38 Irene Savia Hasugian XXI (1)

PINTARpencatatan inventaris obat tepat dan akuratIRENE SAVIA HASUGIAN, S.FARM, APT.Apoteker Ahli Pertama- UPTD Puskesmas Kerasaan Kab. Simalungun NDH. 38 ANGKATAN XXI KELOMPOK 4 LAPORAN AKTUALISASI Latsar CPNS Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026

LAPORAN AKTUALISASI “Belum Optimalnya Laporan Penggunaan Obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun” Irene Savia Hasugian, S.Farm, apt.Irene Savia Hasugian, S.Farm, apt.APOTEKER AHLI PERTAMAAPOTEKER AHLI PERTAMAMENTORMENTOR Bd. Risde Sinaga S.Tr. Keb, S.KMBd. Risde Sinaga S.Tr. Keb, S.KMPENGUJIPENGUJI Drs. Agust Nadeak, M.SiDrs. Agust Nadeak, M.SiCOACHCOACH Dr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.PsiDr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.Psi

Laporan AktualisasiLaporan Aktualisasi PINTAR Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia Nya rancangan aktualisasi latsar ini dapat diselesaikan dengan baik. Adapun rancangan aktualisasi ini diberi judul “PINTAR” yang merupakan singkatan dari “Pencatatan Inventaris Obat Tepat dan Akurat”. Dengan penuh rasa hormat, penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan kontribusi nya sehingga rancangan aktualisasi ini dapat terwujud. Secara khusus penulis menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada: 1.Dr. Agustinus, S.SiT, M.T selaku Kepala BPSDM Provinsi Sumatera Utara yang telah memberikan dukungan serta fasilitas selama penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS ini. 2.Bd. Risde Sinaga S.Tr. Keb, S.KM selaku mentor yang telah mengarahkan dan membimbing penulis. 3.Dr. Hironymus Ghodang, M.Si., M.Psi selaku Coach yang telah banyak membantu dalam memberikan pemahaman teknis maupun non-teknis. 4.Drs. Agust Nadeak, M.Si Penguji berkenan menelaah serta memberikan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan Rancangan Aktualisasi ini. 5.Dame Hasiholan Simamora selaku LO yang telah memberikan arahan dan saran yang mendukung dalam proses pembelajaran dan pelatihan dasar CPNS. 6.Seluruh Bapak dan Ibu Widyaiswara yang telah banyak membantu dalam memberikan pemahaman teknisdan non-teknis. 7.Seluruh rekan kerja di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun yang telah mendampingi serta mendukung penulis selama proses penyusunan rancangan aktualisasi ini. Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih jauh dari sempurna dan tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis, instansi, serta pihak pihak yang berkepentingan. I LATSAR CPNS 2026 Kerasaan, 28 Mei 2026 Peserta Irene Savia Hasugian, S.Farm, apt. NIP. 199811242025042001

Kata Pengantar Daftar Isi Lembar Persetujuan Bagian I : Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi 1.3 Tujuan 1.4 Manfaat 1 4 6 7 Bagian II : Identifikasi dan Anilisis Isu 2.1 Identifikasi Isu 2.2 Analisis Isu, Penetapan Isu dan Penyebabnya 2.3 Dampak Isu Terpilih 2.4 Role Model Bagian III : Strategi Penyelesaian Isu Terpilih 3.1 Penetapan Gagasan dan Kegiatan Kreatif 3.2 Relevansi Agenda 2 dengan Rencana Kegiatan 3.3 Relevansi Agenda 3 dengan Rencana Kegiatan 3.4 Rancangan Aktualisasi (Matriks Kegiatan) 3.5 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi Bagian IV : Aktualisasi, Habituasi, dan Penguatan Kompetensi Bidang Tugas 4.1 Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi 4.2 Pelaksanaan Penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas 4.3 KemanfaatanAktualisasi 4.4 Hambatan Yang Terjadi dan Strategi Mengatasinya 4.5 Perubahan Isu Sebelum dan Sesudah Aktualisasi Laporan AktualisasiLaporan AktualisasiPINTAR IILATSAR CPNS 2026 DAFTAR ISI 8 9 13 14 15 16 21 23 26 28 41 42 43 44 I II III Bagian V : Penutup 5.1 Simpulan 5.2 Rekomendasi 45 46

