Created in Canva
Buku Saku Digital WISATA Buku Panduan keselamatan bagi wisatawan kawasan Pantai Lumpue, Kota Parepare PANTAI LUMPUE 1
TIM PENYUSUN Ni Ny. WedarthaniAchintya A.,M.Kes. Dr. drg. Lilies Anggarwati Astuti, Sp.Perio. dr. Sry Wahyuni Warastuti, MTD(HE) 2
DAFTAR ISI 4 5 6 8 9 10 11 18 19 KATA PENGANTAR SELAMAT DATANG DI PANTAI LUMPUE MENGENAL METODE HIRARC MENGAPA WISATAWAN PERLU BUKU PANDUAN KESELAMAATAN ? BUKU PANDUAN INI UNTUK SIAPA ? POTENSI BAHAYA DI PANTAI DO’S & DONT’S CHECKLIST KESELAMATAN DAFTAR REFERENSI 3
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YangMaha Esa atas tersusun nya Buku Saku Digital K3 Wisata Pantai Lumpue ini. Buku panduan ini disusun sebagai acuan praktis bagi para wisatawan untuk mengenali potensi bahaya serta memahami langkah pencegahan risiko selama beraktivitas di kawasan pantai. Melalui pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) yang dikemas secara sederhana, kami berharap kesadaran akan keselamatan dan kesehatan dapat menjadi budaya bersama. Semoga panduan ini memberikan manfaat nyata dalam menciptakan pengalaman berwisata aman dan nyaman di Kota Parepare. Hormat kami, TIM PENYUSUN 01 4
Pantai Lumpue adalah pantai tertua yang berlokasi di Kota Parepare, Sulawesi Selatan. Pantai ini merupakan pantai favorit masyarakat sekitar dan banyak pengunjung terutama saat di hari libur. Kawasan pantai ini memiliki 4 pintu masuk yang dikelola oleh masyarakat secara individu. Masing- masing pintu masuk pantai menyediakan fasilitas untuk pengunjung mulai dari gazebo, wahana permainan air dan kuliner. Sebagian besar wisatawan menghabiskan waktu di Pantai Lumpue dengan berenang, kuliner, berkumpul dan mengobrol di gazebo, dan lain-lain. SELAMAT DATANG DI PANTAI LUMPUE Kegiatan wisata di Pantai Lumpue tidak lepas dari hal-hal berisiko yang mungkin akan terjadi. Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini banyak kejadian keselamatan yang dialami wisatawan seperti tenggelam karena ombak besar, adanya serangan hewan laut seperti ubur-ubur, dan masih banyak lagi. Peristiwa tersebut menjadi hal yang perlu disadari dan dimitigasi bersama. Oleh karena itu kami membantu wisatawan agar memahami cara mitigasi dari risiko yang mungkin terjadi selama beraktivitas di pantai. Selamat membaca buku panduan ini. 5
MENGENAL METODE HIRARC HIRARC (Hazardidentification Risk assessment and Risk control) yaitu metodeuntuk 2.Risk Assessment (Penilaian Risiko) Menilai seberapa besar bahaya tersebut bagi wisatawan. identifikasi bahaya, penilaian risiko danpengendalian risiko.Padasektor pariwisata, metode ini bertujuan mengenali semua potensi bahaya di kawasan wisata serta menyusun langkah- langkah mitigasi dari masing-masing potensi bahaya. 1.Hazard Identification (Identifikasi Bahaya) Menemukan apa saja yang bisa menyebabkan cedera di area pantai. Contoh : cuaca ektrim, ombak, sampah dan lain-lain 6
MENGENAL METODE HIRARC 3.Risk Control (PengendalianRisiko) Menentukan langkah mitigasiuntukmencegahkecelakaan(sepertimenyediakan rambu atau aturan). Metode HIRARC yang sudah tersusun akan menjadi dasar untuk memtigasi semua potensi risiko melalui langkah promotif dan pencegahan yang disesuaikan dengan kondisi kawasan wisata. 7
Pelayanan untuk Wisatawan Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Aspek keselamatanpenting bagi pengunjung dan pengelola wisata untuk dapat terhindar dari potensi bahaya seperti hewan laut, cuaca ekstrim, dan kecelakaan. Meningkatkan Kesadaran Diri Meningkatkan Kesiapsiagaan Wisatawan yang sudah teredukasi mengenai keselamatan, maka akan lebih siaga dalam memitigasi risiko yang terjadi. Panduan keselamatan menjadi salah satu pelayanan kawasan wisata untuk wisata yang aman dan sehat. Membantu wisatawan untuk ambil keputusan yang aman saat wisata, misal memilih area berenang yang aman dan menepi saat kondisi ombak tinggi. 8 MENGAPA WISATAWAN PERLU BUKU PANDUAN KESELAMATAN?
