efisiensi produksi, dan daya tahan produk. Contoh Seragam kerja dengan bordir kebutuhan

Created in Canva

ii KAMUS ISTILAH EKSPERIMEN TEKSTIL DAN DESAIN HIASAN BUSANA (Desain dan Produksi Busana) SMKFASE F PRILLA SAFINA SYIFADEWI

iii Buku kamus istilah tata busana ini dirancang dengan pengelompokan materi berdasarkan sub-bab pembelajaran. Struktur ini memudahkanmu mempelajari istilah-istilah teknik dan eksperimen tekstil secara runtut sesuai dengan modul yang sedang dipelajari. Ikuti langkah-langkah berikut untuk menggunakannya: Sistem Pengelompokan Sub-Bab Istilah tidak disusun menurut abjad, melainkan dibagi ke dalam kelompok sub-bab materi. Pilihlah sub-bab yang sesuai dengan materi pelajaranmu saat ini. Daftar Isi Gunakan daftar isi di bagian awal untuk langsung menuju halaman sub-bab tertentu. Visualisasi Pendukung Perhatikan gambar atau foto hasil jadi pada setiap sub- bab. Visual ini menunjukkan bentuk fisik hasil eksperimen tekstil atau desain hiasan busana agar kamu bisa menjadikannya acuan praktik. Petunjuk Penggunaan

iv Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga penulis mampu menyelesaikan buku Kamus Istilah Elemen Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan SMK/MAK Fase F. Saya mempersembahkan materi mengenai Eksperimental Tekstil dan Hiasan Busana sebagai bagian dari upaya untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan di bidang desain busana. Selain itu, peserta didik diberi kebebasan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap para peserta didik dengan Kamus Istilah ini. Semoga Kamus Istilah ini dapat menambah wawasan dan memotivasi peserta didik untuk berani unjuk kreasi karyanya. Penulis harap, Kamus Istilah ini dapat memberikan kontribusi yang baik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa depan. Kata Pengantar

v PETUNJUK PENGGUNAAN .....................................iii KATA PENGANTAR....................................................iv DAFTAR ISI..................................................................v CAPAIAN PEMBELAJARAN.....................................vi BAB I EKSPERIMEN TEKSTIL..................................1 A. Bahan Dasar Tekstil........................................4 B. Zat Warna Tekstil............................................6 C. Kain Ramah Lingkungan................................8 D. Pengolahan dan Kimia Tekstil.......................10 E. Macam Eksperimen Tekstil...........................15 F. Manipulasi Kain............................................17 BAB II DESAIN HIASAN BUSANA...........................21 A. Macam Desain Hiasan...................................25 B. Teknik Penerapan Hiasan...............................27 DAFTAR PUSTAKA....................................................29 TENTANG PENULIS...................................................30 Daftar Isi

vi Elemen Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menerapkan desain dan olah tekstil yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan kebudayaan daerah (batik/ tenun/ motif printing/ mengolah bahan) serta menerapkan desain hiasan (renda/ sulaman/ kancing hias/ bordir.

1 BAB I EKSPERIMEN TEKSTIL

2 Eksperimen Tekstil Eksperimen Tekstil merupakan proses eksplorasi dan inovasi dalam pengolahan kain dan serat tekstil untuk menciptakan efek visual, tekstur, dan fungsi baru yang dapat diterapkan dalam industri fashion, interior, dan kerajinan tangan. Bahan dasar busana disebut juga dengan kain. Kain terbentuk dai serat tekstil yang diolah sedemikian rupa sehingga tercipta kain yang biasa kita lihat dipasaran. Serat tekstil pada dasarnya berasal dari tiga unsur utama, yaitu serat yang berasal dari alam, serat buatan, dan serat galian. Tekstil memiliki peran penting dalam berbagai industri, di antaranya: a. Industri Fashion Produksi pakaian, aksesori, dan busana berbasis tren dan kebutuhan pasar. b. Industri Interior dan Dekorasi Penggunaan tekstil dalam pembuatan gorden, karpet, taplak meja, dan sarung bantal. c. Industri Kerajinan Pengembangan produk berbasis kain seperti tas kain, dompet bordir, atau batik eco-print. d. Industri Teknologi dan Medis

3 Penggunaan tekstil dalam pembuatan pakaian anti-air, anti-bakteri, dan bahan tekstil untuk medis.

4 Serat Galian Serat Buatan / Termoplastik A. Bahan Dasar Tekstil 1. Serat Alam 2. 3. Serat yang terbuat dari dalam tanah. Contoh logam : asbes dan Serat tekstil yang berasal darialam seperti tumbuhan, binatang, dan barang galian. Contoh : kapas, nanas, bulu domba, ulat sutera, dan sebagainya. Serat tekstil yang berasal dari alam seperti rayon, dan polemir. Contoh : dacron, polyester,dannylon.

