0 403592619838712712

View 0 403592619838712712 flipbook.

M 2026 REDESIGN WORKSTATIONRedesign Workstation pada Ruang Pelayanan Jurusan Promosi Kesehatan Kemenkes Malang

01 02 03 04 05 LATAR BELAKANG IDENTIFIKASI MASALAH RISIKO KESEHATAN KONSEP REDESIGN WORKSTASTION MEET THE TEAM TABLE OF CONTENTS

Redesain workstation pada ruang pelayanan Jurusan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Malang dilakukan untuk memperbaiki tata letak ruang agar lebih rapi, terasa luas, dan memudahkan petugas dalam memberikan pelayanan. Penataan ulang difokuskan pada posisi meja kerja, kursi, dan peralatan kerja agar tidak menghalangi akses serta pergerakan petugas maupun pengunjung. Tata letak workstation yang kurang tepat dapat membuat ruang pelayanan terasa sempit, membatasi pergerakan, dan mengganggu kelancaran pelayanan. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan beban mental dan stres kerja karena petugas harus bekerja dalam ruang yang kurang nyaman. Selain itu, penempatan peralatan yang terlalu rapat dapat menghambat sirkulasi udara sehingga ruangan terasa gerah. Oleh karena itu, redesain workstation perlu memperhatikan keteraturan tata letak, kemudahan aksesibilitas, kenyamanan ruang, dan sirkulasi udara agar tercipta lingkungan kerja yang lebih ergonomis serta mendukung kelancaran pelayanan. WORKSTATION PELAYANAN pn Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Perkantoran, khususnya Pasal 20 ayat (1) huruf b mengenai standar lingkungan kerja perkantoran, Pasal 21 huruf a, b, dan f mengenai luas tempat kerja, tata letak peralatan kantor, dan koridor, serta Pasal 13 huruf b mengenai desain alat dan tempat kerja, penataan workstation perlu memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan petugas dalam bekerja.

PEKERJA ADMINISTRASIPekerja administrasi melakukan berbagai pekerjaan menggunakan komputer, seperti mengolah data, menyusun laporan, dan mengelola dokumen. Aktivitas tersebut membuat pekerja menghabiskan banyak waktu di depan meja kerja. Workstation yang kurang sesuai dapat menyebabkan posisi duduk tidak nyaman, ruang gerak terbatas, serta penataan peralatan yang kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan rekayasa workstation untuk menyesuaikan fasilitas dan tata letak tempat kerja dengan kebutuhan pekerja.pnBerdasarkan hasil pengukuran menggunakan metode ROSA, workstation pekerja memperoleh skor 5 yang menunjukkan risiko ergonomi tinggi. Kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan pada tata letak peralatan kerja dan posisi duduk agar lebih ergonomis. Penataan ulang workstation diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pekerja serta membantu mengurangi risiko keluhan pada punggung, leher, dan pergelangan tangan.

Kursi yang digunakan belum memiliki pijakan kaki, sehingga kaki pekerja tidak dapat bertumpu dengan nyaman saat duduk. Kondisi ini dapat membuat kaki terasa pegal jika bekerja dalam waktu lama. TIDAK ADA PIJAKAN KAKI 1 2 IDENTIFIKASI PERMASALAHAN RUANG GERAK TERBATAS Penambahan ukuran meja perlu diikuti penyesuaian tata letak agar pekerja tetap memiliki ruang gerak yang cukup.

Kabel yang berserakan dapat mengganggu ruang kaki dan meningkatkan risiko tersangku JALUR KABEL BELUM TERTATA3 4 IDENTIFIKASI PERMASALAHANDokumen dan perlengkapan kerja membutuhkan tempat penyimpanan agar meja utama tetap luas dan tidak mengganggu aktivitas. AREA MEJA DAN DOKUMEN BERSERAKAN

1. Nyeri punggung akibat posisi duduk yang kurang tepat dan terlalu lama saat bekerja. 2. Nyeri leher dan bahu akibat posisi monitor yang kurang sesuai sehingga pekerja harus menunduk atau mempertahankan posisi tertentu. 3. Keluhan pergelangan tangan akibat penggunaan keyboard dan mouse secara berulang dalam waktu lama. 4. Kelelahan otot akibat mempertahankan posisi duduk yang sama selama bekerja. 5. Ketidaknyamanan pada kaki akibat posisi duduk yang kurang tepat dan kurangnya tumpuan kakiRISIKO KESEHATANRISIKO KESEHATAN YANG AKAN TERJADI PADA PEKERJA pn