01 02 03 04 05 WISATAWAN PENGELOLA WISATA KELOMPOK SADAR WISATA PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN ASOSIASI & PROFESI TERKAIT DAYA TARIK WISATA BUKU PANDUAN INI UNTUK SIAPA ? 9
04 05 02 03 01 Kecelakaan Perahu Pasang Surut & Sampah Tsunami & Gempa Serangan Biota laut (ubur- ubur & bulu babi) Tenggelam & Gelombang Tinggi POTENSI BAHAYA WISATA PANTAI Mari kita pahami, bahwa beraktivitas di pantai memiliki beberapa risiko bahaya.Panduan inimengharapkan wisatawan untuk menyadari risiko yang terjadi serta dapat memtigasi dengan menjalankan langkah-langkah wisata secara aman. Berikut adalah potensi bahaya di kawasan wisata pantai : 10
DO'S & DON'TSDILAKUKAN SELAMA WISATA DI PANTAI Pada Bagian Do’s and Don’ts kita diajak memahami potensi bahaya di pantai sebagai langkah menjaga orang tercinta kita berlibur dengan aman dan bebas risiko. Buku panduan ini menyediakan langkah sederhana untuk tetap aman selama berlibur. 11
RISIKO : TENGGELAM & GELOMBANG TINGGI Jangan berenang saat gelombang sedang tinggi. Jangan melebihi tanda batas aman berenang. Jangan berenang sendiri tanpa ada pengawasan. Gunakan pelampung (life jacket) saat berenang atau bermain wahana air. Perhatikan rambu peringatan batas berenang yang aman. Mendampingi anak-anak saat berada di tepi pantai. Kawasanpantai Lumpue memilikipotensi terjadinya tenggelam dan gelombangtinggi yang dapatberujung padakecelakaanfisik hingga kematian. Berikut panduan keselamatan bagi wisatawan : Do’s Don’ts DO'S & DON'TS 12
RISIKO : PASANG SURUT & SAMPAH Gunakan alas kaki agar terhindar dari sampah tajam seperti kaca dan benda tajam lainnya. Buang sampah pada tempatnya agar lingkungan tetap bersih. Selalu memperhatikan perubahan pasang surut agar tetap aman saat piknik di dekat pantai. Jangan meninggalkan sampah setelah beraktivitas di pantai. Jangan mengubur sampah di pantai terutama sampah benda tajam seperti tusuk sate, pecahan kaca, karena dapat melukai pengunjung lain. Jangan piknik terlalu dekat dengan bibir pantai. Pada sekitarkawasanpantai biasanya ada beberapatitik dipenuhi sampah. Untuk terhindar dari bahaya dari sampahserta pasang surut air laut, terapkan panduan berikut : Do’s Don’ts DO'S & DON'TS 13
RISIKO : KECELAKAAN PERAHU WISATA Pastikan perahu memiliki pelampung yang digunakan oleh penumpang. Duduk dengan tertib dan tidak melebih kapasitas. tidak melakukan gerakan mendadak saat diatas perahu. tidak memaksakan diri untuk naik ke perahu yang melebihi kapasitas. Wahana wisataperahupadasekitar pantaimemiliki adanya risiko kecelakaanseperti perahu rusak dan berdampaktenggelam serta perahu menabrak perahu lainnya. Berikut panduan keselamatan untuk wisatawan : Do’s Don’ts DO'S & DON'TS 14
RISIKO : BENCANA ALAM (TSUNAMI & GEMPA BUMI) Jangan panik saat terjadi gempa atau tsunami dan ikuti arahan dari petugas keselamatan. Jangan mendekati garis pantai saat air laut menjadi surut setelah terjadi gempa. Pahami titik kumpul terdekat saat berkunjung ke lokasi wisata pantai. Bila terjadi gempa dan atau tsunami, jauhi wilayah pantai dan pergi ke tempat yang lebih tinggi. Kejadian gempabumi dantsunami tidak dapatdiprediksi,namun dengan menerapkan kesiapsiagaan akan membantu meningkatkan keselamatan. Berikut adalah panduannya : Do’s Don’ts DO'S & DON'TS 15