5 4. 5. 6. Satuan gramasi kain dalam hitunganm2 Benang yang terletak pada kain dengan arah memanjang (vertikal). Terletak pada gambar yang berwarna putih. Benang yang terletak pada kain dengan arah melebar (horizontal). Terletak pada gambar yang berwarna merah. BenangPakan BenangLungsi GSM Square Meter) (Gram per

6 B. Zat Warna Tekstil Warna1. Warna adalah spektrum cahaya putih yang dipantulkan sesuai pigmen pada permukaan benda. 2. Warna Primer Warna primer disebut juga warna dasar atau pokok. Contoh : merah, kuning, dan biru. 3. Warna Sekunder Warna sekunder merupakan hasil dari pencampuran dari dua warna primer. Contoh : oranye, hijau, dan ungu

7 6. - 4. Warna Tersier Warna tersier diperoleh dari pencampuran warna primer dan warna sekunder. Contoh : amber, vermilion, magenta, violet, teal, dan spring green. 5. Warna Kuarter Warna merupakan pencampuran kuarter hasil dari kedua warna tersier. Contoh coklat kemerahan, coklat kekuningan, coklat kebiruan. : Pewarna Alami Zat berasal tumbuhan, warna yang dari hewan, tanpaatau mineral proses kimia sintetis. Pewarna Sintetis Zat warna buatan yang berbahan dasar turunan minyak bumi. Pewarna Tekstil -

8 C. Kain Ramah Lingkungan 1. Kain Katun Organik Kain dariserat kapas yang ditanam secara alami tanpa pestisida atau bahan kimia. 2. Kain Linen Kain yang terbuat dari serat tanaman rami. 3. Kain Wol Kain yang terbuat dari serat bulu domba atau hewan lainnya, seperti kambing atau alpaka.

9 4. 5. Kain Tencel Kain ini terbuat dari serat selulosa alami yang dihasilkan dari kayu eukaliptus. Kain yang terbuat dari serat kapas yang ditanam dengan metode pertanian organik. 6. Kain Rayon Bambu Kain dari diekstraksi tanaman bambu. yang terbuat yang dari selulosa Kain Organik Kapas

10 Mordanting (Menyiapkan Kain) Proses melapisi kain dengan larutan mordan (tawas, tunjung atau kapur sirih) agar serat mudah mengikat zat warna sehingga tidak mudah luntur. Pewarnaan (Dyeing) D. Pengolahan & Kimia Tekstil 1. Scouring (Pembersihan) Tahap awal pencucian kain dengan lerak atau sabun khusus untuk menghilangkan kotoran, minyak dan kanji agar pori-pori serat terbuka. 2. 3. Proses pencelupan atau pengolesan kain ke dalam larutan zat warna (baik alami maupun sintetis) secara berulang hingga mendapatkan intensitas warna yang diinginkan.

11 4. 5. 6. Tahap mengunci warna pada kain yang sudah diwarnai menggunakan zat tawas, tunjung, atau cuka agar warna menempel secara permanen dan tahan lama. Bilasan terakhir menggunakan air bersih dan deterjen lembut untuk melunturkan sisa zat warna atau residu mordan yang tidak terserap sempurna di permukaan kain. Teknik Anyaman atau Tenun Proses pembuatan kain dari benang dengan metodetradisional maupun modern. Fiksasi Warna) (Washing) (Penguncian Pencucian Akhir

12 8. 9. Teknik pembuatan kain dengan cara menyilangkan benang lungsi (vertikal) dan benang pakan (horizontal). Teknik menghias kain dengan menggunakan malam (lilin) sebagai perintang warna. 7. Teknik Non-Tenun Pengolahan serat menjadi lembaran kain tanpa proses tenun, misalnya dengan teknik felting (pengolahan kain wol). Teknik Menenun Teknik Membatik

13 10. - 12. Alat Tenun Digunakan dalam pembuatan kain tenun tradisional maupun modern. Screen Printing Menggunakan cetakan layarsablon. - Digital Printing Menggunakan printer tekstil. khusus - Sublimasi Menggunakan panas mencetakuntuk warna. 11. Alat Cetak dan Contoh: sablon, blok kayu, dan teknik digital printing untuk kain. Teknik Printing

14 13. Alat Pewarnaan Contoh: (untuk cetakan wajan, canting dan Teknik batik), kuas untuk pewarnaan kain.

