: a. Telah terdapat Pedoman teknis berupa buku manual b. Telah terdapat Pedoman teknis berupa buku dalam bentuk elektronik c. T elah terdapat Pedoman teknis berupa buku yang dapat diakses secara online Dokumen Manual Book/Buku petunjuk/ Screenshot penggunaan Inovasi Daerah 23. Kemudahan informasi layanan Kemudahan mendapatkan informasi layanan Silahkan pilih salah satu: a. Layanan Telp atau tatap muka langsung/noken b. Layanan Email/Media Sosial c. Layanan melalui aplikasi online 24. Kemudahan proses inovasi yang dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi Silahkan pilih salah satu: a. Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 6 hari keatas SOP Pelaksanaan Inovasi Daerah

NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG b. Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 2- 5 hari c. Hasil inovasi diperoleh dalam waktu 1 hari 25. Penyelesaian layanan pengaduan Rasio penyelesaian pengaduan dalam tahun terakhir Silahkan pilih salah satu: a. ≤ 30% b. 31% s.d. 60% c. ≥61% Dokumen Foto Kegiatan penyelesaian pengaduan/ Screenshot media layanan pengaduan 26. Online sistem Jaringan prosedur yang dibuat secara daring (2 tahun terakhir) Silahkan pilih salah satu: a. Ada dukungan melalui informasi website atau sosial media b. Ada dukungan melalui web aplikasi c. Ada dukungan melalui perangkat web aplikasi dan aplikasi mobile (android atau ios) Screenshot aplikasi layanan inovasi (jpg/jpeg/png) 27. Replikasi Inovasi Daerah telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 sampai dengan T-1) Silahkan pilih salah satu: a. Pernah 1 Kali direplikasi di daerah lain b. Pernah 2 Kali direplikasi di daerah lain c. Pernah 3 Kali direplikasi di daerah lain Dokumen MoU/Replikasi 28. Kecepatan inovasi Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah. Silahkan pilih salah satu: a. Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 9 bulan keatas b. novasi dapat diciptakan dalam waktu 5- 8 bulan c. Inovasi dapat diciptakan dalam waktu 1-4 bulan Dokumen/Laporan/Proposal inovasi daerah (tahapan- tahapan proses penciptaan inovasi daerah) 29. Kemanfaatan inovasi 1. Satuan Orang (Pegawai, Peserta didik, Pasien, dsb) Daftar penerima manfaat inovasi (untuk layanan luring) (PDF) atau screenshot jumlah pengguna/penerima manfaat inovasi daerah (untuk layanan daring) dalam format jpeg/jpg/png 2. Satuan Unit (opd/uptd/desa/rt/rw/kampung/KK/ organisasi, dsb). Perbandingan Silahkan pilih salah satu: a. Cakupan penerima manfaat 1-100 orang b. Cakupan penerima manfaat 101- 200 orang c. Cakupan penerima manfaat 201 orang atau lebih d. Cakupan unit penerima manfaat 5,00% s.d 20,00% total dari unit sasaran e. Cakupan unit penerima manfaat 20,01% s.d Daftar penerima manfaat inovasi (untuk layanan luring) (PDF) atau screenshot jumlah pengguna/penerima manfaat inovasi daerah (untuk layanan daring) (jpeg/jpg/png) dalam 2 tahun terakhir

NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG rekapitulasi jumlah unit sebelum dan sesudah yang menerima manfaat inovasi 3. Satuan biaya (rupiah) laporan belanja yang memuat perbandingan biaya pengeluaran yang dibebankan 4. Satuan pendapatan (rupiah). Laporan keuangan yang memuat pendapatan sebelum dan sesudah penerapan inovasi (Laporan pembukuan, laporan kas, neraca, saldo, dsb) 5. Satuan hasil produk/satuan penjualan. Perbandingan rekapitulasi jumlah produk yang dihasilkan atau diperjualbelikan 50,00% total dari unit sasaran c. Cakupan unit penerima manfaat diatas 50,00% total dari unit sasaran a. Efisiensi belanja sebesar 0,01% - 10,00% b. Efisiensi belanja sebesar 10,01% - 20,00% c. Efisiensi belanja sebesar 20,01% - 30% a. Penambahan pendapatan bagi pemda atau OPD/Unit kerja yang menerapkan Inovasi 0,01% - 49,99% b. Penambahan pendapatan bagi pemda atau OPD/Unit kerja yang menerapkan Inovasi 50% - 99,99% c. Penambahan pendapatan bagi pemda atau OPD/Unit kerja yang menerapkan Inovasi ≥100% a. Jumlah produk yang dihasilkan atau diperjualbelikan 1-100 Barang b. Jumlah produk yang dihasilkan atau diperjualbelikan 101-200 Barang c. Jumlah produk yang dihasilkan atau diperjualbelikan lebih dari 200 Barang 30. Monitoring dan Evaluasi Inovasi Daerah Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Silahkan pilih salah satu: a. Hasil laporan monev internal PD b. Hasil pengukuran kepuasaan pengguna dari evaluasi Survei Kepuasan Masyarakat c. Hasil laporan monev eksternal berdasarkan hasil penelitian Screenshot testimoni pengguna (jpeg/jpg/png) atau laporan survei kepuasan masyarakat/laporan hasil penelitian (PDF) 31. Kualitas inovasi daerah Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Mengunggah video penerapan inovasi Silahkan pilih salah satu: a. Memenuhi 1 atau 2 unsur substansi b. Memenuhi 3 atau 4 unsur substansi Video Inovasi

NO JENIS ISIAN DEFINISI OPERASIONAL INFORMASI/JAWABAN (Pilih salah satu (disilang/dilingkari) jika terdapatpilihan) DATA PENDUKUNG dengan durasi maksimal 5 menit (mp4/MOV) atau link google drive/ youtube, dengan ketentuan video memvisualisasikan 5 substansi: 1. Latar belakang inovasi 3 2. Penjaringan ide 3. Pemilihan ide 4. Manfaat inovasi 5. Dampak Inovasi c. Memenuhi 5 unsur substansi BANGKALAN, 23 MARET 2024 KEPALA UPTD SD NEGERI LAJING 1 MOHAMMAD DAKA, S.Pd NIP. 19650127 198703 1 008 Keterangan : - 1 (satu) form berlaku untuk 1 (satu) data inovasi. - Tata cara pelaporan bukti dukung 20 indikator (pada nomor 12-31) akan disampaikan secara teknis pada saat Bimtek Pembinaan Inovasi Daerah