Created in Canva
Di sebuah hutan yang lebat dan asri, Kancil sedang berjalan-jalan menikmati cerahnya pagi. Perutnya berbunyi, menandakan ia harus segera mencari makanan. Langkahnya terhenti saat melihat pohon jambu biji yang berbuah lebat di balik semak-semak. Namun, tepat di bawah pohon itu, Gajah sedang tidur lelap, mendengkur keras hingga tubuh besarnya menutupi hampir seluruh akses menuju buah tersebut.
Kancil tahu ia tidak bisa memindahkan Gajah dengan kekuatan fisiknya. Ia harus menggunakan akalnya.
Kancil kemudian berjalan mendekati telinga Gajah dan berbisik pelan, "Paman Gajah, bangun... Hutan sedang dalam bahaya!" Gajah kaget dan langsung terbangun. Dengan mata yang masih kuyu, ia melihat sekeliling dengan panik.
"Ada apa, Kancil? Bahaya apa yang datang?" tanya Gajah dengan suara beratnya.
"Aku baru saja melihat rombongan semut merah raksasa berjalan ke arah sini," ujar Kancil dengan wajah berpura-pura cemas.
"Mereka mencari tempat hangat untuk bersarang, dan mereka paling suka masuk ke dalam belalai gajah yang sedang tidur nyenyak!"
Gajah yang ketakutan langsung menutup belalainya dengan kedua telinga lebarnya.
"Lari ke sungai dan basahi belalaimu! Semut merah sangat takut pada air," jawab Kancil meyakinkan.
Tanpa berpikir panjang, Gajah langsung bangkit dan berlari cepat menuju sungai.
Setelah Gajah pergi, Kancil tersenyum puas. Ia pun dengan tenang mengambil jambu-jambu biji yang matang dan memakannya sampai kenyang.
Gajah kembali dari sungai dengan tubuh basah kuyup, ia melihat Kancil sedang bersantai di bawah pohon.
Gajah menyadari bahwa ia telah dijahili, tetapi ia hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan sang Kancil yang selalu punya seribu cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.