Created in Canva
BahasaIndonesiaI M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r B U K U A J A R VI KELAS
BahasaIndonesiaI M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r B U K U A J A R VI KELAS
3 SAMBUTAN PENGAWAS PEMBINA SEKOLAH DASAR KECAMATAN CISEENGAssalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil’alamin. Saya menyambut dengan penuh apresiasi terbitnya Buku Ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Untuk Kelas VI karya Bapak Imam Sukrilah, S.Pd., M.Pd., Gr. Terbitnya buku ini menjadi sebuah langkah bermakna, terlebih karena merupakan karya tunggal perdana dari penulis. Sebuah karya perdana bukan sekadar hasil dari proses menulis, melainkan juga wujud keberanian untuk berbagi gagasan, pengetahuan, dan pengalaman demi kemajuan pendidikan. Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menyimak, membaca, berbicara, dan menulis, memperluas wawasan, mengembangkan daya pikir kritis dan kreatif, serta mampu menggunakan bahasa secara santun dan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kehadiran buku ajar ini diharapkan dapat menjadi salah satu sumber inspirasi bagi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Sebagai Pengawas Pembina, saya merasa bangga, penuh syukur dan menghargai ikhtiar penulis untuk terus berupaya menghadirkan solusi atas tantangan yang dihadapinya sebagai guru dengan cara mengembangkan kompetensi serta berkontribusi melalui karya nyata. Semoga langkah awal ini menjadi pintu bagi lahirnya karya-karya berikutnya dan mendorong tumbuhnya budaya literasi serta semangat berbagi praktik baik di kalangan pendidik. Saya berharap buku ini memberikan manfaat bagi para guru, peserta didik, dan dunia pendidikan secara lebih luas. Semoga setiap upaya baik yang dilakukan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan membentuk generasi Indonesia yang berkarakter. Selamat atas terbitnya karya perdana ini. Teruslah berkarya, bertumbuh, dan menginspirasi.
4 Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian kita di dunia pendidikan, Aamiin yaa Rabbal'aalamiin. Pengawas Pembina Sekolah Dasar Iis Erwin Herwina, S.Si NIP. 197607272011012002
5 KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga buku Pendidikan Pancasila ini dapat disusun sebagai salah satu upaya untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah dasar. Buku ini lahir dari pengalaman saya sebagai seorang guru yang setiap hari berhadapan langsung dengan proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dalam menyusun pembelajaran, saya berusaha merancang Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang sesuai dengan kebutuhan murid, karakteristik pembelajaran, serta kompetensi yang perlu mereka kuasai. Namun, ketika mencari buku pelajaran yang dapat digunakan sebagai pendamping pembelajaran tersebut, saya kerap menemukan sejumlah kendala. Urutan materi tidak selalu sesuai dengan alur pembelajaran yang telah disusun, beberapa pembahasan terasa kurang lengkap, dan tidak sedikit materi yang kurang selaras dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Bagi saya, buku pelajaran seharusnya menjadi sarana yang membantu guru dan murid menjalani proses belajar secara lebih terarah, bukan justru menambah pekerjaan karena guru harus terus mencari materi tambahan, menyusun ulang pembahasan, atau menyesuaikan isi buku dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat. Saya memahami bahwa setiap buku memiliki pendekatan dan susunan materi masing-masing. Namun, saya juga meyakini bahwa kebutuhan pembelajaran di setiap kelas tidak selalu dapat dipenuhi oleh satu buku yang tersedia di pasaran. Dari pengalaman itulah, saya mengambil keputusan sederhana: daripada terus mencari buku yang sepenuhnya sesuai atau sekadar mengeluhkan keterbatasan yang ada, saya memilih untuk menyusun buku sendiri. Buku ini saya rancang dengan menjadikan Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran yang telah saya susun sebagai dasar utama dalam menentukan urutan, cakupan, dan kedalaman materi. Dengan demikian, setiap bab dan subbab diharapkan memiliki keterkaitan yang jelas serta mendukung proses belajar secara bertahap dan berkesinambungan. Saya menyadari bahwa menyusun buku pelajaran bukan pekerjaan yang ringan. Diperlukan ketelitian dalam mengembangkan materi, memilih contoh yang dekat dengan kehidupan murid, menyajikan penjelasan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta merancang kegiatan belajar yang bermakna.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 6 Oleh karena itu, buku ini tidak saya pandang sebagai karya yang sempurna atau telah selesai untuk selamanya. Sebaliknya, buku ini merupakan bagian dari proses belajar, refleksi, dan upaya berkelanjutan untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas. Harapan saya, buku ini dapat membantu murid memahami materi secara lebih runtut, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari, serta terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Bagi guru, buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi yang memudahkan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan. Saya juga berharap buku ini dapat terus disempurnakan melalui pengalaman penggunaan, masukan, dan evaluasi dari berbagai pihak. Akhir kata, saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan inspirasi dalam proses penyusunan buku ini. Saya terbuka terhadap kritik dan saran yang membangun demi perbaikan dan pengembangan buku pada masa mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian kecil dari ikhtiar untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih terarah, bermakna, dan berpihak pada kebutuhan murid. Penulis dan Penyusun Imam Sukrilah, S.Pd., M.Pd., Gr.
No Tujuan Pembelajaran Nama BAB Waktu Penyampaian 1 Menganalisis nilai-nilai dalam teks sastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual. BAB I - Menjelajahi Nilai Kehidupan dalam Teks Sastra Juli Agustus 2 Menyampaikan perasaan berdasarkan fakta (orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. BAB II - Mengungkapkan Pengalaman melalui Teks Sastra Agustus September 3 Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan hasil pengamatan dengan rangkaian kalimat kompleks secara kreatif menggunakan kaidah kebahasaan. BAB III – Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Oktober November 4 Menyampaikan perasaan berdasarkan imajinasi (orang lain) secara indah dan menarik dalam bentuk teks sastra dengan penggunaan kosakata secara kreatif. BAB IV – Berpantun dengan Imajinasi dan Kreativitas November Desember 5 Mempresentasikan gagasan dari berbagai tipe teks dengan efektif dan santun. BAB V – Menyampaikan Gagasan secara Efektif dan Santun Januari Februari 6 Menganalisis nilai-nilai dalam teks nonsastra berwujud teks visual dan/atau audiovisual. BAB VI – Menggali Informasi dan Nilai dalam Teks Laporan Hasil Observasi Februari Maret April 7 Menulis berbagai tipe teks sederhana berdasarkan imajinasi dengan rangkaian kalimat kompleks secara indah menggunakan kosakata baru yang memiliki makna konotatif. BAB VII – Menghidupkan Tulisan dengan Makna Konotatif April Mei I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 7 TUJUAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 6
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 8 TENTANG BUKU INI Buku ini disusun dengan mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) yang ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025. Capaian Pembelajaran menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran agar murid dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Selanjutnya, guru mengembangkan CP menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), kemudian menyusun TP tersebut secara berurutan menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Dalam menyusun ATP, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan urutan tujuan pembelajaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan murid serta alokasi waktu yang tersedia. Namun, keleluasaan tersebut juga menghadirkan tantangan dalam penggunaan buku pelajaran. Urutan materi dalam buku yang beredar belum tentu sesuai dengan ATP yang disusun oleh setiap guru. Akibatnya, guru terkadang perlu mencari materi tambahan, menyesuaikan urutan pembahasan, atau menyusun bahan ajar sendiri agar pembelajaran berjalan sesuai rencana. Buku ini hadir sebagai salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Materi disusun berdasarkan TP dan ATP yang telah dirancang oleh penulis, sehingga urutan pembahasan di dalam buku mengikuti alur pembelajaran yang direncanakan. Dengan demikian, guru dan murid dapat mempelajari materi secara lebih terarah, bertahap, dan berkesinambungan. CARA MENGGUNAKAN BUKU INI Buku ini disusun berdasarkan pembagian bab dan subbab yang memiliki fungsi masing-masing. Setiap BAB mewakili satu Tujuan Pembelajaran (TP) yang telah disusun oleh penulis. Sementara itu, setiap subbab merupakan pembagian materi berdasarkan alokasi pekan pembelajaran untuk mencapai TP tersebut. Sebagai contoh, BAB I merupakan pembahasan untuk Tujuan Pembelajaran pertama. Subbab A memuat materi yang dipelajari pada pekan pertama, subbab B pada pekan kedua, subbab C pada pekan ketiga, dan subbab D pada pekan keempat. Setiap subbab disusun secara berurutan agar materi yang dipelajari pada satu pekan menjadi dasar untuk memahami materi pada pekan berikutnya. Melalui pembagian tersebut, guru dapat menggunakan buku ini dengan mengikuti urutan bab dan subbab yang tersedia sesuai perencanaan pembelajaran.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 9 Murid pun dapat mengetahui tahapan materi yang sedang dipelajari dan memahami keterkaitan antara satu pembahasan dengan pembahasan lainnya. Perlu diperhatikan bahwa urutan dan pembagian materi dalam buku ini mengikuti ATP yang disusun oleh penulis. Oleh karena itu, guru yang menggunakan buku ini dapat menyesuaikan urutan pembahasan dengan ATP di sekolah masing-masing apabila terdapat perbedaan. Penyesuaian tersebut tetap perlu memperhatikan keterkaitan materi dan ketercapaian tujuan pembelajaran. Akhirnya, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan belajar yang membantu guru melaksanakan pembelajaran secara lebih terencana dan membantu murid memahami materi secara runtut. Buku ini juga menjadi wujud upaya penulis untuk menghadirkan bahan ajar yang lebih dekat dengan kebutuhan pembelajaran di kelas.
Hal SAMBUTAN PENGAWAS PEMBINA KECAMATAN CISEENG 3 KATA PENGANTAR 5 TENTANG BUKU INI 8 DAFTAR ISI 10 BAB I MENJELAJAHI NILAI KEHIDUPAN DALAM TEKS SASTRA 14 A Mengenal Teks Sastra Visual dan Audiovisual 14 B Memahami Isi dan Unsur Teks Sastra 19 C Menemukan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Teks Sastra 26 D Menganalisis Nilai melalui Karya Sastra 32 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke 1 (ASATP-1) 37 BAB II MENGUNGKAPKAN PENGALAMAN MELALUI TEKS SASTRA 44 A Mengenal Pengalaman dan Perasaan Orang Lain 44 B Menggali Fakta melalui Wawancara 46 C Memahami Perasaan dan Sudut Pandang Narasumber 50 D Mengolah Pengalaman Menjadi Karya Sastra 53 E Menulis dan Menyajikan Teks Sastra yang Menarik 55 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke-2 (ASATP-2) 60 BAB III MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI 67 A Mengenal Teks Laporan Hasil Observasi 67 10 DAFTAR ISI
B Mengamati Objek dan Mencatat Fakta 71 C Menyusun Informasi secara Sistematis 74 D Mengembangkan Kalimat Kompleks 77 E Menulis dan Menyunting Laporan Observasi 79 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke-3 (ASATP-3) 82 BAB IV BERPANTUN DENGAN IMAJINASI DAN KREATIVITAS 88 A Mengenal Pantun dan Ciri-Cirinya 88 B Mengungkapkan Perasaan melalui Pantun 91 C Mengembangkan Imajinasi dan Memilih Kosakata dalam Pantun 94 D Menyusun Pantun yang Indah dan Bermakna 97 E Menulis dan Menyajikan Pantun secara Kreatif 100 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke-4 (ASATP-4) 103 BAB V MENYAMPAIKAN GAGASAN SECARA EFEKTIF DAN SANTUN 109 A Mengenal Gagasan dan Cara Menyampaikannya 109 B Menggali Informasi dan Menyusun Alasan Pendukung 112 C Menyusun Gagasan secara Teratur dan Meyakinkan 115 D Mempresentasikan Gagasan dengan Bahasa yang Efektif dan Santun 118 E Berdiskusi dan Menanggapi Gagasan secara Santun 121 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke-5 (ASATP-5) 124 BAB VI – MENGGALI INFORMASI DAN NILAI DALAM TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI 130 A Mengenal Teks Nonsastra Visual dan Audiovisual 130 11
B Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Visual dan Audiovisual 134 C Menganalisis Nilai-Nilai dalam Teks Visual dan Audiovisual 137 D Menilai Kesesuaian Informasi dan Pesan dalam Media 140 E Menyajikan Hasil Analisis Informasi dan Nilai 144 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke-6 (ASATP-6) 154 BAB VII – MENGHIDUPKAN TULISAN DENGAN MAKNA KONOTATIF 160 A Mengenal Makna Denotatif dan Konotatif 160 B Menemukan Makna Konotatif dalam Berbagai Teks 165 C Mengembangkan Imajinasi dengan Kosakata Konotatif dan Kalimat Kompleks 170 D Menulis Teks Imajinatif yang Indah dan Bermakna 176 Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran Ke-7 (ASATP-7) 183 DAFTAR PUSTAKA 189 I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 12
S E M E S T E R G A N J I L BAHASA INDONESIAM O D UL AJAR
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 14 BAB I MENJELAJAHI NILAI KEHIDUPAN DALAM TEKS SASTRA A. Mengenal Teks Sastra Visual dan Audiovisual 1. Apa Itu Teks Sastra? Pernahkah kamu membaca cerita tentang persahabatan, menonton film animasi yang mengharukan, atau melihat komik yang mengajarkan pentingnya kejujuran? Cerita-cerita tersebut dapat membuat kita tertawa, merasa sedih, terharu, bahkan terinspirasi untuk melakukan kebaikan. Cerita yang kamu baca atau tonton tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Di dalamnya, terdapat pengalaman tokoh, peristiwa, dan pesan yang dapat membantu kita memahami kehidupan. Karya yang disusun untuk mengungkapkan pengalaman, gagasan, perasaan, dan imajinasi melalui bahasa yang indah disebut karya sastra. Teks sastra adalah teks yang menggunakan bahasa untuk mengungkapkan pengalaman, perasaan, gagasan, atau imajinasi melalui cara penyampaian yang menarik. Teks sastra dapat berbentuk tulisan, seperti cerpen dan puisi, maupun disajikan melalui media visual dan audiovisual. Berbeda dengan teks yang terutama bertujuan menyampaikan informasi faktual, teks sastra sering mengajak pembaca atau penontonnya membayangkan suatu peristiwa, merasakan pengalaman tokoh, serta memikirkan pesan yang terkandung di dalam cerita. Sebagai contoh, cerita tentang seorang anak yang mengembalikan dompet yang ditemukan di halaman sekolah bukan hanya menceritakan suatu peristiwa. Cerita tersebut juga dapat mengajak kita memahami arti kejujuran dan tanggung jawab. 2. Mengenal Bentuk Penyajian Teks Sastra Teks sastra dapat disampaikan melalui berbagai media. Berdasarkan cara informasi dan ceritanya disajikan, kita dapat mengenal bentuk visual dan audiovisual.
15 a. Teks Sastra Visual Contoh teks sastra visual antara lain: Komik cerita, yaitu cerita yang disampaikan melalui rangkaian gambar dan dialog. Cerita bergambar, yaitu cerita yang dilengkapi ilustrasi untuk membantu pembaca memahami peristiwa. Buku cerita ilustrasi, yaitu buku yang memadukan narasi dan gambar untuk menggambarkan tokoh, latar, serta kejadian. Puisi visual, yaitu puisi yang memanfaatkan susunan tulisan atau bentuk visual untuk memperkuat penyampaian gagasan dan perasaan. Saat membaca komik, misalnya, kamu dapat mengetahui bahwa seorang tokoh sedang bersedih melalui ekspresi wajahnya, gerak tubuhnya, dialog, dan situasi yang digambarkan. Kamu perlu menghubungkan petunjuk-petunjuk tersebut untuk memahami cerita secara utuh. Teks sastra visual adalah karya sastra yang ceritanya disampaikan melalui unsur yang dapat dilihat, seperti tulisan, gambar, ilustrasi, atau rangkaian panel. Pembaca memahami cerita dengan memperhatikan unsur- unsur visual tersebut. b. Teks Sastra Audiovisual Teks sastra audiovisual adalah karya sastra yang disajikan melalui gabungan unsur suara dan gambar bergerak. Penonton dapat memahami cerita melalui percakapan tokoh, narasi, ekspresi, gerakan, musik, serta suasana yang ditampilkan.
Aspek Teks Sastra Visual Teks Sastra Audiovisual Unsur utama Tulisan, gambar, ilustrasi, atau panel Gambar bergerak dan suara Cara menikmati Dibaca atau diamati Ditonton dan didengarkan Petunjuk cerita Ilustrasi, dialog tertulis, susunan gambar, dan narasi Adegan, dialog, narasi, ekspresi, gerakan, dan suara Contoh Komik, cerita bergambar, buku cerita ilustrasi Film animasi, film pendek fiksi, drama audiovisual 16 Contohnya antara lain: Film animasi, yaitu cerita yang disajikan menggunakan gambar bergerak, suara, dan dialog. Film pendek fiksi, yaitu film singkat yang menyajikan cerita dengan tokoh dan rangkaian peristiwa. Drama audiovisual, yaitu pertunjukan drama yang direkam dan disajikan melalui gambar bergerak serta suara. Video cerita, yaitu video yang menyampaikan cerita melalui narasi, dialog, gambar, dan suara. Ketika menonton film animasi tentang seorang anak yang membantu temannya, kamu dapat memahami perasaan tokoh melalui ekspresi wajah, nada suara, tindakan, dan musik yang mengiringi adegan. Semua unsur itu membantu membangun suasana dan memperjelas cerita. 3. Perbedaan Teks Sastra Visual dan Audiovisual Kedua bentuk tersebut sama-sama dapat menyampaikan cerita, pengalaman, dan pesan kehidupan. Perbedaannya terletak pada cara cerita disajikan. Walaupun cara penyajiannya berbeda, keduanya dapat mengandung unsur cerita yang sama, seperti tokoh, latar, rangkaian peristiwa, konflik, dan pesan. Karena itu, kita dapat mempelajari isi dan nilai kehidupan dari kedua bentuk karya tersebut.
17 4. Membaca Cerita melalui Teks Visual Perhatikan cerita bergambar berikut! Walaupun cara penyajiannya berbeda, keduanya dapat mengandung unsur cerita yang sama, seperti tokoh, latar, rangkaian peristiwa, konflik, dan pesan. Karena itu, kita dapat mempelajari isi dan nilai kehidupan dari kedua bentuk karya tersebut. Kotak Pensil yang Tertinggal Pagi itu, Bima menemukan sebuah kotak pensil berwarna merah di dekat taman sekolah. Ia membuka kotak itu sebentar dan melihat beberapa pensil serta penghapus di dalamnya. Bima menyadari bahwa kotak tersebut pasti milik salah seorang siswa. Saat bel istirahat berbunyi, Bima bertanya kepada beberapa teman apakah mereka kehilangan kotak pensil. Tidak lama kemudian, seorang teman bernama Sinta datang dengan wajah cemas. Ia sedang mencari kotak pensil yang tertinggal. Bima menanyakan ciri-ciri kotak pensil tersebut. Setelah Sinta menyebutkan warna dan isi kotaknya dengan tepat, Bima mengembalikannya. Sinta tersenyum lega dan mengucapkan terima kasih. Bima merasa senang karena telah membantu temannya. Ia memahami bahwa barang yang ditemukan bukan berarti boleh dimiliki sendiri. Barang tersebut harus dikembalikan kepada pemiliknya.
Unsur Cerita Penjelasan Tokoh Bima dan Sinta Latar tempat Sekolah, terutama dekat taman Peristiwa utama Bima menemukan dan mengembalikan kotak pensil Masalah Sinta kehilangan kotak pensilnya Penyelesaian Bima memastikan pemiliknya lalu mengembalikan kotak pensil Nilai kehidupan Kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian 18 Dari cerita tersebut, kita dapat mengenali beberapa unsur penting. Cerita tersebut menunjukkan bahwa tindakan sederhana dapat mencerminkan nilai kehidupan yang penting. Bima tidak hanya membantu Sinta, tetapi juga menunjukkan sikap jujur dan bertanggung jawab. Ketika membaca teks sastra visual, jangan hanya memperhatikan tulisan. Amati pula gambar, ekspresi tokoh, dan urutan peristiwa. Semua itu dapat memberikan petunjuk untuk memahami cerita. 5. Bagaimana Memahami Cerita Audiovisual? Ketika menonton film atau video cerita, kamu perlu memperhatikan beberapa unsur berikut. Tokoh dan tindakannya: Siapa yang terlibat dalam cerita dan apa yang mereka lakukan? Dialog dan narasi: Apa yang dikatakan atau diceritakan oleh tokoh? Ekspresi dan gerakan: Apakah tokoh terlihat senang, sedih, takut, atau marah? Suasana dan suara: Bagaimana musik, bunyi, atau nada suara membantu membangun suasana? Rangkaian peristiwa: Apa yang terjadi pada awal, tengah, dan akhir cerita? Pesan cerita: Apa yang dapat dipelajari dari tindakan dan pengalaman tokoh? Sebagai contoh, dalam film pendek tentang seorang siswa yang menolong temannya yang terjatuh, dialog mungkin tidak banyak digunakan. Namun, tindakan menolong, ekspresi khawatir, dan ucapan terima kasih dapat membantu penonton memahami kepedulian dan persahabatan.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 19 B. Memahami Isi dan Unsur Teks Sastra 1. Memahami Isi Teks Sastra Pada bagian sebelumnya, kamu telah mengenal teks sastra visual dan audiovisual. Kamu juga telah belajar bahwa cerita dapat disampaikan melalui tulisan, gambar, maupun gabungan gambar dan suara. Sekarang, kamu akan belajar memahami isi cerita secara lebih mendalam. Untuk melakukannya, kamu perlu mengenali unsur-unsur yang membangun cerita, seperti tema, tokoh, latar, alur, konflik, dan amanat. Ketika membaca cerita atau menonton film, pernahkah kamu bertanya mengapa seorang tokoh melakukan tindakan tertentu? Mengapa tokoh mengalami masalah? Bagaimana masalah tersebut diselesaikan? Pertanyaan-pertanyaan itu dapat membantumu memahami cerita, bukan sekadar mengingat urutan kejadiannya. Isi teks sastra adalah keseluruhan cerita, pengalaman, gagasan, perasaan, dan peristiwa yang disampaikan oleh pengarang. Untuk memahami isi cerita, kita perlu mengetahui siapa yang terlibat, apa yang terjadi, masalah yang dihadapi tokoh, dan bagaimana cerita berakhir. Salah satu cara memahami isi cerita adalah memperhatikan tiga bagian berikut. Awal cerita, yaitu bagian yang memperkenalkan tokoh, latar, dan keadaan awal. Tengah cerita, yaitu bagian ketika peristiwa berkembang dan masalah mulai muncul. Akhir cerita, yaitu bagian yang menunjukkan penyelesaian masalah atau akhir perjalanan tokoh. Perhatikan cerita berikut!Setiap Jumat, siswa kelas VI SD Tunas Bangsa mendapat jadwal merawat taman sekolah. Namun, beberapa minggu terakhir, taman itu mulai terbengkalai. Tanaman mengering, rumput tumbuh tinggi, dan air sering menggenang setelah hujan. Arga, ketua kelompok perawatan taman, merasa kesal karena teman-temannya jarang datang sesuai jadwal. Ia akhirnya mengerjakan sebagian besar tugas sendirian. Teks Sastra: Taman yang Hampir Terlupakan
20“Kalau begini terus, lebih baik taman ini dibiarkan saja,” keluhnya kepada Lala. Lala menggeleng. “Mungkin kita perlu mencari tahu kenapa teman-teman tidak datang. Bisa jadi ada masalah dengan jadwalnya.” Arga tidak terlalu memedulikan saran itu. Ia beranggapan bahwa teman-temannya memang malas. Ia pun membuat laporan kepada wali kelas bahwa kelompoknya kesulitan merawat taman karena kurangnya tanggung jawab anggota. Keesokan harinya, Bu Ratih, wali kelas mereka, mengajak seluruh anggota kelompok berdiskusi. Dari percakapan itu, Arga baru mengetahui bahwa beberapa temannya harus membantu orang tua sepulang sekolah, sedangkan yang lain kesulitan mengikuti jadwal karena kegiatan tambahan. Arga terdiam. Ia menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu cepat menilai orang lain tanpa mengetahui keadaan mereka. “Maaf, aku sudah menganggap kalian tidak peduli,” katanya. Bersama-sama, mereka menyusun jadwal baru yang lebih sesuai. Mereka juga mengusulkan agar kegiatan perawatan taman dilakukan secara bergiliran pada waktu yang disepakati bersama. Beberapa minggu kemudian, taman sekolah mulai terlihat lebih terawat. Genangan air di dekat tanaman juga berkurang setelah mereka membersihkan saluran dan meminta bantuan petugas sekolah untuk memeriksa aliran air. Saat melihat taman itu, Arga tersenyum. Ia memahami bahwa menyelesaikan masalah tidak cukup dengan menyalahkan orang lain. Terkadang, kita perlu mendengarkan, memahami keadaan, dan mencari jalan keluar bersama. Memahami Unsur Cerita Berdasarkan cerita Taman yang Hampir Terlupakan, kita dapat menemukan informasi berikut. Siapa tokoh utama cerita? Apa masalah yang dihadapi kelompok Arga? Mengapa Arga menyalahkan teman- temannya? Apa yang membuat Arga mengubah pandangannya? Arga. Taman sekolah terbengkalai karena jadwal perawatan tidak berjalan dengan baik. Ia menganggap mereka malas dan tidak bertanggung jawab. Ia mengetahui bahwa teman- temannya memiliki kesibukan dan kesulitan mengikuti jadwal.
21 Bagaimana masalah diselesaikan? Mereka berdiskusi dan menyusun jadwal perawatan baru yang disepakati bersama. Dari cerita tersebut, kita dapat memahami bahwa isi cerita tidak hanya berkaitan dengan peristiwa yang terjadi, tetapi juga dengan alasan di balik tindakan tokoh dan perubahan yang dialaminya. 2. Mengenal Unsur-Unsur Teks Sastra Sebuah cerita dibangun oleh beberapa unsur yang saling berkaitan. Unsur-unsur tersebut membantu pengarang menyampaikan cerita dan membantu pembaca memahami maknanya.a. Tema Tema adalah gagasan utama atau pokok persoalan yang mendasari sebuah cerita. Tema dapat berkaitan dengan persahabatan, keluarga, perjuangan, kejujuran, lingkungan, atau kehidupan sosial. Dalam cerita Taman yang Hampir Terlupakan, tema yang dapat ditemukan adalah kerja sama dan sikap saling memahami. Tema tidak selalu disebutkan secara langsung. Pembaca perlu memperhatikan keseluruhan peristiwa untuk menentukan tema yang sesuai.b. Tokoh dan Penokohan Tokoh adalah pelaku yang terlibat dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan sifat atau karakter tokoh. Tokoh dapat dibedakan berdasarkan perannya, misalnya tokoh utama dan tokoh pendukung. Sifat tokoh dapat diketahui melalui perkataan, tindakan, pikiran, perasaan, dan tanggapan tokoh lain. Dalam cerita tersebut, Arga digambarkan sebagai tokoh yang awalnya mudah berprasangka. Ia menganggap teman-temannya tidak bertanggung jawab tanpa mengetahui keadaan mereka. Setelah berdiskusi, Arga menyadari kesalahannya dan bersedia meminta maaf. Perubahan sikap Arga menunjukkan bahwa karakter tokoh dapat berkembang seiring dengan peristiwa yang dialaminya.c. Latar Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
Jenis Latar Pengertian Contoh dalam Cerita Latar tempat Lokasi terjadinya peristiwa Taman sekolah dan ruang kelas Latar waktu Waktu terjadinya peristiwa Setiap Jumat dan beberapa minggu kemudian Latar suasana Keadaan atau perasaan yang mewarnai peristiwa Kesal, tegang, menyesal, dan lega 22 Latar membantu pembaca membayangkan keadaan yang dialami tokoh. Dalam teks visual, latar dapat ditunjukkan melalui gambar. Dalam teks audiovisual, latar juga dapat diperjelas melalui suara, pencahayaan, dan suasana adegan.d. AlurAlur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya cerita. Alur memperlihatkan hubungan antara kejadian yang satu dengan kejadian lainnya. Cerita sederhana umumnya memiliki tiga tahapan. Awal: taman sekolah mulai terbengkalai dan Arga merasa kesal. Tengah: Arga menyalahkan teman-temannya, kemudian mengetahui keadaan mereka melalui diskusi. Akhir: Arga meminta maaf dan kelompoknya menyusun jadwal baru. Cerita tersebut menggunakan alur maju karena peristiwa disampaikan secara berurutan dari munculnya masalah hingga penyelesaiannya.e. KonflikKonflik adalah masalah, pertentangan, atau kesulitan yang dialami tokoh dalam cerita. Konflik membuat cerita berkembang karena tokoh harus menghadapi suatu keadaan. Dalam cerita Taman yang Hampir Terlupakan, konflik muncul ketika Arga menganggap teman-temannya tidak bertanggung jawab. Padahal, mereka memiliki kesulitan yang belum diketahui Arga. Konflik tersebut tidak hanya berkaitan dengan taman yang terbengkalai, tetapi juga dengan kesalahpahaman antara Arga dan teman-temannya. Konflik tidak selalu berupa pertengkaran. Kesulitan, ketakutan, dilema, dan perbedaan pendapat juga dapat menjadi konflik dalam cerita.
Unsur Cerita Bukti dalam Cerita Penjelasan Tema Kelompok Arga belajar memahami keadaan satu sama lain. Cerita mengangkat kerja sama dan sikap saling memahami. Tokoh Arga, Lala, anggota kelompok, dan Bu Ratih. Setiap tokoh memiliki peran dalam perkembangan cerita. Penokohan Arga awalnya berprasangka, kemudian mengakui kesalahan. Karakter Arga mengalami perubahan. Latar Taman sekolah dan ruang kelas. Menunjukkan tempat terjadinya peristiwa. Alur Taman terbengkalai, muncul kesalahpahaman, lalu terjadi perbaikan. Memperlihatkan perkembangan peristiwa. Konflik Arga menyalahkan teman- temannya tanpa mengetahui keadaan mereka. Menjadi masalah yang menggerakkan cerita. Amanat Mereka menyelesaikan masalah melalui diskusi dan kesepakatan. Mengajarkan pentingnya komunikasi dan kerja sama. 23f. AmanatAmanat adalah pesan atau pelajaran yang dapat dipahami pembaca melalui cerita. Amanat dapat disampaikan secara langsung oleh pengarang atau tersirat melalui tindakan dan pengalaman tokoh. Dalam cerita Taman yang Hampir Terlupakan, salah satu amanatnya adalah kita sebaiknya tidak terburu-buru menilai orang lain sebelum mengetahui keadaan sebenarnya. Amanat lainnya adalah masalah bersama lebih mudah diselesaikan melalui komunikasi, sikap saling memahami, dan kerja sama. Perlu diingat, tema dan amanat memiliki arti berbeda. Tema merupakan pokok persoalan cerita, sedangkan amanat merupakan pesan atau pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. 3. Menghubungkan Unsur-Unsur CeritaUnsur-unsur cerita tidak berdiri sendiri. Tokoh melakukan tindakan, konflik menghadirkan masalah, alur mengatur rangkaian kejadian, dan latar membantu membangun situasi. Melalui keseluruhan unsur tersebut, pembaca dapat memahami tema dan amanat cerita. Perhatikan hubungan unsur-unsur dalam Taman yang Hampir Terlupakan berikut.
24Ketika menganalisis cerita, biasakan menunjukkan bukti yang mendukung jawabanmu. Dengan demikian, pendapat yang kamu sampaikan tidak hanya berdasarkan dugaan, tetapi juga berdasarkan isi cerita. 4. Memahami Cerita melalui Gambar dan AdeganPada teks sastra visual dan audiovisual, informasi tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Gambar, ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan suara juga dapat membantu pembaca atau penonton memahami isi cerita. Misalnya, sebuah ilustrasi memperlihatkan seorang anak berdiri sendirian dengan kepala tertunduk, sementara teman-temannya bermain bersama. Gambar itu dapat menjadi petunjuk bahwa tokoh sedang sedih atau merasa tersisih. Namun, untuk memahami penyebab perasaannya, kita perlu memperhatikan informasi lain dalam cerita. Demikian pula ketika menonton film pendek. Nada suara yang bergetar, gerakan tubuh yang ragu-ragu, atau musik yang berubah dapat memperkuat suasana. Semua petunjuk tersebut perlu dipahami bersama dialog dan rangkaian peristiwa. Saat menganalisis teks visual atau audiovisual, biasakan bertanya: 1.Apa yang benar-benar terlihat atau terdengar? 2.Apa yang sedang dilakukan tokoh? 3.Perasaan atau sifat apa yang mungkin ditunjukkan? 4.Bagian cerita mana yang mendukung kesimpulan tersebut? Kebiasaan ini akan membantumu membedakan informasi yang benar-benar ditampilkan dalam cerita dengan kesimpulan yang kamu buat sendiri.
No. Unsur Cerita Hasil Analisis 1 Judul cerita 2 Tema 3 Tokoh utama dan sifatnya 4 Latar tempat, waktu, dan suasana 5 Peristiwa pada awal cerita 6 Konflik atau masalah 7 Penyelesaian konflik 8 Amanat atau pesan cerita 9 Bukti yang mendukung amanat 25 Aktivitas: Menjadi Analis CeritaPilih satu cerita pendek, komik, atau film animasi pendek yang sesuai untuk siswa kelas 6. Kamu dapat memilih cerita yang pernah dibaca atau ditonton bersama keluarga maupun teman. Lengkapi tabel analisis berikut berdasarkan cerita pilihanmu.Setelah mengisi tabel, ceritakan hasil analisismu kepada teman. Bandingkan jawaban kalian, terutama mengenai sifat tokoh dan amanat. Jika terdapat perbedaan pendapat, tunjukkan bagian cerita yang menjadi dasar kesimpulan masing-masing.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 26 C. Menemukan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Teks Sastra 1. Apa yang Dimaksud dengan Nilai-Nilai Kehidupan? Pernahkah kamu membaca cerita yang membuatmu ingin membantu teman, berkata jujur, atau lebih peduli terhadap lingkungan? Sebuah cerita tidak hanya menyajikan tokoh dan peristiwa, tetapi juga dapat mengajak pembaca memikirkan cara bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Ketika membaca teks sastra, kita dapat menemukan berbagai nilai kehidupan melalui tindakan tokoh, konflik yang dihadapi, keputusan yang diambil, dan akibat dari keputusan tersebut. Nilai-nilai itu dapat menjadi pelajaran yang membantu kita memahami diri sendiri dan orang lain. Pada bagian ini, kamu akan belajar mengenali nilai-nilai kehidupan dalam teks sastra, menemukan bukti yang mendukungnya, serta menjelaskan hubungan antara peristiwa dalam cerita dan kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kehidupan adalah prinsip atau hal yang dianggap penting sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak. Nilai tersebut membantu seseorang membedakan tindakan yang baik dan kurang baik serta mempertimbangkan akibat dari keputusan yang diambil. Dalam teks sastra, nilai kehidupan tidak selalu disampaikan secara langsung. Pengarang dapat menunjukkannya melalui perilaku tokoh, dialog, konflik, atau penyelesaian masalah. Sebagai contoh, seorang tokoh menemukan dompet di halaman sekolah. Ia dapat menyimpan dompet tersebut atau berusaha mencari pemiliknya. Jika tokoh memilih mengembalikannya, tindakannya dapat menunjukkan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Untuk menemukan nilai kehidupan dalam cerita, kita tidak cukup hanya membaca bagian akhir atau mencari kalimat yang terdengar seperti nasihat. Kita perlu memahami keseluruhan peristiwa dan alasan tokoh melakukan tindakan tertentu. 2. Jenis-Jenis Nilai Kehidupan dalam Teks Sastra Nilai kehidupan dapat dikelompokkan berdasarkan sikap, hubungan sosial, dan cara manusia menjalani kehidupannya. Berikut beberapa jenis nilai yang sering ditemukan dalam karya sastra.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 27 a. Nilai MoralNilai moral berkaitan dengan baik atau buruknya tindakan seseorang, termasuk kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, dan kesediaan mengakui kesalahan. Perhatikan contoh berikut. Rafi tidak sengaja memecahkan pot bunga di depan kelas ketika bermain bola. Tidak ada teman yang melihat kejadian itu. Ia sempat berpikir untuk pergi begitu saja. Namun, Rafi akhirnya menemui gurunya dan menjelaskan apa yang terjadi. Ia juga bersedia membantu membersihkan pecahan pot tersebut. Tindakan Rafi menunjukkan nilai kejujuran dan tanggung jawab. Ia memilih mengakui kesalahan meskipun tidak ada orang yang melihatnya. b. Nilai SosialNilai sosial berkaitan dengan hubungan antarmanusia, seperti kepedulian, kerja sama, toleransi, saling menghormati, dan gotong royong. Contohnya, ketika seorang siswa kesulitan memahami pelajaran, teman-temannya mengajak belajar bersama. Mereka membagi tugas untuk menjelaskan materi yang belum dipahami. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kerja sama dan kepedulian dapat membantu seseorang mengatasi kesulitan. c. Nilai KemanusiaanNilai kemanusiaan berkaitan dengan penghargaan terhadap martabat manusia, empati, kasih sayang, dan sikap memperlakukan orang lain secara adil. Misalnya, seorang siswa tidak ikut menertawakan temannya yang salah menjawab pertanyaan. Ia justru memberikan semangat dan membantu temannya memahami jawaban yang benar. Tindakan itu menunjukkan penghargaan terhadap perasaan orang lain. Setiap orang dapat melakukan kesalahan dan berhak diperlakukan dengan hormat. d. Nilai Kepedulian terhadap LingkunganNilai kepedulian terhadap lingkungan berkaitan dengan tindakan menjaga kebersihan, merawat tumbuhan, menghemat air, dan menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab.
28Contohnya, sekelompok siswa melihat keran air di sekolah terus mengalir setelah digunakan. Mereka menutup keran tersebut dan melaporkan kerusakannya kepada guru. Peristiwa itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana. Perlu diingat bahwa satu peristiwa dapat menunjukkan lebih dari satu nilai kehidupan. Misalnya, kegiatan membersihkan taman bersama dapat mencerminkan nilai sosial berupa kerja sama sekaligus nilai kepedulian terhadap lingkungan. 3. Menemukan Nilai Kehidupan melalui Cerita Agar lebih mudah memahami cara menemukan nilai kehidupan, bacalah teks sastra berikut. Sepiring Nasi untuk Pak Hasan Setiap sore, Syifa melewati sebuah warung kecil dalam perjalanan pulang dari tempat les. Di dekat warung itu, Pak Hasan biasa menjual sayuran dari kebun miliknya. Meskipun sudah lanjut usia, Pak Hasan tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suatu sore, hujan turun deras. Syifa berteduh di depan warung dan melihat beberapa kantong sayuran Pak Hasan basah terkena air. Pak Hasan berusaha memindahkannya ke tempat yang lebih aman, tetapi salah satu kantong terjatuh.