III LATSAR CPNS 2026

Laporan AktualisasiPINTAR 1LATSAR CPNS 2026 BAGIAN I PENDAHULUAN Berdasarkan hasil observasi lapangan, evaluasi berkala terhadap dokumen administratif, serta hasil diskusi terarah bersama Mentor dan rekan kerja di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun, ditemukan 5 (lima) isu strategis yang berkaitan erat dengan pelayanan kefarmasian. Kelima isu tersebut dijabarkan sebagai berikut: 1.Rendahnya Pemahaman Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 2.Belum Optimalnya Laporan Penggunaan Obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 3.Rendahnya Kepatuhan Minum Obat Pasien Penyakit Kronis di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 4.Belum Optimalnya Penataan Obat Kategori LASA (Look Alike Sound Alike) di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 5.Belum Optimalnya Peresepan Obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Dari kelima isu tersebut, didapatkan 1 isu yang menjadi fokus utama yaitu "Belum Optimalnya Laporan Penggunaan Obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun". Isu ini diangkat berdasarkan hasil analisis APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak) serta USG (Urgency, Seriousness, Growth) yang akan dijelaskan lebih lengkap pada bagian analisis isu. Isu ini dipilih karena memenuhi seluruh kriteria APKL dan USG. Isu ini Aktual karena ketidakakuratan dan lama nya waktu yang dibutuhkan untuk membuat pelaporan penggunaan obat masih ditemui secara konsisten dalam kegiatan pelayanan kefarmasian sehari-hari. Problematik karena kesalahan dalam pelaporan penggunaan obat berpotensi mengganggu sistem rantai pasok logistik yang dapat berdampak pada ketersediaan obat dan keselamatan pasien. Kekhalayakan karena berdampak luas terhadap pasien, tenaga kesehatan, dan kualitas pelayanan di Puskesmas secara keseluruhan. Layak untuk ditangani karena sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian dalam mengelola dan mendistribusikan perbekalan farmasi secara aman dan bertanggung jawab. 1.1 Latar Belakang1.1 Latar Belakang

2 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Isu belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi tenaga kefarmasian dalam menjamin akurasi dan ketepatan waktu pelaporan penggunaan obat. Selain itu, isu ini berdampak signifikan terhadap efektivitas pengelolaan logistik obat serta keberlangsungan pelayanan klinis, khususnya dalam memastikan bahwa ketersediaan obat terjaga secara optimal sesuai kebutuhan pelayanan. Permasalahan ini juga berpengaruh terhadap kelancaran sistem rantai pasok obat di Puskesmas dan akan dianalisis lebih lanjut menggunakan metode APKL dan USG pada bagian berikutnya. Dari lima isu yang telah diidentifikasi, isu yang ditetapkan sebagai isu terpilih adalah belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Unsur negasi dari isu ini adalah "belum optimalnya", fokusnya adalah "laporan penggunaan obat", dan lokusnya adalah "Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun". Bukti pendukung utama yang memperkuat isu ini berasal dari data kualitatif berupa hasil observasi langsung terhadap proses pencatatan dan pelaporan obat serta keluhan lisan dari rekan kerja mengenai belum adanya sistem pelaporan yang baku, akurat, dan tepat waktu. Berdasarkan observasi riil dan koordinasi di UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun, ditemukan kendala mendasar pada tata kelola administrasi obat. Sistem pengumpulan data pengeluaran dan rekapitulasi penggunaan obat bulanan masih didominasi oleh metode manual konvensional. Penulisan di buku register manual memicu tingginya risiko human error, selisih stok fisik, serta keterlambatan penyusunan laporan yang dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun. Oleh karena itu, optimalisasi pelaporan obat melalui pemanfaatan microsoft excel menjadi kebutuhan krusial dan mendesak untuk segera diselesaikan. Laporan Aktualisasi