15 Jumputan E. Macam Eksperimen Tekstil 1. Shibori 2. Teknik pewarnaan kain dengan cara melipat, mengikat, membelit kain sebelum melakukan pewarnaan agar tercipta motif geometris. Teknik celup ikat tradisional Nusantara dengan cara menjumput/ mencubit permukaan kain, lalu diikat erat sebelum pencelupan warna. 3. Ecoprint Teknik menghias kain menggunakan bahan alam seperti daun, bunga, dan batang dengan cara menempel, memukul, atau mengukusnya agar zat warna daun berpindah ke serat kain.

16 4. 5. 6. Teknik melukis diatas kain gelap menggunakan cairan pemutih pakaian (bleach) untuk melunturkan warna dasar kain sehingga membentuk motif terang. Teknik mencetak pada kain menggunakan ukiran pada balok kayu yang telah dilumuri pewarna. Teknik sulam tradisional asal Jepang yang menggunakan teknik jelujur sederhana secara berulang untuk memperkuat struktur kain sekaligus menciptakan pola hias geometris. Sashiko Block Printing Bleach Painting

17 F. Manipulasi Kain 1. Patchwork Perca Teknikmenggabungkan atau menjahit potongan kain perca menjadi satu karya. / Jahit 2. Quilting Menjahit kain berlapis untuk menciptakan motif timbul. 3. Smock Sulaman tangan yang membuat kerutan/ lipatan berpola sehigga menghasilkan tampilan 3 dimensi pada kain.

18 5. Shirring Membuat kerutan pada kain menggunakan benang elastis yang dijahit sejajar, memberi efek mengembang dan fleksibel. 6. Pleating/Plisket Melipat kain secara berulang dengan pola teratur (lipit searah, lipit hadap, akordeon) untuk menciptakan dimensi dan gerakan. 4. Slashing Quilting Teknik tekstil dengan menumpuk lapisan kain, menjahitnya sejajar, lalu menyayat lapisan atas hingga tercipta tekstur 3D.

19 7. Gathering Menarik benang jahitan untuk mengumpulkan kain menjadi kerutan- kerutan bebas, biasa dipakai pada rok atau lengan. 9. Origami Melipat kain dengan teknik seperti origami untuk membentuk pola geometris tiga dimensi. 8. Tucking Melipat kain kecil-kecil lalu dijahit sejajar, menghasilkan garis- garis timbul yang rapi dan terstruktur.

20 11. Stuffing Teknik manipulasi kain dengan memberi isian dakron supaya mengasilkan efek 3D. 12. Cording Teknik manipulasi kain dengan menyisipkan tali atau kabel di antara dua lapisan kain untuk menciptakan garis timbul yang kaku dan terstruktur. 10. Fraying Teknik merumbaikan kain dengan cara melepas beberapa serat kain.

21 BABII DESAIN HIASAN BUSANA

22 Hiasan Tekstil Desain Hiasan Busana 1. Mendesain Produk Tekstil Berbasis Kebutuhan Industri dan Budaya Proses merancang pola, motif, atau ornamen yang akan diaplikasikan pada kain. Hiasan tekstil adalah berbagai elemen dekoratif yang ditambahkan pada kain atau pakaian untuk meningkatkan nilai estetika dan fungsinya. Desain produk tekstilharus mempertimbangkan dua faktor utama: kebutuhan industri dan kearifan budaya lokal. a. Berbasis Kebutuhan Industri - Desain harus sesuai dengan tren pasar dan interior,permintaan industri fashion, maupun tekstil teknis. - Memperhatikan aspek fungsionalitas, efisiensi produksi, dan daya tahan produk. Contoh: Seragam kerja dengan bordir logo, kain printing untuk kebutuhan otomotif atau medis. - b. Berbasis Budaya Lokal