Peristiwa dalam Cerita Nilai Kehidupan Alasan Damar membantu memindahkan sayuran Pak Hasan yang terjatuh. Kepedulian dan nilai sosial Damar bersedia membantu orang lain yang mengalami kesulitan. Damar menawarkan bekalnya kepada Pak Hasan. Nilai kemanusiaan Damar memperhatikan kebutuhan orang lain dan bersedia berbagi. Pak Hasan menerima bantuan dan berterima kasih. Sikap menghargai kebaikan Pak Hasan menunjukkan rasa terima kasih atas pertolongan yang diterimanya. Damar membantu tanpa mengharapkan hadiah. Ketulusan Damar menolong karena ingin membantu, bukan untuk memperoleh imbalan. 29 Damar segera membantu mengangkat sayuran itu. Setelah hujan reda, ia memperhatikan bahwa Pak Hasan belum makan sejak siang. Syifa teringat bekal nasi yang dibawakan ibunya. Ia masih memiliki sebagian makanan di dalam kotak bekal. “Pak, ini masih ada makanan. Bapak mau?” tanya Damar. Pak Hasan sempat menolak karena tidak ingin merepotkan. Namun, Syifa menjelaskan bahwa ia sudah kenyang dan ingin berbagi. Akhirnya, Pak Hasan menerima makanan itu dengan penuh rasa terima kasih. Keesokan harinya, Syifa kembali melewati warung tersebut. Pak Hasan menyapanya dan memberikan beberapa buah jambu dari kebunnya. Syifa menerima jambu itu sambil tersenyum. Ia tidak pernah mengharapkan hadiah ketika membantu Pak Hasan. Baginya, melihat orang lain merasa terbantu sudah cukup membuatnya bahagia. Sejak saat itu, Syifa semakin memahami bahwa kepedulian tidak harus diwujudkan melalui sesuatu yang mahal. Perhatian, waktu, dan kesediaan membantu dapat memberikan arti besar bagi orang lain. Mengidentifikasi Nilai dalam Cerita Setelah membaca cerita tersebut, kita dapat menemukan beberapa nilai kehidupan.
Ketika menemukan nilai kehidupan, kita perlu membedakan bukti yang terdapat dalam cerita dengan pendapat atau penafsiran kita. Bukti cerita adalah tindakan, dialog, atau peristiwa yang benar-benar disebutkan dalam teks. Sementara itu, penafsiran adalah kesimpulan yang kita buat berdasarkan bukti tersebut. Contohnya: Bukti: Damar mengangkat kantong sayuran Pak Hasan yang terjatuh. Penafsiran: Damar memiliki kepedulian terhadap orang lain. Alasan: Damar mengambil tindakan untuk membantu ketika melihat orang lain mengalami kesulitan. Penafsiran yang baik harus memiliki dasar yang jelas. Kita tidak boleh menyimpulkan sifat tokoh hanya berdasarkan dugaan yang tidak didukung oleh cerita. Gunakan pola sederhana berikut ketika menganalisis nilai kehidupan: 30 Dari cerita tersebut, kita belajar bahwa nilai kehidupan dapat dikenali melalui tindakan tokoh dan alasan di balik tindakannya. Damar tidak hanya mengatakan bahwa ia peduli, tetapi menunjukkan kepedulian melalui perbuatan nyata. Kita juga perlu memahami konteks cerita. Damar menawarkan makanan karena ingin berbagi, bukan karena menganggap Pak Hasan tidak mampu mengurus dirinya sendiri. Sikap peduli perlu disertai penghormatan terhadap orang yang dibantu. 4. Membedakan Bukti Cerita dan Pendapat Pembaca
Nilai yang ditemukan dalam karya sastra dapat menjadi bahan refleksi bagi pembaca. Namun, memahami nilai tidak berarti harus meniru setiap tindakan tokoh secara langsung. Kita perlu mempertimbangkan situasi, akibat tindakan, dan keadaan di sekitar kita. Misalnya, cerita tentang keberanian dapat mengajarkan kita untuk menyampaikan kebenaran. Akan tetapi, keberanian bukan berarti bertindak ceroboh atau membahayakan diri sendiri. Begitu pula nilai kepedulian bukan berarti memaksakan bantuan kepada orang yang tidak menginginkannya. Untuk menghubungkan nilai cerita dengan kehidupan sehari-hari, tanyakan kepada diri sendiri: 1.Sikap apa yang ditunjukkan tokoh? 2.Mengapa sikap tersebut penting? 3.Apa akibat tindakan tokoh bagi dirinya dan orang lain? 4.Bagaimana nilai tersebut dapat diterapkan dalam situasi yang sesuai? Dengan cara ini, kegiatan membaca tidak berhenti pada pemahaman isi cerita, tetapi juga membantu kita berpikir lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai keadaan. 31 5. Menghubungkan Nilai Cerita dengan Kehidupan Sehari-hari
Aspek Analisis Hasil Analisis Tindakan tokoh Rani menyerahkan dompet yang ditemukan kepada guru. Nilai kehidupan Kejujuran dan tanggung jawab. Bukti dalam cerita Rani tidak mengambil uang di dalam dompet, meskipun tidak ada orang yang melihatnya. Alasan Rani memilih melakukan hal yang benar dan membantu mengembalikan barang kepada pemiliknya. Menganalisis nilai dalam karya sastra adalah kegiatan mempelajari tindakan tokoh, dialog, peristiwa, dan akhir cerita untuk menemukan nilai kehidupan yang disampaikan oleh pengarang. Ketika menganalisis cerita, kita tidak cukup hanya menyebutkan bahwa tokoh bersikap jujur atau peduli. Kita juga perlu menunjukkan bukti dari cerita dan menjelaskan alasan mengapa tindakan tersebut mencerminkan nilai tertentu. Perhatikan contoh berikut. I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 32 D. Menganalisis Nilai melalui Karya Sastra 1. Apa Itu Menganalisis Nilai dalam Karya Sastra? Pernahkah kalian membaca cerita yang membuat kalian ingin membantu orang lain, berkata jujur, atau menjaga lingkungan? Sebuah karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Cerita juga dapat mengajak pembaca memahami kehidupan, merasakan pengalaman tokoh, dan memikirkan sikap yang sebaiknya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pada bagian sebelumnya, kalian telah belajar mengenali unsur-unsur cerita dan menemukan nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Sekarang, kalian akan belajar menganalisis nilai kehidupan melalui karya sastra secara lebih mendalam, termasuk melalui teks visual dan audiovisual. Rani menemukan sebuah dompet di dekat perpustakaan sekolah. Di dalamnya terdapat uang dan kartu identitas. Meskipun tidak ada orang yang melihatnya, Rani segera menyerahkan dompet itu kepada guru agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya. Analisis cerita tersebut dapat disajikan sebagai berikut.
Agar analisis kalian tepat, lakukan beberapa langkah berikut. I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 33 2. Cara Menganalisis Nilai Kehidupan dalam Karya Sastra Dari contoh tersebut, kita mengetahui bahwa nilai kehidupan dapat ditemukan melalui tindakan tokoh. Nilai itu tidak selalu disampaikan secara langsung oleh pengarang. Pembaca perlu memahami peristiwa dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti yang ada. Langkah 1 — Pahami isi cerita Bacalah atau simak karya sastra sampai selesai. Perhatikan tokoh, peristiwa penting, masalah yang muncul, dan cara tokoh menyelesaikan masalah. Langkah 2 — Temukan bukti dalam cerita Catat tindakan, dialog, atau peristiwa yang menunjukkan sikap tertentu. Hindari membuat kesimpulan tanpa bukti yang jelas Langkah 3 — Tentukan nilai kehidupan Hubungkan bukti yang ditemukan dengan nilai seperti kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, kerja sama, atau toleransi. Langkah 4 — Jelaskan makna dan penerapannya Jelaskan alasan tindakan tokoh mencerminkan nilai tersebut. Setelah itu, pikirkan bagaimana nilai itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bacalah cerita berikut dengan saksama. 3. Menganalisis Nilai melalui Cerita Jembatan Kecil untuk Semua Setiap pagi, Bima melewati sebuah jembatan kayu kecil untuk pergi ke sekolah. Jembatan itu melintasi parit yang memisahkan permukiman dengan jalan utama. Beberapa papan mulai longgar sehingga orang-orang harus berjalan dengan hati- hati.
Bukti dalam Cerita Nilai Kehidupan Alasan Bima membantu Bu Sari membawa keranjang sayur. Kepedulian Bima memperhatikan kesulitan orang lain dan bersedia memberikan bantuan. Bima menyampaikan keadaan jembatan kepada teman-temannya. Tanggung jawab Bima tidak mengabaikan masalah yang dapat membahayakan pengguna jembatan. Mereka melaporkan masalah kepada ketua RT melalui guru. Kerja sama dan tanggung jawab Mereka berusaha mencari solusi bersama dengan melibatkan pihak yang tepat. Warga memperbaiki jembatan dan memasang tanda peringatan. Kepedulian terhadap keselamatan bersama Tindakan warga bertujuan membuat jembatan lebih aman bagi semua orang. I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 34 Suatu pagi, Bima melihat Bu Sari, seorang penjual sayur, kesulitan melewati jembatan sambil membawa dua keranjang dagangan. Bima segera meletakkan tasnya dan membantu membawakan salah satu keranjang hingga ke seberang. “Terima kasih, Bima. Kamu sudah membantu Ibu,” kata Bu Sari. Bima tersenyum. “Sama-sama, Bu. Jembatan ini memang perlu diperbaiki supaya semua orang bisa lewat dengan aman.” Di sekolah, Bima menceritakan keadaan jembatan kepada teman-temannya. Mereka sepakat menyampaikan masalah itu kepada ketua RT melalui guru. Mereka tidak mencoba memperbaiki jembatan sendiri karena khawatir pekerjaan tersebut berbahaya. Beberapa hari kemudian, ketua RT bersama warga memeriksa jembatan dan memperbaiki papan-papan yang longgar. Warga juga memasang tanda agar orang- orang berhati-hati selama perbaikan berlangsung. Sejak saat itu, jembatan menjadi lebih aman dilalui. Bima senang karena bantuan kecil yang ia berikan menjadi awal dari usaha bersama untuk menyelesaikan masalah. Ayo Analisis! Perhatikan beberapa peristiwa penting dalam cerita tersebut.
Bentuk Karya Hal yang Diamati Contoh Bukti Cerita tertulis Narasi, tindakan, dialog, dan akhir cerita Tokoh mengakui kesalahannya dalam dialog. Komik atau cerita bergambar Ekspresi wajah, gerakan tokoh, urutan gambar, dan balon percakapan Tokoh mengulurkan tangan untuk membantu temannya. Animasi atau film pendek Dialog, gerakan, ekspresi, suara, dan urutan peristiwa Tokoh meminta maaf setelah menyadari kesalahannya. Unsur Hasil Analisis Peristiwa utama Dito membantu temannya mengumpulkan buku yang terjatuh. Nilai kehidupan Kepedulian dan tolong-menolong. Bukti visual Dito berhenti, mengumpulkan buku, dan menyerahkannya kepada pemiliknya. Pesan cerita Kita sebaiknya membantu orang lain yang mengalami kesulitan. I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 35 Satu cerita dapat memuat beberapa nilai kehidupan sekaligus. Bahkan, satu tindakan dapat mencerminkan lebih dari satu nilai. Namun, setiap kesimpulan harus didukung oleh bukti yang sesuai. Karya sastra dapat disajikan dalam bentuk tulisan, gambar berurutan, komik, animasi, atau film pendek. Cara menganalisisnya memiliki tujuan yang sama, yaitu memahami isi cerita dan menemukan nilai kehidupan. Akan tetapi, bukti yang digunakan dapat berbeda. 4. Menganalisis Karya Sastra Visual dan Audiovisual Saat menyimak karya audiovisual, perhatikan juga hubungan antara gambar dan suara. Musik yang sedih, misalnya, dapat membantu membangun suasana, tetapi musik saja belum cukup untuk membuktikan bahwa tokoh memiliki nilai tertentu. Kalian tetap perlu memperhatikan tindakan dan peristiwa dalam cerita. Contoh Analisis Cerita Bergambar Bayangkan sebuah komik terdiri atas empat gambar berikut. Gambar 1: Dito melihat seorang teman menjatuhkan buku-bukunya di koridor. Gambar 2: Beberapa siswa berjalan melewati teman tersebut tanpa berhenti. Gambar 3: Dito membantu mengumpulkan buku dan menyerahkannya kembali. Gambar 4: Teman Dito tersenyum dan mereka berjalan bersama menuju kelas. Analisisnya dapat dituliskan sebagai berikut.
Nilai Kehidupan Penerapan di Rumah Penerapan di Sekolah Kejujuran Mengakui kesalahan kepada orang tua. Mengakui jika belum mengerjakan tugas. Tanggung jawab Merapikan barang setelah digunakan. Melaksanakan piket kelas sesuai jadwal. Kepedulian Membantu anggota keluarga yang membutuhkan. Membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran. Kerja sama Membantu membersihkan rumah bersama keluarga. Bekerja bersama saat menyelesaikan tugas kelompok. Toleransi Menghargai perbedaan pendapat dalam keluarga. Menghormati teman yang memiliki kebiasaan berbeda. I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 36 Karya sastra dapat menjadi bahan untuk merenungkan perilaku kita sendiri. Setelah menemukan nilai dalam cerita, tanyakan kepada diri sendiri: apakah nilai tersebut pernah saya lakukan? Dalam keadaan apa nilai itu dibutuhkan? Apa yang dapat saya perbaiki? Perhatikan contoh berikut. 5. Menghubungkan Nilai Cerita dengan Kehidupan Sehari-hari Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 37 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 1 Nama: Kelas: Tanggal:Teks berikut untuk soal nomor 1–4 Pot Tanaman di Depan Kelas Setiap Senin, siswa kelas VI mendapat tugas merawat tanaman di depan kelas. Suatu pagi, Luki melihat beberapa pot tanaman terjatuh akibat angin kencang. Tanah berserakan dan beberapa tanaman tampak rusak. Luki segera mengambil sapu dan mengajak teman-temannya merapikan pot. Namun, Rafi menolak karena merasa bukan jadwal piket kelompoknya. Luki menjelaskan bahwa tanaman itu milik bersama dan perlu dirawat oleh semua siswa. Mendengar penjelasan tersebut, Rafi akhirnya ikut membantu. Mereka mengisi kembali pot dengan tanah, menegakkan tanaman, dan meletakkannya di tempat yang lebih aman. Sejak saat itu, mereka sepakat untuk saling membantu jika tanaman sekolah mengalami kerusakan. 1. Tema utama teks tersebut adalah .... A. persaingan antarkelompok di sekolah B. kepedulian dan kerja sama dalam merawat lingkungan C. kesulitan siswa mengikuti pelajaran D. kegiatan jual beli tanaman di sekolah 2. Tokoh yang pada awalnya menolak membantu adalah .... A. Luki B. ketua kelas C. Rafi D. wali kelas 3. Bukti yang paling tepat untuk menunjukkan nilai kerja sama adalah .... A. angin kencang membuat pot tanaman terjatuh B. Rafi merasa bukan jadwal piket kelompoknya C. Luki melihat beberapa tanaman rusak D. Luki dan teman-temannya bersama-sama merapikan pot tanaman 4. Amanat yang paling sesuai dengan cerita tersebut adalah .... A. tugas merawat lingkungan hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan B. kita boleh mengabaikan masalah jika bukan jadwal tugas kita C. kepedulian dan kerja sama diperlukan untuk menjaga lingkungan bersama D. tanaman yang rusak sebaiknya langsung dibuang Teks berikut untuk soal nomor 5–8 Dompet di Perpustakaan Saat mengembalikan buku, Maya menemukan sebuah dompet di bawah meja perpustakaan. Ia membuka dompet itu sekilas dan melihat kartu pelajar serta sejumlah uang di dalamnya. Maya sempat berpikir untuk mencari pemiliknya sendiri. Namun, ia segera menyerahkan dompet tersebut kepada petugas perpustakaan agar dapat dicatat dan dikembalikan dengan aman.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 38 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.Tidak lama kemudian, seorang siswa kelas V datang mencari dompetnya. Petugas memeriksa kartu pelajar dan memastikan bahwa dompet itu benar miliknya. Siswa tersebut berterima kasih kepada Maya. Maya merasa senang karena dapat melakukan hal yang benar. Ia menyadari bahwa kejujuran harus tetap dilakukan meskipun tidak ada orang yang mengawasi. 5. Nilai kehidupan yang paling menonjol dalam cerita tersebut adalah .... A. kejujuran B. keberanian bertanding C. kemandirian belajar D. kepemimpinan 6. Bukti paling kuat yang mendukung nilai kejujuran Maya adalah .... A. Maya sedang mengembalikan buku ke perpustakaan B. Maya menemukan dompet di bawah meja C. Maya menyerahkan dompet kepada petugas agar dikembalikan kepada pemiliknya D. pemilik dompet datang ke perpustakaan 7. Kalimat yang menunjukkan perasaan Maya pada akhir cerita adalah .... A. “Maya menemukan sebuah dompet di bawah meja perpustakaan.” B. “Maya merasa senang karena dapat melakukan hal yang benar.” C. “Petugas memeriksa kartu pelajar.” D. “Seorang siswa kelas V datang mencari dompetnya.” 8. Mengapa tindakan Maya dapat dijadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari? A. Karena barang yang ditemukan boleh dimiliki jika tidak ada yang melihat. B. Karena kita harus menunggu orang lain bertindak lebih dahulu. C. Karena kejujuran hanya diperlukan ketika ada pengawasan. D. Karena barang yang bukan milik kita harus dijaga dan dikembalikan kepada pemiliknya. Teks berikut untuk soal nomor 9–12 Hujan di Kampung Melati Hujan turun deras sejak sore. Air mulai menggenangi jalan kecil di Kampung Melati karena saluran air dipenuhi daun dan sampah. Beberapa warga sibuk mengangkat barang-barang dari halaman rumah. Pak Deni mengajak warga membersihkan saluran air setelah hujan mulai reda. Sebagian warga membawa sapu dan pengki, sedangkan yang lain mengumpulkan sampah ke dalam karung. Anak-anak membantu dengan mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke saluran air. Setelah bekerja bersama, aliran air kembali lancar. Pak Deni berpesan bahwa menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan setiap hari, bukan hanya ketika banjir mulai terjadi. 9. Latar tempat utama dalam cerita tersebut adalah .... A. halaman perpustakaan B. Kampung Melati C. ruang kelas D. pasar tradisional 10. Penyebab jalan tergenang dalam cerita adalah .... A. warga menutup jalan dengan barang-barang B. hujan tidak turun sepanjang sore C. saluran air dipenuhi daun dan sampah D. anak-anak bermain di jalan 11. Nilai kehidupan yang ditunjukkan oleh warga saat membersihkan saluran air adalah .... A. kerja sama dan kepedulian lingkungan B. persaingan dan keberanian C. kejujuran dan kemandirian D. kesabaran dalam belajar
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 12. Pesan Pak Deni pada akhir cerita menekankan pentingnya .... A. membersihkan lingkungan hanya ketika banjir terjadi B. menyerahkan semua urusan kebersihan kepada petugas C. menghindari kegiatan bersama warga D. menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan Teks berikut untuk soal nomor 13–16 Janji kepada Nenek Alya berjanji akan mengunjungi neneknya pada hari Minggu. Namun, pada hari Sabtu, teman-temannya mengajak Alya bermain di taman. Alya ingin ikut karena sudah lama tidak bermain bersama mereka. Setelah berpikir sejenak, Alya menjelaskan bahwa ia telah berjanji kepada neneknya. Ia kemudian mengusulkan agar mereka bermain pada hari lain. Teman-temannya menyetujui usul tersebut. Pada hari Minggu, Alya mengunjungi neneknya dan membantu menyiram tanaman di halaman. Nenek merasa senang karena Alya menepati janjinya. 13. Nilai kehidupan yang ditunjukkan Alya ketika tetap mengunjungi neneknya adalah .... A. tanggung jawab B. persaingan C. kesombongan D. ketidakpedulian 14. Konflik yang dialami Alya adalah .... A. Alya tidak mengetahui rumah neneknya. B. Alya harus memilih antara bermain dengan teman dan menepati janji kepada nenek. C. Nenek meminta Alya membeli tanaman baru. D. Teman-temannya tidak mau bermain di taman. 15. Sikap Alya terhadap teman-temannya menunjukkan bahwa ia .... A. menganggap teman tidak penting B. tidak ingin berteman lagi C. menghindari semua kegiatan bersama D. menyampaikan keputusannya dengan santun dan mencari kesepakatan 16. Amanat yang paling tepat berdasarkan cerita tersebut adalah .... A. bermain bersama teman harus selalu didahulukan B. janji boleh dilupakan jika ada kegiatan yang lebih menyenangkan C. kita perlu menepati janji dan tetap menghargai orang lain D. membantu keluarga hanya dilakukan jika diminta Teks berikut untuk soal nomor 17–20 Cerita Bergambar: Sepeda yang Dipinjam Perhatikan urutan peristiwa dalam cerita bergambar berikut. 17. Urutan gambar tersebut menunjukkan bahwa Edo .... A. berusaha menyembunyikan kesalahannya B. mengakui kesalahan dan bertanggung jawab C. menyalahkan pemilik sepeda D. menghindari teman yang meminjamkan barang 39 Gambar 1: Edo meminjam sepeda milik Beni untuk pergi ke toko. Gambar 2: Dalam perjalanan, Edo kurang berhati-hati sehingga sepeda tergores ketika menyenggol pagar. Gambar 3: Edo mengembalikan sepeda dan menjelaskan kejadian sebenarnya kepada Beni. Gambar 4: Edo meminta maaf dan menawarkan diri untuk membantu memperbaiki bagian sepeda yang tergores. Beni menerima permintaan maafnya.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 8. Bukti visual yang paling kuat menunjukkan kejujuran Edo adalah .... A. Edo pergi ke toko menggunakan sepeda. B. sepeda menyenggol pagar. C. Edo menjelaskan kejadian sebenarnya ketika mengembalikan sepeda. D. Beni memiliki sebuah sepeda. 19. Peristiwa pada gambar keempat menunjukkan nilai .... A. tanggung jawab dan sikap saling memaafkan B. persaingan dan keberanian C. kemandirian dan ketidakpedulian D. kesombongan dan ketidakjujuran 20. Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan keseluruhan cerita bergambar adalah .... A. barang pinjaman boleh digunakan tanpa berhati-hati B. kesalahan harus disembunyikan agar persahabatan tetap terjaga C. meminta maaf berarti seseorang tidak perlu memperbaiki kesalahannya D. kejujuran dan tanggung jawab membantu menjaga kepercayaan dalam persahabatan 40 B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. Teks berikut untuk soal nomor 21–22 Kelompok Belajar Kelompok belajar Rina mendapat tugas membuat poster tentang hemat energi. Rina mengusulkan agar mereka membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Dodi bertugas mencari informasi, Santi membuat gambar, sedangkan Rina dan Beni menyusun kalimat ajakan. Ketika Beni kesulitan menyusun kalimat, anggota kelompok lain membantu memberikan saran. Mereka mendiskusikan setiap usul dan memilih kalimat yang paling jelas. Poster selesai tepat waktu dan dipajang di kelas. 21. Nilai kehidupan yang tampak dalam cerita tersebut adalah .... A. kerja sama B. tanggung jawab C. sikap saling membantu D. sikap memaksakan pendapat E. ketidakpedulian terhadap tugas 22. Pernyataan yang sesuai dengan isi cerita adalah .... A. Rina membagi tugas berdasarkan kemampuan anggota. B. Semua anggota mengerjakan tugas yang sama tanpa pembagian. C. Anggota kelompok membantu Beni yang mengalami kesulitan. D. Kelompok memilih kalimat melalui diskusi. E. Poster tidak selesai tepat waktu. Teks berikut untuk soal nomor 23–24 Sungai yang Kembali Jernih Dalam sebuah cerita animasi, sekelompok anak menemukan sungai yang dipenuhi sampah. Mereka mengajak warga membersihkan sungai dan menyediakan tempat sampah di dekatnya. Pada awalnya, beberapa warga tidak peduli. Namun, setelah melihat sungai menjadi lebih bersih, semakin banyak warga ikut menjaga kebersihan. Pada akhir animasi, muncul tulisan: “Lingkungan bersih dimulai dari kebiasaan kita.” 23. Hal-hal yang dapat digunakan sebagai bukti untuk menganalisis nilai kehidupan dalam animasi tersebut adalah ....
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. A. tindakan anak-anak mengajak warga membersihkan sungai B. perubahan sikap warga setelah melihat sungai lebih bersih C. warna pakaian tokoh yang tidak berkaitan dengan cerita D. tulisan penutup tentang kebiasaan menjaga lingkungan E. jumlah tokoh tanpa memperhatikan tindakan mereka 24. Nilai atau pesan kehidupan yang sesuai dengan animasi tersebut adalah .... A. kepedulian terhadap lingkungan B. kerja sama dalam menyelesaikan masalah C. menjaga kebersihan hanya tugas anak-anak D. kebiasaan setiap orang dapat memengaruhi kondisi lingkungan E. sungai yang kotor sebaiknya dibiarkan Teks berikut untuk soal nomor 25 Dua Sahabat Niko dan Farhan berbeda pendapat ketika menentukan permainan untuk kegiatan kelas. Niko ingin bermain sepak bola, sedangkan Farhan mengusulkan permainan tradisional. Mereka kemudian mendengarkan alasan masing-masing dan sepakat membagi waktu agar kedua permainan dapat dilakukan. 25. Pernyataan yang sesuai dengan nilai kehidupan dalam cerita tersebut adalah .... A. Menghargai perbedaan pendapat dapat membantu menyelesaikan masalah. B. Semua orang harus mengikuti pendapat teman yang paling populer. C. Musyawarah dapat menghasilkan kesepakatan bersama. D. Perbedaan pendapat selalu menyebabkan persahabatan berakhir. E. Mendengarkan orang lain merupakan salah satu bentuk sikap saling menghargai. 41 C. Benar atau Salah Petunjuk: Lingkari Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. Teks 9 untuk soal nomor 26–28 Kucing di Depan Warung Sepulang sekolah, Mira melihat seekor kucing kecil bersembunyi di bawah bangku depan warung. Kucing itu tampak ketakutan dan kakinya terluka. Mira meminta izin kepada pemilik warung untuk mendekati kucing tersebut. Ia kemudian menghubungi orang dewasa di dekatnya agar kucing itu dapat ditangani dengan aman. Setelah mendapatkan bantuan, Mira meletakkan semangkuk air di tempat yang aman. Ia tidak mencoba mengobati luka kucing itu sendiri karena tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Mira merasa lega ketika kucing tersebut dibawa untuk mendapatkan perawatan. 26.Mira menunjukkan kepedulian dengan berusaha membantu kucing yang terluka. (Benar / Salah) 27.Tindakan Mira meminta bantuan orang dewasa menunjukkan bahwa ia memahami batas kemampuannya. (Benar / Salah) 28.Pesan cerita tersebut adalah bahwa setiap orang sebaiknya menangani semua masalah sendiri tanpa bantuan orang lain. (Benar / Salah) Teks 10 untuk soal nomor 29–30 Pohon Mangga di Halaman Sekolah Dalam sebuah video pendek, terlihat pohon mangga di halaman sekolah mulai layu karena jarang disiram. Beberapa siswa mengusulkan jadwal penyiraman. Mereka membagi tugas, memasang pengingat di dekat keran, dan bergantian merawat pohon tersebut. Beberapa minggu kemudian, pohon itu tampak lebih segar. 29.Perubahan kondisi pohon dalam video dapat menjadi bukti bahwa tindakan para siswa memberikan hasil. (Benar / Salah) 30.Nilai kerja sama tidak dapat ditemukan dalam video karena para siswa melakukan penyiraman secara bergantian. (Benar / Salah)
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 1.Karya yang mengungkapkan pengalaman, perasaan, imajinasi, atau kehidupan manusia melalui bahasa yang menarik disebut .... 2.Karya sastra yang menyampaikan cerita melalui rangkaian gambar disebut karya sastra berbentuk .... 3.Karya yang menyampaikan cerita melalui gambar bergerak, suara, dialog, dan musik disebut karya sastra berbentuk .... 4.Gagasan utama yang mendasari sebuah cerita disebut .... 5.Pelaku yang mengalami berbagai peristiwa dalam cerita disebut .... 6.Keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita disebut .... 7.Pesan atau pelajaran yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui cerita disebut .... 8.Sikap berkata sesuai kenyataan dan tidak berbohong merupakan contoh nilai .... 9.Dalam menganalisis nilai kehidupan, tindakan, dialog, atau peristiwa dalam cerita yang mendukung kesimpulan disebut .... 10.Kegiatan mempelajari tindakan tokoh, peristiwa, dan pesan cerita untuk menemukan serta menjelaskan nilai kehidupan disebut .... 42 D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri! Sepatu untuk Adik Kelas Ketika hendak pulang, Naya melihat seorang siswa kelas III duduk di dekat gerbang. Salah satu tali sepatunya putus sehingga ia kesulitan berjalan. Naya menghampirinya dan bertanya apakah ia membutuhkan bantuan. Naya tidak membawa tali sepatu cadangan. Ia kemudian menemui guru piket untuk meminta bantuan. Guru membantu menghubungi orang tua siswa tersebut, sementara Naya menemani adik kelasnya menunggu di tempat yang aman. 41.Analisislah dua nilai kehidupan yang terdapat dalam cerita tersebut. Untuk setiap nilai, tuliskan bukti dari cerita dan jelaskan alasan tindakan tokoh mencerminkan nilai tersebut. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ Lampu Kelas Sebuah video memperlihatkan siswa meninggalkan kelas setelah pelajaran selesai. Beberapa lampu dan kipas angin masih menyala. Seorang siswa kembali ke kelas, memeriksa keadaan ruangan, lalu mematikan lampu dan kipas angin yang tidak digunakan. Pada hari berikutnya, ia mengajak teman-temannya membuat pengingat untuk mematikan peralatan listrik sebelum meninggalkan kelas. 42. Berdasarkan video tersebut, jelaskan nilai kehidupan yang ditunjukkan tokoh. Tuliskan dua bukti dari video dan jelaskan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. Salah Paham di Kelas Dina merasa kesal karena kelompoknya tidak menyelesaikan tugas sesuai jadwal. Ia menganggap teman- temannya tidak bertanggung jawab. Setelah berbicara bersama, Dina mengetahui bahwa dua anggota kelompoknya sakit, sedangkan anggota lainnya belum memahami pembagian tugas. Dina kemudian meminta maaf karena telah menilai mereka terlalu cepat. Kelompok itu menyusun ulang pembagian tugas dan menyepakati batas waktu yang baru. Mereka akhirnya menyelesaikan tugas bersama-sama. 43. Jelaskan perubahan sikap Dina dari awal hingga akhir cerita. Nilai kehidupan apa yang dapat dipelajari dari perubahan tersebut? Sertakan bukti dan alasan yang mendukung jawabanmu. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 43 Perhatikan cerita bergambar di bawah ini! 44.Analisislah nilai-nilai kehidupan yang ditampilkan dalam cerita bergambar tersebut. Jelaskan sedikitnya dua nilai, bukti dari urutan gambar, dan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari! ________________________________________________ ________________________________________________ ________________________________________________ ________________________________________________ ________________________________________________ ________________________________________________ ________________________________________________ Teks berikut untuk soal nomor 45 Pilihan Raka Raka menemukan uang di lorong sekolah. Ia tidak mengetahui siapa pemiliknya. Temannya menyarankan agar uang itu dibagi dua saja karena tidak ada orang yang melihat mereka. Raka menolak usul tersebut. Ia menyerahkan uang itu kepada guru agar pemiliknya dapat ditemukan. 45.Menurutmu, mengapa tindakan Raka lebih tepat daripada mengikuti saran temannya? Jelaskan nilai kehidupan yang ditunjukkan Raka, bukti yang mendukungnya, dan pesan cerita yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 44 BAB II MENGUNGKAPKAN PENGALAMAN MELALUI TEKS SASTRA A. Mengenal Pengalaman dan Perasaan Orang Lain 1. Memahami Pengalaman dan Perasaan Pengalaman adalah peristiwa yang pernah dialami seseorang. Sementara itu, perasaan adalah keadaan batin yang muncul ketika seseorang mengalami suatu peristiwa. Berikut beberapa contoh pengalaman dan perasaan yang mungkin muncul: Memenangkan perlombaan dapat menimbulkan perasaan senang dan bangga. Kehilangan barang kesayangan dapat membuat seseorang sedih atau kecewa. Berbicara di depan kelas dapat menimbulkan perasaan gugup atau bersemangat. Mendapat bantuan dari teman dapat membuat seseorang terharu atau bersyukur. Perasaan seseorang tidak selalu sama meskipun mengalami kejadian serupa. Karena itu, kita perlu mendengarkan cerita dengan saksama dan tidak langsung menyimpulkan perasaan orang lain. Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Ada pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, atau menantang. Pengalaman tersebut dapat menjadi bahan untuk membuat karya sastra, seperti cerita pendek dan puisi. Ketika mendengarkan pengalaman orang lain, kita perlu memahami peristiwa yang dialami, perasaan yang muncul, dan pelajaran yang diperoleh. Dengan begitu, kita dapat menyampaikan kembali pengalaman tersebut secara menarik tanpa mengubah fakta utamanya. 2. Membaca Cerita Pengalaman Orang Lain Bacalah cerita berikut!
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 45 3. Menyampaikan Kembali Pengalaman Orang Lain Pengalaman orang lain dapat disampaikan kembali secara lisan atau tertulis. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, pertahankan fakta. Jangan mengubah peristiwa utama yang benar-benar dialami atau menambahkan kejadian yang tidak terdapat dalam cerita sumber. Kedua, pahami perasaan tokoh. Gunakan kata-kata yang sesuai dengan perasaan yang disampaikan. Misalnya, kata gugup menggambarkan perasaan tidak tenang ketika menghadapi situasi tertentu, sedangkan terharu menggambarkan perasaan yang tersentuh oleh suatu kejadian. Ketiga, gunakan bahasa kreatif. Susun kalimat yang menarik agar pembaca dapat membayangkan pengalaman tersebut. Perhatikan contoh berikut. Kalimat sederhana: Nabila merasa gugup saat masuk sekolah baru. Kalimat lebih menarik: Langkah Nabila terasa ragu ketika memasuki kelas yang dipenuhi wajah-wajah asing. Kedua kalimat tersebut menyampaikan pengalaman yang sama, tetapi kalimat kedua menggunakan gambaran yang lebih hidup. Inilah salah satu cara membuat cerita menjadi lebih menarik tanpa mengubah fakta utamanya.TEMAN BARU Pada hari pertama di sekolah baru, Nabila merasa gugup. Ia belum mengenal siapa pun dan khawatir tidak memiliki teman. Saat istirahat, ia duduk sendirian di dekat taman. Tidak lama kemudian, Sinta menghampirinya dan mengajak Nabila bergabung dengan teman-temannya. Mereka berbincang dan bermain bersama. Nabila mulai merasa nyaman. Sejak hari itu, Nabila semakin berani berkenalan dengan teman-teman lain. Ia menyadari bahwa keramahan dapat membuat seseorang merasa diterima. Dari cerita tersebut, kita dapat memahami pengalaman dan perasaan tokoh melalui peristiwa yang dialaminya. Pada awal cerita, Nabila merasa gugup karena berada di lingkungan baru. Perasaan itu berubah setelah Sinta menyambutnya dengan ramah. Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa sikap ramah dapat membantu orang lain merasa diterima.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 46 B. Menggali Fakta melalui Wawancara 1. Mengenal Wawancara Wawancara adalah kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk memperoleh informasi tentang suatu topik atau pengalaman. Orang yang mengajukan pertanyaan disebut pewawancara, sedangkan orang yang memberikan informasi disebut narasumber. Pernahkah kalian ingin mengetahui pengalaman seseorang secara lebih mendalam? Misalnya, pengalaman seorang teman mengikuti lomba, pengalaman orang tua saat bersekolah, atau pengalaman guru ketika pertama kali mengajar. Salah satu cara untuk memperoleh informasi tersebut adalah melalui wawancara. Wawancara membantu kita mendapatkan fakta langsung dari orang yang mengalami suatu peristiwa. Fakta yang diperoleh dapat digunakan sebagai bahan untuk menulis cerita atau karya sastra berdasarkan pengalaman orang lain. 2. Menyusun Pertanyaan Wawancara Pertanyaan wawancara harus sesuai dengan informasi yang ingin diketahui. Jika ingin menggali pengalaman seseorang, pertanyaan sebaiknya tidak hanya menanyakan apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana peristiwa itu berlangsung dan bagaimana perasaan narasumber. Contoh pertanyaan untuk menggali pengalaman mengikuti perlombaan: Apa perlombaan yang pernah diikuti? Kapan dan di mana perlombaan tersebut berlangsung? Contohnya, seorang siswa mewawancarai kakeknya tentang pengalaman mengikuti kegiatan kerja bakti di kampung. Siswa tersebut bertindak sebagai pewawancara, sedangkan kakeknya menjadi narasumber. Agar wawancara berjalan dengan baik, pewawancara perlu mempersiapkan pertanyaan, mendengarkan jawaban dengan saksama, dan mencatat informasi penting.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 47 3. Membaca Contoh Hasil Wawancara Bacalah hasil wawancara berikut! Pengalaman Mengikuti Lomba Membaca Puisi Apa yang dilakukan untuk mempersiapkan diri? Kesulitan apa yang dihadapi selama perlombaan? Bagaimana perasaan setelah mengikuti perlombaan? Apa pelajaran yang diperoleh dari pengalaman tersebut? Gunakan pertanyaan yang jelas dan santun. Hindari pertanyaan yang memaksa narasumber menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi jika ia tidak bersedia. Pewawancara Narasumber Pewawancara Narasumber Pewawancara Narasumber Pewawancara Narasumber Pewawancara Narasumber : “Kapan kamu mengikuti lomba membaca puisi?” : “Saya mengikuti lomba membaca puisi antarkelas pada bulan Agustus tahun lalu.” : “Bagaimana persiapanmu saat itu?” : “Saya berlatih membaca puisi setiap sore bersama kakak. Saya juga berlatih mengatur intonasi dan ekspresi.” : “Apa kesulitan yang kamu alami?” : “Saya merasa gugup ketika melihat banyak penonton. Pada awal penampilan, suara saya sempat bergetar.” : “Bagaimana perasaanmu setelah lomba selesai?” : “Saya merasa lega dan bangga karena berhasil menyelesaikan penampilan sampai akhir, meskipun belum menjadi juara.” : “Apa pelajaran yang kamu peroleh?” : “Saya belajar bahwa keberanian dan latihan sangat penting. Kita tidak harus selalu menang untuk mendapatkan pengalaman berharga.” Dari wawancara tersebut, kita memperoleh beberapa fakta, yaitu narasumber mengikuti lomba membaca puisi antarkelas pada bulan Agustus tahun lalu, berlatih bersama kakaknya, merasa gugup saat tampil, dan merasa bangga setelah menyelesaikan penampilannya. Kita juga memperoleh informasi tentang perasaan dan pelajaran yang dialami narasumber. Informasi tersebut dapat menjadi bahan untuk menyusun cerita berdasarkan pengalaman orang lain.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 48 4. Membedakan Fakta dan Pendapat Ketika melakukan wawancara, kita perlu membedakan fakta dengan pendapat atau penilaian pribadi. Fakta adalah informasi tentang kejadian atau keadaan yang dapat diperiksa kebenarannya. Sementara itu, pendapat adalah pandangan atau penilaian seseorang terhadap sesuatu. Contohnya, dari wawancara sebelumnya: “Saya mengikuti lomba membaca puisi antarkelas pada bulan Agustus tahun lalu” merupakan informasi tentang peristiwa yang dialami narasumber. “Menurut saya, lomba itu sangat menyenangkan” merupakan pendapat narasumber tentang pengalamannya. “Saya merasa gugup ketika melihat banyak penonton” merupakan informasi tentang perasaan yang dilaporkan narasumber. Perasaan memang bersifat pribadi, tetapi tetap penting untuk dicatat ketika kita menggali pengalaman seseorang. Kita perlu menyampaikannya sesuai dengan keterangan narasumber, bukan menggantinya dengan dugaan sendiri. 5. Mencatat Hasil Wawancara Jawaban narasumber dapat cukup panjang. Karena itu, pewawancara perlu mencatat inti jawaban agar informasi lebih mudah diolah menjadi tulisan. Contoh catatan dari wawancara sebelumnya: Pengalaman: Mengikuti lomba membaca puisi antarkelas. Persiapan: Berlatih setiap sore bersama kakak. Kesulitan: Gugup ketika melihat banyak penonton. Perasaan: Lega dan bangga setelah menyelesaikan penampilan. Pelajaran: Keberanian dan latihan penting, meskipun tidak selalu menjadi juara. Catatan tersebut dapat digunakan untuk menyusun paragraf yang runtut. Pastikan informasi penting tidak hilang dan tidak ada fakta yang ditambahkan tanpa dasar.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 49 KEGIATAN: MENJADI PEWAWANCARA CILIK Lakukan wawancara sederhana dengan seorang teman atau anggota keluarga tentang pengalaman yang berkesan baginya. Ikuti langkah-langkah berikut. 1.Tentukan pengalaman yang ingin digali, misalnya pengalaman mengikuti perlombaan, membantu orang lain, atau menghadapi tantangan. 2.Susun sedikitnya lima pertanyaan yang sesuai. 3.Lakukan wawancara dengan sopan dan dengarkan jawaban narasumber. 4.Catat peristiwa, perasaan, dan pelajaran yang disampaikan. 5.Susun hasil wawancara menjadi satu paragraf singkat menggunakan bahasa sendiri tanpa mengubah fakta utama. Inti pembelajaran: Wawancara merupakan cara untuk menggali fakta dan memahami pengalaman orang lain. Pertanyaan yang tepat, sikap santun, pencatatan yang teliti, serta penyampaian informasi yang sesuai dengan jawaban narasumber akan membantu kita menghasilkan tulisan yang menarik dan dapat dipercaya.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 50 C. Memahami Perasaan dan Sudut Pandang Narasumber 1. Memahami Perasaan Narasumber Perasaan adalah keadaan batin seseorang ketika mengalami suatu peristiwa. Perasaan dapat diketahui melalui jawaban narasumber, pilihan kata, dan cara ia menceritakan pengalamannya. Contohnya, seseorang yang gagal memenangkan perlombaan mungkin merasa kecewa. Namun, ia juga bisa merasa bangga karena telah berani tampil dan berusaha sebaik mungkin. Perhatikan kutipan wawancara berikut. Pewawancara: “Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti lomba membaca puisi?” Narasumber: “Awalnya saya gugup sekali. Saya takut salah membaca. Setelah selesai, saya merasa lega dan bangga karena sudah berani tampil di depan banyak orang.” Dari jawaban tersebut, kita dapat mengenali tiga perasaan narasumber, yaitu gugup sebelum tampil, lega setelah menyelesaikan penampilan, dan bangga karena berani mencoba. Ketika menuliskan kembali pengalaman tersebut, perasaan narasumber perlu disampaikan secara tepat. Jangan mengubah perasaan yang diceritakan menjadi perasaan lain hanya agar cerita terdengar lebih menarik. Ketika seseorang menceritakan pengalamannya, ia tidak hanya menyampaikan peristiwa, tetapi juga perasaan dan cara pandangnya terhadap kejadian tersebut. Dua orang yang mengalami peristiwa serupa bisa memiliki perasaan dan pemikiran yang berbeda. Oleh karena itu, saat menggali pengalaman orang lain melalui wawancara, kita perlu memahami apa yang dirasakan narasumber dan bagaimana ia memaknai pengalamannya. Pemahaman ini membantu kita menulis cerita yang lebih hidup, menarik, dan tetap sesuai dengan pengalaman sumbernya. 2. Memahami Sudut Pandang Narasumber Sudut pandang adalah cara seseorang melihat, memahami, atau memaknai suatu peristiwa berdasarkan pengalaman dan pemikirannya.