RISIKO : SERANGAN BIOTA LAUT (UBUR-UBUR) Ubur-ubur memiliki tentakel yang dapat melepaskan racun dan menimbulkan rasa terbakar, gatal hingga ruam keemrahan pada kulit yang terkena. Berikut panduan keselamatan bila terkena ubur- ubur : Do’s Jangan Menggosok area sengatan dengan tangan, kain atau pasir Jangan mengompres dengan es, bila tentakel belum dibersihkan secara tuntas. Jangan membilas area sengatan dengan air tawar atau alkohol, untuk menghindari perubahan sel penyengat mengeluarkan lebih banyak racun Segera keluar dari air dan tetap tenang Bilas area yang terkena sengatan dengan air laut agar membersihkan sisa tentakel yang menempel Bila terlihat tentakel masih ada yang menempe cabut tentakel dengan pinset, hindari menyentuh langsung tentakel Segera ke fasilitas kesehatan bila mengalami sesak napas, mual muntah, wajah membengkak hingga penurunan kesadaran. Don’ts DO'S & DON'TS 16
RISIKO : SERANGAN BIOTA LAUT (BULU BABI) Duri pada bulu babi sangat mudah patah bila terkena kulit. Dampak terkena duri bulu babi yaitu nyeri, peradangan dan dapat menimbulkan infeksi bila tidak dikeluarkan dari kulit. Berikut adalah panduan bila wisatawan terkena bulu babi : Do’s Segera keluar dari air dan cari tempat aman agar duri tidak masuk di kulit semakin dalam. Gunakan alas kaki bila ke tempat yang berbatu karang untuk terhindari dari tusukan bulu babi Bila terkena duri, cabut duri secara perlahan dengan pinset dan bersihkan bekas luka tusukan dengan sabun antiseptik beserta air mengalir Pergi ke fasilitas kesehatan bila ada tanda-tanda infeksi serta duri tidak bisa dikeluarkan. Jangan mencabut duri dengan jarum yang tidak steril Jangan membiarkan duri yag sudah masuk terlalu dalam ke kulit Jangan memukul duri dengan benda tumpul seperti batu, karena risiko duri akan masuk ke dalam kulit semakin dalam. Dont’s DO'S & DON'TS 17
Daftar Checklist Status Mengecek kondisi cuaca & gelombang hari ini Menggunakan alas kaki agar terhindar dari sampah tajam Membawa kantong sampah pribadi Mengetahui lokasi fasilitas kesehatan/pos bantuan terdekat Mengetahui titik kumpul di kawasan pantai Jika membawa anak-anak, selalu mengawasi untuk tetap aman ✅ ✅ ✅ ✅ ✅ ✅ Done Done Done Done Done Done CHECKLIST KESELAMATAN SELAMA WISATA DI PANTAI Sebelum dan selamaberwisata di kawasanpantai, gunakan daftar periksa (checklist) berikut untuk memastikan anda sudah memenuhi persiapan mitigasi risiko demi liburan yang aman dan nyaman. 18
DAFTAR REFERENSI Agustin, Helfi,andYudah Marta. 2019. “Risk Management for HealthierandSafer TouristDestination (Case Study at Parangritis Beach,Special RegionYogyakarta, Indonesia).” Advances in Health Sciences Research 18:115–18. doi:10.2991/adics-phs- 19.2019.23. Made, Wirawan. 2016. “KESEHATAN PARIWISATA: ASPEK KESEHATAN MASYARAKAT DI DAERAH TUJUAN WISATA.” Health Juni 3(1). Marfai, Muh Aris, Sunarto, Nurul Khakim, Hendy Fatchurohman, Ahmad Cahyadi, Yunus Aris Wibowo, and Fredi Satya Candra Rosaji. 2019. “Tsunami Hazard Mapping and Loss Estimation Using Geographic Information System in Drini Beach, Gunungkidul Coastal Area, Yogyakarta, Indonesia.” E3S Web of Conferences 76. doi:10.1051/e3sconf/20197603010. Ni Made Sri Nopiyan i I Md AdyWirawan. 2022. “The Impact of Tourism Development on the Quality of Life of the Locals in a Tourist Destination.” Journal of Medical Sciences 36(1):105–12. doi:10.31217/p.36.1.12. PennState Global. 2026. “Travel Safety Tips.” https://global.psu.edu/landing/travel- safety-tips. WHO. 2024. “Travel and Health.” https://www.who.int/health-topics/travel-and- health#tab=tab_1. Australian Resuscitation Council & New Zealand Resuscitation Council (ANZCOR). (2021). Guideline 9.4.5: First Aid Management of Marine Envenomation. ANZCOR Guidelines. Haddad Júnior V. Injuries caused by sea urchins on the Brazilian coast: advances in the development of therapeutic methods and prevention of wounds. Rev Soc Bras Med Trop. 2026 Feb 2;59:e03142025. doi: 10.1590/0037-8682-0314-2025. PMID: 41637358; PMCID: PMC12872183. 19