23 a. b. - - - Tahapan Produksi - Perancangan: Membuat desain awal sesuai kebutuhan dan tren. Pemilihan Bahan: Memilih tekstil yang sesuai dengan fungsi produk. Proses Pengolahan: Menggunakan teknik batik, bordir, printing, atau sulaman untuk menghias kain. Finishing: penyetrikaan, - - - Meliputi pencucian, kualitasdan pengecekan sebelum produk dipasarkan. Standar Kualitas Produk Tekstil - Kekuatan Jahitan & Ketahanan Warna: Tidak mudah lepas atau luntur. Mengadaptasi motif khas daerah seperti batik, tenun, atau bordir tradisional dalam desain modern. Mengembangkan produk tekstil dengan unsur budaya agar tetap relevan dalam pasar global. Contoh: Jaket bomber dengan motif batik, tas berbahan tenun khas Nusa Tenggara, atau gaun modern dengan sulaman khas Sumatera. 2. Proses Produksi dan Standar Kualitas Produk Tekstil

24 a. b. - - Kerapian Finishing: Tidak ada benang yang longgar atau cacat produksi. Kenyamanan Pemakaian: Tidak menyebabkan iritasi kulit dan sesuai dengan fungsinya. Strategi Pemasaran - Pemasaran Konvensional: Dijual di butik, pameran, atau toko offline. Pemasaran Digital: Melalui media sosial, marketplace (Shopee, Tokopedia), dan website. - - Kolaborasi dengan Desainer atau Influencer untuk meningkatkan daya tarik produk. Branding Produk Tekstil - Membuat logo, tagline, dan identitas visual yang mencerminkan karakter produk. Menggunakan kemasan dan label yang menarik serta informatif. - - Mengedepankan keunikan dan nilai budaya agar produk lebih menarik di pasar global. 3. Pemasaran Berhias dan Branding Produk Tekstil

25 Renda Bordir A. Macam Desain Hiasan 1. Sulaman Sulaman datar Sulaman timbul/relief 2. 3. Teknik menghias kain dengan benang berwarna menggunakan jarum. Contoh: - - Terbuat dari benang yang dirajut atau dijalin membentuk motif tertentu. Contoh: - - - Renda katun Renda air Renda tile Teknikhiasan dengan benangyang dijahit menggunakan mesin atau tangan.

26 4. 5. Penerapan hiasan tiga dimensi menggunakan bebatuan mutiara imitasi, payet, dan mote untuk menambah kesan mewah. Teknik simpul menyimpul tali yang bisa berfungsi sebagai elemen dekoratif maupun struktural Berfungsi sebagai elemen estetika selain sebagai pengait pakaian. Payet 6. Makrame Kancing hias

27 B. Teknik Penerapan Hiasan Menjahit Digunakan menerapkan 2. Menempel/Aplikasi Menggunakan lem atau dijahit untuk memasang manik-manik, atau pita dekoratif. 3. Bordir Mesin Bordir yang dibuat menggunakan mesin. 1. untuk sulaman, memasang kancing hias.

28 4. Printing Hiasan Menggunakan sablon atau teknik digital printing untuk membuat efek dekoratif pada kain.

29 Rahmawati, D. (2025). Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan. Andi. Wolff, C. (1996). The Art of Manipulating Fabric. Chilton Book Co. Ernawati., Izwerni., Nelmira, W. (2008). Tata Busana. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Surtini, N. (2023). Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan. PT Lini Suara Nusantara. Daftar Pustaka

30 Prilla Safina Syifadewi adalah mahasiswa tingkat akhir program studi Tata Busana di Universitas Negeri mendedikasikan penelitian tugas akhir (skripsi) untuk mengembangkan metode pembelajaran busana menggunakan Ketertarikan utamanya berpusat pada elemen Eksperimen Tekstil dan Desain Hiasan Busana, di mana ia gemar memadukan eksplorasi material mendalam dengan estetika visual yang segar. Melalui kamus istilah ini, Prilla Safina syifadewi bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori akademis yang rumit dan praktik langsung di lapangan, sehingga siswa SMK dapat lebh mudah memahami, merancang, dan mengeksplorasi kreativitas busana secara mandiri. Tentang Penulis kamus istilah berbasis flipbook.