51 Perhatikan contoh berikut. Dua siswa mengikuti perlombaan yang sama. Siswa pertama merasa kecewa karena tidak mendapatkan juara. Siswa kedua merasa senang karena memperoleh pengalaman baru dan bertemu banyak peserta. Keduanya mengalami peristiwa yang sama, tetapi memiliki sudut pandang yang berbeda. Siswa pertama lebih memperhatikan hasil perlombaan, sedangkan siswa kedua lebih menghargai pengalaman yang diperoleh. Untuk memahami sudut pandang narasumber, kita dapat memperhatikan jawaban atas pertanyaan berikut. Apa yang paling berkesan dari pengalaman tersebut? Mengapa peristiwa itu penting baginya? Apa yang dipikirkan atau dirasakan setelah kejadian itu? Apa pelajaran yang diperoleh dari pengalaman tersebut? Jawaban atas pertanyaan tersebut membantu kita memahami makna pengalaman bagi narasumber, bukan sekadar mengetahui urutan kejadiannya. 3. Membaca Cerita Berdasarkan Hasil WawancaraBacalah cerita berikut! Belajar dari Kekalahan Dua bulan lalu, Farhan mengikuti lomba lari antarkelas. Ia telah berlatih selama beberapa minggu dan berharap dapat meraih juara pertama. Saat perlombaan berlangsung, Farhan berlari sekuat tenaga. Namun, ia finis di posisi ketiga. Awalnya, Farhan merasa kecewa karena hasilnya tidak sesuai harapan. Setelah beristirahat, Farhan menyadari bahwa ia telah berusaha dengan sungguh- sungguh. Ia juga mendapatkan pengalaman tentang cara mengatur kecepatan dan menjaga stamina saat berlari. “Awalnya saya hanya memikirkan kemenangan. Sekarang saya mengerti bahwa perlombaan juga menjadi kesempatan untuk belajar,” ujar Farhan. Sejak saat itu, Farhan tetap berlatih dan berusaha memperbaiki kemampuannya. Ia tidak lagi menganggap kekalahan sebagai akhir dari segalanya, melainkan sebagai kesempatan untuk berkembang.
52 Perubahan sudut pandang inilah yang membuat pengalaman Farhan memiliki makna lebih dalam. 4. Menyampaikan Perasaan dan Sudut Pandang secara Tepat Ketika menyusun cerita berdasarkan pengalaman narasumber, kita perlu memperhatikan beberapa hal. 1.Gunakan informasi dari narasumber. Perasaan dan pemikiran tokoh harus sesuai dengan keterangan yang diperoleh. 2.Perhatikan perubahan perasaan. Seseorang dapat merasa takut pada awal kejadian, kemudian menjadi lega atau bangga setelah menghadapinya. 3.Jangan memaksakan penilaian pribadi. Penulis tidak boleh menganggap semua orang pasti merasakan hal yang sama. 4.Gunakan pilihan kata yang menarik. Kalimat dapat dikembangkan agar lebih hidup selama tidak mengubah makna pengalaman. Contohnya, pernyataan Farhan, “Saya merasa kecewa karena tidak menang,” dapat dikembangkan menjadi, “Farhan menunduk kecewa ketika mengetahui dirinya berada di posisi ketiga.” Kalimat kedua menggambarkan perasaan melalui tindakan tokoh. Namun, gambaran tersebut harus sesuai dengan informasi yang benar-benar diketahui. Jika narasumber tidak pernah menyebutkan atau menunjukkan tindakan tersebut, penulis sebaiknya tidak menyajikannya sebagai fakta.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 53 D. Mengolah Pengalaman Menjadi Karya Sastra 1. Menentukan Peristiwa Penting Tidak semua bagian dari pengalaman seseorang harus dimasukkan ke dalam cerita. Pilihlah peristiwa yang paling penting dan memiliki hubungan dengan pesan yang ingin disampaikan. Misalnya, dari wawancara tentang pengalaman mengikuti perlombaan, kita memperoleh informasi berikut: Narasumber berlatih setiap sore. Narasumber merasa gugup ketika perlombaan dimulai. Narasumber tidak berhasil menjadi juara. Narasumber tetap bangga karena telah berusaha. Narasumber belajar untuk tidak mudah menyerah. Informasi tersebut dapat disusun menjadi cerita yang berfokus pada perjuangan dan semangat untuk terus belajar. Pengalaman seseorang dapat menjadi sumber inspirasi untuk menulis karya sastra. Pengalaman yang diperoleh melalui wawancara dapat diolah menjadi cerita pendek, puisi, atau bentuk tulisan kreatif lainnya. Dalam mengolah pengalaman orang lain, kita perlu mempertahankan fakta utama, memahami perasaan narasumber, dan memilih kata-kata yang menarik. Dengan demikian, karya yang dihasilkan tidak hanya enak dibaca, tetapi juga tetap menghargai pengalaman orang yang menjadi sumber cerita. 2. Mengembangkan Fakta Menjadi Cerita Fakta dari wawancara dapat dikembangkan menjadi cerita dengan menambahkan deskripsi suasana, menyusun urutan kejadian secara runtut, dan memilih kata-kata yang menggambarkan perasaan tokoh. Bacalah contoh berikut.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 54Catatan hasil wawancara: Dina mengikuti lomba menggambar. Ia berlatih selama satu minggu, merasa gugup saat lomba dimulai, dan tidak berhasil mendapatkan juara. Meskipun kecewa, Dina tetap senang karena dapat belajar dari peserta lain. Cerita hasil pengembangan: Warna-Warni Pengalaman Dina Selama seminggu, Dina rajin berlatih menggambar untuk mengikuti perlombaan di sekolah. Setiap sore, ia menyiapkan pensil warna dan mencoba membuat gambar terbaiknya. Ketika perlombaan dimulai, jantung Dina berdebar. Ia berusaha berkonsentrasi dan menyelesaikan gambarnya dengan teliti. Namun, saat pengumuman pemenang dibacakan, nama Dina tidak disebutkan. Dina sempat merasa kecewa. Akan tetapi, setelah melihat karya peserta lain, ia menyadari bahwa masih banyak hal yang dapat dipelajari. Ia pulang dengan tekad untuk terus berlatih. Bagi Dina, perlombaan itu bukan sekadar tentang kemenangan. Pengalaman tersebut mengajarkannya untuk berusaha, menerima hasil, dan terus memperbaiki kemampuan. Cerita tersebut menggunakan fakta utama dari wawancara, kemudian menyusunnya dengan deskripsi suasana dan perasaan agar lebih menarik. 3. Menggunakan Kosakata secara Kreatif Kosakata yang tepat dapat membuat cerita lebih hidup. Kita dapat memilih kata yang menggambarkan tindakan, suasana, dan perasaan tokoh. Contohnya: Dina sedih dapat dikembangkan menjadi Dina menunduk kecewa ketika namanya tidak disebutkan sebagai pemenang. Dina berlatih dengan rajin dapat dikembangkan menjadi Setiap sore, Dina tekun menggoreskan pensil warna di atas kertas. Dina senang setelah belajar dari peserta lain dapat dikembangkan menjadi Semangat Dina tumbuh kembali setelah ia melihat beragam karya yang menginspirasi.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 55Pengembangan kalimat tersebut membuat tulisan lebih menarik. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak menambahkan tindakan atau perasaan yang bertentangan dengan informasi dari narasumber. 4. Menjaga Fakta dan Menghargai Narasumber Ketika menulis karya sastra berdasarkan pengalaman orang lain, kreativitas tetap perlu disertai tanggung jawab. Ada tiga hal yang harus diperhatikan. 1.Jangan mengubah fakta utama. Peristiwa penting dalam cerita harus sesuai dengan informasi yang diperoleh. 2.Jangan mengarang perasaan narasumber tanpa dasar. Gunakan perasaan yang disampaikan narasumber atau yang didukung oleh cerita. 3.Gunakan bahasa yang santun. Hindari kata-kata yang merendahkan atau mempermalukan orang yang pengalamannya dijadikan sumber tulisan. Karya sastra boleh menggunakan bahasa yang indah dan imajinatif. Namun, apabila tulisan dimaksudkan untuk menceritakan pengalaman nyata seseorang, pembaca tidak boleh dibuat keliru mengenai kejadian yang sebenarnya. E. Menulis dan Menyajikan Teks Sastra yang Menarik Setelah mempelajari cara menggali pengalaman melalui wawancara dan mengolahnya menjadi cerita, sekarang kalian akan belajar menyelesaikan tulisan dan menyajikannya kepada orang lain. Karya sastra yang menarik tidak hanya memiliki cerita yang baik, tetapi juga menggunakan pilihan kata yang tepat, susunan kalimat yang runtut, serta memperhatikan ejaan dan tanda baca. Karya tersebut juga dapat disampaikan dengan cara yang ekspresif agar pendengar memahami isi dan perasaan yang ingin diungkapkan. 1. Menyelesaikan Tulisan Menjadi Karya Sastra Sebelum menyajikan karya sastra, pastikan tulisan kalian memiliki bagian-bagian yang jelas. Untuk cerita pendek berdasarkan pengalaman orang lain, susunlah cerita dengan urutan berikut.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 56 Awal cerita: memperkenalkan tokoh dan pengalaman yang dialaminya. Tengah cerita: menceritakan peristiwa penting, masalah, dan perasaan tokoh. Akhir cerita: menjelaskan penyelesaian pengalaman dan pelajaran yang diperoleh tokoh. Perhatikan contoh singkat berikut. Berani Mencoba Sejak awal semester, Rudi ingin mengikuti lomba membaca puisi di sekolah. Ia berlatih setiap sore meskipun sering merasa gugup ketika membaca di depan keluarganya. Saat hari perlombaan tiba, Rudi menarik napas panjang sebelum naik ke panggung. Ia membaca puisi dengan sungguh-sungguh. Meskipun belum menjadi juara, Rudi merasa bangga karena berhasil tampil di depan banyak orang. Pengalaman itu mengajarkan Rudi bahwa keberanian tidak berarti tidak memiliki rasa takut. Keberanian berarti tetap mencoba meskipun merasa gugup. Cerita tersebut memiliki awal, tengah, dan akhir yang saling berhubungan. Pembaca dapat mengikuti pengalaman Rudi serta memahami perubahan perasaan dan pelajaran yang diperolehnya. 2. Menyunting Tulisan Menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki tulisan agar lebih jelas, runtut, dan sesuai dengan kaidah bahasa. Sebelum menyelesaikan karya sastra, periksa beberapa hal berikut. 1.Isi cerita: Apakah peristiwa sesuai dengan informasi yang diperoleh dari narasumber? 2.Susunan cerita: Apakah kejadian disampaikan secara runtut dan mudah dipahami? 3.Pilihan kata: Apakah kata-kata yang digunakan sesuai untuk menggambarkan pengalaman dan perasaan tokoh? 4.Ejaan dan tanda baca: Apakah huruf kapital, tanda titik, tanda koma, dan penulisan kata sudah tepat?
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 57 Contoh penyuntingan: Kalimat sebelum disunting: kemarin dina mengikuti lomba membaca puisi ia merasa gugup tetapi tetap mencoba Kalimat setelah disunting: Kemarin, Dina mengikuti lomba membaca puisi. Ia merasa gugup, tetapi tetap mencoba. Penyuntingan membuat tulisan lebih mudah dibaca tanpa mengubah maksudnya. 3. Menyajikan Karya Sastra Setelah tulisan selesai, kalian dapat menyajikannya secara lisan di depan teman- teman. Penyajian yang baik membantu pendengar memahami isi cerita dan merasakan suasana yang ingin disampaikan. Ketika membacakan cerita, perhatikan hal-hal berikut. Artikulasi: ucapkan kata-kata dengan jelas. Intonasi: naik turunkan nada suara sesuai isi kalimat. Jeda: berhentilah sejenak pada bagian yang memerlukan penekanan. Ekspresi: tunjukkan ekspresi yang sesuai dengan suasana cerita. Sikap: berdirilah dengan percaya diri dan hargai pendengar. Misalnya, bagian cerita yang menggambarkan kesedihan dapat dibacakan dengan suara lebih lembut. Sebaliknya, bagian yang menggambarkan semangat dapat dibacakan dengan intonasi yang lebih berenergi. Kalian tidak perlu berlebihan dalam berekspresi. Hal terpenting adalah menyampaikan cerita dengan jelas, wajar, dan sesuai dengan isi tulisan. 4. Memberikan Tanggapan terhadap Karya Ketika teman menyajikan karyanya, dengarkan dengan saksama. Setelah selesai, kalian dapat memberikan tanggapan yang santun. Tanggapan dapat berisi hal yang sudah baik dan saran perbaikan. Misalnya:
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 58 “Cerita yang disampaikan menarik karena urutan peristiwanya jelas.” “Pilihan katanya bagus dan membuat suasana cerita terasa hidup.” “Bagian akhir cerita bisa dikembangkan lagi agar pesan yang disampaikan lebih jelas.” “Pembacaan puisinya sudah bagus. Akan lebih menarik jika jeda dan intonasinya lebih diperhatikan.” Hindari komentar yang mengejek atau merendahkan. Tanggapan diberikan untuk membantu teman memperbaiki karyanya, bukan untuk membuatnya malu.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 59 PROYEK INDIVIDU: KISAH DARI PENGALAMAN ORANG LAIN Buku Kecil Cerita Pengalaman Proyek akhir BAB II · Dikerjakan secara individu Buatlah sebuah karya sastra berbentuk cerita pendek berdasarkan pengalaman nyata seseorang yang kalian wawancarai. Orang tersebut dapat berupa anggota keluarga, teman, guru, atau orang lain yang bersedia berbagi pengalaman. Langkah pengerjaan 1.Tentukan narasumber Pilih satu orang yang bersedia menceritakan pengalaman berkesan, misalnya pengalaman mengikuti perlombaan, membantu orang lain, menghadapi kesulitan, atau mempelajari hal baru. 2.Lakukan wawancara Siapkan sedikitnya lima pertanyaan. Tanyakan peristiwa yang dialami, kesulitan yang dihadapi, perasaan narasumber, dan pelajaran yang diperoleh. 3.Catat informasi penting Catat fakta utama, urutan kejadian, perasaan, dan sudut pandang narasumber. Mintalah izin sebelum mencatat atau membagikan informasi yang bersifat pribadi. 4.Tulis cerita pendek Kembangkan hasil wawancara menjadi cerita sepanjang sekitar 3–5 paragraf. Berikan judul yang menarik, susun peristiwa secara runtut, dan gunakan kosakata yang kreatif tanpa mengubah fakta utama. 5.Sunting karya Periksa kembali isi cerita, susunan kalimat, pilihan kata, ejaan, dan tanda baca. Perbaiki bagian yang masih kurang jelas. 6.Sajikan hasil karya Tuliskan cerita pada beberapa lembar kertas yang disusun menjadi buku kecil. Hias sampulnya sesuai isi cerita. Setelah selesai, bacakan cerita di depan kelas selama sekitar 2–3 menit. Ketentuan hasil akhir Buku kecil harus memuat: Sampul dan judul cerita. Identitas penulis. Cerita pendek berdasarkan hasil wawancara. Pesan atau pelajaran yang diperoleh dari pengalaman tersebut
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 60 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 2 Nama: Kelas: Tanggal: 1. Kegiatan tanya jawab untuk memperoleh informasi langsung dari seseorang mengenai pengalaman atau suatu peristiwa disebut .... A. presentasi B. wawancara C. diskusi D. pengamatan 2. Orang yang memberikan informasi dalam kegiatan wawancara disebut .... A. pewawancara B. pembaca C. narasumber D. penyunting 3. Pertanyaan yang paling tepat untuk menggali perasaan seseorang setelah mengalami suatu peristiwa adalah .... A. Siapa nama lengkapmu? B. Di mana kamu tinggal? C. Berapa umurmu sekarang? D. Bagaimana perasaanmu setelah mengalami kejadian itu? 4. Sudut pandang seseorang terhadap suatu pengalaman berarti .... A. cara seseorang melihat dan memaknai pengalaman tersebut B. urutan halaman dalam sebuah cerita C. jumlah tokoh yang muncul dalam cerita D. tempat berlangsungnya suatu peristiwa 5. Ketika mengembangkan pengalaman nyata orang lain menjadi cerita sastra, penulis sebaiknya .... A. mengubah semua peristiwa agar lebih dramatis B. menambahkan pengalaman yang tidak pernah terjadi C. mempertahankan fakta utama dan menggunakan bahasa yang kreatif D. menghilangkan semua perasaan narasumber Nomor 6–10: Berdasarkan Teks Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 6–10. Pengalaman Pertama Menjadi Petugas Upacara Rafi terpilih menjadi pemimpin upacara di sekolahnya. Ia merasa bangga, tetapi juga gugup karena belum pernah memimpin upacara sebelumnya. Selama beberapa hari, Rafi berlatih bersama guru dan teman- temannya. Pada hari upacara, Rafi sempat lupa memberikan aba-aba ketika barisan mulai disiapkan. Ia menarik napas, mendengarkan arahan guru, lalu melanjutkan tugasnya sampai selesai. Setelah upacara berakhir, Rafi merasa lega. Meskipun penampilannya belum sempurna, ia bangga karena berani mencoba. Ia menyadari bahwa latihan dan keberanian untuk menghadapi kesulitan dapat membantunya menjadi lebih baik. 6. Pengalaman utama yang dialami Rafi adalah .... A. mengikuti perlombaan olahraga B. menjadi pemimpin upacara untuk pertama kalinya C. mengikuti kegiatan berkemah D. membantu guru membersihkan kelas
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 61 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 7. Perasaan Rafi sebelum upacara dimulai adalah .... A. marah dan kecewa B. sedih dan takut pulang C. bangga sekaligus gugup D. bosan dan tidak peduli 8. Peristiwa yang menunjukkan bahwa Rafi berusaha mengatasi kesulitannya adalah .... A. Rafi terpilih menjadi pemimpin upacara. B. Rafi merasa bangga mendapat tugas. C. Rafi sempat lupa memberikan aba-aba. D. Rafi menarik napas, mendengarkan arahan guru, lalu melanjutkan tugasnya. 9. Pelajaran yang diperoleh Rafi dari pengalaman tersebut adalah .... A. kesalahan membuat seseorang tidak boleh mencoba lagi B. keberanian dan latihan membantu seseorang menghadapi kesulitan C. tugas sekolah sebaiknya selalu ditolak jika terasa sulit D. seseorang hanya boleh merasa bangga jika berhasil sempurna 10. Jika pengalaman Rafi dikembangkan menjadi cerita sastra, kalimat yang paling tepat dan menarik tanpa mengubah fakta utama adalah .... A. Rafi langsung menjadi pemimpin upacara terbaik di seluruh Indonesia. B. Rafi meninggalkan lapangan karena takut melakukan kesalahan. C. Jantung Rafi berdebar ketika memulai tugasnya, tetapi ia tetap berusaha menyelesaikan upacara dengan baik. D. Semua siswa menertawakan Rafi sepanjang upacara. 11. Dalam wawancara, pewawancara perlu mencatat jawaban narasumber dengan teliti agar .... A. dapat mengubah jawaban sesuka hati B. informasi penting tidak terlupakan atau berubah C. wawancara berlangsung lebih lama D. narasumber tidak perlu menjelaskan pengalamannya 12. Pernyataan yang merupakan pendapat adalah .... A. Lomba membaca puisi dilaksanakan pada hari Senin. B. Siswa mengikuti lomba di aula sekolah. C. Menurut saya, pengalaman mengikuti lomba itu sangat menyenangkan. D. Narasumber berlatih selama tiga hari. 13. Tujuan menyunting karya sastra sebelum disajikan adalah .... A. menghapus semua bagian cerita yang menarik B. mengganti seluruh pengalaman narasumber C. memperpanjang cerita sebanyak mungkin D. memperbaiki isi, susunan kalimat, pilihan kata, ejaan, dan tanda baca 14. Penggunaan kosakata kreatif dalam karya sastra bertujuan untuk .... A. membuat pengalaman lebih hidup dan menarik bagi pembaca B. mengubah fakta agar cerita lebih dramatis C. membuat pembaca kesulitan memahami cerita D. menghilangkan perasaan tokoh 15. Sikap yang tepat ketika memberikan tanggapan terhadap karya teman adalah .... A. menertawakan kesalahan teman di depan kelas B. membandingkan karya teman untuk merendahkannya C. memberikan pujian dan saran perbaikan dengan bahasa santun D. menyampaikan bahwa karya teman tidak berguna Nomor 16–20: Berdasarkan Teks Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 16–20.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 62 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.Dari Kegagalan Menjadi Semangat Minggu lalu, Sari mengikuti lomba menggambar tingkat sekolah. Ia telah mempersiapkan alat gambar dan berlatih setiap sore selama beberapa hari. Sari berharap dapat memenangkan perlombaan tersebut. Ketika pengumuman pemenang dibacakan, Sari tidak mendapatkan juara. Ia merasa kecewa karena sudah berusaha keras. Namun, setelah melihat karya para pemenang, Sari menyadari bahwa ia masih perlu belajar menggunakan warna dan membuat komposisi gambar. “Aku memang belum menang, tetapi aku mendapatkan banyak pelajaran,” kata Sari kepada ibunya. Sejak saat itu, Sari berlatih kembali dengan lebih tekun. Ia ingin memperbaiki kemampuannya dan mencoba mengikuti perlombaan berikutnya. 16. Perasaan Sari ketika mengetahui dirinya tidak menjadi juara adalah .... A. kecewa B. marah kepada semua peserta C. tidak peduli D. bangga karena menang 17. Fakta yang terdapat dalam teks adalah .... A. Sari merupakan siswa paling berbakat di sekolah. B. Semua peserta menganggap gambar Sari buruk. C. Sari pasti akan memenangkan lomba berikutnya. D. Sari berlatih menggambar setiap sore selama beberapa hari. 18. Sudut pandang Sari berubah ketika ia .... A. berhenti menggambar setelah perlombaan B. menyadari bahwa ia masih perlu belajar dari karya para pemenang C. menyalahkan peserta lain atas kekalahannya D. meminta ibunya membatalkan perlombaan 19. Kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan perasaan Sari secara kreatif berdasarkan teks adalah .... A. Sari langsung menjadi juara pertama setelah pengumuman selesai. B. Sari tidak pernah merasa kecewa dalam hidupnya. C. Kekecewaan sempat menyelimuti hati Sari, tetapi semangatnya tumbuh kembali ketika ia menyadari banyak hal yang masih bisa dipelajari. D. Sari memutuskan tidak akan pernah menggambar lagi. 20. Jika kalian menulis ulang pengalaman Sari menjadi cerita pendek, hal yang paling penting dilakukan adalah .... A. mempertahankan fakta utama dan menggambarkan perubahan perasaan Sari secara tepat B. menambahkan kemenangan Sari agar cerita berakhir bahagia C. menghilangkan bagian ketika Sari merasa kecewa D. mengubah pengalaman Sari menjadi pengalaman tokoh lain yang tidak berkaitanB. Pilihan Ganda Kompleks Pilihlah semua jawaban yang benar berdasarkan teks yang tersedia. Teks di bawah ini untuk soal nomor 21–22 Membantu Ibu Berjualan Setiap akhir pekan, Dimas membantu ibunya berjualan makanan di depan rumah. Awalnya, Dimas merasa lelah karena harus bangun lebih pagi daripada biasanya. Namun, ia melihat ibunya bekerja sejak pagi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dimas kemudian berusaha membantu dengan menyiapkan kemasan dan melayani pembeli. Ia merasa senang ketika ibunya dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Dimas juga belajar bahwa membantu keluarga membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 63 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.21. Pernyataan yang sesuai dengan isi teks adalah .... A. Dimas membantu ibunya berjualan setiap akhir pekan. B. Dimas selalu merasa senang sejak pertama kali membantu. C. Dimas awalnya merasa lelah karena harus bangun lebih pagi. D. Dimas membantu menyiapkan kemasan dan melayani pembeli. E. Dimas berhenti membantu karena tidak mendapatkan hadiah. 22. Nilai dan pelajaran yang dapat ditemukan dalam teks adalah .... A. tanggung jawab dalam membantu keluarga B. kesabaran dalam melaksanakan pekerjaan C. pentingnya menghindari semua pekerjaan rumah D. kepedulian terhadap usaha orang tua E. keberhasilan hanya dapat dicapai dengan mengabaikan keluarga Teks di bawah ini untuk soal nomor 23–24 Pengalaman Mengunjungi Panti Asuhan Dalam sebuah wawancara, Lala menceritakan pengalamannya mengunjungi panti asuhan bersama teman- teman sekolah. Mereka membawa buku bacaan dan alat tulis untuk diberikan kepada anak-anak di sana. Lala mengaku awalnya merasa canggung karena belum mengenal anak-anak tersebut. Setelah bermain dan membaca buku bersama, ia merasa senang. Ia menyadari bahwa berbagi waktu dan perhatian sama pentingnya dengan memberikan barang. 23. Informasi yang sesuai dengan teks adalah .... A. Lala mengunjungi panti asuhan bersama teman-teman sekolah. B. Lala merasa nyaman sejak pertama kali tiba. C. Mereka membawa buku bacaan dan alat tulis. D. Lala menyadari pentingnya berbagi waktu dan perhatian. E. Lala mengunjungi panti asuhan seorang diri untuk mengikuti perlombaan. 24. Jika pengalaman Lala dikembangkan menjadi karya sastra, hal-hal yang tepat dilakukan adalah .... A. mempertahankan fakta utama tentang kunjungan ke panti asuhan B. menggambarkan perubahan perasaan Lala dari canggung menjadi senang C. menambahkan kejadian yang bertentangan dengan keterangan Lala D. menggunakan pilihan kata yang menarik untuk menggambarkan suasana E. menghilangkan semua informasi tentang perasaan narasumber Teks di bawah ini untuk soal nomor 25 Presentasi Pertama Beni mendapat tugas mempresentasikan hasil pengamatan di depan kelas. Ia berlatih bersama kakaknya, tetapi masih merasa gugup ketika berdiri di depan teman-temannya. Ia sempat berbicara terlalu cepat. Setelah mendapat masukan dari guru, Beni berlatih mengatur kecepatan bicara dan memberikan jeda pada bagian penting. 25. Pernyataan yang tepat berdasarkan teks adalah .... A. Beni berlatih sebelum melakukan presentasi. B. Beni tidak pernah mengalami kesulitan saat berbicara. C. Beni menerima masukan untuk memperbaiki penyampaiannya. D. Mengatur kecepatan bicara dan jeda dapat membantu penyajian menjadi lebih baik. E. Beni harus menghindari semua kesempatan untuk berbicara di depan kelas. C. Benar atau Salah Tentukan apakah setiap pernyataan berikut Benar (B) atau Salah (S) berdasarkan teks.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 64 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.Teks berikut ini untuk soal nomor 26–28 Sepatu untuk Adik Suatu sore, Nanda melihat adiknya duduk termenung karena sepatu sekolahnya rusak. Nanda mengetahui bahwa adiknya khawatir tidak dapat memakai sepatu itu ke sekolah keesokan harinya. Nanda kemudian berbicara kepada ayah dan ibu mereka. Ia mengusulkan agar sepatu tersebut diperbaiki terlebih dahulu. Ayah setuju untuk memperbaikinya malam itu. Adiknya merasa lega dan berterima kasih kepada Nanda. Ketika menceritakan pengalaman tersebut, Nanda mengatakan bahwa ia senang dapat membantu adiknya menemukan jalan keluar. 26.Nanda menunjukkan kepedulian dengan membantu mencari solusi untuk masalah sepatu adiknya. (B/S) 27.Perasaan lega yang dialami adik Nanda tidak berkaitan dengan penyelesaian masalah sepatunya. (B/S) 28.Jika pengalaman Nanda dikembangkan menjadi cerita, penulis boleh mengubah sepatu yang rusak menjadi sepeda yang hilang tanpa mempertimbangkan fakta sumber. (B/S) Teks berikut ini untuk soal nomor 29–30 Cerita yang Telah Disunting Sebelum disunting, tulisan Dita berbunyi: kemarin aku mengikuti kegiatan menanam pohon di sekolah aku merasa senang karena bisa bekerja bersama teman-teman Setelah disunting, tulisan tersebut menjadi: Kemarin, aku mengikuti kegiatan menanam pohon di sekolah. Aku merasa senang karena bisa bekerja bersama teman-teman. 29.Penyuntingan tulisan Dita memperbaiki penggunaan huruf kapital dan tanda baca. (B/S) 30.Penyuntingan yang baik harus mengubah seluruh isi cerita meskipun tulisan awal sudah sesuai dengan pengalaman penulis. (B/S) D. Isian Singkat Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! 31.Orang yang memberikan informasi dalam kegiatan wawancara disebut .... 32.Kegiatan memeriksa dan memperbaiki tulisan agar lebih jelas, runtut, dan sesuai dengan kaidah bahasa disebut .... 33.Cara seseorang melihat, memahami, atau memaknai suatu pengalaman disebut .... 34.Informasi tentang kejadian yang dapat diperiksa kebenarannya disebut .... 35.Pandangan atau penilaian pribadi seseorang terhadap suatu hal disebut .... 36.Dalam wawancara, pertanyaan “Bagaimana perasaanmu setelah mengalami kejadian itu?” digunakan untuk menggali informasi tentang .... 37.Bagian cerita yang memperkenalkan tokoh dan pengalaman yang dialaminya disebut bagian ....
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 65 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 38.Penggunaan pilihan kata yang tepat dan menarik agar pembaca dapat membayangkan pengalaman tokoh merupakan bentuk penggunaan kosakata secara .... 39.Ketika menyajikan cerita secara lisan, pengaturan tinggi-rendah nada suara sesuai dengan isi cerita disebut .... 40.Sikap yang harus digunakan ketika memberikan kritik atau saran terhadap karya teman adalah sikap ....Teks di bawah ini untuk soal nomor 41 Pengalaman Menjadi Ketua Kelompok Ketika kelas VI mendapat tugas membuat poster, Rina ditunjuk menjadi ketua kelompok. Ia merasa senang, tetapi khawatir tidak mampu mengatur teman-temannya. Pada awal kegiatan, beberapa anggota belum memahami tugas masing-masing. Rina kemudian mengajak semua anggota berdiskusi dan membagi pekerjaan sesuai kemampuan mereka. Ia juga mendengarkan pendapat setiap anggota. Akhirnya, poster selesai tepat waktu. Rina merasa lega dan bangga karena kelompoknya dapat bekerja sama. 41.Berdasarkan cerita tersebut, jelaskan perubahan perasaan Rina dari awal hingga akhir cerita. Sertakan bukti dari teks dan jelaskan pelajaran yang dapat diambil dari pengalamannya. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ Teks di bawah ini untuk soal nomor 42 Wawancara dengan Kakek Dalam wawancara, Kakek menceritakan pengalamannya belajar membaca ketika masih kecil. Dahulu, ia harus berjalan cukup jauh untuk sampai ke sekolah. Buku yang dimilikinya juga terbatas sehingga ia sering meminjam buku dari teman. Meskipun menghadapi kesulitan, Kakek tetap rajin belajar. Ia merasa bangga karena akhirnya dapat menyelesaikan pendidikan dan bekerja sebagai guru. 42.Tuliskan tiga pertanyaan wawancara yang tepat untuk menggali lebih dalam pengalaman dan perasaan Kakek. Jelaskan informasi yang ingin kalian peroleh dari setiap pertanyaan. E. Esai Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!
66 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.Teks di bawah ini untuk soal nomor 43 Gagal dalam Perlombaan Mira mengikuti lomba bercerita di sekolah. Ia telah berlatih selama dua minggu, tetapi saat tampil, ia lupa beberapa bagian cerita. Mira tidak menjadi juara dan merasa kecewa. Setelah berbicara dengan gurunya, ia mengetahui bahwa dirinya perlu lebih sering berlatih dan memahami isi cerita, bukan hanya menghafalkan kalimat. Mira memutuskan untuk terus berlatih agar dapat tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya. 43.Kembangkan pengalaman Mira menjadi sebuah cerita pendek sebanyak dua paragraf. Gunakan kosakata yang kreatif untuk menggambarkan perasaan Mira, tetapi jangan mengubah fakta utama dalam teks. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ Teks di bawah ini untuk soal nomor 44 Seorang siswa menulis paragraf berikut. hari minggu lalu aku membantu ayah membersihkan halaman awalnya aku merasa malas tetapi setelah selesai aku senang karena halaman menjadi bersih 44.Suntinglah paragraf tersebut agar penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan susunan kalimatnya menjadi lebih tepat. Jelaskan dua perbaikan yang kalian lakukan. __________________________________________________________________________________________________________________________ Teks di bawah ini untuk soal nomor 45 Pengalaman yang Mengubah Pandangan Doni pernah menganggap bahwa membantu teman mengerjakan tugas hanya membuang waktu. Suatu hari, ia melihat temannya kesulitan memahami materi pelajaran. Doni akhirnya bersedia menjelaskan materi tersebut. Setelah belajar bersama, temannya berhasil menyelesaikan tugas. Doni merasa senang karena bantuan kecilnya ternyata bermanfaat. Sejak saat itu, ia memahami bahwa membantu orang lain juga dapat memberikan pengalaman berharga bagi dirinya sendiri. 45.Jelaskan sudut pandang Doni sebelum dan sesudah mengalami peristiwa tersebut. Kemudian, tuliskan pesan cerita dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________
67 BAB III MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI A. Mengenal Teks Laporan Hasil Observasi 1. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi adalah teks yang menyajikan informasi tentang suatu objek berdasarkan hasil pengamatan secara sistematis dan objektif. Objek yang diamati dapat berupa makhluk hidup, benda, tempat, atau fenomena alam. Misalnya, kalian dapat mengamati tanaman mangga, lingkungan sekolah, kegiatan di perpustakaan, atau kondisi sungai di sekitar tempat tinggal. Pernahkah kalian mengamati tanaman di halaman sekolah, memperhatikan kondisi perpustakaan, atau melihat berbagai jenis hewan di sekitar rumah? Ketika melakukan pengamatan, kalian dapat menemukan informasi tentang bentuk, ciri- ciri, keadaan, dan fungsi suatu objek. Informasi hasil pengamatan dapat disusun menjadi teks laporan hasil observasi (LHO). Teks ini menyampaikan informasi berdasarkan fakta yang diperoleh melalui pengamatan secara langsung atau sumber informasi yang dapat dipercaya. 2. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi Teks laporan hasil observasi memiliki beberapa ciri berikut. Berdasarkan fakta. Informasi diperoleh dari hasil pengamatan, bukan sekadar dugaan. Teks laporan hasil observasi berbeda dengan cerita pengalaman. Cerita pengalaman berfokus pada kejadian yang dialami seseorang, sedangkan teks laporan hasil observasi berfokus pada informasi faktual tentang objek yang diamati.