More Information : Penyesuaian juga dilakukan terhadap penempatan identitas jurusan yang semula direncanakan pada sekat tersebut, kemudian dipindahkan ke bagian belakang meja kerja. Pemindahan ini bertujuan untuk mempertahankan fungsi informatif dan identitas visual jurusan tanpa mengurangi keterbukaan ruang yang telah dirancang. Secara konseptual, perubahan ini sejalan dengan teori desain ruang kerja yang menyatakan bahwa tata letak, jarak antarpengguna, serta keterlihatan ruang dapat memengaruhi interaksi dan pola aktivitas di tempat kerja. Dengan demikian, perluasan area resepsionis diharapkan dapat mendukung kenyamanan visual, menciptakan kesan ruang yang lebih terbuka, dan meningkatkan integrasi antara area pelayanan dan area kerja PENYESUAIAN LUAS RUANGANKONSEP REDESIGN WORKSTATION Pada perancangan ini, dilakukan rekayasa tata ruang dengan menghilangkan sekat yang semula berada di belakang area resepsionis. Perubahan ini bertujuan untuk menciptakan ruang yang lebih terbuka, mengoptimalkan pemanfaatan area, serta meningkatkan keterhubungan visual antara area resepsionis dan ruang kerja. Dengan terbukanya area tersebut, ruangan diharapkan terasa lebih lapang, tidak terkesan terpisah, dan memiliki alur ruang yang lebih terintegrasi

More Information : Kedua penambahan tersebut menerapkan prinsip ergonomi melalui penyesuaian fasilitas kerja untuk mendukung postur tubuh yang baik, kenyamanan, dan keteraturan area kerja. Dengan demikian, desain meja tidak hanya memperhatikan aspek estetika, tetapi juga kebutuhan fungsional staf administrasi PENAMBAHAN FOOTREST & EXTENSION DRAWER KONSEP REDESIGN WORKSTATION Pada desain meja kerja ini, ditambahkan pijakan kaki sebagai fasilitas pendukung ergonomi bagi staf administrasi yang melakukan aktivitas pekerjaan dalam posisi duduk selama waktu yang relatif lama. Pijakan kaki bertujuan untuk memberikan tumpuan yang lebih nyaman bagi kaki, membantu menjaga posisi duduk yang ergonomis, serta mengurangi ketidaknyamanan akibat posisi kaki yang menggantung atau kurang mendapatkan dukungan. Dan juga ditambahkan laci penyimpanan pada bagian bawah meja sebelah kanan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan barang dan dokumen yang dibutuhkan oleh staf administrasi. Penambahan laci ini bertujuan agar perlengkapan kerja dapat tersimpan dengan lebih rapi, mudah dijangkau, dan tidak memenuhi permukaan meja sehingga area kerja tetap terorganisasi

Pada perancangan ini, dilakukan redesain meja kerja dengan menambahkan rak penyimpanan pada sisi kanan dan kiri meja untuk menempatkan dokumen serta perlengkapan kerja yang dibutuhkan oleh staf administrasi. Penambahan rak ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang, menjaga kerapian meja, serta menyediakan tempat penyimpanan yang mudah dijangkau tanpa memenuhi area kerja utama More Information : Dari perspektif ergonomi, penataan penyimpanan yang terorganisasi dapat mendukung efisiensi aktivitas kerja dengan mengurangi kebutuhan untuk mencari atau memindahkan perlengkapan secara berulang. Penempatan rak pada kedua sisi meja juga diharapkan dapat mempertahankan keleluasaan area kerja dan pergerakan pekerja, selama ukuran serta posisinya tidak menghambat jangkauan tangan maupun ruang gerak tubuh REDESIGN MEJA KERJA KONSEP REDESIGN WORKSTATION

Pada perancangan ini, dilakukan redesain jalur kabel dengan menata dan mengikat kabel melalui jalur yang lebih teratur, kemudian melindunginya menggunakan PVC sebagai pelindung kabel. Penataan ini bertujuan untuk mencegah kabel berserakan di area kerja, menjaga ruang kaki tetap leluasa, serta mengurangi risiko pekerja tersandung atau tersangkut kabel saat melakukan aktivitas administrasi More Information : Penggunaan pelindung PVC juga membantu menjaga kabel agar lebih tertata dan mengurangi risiko kerusakan akibat gesekan atau kontak yang tidak disengaja. Dari perspektif ergonomi dan K3, pengaturan kabel yang baik merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan mendukung kelancaran aktivitas pekerja. Dengan demikian, redesain ini tidak hanya meningkatkan kerapian area kerja, tetapi juga membantu meminimalkan potensi bahaya akibat kabel serta menjaga keleluasaan pergerakan staf administrasiPENATAAN JALUR KABEL KONSEP REDESIGN WORKSTATION

ARSILA C. G. (P17521244077) VIOLETTA D. (P17521243063) FARRELINO P. R.W. (P17521244084) KHALWA TRIOLIVIA (P17521243066) FITRI KHOLIDATUR (P17521244085)ALYA NISA RAHMA (P17521243043) ASTRI RAHMA P. N (P17521244072) SANIYA AZKA I. (P17521243047) ADITYA ARYA P. (P17521244076) NUR AINI K. A. (P17521243058)MEET THE TEAMKESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ‘24

POLTEKKESPOLTEKKES KEEMENKESKEEMENKES MALANGMALANG CONTACT US POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG