Hujan turun perlahan sore itu. Rintiknya mengetuk kaca jendela sebuah kedai kecil disudut jalan lampu- lampu didalam kedai mulai dinyalakan, menciptakan suasana hangat ditengah udara yang dingin.didekat jendela, seorang perempuan duduk sendiri bernama Arumi. tangannya menggenggam secangkir coklat hangat , tetapi pikirannya sama sekali tidak berada di tempat itu. Sudah tiga tahun berlalu sejak terakhir kali ia bertemu Sastra.tiga tahun waktu yang cukup lama untuk melupakan seseorang setidaknya begitulah yang selalu Arumi katakan kepada dirinya sendiri. namun ketika hujan turun, ingatannya selalu kembali kepada laki laki tersebut.
S a stra. Seseorang yang pernah membuat hari harinya terasa begitu sederhana. Seseorang yang dulu selalu berada di samping nya, mendengarkanceritaceritakecilnya,menemaninyaberjalanpulang , bahkan mengingatkan hal hal yang Arumi sendiri lupakan. Merekatidak pernahbenar-benar menyebuthubunganmereka sebagai berpacaran. Tidak ada kata "kita" yang pernah diucapkan secara resmi. perasaan yang terlalu dalamuntukdisebutpersahabatan,tetapu terlalu samar untuk disebut cinta.mungkin itulah kesalahan mereka.mereka terlalu takut bertanya tentang perasaan masing-masing sampai akhirnya waktu mengambil kesempatan itu dari mereka. Tiga tahu nlalu,Arumidan sastra adalah mahasiswadisebuah kampusyang sama.mereka pertama kali bertemu ketika hujan turun sangat de- ras. Saat itu ,Arumi berdiri di depan gedung kampus sambil memeluk buku- bukunya.ia lupa membawa payung."kamu mau berdiri di situ sampai hujannya berhenti?" suara seseorang terdengar dari sampingnya Arumi menoleh, seorang laki-laki berdiri sambil memegang payung hitam."memangnya kamu punya cara supaya hujannya berhenti?" tanya Arumi.Sastra tertawa. "Nggak.tapi aku punya payung". Arumi melihat payung itu, kemudian melihat Sastra"terus?" " Pulang bareng". itulah awal dari semuanya. Sejak hari itu mereka semakin dekat
Sastra sering menunggu Arumi selesai kuliah. Kadang mereka pergi ke perpustakaan, kadang membeli makanan murah di sekitar kampus,dan sesekali hanya duduk di taman sambil membicarakan masa depan.tetapi setiap kali ingin mengatakan, keberaniannya menghilang. ia takut jika perasaannya justru menghancurkan hubu- ngan mereka.Arumi pun sama.keduanya saling menunggu tanpa mereka sadari hari kelulusan pun tiba, semua orang sibuk membicarakan rancangan setelah lulus. Sastra pun "aku dapat pekerjaan di jakarta" katanya kepada Arumi. Arumi bertanya "mulai kapan?" "bulan depan" Arumi mencoba tersenyum."wah selamat" Mereka terdiam cukup lama, sebenarnya ada banyak hal yang ingin dikatakan tetapi tidak ada satupun pertanyaan yang keluar. Arumi memandang punggungnya sampai menghilang dikerumunan.saat itu ia menyadari, mungkin ia telah kehilangan kesempatan untuk mengatakan bahwa ia mencintai Sastra.tiga tahun kemudian Sastra mengunjungi rumah Arumitentang masalalu yang ternyata masih mereka ingat dengan jelas. mereka saling menatap"Aku pernah mencintai mu, Arumi"kata Sastra.Sastra menngajak Arumi untuk ketemuan malam hari.tetapi untuk pertama kalinya mereka tidak takut pada Ketidakpastian.mungkin kisah mereka baru saja dimulai akhirnya ada keberanian untuk memilih meskipun kita belum tau akan sampai mana.