68 3. Membaca Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Bacalah teks berikut dengan saksama! Objektif. Informasi disampaikan sesuai keadaan objek, tidak hanya berdasarkan perasaan atau kesukaan penulis. Disusun secara sistematis. Informasi disajikan dengan urutan yang jelas sehingga mudah dipahami. Menggunakan bahasa yang jelas. Kata dan kalimat dipilih agar pembaca memahami objek yang dilaporkan. Memberikan informasi. Isi teks membantu pembaca mengenali ciri, bagian, keadaan, atau fungsi objek Contohnya, kalimat “Daun tanaman mangga berwarna hijau” dapat menjadi fakta jika sesuai dengan hasil pengamatan. Sementara itu, kalimat “Tanaman mangga adalah tanaman paling indah di dunia” merupakan penilaian pribadi karena mengandung pendapat subjektif. Tanaman Cabai di Halaman Sekolah Tanaman cabai merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh di halaman rumah maupun sekolah. Tanaman ini menghasilkan buah cabai yang sering digunakan sebagai bahan makanan. Tanaman cabai dapat ditanam di tanah secara langsung atau di dalam pot. Berdasarkan pengamatan di halaman sekolah, tanaman cabai memiliki batang yang bercabang dan daun berwarna hijau. Pada beberapa tanaman, terlihat bunga kecil berwarna putih. Ada pula tanaman yang sudah menghasilkan buah berwarna hijau dan merah. Ukuran buah berbeda-beda, bergantung pada jenis dan tingkat pertumbuhannya. Tanaman cabai membutuhkan air, sinar matahari, dan unsur hara untuk tumbuh. Perawatannya dapat dilakukan dengan menyiram tanaman secara teratur, membersihkan gulma, dan memperhatikan kondisi daun serta batang. Tanaman yang dirawat dengan baik memiliki kesempatan untuk tumbuh secara optimal.
69 4. Memahami Isi Teks Laporan Hasil Observasi Untuk memahami teks laporan hasil observasi, kalian perlu menemukan objek yang dibahas dan informasi faktual yang disampaikan. Pada teks “Tanaman Cabai di Halaman Sekolah”, objek yang dibahas adalah tanaman cabai. Informasi yang disampaikan meliputi ciri-ciri tanaman, kondisi yang mendukung pertumbuhannya, cara perawatan, dan manfaatnya. Perhatikan contoh fakta yang dapat ditemukan dalam teks tersebut: Tanaman cabai memiliki batang yang bercabang. Daunnya berwarna hijau. Bunganya dapat berwarna putih. Buahnya dapat berwarna hijau atau merah. Tanaman cabai membutuhkan air dan sinar matahari untuk tumbuh. Informasi tersebut menggambarkan ciri dan kebutuhan tanaman cabai. Namun, tidak semua tanaman cabai memiliki kondisi yang persis sama. Karena itu, ketika membuat laporan, kalian perlu menyesuaikan informasi dengan objek yang benar- benar diamati. Tanaman cabai bermanfaat sebagai sumber bahan makanan. Pengamatan terhadap tanaman ini juga membantu siswa mengenali bagian tumbuhan, proses pertumbuhan, dan pentingnya merawat tanaman di lingkungan sekitar. Teks laporan hasil observasi umumnya disusun dengan struktur berikut. 5. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi a. Pernyataan umum Bagian ini memperkenalkan objek yang diamati dan memberikan gambaran umum tentang objek tersebut. Contoh: Tanaman cabai merupakan salah satu tanaman yang menghasilkan buah untuk bahan makanan. b. Deskripsi bagian Bagian ini menjelaskan ciri-ciri, bagian, keadaan, atau karakteristik objek secara lebih terperinci. Contoh: Tanaman cabai memiliki batang bercabang, daun berwarna hijau, dan bunga kecil yang dapat berwarna putih.
70 Pilih satu objek yang mudah diamati di lingkungan rumah atau sekolah. Contohnya, tanaman di halaman, tempat sampah, ruang kelas, atau perpustakaan. Lakukan langkah-langkah berikut. 1.Amati objek dengan saksama. 2.Catat nama objek, ciri-ciri, kondisi, dan manfaatnya jika ada. 3.Tuliskan sedikitnya lima fakta yang kalian temukan. 4.Susun catatan tersebut menjadi satu paragraf laporan sederhana. 5.Periksa kembali apakah informasi yang ditulis sesuai dengan hasil pengamatan. Inti pembelajaran: Teks laporan hasil observasi menyajikan informasi faktual tentang suatu objek secara objektif dan sistematis. Untuk menulisnya, kalian perlu mengamati objek dengan teliti, mencatat fakta, serta menyusun informasi secara runtut agar mudah dipahami pembaca. KEGIATAN: MENGAMATI OBJEK DI SEKITAR c. Deskripsi manfaat atau fungsi Bagian ini menjelaskan manfaat atau fungsi objek jika informasi tersebut relevan dengan hasil pengamatan. Contoh: Buah cabai dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Ketiga bagian tersebut membantu laporan tersusun secara runtut, mulai dari pengenalan objek hingga penjelasan yang lebih terperinci.
71 B. Mengamati Objek dan Mencatat Fakta 1. Cara Melakukan Pengamatan a. Tentukan objek dan tujuan pengamatan. Pilih objek yang mudah diamati, misalnya tanaman di halaman sekolah. Tentukan informasi yang ingin diketahui, seperti ciri-ciri dan kondisi tanaman. Sebelum menulis teks laporan hasil observasi, kita perlu mengamati objek dan mengumpulkan informasi yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pengamatan yang teliti membantu kita menghasilkan laporan yang jelas, akurat, dan dapat dipercaya. Objek pengamatan dapat berupa tumbuhan, hewan, benda, tempat, atau keadaan lingkungan. Saat mengamati, kita perlu memperhatikan ciri-ciri, bagian, kondisi, dan fungsi objek sesuai dengan hal yang ingin diketahui. Jika objek tidak dapat diamati secara langsung, informasi dapat diperoleh dari sumber tepercaya. Namun, bedakan informasi dari sumber tersebut dengan fakta yang kalian amati sendiri. b. Amati dengan teliti. Perhatikan bentuk, warna, ukuran, bagian, atau keadaan objek. Gunakan indra penglihatan, pendengaran, dan penciuman jika sesuai dan aman. c. Catat fakta yang ditemukan. Tuliskan informasi sesuai dengan hasil pengamatan, bukan berdasarkan dugaan. d. Periksa kembali catatan. Pastikan informasi yang ditulis sesuai dengan keadaan objek. Jika ada informasi yang belum diketahui, lakukan pengamatan tambahan. 2. Membedakan Fakta dan Pendapat Saat mengamati objek, kita perlu membedakan fakta dengan pendapat. Fakta adalah informasi yang sesuai dengan keadaan sebenarnya dan dapat diperiksa kebenarannya. Sementara itu, pendapat merupakan pandangan atau penilaian seseorang terhadap suatu hal.
72 Pernyataan terakhir merupakan dugaan karena penyebab tanaman layu belum tentu hanya karena kekurangan air. Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan informasi atau pengamatan tambahan. Dalam teks laporan hasil observasi, utamakan fakta yang dapat dibuktikan. Hindari menggunakan pendapat pribadi sebagai pengganti hasil pengamatan. Perhatikan contoh berikut. Fakta: “Tanaman itu memiliki enam helai daun yang terlihat.” Fakta: “Tanah di dalam pot tampak kering.” Pendapat: “Tanaman itu paling indah di halaman sekolah.” Dugaan: “Tanaman itu layu karena tidak pernah disiram.” 3. Membaca Contoh Hasil Pengamatan Bacalah catatan pengamatan berikut. Pengamatan Tanaman di Depan Kelas Pada hari Senin pagi, kelompok siswa kelas VI mengamati tanaman dalam pot di depan kelas. Mereka menemukan tiga pot tanaman yang diletakkan berjajar di dekat jendela. Tanaman pertama memiliki daun berwarna hijau dan batang yang tegak. Tanaman kedua memiliki beberapa daun berwarna kekuningan. Tanaman ketiga memiliki tanah yang tampak kering pada permukaannya. Kelompok siswa mencatat kondisi setiap tanaman. Mereka tidak langsung menyimpulkan penyebab daun menguning atau tanah mengering karena memerlukan pengamatan lebih lanjut. Catatan tersebut berisi informasi yang ditemukan ketika pengamatan dilakukan. Siswa juga berhati-hati agar tidak menyatakan penyebab suatu keadaan tanpa bukti yang cukup.
73 4. Mencatat Fakta secara Sistematis Catatan pengamatan yang baik disusun dengan jelas agar mudah digunakan saat menulis laporan. Informasi dapat dikelompokkan berdasarkan aspek yang diamati. Contohnya, ketika mengamati tanaman, kalian dapat mencatat bentuk daun, keadaan batang, kondisi tanah, dan lokasi tanaman. Berikut contoh catatan dari pengamatan di depan kelas. Objek: Tanaman dalam pot. Lokasi: Depan kelas, dekat jendela. Waktu: Senin pagi. Fakta pertama: Tanaman pertama memiliki daun berwarna hijau dan batang tegak. Fakta kedua: Beberapa daun tanaman kedua berwarna kekuningan. Fakta ketiga: Permukaan tanah pada pot ketiga tampak kering. Catatan seperti ini membantu penulis mengingat informasi penting tanpa harus mengandalkan ingatan saja. Informasi tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi kalimat yang runtut dalam teks laporan hasil observasi. Pilih satu objek di lingkungan sekolah atau rumah, misalnya tempat sampah, tanaman, ruang kelas, atau halaman sekolah. Lakukan pengamatan secara mandiri dengan langkah berikut. 1.Tentukan objek yang akan diamati. 2.Amati objek dengan teliti. 3.Catat sedikitnya lima fakta yang dapat dibuktikan. 4.Pisahkan fakta dari pendapat atau dugaan. 5.Susun catatan menjadi satu paragraf yang menjelaskan keadaan objek. Pastikan kalian tidak menambahkan informasi yang belum diketahui. Jika menemukan keadaan yang penyebabnya belum jelas, tuliskan apa yang benar- benar terlihat dan lakukan pengamatan tambahan jika diperlukan. KEGIATAN: PENGAMAT CILIK
74 C. Menyusun Informasi secara Sistematis 1. Mengelompokkan Informasi Catatan pengamatan sering kali terdiri atas berbagai fakta. Sebelum menulis laporan, kelompokkan fakta berdasarkan kesamaan informasi. Misalnya, ketika mengamati perpustakaan sekolah, kalian memperoleh catatan berikut: Perpustakaan berada di dekat ruang guru. Terdapat rak-rak buku di sepanjang dinding. Buku disusun berdasarkan jenisnya. Tersedia beberapa meja dan kursi untuk membaca. Siswa dapat meminjam buku sesuai aturan sekolah. Catatan tersebut dapat dikelompokkan menjadi informasi tentang lokasi, fasilitas, penataan buku, dan fungsi perpustakaan. Pengelompokan membantu penulis menghindari pengulangan informasi. Setelah melakukan pengamatan dan mencatat fakta, langkah berikutnya adalah menyusun informasi menjadi teks laporan hasil observasi. Catatan yang baik perlu diatur secara runtut agar pembaca dapat memahami objek yang diamati dengan mudah. Informasi sebaiknya disusun mulai dari gambaran umum objek, dilanjutkan dengan ciri-ciri atau kondisi objek, kemudian manfaat atau fungsi objek jika relevan. 2. Menentukan Urutan Informasi Informasi dalam teks laporan hasil observasi perlu disusun secara logis. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah sebagai berikut. Gambaran umum: memperkenalkan objek yang diamati. Ciri-ciri atau kondisi: menjelaskan bagian, bentuk, keadaan, atau karakteristik objek. Fungsi atau manfaat: menjelaskan kegunaan objek jika sesuai dengan tujuan pengamatan.
Perpustakaan sekolah merupakan tempat untuk membaca, meminjam buku, dan mencari informasi. Ruangan ini menyediakan berbagai bahan bacaan yang dapat digunakan siswa untuk mendukung kegiatan belajar. Di dalam perpustakaan terdapat rak buku, meja, kursi, dan koleksi bacaan. Buku- buku disusun pada rak agar lebih mudah ditemukan. Meja dan kursi digunakan siswa ketika membaca atau mempelajari bahan bacaan. Perpustakaan membantu siswa memperoleh informasi dan memperluas pengetahuan. Pemanfaatan perpustakaan secara teratur juga dapat mendukung kebiasaan membaca. Pada teks tersebut di atas. paragraf pertama memperkenalkan objek secara umum. Paragraf kedua menjelaskan fasilitas dan penataan ruang, sedangkan paragraf ketiga menjelaskan fungsi perpustakaan. 75 Perpustakaan Sekolah Perhatikan contoh berikut. 3. Mengembangkan Catatan Menjadi Paragraf Catatan pengamatan belum tentu berbentuk kalimat lengkap. Oleh karena itu, fakta perlu dikembangkan menjadi kalimat yang jelas dan saling berhubungan.
76 Contoh catatan: Objek: tanaman bunga. Daun: berwarna hijau. Batang: tumbuh tegak. Bunga: berwarna merah. Lokasi: pot di depan kelas. Catatan tersebut dapat dikembangkan menjadi paragraf berikut. Tanaman Bunga di Depan Kelas Tanaman bunga yang diamati berada di dalam pot di depan kelas. Tanaman tersebut memiliki daun berwarna hijau dan batang yang tumbuh tegak. Bunganya berwarna merah sehingga mudah dikenali di antara tanaman lain di sekitarnya. Perhatikan bahwa informasi dalam paragraf berasal dari catatan pengamatan. Penulis tidak menambahkan klaim yang belum diketahui, seperti nama jenis bunga atau penyebab pertumbuhannya. 4. Menggunakan Kata Penghubung Kata penghubung membantu mengaitkan informasi agar paragraf terasa runtut. Beberapa kata yang dapat digunakan antara lain: Selain itu, untuk menambahkan informasi. Sementara itu, untuk menunjukkan perbedaan keadaan atau membahas objek lain. Karena, untuk menyatakan sebab jika hubungan sebab-akibatnya didukung informasi. Dengan demikian, untuk menyampaikan kesimpulan berdasarkan informasi sebelumnya. Contoh: “Di halaman sekolah terdapat beberapa tanaman dalam pot. Selain itu, terdapat pohon peneduh di dekat lapangan. Tanaman-tanaman tersebut menjadi bagian dari lingkungan sekolah.” Gunakan kata penghubung sesuai dengan hubungan antarinformasi. Jangan menyatakan sebab-akibat jika hasil pengamatan belum cukup untuk membuktikannya.
77 D. Mengembangkan Kalimat Kompleks 1. Mengenal Kalimat KompleksPerhatikan contoh berikut. Kalimat sederhana: Tanah di pot itu kering. Kalimat kompleks: Tanah di pot itu kering karena tanaman tidak disiram selama beberapa hari. Kalimat kedua memberikan informasi lebih lengkap. Kata “karena” menghubungkan keadaan tanah yang kering dengan penyebabnya. Contoh lainnya: Daun tanaman cabai berwarna hijau, sedangkan beberapa daun di bagian bawah mulai menguning. Ketika bel istirahat berbunyi, beberapa siswa menyiram tanaman di halaman sekolah. Tanaman itu tumbuh subur karena mendapat cukup air dan sinar matahari. Perlu diingat, hubungan sebab-akibat dalam laporan harus berdasarkan fakta hasil pengamatan, bukan sekadar dugaan. Saat menulis teks laporan hasil observasi, kita perlu menyampaikan fakta dengan jelas dan terperinci. Salah satu caranya adalah menggunakan kalimat kompleks, yaitu kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih dan mengandung lebih dari satu informasi. Kalimat kompleks membantu kita menjelaskan hubungan antara fakta, misalnya hubungan sebab-akibat, waktu, atau pertentangan. 2. Kata Penghubung dalam Kalimat Kompleks Beberapa kata penghubung yang dapat digunakan antara lain: Karena: menjelaskan sebab. Sehingga: menjelaskan akibat. Ketika: menunjukkan waktu. Sedangkan: membandingkan dua keadaan. Meskipun: menunjukkan pertentangan. Jika: menunjukkan syarat.
78 3. Mengembangkan Fakta Menjadi Kalimat Kompleks Perhatikan catatan hasil pengamatan berikut. Objek: tanaman cabai. Daun: berwarna hijau. Batang: berdiri tegak. Tanah: terlihat kering. Lokasi: halaman sekolah. Catatan tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa kalimat. Tanaman cabai di halaman sekolah memiliki daun berwarna hijau dan batang yang berdiri tegak. Sementara itu, tanah di sekitar tanaman terlihat kering sehingga perlu diperiksa kelembapannya. Tanaman cabai tersebut tumbuh di dalam pot yang diletakkan di tempat terbuka. Kalimat-kalimat itu menyampaikan informasi secara lebih lengkap. Namun, kita tidak boleh langsung menyimpulkan bahwa tanaman kekurangan air hanya karena tanah terlihat kering. Kesimpulan harus didukung pengamatan lebih lanjut. Contoh dalam laporan observasi: Permukaan tanah di pot pertama terlihat kering, sedangkan tanah di pot kedua tampak lembap. Kalimat tersebut membandingkan dua keadaan tanah berdasarkan hasil pengamatan
79 E. Menulis dan Menyunting Laporan Observasi 1. Langkah-Langkah Menulis Laporan ObservasiIkuti langkah-langkah berikut. 1.Tentukan objek pengamatan. Pilih objek yang mudah diamati, seperti tanaman, ruang kelas, perpustakaan, atau tempat sampah. 2.Catat fakta. Tuliskan informasi yang benar-benar terlihat atau ditemukan selama pengamatan. 3.Susun kerangka laporan. Kelompokkan catatan menjadi pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat atau fungsi. 4.Kembangkan menjadi paragraf. Gunakan kalimat yang jelas dan kalimat kompleks jika diperlukan. 5.Periksa kembali laporan. Pastikan informasi sesuai fakta, urutannya logis, dan bahasanya mudah dipahami. Setelah mempelajari cara mengamati objek, mencatat fakta, menyusun informasi, dan mengembangkan kalimat kompleks, sekarang saatnya menulis teks laporan hasil observasi secara utuh. Laporan observasi yang baik harus menyajikan fakta secara objektif, disusun secara sistematis, dan menggunakan bahasa yang jelas. 2. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi TEMPAT SAMPAH DI LINGKUNGAN SEKOLAH Pernyataan Umum Tempat sampah merupakan sarana yang digunakan untuk menampung sampah agar lingkungan tetap bersih. Di lingkungan sekolah, tempat sampah dapat ditemukan di depan kelas dan beberapa sudut halaman. Deskripsi Bagian Tempat sampah di depan kelas VI berbentuk tabung dengan tutup terbuka. Tempat sampah tersebut terbuat dari plastik dan memiliki warna hijau. Di dalamnya terdapat sampah berupa kertas bekas dan bungkus makanan. Sementara itu, tempat sampah di dekat halaman digunakan untuk menampung sampah daun yang gugur.
80 3. Menyunting Laporan Observasi Menyunting adalah kegiatan memeriksa dan memperbaiki tulisan agar menjadi lebih baik. Sebelum laporan dikumpulkan, periksa beberapa hal berikut. Isi: Apakah semua informasi sesuai dengan fakta? Struktur: Apakah laporan memiliki bagian pembuka, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat atau fungsi yang sesuai? Kalimat: Apakah kalimat tersusun jelas dan tidak membingungkan? Kosakata: Apakah kata yang digunakan tepat? Ejaan: Apakah huruf kapital dan tanda baca digunakan dengan benar? Objektivitas: Apakah laporan menghindari pendapat pribadi yang tidak didukung fakta? Perhatikan contoh perbaikan berikut. Kalimat sebelum disunting: Menurut saya, taman sekolah sangat indah sekali dan paling bagus. Kalimat setelah disunting: Taman sekolah memiliki berbagai tanaman berbunga dan beberapa pot yang tersusun di sepanjang jalan. Kalimat kedua lebih sesuai untuk laporan observasi karena menggambarkan objek berdasarkan informasi yang dapat diamati, bukan sekadar penilaian pribadi. Deskripsi Manfaat Tempat sampah membantu warga sekolah menjaga kebersihan lingkungan. Jika sampah dibuang pada tempatnya, halaman dan ruang kelas akan lebih mudah dijaga kebersihannya. Oleh karena itu, siswa perlu membiasakan diri membuang sampah sesuai tempat yang tersedia. Catatan: Contoh di atas merupakan model penulisan. Sesuaikan isi laporan dengan fakta yang ditemukan saat melakukan pengamatan.
81 LATIHAN A. Perbaikilah kalimat berikut agar sesuai untuk laporan hasil observasi. 1.Menurut saya, perpustakaan sekolah sangat bagus dan keren. ____________________________________________________________________________________ 2.Tanaman itu pasti layu karena penjaganya malas menyiram. ____________________________________________________________________________________ 3.Di halaman ada banyak banget pohon yang bagus-bagus. ____________________________________________________________________________________ B. Menulis Laporan Hasil Observasi Pilihlah satu objek di lingkungan sekolah. Lakukan pengamatan secara langsung, kemudian tulislah laporan berdasarkan hasil pengamatan tersebut. Laporanmu harus memenuhi ketentuan berikut: 1.Memiliki judul yang sesuai. 2.Terdiri atas tiga bagian, yaitu pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat atau fungsi. 3.Memuat fakta hasil pengamatan. 4.Menggunakan kalimat kompleks secara tepat. 5.Memakai ejaan dan tanda baca yang benar. Tulislah laporan dalam 3–5 paragraf dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. C. Menyunting Laporan Teman Tukarkan laporan dengan teman sebangku. Bacalah laporan tersebut dan berikan saran perbaikan pada bagian yang masih kurang jelas, belum sesuai fakta, atau memiliki kesalahan ejaan. Setelah itu, perbaiki laporan masing-masing berdasarkan masukan yang diterima.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 82 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 3 Nama: Kelas: Tanggal:1. Teks laporan hasil observasi merupakan teks yang berisi .... A. cerita khayalan berdasarkan imajinasi penulis B. informasi berdasarkan hasil pengamatan terhadap suatu objek C. pengalaman pribadi yang mengesankan D. pendapat penulis tentang suatu peristiwa 2. Salah satu ciri utama teks laporan hasil observasi adalah bersifat objektif. Artinya .... A. menggunakan bahasa yang menarik dan lucu B. mengutamakan perasaan penulis C. menyampaikan informasi berdasarkan fakta D. memuat pendapat sebanyak mungkin 3. Bagian teks laporan hasil observasi yang menjelaskan gambaran umum suatu objek disebut .... A. pernyataan umum B. deskripsi bagian C. deskripsi manfaat D. kesimpulan cerita 4. Langkah pertama yang dilakukan sebelum menulis laporan hasil observasi adalah .... A. menyunting laporan B. menentukan judul akhir C. menyusun paragraf penutup D. menentukan objek yang akan diamati 5. Kalimat berikut yang termasuk fakta hasil pengamatan adalah .... A. Taman sekolah merupakan taman paling indah di dunia. B. Menurut saya, tanaman itu sangat menarik. C. Di halaman sekolah terdapat lima pot tanaman berbunga. D. Semua siswa pasti menyukai tanaman tersebut. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 6–10! Kebun Sayur di Belakang Sekolah Di belakang SD Harapan terdapat kebun sayur yang dikelola oleh warga sekolah. Kebun tersebut memiliki luas sekitar 40 meter persegi dan digunakan sebagai tempat pembelajaran tentang tanaman. Kebun itu ditanami berbagai jenis sayuran, seperti bayam, kangkung, dan sawi. Tanaman bayam tumbuh di tiga petak tanah, sedangkan kangkung ditanam di dua petak lainnya. Di dekat kebun terdapat sebuah keran air dan beberapa alat berkebun. Setiap hari Jumat, siswa kelas VI melakukan kegiatan perawatan kebun. Mereka membersihkan rumput liar, menggemburkan tanah, dan menyiram tanaman. Kebun sekolah dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal pertumbuhan tanaman dan cara merawat lingkungan. 6. Objek yang diamati dalam teks tersebut adalah .... A. ruang kelas VI B. kebun sayur di belakang sekolah C. halaman depan sekolah D. alat-alat berkebun
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 83 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 7. Luas kebun sayur berdasarkan teks adalah sekitar .... A. 20 meter persegi B. 30 meter persegi C. 40 meter persegi D. 50 meter persegi 8. Kalimat yang menunjukkan perbandingan dua informasi adalah .... A. Di belakang SD Harapan terdapat kebun sayur. B. Kebun digunakan sebagai tempat pembelajaran. C. Setiap hari Jumat, siswa melakukan perawatan kebun. D. Tanaman bayam tumbuh di tiga petak tanah, sedangkan kangkung ditanam di dua petak lainnya. 9. Kegiatan yang dilakukan siswa kelas VI setiap hari Jumat adalah .... A. memanen seluruh sayuran B. merawat kebun sekolah C. menjual sayuran ke pasar D. membangun pagar kebun 10. Paragraf ketiga pada teks tersebut terutama menjelaskan .... A. ukuran kebun sekolah B. jenis-jenis sayuran C. kegiatan perawatan dan manfaat kebun D. lokasi kebun sekolah 11. Tujuan mencatat fakta selama pengamatan adalah .... A. memudahkan penyusunan laporan yang akurat B. memperbanyak pendapat pribadi C. membuat laporan menjadi cerita khayalan D. mengganti kegiatan pengamatan langsung 12. Urutan struktur teks laporan hasil observasi yang tepat adalah .... A. deskripsi manfaat – pernyataan umum – deskripsi bagian B. deskripsi bagian – deskripsi manfaat – pernyataan umum C. pernyataan umum – deskripsi manfaat – deskripsi bagian D. pernyataan umum – deskripsi bagian – deskripsi manfaat 13. Kalimat kompleks yang menunjukkan hubungan waktu adalah .... A. Tanaman itu memiliki daun hijau. B. Ketika hujan turun, siswa memindahkan pot ke tempat yang terlindung. C. Ruang perpustakaan memiliki empat rak buku. D. Tempat sampah itu terbuat dari plastik. 14. Kegiatan menyunting teks laporan hasil observasi bertujuan untuk .... A. menambahkan cerita khayalan B. menghilangkan seluruh fakta pengamatan C. memperbaiki isi, kalimat, ejaan, dan tanda baca D. mengganti laporan dengan pendapat pribadi 15. Kalimat yang paling tepat digunakan dalam laporan hasil observasi adalah .... A. Tanaman itu sangat cantik dan paling hebat. B. Saya yakin tanaman tersebut pasti sangat bahagia. C. Menurut saya, daun tanaman itu luar biasa. D. Tanaman tersebut memiliki batang tegak dan daun berbentuk lonjong. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 16–20!
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 84 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.Di dalam perpustakaan terdapat enam rak buku, empat meja baca, dan dua belas kursi. Buku-buku dikelompokkan berdasarkan jenisnya, seperti buku cerita, ensiklopedia, dan buku pengetahuan umum. Pada bagian depan ruangan terdapat meja petugas serta buku pencatatan peminjaman. Perpustakaan dibuka pada hari Senin sampai Jumat selama jam sekolah. Siswa dapat membaca buku di tempat atau meminjamnya sesuai aturan. Selain menyediakan bahan bacaan, perpustakaan juga digunakan untuk kegiatan literasi bersama. 16. Letak perpustakaan SD Nusantara adalah .... A. di belakang kantin B. di sebelah ruang guru C. di depan lapangan D. di samping gerbang sekolah 17. Jumlah kursi yang terdapat di perpustakaan adalah .... A. 4 kursi B. 6 kursi C. 10 kursi D. 12 kursi 18. Informasi yang termasuk deskripsi bagian adalah .... A. Perpustakaan mendukung kegiatan membaca siswa. B. Perpustakaan digunakan untuk kegiatan literasi bersama. C. Di dalam perpustakaan terdapat enam rak buku, empat meja baca, dan dua belas kursi. D. Perpustakaan merupakan sarana belajar yang bermanfaat. 19. Berdasarkan teks, buku-buku di perpustakaan disusun menurut .... A. jenis buku B. ukuran sampul C. warna buku D. nama peminjam 20. Pernyataan yang sesuai dengan isi teks adalah .... A. Perpustakaan hanya dibuka pada hari Sabtu. B. Semua buku hanya boleh dibaca oleh guru. C. Perpustakaan tidak memiliki petugas. D. Siswa dapat membaca dan meminjam buku sesuai aturan. B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar.Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 21–25! Taman Tanaman Obat Sekolah SD Pelita memiliki taman tanaman obat yang terletak di samping ruang UKS. Taman tersebut berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 6 meter × 4 meter. Di dalam taman terdapat tanaman jahe, kunyit, serai, dan lidah buaya. Jahe dan kunyit ditanam langsung di tanah, sedangkan serai dan lidah buaya ditanam dalam pot. Setiap tanaman memiliki papan nama kecil untuk memudahkan siswa mengenal jenisnya. Taman dirawat oleh siswa dan guru secara bergiliran. Kegiatan perawatan meliputi penyiraman, pembersihan rumput liar, dan pemeriksaan kondisi tanaman. Taman ini dimanfaatkan sebagai sarana belajar mengenal berbagai jenis tanaman obat.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 85 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.21. Pernyataan yang sesuai dengan isi teks adalah .... A. Taman terletak di samping ruang UKS. B. Taman berbentuk lingkaran. C. Taman memiliki ukuran sekitar 6 meter × 4 meter. D. Di taman terdapat tanaman jahe, kunyit, serai, dan lidah buaya. 22. Tanaman yang disebutkan dalam teks adalah .... A. jahe B. kunyit C. pohon mangga D. lidah buaya 23. Fakta yang dapat ditemukan dalam teks adalah .... A. Serai ditanam dalam pot. B. Taman tersebut merupakan taman terindah di Indonesia. C. Setiap tanaman memiliki papan nama kecil. D. Taman dirawat oleh siswa dan guru secara bergiliran. 24. Kegiatan perawatan taman yang disebutkan dalam teks meliputi .... A. menyiram tanaman B. membersihkan rumput liar C. menjual tanaman ke pasar D. memeriksa kondisi tanaman 25. Pernyataan yang benar mengenai penyusunan teks tersebut adalah .... A. Paragraf pertama berisi gambaran umum taman. B. Paragraf kedua hanya berisi pendapat penulis. C. Paragraf kedua menjelaskan jenis tanaman dan penempatannya. D. Paragraf ketiga menjelaskan perawatan dan manfaat taman.Teks untuk soal nomor 26–30 Ruang Kelas VI Ruang kelas VI SD Cendekia terletak di lantai satu gedung sekolah. Ruangan tersebut memiliki panjang 8 meter dan lebar 7 meter. Di dalam kelas terdapat 16 meja siswa, 32 kursi, satu meja guru, dan sebuah papan tulis putih. Pada dinding sebelah kanan terdapat papan pajangan hasil karya siswa, sedangkan di bagian belakang ruangan terdapat lemari penyimpanan alat belajar. Setiap pagi, petugas piket membersihkan lantai, merapikan meja, dan membuang sampah. Ruang kelas digunakan untuk kegiatan pembelajaran serta diskusi kelompok. 26.Ruang kelas VI terletak di lantai satu gedung sekolah. (Benar / Salah) 27.Ruang kelas VI memiliki 32 meja siswa dan 16 kursi. (Benar / Salah) 28.Lemari penyimpanan alat belajar berada di bagian depan kelas. (Benar / Salah) 29.Kalimat yang menjelaskan papan pajangan dan lemari merupakan bagian deskripsi bagian. (Benar / Salah) 30.Berdasarkan teks, petugas piket hanya membersihkan kelas setiap hari Jumat. (Benar / Salah) C. Benar atau Salah Petunjuk: Lingkari Tulisan Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 86 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 31. Teks yang menyampaikan informasi berdasarkan hasil pengamatan disebut teks .... 32. Sikap menyampaikan informasi sesuai fakta tanpa dipengaruhi pendapat pribadi disebut .... 33. Bagian awal laporan yang memberikan gambaran umum tentang objek disebut .... 34. Bagian laporan yang menjelaskan ciri-ciri atau unsur suatu objek disebut .... 35. Informasi yang benar-benar ditemukan dan dapat dibuktikan melalui pengamatan disebut .... 36. Kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih disebut kalimat .... 37. Kata penghubung yang digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab adalah .... 38. Kata penghubung yang digunakan untuk membandingkan dua keadaan yang berbeda adalah .... 39. Kegiatan memeriksa dan memperbaiki tulisan agar lebih baik disebut .... 40. Aturan penulisan huruf kapital, kata, dan tanda baca dalam bahasa Indonesia disebut kaidah .... D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri!Teks untuk soal nomor 41–42 Kolam Ikan Sekolah Di halaman belakang SD Sejahtera terdapat sebuah kolam ikan berbentuk persegi panjang. Kolam tersebut memiliki panjang sekitar 4 meter dan lebar 2 meter. Di dalam kolam terdapat ikan nila dan ikan mas. Air kolam terlihat cukup jernih sehingga beberapa ikan dapat diamati dari tepi kolam. Di sekitar kolam terdapat beberapa pot tanaman hias. Setiap pagi, petugas sekolah memberikan pakan ikan dan memeriksa kondisi kolam. Kolam tersebut digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk mengenal hewan air. 41.Identifikasilah struktur teks laporan hasil observasi tersebut! Jelaskan isi pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat atau fungsi berdasarkan teks! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 42.Temukan tiga fakta hasil pengamatan dari teks tersebut! Kemudian, buatlah satu kalimat kompleks yang menggabungkan dua informasi dalam teks tanpa mengubah maknanya! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ Teks untuk soal nomor 43–44 Perhatikan catatan hasil pengamatan berikut! Objek: Taman Depan Kelas Taman terletak di depan ruang kelas VI. Terdapat delapan pot tanaman. Lima pot berisi tanaman berbunga. Tiga pot berisi tanaman berdaun hijau. Terdapat keran air di sebelah kanan taman. Taman digunakan sebagai tempat belajar mengenal tanaman.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 87 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 43.Kembangkan catatan pengamatan tersebut menjadi satu paragraf laporan hasil observasi yang terdiri atas 4–5 kalimat! Gunakan sedikitnya satu kalimat kompleks. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 44.Seorang siswa menulis kalimat berikut berdasarkan catatan pengamatan tersebut: Taman depan kelas VI adalah taman paling cantik di seluruh sekolah. Semua tanaman di sana pasti tumbuh subur karena selalu disiram setiap hari. Jelaskan dua kelemahan kalimat tersebut sebagai bagian dari laporan hasil observasi! Kemudian, perbaikilah menjadi kalimat yang lebih objektif berdasarkan catatan pengamatan. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45. Lakukan kegiatan menulis laporan berdasarkan ilustrasi pengamatan berikut. Seorang siswa mengamati perpustakaan sekolah dan mencatat informasi berikut: Perpustakaan berada di sebelah ruang kepala sekolah. Terdapat empat rak buku dan dua meja baca. Buku dikelompokkan menjadi buku cerita dan buku pengetahuan. Terdapat satu jendela besar di sisi kiri ruangan. Perpustakaan digunakan untuk membaca dan meminjam buku. Susunlah sebuah teks laporan hasil observasi sebanyak tiga paragraf berdasarkan catatan tersebut. Laporan harus memiliki judul, memuat pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat atau fungsi, serta menggunakan sedikitnya dua kalimat kompleks. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________
88 BAB IV BERPANTUN DENGAN IMAJINASI DAN KREATIVITAS A. Mengenal Pantun dan Ciri-cirinya 1. Ciri-Ciri Pantun Pantun memiliki beberapa ciri utama, yaitu: Terdiri atas empat baris dalam satu bait. Baris pertama dan kedua disebut sampiran. Baris ketiga dan keempat disebut isi. Memiliki pola rima yang umumnya a-b-a-b. Setiap baris biasanya terdiri atas sekitar 8– 12 suku kata. Sampiran berfungsi membangun bunyi dan mengantarkan pantun, sedangkan isi menyampaikan maksud atau pesan utama. Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama yang dikenal dalam budaya Indonesia. Pantun biasanya terdiri atas empat baris, memiliki rima atau persamaan bunyi, serta menyampaikan pesan dengan bahasa yang menarik. Melalui pantun, kita dapat mengungkapkan perasaan, menyampaikan nasihat, menghibur orang lain, dan menuangkan imajinasi secara kreatif. 2. Mengenal Imajinasi dalam Pantun Imajinasi adalah kemampuan membayangkan sesuatu dalam pikiran. Dalam membuat pantun, imajinasi membantu kita menemukan ide, memilih kata, dan menyusun baris yang menarik. Imajinasi dapat berasal dari pengalaman sehari-hari, keindahan alam, persahabatan, cita-cita, maupun peristiwa yang dibayangkan.
89 Perhatikan contoh pantun berikut. Pantun Persahabatan Pergi ke taman memetik melati, Melati disimpan di dalam peti. Teman yang baik sepenuh hati, Saling membantu setiap hari. Pantun tersebut menggambarkan persahabatan melalui ungkapan yang sederhana. Isi pantun mengajak kita untuk saling membantu dan menjaga hubungan baik dengan teman. Contoh lainnya: Pantun Cita-Cita Burung merpati terbang tinggi, Hinggap sebentar di pohon jati. Rajin belajar setiap hari, Agar tercapai cita di hati. Pantun ini menggunakan gambaran burung yang terbang tinggi sebagai sampiran, kemudian menyampaikan pesan tentang semangat belajar untuk meraih cita-cita. 3. Menemukan Ide untuk Membuat Pantun Sebelum menulis pantun, kita perlu menentukan ide atau pesan yang ingin disampaikan. Ide tersebut dapat dikembangkan melalui beberapa langkah berikut. 1.Menentukan tema. Misalnya persahabatan, lingkungan, keluarga, atau pendidikan. 2.Menentukan pesan. Pikirkan nasihat, perasaan, atau gagasan yang ingin disampaikan. 3.Membayangkan sampiran. Pilih gambaran yang menarik, seperti alam, hewan, tumbuhan, atau kegiatan sehari-hari. 4.Memilih kata yang sesuai. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami dan memiliki bunyi yang cocok.
90 5.Memperhatikan rima. Usahakan bunyi akhir baris pertama sama dengan baris ketiga, serta bunyi akhir baris kedua sama dengan baris keempat. Ingat, pantun yang baik tidak hanya memiliki rima yang sesuai, tetapi juga menyampaikan pesan yang jelas dan menarik. 4. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa yang dimaksud dengan pantun? 2.Apa perbedaan sampiran dan isi pantun? 3.Berapa jumlah baris dalam satu bait pantun yang umum? 4.Apa yang dimaksud dengan imajinasi? 5.Sebutkan dua tema yang dapat digunakan untuk membuat pantun! B. Tentukan bagian pantun berikut! Bunga kenanga di tepi taman, Harum semerbak sepanjang hari. Jika ingin memiliki banyak teman, Bersikap baiklah dan rendah hati. Jawablah pertanyaan berikut: 1.Baris manakah yang menjadi sampiran? 2.Baris manakah yang menjadi isi? 3.Apa pesan yang disampaikan pantun tersebut? 4.Bagaimana pola rima pantun tersebut? C. Kegiatan Kreatif: Berburu Ide Pantun Pilih satu tema berikut: persahabatan, lingkungan, keluarga, atau cita-cita. Tuliskan tiga kata yang berkaitan dengan tema pilihanmu. Kemudian, buatlah satu pesan yang ingin disampaikan melalui pantun. Gunakan hasilnya sebagai bahan untuk menulis pantun pada pembelajaran berikutnya.
