MENERAPKAN NILAI BERAKHLAK Mengintegrasikan Nilai Dasar ASN dalam Pengelolaan Barang Habis Pakai Halaman 1: Berorientasi Pelayanan Ilustrasi: Seorang petugas tersenyum sambil menyerahkan perlengkapan kantor (ATK) kepada rekan kerja. Nilai: Berorientasi Pelayanan Panduan Perilaku: 1. Memahami dan Memenuhi Kebutuhan: Memastikan ketersediaan barang habis pakai (seperti ATK, tinta printer, kertas) sesuai dengan kebutuhan operasional setiap unit kerja. 2. Ramah, Cekatan, Solutif: Melayani permintaan barang dengan ramah dan cepat. Memberikan solusi terbaik jika ada kebutuhan mendesak atau barang pengganti yang tersedia . 3. Perbaikan Tiada Henti: Secara aktif mencari cara untuk meningkatkan proses distribusi agar lebih efisien dan meminimalkan keluhan pengguna. Halaman 2: Akuntabel Ilustrasi: Tangan yang memegang buku inventaris dan stempel. Nilai: Akuntabel Panduan Perilaku: 1. Jujur & Bertanggung Jawab: Melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran barang secara jujur, cermat, dan disiplin dalam Buku Barang Habis Pakai . 2. Penggunaan BMN yang Efisien: Menggunakan dan mendistribusikan anggaran serta barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien, serta menghindari pemborosan . 3. Tidak Menyalahgunakan Wewenang: Tidak menggunakan barang habis pakai untuk kepentingan pribadi atau di luar ketentuan yang berlaku . Halaman 3: Kompeten Ilustrasi: Seorang petugas mengikuti pelatihan atau membaca buku pedoman pengelolaan barang. Nilai: Kompeten Panduan Perilaku:
1. Meningkatkan Kapasitas Diri: Terus belajar tentang regulasi terbaru (seperti peraturan pengadaan barang, standar harga) dan sistem pengelolaan persediaan (misalnya, aplikasi SIMDA BMD) . 2. Melaksanakan Tugas dengan Kualitas Terbaik: Melakukan stock opname secara rutin (minimal 6 bulan sekali) dan menyusun laporan secara akurat . 3. Membantu Orang Lain Belajar: Membimbing rekan kerja dalam memahami prosedur pengajuan dan penggunaan barang habis pakai. Halaman 4: Harmonis Ilustrasi: Beberapa pegawai dari berbagai bagian sedang berdiskusi di dekat rak penyimpanan barang. Nilai: Harmonis Panduan Perilaku: 1. Menghargai Perbedaan: Menghargai prioritas kebutuhan dari berbagai unit kerja yang berbeda-beda, tanpa diskriminasi . 2. Membangun Lingkungan Kerja Kondusif: Bekerja sama dengan baik dengan rekan sejawat, pengurus barang, dan kasubag umum untuk menciptakan alur kerja yang lancar . 3. Suka Menolong: Membantu unit kerja lain dalam memahami prosedur pengadaan atau pelaporan barang jika mereka mengalami kesulitan. Halaman 5: Loyal Ilustrasi: Tangan memegang Pancasila dan bendera merah putih di latar belakang rak gudang. Nilai: Loyal Panduan Perilaku: 1. Menjaga Nama Baik Instansi: Menjaga kerahasiaan data dan informasi terkait aset negara serta menjaga nama baik pimpinan dan instansi . 2. Menjaga Rahasia Jabatan: Tidak membocorkan data persediaan, anggaran, atau kebijakan internal yang bersifat rahasia . 3. Dedikasi Tinggi: Memegang teguh ideologi Pancasila dan UUD 1945 dalam menjalankan tugas sehari-hari. Halaman 6: Adaptif Ilustrasi: Seorang petugas menggunakan gadget atau tablet untuk mengecek stok secara digital, menggantikan cara manual.
Nilai: Adaptif Panduan Perilaku: 1. Cepat Menyesuaikan Diri: Beradaptasi dengan sistem atau aplikasi baru dalam pengelolaan persediaan (misalnya, sistem digital menggantikan kartu stok manual) . 2. Terus Berinovasi: Mengembangkan cara-cara kreatif untuk penyimpanan barang agar lebih tertata dan menghindari kerusakan . 3. Bertindak Proaktif: Melakukan perencanaan kebutuhan barang secara proaktif untuk mengantisipasi kelangkaan stok barang vital. Halaman 7: Kolaboratif Ilustrasi: Beberapa petugas dari bidang PPBJ, Keuangan, dan Gudang sedang bersama-sama memeriksa laporan stok. Nilai: Kolaboratif Panduan Perilaku: 1. Membangun Kerja Sama Sinergis: Berkoordinasi secara aktif dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bagian keuangan, dan pengguna barang untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi . 2. Memberi Kesempatan Berkontribusi: Terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak terkait kebutuhan barang yang lebih efektif . 3. Menggerakkan Sumber Daya: Mengoptimalkan pemanfaatan anggaran dan stok barang melalui kolaborasi yang baik untuk mencapai tujuan bersama, yaitu kelancaran operasional . Penutup Kutipan: "Dengan menginternalisasi nilai BerAKHLAK, Penata Laksana Barang Habis Pakai tidak hanya mengelola inventaris, tetapi juga turut membangun birokrasi yang berkelas dunia (World Class Governance)." Sumber daya lebih lanjut: • Peraturan Pemerintah terkait Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. • Surat Edaran Menteri PANRB No. 20 Tahun 2021 tentang Core Values ASN. • Panduan Perilaku ASN BerAKHLAK di lingkungan instansi Anda.