PINTAR 3LATSAR CPNS 2026 Pihak yang terdampak langsung dari isu ini adalah petugas farmasi yang mengalami kendala dalam membuat laporan pengeluaran obat dan stok obat yang tidak update setiap harinya. selain itu secara tidak langsung berdampak pada pelayanan di instalasi farmasi karena petugas farmasi banyak menghabiskan waktu untuk membuat laporan sehingga akan mengurangi intensitas waktu pelayanan baik untuk konsultasi kepada pasien maupun penyerahan obat. Sebagaimana dinyatakan dalam analisis awal, jika isu belum optimalnya laporan penggunaan obat ini tidak segera ditangani, maka akan menimbulkan dampak negatif yang signifikan, antara lain terhambatnya monitoring obat secara berkala dan terjadinya penurunan kualitas layanan farmasi puskesmas. Selain itu, keterlambatan laporan ke tingkat kabupaten mengancam ketepatan distribusi suplai obat esensial, meningkatkan potensi terjadinya penumpukan obat kedaluwarsa, atau sebaliknya menyebabkan kekosongan obat yang krusial bagi pasien. Laporan Aktualisasi

UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun berkedudukan sebagai unit pelaksana teknis yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Berdasarkan tata kerja yang berlaku, unit pelayanan kefarmasian memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang sangat spesifik, antara lain: 4 LATSAR CPNS 2026 PINTAR 1.2 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi1.2 Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi 1.Mengelola sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang meliputi perencanaan kebutuhan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan, pelaporan, serta pemantauan dan evaluasi. 2.Menyelenggarakan pelayanan farmasi klinik meliputi pengkajian resep, penyerahan obat, Pemberian Informasi Obat (PIO), konseling, serta pemantauan efek samping obat. 3.Melaksanakan tertib administrasi pengelolaan obat melalui pengisian kartu stok secara real-time dan penyusunan laporan LPLPO berkala yang akurat untuk dilaporkan kepada Kepala Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun. Ketidakoptimalan dalam penyusunan laporan penggunaan obat menghambat jalannya tupoksi pengelolaan obat secara keseluruhan, karena akurasi data laporan merupakan dasar utama dalam melakukan perencanaan kebutuhan obat pada periode berikutnya. Laporan Aktualisasi

PINTAR 5LATSAR CPNS 2026 Struktur Organisasi UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Laporan Aktualisasi

6 LATSAR CPNS 2026 PINTAR 1.3 Tujuan1.3 Tujuan Tujuan umum dari penyusunan rancangan aktualisasi ini adalah mewujudkan laporan penggunaan obat yang optimal di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu pelaporan penggunaan obat, mencegah terjadinya gangguan pada sistem rantai pasok logistik, serta menjamin ketersediaan obat yang memadai dalam pelayanan kefarmasian yang bermutu dan bertanggung jawab. Tujuan khusus dari penyusunan rancangan aktualisasi ini adalah: 1.Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis. 2.Mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain. 3.Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian. 4.Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat. 5.Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi. Tujuan ini sejalan dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK. Nilai berorientasi pelayanan terwujud melalui terjaminnya ketersediaan obat yang tepat dan akurat bagi masyarakat. Nilai akuntabel tercermin dari sistem pencatatan dan pelaporan yang terstandar dan dapat dipertanggungjawabkan. Nilai kompeten diwujudkan melalui peningkatan keterampilan tenaga kefarmasian dalam mengelola laporan obat. Nilai harmonis ditunjukkan melalui sosialisasi yang membangun komunikasi baik antar rekan sejawat. Nilai adaptif tercermin dari pengembangan sistem pelaporan digital sebagai bentuk inovasi dalam pengelolaan data obat di Puskesmas Kerasaan. Laporan Aktualisasi