91 B. Mengungkapkan Perasaan melalui Pantun 1. Mengenal Berbagai Perasaan dalam Pantun Perhatikan beberapa contoh berikut. Pantun dapat digunakan untuk mengungkapkan berbagai perasaan, seperti bahagia, sedih, kagum, rindu, atau bangga. Perasaan tersebut dapat disampaikan melalui pilihan kata yang indah tanpa harus menjelaskannya secara langsung. Saat membuat pantun, kita perlu menentukan perasaan yang ingin diungkapkan, memilih kata yang sesuai, lalu menyusunnya menjadi pantun yang memiliki makna dan rima yang tepat.a. Perasaan Bahagia Pagi hari memetik melati, Melati putih di tepi halaman. Hatiku senang sepenuh hati, Bermain bersama teman-teman. Pantun tersebut menggambarkan perasaan bahagia ketika bermain bersama teman.b. Perasaan Sedih Hujan turun membasahi taman, Burung berteduh di dahan jati. Sahabat pergi jauh dari teman, Rasa rindu tersimpan di hati. Pantun ini mengungkapkan kesedihan dan kerinduan ketika sahabat pergi jauh.c. Perasaan Bangga Pohon mangga tumbuh berjajar, Buahnya ranum dipetik petani. Aku bangga terus belajar, Meraih prestasi sepenuh hati. Pantun tersebut menunjukkan rasa bangga terhadap usaha belajar dan pencapaian diri.
92 2. Memilih Kata untuk Mengungkapkan Perasaan Pilihan kata atau diksi sangat penting dalam pantun. Kata yang tepat membuat perasaan lebih mudah dipahami dan terdengar menarik. Contoh kata yang dapat digunakan untuk mengungkapkan perasaan: Bahagia: gembira, ceria, senang, berseri. Sedih: murung, pilu, kecewa, berduka. Rindu: terkenang, merindukan, kenangan, berjauhan. Bangga: berprestasi, berusaha, berhasil, membanggakan. Kagum: indah, memukau, menawan, mengagumkan. Kita juga dapat menggunakan ungkapan kiasan, misalnya hati berbunga-bunga untuk menggambarkan kebahagiaan atau hati terasa pilu untuk menggambarkan kesedihan. Namun, kata-kata tersebut harus tetap sesuai dengan perasaan yang ingin disampaikan dan tidak membuat isi pantun menjadi sulit dipahami. 3. Langkah-Langkah Menulis Pantun tentang Perasaan Agar lebih mudah, ikuti langkah berikut. 1.Tentukan perasaan. Misalnya bahagia karena mendapat teman baru. 2.Tentukan pesan. Contohnya, persahabatan membuat hidup lebih menyenangkan. 3.Pilih kata-kata yang sesuai. Gunakan kata yang menggambarkan perasaan tersebut. 4.Buat isi pantun terlebih dahulu. Susun dua baris yang menyampaikan perasaan atau pesan. 5.Buat sampiran. Pilih gambaran yang menarik dan sesuaikan bunyi akhirnya dengan isi. 6.Periksa rima dan makna. Pastikan bunyi akhir berpola a-b-a-b dan isi pantun mudah dipahami.
93 4. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Sebutkan tiga perasaan yang dapat diungkapkan melalui pantun! 2.Mengapa pilihan kata penting dalam membuat pantun? 3.Apa arti ungkapan hati berbunga-bunga? 4.Apa yang harus diperhatikan ketika memilih kata untuk mengungkapkan perasaan? 5.Mengapa isi pantun sebaiknya dibuat sebelum menyusun sampiran? B. Tentukan Perasaan dalam Pantun Bacalah pantun berikut! Pergi ke pasar membeli jamu, Pulang berjalan bersama paman. Terima kasih wahai guruku, Jasamu terkenang sepanjang zaman. Jawablah pertanyaan berikut. 1.Perasaan apa yang diungkapkan dalam pantun tersebut? 2.Baris manakah yang menunjukkan perasaan itu? 3.Apa pesan yang ingin disampaikan penulis pantun? C. Kegiatan Kreatif: Pantun Perasaanku Pilih salah satu perasaan berikut: bahagia, sedih, rindu, bangga, atau kagum. Buatlah satu pantun yang terdiri atas empat baris untuk mengungkapkan perasaan tersebut. Perhatikan sampiran, isi, pilihan kata, dan pola rima a-b-a-b. Setelah selesai, bacakan pantunmu di depan teman-teman dengan intonasi yang sesuai.
94 C. Mengembangkan Imajinasi dan Memilih Kosakata dalam Pantun Pantun yang menarik tidak hanya memiliki rima yang indah, tetapi juga menggunakan gambaran dan pilihan kata yang membuat pembaca membayangkan sesuatu. Untuk menghasilkan pantun seperti itu, kita perlu mengembangkan imajinasi dan memperkaya kosakata. Imajinasi memungkinkan kita membayangkan suasana, benda, peristiwa, atau pengalaman. Sementara itu, kosakata membantu kita menyampaikan bayangan tersebut melalui kata-kata yang tepat. 1. Mengembangkan Imajinasi Imajinasi dapat dikembangkan dengan mengamati lingkungan sekitar atau membayangkan suatu peristiwa. Misalnya, ketika melihat hujan turun, kita dapat membayangkan daun yang basah, burung yang berteduh, atau anak-anak yang bermain air. Gambaran tersebut dapat dijadikan bahan untuk membuat pantun. Contoh: Hujan turun membasahi taman, Burung berteduh di pohon jati. Rajin belajar menjadi kebiasaan, Agar tercapai cita di hati. Pada pantun tersebut, hujan, taman, dan burung merupakan gambaran yang membantu membentuk sampiran. Isi pantun menyampaikan pesan tentang pentingnya belajar untuk meraih cita-cita. Imajinasi juga dapat berasal dari pengalaman yang tidak benar-benar dialami. Kita dapat membayangkan perjalanan ke bulan, berbicara dengan hewan, atau menjelajahi negeri di atas awan. Hal yang terpenting adalah gambaran tersebut dapat disampaikan melalui kata-kata yang menarik dan sesuai dengan tujuan pantun.
95 2. Memilih Kosakata yang TepatKosakata adalah kumpulan kata yang kita ketahui dan gunakan dalam berbahasa. Dalam pantun, pemilihan kosakata perlu memperhatikan makna, keindahan bunyi, dan kesesuaian dengan pesan. Perhatikan perbedaan berikut. Kalimat biasa: Aku sangat senang hari ini. Ungkapan lebih imajinatif: Hatiku berbunga sepanjang hari. Kedua kalimat tersebut menggambarkan kebahagiaan. Namun, ungkapan hatiku berbunga terasa lebih puitis karena menggunakan gambaran bunga untuk menyampaikan perasaan. Berikut beberapa contoh kosakata yang dapat digunakan dalam pantun: Alam: mentari, embun, rimba, samudra, dedaunan. Perasaan: gembira, pilu, rindu, tenteram, bangga. Gerakan: melayang, berayun, berlari, menari, berkelana. Keindahan: memesona, gemilang, semerbak, menawan, bercahaya. Pilihlah kata sesuai makna yang ingin disampaikan. Jangan menggunakan kata yang sulit hanya demi mendapatkan bunyi yang cocok, karena isi pantun tetap harus mudah dipahami. 3. Menggabungkan Imajinasi, Kosakata, dan RimaSaat membuat pantun, kita perlu memadukan gambaran imajinatif dengan pilihan kata dan pola rima. Perhatikan contoh berikut. Pantun tentang Cita-Cita M e n t a r i p a g i b e r s i n a r t e r a n g , E m b u n b e r k i l a u d i d a u n j a t i . A k u m e l a n g k a h d e n g a n r i a n g , M e n g e j a r c i t a s e p e n u h h a t i . Pantun tersebut menggunakan gambaran mentari dan embun untuk membangun suasana. Kata riang dan hati membantu membentuk rima dengan kata terang dan jati. Isi pantun menggambarkan semangat dalam mengejar cita-cita. Pola rimanya adalah a-b-a-b, yaitu terang–riang dan jati–hati. Ketika menyusun pantun, terkadang kita perlu mengganti beberapa kata agar bunyinya sesuai. Namun, perubahan tersebut tidak boleh menghilangkan makna atau membuat kalimat menjadi janggal.
96 4. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa yang dimaksud dengan imajinasi dalam membuat pantun? 2.Mengapa pemilihan kosakata penting dalam pantun? 3.Apa makna ungkapan hatiku berbunga sepanjang hari? 4.Sebutkan tiga kosakata yang dapat digunakan untuk menggambarkan keindahan alam! 5.Apa saja yang perlu diperhatikan ketika menggabungkan imajinasi dan rima? B. Lengkapilah Pantun Berikut! Perhatikan pantun berikut. Burung kecil terbang melayang, Hinggap sebentar di pohon jati. ........................................ ........................................ Lengkapilah dua baris terakhir dengan isi pantun bertema semangat belajar. Usahakan baris ketiga berakhir dengan bunyi yang sesuai dengan kata melayang, sedangkan baris keempat berakhir dengan bunyi yang sesuai dengan kata jati. C. Kegiatan Kreatif: Imajinasi dalam Empat Baris Bayangkan kamu sedang berada di suatu tempat yang menarik, misalnya taman berbunga, pantai, pegunungan, atau negeri di atas awan. 1.Tuliskan tiga hal yang kamu bayangkan dari tempat tersebut. 2.Pilih empat kosakata yang menarik untuk menggambarkan suasananya. 3.Buatlah satu pantun empat baris yang terinspirasi dari imajinasimu. 4.Periksa kembali makna dan pola rimanya.
97 D. Menyusun Pantun yang Indah dan Bermakna Setelah mengenal pantun, mengungkapkan perasaan, serta mengembangkan imajinasi dan kosakata, sekarang kita akan belajar menyusun pantun secara utuh. Pantun yang baik tidak hanya memiliki rima yang sesuai, tetapi juga menyampaikan pesan dengan jelas dan menggunakan kata-kata yang menarik. 1. Menentukan Tema dan Pesan Pantun Sebelum menulis pantun, tentukan tema yang ingin diangkat. Tema dapat berasal dari kehidupan sehari-hari, seperti persahabatan, keluarga, lingkungan, pendidikan, atau cita-cita. Setelah menentukan tema, pikirkan pesan yang ingin disampaikan. Contoh: Tema: lingkungan. Pesan: kita harus menjaga kebersihan lingkungan. Gambaran imajinatif: taman, bunga, kupu-kupu, dan embun pagi. Kosakata pilihan: semerbak, bersemi, asri, dan lestari. Ide-ide tersebut dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun pantun. 2. Menyusun Sampiran dan Isi Pantun umumnya terdiri atas empat baris. Dua baris pertama merupakan sampiran, sedangkan dua baris terakhir merupakan isi. Perhatikan contoh berikut. Pantun Menjaga Lingkungan Pagi hari memetik melati, Kupu-kupu terbang ke taman. Lingkungan bersih menyejukkan hati, Mari dijaga sepanjang zaman. Sampiran pada baris pertama dan kedua menggambarkan suasana pagi dan kupu- kupu. Sementara itu, isi pada baris ketiga dan keempat menyampaikan ajakan menjaga lingkungan.
98 Pola rimanya adalah a-b-a-b, yaitu melati–hati dan taman–zaman. Saat menyusun pantun, isi sebaiknya dibuat terlebih dahulu agar pesan yang ingin disampaikan jelas. Setelah itu, buatlah sampiran yang sesuai dengan pola rima. 3. Memperindah Pantun dengan Pilihan Kata Pantun dapat menjadi lebih menarik apabila menggunakan kosakata yang tepat dan ungkapan yang kreatif. Namun, keindahan bahasa tidak boleh menghilangkan makna. Perhatikan contoh berikut. Kalimat biasa: Aku senang melihat taman yang indah. Kalimat yang lebih imajinatif: Taman bersemi menghias halaman. Ungkapan kedua memberikan gambaran yang lebih hidup tentang taman. Kata bersemi juga menghadirkan kesan pertumbuhan dan kesegaran. Kita dapat menggunakan kata-kata yang menggambarkan warna, suara, gerakan, suasana, dan perasaan. Pilihlah kata yang sesuai dengan tema dan tetap mudah dipahami pembaca. 4. Memeriksa dan Memperbaiki PantunSetelah pantun selesai, bacalah kembali dan periksa beberapa hal berikut. Jumlah baris: apakah terdiri atas empat baris? Sampiran dan isi: apakah dua baris pertama menjadi sampiran dan dua baris terakhir menyampaikan pesan? Rima: apakah bunyi akhir baris pertama dan ketiga serta baris kedua dan keempat sesuai? Makna: apakah isi pantun jelas dan mudah dipahami? Pilihan kata: apakah kata-kata yang digunakan tepat, menarik, dan tidak janggal? Jika terdapat kata yang kurang sesuai, gantilah dengan kata lain yang memiliki makna tepat dan bunyi yang mendukung rima.
99 5. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Mengapa tema perlu ditentukan sebelum menulis pantun? 2.Apa perbedaan sampiran dan isi pantun? 3.Mengapa isi pantun sebaiknya dibuat terlebih dahulu? 4.Sebutkan tiga hal yang perlu diperiksa setelah pantun selesai ditulis. 5.Mengapa pilihan kata yang indah tetap harus memiliki makna yang jelas? B. Analisis Pantun Berikut! Pergi berlayar menuju seberang, Singgah sebentar membeli ketan. Belajar tekun janganlah jarang, Agar tercapai masa depan. Jawablah pertanyaan berikut. 1.Apa tema pantun tersebut? 2.Tuliskan bagian sampiran dan bagian isinya. 3.Apa pesan yang disampaikan? 4.Bagaimana pola rimanya? C. Kegiatan Kreatif: Ciptakan Pantunmu! Pilih satu tema berikut: persahabatan, keluarga, lingkungan, atau cita-cita. Kemudian, buatlah satu pantun dengan ketentuan: 1.Terdiri atas empat baris. 2.Memiliki sampiran dan isi. 3.Menggunakan pola rima a-b-a-b. 4.Mengandung pesan yang jelas. 5.Menggunakan pilihan kata yang menarik dan kreatif. Setelah selesai, bacakan pantunmu kepada teman. Mintalah teman memeriksa rima, makna, dan pilihan katanya. Perbaiki pantun berdasarkan saran yang sesuai.
100 E. Menulis dan Menyajikan Pantun secara Kreatif Setelah mempelajari ciri-ciri pantun, mengungkapkan perasaan, mengembangkan imajinasi, dan menyusun pantun, sekarang saatnya membuat karya pantun sendiri. Pantun yang baik tidak hanya memiliki rima yang sesuai, tetapi juga mengandung pesan yang bermakna dan menggunakan kosakata secara kreatif. Pantun dapat disampaikan melalui tulisan maupun dibacakan di depan orang lain. 1. Menulis Pantun Berdasarkan Imajinasi Menulis pantun dapat dimulai dari pengalaman, perasaan, atau sesuatu yang dibayangkan. Agar lebih mudah, lakukan langkah-langkah berikut. 1.Pilih tema. Misalnya persahabatan, keluarga, lingkungan, atau cita-cita. 2.Tentukan perasaan dan pesan. Pikirkan hal yang ingin disampaikan kepada pembaca. 3.Kembangkan imajinasi. Bayangkan suasana, benda, atau peristiwa yang sesuai dengan tema. 4.Pilih kosakata. Gunakan kata-kata yang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan makna. 5.Susun pantun. Buat dua baris isi terlebih dahulu, kemudian susun sampiran yang sesuai dengan pola rima. 6.Periksa kembali. Pastikan pantun memiliki empat baris, sampiran dan isi yang jelas, serta rima yang sesuai. Perhatikan contoh berikut. Pantun tentang Persahabatan Burung merpati terbang melayang, Hinggap sebentar di pohon jati. Sahabat baik selalu disayang, Saling membantu sepenuh hati. Pantun tersebut menyampaikan pesan tentang pentingnya persahabatan. Kata merpati, melayang, dan pohon jati membentuk gambaran pada sampiran, sedangkan isinya mengajak kita menjaga hubungan baik dengan teman.
101 2. Menyunting Pantun Pantun yang telah ditulis perlu diperiksa agar makna dan rimanya sesuai. Menyunting berarti memeriksa serta memperbaiki karya supaya menjadi lebih baik. Perhatikan contoh berikut. Pantun sebelum diperbaiki: Pergi ke pasar membeli ikan, Pulang ke rumah membawa roti. Rajin belajar untuk masa depan, Agar sukses setiap hari. Pantun tersebut memiliki pesan yang jelas, tetapi bunyi akhir baris pertama dan ketiga belum membentuk rima yang sesuai. Contoh perbaikannya: Pergi ke pasar membeli ikan, Pulang berjalan bersama paman. Rajin belajar menjadi kebiasaan, Agar cita tercapai di masa depan. Ketika menyunting pantun, perhatikan beberapa hal berikut: Jumlah baris dalam satu bait. Kesesuaian sampiran dan isi. Pola rima a-b-a-b. Ketepatan pilihan kata. Kejelasan pesan dan kelogisan kalimat. Jangan mengorbankan makna hanya demi mendapatkan rima. Pilihlah kata yang sesuai dengan pesan sekaligus memiliki bunyi yang mendukung keindahan pantun. 3. Menyajikan Pantun secara Lisan Pantun dapat menjadi lebih menarik ketika dibacakan dengan cara yang tepat. Pembaca perlu memperhatikan lafal, intonasi, jeda, dan ekspresi.
102 Lafal: ucapkan kata dengan jelas. Intonasi: naik-turunkan suara sesuai isi pantun. Jeda: berikan jeda singkat pada bagian yang diperlukan. Ekspresi: tunjukkan perasaan yang sesuai dengan pesan pantun. Kepercayaan diri: bacakan pantun dengan suara yang cukup terdengar. Contohnya, pantun tentang kebahagiaan dapat dibacakan dengan ekspresi ceria. Sementara itu, pantun tentang kerinduan dapat dibacakan dengan intonasi yang lebih lembut. Saat teman membacakan pantun, dengarkan dengan saksama. Berikan tanggapan secara santun, misalnya dengan menyampaikan bagian yang menarik atau memberikan saran perbaikan yang membangun. 4. Proyek Kreatif: Buku Mini Pantunku Sekarang, buatlah sebuah karya sederhana berjudul “Buku Mini Pantunku”. Ikuti petunjuk berikut. 1.Buatlah empat pantun dengan tema yang berbeda, misalnya persahabatan, keluarga, lingkungan, dan cita-cita. 2.Pastikan setiap pantun terdiri atas empat baris dan memiliki sampiran serta isi. 3.Gunakan pola rima a-b-a-b dan kosakata yang menarik. 4.Periksa kembali makna, ejaan, serta pilihan kata setiap pantun. 5.Susun keempat pantun dalam buku mini. Tambahkan judul dan ilustrasi sederhana yang sesuai dengan tema. 6.Pilih satu pantun untuk dibacakan di depan kelas. Setelah presentasi, dengarkan tanggapan dari guru dan teman. Gunakan masukan tersebut untuk memperbaiki karya.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 103 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 4 Nama: Kelas: Tanggal:1. Pantun merupakan salah satu bentuk .... A. teks laporan hasil observasi B. puisi lama C. teks prosedur D. cerita sejarah 2. Dalam pantun yang terdiri atas empat baris, dua baris pertama disebut .... A. isi B. amanat C. sampiran D. kesimpulan 3. Pola rima pantun yang umum digunakan adalah .... A. a-a-a-a B. a-a-b-b C. a-b-b-a D. a-b-a-b 4. Tujuan utama bagian isi dalam pantun adalah .... A. menyampaikan pesan atau maksud pantun B. memperkenalkan nama pengarang C. menjelaskan latar tempat secara lengkap D. menyampaikan daftar kosakata 5. Imajinasi dalam membuat pantun adalah kemampuan untuk .... A. menyalin karya orang lain B. menghafalkan semua jenis pantun C. membayangkan sesuatu dan mengembangkannya menjadi ide D. menghitung jumlah kata dalam paragraf 6. Ungkapan hatiku berbunga-bunga biasanya menggambarkan perasaan .... A. takut B. bahagia C. marah D. kecewa 7. Hal yang perlu diperhatikan ketika memilih kosakata untuk pantun adalah .... A. kata harus selalu sulit dipahami B. semua baris harus memiliki kata yang sama C. kata hanya dipilih berdasarkan panjangnya D. makna, keindahan bunyi, dan kesesuaiannya dengan pesan 8. Langkah yang tepat sebelum menulis pantun adalah .... A. menentukan tema dan pesan B. langsung membacakan pantun C. menyalin pantun dari buku D. menggambar sampul buku pantun
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 104 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 9. Kegiatan memeriksa dan memperbaiki pantun agar lebih baik disebut .... A. mengamati B. menyunting C. mewawancarai D. melaporkan 10. Ketika membacakan pantun di depan kelas, seorang siswa sebaiknya .... A. membaca secepat mungkin B. mengabaikan tanda baca C. menggunakan lafal, intonasi, dan ekspresi yang sesuai D. membaca dengan suara yang tidak terdengar Bacalah pantun berikut untuk menjawab soal nomor 11–15! Pantun Semangat Belajar Pergi ke kebun memetik melati, Melati disimpan di dalam peti. Rajin belajar sepenuh hati, Agar tercapai cita di hati. 11. Tema pantun tersebut adalah .... A. persahabatan B. lingkungan C. semangat belajar D. perjalanan 12. Baris yang menjadi sampiran adalah .... A. baris pertama dan kedua B. baris kedua dan ketiga C. baris ketiga dan keempat D. baris pertama dan keempat 13. Pesan yang disampaikan dalam pantun tersebut adalah .... A. kita harus sering pergi ke kebun B. melati harus disimpan di dalam peti C. cita-cita dapat dicapai tanpa usaha D. kita perlu rajin belajar untuk meraih cita-cita 14. Pasangan kata yang menunjukkan rima pada baris pertama dan ketiga adalah .... A. kebun–melati B. melati–hati C. peti–cita D. kebun–peti 15. Baris ketiga dan keempat pada pantun tersebut termasuk bagian isi karena .... A. menggambarkan tumbuhan dan benda B. menyebutkan tempat terjadinya peristiwa C. menyampaikan pesan tentang belajar dan cita-cita D. hanya berfungsi membentuk bunyi akhir Bacalah pantun berikut untuk menjawab soal nomor 16–20! Pantun Persahabatan Burung kenari terbang melayang, Hinggap sebentar di pohon jati. Sahabat baik selalu disayang, Saling membantu sepenuh hati. 16. Perasaan yang tergambar dalam pantun tersebut adalah .... A. kebencian terhadap teman B. kasih sayang dalam persahabatan C. kesedihan karena kehilangan barang D. ketakutan menghadapi lingkungan baru
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 105 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 17. Kata melayang dalam pantun tersebut menggambarkan .... A. keadaan burung yang bergerak di udara B. perasaan sedih seseorang C. kegiatan manusia di kebun D. keadaan pohon yang tumbang 18. Pesan utama pantun tersebut adalah .... A. kita harus menghindari semua teman B. persahabatan hanya diperlukan saat bermain C. kita perlu menjaga persahabatan dan saling membantu D. kita harus selalu mengikuti keinginan teman 19. Pasangan kata yang membentuk rima pada baris kedua dan keempat adalah .... A. kenari–disayang B. melayang–hati C. kenari–jati D. jati–hati 20. Jika pantun tersebut dibacakan di depan kelas, ekspresi yang paling sesuai adalah .... A. marah dan membentak B. sedih sambil menangis C. takut dan ragu-ragu D. hangat dan bersahabat B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. Bacalah pantun berikut untuk menjawab soal nomor 21–25. Pantun Menjaga Alam Pagi cerah memetik kenanga, Burung berkicau di atas dahan. Alam terjaga hati bahagia, Mari bersihkah lingkungan. 21. Pernyataan yang benar tentang ciri pantun adalah .... A. Pantun tersebut terdiri atas empat baris. B. Baris pertama dan kedua merupakan isi. C. Baris ketiga dan keempat menyampaikan pesan. D. Pantun umumnya memiliki pola rima a-b-a-b. 22. Informasi yang sesuai dengan pantun tersebut adalah .... A. Pantun menggambarkan suasana alam. B. Pantun mengajak pembaca menjaga lingkungan. C. Pantun berisi ajakan untuk merusak alam. D. Pantun menggunakan gambaran burung dan tumbuhan. 23. Kata atau ungkapan yang berkaitan dengan alam dalam pantun tersebut adalah .... A. kenanga B. burung berkicau C. hati bahagia D. atas dahan 24. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menyunting pantun adalah .... A. kesesuaian makna B. pola rima C. ketepatan pilihan kata D. mengubah semua kata menjadi kata yang sulit
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 106 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 25. Cara yang tepat untuk menyajikan pantun secara lisan adalah .... A. mengucapkan setiap kata dengan jelas B. menyesuaikan intonasi dengan isi pantun C. membacakan pantun tanpa memperhatikan makna D. menggunakan ekspresi yang sesuai dengan pesan Pantun Keluarga Bunga melati tumbuh di taman, Disiram pagi oleh saudara. Kasih keluarga menjadi teman, Menguatkan hati dalam gembira. 26.Pantun tersebut terdiri atas empat baris. 27.Baris pertama dan kedua merupakan bagian isi pantun. 28.Pantun tersebut menggambarkan kasih sayang dalam keluarga. 29.Pesan pantun adalah bahwa keluarga tidak memiliki peran dalam kehidupan seseorang. 30.Ketika membacakan pantun tentang keluarga, pembaca dapat menggunakan ekspresi hangat dan penuh kasih. C. Benar atau Salah Petunjuk: Pilih Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! 31.Dua baris pertama dalam pantun disebut .... 32.Dua baris terakhir dalam pantun disebut .... 33.Pola rima pantun yang umum digunakan adalah .... 34.Kemampuan membayangkan sesuatu dalam pikiran disebut .... 35.Pemilihan kata yang tepat dalam karya sastra disebut .... 36.Ungkapan hati berbunga-bunga menggambarkan perasaan .... 37.Kegiatan memeriksa dan memperbaiki pantun agar lebih baik disebut .... 38.Tema pantun yang berisi ajakan membuang sampah pada tempatnya adalah .... 39.Tinggi rendahnya nada suara ketika membacakan pantun disebut .... 40.Selain menyampaikan pantun dengan baik, kita perlu memberikan tanggapan terhadap karya teman secara ....
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 107 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 41. Jelaskan pengertian pantun, ciri-cirinya, serta perbedaan antara sampiran dan isi! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 42. Bacalah pantun berikut! Pergi ke taman membawa bekal, Duduk bersantai di bawah jati. Walau gagal janganlah kesal, Terus berusaha sepenuh hati. Jelaskan tema, pesan, bagian sampiran, dan bagian isi pantun tersebut! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 43. Buatlah satu pantun bertema persahabatan yang mengungkapkan perasaan bahagia. Pantun harus terdiri atas empat baris, memiliki sampiran dan isi, serta menggunakan pola rima a-b-a-b. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 44. Perhatikan pantun berikut! Pergi ke pasar membeli ikan, Pulang berjalan membawa roti. Jagalah alam dan lingkungan, Agar hidup sehat setiap hari. Jelaskan hal yang perlu diperiksa atau diperbaiki dari pantun tersebut, terutama terkait pola rima dan pilihan kata. Kemudian, tulislah versi perbaikannya! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45. Bayangkan seorang teman merasa sedih karena gagal memenangkan perlombaan. Buatlah satu pantun yang bertujuan memberikan semangat kepadanya. Gunakan kosakata yang kreatif, sampaikan pesan yang jelas, dan perhatikan pola rima a-b-a-b __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri!
S E M E S T E R G E N A P BAHASA INDONESIAM O D UL AJAR
109 BAB V MENYAMPAIKAN GAGASAN SECARA EFEKTIF DAN SANTUN A. Mengenal Gagasan dan Cara Menyampaikannya 1. Mengenal Gagasan Gagasan dapat muncul dari hasil pengamatan, pengalaman, bacaan, maupun diskusi. Gagasan biasanya disampaikan untuk menjelaskan pendapat atau mengajak orang lain melakukan sesuatu. Contoh: Situasi: Halaman sekolah terlihat kotor karena banyak sampah berserakan. Gagasan: Siswa perlu membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket kebersihan secara teratur. Gagasan tersebut berisi usulan untuk mengatasi masalah kebersihan di sekolah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering memiliki gagasan tentang berbagai hal. Misalnya, gagasan untuk menjaga kebersihan kelas, mengurangi sampah plastik, atau membuat kegiatan membaca bersama. Gagasan adalah ide atau pemikiran yang disampaikan untuk menjelaskan pendapat, memberikan saran, atau menawarkan solusi terhadap suatu masalah. Gagasan yang baik perlu disampaikan dengan jelas, teratur, dan santun agar mudah dipahami serta dapat diterima oleh orang lain. 2. Ciri-Ciri Gagasan yang Baik Gagasan yang baik memiliki beberapa ciri berikut. Jelas: mudah dipahami oleh orang lain. Logis: masuk akal dan dapat diterima. Sesuai topik: berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas. Didukung alasan: memiliki penjelasan yang memperkuat gagasan. Bermanfaat: dapat memberikan solusi atau membantu menyelesaikan masalah. Perhatikan contoh berikut.
110 3. Menyampaikan Gagasan secara Efektif Menyampaikan gagasan secara efektif berarti mengungkapkan ide dengan cara yang jelas, tepat, dan tidak berbelit-belit. Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan: 1.Pahami topik. Ketahui masalah atau hal yang sedang dibicarakan. 2.Tentukan gagasan utama. Pilih ide yang paling penting untuk disampaikan. 3.Susun alasan pendukung. Jelaskan mengapa gagasan tersebut perlu dilakukan. 4.Gunakan bahasa yang jelas. Pilih kata dan kalimat yang mudah dipahami. 5.Sampaikan secara teratur. Mulailah dari gagasan utama, kemudian lanjutkan dengan alasan atau contoh. Contoh penyampaian gagasan: Menurut saya, kegiatan membaca bersama perlu dilakukan setiap Jumat pagi. Kegiatan ini dapat membantu siswa meningkatkan minat baca dan menambah pengetahuan. Oleh karena itu, setiap kelas dapat menyediakan waktu khusus untuk membaca buku. Penyampaian tersebut memiliki gagasan utama, alasan pendukung, dan saran yang jelas. Gagasan 1: Sekolah harus menjadi tempat yang bagus. Gagasan 2: Sekolah perlu menyediakan tempat sampah di setiap kelas agar siswa lebih mudah membuang sampah pada tempatnya. Gagasan kedua lebih jelas karena menyebutkan tindakan yang diusulkan beserta alasannya. 4. Menyampaikan Gagasan secara SantunSelain efektif, gagasan perlu disampaikan secara santun. Kesantunan menunjukkan sikap menghargai orang lain, termasuk ketika pendapat kita berbeda. Perhatikan dua contoh berikut. Pernyataan kurang santun: Usulanmu tidak bagus. Seharusnya kamu berpikir dulu sebelum berbicara. Pernyataan santun: Menurut saya, usulan itu masih bisa diperbaiki. Bagaimana jika kita menambahkan kegiatan yang lebih mudah dilakukan oleh semua siswa?
111 Pernyataan kedua menyampaikan ketidaksetujuan tanpa merendahkan orang lain. Beberapa ungkapan santun yang dapat digunakan antara lain: “Menurut pendapat saya, ...” “Saya setuju karena ...” “Saya memiliki pandangan yang berbeda karena ...” “Bagaimana jika kita mencoba ...?” “Terima kasih atas pendapat yang sudah disampaikan.” Ketika orang lain menyampaikan gagasan, dengarkan sampai selesai dan berikan tanggapan yang relevan. 5. LatihanA. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa yang dimaksud dengan gagasan? 2.Sebutkan tiga ciri gagasan yang baik! 3.Apa arti menyampaikan gagasan secara efektif? 4.Mengapa gagasan perlu disampaikan secara santun? 5.Tuliskan satu contoh ungkapan santun untuk menyampaikan ketidaksetujuan! B. Menentukan Gagasan yang Tepat Bacalah situasi berikut. Setiap hari, banyak siswa membeli makanan dengan bungkus plastik. Setelah istirahat, beberapa bungkus plastik ditemukan berserakan di halaman sekolah. Jawablah pertanyaan berikut. 1.Apa masalah yang terjadi dalam situasi tersebut? 2.Tuliskan satu gagasan untuk mengatasi masalah itu! 3.Jelaskan alasan yang mendukung gagasanmu! C. Kegiatan Diskusi: Gagasan untuk Sekolahku Bentuklah kelompok kecil bersama teman-teman. Pilih satu masalah yang ada di lingkungan sekolah, misalnya kebersihan kelas, kebiasaan membaca, atau penggunaan air. Diskusikan gagasan untuk mengatasi masalah tersebut. Setiap anggota kelompok harus menyampaikan pendapat dengan jelas dan santun. Setelah itu, pilih satu gagasan yang dianggap paling sesuai beserta alasan pendukungnya.
112 B. Menggali Informasi dan Menyusun Alasan Pendukung 1. Mengenal Informasi Pendukung Informasi pendukung adalah keterangan yang membantu menjelaskan atau memperkuat suatu gagasan. Informasi dapat diperoleh melalui pengamatan, bacaan, wawancara, atau hasil diskusi. Contohnya, seorang siswa ingin mengusulkan agar sekolah menambah tempat sampah. Gagasan utama: Sekolah perlu menambah tempat sampah di halaman. Informasi pendukung: Beberapa bungkus makanan terlihat di halaman setelah jam istirahat. Tempat sampah yang tersedia berada cukup jauh dari beberapa area bermain. Informasi tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan alasan mengapa penambahan tempat sampah diperlukan. Informasi harus sesuai kenyataan. Jangan membuat data atau fakta yang belum diketahui hanya agar gagasan terlihat meyakinkan. Ketika menyampaikan gagasan, kita tidak cukup hanya mengatakan apa yang kita pikirkan. Kita juga perlu memiliki informasi dan alasan yang mendukung gagasan tersebut. Informasi membantu kita memahami suatu masalah, sedangkan alasan menjelaskan mengapa gagasan yang disampaikan layak dipertimbangkan. Dengan informasi yang tepat dan alasan yang logis, gagasan akan lebih mudah dipahami dan dipercaya oleh orang lain. 2. Membedakan Fakta dan Pendapat Saat mengumpulkan informasi, kita perlu membedakan fakta dan pendapat. Fakta adalah informasi yang dapat diperiksa atau dibuktikan kebenarannya. Contoh: Di depan perpustakaan terdapat dua tempat sampah. Pendapat adalah pandangan atau penilaian seseorang terhadap suatu hal. Contoh: Menurut saya, dua tempat sampah di depan perpustakaan belum cukup.
113 3. Menyusun Alasan yang Logis Alasan pendukung menjelaskan hubungan antara masalah, gagasan, dan manfaat yang diharapkan. Perhatikan contoh berikut. Masalah: Banyak siswa kesulitan menemukan buku bacaan yang sesuai. Gagasan: Perpustakaan perlu mengelompokkan buku berdasarkan jenisnya. Alasan: Pengelompokan buku dapat membantu siswa menemukan buku cerita, buku pengetahuan, atau buku lainnya dengan lebih mudah. Alasan yang logis harus berhubungan langsung dengan gagasan. Hindari alasan yang tidak relevan atau hanya berdasarkan dugaan. Kita dapat menggunakan ungkapan berikut untuk menghubungkan gagasan dengan alasannya: karena untuk menjelaskan sebab; sehingga untuk menjelaskan akibat; oleh karena itu untuk menyampaikan kesimpulan atau saran; misalnya untuk memberikan contoh; selain itu untuk menambahkan informasi. Keduanya dapat digunakan ketika menyampaikan gagasan. Namun, fakta perlu menjadi dasar yang kuat, sedangkan pendapat harus disampaikan sebagai pandangan pribadi, bukan dianggap sebagai fakta yang pasti benar. 4. Menyusun Gagasan Menjadi Penyampaian yang UtuhAgar mudah dipahami, gagasan dapat disusun dengan urutan berikut: 1.Masalah: jelaskan hal yang sedang dihadapi. 2.Gagasan: sampaikan ide atau solusi. 3.Alasan: jelaskan mengapa solusi tersebut diperlukan. 4.Harapan: sampaikan hasil yang ingin dicapai. Contoh: Di halaman sekolah masih ditemukan bungkus makanan yang berserakan setelah jam istirahat. Menurut saya, sekolah perlu menyediakan tempat sampah di beberapa titik halaman. Dengan demikian, siswa dapat membuang sampah lebih mudah tanpa harus berjalan jauh. Saya berharap halaman sekolah menjadi lebih bersih dan nyaman.
114 5. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa yang dimaksud dengan informasi pendukung? 2.Apa perbedaan fakta dan pendapat? 3.Mengapa gagasan perlu didukung oleh alasan yang logis? 4.Sebutkan dua cara memperoleh informasi untuk mendukung gagasan! 5.Apa fungsi kata penghubung oleh karena itu dalam penyampaian gagasan? B. Tentukan Fakta dan Pendapat Bacalah pernyataan berikut. 1.Di ruang kelas VI terdapat 16 meja siswa. 2.Menurut saya, ruang kelas VI terlalu sempit. 3.Perpustakaan sekolah memiliki empat rak buku. 4.Kegiatan membaca bersama merupakan kegiatan paling menyenangkan. Kelompokkan pernyataan tersebut menjadi fakta dan pendapat! C. Kegiatan Praktik: Gagasan dan Alasanku Pilih satu masalah di lingkungan sekolah, seperti kebersihan kelas, kebiasaan membaca, atau penggunaan air. Tuliskan: masalah yang ditemukan; satu gagasan untuk mengatasinya; dua alasan pendukung; harapan setelah gagasan dilaksanakan. Setelah selesai, sampaikan hasilnya secara lisan kepada teman dengan bahasa yang jelas dan santun.
115 C. Menyusun Gagasan secara Teratur dan Meyakinkan 1. Menyusun Gagasan secara Runtut Penyampaian gagasan dapat disusun dengan urutan berikut. 1.Pembukaan: memperkenalkan topik atau masalah yang dibahas. 2.Gagasan utama: menyampaikan ide atau pendapat. 3.Alasan dan contoh: menjelaskan mengapa gagasan tersebut penting. 4.Penutup: menyampaikan kesimpulan atau ajakan. Perhatikan contoh berikut. Topik: Membiasakan Membaca di Sekolah Teman-teman, membaca merupakan kegiatan yang dapat menambah pengetahuan kita. Menurut saya, setiap kelas perlu mengadakan kegiatan membaca selama lima belas menit sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan ini dapat membantu kita mengenal lebih banyak kosakata dan memahami berbagai informasi. Oleh karena itu, mari kita membiasakan diri membaca buku setiap hari. Contoh tersebut disusun secara runtut, mulai dari pengenalan topik, gagasan utama, alasan pendukung, hingga ajakan. Gagasan yang baik perlu disusun secara teratur agar mudah dipahami oleh orang lain. Jika gagasan disampaikan secara melompat-lompat, pendengar mungkin kesulitan memahami maksud pembicara. Sebaliknya, gagasan yang disusun secara runtut akan membantu pendengar memahami masalah, alasan, dan solusi yang ditawarkan. Selain teratur, gagasan juga perlu disampaikan secara meyakinkan dengan menggunakan alasan yang logis, contoh yang sesuai, dan bahasa yang jelas. 2. Menggunakan Kata Penghubung Kata penghubung membantu menyatukan kalimat agar gagasan terasa padu dan mudah diikuti. Beberapa kata penghubung yang dapat digunakan adalah:
116 3. Membuat Gagasan Lebih MeyakinkanGagasan yang meyakinkan bukan berarti memaksa orang lain untuk setuju. Gagasan yang meyakinkan disampaikan dengan alasan yang masuk akal dan informasi yang sesuai. Ada beberapa cara untuk memperkuat gagasan. Gunakan fakta. Sampaikan informasi yang dapat diperiksa kebenarannya. Berikan alasan yang relevan. Pastikan alasan berhubungan langsung dengan gagasan. Sertakan contoh. Contoh membantu pendengar memahami maksud pembicara. Gunakan bahasa yang jelas. Hindari kalimat yang terlalu panjang atau membingungkan. Hargai pendapat berbeda. Sampaikan gagasan dengan percaya diri tanpa merendahkan orang lain. Perhatikan perbandingan berikut. Kurang meyakinkan: Semua siswa harus membawa buku setiap hari karena itu penting. Lebih meyakinkan: Menurut saya, siswa perlu membawa buku pelajaran sesuai jadwal agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Jika buku yang diperlukan tersedia, siswa akan lebih mudah membaca materi dan mengerjakan latihan. Pernyataan kedua memberikan alasan yang lebih jelas tentang manfaat gagasan tersebut. Pertama, kemudian, selanjutnya: mengurutkan penjelasan. Karena: menjelaskan alasan. Selain itu: menambahkan informasi. Namun: menunjukkan pertentangan. Oleh karena itu: menyampaikan akibat atau kesimpulan. Misalnya: memberikan contoh. Contoh: Halaman sekolah perlu dijaga kebersihannya karena menjadi tempat beraktivitas siswa. Selain itu, halaman yang bersih membuat lingkungan sekolah lebih nyaman. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah perlu membuang sampah pada tempatnya. Kata penghubung membantu mengaitkan alasan, informasi tambahan, dan kesimpulan secara logis.
117 4. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Mengapa gagasan perlu disusun secara runtut? 2.Sebutkan empat bagian dalam penyampaian gagasan yang teratur! 3.Apa fungsi kata penghubung selain itu? 4.Bagaimana cara membuat gagasan menjadi lebih meyakinkan? 5.Mengapa menyampaikan gagasan secara meyakinkan tidak berarti memaksa orang lain untuk setuju? B. Susunlah Gagasan Berikut! Perhatikan kalimat-kalimat berikut. Oleh karena itu, siswa perlu membawa botol minum sendiri. Penggunaan botol minum sendiri dapat mengurangi sampah plastik. Teman-teman, sampah plastik masih menjadi masalah di lingkungan sekolah. Dengan kebiasaan tersebut, kita dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan. Susunlah kalimat-kalimat tersebut menjadi paragraf yang runtut! C. Kegiatan Praktik: Sampaikan Gagasanmu Pilih salah satu topik berikut: pentingnya menjaga kebersihan kelas; manfaat membaca setiap hari; cara menghemat air di sekolah. Susunlah penyampaian gagasan sebanyak satu paragraf dengan urutan pembukaan, gagasan utama, alasan pendukung, dan penutup. Gunakan sekurang- kurangnya dua kata penghubung yang sesuai. Setelah selesai, sampaikan gagasanmu di depan kelompok dengan bahasa yang jelas dan santun.
118 D. Mempresentasikan Gagasan dengan Bahasa yang Efektif dan Santun 1. Mengenal Presentasi Gagasan Presentasi gagasan adalah kegiatan menyampaikan ide atau pemikiran kepada orang lain secara lisan agar pendengar memahami maksud yang disampaikan. Presentasi biasanya memiliki tiga bagian utama. Pembukaan: menyapa pendengar dan memperkenalkan topik. Isi: menyampaikan gagasan utama beserta alasan dan contoh pendukung. Penutup: menyampaikan kesimpulan atau ajakan. Contoh pembukaan: Selamat pagi, teman-teman. Hari ini saya akan menyampaikan gagasan tentang pentingnya menjaga kebersihan kelas. Contoh isi: Menurut saya, setiap siswa perlu menjalankan piket kelas sesuai jadwal. Kelas yang bersih membuat kegiatan belajar lebih nyaman. Selain itu, kebiasaan menjaga kebersihan dapat melatih tanggung jawab kita. Contoh penutup: Demikian gagasan yang dapat saya sampaikan. Mari kita bekerja sama menjaga kebersihan kelas. Terima kasih atas perhatian teman-teman. Setelah mampu menemukan informasi pendukung dan menyusun gagasan secara teratur, kita perlu belajar menyampaikannya di depan orang lain. Penyampaian gagasan dapat dilakukan melalui diskusi kelompok, presentasi kelas, atau kegiatan berbicara di depan umum. Presentasi yang baik tidak hanya bergantung pada isi gagasan, tetapi juga pada cara berbicara, sikap tubuh, serta kemampuan menanggapi pertanyaan dan pendapat orang lain. 2. Menggunakan Bahasa yang Efektif Bahasa yang efektif adalah bahasa yang mampu menyampaikan maksud secara jelas, tepat, dan tidak bertele-tele.
119 Saat melakukan presentasi, perhatikan hal-hal berikut. Gunakan kalimat yang mudah dipahami. Pilih kata yang sesuai dengan topik. Sampaikan gagasan secara runtut. Hindari pengulangan yang tidak diperlukan. Gunakan contoh yang mendukung penjelasan. Contoh kalimat yang kurang efektif: Menurut pendapat saya pribadi, saya merasa bahwa kebersihan kelas itu adalah sesuatu hal yang sangat penting sekali. Kalimat yang lebih efektif: Menurut saya, kebersihan kelas sangat penting. Kalimat kedua lebih ringkas, tetapi tetap menyampaikan maksud yang sama. 3. Menunjukkan Sikap Santun saat Presentasi Sikap santun menunjukkan bahwa kita menghargai pendengar. Kesantunan juga diperlukan ketika menjawab pertanyaan atau menghadapi perbedaan pendapat. Beberapa sikap yang perlu diterapkan adalah: Berdiri atau duduk dengan sikap yang baik. Berbicara dengan suara yang cukup jelas. Tidak memotong pembicaraan orang lain. Mendengarkan pertanyaan sampai selesai. Menjawab pertanyaan dengan bahasa yang sopan. Menerima kritik dan saran dengan terbuka. Misalnya, ketika teman tidak setuju dengan gagasan kita, kita dapat menjawab: Terima kasih atas pendapatnya. Saya memahami pandangan tersebut. Namun, menurut saya, gagasan ini tetap perlu dipertimbangkan karena dapat membantu menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Jawaban tersebut menunjukkan sikap terbuka tanpa harus meninggalkan pendapat sendiri.
120 4. Menanggapi Pertanyaan dan Pendapat Presentasi biasanya diikuti dengan pertanyaan atau tanggapan dari pendengar. Kita perlu memberikan jawaban yang sesuai dengan topik dan didukung alasan yang jelas. Perhatikan contoh berikut. Penyaji: Menurut saya, sekolah perlu mengadakan kegiatan membaca bersama setiap minggu. Pendengar: Mengapa kegiatan membaca perlu dilakukan secara rutin? Penyaji: Karena kegiatan tersebut dapat membiasakan siswa membaca dan membantu menambah pengetahuan. Buku yang dibaca juga dapat disesuaikan dengan minat siswa. Jika belum mengetahui jawaban, kita tidak perlu mengarang informasi. Kita dapat mengatakan bahwa pertanyaan tersebut perlu dipelajari lebih lanjut. 5. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa yang dimaksud dengan presentasi gagasan? 2.Sebutkan tiga bagian utama dalam presentasi! 3.Apa ciri bahasa yang efektif? 4.Mengapa kita perlu mendengarkan pertanyaan sampai selesai? 5.Bagaimana sikap yang tepat ketika menerima kritik dari pendengar? B. Perbaiki Kalimat Berikut! Ubahlah kalimat-kalimat berikut agar lebih efektif dan santun. 1.Menurut saya pribadi, saya rasa kita semua harus wajib menjaga kebersihan kelas. 2.Pendapat kamu salah dan tidak masuk akal. 3.Pokoknya, semua siswa harus setuju dengan gagasan saya.
121 E. Berdiskusi dan Menanggapi Gagasan secara Santun 1. Mengenal Diskusi Diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran antara dua orang atau lebih untuk membahas suatu topik atau masalah. Dalam diskusi, peserta dapat menyampaikan pendapat, memberikan alasan, mengajukan pertanyaan, dan menawarkan solusi. Contohnya, siswa kelas VI berdiskusi tentang cara menjaga kebersihan sekolah. Seorang siswa mengusulkan penambahan tempat sampah, sedangkan siswa lain mengusulkan jadwal piket halaman. Kedua gagasan tersebut dapat dibahas untuk menentukan solusi yang paling sesuai. Agar diskusi berjalan dengan baik, setiap peserta perlu memahami topik, menyampaikan pendapat yang relevan, dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara. Dalam diskusi, setiap orang dapat memiliki gagasan yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar karena setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan cara berpikir yang tidak selalu sama. Diskusi yang baik bukan tentang siapa yang paling benar atau paling banyak berbicara, melainkan bagaimana setiap peserta saling bertukar pikiran untuk memahami masalah dan menemukan solusi. Oleh karena itu, kita perlu menyampaikan gagasan dengan jelas sekaligus menghargai pendapat orang lain. 2. Cara Menanggapi Gagasan Orang LainTanggapan adalah respons terhadap gagasan atau pendapat yang disampaikan orang lain. Tanggapan dapat berupa persetujuan, ketidaksetujuan, pertanyaan, maupun saran. a. Menyatakan persetujuan Contoh: Saya setuju dengan gagasan tersebut karena kegiatan membaca bersama dapat menambah pengetahuan siswa.
122b. Menyatakan ketidaksetujuan secara santun Contoh: Saya memahami pendapat tersebut, tetapi menurut saya, kegiatan itu sebaiknya dilakukan secara bergiliran agar tidak mengganggu pelajaran. c. Memberikan saran Contoh: Bagaimana jika kita membuat jadwal piket yang lebih teratur agar semua siswa mendapat tugas yang adil? d. Mengajukan pertanyaan Contoh: Apakah gagasan tersebut dapat dilaksanakan oleh semua kelas? Tanggapan yang baik harus berkaitan dengan topik, disampaikan dengan alasan yang jelas, dan tidak menyerang pribadi orang yang menyampaikan pendapat. 3. Menghargai Perbedaan PendapatTidak semua gagasan akan disetujui oleh seluruh peserta diskusi. Ketika menghadapi perbedaan pendapat, kita perlu bersikap terbuka dan tidak mudah tersinggung. Beberapa sikap yang perlu diterapkan saat berdiskusi adalah: Mendengarkan pendapat orang lain sampai selesai. Tidak memotong pembicaraan. Menyampaikan ketidaksetujuan dengan bahasa yang santun. Memberikan alasan yang masuk akal. Tidak mengejek atau merendahkan pendapat orang lain. Bersedia mempertimbangkan saran yang bermanfaat. Ingatlah bahwa menghargai pendapat orang lain tidak berarti kita harus selalu menyetujuinya. Kita tetap boleh memiliki pendapat berbeda selama menyampaikannya dengan sopan dan disertai alasan yang relevan.
123 4. Menentukan Gagasan yang Paling Sesuai Dalam diskusi, beberapa gagasan mungkin sama-sama baik. Untuk menentukan pilihan, peserta perlu mempertimbangkan manfaat, kemudahan pelaksanaan, kebutuhan, dan sumber daya yang tersedia. Perhatikan contoh berikut. Masalah: Halaman sekolah sering kotor setelah jam istirahat. Gagasan pertama: Menambah tempat sampah di beberapa titik halaman. Gagasan kedua: Mengadakan kegiatan kebersihan setiap hari Jumat. Gagasan ketiga: Membuat poster ajakan menjaga kebersihan. Ketiga gagasan tersebut dapat membantu menjaga kebersihan. Namun, peserta diskusi perlu mempertimbangkan kebutuhan sekolah. Menambah tempat sampah dapat memudahkan siswa membuang sampah, kegiatan kebersihan membantu merawat halaman, sedangkan poster dapat mengingatkan warga sekolah untuk menjaga kebersihan. Ketiga gagasan juga dapat digabungkan jika memungkinkan. Dengan demikian, diskusi tidak hanya menghasilkan satu pendapat, tetapi juga dapat mengembangkan solusi yang lebih baik. 5. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa yang dimaksud dengan diskusi? 2.Sebutkan tiga bentuk tanggapan yang dapat disampaikan dalam diskusi! 3.Bagaimana cara menyatakan ketidaksetujuan secara santun? 4.Mengapa kita perlu mendengarkan pendapat orang lain sampai selesai? 5.Apa saja yang perlu dipertimbangkan ketika memilih gagasan untuk menyelesaikan masalah? B. Perbaikilah Tanggapan Berikut! Ubahlah setiap pernyataan agar menjadi tanggapan yang lebih santun. 1.Pendapatmu jelek dan tidak berguna. 2.Kamu salah besar. Jangan asal bicara! 3.Gagasan itu pasti gagal karena kamu tidak tahu apa-apa.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 124 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 5 Nama: Kelas: Tanggal:1. Gagasan adalah .... A. kumpulan kata yang tidak memiliki makna B. ide atau pemikiran yang disampaikan tentang suatu hal C. cerita khayalan yang selalu menghibur D. daftar pertanyaan untuk wawancara 2. Salah satu ciri gagasan yang baik adalah .... A. sulit dipahami pendengar B. tidak berkaitan dengan topik C. jelas dan masuk akal D. hanya berdasarkan dugaan 3. Informasi yang dapat diperiksa atau dibuktikan kebenarannya disebut .... A. fakta B. imajinasi C. pendapat D. harapan 4. Perhatikan pernyataan berikut! Menurut saya, perpustakaan sekolah merupakan tempat paling nyaman. Pernyataan tersebut termasuk .... A. fakta B. petunjuk C. data pengamatan D. pendapat 5. Alasan pendukung dalam penyampaian gagasan berfungsi untuk .... A. mengganti gagasan utama B. memperkuat dan menjelaskan gagasan C. memperpanjang pembicaraan tanpa tujuan D. menghindari pertanyaan dari pendengar 6. Urutan penyampaian gagasan yang tepat adalah .... A. kesimpulan, masalah, gagasan, alasan B. alasan, kesimpulan, pembukaan, gagasan C. masalah, gagasan, alasan, kesimpulan D. gagasan, kesimpulan, masalah, pembukaan 7. Kata penghubung yang tepat untuk menunjukkan sebab adalah .... A. karena B. namun C. kemudian D. misalnya 8. Bahasa yang efektif adalah bahasa yang .... A. menggunakan sebanyak mungkin kata sulit B. selalu terdiri atas kalimat panjang C. mengulang informasi yang sama berkali-kali D. menyampaikan maksud secara jelas dan tepat
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 125 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.9. Ungkapan yang santun untuk menyampaikan ketidaksetujuan adalah .... A. “Pendapatmu jelas salah!” B. “Menurut saya, ada cara lain yang bisa kita pertimbangkan.” C. “Kamu tidak mengerti masalah ini.” D. “Sudahlah, pendapatmu tidak perlu didengar.” 10. Sikap yang tepat ketika teman menyampaikan gagasan adalah .... A. memotong pembicaraannya B. menertawakan pendapatnya C. mendengarkan sampai selesai D. langsung menolak tanpa alasan Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 11–15! Mengurangi Sampah Plastik di Sekolah Setiap hari, siswa membeli makanan dan minuman yang sebagian dikemas menggunakan plastik. Setelah jam istirahat, beberapa bungkus makanan ditemukan di halaman sekolah. Keadaan ini membuat petugas kebersihan harus bekerja lebih keras. Menurut Rani, sekolah perlu mengajak siswa membawa botol minum dan kotak makan sendiri. Kebiasaan tersebut dapat mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai. Selain itu, sekolah dapat menyediakan tempat sampah terpilah agar sampah lebih mudah dikelola. Rani menyampaikan gagasannya dalam diskusi kelas. Ia menjelaskan alasan usulannya dan mengajak teman- teman bekerja sama menjaga kebersihan sekolah. 11. Masalah utama yang dibahas dalam teks adalah .... A. kurangnya jumlah siswa di sekolah B. penggunaan buku pelajaran yang berlebihan C. kesulitan siswa mengikuti diskusi D. sampah plastik di lingkungan sekolah 12. Gagasan yang disampaikan Rani adalah .... A. mengajak siswa membawa botol minum dan kotak makan sendiri B. melarang siswa membeli makanan di sekolah C. meminta petugas kebersihan bekerja lebih lama D. mengurangi jumlah jam pelajaran 13. Alasan yang mendukung gagasan Rani adalah .... A. semua siswa menyukai makanan kemasan B. kemasan sekali pakai dapat dikurangi dengan membawa wadah sendiri C. halaman sekolah tidak perlu dibersihkan D. siswa tidak perlu membawa perlengkapan sekolah 14. Kata selain itu pada paragraf kedua berfungsi untuk .... A. menunjukkan pertentangan B. menjelaskan akibat C. menambahkan informasi D. menunjukkan urutan waktu 15. Sikap Rani ketika menyampaikan gagasan ditunjukkan dengan .... A. memaksa teman menerima usulannya B. mengabaikan pendapat teman C. menyalahkan petugas kebersihan D. menjelaskan alasan dan mengajak bekerja sama
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 126 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 16–20! Diskusi tentang Kegiatan Membaca Kelas VI akan menentukan kegiatan untuk meningkatkan minat baca siswa. Dimas mengusulkan kegiatan membaca selama lima belas menit sebelum pelajaran dimulai. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu siswa mengenal lebih banyak kosakata dan memperoleh informasi baru. Sementara itu, Siti mengusulkan agar kelas menyediakan sudut baca yang berisi buku cerita dan buku pengetahuan. Ia berpendapat bahwa siswa akan lebih mudah memilih buku yang sesuai dengan minatnya jika buku tersedia di dalam kelas. Setelah mendengarkan kedua usulan, ketua kelas mengajak semua anggota berdiskusi. Mereka sepakat untuk memulai kegiatan membaca selama lima belas menit dan mengumpulkan buku bacaan untuk sudut baca kelas. 16. Gagasan yang disampaikan Dimas adalah .... A. mengadakan lomba olahraga setiap pagi B. membaca selama lima belas menit sebelum pelajaran C. mengganti seluruh buku pelajaran D. mengadakan kegiatan piknik kelas 17. Alasan Siti mengusulkan sudut baca adalah .... A. agar siswa tidak perlu mengikuti pelajaran B. agar semua buku disimpan di rumah C. agar siswa lebih mudah memilih buku sesuai minatnya D. agar perpustakaan sekolah ditutup 18. Sikap ketua kelas dalam diskusi tersebut adalah .... A. mendengarkan usulan dan mengajak anggota mencari kesepakatan B. memilih gagasannya sendiri tanpa berdiskusi C. menolak semua usulan teman D. menghentikan diskusi sebelum selesai 19. Kesepakatan yang dicapai dalam diskusi adalah .... A. hanya membeli buku pelajaran baru B. menghapus kegiatan membaca di kelas C. melaksanakan usulan Dimas saja tanpa kegiatan lain D. membaca lima belas menit dan mengumpulkan buku untuk sudut baca 20. Pelajaran yang dapat diambil dari teks tersebut adalah .... A. gagasan yang berbeda selalu menimbulkan pertengkaran B. diskusi dapat membantu menemukan solusi melalui kerja sama C. hanya ketua kelas yang boleh menyampaikan pendapat D. pendapat orang lain tidak perlu dipertimbangkanB. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar.Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 21–25. Usulan Penghijauan Sekolah Dalam rapat kelas, siswa membahas cara membuat lingkungan sekolah lebih sejuk. Beni mengusulkan penanaman pohon di sekitar lapangan karena beberapa bagian halaman terasa panas pada siang hari. Lala mengusulkan agar setiap kelas merawat tanaman dalam pot. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat melatih tanggung jawab siswa. Guru meminta setiap siswa menjelaskan alasan usulannya. Setelah berdiskusi, siswa sepakat menanam beberapa pohon di tempat yang memungkinkan dan merawat tanaman dalam pot secara bergiliran.
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 127 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan.21. Pernyataan yang sesuai dengan teks adalah .... A. Beni mengusulkan penanaman pohon di sekitar lapangan. B. Lala mengusulkan agar tanaman dalam pot dirawat setiap kelas. C. Semua siswa menolak kegiatan penghijauan. D. Siswa mencapai kesepakatan setelah berdiskusi. 22. Alasan yang mendukung gagasan dalam teks adalah .... A. Beberapa bagian halaman terasa panas pada siang hari. B. Merawat tanaman dapat melatih tanggung jawab siswa. C. Tanaman membuat siswa tidak perlu belajar. D. Penghijauan dapat membantu membuat lingkungan lebih sejuk. 23. Tindakan yang menunjukkan diskusi santun adalah .... A. mendengarkan usulan teman B. meminta penjelasan tentang alasan suatu gagasan C. mengejek gagasan yang berbeda D. mencari kesepakatan bersama 24. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menyampaikan gagasan adalah .... A. gagasan harus sesuai dengan topik B. alasan harus berhubungan dengan gagasan C. pendapat orang lain harus selalu ditolak D. bahasa yang digunakan harus jelas dan santun 25. Pernyataan yang tepat tentang hasil diskusi tersebut adalah .... A. siswa menyepakati penanaman pohon di tempat yang memungkinkan B. siswa sepakat merawat tanaman dalam pot secara bergiliran C. semua usulan harus dilaksanakan tanpa mempertimbangkan keadaan D. keputusan dibuat setelah peserta berdiskusiMenjaga Kebersihan Kelas Dalam diskusi kelas, Maya mengusulkan agar setiap siswa menjalankan piket sesuai jadwal. Menurutnya, kelas yang bersih membuat kegiatan belajar lebih nyaman. Arif menyetujui gagasan tersebut, tetapi ia menyarankan agar jadwal piket ditempel di dinding kelas supaya mudah dilihat. Nina memiliki pendapat berbeda. Ia mengusulkan agar semua siswa membersihkan kelas bersama-sama setiap pagi. Setelah mendengarkan alasan masing-masing, mereka sepakat menjalankan piket sesuai jadwal dan menempelkan jadwal tersebut di dinding kelas. 26. Maya mengusulkan agar siswa menjalankan piket sesuai jadwal. 27. Arif menolak gagasan Maya tanpa memberikan alasan. 28. Nina mengusulkan agar semua siswa membersihkan kelas bersama-sama setiap pagi. 29. Peserta diskusi berhasil mencapai kesepakatan setelah mendengarkan pendapat masing-masing. 30. Dalam diskusi, setiap peserta harus memaksakan pendapatnya agar gagasannya diterima. C. Benar atau Salah Petunjuk: Pilih Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! 31. Ide atau pemikiran yang disampaikan tentang suatu hal disebut .... 32. Informasi yang dapat diperiksa atau dibuktikan kebenarannya disebut ....
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 128 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 33.Keterangan yang digunakan untuk memperkuat suatu gagasan disebut informasi .... 34.Respons terhadap gagasan atau pendapat orang lain disebut .... 35.Kegiatan bertukar pikiran untuk membahas suatu masalah disebut .... 36.Bahasa yang menyampaikan maksud secara jelas, tepat, dan tidak bertele-tele disebut bahasa .... 37.Bagian presentasi yang berisi ide utama beserta alasan pendukung disebut bagian .... 38.Kata penghubung yang digunakan untuk menjelaskan sebab adalah .... 39.Penyampaian ketidaksetujuan dengan tetap menghargai orang lain menunjukkan sikap .... 40.Kesepakatan yang dibuat setelah peserta menyampaikan dan mempertimbangkan pendapat disebut hasil .... 41. Jelaskan pengertian gagasan dan sebutkan empat ciri gagasan yang baik! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 42. Bacalah situasi berikut! Di sekolah, banyak siswa membeli minuman dalam kemasan plastik. Setelah istirahat, beberapa botol plastik terlihat berserakan di halaman. Tuliskan satu gagasan untuk mengatasi masalah tersebut. Sertakan dua alasan yang mendukung gagasanmu! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 43. Perhatikan pernyataan berikut. Menurut saya, sekolah perlu menyediakan waktu membaca selama lima belas menit sebelum pelajaran dimulai. Kembangkan pernyataan tersebut menjadi satu paragraf yang terdiri atas 4–5 kalimat. Sertakan alasan pendukung dan kesimpulan atau ajakan. Gunakan bahasa yang efektif. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri!
I M A M S U K R I L A H , S . P d . , M . P d . , G r 129 Tidak semua cerita harus ditiru seluruh tindakannya. Ada juga cerita yang memperlihatkan perilaku buruk agar pembaca memahami akibatnya. Oleh karena itu, kita perlu mempertimbangkan tindakan tokoh, akibat yang ditimbulkan, dan pesan yang ingin disampaikan. 44.Seorang teman menyampaikan gagasan agar kelas mengadakan kegiatan membersihkan lingkungan setiap Jumat. Kamu memiliki pendapat berbeda karena ingin kegiatan kebersihan dilakukan setiap hari melalui piket kelas. Tuliskan tanggapan yang santun terhadap gagasan temanmu. Sertakan alasan yang logis tanpa merendahkan pendapatnya! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45. Bacalah situasi berikut! Kelas VI akan memilih program untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ada tiga usulan, yaitu menanam tanaman dalam pot, mengurangi penggunaan plastik, dan mengadakan kegiatan membersihkan halaman sekolah. Pilih satu usulan yang menurutmu paling sesuai. Susunlah teks presentasi singkat yang terdiri atas pembukaan, gagasan utama, alasan pendukung, dan penutup. Gunakan bahasa yang efektif dan santun. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________
130 BAB VI MENGGALI INFORMASI DAN NILAI DALAM TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI A. Mengenal Teks Nonsastra Visual dan Audiovisual 1. Mengenal Teks Nonsastra Teks nonsastra adalah teks yang bertujuan menyampaikan informasi, pengetahuan, penjelasan, atau fakta, bukan terutama untuk menciptakan cerita imajinatif seperti dalam karya sastra. Contoh teks nonsastra antara lain: Teks laporan hasil observasi. Berita. Artikel informasi. Poster layanan masyarakat. Infografik. Video dokumenter. Dalam kehidupan sehari-hari, kita memperoleh informasi melalui berbagai media. Informasi tidak hanya disampaikan melalui tulisan, tetapi juga melalui gambar, foto, poster, infografik, rekaman suara, dan video. Media tersebut dapat membantu kita memahami suatu peristiwa, mengenali masalah, serta menemukan pesan yang bermanfaat. Pada bab ini, kita akan belajar menganalisis informasi dan nilai-nilai yang terdapat dalam teks nonsastra berbentuk visual dan audiovisual. Teks nonsastra dapat menyampaikan informasi mengenai lingkungan, kesehatan, pendidikan, budaya, dan berbagai hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, poster tentang penghematan air menyampaikan informasi sekaligus mengajak pembaca menggunakan air secara bijaksana.
131 2. Mengenal Teks Visual Teks visual adalah media yang menyampaikan informasi melalui unsur yang dapat dilihat, seperti gambar, foto, simbol, warna, dan tulisan. Contoh teks visual adalah poster, foto dokumentasi, diagram, dan infografik. Perhatikan contoh berikut. Sebuah poster hemat air dapat menampilkan gambar keran yang ditutup, tetesan air, serta tulisan ajakan menghemat air. Dari unsur-unsur tersebut, pembaca dapat menemukan informasi dan pesan tentang pentingnya menggunakan air secara bijaksana. Ketika mengamati teks visual, perhatikan: Objek gambar: apa yang ditampilkan? Tulisan: informasi atau ajakan apa yang disampaikan? Warna dan simbol: apakah membantu memperjelas pesan? Pesan utama: apa yang ingin disampaikan pembuatnya? Jangan hanya melihat gambar secara sekilas. Perhatikan hubungan antara gambar dan tulisan agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan tepat. 3. Mengenal Teks AudiovisualTeks audiovisual adalah media yang menyampaikan informasi melalui gabungan unsur suara dan gambar bergerak. Contohnya adalah video berita, film dokumenter, video edukasi, dan tayangan kampanye lingkungan. Dalam video tentang kebersihan sungai, misalnya, kita dapat melihat kondisi sungai sekaligus mendengar penjelasan narator mengenai penyebab pencemaran dan cara mengatasinya.
132 Untuk memahami teks audiovisual, lakukan langkah-langkah berikut: 1.Perhatikan gambar dan peristiwa yang ditampilkan. 2.Dengarkan narasi, percakapan, atau penjelasan yang disampaikan. 3.Catat informasi penting yang ditemukan. 4.Hubungkan gambar dan suara untuk memahami pesan secara utuh. 5.Periksa apakah informasi yang disampaikan didukung oleh bukti yang terlihat atau penjelasan yang dapat dipercaya. 4. Menemukan Informasi dan Nilai dalam Teks Informasi adalah keterangan yang disampaikan melalui suatu media, sedangkan nilai merupakan prinsip atau pelajaran yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan. Perhatikan contoh berikut. Sebuah infografik menampilkan gambar sungai yang dipenuhi sampah. Di bawah gambar terdapat tulisan: “Buanglah sampah pada tempatnya untuk menjaga kebersihan sungai.” Dari infografik tersebut, kita dapat menemukan: Informasi: sampah dapat mencemari lingkungan sungai. Pesan: masyarakat diajak membuang sampah pada tempatnya. Nilai kehidupan: tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai kehidupan tidak selalu dituliskan secara langsung. Terkadang, nilai tersebut perlu ditemukan dengan memahami hubungan antara gambar, tulisan, dan informasi yang disajikan. 5. Latihan A. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa yang dimaksud dengan teks nonsastra? 2.Sebutkan tiga contoh teks visual! 3.Apa perbedaan teks visual dan teks audiovisual? 4.Apa yang dimaksud dengan nilai kehidupan dalam sebuah teks? 5.Mengapa kita perlu memperhatikan gambar dan suara ketika memahami video?
Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan ilustrasi tersebut. 1.Kegiatan apa yang dilakukan anak-anak dalam gambar? 2.Informasi apa yang dapat diperoleh dari ilustrasi tersebut? 3.Nilai kehidupan apa yang dapat ditemukan? 4.Tuliskan satu tindakan yang dapat dilakukan di sekolah berdasarkan pesan ilustrasi tersebut. C. Kegiatan Pengamatan: Membaca Pesan Visual Carilah satu poster, infografik, atau gambar informasi yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, atau lingkungan. Amati gambar dan tulisan yang terdapat di dalamnya. Tuliskan: - informasi utama yang disampaikan; - pesan yang ingin disampaikan; - nilai kehidupan yang dapat ditemukan; - satu contoh penerapan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. 133 B. Amatilah ilustrasi berikut!
134 B. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Visual dan Audiovisual 1. Menemukan Informasi Utama Informasi utama adalah informasi yang menjadi pokok pembahasan dalam suatu teks atau media. Informasi utama dapat diketahui dengan memperhatikan judul, gambar, tulisan, narasi, dan peristiwa yang ditampilkan. Perhatikan contoh berikut. Teks visual dan audiovisual menyampaikan informasi melalui gambar, tulisan, suara, atau gabungan unsur-unsur tersebut. Agar dapat memahami isi media dengan tepat, kita perlu mengidentifikasi informasi penting yang disampaikan. Mengidentifikasi informasi berarti menemukan keterangan utama, fakta, dan pesan yang terdapat dalam suatu media. Keterampilan ini membantu kita memahami isi media tanpa sekadar melihat gambar atau mendengarkan penjelasan secara sekilas.Sebuah infografik menampilkan siswa yang sedang menanam pohon di halaman sekolah. Di dalamnya terdapat tulisan “Menanam Pohon, Menjaga Masa Depan”. Informasi yang dapat ditemukan dari infografik tersebut adalah: Kegiatan menanam pohon dilakukan di lingkungan sekolah. Pohon dapat membantu membuat lingkungan lebih hijau. Siswa diajak berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Informasi utama infografik tersebut adalah ajakan untuk menanam pohon dan menjaga lingkungan.
135 2. Membedakan Fakta dan Pendapat Ketika mengidentifikasi informasi, kita harus dapat membedakan fakta dan pendapat. Fakta adalah informasi yang dapat diperiksa atau dibuktikan kebenarannya. Contoh: Dalam video terlihat lima siswa menanam bibit pohon di halaman sekolah. Pendapat adalah pandangan atau penilaian seseorang terhadap suatu hal. Contoh: Kegiatan menanam pohon merupakan kegiatan paling menyenangkan di sekolah. Fakta dan pendapat dapat muncul dalam media yang sama. Oleh karena itu, kita perlu memeriksa apakah suatu pernyataan didukung oleh bukti atau hanya merupakan penilaian seseorang. 3. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks AudiovisualVideo menyampaikan informasi melalui gambar bergerak dan suara. Kedua unsur tersebut perlu diperhatikan agar kita tidak kehilangan informasi penting. Misalnya, dalam video tentang kebersihan sungai, terlihat sampah menumpuk di tepi sungai. Narator menjelaskan bahwa sampah dapat mengganggu aliran air dan merusak lingkungan. Dari video tersebut, kita dapat mencatat: Informasi visual: sampah terlihat menumpuk di tepi sungai. Informasi audio: narator menjelaskan dampak sampah terhadap aliran air dan lingkungan. Informasi utama: sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah lingkungan. Saat menonton video, perhatikan hal-hal berikut: 1.Siapa atau apa yang menjadi objek pembahasan? 2.Peristiwa atau masalah apa yang ditampilkan? 3.Fakta apa yang dapat ditemukan? 4.Penjelasan apa yang disampaikan melalui suara? 5.Apa kesimpulan yang dapat diambil dari keseluruhan informasi?
136 4. Menyusun Informasi secara Sistematis Informasi yang telah ditemukan perlu disusun secara teratur agar mudah dipahami. Kita dapat memulai dengan menuliskan topik, fakta penting, dan kesimpulan. Perhatikan contoh berikut. Media: Video tentang pengelolaan sampah di sekolah. Informasi yang ditemukan: Siswa mengumpulkan sampah dari halaman sekolah. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya. Sampah yang dapat didaur ulang dikumpulkan secara terpisah. Kegiatan tersebut bertujuan membantu menjaga kebersihan lingkungan. Informasi tersebut dapat disusun menjadi paragraf berikut. Siswa di sebuah sekolah melakukan kegiatan pengelolaan sampah. Mereka mengumpulkan sampah dari halaman, kemudian memisahkannya berdasarkan jenisnya. Sampah yang dapat didaur ulang dikumpulkan secara terpisah. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Paragraf tersebut menyampaikan informasi secara runtut, mulai dari kegiatan yang dilakukan hingga tujuannya.
137 C. Menganalisis Nilai-Nilai dalam Teks Visual dan Audiovisual 1. Pengertian Nilai dalam Teks Visual dan Audiovisual Teks visual dan audiovisual tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai tersebut dapat berupa ajakan untuk berbuat baik, menjaga lingkungan, menghargai orang lain, bekerja sama, atau bertanggung jawab. Nilai adalah sesuatu yang dianggap penting dan bermanfaat serta dapat dijadikan pedoman dalam bersikap dan bertindak. Untuk menemukan nilai dalam teks visual dan audiovisual, kita perlu memahami gambar, tulisan, suara, tindakan tokoh, dan pesan yang disampaikan. Contohnya, sebuah infografik memperlihatkan siswa sedang menanam pohon di halaman sekolah dengan tulisan “Menanam Pohon, Menjaga Masa Depan”. Informasi yang diperoleh adalah kegiatan menanam pohon dilakukan oleh siswa di sekolah. Sementara itu, nilai yang dapat ditemukan adalah kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam. 2. Jenis-Jenis Nilai dalam Teks Visual dan AudiovisualAda beberapa nilai kehidupan yang sering ditemukan dalam teks visual dan audiovisual. a. Nilai tanggung jawab Nilai tanggung jawab terlihat ketika seseorang melaksanakan tugas atau kewajibannya dengan baik. Contoh: Poster memperlihatkan siswa membersihkan kelas sesuai jadwal piket. Pesan yang disampaikan adalah setiap siswa harus bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas. b. Nilai gotong royong Nilai gotong royong terlihat ketika beberapa orang bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Contoh: Video memperlihatkan warga sekolah bekerja sama membersihkan halaman. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama.
138c. Nilai kepedulian Nilai kepedulian terlihat melalui tindakan memperhatikan dan membantu orang lain atau menjaga lingkungan. Contoh: Gambar menunjukkan seorang siswa membantu temannya yang terjatuh. Tindakan tersebut mencerminkan kepedulian terhadap sesama. d. Nilai kedisiplinan Nilai kedisiplinan terlihat ketika seseorang menaati aturan dan melaksanakan kegiatan sesuai ketentuan. Contoh: Infografik memperlihatkan siswa mengantre dengan tertib di kantin. Pesan yang disampaikan adalah pentingnya menaati aturan dan menghargai hak orang lain. e. Nilai cinta lingkungan Nilai cinta lingkungan terlihat melalui tindakan menjaga kebersihan, merawat tumbuhan, menghemat air, dan mengurangi sampah. Contoh: Video memperlihatkan siswa memilah sampah organik dan anorganik. Tindakan tersebut menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. 3. Cara Menganalisis Nilai dalam Teks Visual dan Audiovisual Untuk menganalisis nilai, kita tidak cukup hanya melihat gambar atau mendengar penjelasan. Kita perlu memahami hubungan antara tindakan yang ditampilkan dan pesan yang ingin disampaikan. Langkah-langkahnya sebagai berikut. 1.Amati isi media. Perhatikan gambar, tulisan, tokoh, tindakan, suara, atau peristiwa yang ditampilkan. 2.Temukan informasi penting. Tentukan kegiatan atau peristiwa yang sedang dibahas. 3.Perhatikan tindakan dan pesan. Cari tahu sikap apa yang ditunjukkan dan apa yang ingin disampaikan pembuat media. 4.Tentukan nilai yang terkandung. Hubungkan tindakan atau pesan dengan nilai kehidupan yang sesuai. 5.Berikan alasan. Jelaskan bukti yang mendukung kesimpulanmu.
139 Contoh analisis: Sebuah video menampilkan beberapa siswa yang bekerja sama membersihkan selokan sekolah. Mereka mengumpulkan sampah, membersihkan daun kering, dan membuang sampah ke tempat yang sesuai. Nilai yang dapat ditemukan adalah gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Alasannya, para siswa bekerja bersama untuk membersihkan lingkungan dan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh warga sekolah. 4. Membedakan Informasi dan Nilai yang TerkandungInformasi dan nilai saling berkaitan, tetapi keduanya memiliki arti berbeda. Informasi menjelaskan fakta atau peristiwa yang ditampilkan. Nilai menjelaskan sikap, perilaku, atau prinsip kehidupan yang dapat dipelajari dari peristiwa tersebut. Perhatikan contoh berikut. Sebuah poster menampilkan siswa sedang menanam pohon di halaman sekolah dengan tulisan “Menanam Pohon, Menjaga Masa Depan”. Informasi yang diperoleh: Siswa melakukan kegiatan menanam pohon di sekolah. Kegiatan tersebut bertujuan membuat lingkungan lebih hijau. Nilai yang terkandung: Kepedulian terhadap lingkungan. Tanggung jawab menjaga kelestarian alam. Kerja sama dalam melakukan kegiatan positif. Dengan demikian, informasi membantu kita memahami apa yang terjadi, sedangkan nilai membantu kita memahami pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut.
140 D. Menilai Kesesuaian Informasi dan Pesan dalam Media 1. Memahami Kesesuaian Informasi dan Pesan Ketika membaca poster, infografik, atau menonton video, kita perlu memperhatikan apakah informasi dan pesan yang disampaikan sudah sesuai. Tidak semua media menyampaikan informasi secara lengkap atau mudah dipahami. Oleh karena itu, kita perlu memeriksa isi media dengan teliti sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Kesesuaian informasi adalah keadaan ketika informasi yang disampaikan sesuai dengan gambar, fakta, penjelasan, atau keadaan yang sebenarnya. Sementara itu, kesesuaian pesan adalah keadaan ketika pesan yang disampaikan sejalan dengan tujuan media dan didukung oleh informasi yang ditampilkan. Contohnya, sebuah poster menampilkan gambar siswa membuang sampah ke tempat sampah dengan tulisan “Buanglah Sampah pada Tempatnya”. Gambar dan tulisan tersebut sesuai karena keduanya mengajak pembaca menjaga kebersihan lingkungan. Sebaliknya, jika poster mengajak menjaga kebersihan tetapi gambarnya memperlihatkan seseorang membuang sampah sembarangan tanpa penjelasan yang tepat, pembaca perlu menilai kembali apakah gambar tersebut mendukung pesan yang ingin disampaikan. 2. Hal-Hal yang Perlu DiperhatikanAda beberapa hal yang perlu diperiksa ketika menilai kesesuaian informasi dan pesan dalam media. a. Kesesuaian gambar dengan tulisan Gambar harus mendukung informasi yang disampaikan melalui tulisan. Contoh: Poster tentang hemat air menampilkan seseorang menutup keran setelah digunakan. Gambar tersebut sesuai dengan pesan menghemat air.
141b. Kesesuaian informasi dengan fakta Informasi yang disampaikan sebaiknya dapat dibuktikan dan tidak bertentangan dengan fakta yang diketahui. Contoh: Infografik menyatakan bahwa menanam pohon dapat membantu membuat lingkungan lebih sejuk. Pernyataan tersebut sesuai dengan manfaat pohon karena pohon memberikan keteduhan dan membantu mengurangi panas di sekitarnya. c. Kejelasan pesan Pesan harus mudah dipahami oleh pembaca atau penonton. Kalimat yang singkat, jelas, dan sesuai dengan sasaran pembaca akan membantu pesan diterima dengan baik. Contoh: Kalimat “Matikan Lampu Jika Tidak Digunakan” lebih mudah dipahami daripada kalimat yang panjang dan berbelit-belit. d. Kesesuaian isi dengan tujuan media Isi media harus mendukung tujuan pembuatannya, misalnya memberikan informasi, mengajak melakukan sesuatu, atau mengingatkan masyarakat terhadap suatu masalah. Contoh: Video tentang keselamatan di jalan raya seharusnya memberikan penjelasan mengenai perilaku aman, seperti menggunakan helm dan menaati rambu lalu lintas. e. Kelengkapan informasi Informasi yang disajikan perlu cukup untuk membantu pembaca memahami topik. Jika informasi penting belum tersedia, kita sebaiknya tidak langsung membuat kesimpulan. Contoh: Poster pengumuman kegiatan sekolah sebaiknya mencantumkan nama kegiatan, waktu, tempat, dan pihak yang dituju. 3. Cara Menilai Kesesuaian Informasi dan PesanUntuk menilai suatu media, lakukan langkah-langkah berikut. 1. Amati media secara menyeluruh. Perhatikan gambar, judul, tulisan, suara, dan tindakan yang ditampilkan.
142 2.Temukan informasi utama. Tentukan hal yang ingin disampaikan oleh media tersebut. 3.Pahami pesan yang ingin disampaikan. Cari tahu ajakan, peringatan, atau pelajaran yang terdapat di dalamnya. 4.Bandingkan informasi dengan gambar atau penjelasan. Periksa apakah semua bagian saling mendukung. 5.Periksa kebenaran informasi. Jika terdapat klaim yang meragukan, bandingkan dengan sumber tepercaya. 6.Sampaikan penilaian beserta alasan. Jelaskan bagian yang sesuai atau tidak sesuai berdasarkan bukti. Penilaian yang baik tidak hanya menyatakan bahwa sebuah media benar atau salah. Kita juga harus menjelaskan alasan yang mendasari penilaian tersebut. 4. Contoh Analisis Kesesuaian Informasi dan Pesan Perhatikan ilustrasi di samping. Sebuah infografik berjudul “Ayo Hemat Air!” menampilkan gambar seorang anak menutup keran setelah mencuci tangan. Di bawah gambar terdapat tulisan, “Gunakan air secukupnya agar persediaan air tetap terjaga.” Berdasarkan ilustrasi tersebut, kita dapat melakukan penilaian berikut. Informasi utama: Air perlu digunakan secara bijaksana. Pesan: Setiap orang sebaiknya menghemat air dalam kegiatan sehari-hari. Kesesuaian gambar dan tulisan: Sesuai, karena gambar anak yang menutup keran mendukung ajakan menghemat air. Kesesuaian dengan fakta: Sesuai, karena mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan merupakan salah satu cara menghemat persediaan air. Kesimpulan: Infografik tersebut menyampaikan pesan dengan jelas dan didukung oleh gambar yang sesuai. Contoh lainnya, sebuah video menampilkan siswa memilah sampah organik dan anorganik. Narator menjelaskan bahwa sampah perlu dikelola sesuai jenisnya. Gambar dan penjelasan tersebut saling mendukung karena tindakan yang diperlihatkan sesuai dengan informasi yang disampaikan.
143 5. Latihan Menilai Kesesuaian Informasi dan Pesan Perhatikan tiga ilustrasi berikut. Gambar 1: Poster Menjaga Kebersihan Sebuah poster bertuliskan “Sekolah Bersih, Belajar Nyaman”. Gambar pada poster memperlihatkan siswa menyapu kelas, mengelap meja, dan membuang sampah ke tempat sampah. Gambar 2: Infografik Hemat Energi Sebuah infografik mengajak masyarakat menghemat listrik. Namun, gambar utamanya memperlihatkan beberapa lampu menyala di ruangan kosong tanpa keterangan tambahan. Gambar 3: Komik Menanam Pohon Sebuah komik menampilkan siswa menanam pohon di halaman sekolah. Narator menjelaskan bahwa pohon dapat memberikan keteduhan dan membantu menjaga kualitas lingkungan. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apakah gambar dan tulisan pada Ilustrasi 1 sudah sesuai? Jelaskan alasanmu. 2.Apa pesan utama yang disampaikan dalam Ilustrasi 1? 3.Bagian apa yang perlu diperhatikan kembali pada Ilustrasi 2? 4.Mengapa gambar pada Ilustrasi 2 belum tentu mendukung pesan hemat energi? 5.Apakah informasi dalam Ilustrasi 3 sesuai dengan gambar yang ditampilkan? Jelaskan. 6.Mengapa kita perlu memeriksa informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya? 7.Pilih salah satu ilustrasi. Tuliskan penilaianmu terhadap kesesuaian informasi dan pesannya disertai bukti.
144 E. Menyajikan Hasil Analisis Informasi dan Nilai 1. Pengertian Menyajikan Hasil Analisis Setelah mengamati teks visual atau audiovisual, mengidentifikasi informasi, menganalisis nilai-nilai kehidupan, dan menilai kesesuaian pesan, langkah berikutnya adalah menyampaikan hasil analisis kepada orang lain. Menyajikan hasil analisis adalah kegiatan menyampaikan hasil pengamatan dan pemikiran terhadap suatu media secara runtut, jelas, dan disertai bukti yang mendukung. Hasil analisis dapat disajikan dalam berbagai bentuk, seperti laporan tertulis, rangkuman, infografik, atau presentasi lisan. Contohnya, setelah mengamati poster tentang kebersihan sekolah, siswa dapat menjelaskan informasi yang ditemukan, nilai yang terkandung, kesesuaian gambar dengan pesan, serta tindakan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Penyajian hasil analisis harus berdasarkan isi media yang diamati. Kita tidak boleh menambahkan informasi yang tidak memiliki dasar atau membuat kesimpulan yang bertentangan dengan bukti. 2. Langkah-Langkah Menyusun Hasil Analisis Agar hasil analisis mudah dipahami, lakukan langkah-langkah berikut. a. Menentukan media yang dianalisis Pilih poster, infografik, komik, foto berseri, atau video yang memiliki informasi dan pesan yang jelas. Contoh: Infografik berjudul “Ayo Hemat Air!” yang menampilkan seorang anak menutup keran setelah mencuci tangan. b. Mencatat informasi penting Tuliskan informasi utama yang ditemukan dalam media. Informasi tersebut dapat berupa kegiatan, peristiwa, atau penjelasan yang disampaikan.
145Contoh: Anak menutup keran setelah mencuci tangan. Air perlu digunakan secukupnya. Menghemat air membantu menjaga persediaan air. c. Menentukan nilai yang terkandung Perhatikan sikap atau perilaku yang dapat dipelajari dari media tersebut. Contoh: Nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. d. Menilai kesesuaian informasi dan pesan Periksa apakah gambar, tulisan, suara, atau tindakan dalam media saling mendukung. Contoh: Gambar anak yang menutup keran sesuai dengan pesan untuk menghemat air. e. Menyusun kesimpulan Tuliskan kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan analisis. Kesimpulan sebaiknya menjelaskan pesan utama dan manfaat yang dapat diperoleh dari media tersebut. 3. Menulis Laporan Hasil Analisis Hasil analisis dapat disusun menjadi laporan sederhana. Laporan tersebut tidak harus panjang, tetapi harus memuat informasi yang penting dan disampaikan secara teratur. Berikut bagian-bagian laporan hasil analisis. 1.Judul: Nama atau tema media yang dianalisis. 2.Deskripsi media: Penjelasan singkat mengenai gambar, tulisan, atau peristiwa yang ditampilkan. 3.Informasi penting: Fakta atau informasi utama yang ditemukan. 4.Nilai yang terkandung: Sikap atau perilaku yang dapat dipelajari. 5.Penilaian pesan: Penjelasan mengenai kesesuaian informasi dan pesan. 6.Kesimpulan: Ringkasan hasil analisis dan penerapannya dalam kehidupan.
Perhatikan contoh laporan berikut. Laporan Hasil Analisis Infografik “Ayo Hemat Air!” Infografik “Ayo Hemat Air!” menampilkan seorang anak yang menutup keran setelah mencuci tangan. Media tersebut mengajak masyarakat menggunakan air secukupnya agar persediaan air tetap terjaga. Informasi penting yang ditemukan adalah bahwa air merupakan sumber daya yang perlu digunakan secara bijaksana. Nilai yang terkandung dalam infografik tersebut adalah tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Gambar anak yang menutup keran sesuai dengan pesan yang disampaikan karena menunjukkan tindakan nyata untuk menghemat air. Infografik tersebut mengingatkan pembaca agar tidak membiarkan air mengalir tanpa digunakan. Berdasarkan hasil analisis, infografik tersebut memiliki pesan yang jelas dan mudah dipahami. Pesan itu dapat diterapkan dengan menutup keran setelah digunakan dan memakai air sesuai kebutuhan. 146 4. Menyajikan Hasil Analisis secara Lisan Selain melalui tulisan, hasil analisis juga dapat disampaikan secara lisan di depan kelas. Presentasi yang baik membantu pendengar memahami informasi dan nilai yang ditemukan. Agar presentasi berjalan dengan baik, perhatikan hal-hal berikut.
Sampaikan judul dan tema media yang dianalisis. Jelaskan informasi penting secara berurutan. Sebutkan nilai yang terkandung beserta alasannya. Berikan bukti dari gambar, tulisan, suara, atau tindakan yang diamati. Gunakan bahasa yang jelas, santun, dan mudah dipahami. Akhiri presentasi dengan kesimpulan. Contoh penyampaian hasil analisis secara lisan: “Teman-teman, saya akan menyampaikan hasil analisis infografik tentang hemat air. Infografik tersebut menampilkan seorang anak yang menutup keran setelah mencuci tangan. Informasi yang disampaikan adalah bahwa air perlu digunakan secukupnya. Nilai yang terkandung adalah tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Gambar tersebut sesuai dengan pesannya karena menunjukkan tindakan menghemat air. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri menutup keran setelah digunakan.” Saat melakukan presentasi, kita tidak harus menghafalkan seluruh isi laporan. Catatan singkat dapat digunakan sebagai panduan agar penjelasan tetap runtut. 147 5. Menanggapi Hasil Analisis TemanDalam kegiatan presentasi, setiap siswa mungkin memiliki pendapat yang berbeda. Perbedaan tersebut merupakan kesempatan untuk saling belajar dan memperluas pemahaman. Ketika menanggapi hasil analisis teman, kita perlu memperhatikan tiga hal. a. Mendengarkan dengan saksama Perhatikan penjelasan teman sampai selesai. Jangan memotong pembicaraan atau mengabaikan pendapat yang berbeda. b. Memberikan tanggapan berdasarkan alasan Pendapat sebaiknya disertai bukti atau alasan yang jelas. Contoh: “Saya setuju bahwa poster tersebut mengandung nilai tanggung jawab karena siswa melaksanakan tugas membersihkan kelas.”
c. Menyampaikan perbedaan pendapat secara santun Jika memiliki pendapat berbeda, sampaikan tanpa merendahkan orang lain. Contoh: “Menurut saya, poster tersebut juga menunjukkan nilai kerja sama karena beberapa siswa melakukan kegiatan kebersihan bersama-sama.” Dengan cara tersebut, diskusi dapat berlangsung dengan tertib dan setiap siswa merasa dihargai. 6. Latihan Menyajikan Hasil Analisis Amati ilustrasi berikut.148 Kerjakan tugas berikut! 1.Tuliskan tiga informasi penting yang terdapat dalam ilustrasi. 2.Sebutkan dua nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya. 3.Jelaskan kesesuaian antara gambar dan tulisan pada poster. 4.Tuliskan kesimpulan mengenai pesan yang disampaikan. 5.Susunlah laporan hasil analisis dalam tiga sampai empat paragraf. 6.Presentasikan hasil analisismu di depan kelas dengan bahasa yang jelas dan santun.
149 7. Aktivitas Proyek: Analisis Media di Lingkungan SekolahLakukan kegiatan berikut secara berkelompok. Langkah 1 — Pilih media Pilih salah satu poster tentang kebersihan, kesehatan, kedisiplinan, persahabatan, atau pelestarian lingkungan yang ada pada bagian belakang halaman ini. Langkah 2 — Amati dan catat Catat judul media, informasi penting, nilai yang terkandung, dan pesan yang ingin disampaikan. Langkah 3 — Analisis kesesuaian Periksa apakah gambar, tulisan, suara, dan informasi saling mendukung. Tuliskan bukti yang ditemukan. Langkah 4 — Susun hasil analisis Buat laporan sederhana berdasarkan hasil diskusi kelompok. Gunakan kalimat yang jelas dan susun informasi secara berurutan. Langkah 5 — Sajikan hasil Presentasikan laporan di depan kelas. Kelompok lain memberikan tanggapan dengan santun dan berdasarkan alasan yang jelas. Refleksi: Setelah melakukan kegiatan ini, tuliskan satu nilai yang paling berkesan dan satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan untuk menerapkannya.
150 POSTER 1
151 POSTER 2
152 POSTER 3
153 POSTER 4
154 A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 6 Nama: Kelas: Tanggal: 1. Teks nonsastra adalah teks yang bertujuan untuk .... A. menceritakan khayalan penulis sebagai hiburan B. menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kenyataan C. mengisahkan tokoh dengan kekuatan ajaib D. mengungkapkan perasaan melalui puisi 2. Media visual menyampaikan informasi terutama melalui .... A. gambar, simbol, dan tulisan B. suara dan musik saja C. percakapan tanpa gambar D. gerakan tanpa makna 3. Media yang menggabungkan gambar bergerak, suara, dan penjelasan disebut .... A. teks deskripsi B. teks puisi C. media audiovisual D. teks pantun 4. Perhatikan kalimat berikut! “Para siswa kelas VI membersihkan halaman sekolah setiap Jumat.” Kalimat tersebut merupakan informasi berupa .... A. khayalan B. fakta tentang suatu kegiatan C. pendapat yang tidak memiliki dasar D. ajakan yang belum dilakukan 5. Pernyataan yang termasuk opini adalah .... A. Siswa memilah sampah ke dalam dua tempat sampah. B. Video tersebut berdurasi tiga menit. C. Menurut saya, poster itu paling menarik dibandingkan poster lainnya. D. Poster tersebut memuat tulisan “Jaga Kebersihan”. 6. Nilai gotong royong paling tepat ditunjukkan oleh tindakan .... A. mengerjakan tugas kelompok sendirian tanpa berdiskusi B. membiarkan teman membersihkan kelas sendiri C. bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah D. menolak membantu karena bukan tugas pribadi 7. Ketika menganalisis nilai dalam sebuah poster, siswa perlu memperhatikan .... A. warna yang paling disukai saja B. ukuran gambar tanpa membaca tulisan C. harga poster yang digunakan D. tindakan, informasi, dan pesan yang disampaikan 8. Sebuah poster mengajak siswa menghemat air dan menampilkan gambar anak menutup keran setelah digunakan. Hal tersebut menunjukkan .... A. gambar tidak berkaitan dengan pesan B. gambar mendukung pesan yang disampaikan C. informasi dalam poster pasti salah D. poster hanya berfungsi sebagai hiasan
9. Jika sebuah video menyampaikan informasi yang meragukan, tindakan yang tepat adalah .... A. langsung menyebarkannya kepada teman B. mempercayainya karena disertai gambar C. memeriksa informasi melalui sumber tepercaya D. mengubah informasi sesuai keinginan sendiri 10. Hasil analisis media yang baik harus .... A. memuat pendapat tanpa alasan B. disusun berdasarkan dugaan semata C. berisi informasi sebanyak mungkin tanpa urutan D. memuat informasi, nilai, bukti, dan kesimpulan yang jelas Soal 11–15: Analisis Teks dan Ilustrasi 11. Perhatikan narasi poster di samping! Informasi utama dalam poster tersebut adalah .... A. siswa sedang mengikuti lomba kebersihan B. siswa melakukan kegiatan menjaga kebersihan kelas C. siswa sedang mempersiapkan ujian D. siswa sedang menghias ruang kelas 12. Berdasarkan poster pada soal nomor 11, nilai yang paling menonjol adalah .... A. tanggung jawab dan kepedulian terhadap kebersihan B. keberanian menghadapi perlombaan C. persaingan untuk memperoleh hadiah D. kebebasan melakukan kegiatan sendiri 13. Perhatikan narasi infografik berikut! Sebuah infografik menampilkan siswa menanam pohon di halaman sekolah. Tulisan pada infografik berbunyi, “Menanam Pohon, Menjaga Masa Depan”. Kesimpulan yang paling tepat adalah .... A. menanam pohon hanya dilakukan untuk menghias halaman B. siswa tidak perlu merawat pohon setelah menanamnya C. menanam pohon merupakan salah satu tindakan menjaga kelestarian lingkungan D. pohon hanya bermanfaat bagi lingkungan sekolah 14. Perhatikan narasi poster berikut! Sebuah poster bertuliskan “Ayo Hemat Listrik!”. Namun, gambar utamanya memperlihatkan sejumlah lampu menyala di ruangan kosong tanpa keterangan tambahan. Penilaian yang paling tepat terhadap poster tersebut adalah .... A. gambar pasti salah karena semua lampu harus dimatikan B. tulisan tidak perlu diperhatikan ketika menilai poster C. poster sudah sangat jelas karena menggunakan banyak lampu D. hubungan gambar dan pesan perlu diperiksa karena gambar belum menunjukkan tindakan menghemat listrik 15. Perhatikan rangkaian gambar di samping! Nilai yang dapat ditemukan dari gambar tersebut adalah .... A. kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab B. keinginan mengumpulkan barang sebanyak-banyaknya C. kebiasaan membuang semua sampah di satu tempat D. sikap menghindari kegiatan bersama 155
Soal 16–20: Penerapan dan Penalaran 16. Rina mengamati poster tentang keselamatan di jalan raya. Ia menemukan gambar anak menggunakan helm dan tulisan “Utamakan Keselamatan”. Bukti yang mendukung pesan poster tersebut adalah .... A. warna latar poster yang cerah B. gambar anak menggunakan helm sesuai dengan pesan keselamatan C. ukuran huruf judul yang besar D. bentuk bingkai poster yang menarik 17. Sebuah infografik menyatakan bahwa semua sampah dapat langsung dijadikan pupuk. Sikap yang tepat ketika menilai informasi tersebut adalah .... A. menerima informasi karena disajikan dalam infografik B. menyalin informasi tanpa memeriksa kebenarannya C. memeriksa informasi melalui sumber tepercaya karena tidak semua jenis sampah dapat dijadikan pupuk D. mengabaikan seluruh isi infografik tanpa membacanya 18. Dito menyimpulkan bahwa sebuah poster mengandung nilai gotong royong karena memperlihatkan beberapa siswa membersihkan taman bersama-sama. Agar kesimpulannya kuat, Dito perlu .... A. menyertakan bukti berupa tindakan siswa yang bekerja bersama B. menambahkan cerita yang tidak ada dalam poster C. mengganti pesan poster dengan pendapatnya sendiri D. menghindari penjelasan mengenai gambar 19. Saat mempresentasikan hasil analisis video, seorang siswa sebaiknya .... A. membaca sangat cepat agar segera selesai B. menyampaikan semua pendapat tanpa memperhatikan bukti C. mengabaikan pertanyaan dari teman D. menjelaskan informasi, nilai, bukti, dan kesimpulan secara runtut 20. Seorang teman menyatakan bahwa poster tentang menanam pohon hanya mengandung nilai keindahan. Kamu menemukan bahwa poster itu juga mengajak menjaga lingkungan. Tanggapan yang paling tepat adalah .... A. “Pendapatmu salah dan tidak perlu dibahas.” B. “Menurut saya, poster itu juga mengandung nilai kepedulian lingkungan karena mengajak kita menanam dan merawat pohon.” C. “Pokoknya pendapat saya yang paling benar.” D. “Saya tidak mau mendengarkan pendapatmu 156 B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar.21. Perhatikan narasi poster berikut! Sebuah poster menampilkan anak-anak sedang menanam pohon dan merawat tanaman di halaman sekolah. Poster bertuliskan “Hijaukan Sekolah, Selamatkan Bumi”. Nilai-nilai yang dapat ditemukan dalam poster tersebut adalah .... A. kepedulian terhadap lingkungan B. tanggung jawab merawat tanaman C. persaingan untuk menjadi siswa terbaik D. kerja sama dalam menjaga lingkungan 22. Perhatikan narasi infografik berikut! Infografik berjudul “Pilah Sampah, Jaga Lingkungan” menampilkan tempat sampah organik untuk daun dan sisa makanan serta tempat sampah anorganik untuk botol plastik. Pernyataan yang sesuai dengan infografik tersebut adalah .... A. sampah perlu dipilah sesuai jenisnya B. semua jenis sampah harus dimasukkan ke satu tempat C. memilah sampah merupakan salah satu cara menjaga lingkungan D. gambar dan tulisan mendukung pesan yang disampaikan
23. Ketika menganalisis video edukasi, tindakan yang tepat adalah .... A. mencatat informasi penting yang disampaikan narator B. memeriksa kesesuaian antara gambar dan penjelasan C. langsung mempercayai semua informasi tanpa memeriksanya D. menentukan nilai kehidupan berdasarkan tindakan yang ditampilkan 24. Perhatikan narasi poster berikut! Sebuah poster mengajak masyarakat menghemat listrik. Gambar utamanya menunjukkan lampu menyala di ruangan kosong tanpa keterangan tambahan. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menilai poster tersebut adalah .... A. memeriksa hubungan gambar dengan pesan hemat listrik B. langsung menyimpulkan bahwa seluruh isi poster salah C. mempertimbangkan apakah gambar mendukung pesan yang ingin disampaikan D. memberikan penilaian berdasarkan bukti yang tersedia 25. Saat menyajikan hasil analisis media di depan kelas, siswa sebaiknya .... A. menjelaskan informasi utama secara runtut B. menyampaikan nilai yang ditemukan beserta alasannya C. menerima semua pendapat teman tanpa mempertimbangkannya D. memberikan tanggapan dengan bahasa yang santun 15726.Teks visual dapat menyampaikan informasi melalui gambar, simbol, dan tulisan. (BENAR/SALAH) 27.Nilai gotong royong hanya dapat ditemukan dalam teks yang berbentuk tulisan panjang. (BENAR/SALAH) 28.Informasi dalam poster sebaiknya diperiksa kesesuaiannya dengan gambar dan fakta yang mendukungnya. (BENAR/SALAH) 29.Kesimpulan hasil analisis boleh dibuat tanpa bukti selama pendapat tersebut diyakini benar oleh penulis. (BENAR/SALAH) 30.Ketika menyampaikan hasil analisis, siswa perlu menggunakan bahasa yang jelas dan menghargai pendapat orang lain. (BENAR/SALAH) C. Benar atau Salah Petunjuk: Pilih Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat. D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! 31.Media yang menyampaikan informasi melalui gambar bergerak dan suara disebut media .... 32.Pernyataan yang dapat dibuktikan kebenarannya disebut .... 33.Sikap bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama disebut .... 34.Sebuah poster menampilkan siswa membuang sampah ke tempat sampah dengan tulisan “Jaga Kebersihan Sekolah”. Nilai yang terkandung dalam poster tersebut adalah .... 35.Ketika menemukan informasi yang meragukan dalam video, kita perlu memeriksanya melalui .... 36.Bagian laporan hasil analisis yang berisi ringkasan hasil pengamatan disebut .... ak.Dalam menganalisis poster, kita perlu membandingkan gambar dengan ....
E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri! 38. Bukti dalam analisis media dapat berupa gambar, tulisan, suara, atau .... 39. Ketika berbeda pendapat dalam diskusi, kita harus menyampaikan tanggapan dengan bahasa yang .... 40. Salah satu tindakan sederhana untuk menjaga kelestarian lingkungan sekolah adalah .... 15841.Jelaskan perbedaan media visual dan media audiovisual. Berikan masing-masing satu contoh. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 42. Perhatikan infografik di samping! Analisislah infografik tersebut dengan menjelaskan: Dua informasi yang dapat ditemukan. Dua nilai kehidupan yang terkandung. Alasan gambar dan tulisan tersebut sesuai. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ 43. Perhatikan poster di samping! Menurut pendapatmu, apakah gambar tersebut sudah mendukung pesan poster? Jelaskan penilaianmu dan berikan saran perbaikan agar pesan lebih jelas. _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________ _________________________________________________________________________
44. Perhatikan narasi video berikut! Sebuah video memperlihatkan siswa bekerja sama membersihkan sungai di sekitar sekolah. Mereka mengumpulkan sampah plastik, membersihkan tepi sungai, dan memasukkan sampah ke dalam kantong. Narator menjelaskan bahwa sungai yang bersih bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Tuliskan hasil analisis terhadap video tersebut dalam bentuk laporan singkat yang memuat informasi penting, nilai kehidupan, kesesuaian gambar dengan penjelasan, dan kesimpulan. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45. Seorang teman mempresentasikan hasil analisis poster tentang kebersihan lingkungan. Kamu memiliki pendapat berbeda mengenai nilai yang terkandung dalam poster tersebut. Jelaskan bagaimana cara menyampaikan perbedaan pendapat secara santun. Tuliskan contoh tanggapan yang disertai alasan atau bukti. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 159
160 BAB VII MENGHIDUPKAN TULISAN DENGAN MAKNA KONOTATIF A. Mengenal Makna Denotatif dan Konotatif 1. Apa Itu Makna Denotatif dan Konotatif? Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata-kata yang memiliki makna berbeda bergantung pada cara dan situasi penggunaannya. Ada kata yang memiliki makna sebenarnya, tetapi ada juga kata yang digunakan untuk menyampaikan makna kiasan agar tulisan terasa lebih indah dan menarik. Perhatikan dua kalimat berikut. Rina menjadi bintang kelas karena selalu memperoleh nilai yang baik. Malam itu, bintang bersinar terang di langit. Kata bintang pada kalimat pertama tidak berarti benda langit. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berprestasi. Sementara itu, kata bintang pada kalimat kedua memiliki makna sebenarnya, yaitu benda langit yang memancarkan cahaya. Nah perbedaan makna seperti inilah yang akan kita pelajari. Makna denotatif adalah makna sebenarnya dari suatu kata, sesuai dengan arti umum yang dapat ditemukan dalam kamus. Makna konotatif adalah makna tambahan atau makna kiasan yang muncul karena penggunaan kata dalam konteks tertentu. Makna ini sering digunakan untuk memberikan kesan, menggambarkan perasaan, atau membuat tulisan lebih hidup. 2. Memahami Makna Denotatif Makna denotatif digunakan ketika suatu kata menyampaikan arti sebenarnya. Makna ini biasanya mudah dipahami karena tidak memerlukan penafsiran kiasan.
161 Contoh: a. Ibu membeli buah tangan untuk nenek. Kalimat tersebut dapat membingungkan karena buah tangan merupakan ungkapan yang bermakna oleh-oleh. Jika ingin menggunakan makna denotatif, kalimatnya dapat diubah menjadi: Ibu membeli buah-buahan untuk nenek. b. Adik melihat kambing di halaman rumah. Kata kambing pada kalimat tersebut bermakna sebenarnya, yaitu hewan ternak. c. Ayah sedang mencuci tangan sebelum makan. Kata tangan bermakna bagian tubuh manusia. d. Matahari terbit dari arah timur. Kata matahari digunakan untuk menyebut benda langit yang menjadi sumber cahaya dan panas bagi Bumi. Makna denotatif sering digunakan dalam laporan hasil pengamatan, petunjuk, berita, dan penjelasan ilmiah karena informasi perlu disampaikan secara jelas. 3. Memahami Makna KonotatifMakna konotatif membuat kata memiliki arti kiasan yang berbeda dari arti sebenarnya. Penggunaan makna konotatif dapat membuat tulisan terasa lebih menarik, menyentuh perasaan, atau membantu pembaca membayangkan suatu keadaan. Perhatikan contoh berikut. a. Bintang kelas Kalimat: Dina menjadi bintang kelas karena rajin belajar dan selalu membantu teman. Makna: Siswa yang menonjol atau berprestasi di kelas, bukan benda langit. b. Buah hati Kalimat: Kedua anak itu merupakan buah hati orang tuanya. Makna: Anak yang sangat disayangi, bukan buah yang tumbuh di hati. c. Tangan kanan Kalimat: Pak Kepala Sekolah mempercayai Bu Rina sebagai tangan kanannya. Makna: Orang kepercayaan yang membantu pekerjaan penting, bukan tangan yang berada di sebelah kanan tubuh.
162 d. Lapang dada Kalimat: Rafi menerima kekalahan dalam pertandingan dengan lapang dada. Makna: Menerima keadaan dengan ikhlas dan sabar, bukan memiliki dada yang luas secara fisik. e. Tulang punggung Kalimat: Ayah menjadi tulang punggung keluarga. Makna: Orang yang menjadi penopang utama kehidupan keluarga, bukan tulang di bagian belakang tubuh. Ungkapan-ungkapan tersebut membuat kalimat lebih hidup karena pembaca perlu memahami maksudnya berdasarkan konteks. 4. Perbedaan Makna Denotatif dan Konotatif Perhatikan perbandingan berikut. Kata: tangan Denotatif: Tangan Budi terluka saat bermain bola. Konotatif: Budi menjadi tangan kanan ketua kelas dalam mengatur kegiatan. Kata: dingin Denotatif: Air di dalam kulkas terasa dingin. Konotatif: Sambutan warga terhadap pendatang baru terasa dingin. Kata: emas Denotatif: Perhiasan itu terbuat dari emas. Konotatif: Nasihat nenek merupakan pelajaran emas bagi cucu-cucunya. Kata: ringan Denotatif: Tas yang dibawa Sinta terasa ringan. Konotatif: Pekerjaan itu menjadi ringan setelah dilakukan bersama-sama. Dari contoh tersebut, kita dapat memahami bahwa satu kata bisa memiliki makna berbeda sesuai penggunaannya. Oleh karena itu, kita perlu membaca kalimat secara utuh agar tidak salah menafsirkan maksud penulis.
163 5. Mengapa Makna Konotatif Digunakan dalam Tulisan Imajinatif? Tulisan imajinatif memberikan kesempatan kepada penulis untuk menggambarkan suasana, perasaan, dan pengalaman melalui pilihan kata yang kreatif. Makna konotatif dapat membantu pembaca membayangkan sesuatu dengan lebih jelas. Bandingkan dua paragraf berikut. Paragraf 1 — Makna Denotatif Pagi itu, langit terlihat gelap. Angin bertiup cukup kencang. Rani berjalan menuju sekolah sambil membawa payung. Ia merasa khawatir karena hujan akan turun. Paragraf 2 — Makna Konotatif Pagi itu, langit tampak muram seolah menyimpan kesedihan. Angin berlari menyusuri jalan, sementara Rani melangkah menuju sekolah dengan payung di tangan. Hatinya diliputi kecemasan ketika awan hitam mulai berkumpul. Paragraf kedua menggunakan ungkapan seperti langit muram, angin berlari, dan hati diliputi kecemasan. Ungkapan tersebut membuat suasana terasa lebih hidup dan membantu pembaca membayangkan keadaan yang dialami tokoh. Namun, penggunaan kata konotatif tidak boleh berlebihan. Kata-kata yang dipilih harus sesuai dengan konteks dan mudah dipahami pembaca. 6. Latihan Memahami Makna Denotatif dan KonotatifA. Tentukan jenis makna kata bercetak tebal! Lingkari D jika bermakna denotatif dan K jika bermakna konotatif. 1.Ibu menyimpan uang di dalam dompet. (D/K) 2.Rudi dikenal sebagai bintang kelas karena prestasinya. (D/K) 3.Air sungai itu terasa dingin saat disentuh. (D/K) 4.Siska berusaha menerima hasil pertandingan dengan lapang dada. (D/K) 5.Ayah menjadi tulang punggung keluarga. (D/K) 6.Adik memegang tangan ibu ketika menyeberang jalan. (D/K) 7.Pak Hasan dikenal sebagai orang yang ringan tangan membantu tetangga. (D/K) 8.Burung itu terbang tinggi menuju langit. (D/K)
164 B. Jelaskan makna ungkapan berikut berdasarkan kalimatnya! 1.“Kakak menjadi buah hati keluarga.” 2.“Jangan berkecil hati ketika mengalami kegagalan.” 3.“Mereka bekerja bahu-membahu membersihkan lingkungan.” 4.“Nasihat guru menjadi cahaya bagi perjalanan hidup kami.” 5.“Sikapnya yang rendah hati membuat banyak orang menyukainya.” C. Ubahlah kalimat berikut! Ubahlah kalimat denotatif menjadi kalimat yang menggunakan makna konotatif dengan tetap mempertahankan maksud utamanya. 1.Dimas merupakan siswa yang sangat berprestasi di kelas. 2.Ibu adalah orang yang paling disayangi anak-anaknya. 3.Ayah merupakan orang yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga.
165 B. Menemukan Makna Konotatif dalam Berbagai Teks 1. Menemukan Makna Konotatif dalam Kalimat Pada bagian sebelumnya, kita sudah mempelajari perbedaan makna denotatif dan konotatif. Sekarang, kita akan berlatih menemukan makna konotatif dalam kalimat dan teks. Makna konotatif tidak selalu dapat diketahui hanya dengan membaca satu kata. Kita perlu memahami kalimat secara utuh agar dapat mengetahui maksud yang ingin disampaikan penulis. Perhatikan contoh berikut. Ketika hasil lombanya diumumkan, wajah Dita bersinar karena berhasil meraih juara pertama. Kata bersinar biasanya digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang memancarkan cahaya. Namun, dalam kalimat tersebut, kata bersinar menggambarkan wajah Dita yang tampak bahagia dan bangga. Contoh lainnya: Raka menjadi buah bibir setelah memenangkan lomba mendongeng. Buah bibir berarti bahan pembicaraan banyak orang. Meskipun mendapat banyak pujian, Sinta tetap rendah hati. Rendah hati berarti tidak sombong. Kegagalan itu menjadi cambuk bagi Arman untuk belajar lebih giat. Cambuk berarti dorongan atau motivasi untuk memperbaiki diri. Ibu selalu menjadi tempatku berlabuh ketika menghadapi masalah. Tempat berlabuh berarti tempat mencari ketenangan, perlindungan, atau dukungan. Dengan memahami konteks kalimat, kita dapat menemukan makna kiasan tanpa harus menafsirkan setiap kata secara harfiah.
166 2. Mengenal Ungkapan Konotatif yang Sering Digunakan Dalam bahasa Indonesia, terdapat banyak ungkapan yang digunakan untuk menyampaikan makna konotatif. Ungkapan tersebut sering muncul dalam cerita, puisi, percakapan, dan tulisan imajinatif. Berikut beberapa contohnya. a. Kepala dingin Makna: Bersikap tenang ketika menghadapi masalah. Contoh: Ketua kelas menyelesaikan perselisihan antarteman dengan kepala dingin. b. Besar hati Makna: Berlapang dada atau bersikap ikhlas menerima sesuatu. Contoh: Meskipun kalah dalam pertandingan, Fajar menerima hasilnya dengan besar hati. c. Buah tangan Makna: Oleh-oleh yang dibawa ketika berkunjung. Contoh: Paman membawa buah tangan dari Bandung untuk keluarga. d. Keras kepala Makna: Sulit menerima pendapat atau nasihat orang lain. Contoh: Roni tidak mau mendengarkan saran teman-temannya karena terlalu keras kepala. e. Bintang lapangan Makna: Orang yang paling menonjol atau berprestasi dalam suatu pertandingan. Contoh: Andi menjadi bintang lapangan setelah mencetak tiga gol dalam pertandingan sepak bola. f. Tangan dingin Makna: Kemampuan seseorang dalam membuat sesuatu berkembang atau berhasil. Contoh: Tanaman di kebun Bu Sari tumbuh subur berkat tangan dinginnya. Perlu diingat bahwa makna ungkapan ditentukan oleh konteks. Satu kata dapat memiliki makna sebenarnya dalam suatu kalimat, tetapi bermakna kiasan dalam kalimat lainnya.