PINTAR 7LATSAR CPNS 2026 1.4 Manfaat1.4 Manfaat Manfaat bagi saya secara pribadi sebagai CPNS melalui pelaksanaan rancangan aktualisasi ini adalah saya dapat memahami dan mengimplementasikan secara langsung standar pencatatan dan pelaporan penggunaan obat yang akurat dan bertanggung jawab dalam pelayanan kefarmasian sehari-hari. Selain itu, saya juga memperoleh pengalaman dalam menyusun sistem pelaporan, formulir pencatatan, dan media pendukung yang terstandar sebagai upaya peningkatan efektivitas pengelolaan data penggunaan obat. Pelaksanaan rancangan aktualisasi ini juga dapat membentuk sikap kerja yang lebih berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, dan adaptif sesuai dengan nilai dasar ASN BerAKHLAK, sehingga menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kefarmasian yang profesional dan berintegritas. Manfaat bagi rekan kerja adalah meningkatnya pemahaman dan kemampuan seluruh tenaga kefarmasian maupun tenaga kesehatan lainnya dalam menyusun dan mengelola laporan penggunaan obat secara akurat dan tepat waktu. Tersedianya sistem pencatatan yang terstandar serta formulir pelaporan yang mudah dipahami akan memudahkan rekan kerja dalam proses pendataan dan rekap penggunaan obat sehingga potensi terjadinya ketidakakuratan data dapat diminimalkan. Bagi unit kerja, pelaksanaan aktualisasi ini memberikan sistem pelaporan penggunaan obat yang konsisten, terstandar, dan terdokumentasi dengan baik, yang pada akhirnya mendukung peningkatan mutu pelayanan kefarmasian serta memperkuat efektivitas pengelolaan logistik obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Bagi organisasi, pelaksanaan rancangan aktualisasi ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan mutu pengelolaan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun secara menyeluruh. Tersedianya sistem pelaporan penggunaan obat yang optimal dan terstandar akan mendukung upaya pemenuhan indikator mutu pelayanan kesehatan serta memperkuat komitmen organisasi dalam menjamin ketersediaan obat yang memadai bagi seluruh pasien. Selain itu, aktualisasi ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian target kinerja Puskesmas, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan, serta memperkuat posisi Puskesmas Kerasaan dalam mempertahankan dan meningkatkan standar akreditasi yang telah diperoleh. Laporan Aktualisasi

8 LATSAR CPNS 2026 PINTAR BAGIAN II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS ISU 2.1 Identifikasi Isu2.1 Identifikasi Isu Berdasarkan hasil pengamatan, arahan pimpinan, serta diskusi dengan rekan kerja dan mentor, terdapat 5 isu utama yang saya identifikasi di lingkungan UPTD Puskesmas Kabupaten Simalungun, yaitu : 1.Rendahnya Pemahaman penggunaan Antibiotik di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 2.Belum optimalnya Laporan Penggunaan Obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 3.Rendahnya Kepatuhan minum obat Pasien Penyakit Kronis di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 4.Belum optimalnya Penataan Obat Kategori LASA di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 5.Belum optimalnya peresepan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Kelima isu tersebut diperoleh melalui beberapa pendekatan. Pertama, pengamatan langsung terhadap proses pelayanan kefarmasian sehari-hari di unit kerja. Kedua, telaah dokumen dan data pendukung yang menunjukkan rendahnya pemahaman petugas maupun pasien terhadap penggunaan antibiotik secara rasional, ketidaklengkapan dan keterlambatan laporan penggunaan obat, rendahnya kepatuhan pasien penyakit kronis dalam mengonsumsi obat secara rutin, belum tersedianya penandaan dan penataan khusus obat kategori LASA di ruang farmasi, serta belum optimalnya penulisan resep oleh tenaga medis sesuai standar yang berlaku. Ketiga, diskusi informal dengan rekan kerja memberikan gambaran nyata mengenai kendala yang dihadapi terkait kelima isu tersebut dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian sehari-hari. Keempat, telaah terhadap standar dan regulasi yang berlaku sebagai pembanding antara kondisi ideal dengan kondisi nyata di lapangan untuk masing-masing isu. Kelima, seluruh isu yang telah diidentifikasi kemudian dikonsultasikan dengan mentor atau atasan langsung guna memastikan kesesuaian isu dengan prioritas dan kebutuhan organisasi. Laporan Aktualisasi