167 3. Menemukan Makna Konotatif dalam Teks Cerita Makna konotatif sering digunakan dalam cerita untuk menggambarkan perasaan tokoh, suasana, dan peristiwa secara lebih menarik. Bacalah teks berikut! Cahaya di Ujung Perjalanan Pagi itu, Arga berjalan menuju sekolah dengan langkah gontai. Semalam, ia belajar hingga larut malam untuk menghadapi ujian. Ketika melihat teman-temannya sudah berkumpul di depan kelas, semangatnya mulai tumbuh kembali. “Jangan berkecil hati, Ga. Kamu sudah berusaha dengan sungguh-sungguh,” kata Bima sambil menepuk bahunya. Ucapan Bima menjadi angin segar bagi Arga. Ia kembali tersenyum dan memasuki kelas dengan penuh keyakinan. Saat ujian selesai, Arga merasa lega karena telah mengerjakan semua soal dengan sebaik-baiknya. Beberapa hari kemudian, hasil ujian diumumkan. Arga memperoleh nilai yang memuaskan. Kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Ia menyadari bahwa kegagalan atau kesulitan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk belajar dan menjadi lebih baik. Analisis makna konotatif dalam cerita: Langkah gontai: Langkah yang menunjukkan kelelahan atau kurang bersemangat. Berkecil hati: Merasa sedih, kehilangan semangat, atau kurang percaya diri. Angin segar: Sesuatu yang memberikan harapan atau semangat baru. Membuahkan hasil: Menghasilkan sesuatu setelah melalui usaha. Ungkapan tersebut membuat cerita lebih hidup. Pembaca tidak hanya mengetahui peristiwa yang dialami Arga, tetapi juga dapat membayangkan perasaan dan perubahan semangatnya.
168 4. Menemukan Makna Konotatif dalam Puisi Selain dalam cerita, makna konotatif juga sering digunakan dalam puisi. Pilihan kata yang bermakna kiasan membantu penyair menyampaikan perasaan dan pesan secara indah. Bacalah puisi berikut! Ibu, Pelita Hidupku Ibu adalah pelita dalam gelap, Menuntunku saat jalan terasa senyap. Kasihmu mengalir bagai sungai, Menyejukkan hati sepanjang hari. Saat langkahku mulai goyah, Kau menguatkan jiwa yang lelah. Doamu menjadi cahaya, Mengiringi langkahku meraih cita. Makna konotatif dalam puisi: Pelita dalam gelap: Ibu menjadi pembimbing dan pemberi harapan ketika menghadapi kesulitan. Kasihmu mengalir bagai sungai: Kasih sayang ibu digambarkan terus mengalir dan tidak mudah berhenti. Langkahku mulai goyah: Mengalami kesulitan, keraguan, atau kehilangan keyakinan. Doamu menjadi cahaya: Doa ibu memberikan harapan dan kekuatan. Ungkapan tersebut membuat puisi terasa lebih menyentuh karena perasaan penyair disampaikan melalui gambaran yang dapat dibayangkan pembaca. 5. Langkah-Langkah Menemukan Makna Konotatif Untuk menemukan makna konotatif dalam berbagai teks, lakukan langkah-langkah berikut. 1.Baca teks secara menyeluruh. Pahami isi cerita, puisi, atau paragraf terlebih dahulu.
169 2.Tandai kata atau ungkapan yang menarik. Perhatikan kata yang terasa tidak biasa jika diartikan secara langsung. 3.Perhatikan konteks kalimat. Hubungkan kata tersebut dengan peristiwa, tokoh, atau suasana yang sedang dibicarakan. 4.Tentukan makna kiasannya. Jelaskan maksud ungkapan berdasarkan konteks. 5.Periksa kesesuaian makna. Pastikan penafsiranmu sesuai dengan isi teks dan tidak bertentangan dengan pesan penulis. Contohnya, dalam kalimat “Mendengar kabar kelulusan, hati Nisa berbunga-bunga,” ungkapan berbunga-bunga bukan berarti hati Nisa benar-benar ditumbuhi bunga. Berdasarkan konteksnya, ungkapan tersebut berarti Nisa merasa sangat bahagia. 6. Latihan Menemukan Makna Konotatif A. Tentukan makna ungkapan yang dicetak tebal! 1.Riko tetap rendah hati meskipun menjadi juara kelas. 2.Setelah bertengkar, kedua sahabat itu akhirnya berdamai dan melupakan masalah mereka. 3.Berita kemenangan tim sekolah menjadi buah bibir di lingkungan sekolah. 4.Ibu menjadi tulang punggung keluarga sejak ayah sakit. 5.Semangat Lala kembali menyala setelah mendapat dukungan dari gurunya. B. Bacalah teks berikut! Semangat yang Tak Padam Mira pernah mengalami kegagalan saat mengikuti lomba membaca puisi. Ia merasa langkahnya terhenti dan semangatnya hampir padam. Namun, gurunya memberikan dorongan agar Mira tidak menyerah. Nasihat itu menjadi cahaya bagi Mira. Ia kembali berlatih dengan tekun dan memperbaiki cara membacanya. Beberapa bulan kemudian, Mira berhasil meraih juara dalam perlombaan berikutnya. Jawablah pertanyaan berikut! 1.Apa arti ungkapan semangatnya hampir padam? 2.Apa makna ungkapan menjadi cahaya bagi Mira? 3.Mengapa nasihat guru digambarkan sebagai cahaya? 4.Tuliskan satu kalimat dari teks yang menunjukkan bahwa Mira tidak menyerah. 5.Apa pesan yang dapat dipelajari dari cerita tersebut?
170 C. Mengembangkan Imajinasi dengan Kosakata Konotatif dan Kalimat Kompleks 1. Mengembangkan Imajinasi melalui Pilihan Kata Setelah belajar mengenali makna konotatif dan menemukan ungkapan kiasan dalam berbagai teks, sekarang kita akan belajar menggunakannya untuk membuat tulisan yang lebih menarik. Dalam tulisan imajinatif, penulis tidak hanya menyampaikan apa yang terjadi, tetapi juga berusaha membuat pembaca membayangkan suasana, merasakan emosi tokoh, dan mengikuti jalannya cerita. Perhatikan perbandingan berikut. Kalimat biasa: Hujan turun dengan deras. Dinda merasa sedih karena tidak bisa bermain di luar rumah. Kalimat dengan kosakata konotatif: Langit menumpahkan air matanya, sementara Dinda hanya bisa memandang halaman yang basah dari balik jendela. Kalimat kedua terasa lebih hidup karena menggunakan ungkapan langit menumpahkan air matanya. Ungkapan tersebut menggambarkan hujan melalui bahasa kiasan. Sementara itu, tindakan Dinda yang memandang halaman dari balik jendela membantu pembaca membayangkan suasana sedih yang dialaminya. Penggunaan kata konotatif dapat membuat tulisan lebih indah, tetapi kata-kata yang dipilih harus sesuai dengan suasana dan maksud cerita. 2. Memilih Kosakata Konotatif yang TepatKosakata konotatif perlu dipilih sesuai dengan peristiwa, suasana, dan perasaan yang ingin digambarkan. Perhatikan beberapa contoh berikut. a. Menggambarkan kebahagiaan Wajah Rani berseri-seri setelah menerima kabar kelulusan. Hatinya berbunga-bunga ketika mengetahui bahwa ia berhasil memenangkan lomba.
171Ungkapan berseri-seri dan berbunga-bunga menggambarkan perasaan bahagia. b. Menggambarkan kesedihan Hati Bima terasa remuk ketika mengetahui bahwa sahabatnya akan pindah sekolah. Awan kelabu seolah menemani kesedihan Rina sepanjang sore. Ungkapan hati terasa remuk menggambarkan kesedihan yang mendalam. Sementara itu, awan kelabu dapat digunakan untuk membangun suasana muram dalam cerita. c. Menggambarkan semangat Semangat Dito kembali menyala setelah mendapat dukungan dari gurunya. Kegagalan itu menjadi cambuk bagi Siska untuk berlatih lebih giat. Ungkapan semangat kembali menyala menunjukkan munculnya semangat baru, sedangkan menjadi cambuk berarti menjadi dorongan untuk memperbaiki diri. d. Menggambarkan keberanian Raka maju dengan hati teguh ketika namanya dipanggil. Ia tidak gentar menghadapi tantangan yang menghadang. Ungkapan hati teguh dan tidak gentar menggambarkan keberanian dan keteguhan hati. e. Menggambarkan suasana lingkungan Matahari tersenyum menyambut pagi. Angin berbisik lembut di antara dedaunan. Sungai itu menjadi urat nadi kehidupan warga desa. Ungkapan tersebut membuat gambaran lingkungan terasa lebih hidup. Matahari seolah dapat tersenyum, angin seolah dapat berbisik, dan sungai digambarkan sebagai sumber penting bagi kehidupan warga. 3. Mengembangkan Kalimat dengan Makna Konotatif Sebuah kalimat dapat dikembangkan dengan menambahkan ungkapan konotatif yang sesuai. Tujuannya bukan sekadar membuat kalimat menjadi panjang, melainkan memberikan gambaran yang lebih kuat kepada pembaca. Perhatikan contoh berikut.
172 Kalimat awal: Andi merasa takut ketika harus tampil di depan kelas. Kalimat yang dikembangkan: Jantung Andi berdebar kencang ketika ia berdiri di depan kelas, sementara keberaniannya seolah bersembunyi di balik rasa gugup. Pada kalimat kedua, ungkapan keberaniannya seolah bersembunyi menggambarkan perasaan takut dan kurang percaya diri. Kalimat tersebut juga memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan Andi. Contoh lainnya Kalimat awal: Desa itu menjadi ramai setelah pasar dibuka. Kalimat yang dikembangkan: Sejak matahari meninggi, desa itu mulai menggeliat ketika para pedagang membuka lapak dan warga berbondong-bondong menuju pasar. Kata menggeliat menggambarkan suasana desa yang mulai hidup dan sibuk. Kata berbondong-bondong menunjukkan banyak orang bergerak menuju tempat yang sama. Dalam mengembangkan kalimat, kita dapat menggunakan pertanyaan berikut sebagai panduan: Apa yang sedang terjadi? Bagaimana suasananya? Apa yang dirasakan tokoh? Ungkapan apa yang dapat memperjelas gambaran tersebut? 4. Mengenal Kalimat Kompleks Selain memilih kosakata yang menarik, penulis perlu menyusun kalimat dengan baik. Salah satu bentuk kalimat yang dapat digunakan adalah kalimat kompleks. Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki dua klausa atau lebih yang saling berkaitan. Klausa merupakan bagian kalimat yang memiliki unsur predikat dan biasanya memiliki subjek.
173 Kalimat kompleks dapat menghubungkan beberapa peristiwa, alasan, waktu, atau keadaan sehingga tulisan terasa lebih runtut. Perhatikan contoh berikut. a. Hubungan sebab-akibat Rina tetap berlatih meskipun hujan turun dengan deras. Kalimat tersebut menghubungkan tindakan Rina dengan keadaan yang terjadi. Kata meskipun menunjukkan hubungan pertentangan. b. Hubungan waktu Ketika matahari mulai tenggelam, para nelayan kembali ke dermaga. Kata ketika menghubungkan waktu terjadinya suatu peristiwa. c. Hubungan sebab Doni merasa bangga karena berhasil membantu temannya. Kata karena menjelaskan alasan Doni merasa bangga. d. Hubungan pertentangan Walaupun tubuhnya lelah, Sinta tetap menyelesaikan tugas yang diberikan guru. Kata walaupun menghubungkan dua keadaan yang berlawanan. Kata penghubung yang sering digunakan dalam kalimat kompleks antara lain karena, ketika, meskipun, walaupun, sehingga, jika, dan agar. 5. Menggabungkan Kosakata Konotatif dengan Kalimat Kompleks Kosakata konotatif dan kalimat kompleks dapat digunakan bersama-sama untuk menghasilkan tulisan yang lebih indah dan jelas. Perhatikan contoh berikut. Kalimat sederhana: Hujan turun. Raka tetap pergi ke sekolah. Kalimat kompleks dengan makna konotatif: Meskipun langit menumpahkan airnya sejak pagi, Raka tetap melangkah menuju sekolah dengan semangat yang tidak mudah padam.
174 Kalimat tersebut menggunakan kata penghubung meskipun untuk menghubungkan dua klausa. Ungkapan langit menumpahkan airnya menggambarkan hujan, sedangkan semangat yang tidak mudah padam menunjukkan keteguhan Raka. Contoh lainnya: Kalimat sederhana: Mira gagal dalam lomba. Mira berlatih kembali. Kalimat kompleks dengan makna konotatif: Meskipun kegagalan sempat membuat hatinya jatuh, Mira kembali berlatih karena ia tidak ingin menyerah pada mimpinya. Kalimat tersebut menjelaskan hubungan antara kegagalan, perasaan Mira, dan tindakannya untuk berlatih kembali. Hal penting: Kalimat kompleks tidak harus menggunakan banyak kata kiasan. Gunakan ungkapan konotatif secukupnya agar makna kalimat tetap jelas dan mudah dipahami. 6. Latihan Mengembangkan ImajinasiA. Pilih ungkapan yang tepat Lengkapilah kalimat berikut dengan ungkapan konotatif yang sesuai. 1. Setelah memenangkan lomba, wajah Nisa tampak __________. 2. Kegagalan itu menjadi __________ bagi Ardi untuk belajar lebih giat. 3. Ketika mendengar kabar bahwa sahabatnya sembuh, hati Rina terasa __________. 4. Meskipun menghadapi banyak kesulitan, semangat Beni tidak mudah __________. 5. Angin malam berembus lembut dan seolah __________ di antara pepohonan. B. Kembangkan kalimat berikut Ubahlah kalimat sederhana menjadi kalimat yang lebih menarik dengan menggunakan kosakata konotatif dan kalimat kompleks. 1. Sinta sedih karena kehilangan bukunya. 2. Hujan turun ketika anak-anak bermain di halaman. 3. Dika tetap berusaha meskipun pernah gagal. 4. Matahari terbit dan para petani mulai bekerja. 5. Rani membantu temannya sehingga temannya merasa senang.
175 C. Bacalah paragraf berikut! Pagi itu, Fajar berangkat menuju sekolah. Ia merasa gugup karena akan mengikuti lomba pidato untuk pertama kalinya. Ketika tiba di sekolah, gurunya memberikan semangat. Fajar kemudian memasuki ruang lomba dengan lebih percaya diri. Jawablah pertanyaan berikut. 1. Perasaan apa yang dialami Fajar pada awal cerita? 2. Tuliskan satu ungkapan konotatif yang dapat menggambarkan perasaan Fajar. 3. Kembangkan kalimat “Gurunya memberikan semangat” menjadi kalimat yang lebih menarik. 4. Gabungkan dua kalimat dalam paragraf tersebut menjadi satu kalimat kompleks. 5. Tulislah kembali paragraf tersebut menjadi satu paragraf yang lebih hidup dengan menggunakan minimal dua ungkapan konotatif dan dua kata penghubung yang sesuai. 7. Aktivitas Kreatif: Menghidupkan Sebuah PeristiwaPilih satu peristiwa berikut sebagai bahan tulisanmu. Seorang anak membantu temannya yang sedang kesulitan. Seorang siswa berusaha bangkit setelah mengalami kegagalan. Hujan turun ketika anak-anak sedang bermain. Seorang anak merasa bangga setelah berhasil menyelesaikan tugasnya. Kembangkan peristiwa tersebut menjadi paragraf sepanjang lima sampai tujuh kalimat. Perhatikan ketentuan berikut: 1.Gunakan minimal tiga ungkapan atau kosakata konotatif. 2.Gunakan minimal dua kalimat kompleks. 3.Gambarkan suasana dan perasaan tokoh secara jelas. 4.Susun peristiwa secara runtut. 5.Pastikan tulisan mudah dipahami dan tidak menggunakan ungkapan kiasan secara berlebihan. Setelah selesai, bacakan tulisanmu di depan kelas. Teman-teman dapat memberikan tanggapan tentang pilihan kata, kejelasan cerita, dan suasana yang berhasil dibangun.
176 D. Menulis Teks Imajinatif yang Indah dan Bermakna 1. Mengenal Teks Imajinatif Kita sudah belajar mengenal makna denotatif dan konotatif, menemukan ungkapan kiasan dalam berbagai teks, serta mengembangkan kalimat dengan pilihan kata yang menarik. Sekarang, saatnya menggabungkan semua keterampilan tersebut untuk menulis teks imajinatif sendiri. Teks imajinatif adalah teks yang dikembangkan berdasarkan daya khayal, kreativitas, atau gabungan antara pengalaman nyata dan unsur rekaan. Teks ini dapat menceritakan tokoh, peristiwa, suasana, dan pengalaman yang tidak selalu terjadi dalam kehidupan nyata. Dalam teks imajinatif, penulis dapat menggunakan kosakata konotatif untuk menggambarkan perasaan dan suasana secara lebih indah. Kalimat kompleks juga dapat digunakan untuk menghubungkan peristiwa agar cerita terasa runtut. Contohnya, kalimat “Angin berbisik menyampaikan rahasia malam” menggambarkan angin seolah-olah dapat berbicara. Ungkapan tersebut membuat suasana cerita terasa lebih hidup. 2. Unsur-Unsur Teks ImajinatifSebelum menulis, kita perlu memahami beberapa unsur yang dapat membangun sebuah cerita. a. Tokoh Tokoh adalah orang, hewan, atau makhluk rekaan yang mengalami peristiwa dalam cerita. Contoh: seorang anak bernama Lala, seekor burung yang dapat berbicara, atau pohon tua yang menyimpan rahasia. b. Latar Latar menunjukkan tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa. Contoh: hutan berkabut pada pagi hari, sekolah yang ramai, atau desa yang sunyi ketika malam tiba.
177c. Alur Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. Cerita sederhana umumnya terdiri atas awal cerita, munculnya masalah, usaha menyelesaikan masalah, dan akhir cerita. d. Konflik atau masalah Konflik adalah persoalan yang dihadapi tokoh sehingga cerita menjadi menarik. Contoh: seorang anak kehilangan jalan pulang ketika menjelajahi hutan ajaib. e. Pesan atau amanat Pesan adalah pelajaran yang dapat diambil pembaca dari cerita. Contoh: kita harus berani menghadapi kesulitan, menjaga lingkungan, dan membantu sesama. Unsur-unsur tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan kreativitas penulis. Tidak semua teks imajinatif harus memiliki tokoh ajaib atau peristiwa luar biasa. Pengalaman sederhana pun dapat menjadi cerita menarik jika disampaikan dengan cara yang kreatif. 3. Menentukan Ide dan Mengembangkan ImajinasiLangkah pertama dalam menulis teks imajinatif adalah menentukan ide cerita. Ide dapat berasal dari pengalaman sehari-hari, lingkungan sekitar, buku yang dibaca, atau khayalan sendiri. Misalnya, kita memilih ide tentang seorang anak yang menemukan pohon ajaib di halaman sekolah. Ide tersebut dapat dikembangkan melalui pertanyaan berikut. Siapa tokoh utama dalam cerita? Di mana peristiwa terjadi? Apa yang membuat peristiwa itu menarik? Masalah apa yang dihadapi tokoh? Bagaimana tokoh menyelesaikan masalah? Apa pesan yang ingin disampaikan?
178Contoh pengembangan ide: Ide awal: Seorang anak menemukan pohon ajaib. Pengembangan: Danu menemukan pohon tua di halaman sekolah yang dapat berbicara. Pohon itu mengeluh karena banyak sampah dibuang di sekitarnya. Danu kemudian mengajak teman-temannya membersihkan halaman dan merawat pohon tersebut. Pesan cerita: Kita harus menjaga lingkungan karena tumbuhan merupakan bagian penting dari kehidupan. Ide sederhana tersebut dapat dikembangkan menjadi cerita yang memiliki tokoh, masalah, penyelesaian, dan pesan yang jelas. 4. Menggunakan Kosakata Konotatif dalam CeritaKosakata konotatif dapat membantu pembaca membayangkan suasana dan merasakan emosi tokoh. Pilihlah ungkapan yang sesuai dengan peristiwa yang diceritakan. Perhatikan contoh berikut. Kalimat biasa: Malam itu, Sari merasa takut ketika berjalan melewati hutan. Kalimat yang lebih imajinatif: Malam menyelimuti hutan dengan kegelapan, sementara jantung Sari berdebar seperti genderang yang dipukul bertalu-talu. Ungkapan malam menyelimuti hutan dan jantung berdebar seperti genderang memperkuat gambaran suasana dan perasaan tokoh. Contoh lainnya: Harapan kecil tumbuh di hati Bima. Menggambarkan munculnya harapan. Kesedihan menyelimuti wajah Rani. Menggambarkan kesedihan yang terlihat pada diri Rani.
179 Semangatnya kembali menyala. Menggambarkan munculnya semangat baru. Pagi tersenyum menyambut kedatangan para siswa. Menggambarkan suasana pagi yang cerah dan menyenangkan. Gunakan kosakata konotatif secukupnya. Jika terlalu banyak ungkapan kiasan digunakan dalam satu kalimat, pembaca justru dapat kesulitan memahami maksud cerita. 5. Mengembangkan Kalimat Kompleks dalam CeritaKalimat kompleks membantu penulis menghubungkan beberapa gagasan sehingga peristiwa dalam cerita lebih jelas dan runtut. Perhatikan contoh berikut. Kalimat sederhana: Nina melihat seekor burung terluka. Nina segera membawanya ke tempat yang aman. Kalimat kompleks: Ketika melihat seekor burung terluka di bawah pohon, Nina segera membawanya ke tempat yang aman agar burung itu tidak semakin kesulitan. Kalimat tersebut menghubungkan waktu kejadian dengan tindakan Nina serta tujuan tindakannya. Contoh lainnya: Meskipun hujan turun dengan deras, Bayu tetap membantu warga yang membersihkan selokan. Lina merawat tanaman setiap pagi karena ia ingin halaman sekolah terlihat hijau dan asri. Ketika matahari mulai tenggelam, para pengembara mencari tempat berlindung agar mereka dapat beristirahat dengan aman. Kata penghubung seperti ketika, karena, meskipun, agar, dan sehingga dapat membantu menyusun kalimat kompleks.
180 6. Langkah-Langkah Menulis Teks ImajinatifAgar tulisan mudah dikembangkan, ikuti langkah-langkah berikut. Langkah 1 — Tentukan tema Pilih tema yang menarik, misalnya persahabatan, keberanian, lingkungan, keluarga, atau petualangan. Langkah 2 — Tentukan tokoh dan latar Tentukan siapa yang mengalami peristiwa, tempat kejadian, serta suasana yang ingin dibangun. Langkah 3 — Susun kerangka cerita Buat urutan peristiwa yang terdiri atas awal cerita, munculnya masalah, penyelesaian, dan akhir cerita. Langkah 4 — Kembangkan cerita Tulislah cerita berdasarkan kerangka. Gunakan kalimat yang runtut dan tambahkan detail yang membantu pembaca membayangkan peristiwa. Langkah 5 — Gunakan kosakata konotatif Pilih ungkapan yang dapat menggambarkan suasana dan perasaan tokoh secara menarik. Langkah 6 — Gunakan kalimat kompleks Hubungkan peristiwa dengan kata penghubung yang sesuai agar hubungan antargagasan jelas. Langkah 7 — Periksa dan perbaiki tulisan Baca kembali cerita yang telah dibuat. Periksa ejaan, tanda baca, pilihan kata, urutan peristiwa, dan kejelasan pesan.
POHON YANG MENYIMPAN HARAPAN Pagi itu, Aruna berjalan melewati halaman sekolah ketika melihat sebuah pohon tua yang hampir mengering. Daun-daunnya berguguran, sementara tanah di sekitarnya tampak retak karena lama tidak tersiram air. Tiba-tiba, terdengar suara lirih dari arah pohon tersebut. “Sudah lama aku merindukan sentuhan air dan tangan-tangan yang merawatku,” bisik pohon itu. Aruna terkejut, tetapi rasa ingin tahunya lebih besar daripada ketakutannya. Ia segera mengambil air dan menyiram akar pohon tersebut. Ketika teman-temannya datang, Aruna menceritakan apa yang dialaminya dan mengajak mereka merawat pohon itu bersama-sama. Sejak hari itu, para siswa bergantian menyiram tanaman dan membersihkan halaman sekolah. Hari demi hari berlalu, hingga tunas-tunas kecil mulai bermunculan di antara ranting yang sebelumnya gersang. Pohon itu seolah tersenyum menyambut kehidupan baru. Aruna pun menyadari bahwa kepedulian kecil dapat menyalakan harapan dan membawa perubahan besar bagi lingkungan.181 7. Contoh Teks ImajinatifBacalah cerita berikut dengan saksama.
182 Analisis cerita: Tema: Kepedulian terhadap lingkungan. Tokoh utama: Aruna dan pohon tua. Latar: Halaman sekolah pada pagi hari. Masalah: Pohon tua hampir mengering karena tidak terawat. Penyelesaian: Aruna mengajak teman-temannya merawat pohon. Kosakata konotatif: Merindukan sentuhan air, pohon seolah tersenyum, dan menyalakan harapan. Kalimat kompleks: “Ketika teman-temannya datang, Aruna menceritakan apa yang dialaminya dan mengajak mereka merawat pohon itu bersama-sama.” Amanat: Kepedulian dan kerja sama dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan. Cerita tersebut memadukan imajinasi, kosakata konotatif, dan kalimat kompleks untuk menyampaikan pesan secara menarik. 8. Latihan Menulis Teks Imajinatif A. Mengembangkan Kerangka Cerita Pilih salah satu tema berikut. 1. Persahabatan yang mengalahkan kesalahpahaman. 2. Petualangan di hutan ajaib. 3. Seorang anak yang menyelamatkan sungai. 4. Keberanian menghadapi kegagalan. 5. Sebuah buku yang dapat berbicara. Buatlah kerangka cerita dengan menentukan: - Judul cerita. - Tokoh utama dan tokoh pendukung. - Tempat dan waktu kejadian. - Masalah yang dihadapi tokoh. - Cara menyelesaikan masalah. - Pesan yang ingin disampaikan.
A. Pilihan Ganda Petunjuk: Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (×) pada huruf A, B, C, atau D. Asesmen Sumatif Akhir Tujuan Pembelajaran (ASATP) 7 Nama: Kelas: Tanggal: 1. Makna denotatif adalah makna kata yang .... A. memiliki arti kiasan dan mengandung perasaan B. memiliki arti sebenarnya sesuai dengan kenyataan C. digunakan untuk memperindah cerita saja D. hanya dapat ditemukan dalam puisi 2. Kalimat yang menggunakan makna konotatif adalah .... A. Ayah membeli meja kayu di toko. B. Adik menyiram bunga setiap pagi. C. Rani menjadi bintang kelas karena rajin belajar. D. Ibu memasak sayur di dapur. 3. Perhatikan kalimat berikut! “Dina menjadi buah hati kedua orang tuanya.” Makna ungkapan buah hati adalah .... A. buah yang disukai anak-anak B. anak yang sangat disayangi C. makanan kesukaan keluarga D. hadiah dari orang tua 4. Kalimat yang menggunakan kata tangan kanan dalam makna konotatif adalah .... A. Tangan kanan Rudi terluka saat bermain. B. Rudi mengangkat tas menggunakan tangan kanan. C. Pak Hasan adalah tangan kanan kepala sekolah dalam mengatur kegiatan. D. Sinta menulis dengan tangan kanan. 5. Perhatikan kalimat berikut! “Meskipun menghadapi banyak masalah, Siska tetap lapang dada.” Ungkapan lapang dada berarti .... A. memiliki tubuh yang sehat B. menerima keadaan dengan sabar dan ikhlas C. merasa takut menghadapi masalah D. tidak peduli terhadap orang lain 6. Kalimat yang menggunakan personifikasi adalah .... A. Angin berbisik lembut di antara pepohonan. B. Angin bertiup dari arah timur. C. Pohon mangga tumbuh di halaman. D. Burung terbang menuju sarangnya. 7. Tujuan penggunaan makna konotatif dalam teks imajinatif adalah .... A. membuat tulisan menjadi sulit dipahami B. mengganti semua kata dengan istilah asing C. membuat tulisan lebih hidup, indah, dan bermakna D. menghilangkan pesan dalam cerita 183
8. Perhatikan kalimat berikut! “Harapan itu menjadi cahaya di tengah kegelapan hidupnya.” Makna kata cahaya dalam kalimat tersebut adalah .... A. sinar lampu yang menerangi ruangan B. sesuatu yang memberikan harapan dan semangat C. api yang menyala di malam hari D. matahari yang terbit pada pagi hari 9. Kalimat kompleks adalah kalimat yang .... A. hanya terdiri atas satu kata B. tidak memiliki hubungan antargagasan C. menggabungkan dua klausa atau lebih dalam satu kalimat D. selalu menggunakan tanda seru 10. Kata penghubung yang tepat untuk menyatakan hubungan sebab adalah .... A. tetapi B. karena C. sedangkan D. atau 11. Perhatikan kalimat berikut! “Mira tetap berangkat ke sekolah meskipun hujan turun dengan deras.” Kata penghubung dalam kalimat tersebut adalah .... A. tetap B. dengan C. meskipun D. turun 12. Kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan suasana sedih secara imajinatif adalah .... A. Budi duduk di kursi. B. Budi melihat halaman rumah. C. Air mata membasahi pipi Budi ketika kenangan itu kembali mengetuk hatinya. D. Budi pergi ke rumah nenek pada hari Minggu. 13. Perhatikan kalimat berikut! “Raka adalah tulang punggung keluarganya.” Ungkapan tulang punggung berarti .... A. bagian tubuh yang membantu manusia berdiri B. orang yang menjadi penopang utama keluarga C. orang yang bertugas mengobati tulang D. seseorang yang gemar berolahraga 14. Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan sebelum menulis teks imajinatif adalah .... A. menentukan ide atau tema cerita B. menyalin cerita dari buku C. menulis kesimpulan terlebih dahulu D. memeriksa tanda baca 15. Unsur cerita yang menunjukkan tempat dan waktu terjadinya peristiwa disebut .... A. tokoh B. alur C. latar D. amanat184
Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 16–18! LENTERA DI TENGAH HUTAN Suatu sore, Nara tersesat di hutan ketika mencari jalan pulang. Langit mulai gelap, sementara suara burung perlahan menghilang. Ketakutan menyelimuti hatinya, tetapi ia berusaha tetap tenang. Tiba-tiba, Nara melihat cahaya kecil di antara pepohonan. Cahaya itu berasal dari sebuah lentera yang dibawa seorang nenek. Nenek tersebut mengantarkan Nara menuju jalan desa. Sejak saat itu, Nara percaya bahwa pertolongan dapat muncul ketika seseorang hampir kehilangan harapan. 16. Ungkapan ketakutan menyelimuti hatinya menunjukkan bahwa Nara .... A. sedang merasa sangat takut B. sedang mengenakan selimut C. merasa sangat mengantuk D. sedang bersembunyi dari nenek 17. Makna konotatif dari kehilangan harapan adalah .... A. tidak mengetahui arah jalan B. kehilangan barang kesayangan C. merasa tidak lagi memiliki keyakinan bahwa keadaan akan membaik D. lupa membawa lentera 18. Amanat yang sesuai dengan cerita tersebut adalah .... A. Kita tidak boleh pergi ke hutan kapan pun. B. Kita perlu tetap berusaha dan tidak mudah kehilangan harapan. C. Kita harus selalu membawa lentera ketika bepergian. D. Kita sebaiknya tidak berbicara dengan orang lain. 19. Kalimat kompleks yang menggunakan hubungan sebab akibat adalah .... A. Rina membaca buku di kamar. B. Langit terlihat biru dan cerah. C. Dito tetap berlatih karena ia ingin memenangkan perlombaan. D. Burung itu hinggap di dahan pohon. 20. Perhatikan kalimat berikut! “Ketika matahari mulai tenggelam, desa itu memeluk keheningan yang damai.” Penggunaan ungkapan memeluk keheningan bertujuan untuk .... A. menjelaskan cara penduduk memeluk seseorang B. menggambarkan suasana desa yang semakin tenang secara indah C. menunjukkan bahwa desa memiliki tangan D. menjelaskan kegiatan penduduk pada siang hari185 B. Pilihan Ganda Kompleks Petunjuk: Pilihlah semua jawaban yang benar. Setiap soal dapat memiliki lebih dari satu jawaban benar. 21. Pernyataan yang benar mengenai makna konotatif adalah .... A. Maknanya dapat berupa kiasan. B. Maknanya selalu sama dengan arti sebenarnya. C. Dapat digunakan untuk memperindah tulisan. D. Dapat menyampaikan perasaan atau penilaian tertentu. E. Hanya boleh digunakan dalam teks ilmiah.
23. Kalimat yang termasuk kalimat kompleks adalah .... A. Sinta menyapu halaman setiap pagi. B. Dimas tetap berangkat meskipun hujan turun deras. C. Karena listrik padam, kami belajar menggunakan lampu darurat. D. Burung itu terbang tinggi. E. Ibu memasak, sedangkan Ayah membersihkan halaman. 24. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menulis teks imajinatif adalah .... A. Menentukan tema atau ide cerita. B. Mengembangkan tokoh, latar, dan alur. C. Menggunakan kosakata konotatif secara tepat. D. Mengabaikan hubungan antarkalimat. E. Memeriksa kembali isi cerita dan penggunaan bahasa. 25. Perhatikan kalimat-kalimat berikut! 1.Bulan tersenyum menyaksikan perjalanan kami. 2.Rina membawa payung berwarna merah. 3.Semangatnya menjadi api yang tak pernah padam. 4.Burung itu membuat sarang di pohon. 5.Masa depan adalah jendela menuju harapan. Kalimat yang menggunakan bahasa kiasan atau makna konotatif adalah .... A. Kalimat 1 B. Kalimat 2 C. Kalimat 3 D. Kalimat 4 E. Kalimat 5186 26. Makna denotatif adalah makna kata yang sebenarnya, sedangkan makna konotatif dapat mengandung arti kiasan. Jawaban: .................... 27. Ungkapan buah tangan berarti bagian tubuh manusia yang menyerupai buah. Jawaban: .................... 28. Kalimat kompleks dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa gagasan agar cerita menjadi lebih utuh. Jawaban: .................... 29. Dalam menulis teks imajinatif, penulis tidak perlu memperhatikan alur dan hubungan antarkalimat. Jawaban: .................... 30. Ungkapan bintang kelas dapat digunakan untuk menyebut siswa yang berprestasi di kelasnya. Jawaban: .................... C. Benar atau Salah Petunjuk: Tuliskan Benar jika pernyataan tepat dan Salah jika pernyataan tidak tepat! D. Isian Singkat Petunjuk: Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat! 31. Makna kata yang sebenarnya disebut makna .... 32. Ungkapan buah tangan memiliki makna .... 33. Ungkapan kutu buku biasanya ditujukan kepada orang yang ....
34. Kalimat “Mentari pagi menyapa penduduk desa” menggunakan majas? Jawaban: .................................................................... 35. Sebutkan dua contoh kata penghubung yang dapat digunakan dalam kalimat kompleks! Jawaban: .................................................................... 36. Sebutkan dua unsur penting dalam teks imajinatif selain tema! Jawaban: .................................................................... 37. Buatlah satu kalimat menggunakan ungkapan lapang dada! Jawaban: .................................................................... 38. Apa tujuan penggunaan kosakata konotatif dalam teks imajinatif? Jawaban: .................................................................... 39. Perbaikilah kalimat berikut agar menjadi kalimat kompleks! “Hujan turun deras. Kami tetap bermain di dalam ruangan.” Jawaban: .................................................................... 40. Buatlah satu kalimat yang menggunakan ungkapan cahaya harapan! Jawaban: .................................................................... 18741. Jelaskan perbedaan makna denotatif dan makna konotatif. Berikan masing-masing satu contoh kalimat! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 42. Bacalah teks berikut! JEMBATAN IMPIAN Setiap sore, Bima duduk di tepi sungai sambil memandang jembatan kayu yang menghubungkan desanya dengan sekolah. Jembatan itu sudah tua dan beberapa papannya mulai rapuh. Ketika hujan turun, perjalanan anak-anak menjadi semakin sulit. Bima memiliki mimpi untuk membangun jembatan yang kuat agar semua anak dapat pergi ke sekolah dengan aman. Ia menyampaikan gagasannya kepada teman-teman dan warga desa. Walaupun mimpinya terasa jauh, Bima tidak membiarkan api semangatnya padam. Ia percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Jawablah pertanyaan berikut! a. Tuliskan dua ungkapan atau frasa yang memiliki makna konotatif dalam teks tersebut! b. Jelaskan makna dari ungkapan api semangatnya padam! c. Tuliskan pesan yang dapat dipetik dari cerita tersebut! E. Esai Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas menggunakan kalimat sendiri!
43.Buatlah tiga kalimat menggunakan ungkapan konotatif yang berbeda. Setiap kalimat harus memiliki makna yang jelas dan sesuai dengan ungkapan yang digunakan. __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 44.Gabungkan pasangan kalimat berikut menjadi kalimat kompleks yang padu! a. Lani rajin membaca buku. Pengetahuannya semakin luas. b. Hujan turun sangat deras. Para pemain tetap melanjutkan pertandingan. Gunakan kata penghubung yang sesuai untuk menggabungkan setiap pasangan kalimat! __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________________________________________________________ 45. Buatlah sebuah teks imajinatif sepanjang 3–5 paragraf dengan ketentuan berikut: Tema bebas, misalnya persahabatan, lingkungan, keluarga, atau cita-cita. Memiliki tokoh, latar, alur, dan pesan yang jelas. Menggunakan sekurang-kurangnya tiga ungkapan atau kosakata konotatif. Menggunakan sekurang-kurangnya tiga kalimat kompleks. Menggunakan bahasa yang indah, menarik, dan mudah dipahami. Tuliskan judul dan cerita pada tempat yang tersedia! Judul: .................................................................... ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................................................ 188
DAFTAR PUSTAKA Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2022. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi Kelima. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://ejaan.kemendikdasmen.go.id/ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Tanpa tahun. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. https://kbbi.kemdikbud.go.id/ (Diakses 27 Oktober 2026). Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. 2025. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. https://bpmpbabel.kemendikdasmen.go.id/PPID/wp- content/uploads/2025/07/KepKaBSKAP-046_2025-ttg-CP.pdf Kumalasari, Ade, dan Latifah. 2022. Bahasa Indonesia: Anak-Anak yang Mengubah Dunia untuk SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kumalasari, Ade, dan Latifah. 2022. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Anak- Anak yang Mengubah Dunia untuk SD/MI Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Moeliono, Anton M., Hans Lapoliwa, Hasan Alwi, Sry Sattya Tjatur Wisnu Sasangka, dan Sugiyono. 2017. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Edisi Keempat. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 189