PINTAR 9LATSAR CPNS 2026 Seluruh isu yang diidentifikasi memiliki keterkaitan erat dengan tugas pokok dan fungsi Apoteker/Tenaga Kefarmasian di UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Isu pertama mengenai rendahnya pemahaman penggunaan antibiotik berkaitan dengan fungsi pelayanan informasi obat dan edukasi pasien terkait penggunaan antibiotik secara rasional. Isu kedua tentang belum optimalnya laporan penggunaan obat berkaitan dengan fungsi pengelolaan dan pelaporan data kefarmasian sebagai dasar perencanaan dan evaluasi obat. Isu ketiga mengenai rendahnya kepatuhan minum obat pasien penyakit kronis berkaitan dengan fungsi konseling dan pemantauan terapi obat jangka panjang. Isu keempat tentang belum optimalnya penataan obat kategori LASA berkaitan dengan fungsi pengelolaan perbekalan farmasi yang aman sesuai standar keselamatan pasien. Isu kelima mengenai belum optimalnya peresepan obat berkaitan dengan fungsi pengkajian dan verifikasi resep sebagai kendali mutu pelayanan kefarmasian. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh isu relevan dengan pelaksanaan tupoksi kefarmasian di UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun dan layak dikaji lebih lanjut untuk menentukan isu prioritas. 2.2 Analisis Isu, Penetapan Isu dan Penyebabnya 2.2 Analisis Isu, Penetapan Isu dan Penyebabnya Berdasarkan analisis APKL (Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Layak), isu belum optimalnya laporan penggunaan obat memperoleh nilai tertinggi dibandingkan keempat isu lainnya. Dari segi Aktual, isu ini sedang terjadi dan dirasakan langsung dalam pelayanan kefarmasian, ditandai dengan masih banyaknya laporan penggunaan obat yang tidak lengkap, tidak akurat, dan tidak tepat waktu. Dari segi Problematik, isu ini berdampak langsung pada terganggunya sistem rantai pasok logistik obat yang dapat menghambat seluruh lini pelayanan klinis di Puskesmas Kerasaan. Dari segi Kekhalayakan, dampaknya luas karena menyangkut ketersediaan obat bagi seluruh pasien di wilayah kerja Puskesmas Kerasaan serta capaian program kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Dari segi Layak, isu ini dapat ditangani melalui penyusunan sistem pencatatan dan pelaporan yang terstandar serta peningkatan kompetensi petugas dalam pengelolaan data obat, yang merupakan bagian dari tupoksi tenaga kefarmasian tanpa memerlukan sumber daya tambahan yang besar. Laporan Aktualisasi

NO Identifikasi Isu A P K L 1 Rendahnya Pemahaman Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Ya Ya Ya Ya 2 Belum Optimalnya Laporan Penggunaan Obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Ya Ya Ya Ya 3 Rendahnya Kepatuhan Minum Obat Pasien Penyakit Kronis di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Ya Ya Tidak Ya 4 Belum Optimalnya Penataan Obat Kategori LASA di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Ya Ya Ya Ya 5 Belum Optimalnya peresepan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Ya Ya Tidak Ya 10 LATSAR CPNS 2026 PINTAR TABEL IDENTIFIKASI ISU MENGGUNAKAN APKL A (Aktual) P (Problematik) K (Khalayak) L (Layak) : Isu benar terjadi dan relevan saat ini : Menimbulkan masalah nyata bagi organisasi dan pelayanan : Berdampak pada banyak orang : Realistis ditangani sesuai kewenangan dan sumber daya Laporan Aktualisasi

PINTAR 11LATSAR CPNS 2026 TABEL ANALISIS USG U (Urgency/Urgensi), S (Seriousness/Keseriusan), G (Growth/Perkembangan) Berdasarkan hasil analisis APKL dan USG, isu yang ditetapkan sebagai isu terpilih adalah belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Unsur negasi dari isu ini adalah "belum optimalnya", unsur fokus adalah "laporan penggunaan obat", dan unsur lokus adalah "Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun". Isu ini dipilih karena memiliki urgensi yang tinggi, dampak serius terhadap kelancaran pengelolaan dan pelaporan data kefarmasian, serta berpotensi menimbulkan permasalahan perencanaan dan pengadaan obat yang berulang apabila tidak segera ditangani. Hasil analisis USG terhadap tiga isu yang memenuhi syarat APKL menunjukkan bahwa belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun memiliki tingkat prioritas tertinggi dengan total nilai 15 dibandingkan isu lainnya. Dari sisi Urgency, isu ini sangat mendesak karena setiap proses pelayanan kefarmasian sehari-hari membutuhkan data penggunaan obat yang akurat dan tepat waktu. Ketidaklengkapan dan keterlambatan pelaporan menyebabkan proses pengelolaan logistik obat menjadi tidak efisien dan berpotensi mengganggu ketersediaan obat bagi pasien. Dari sisi Seriousness, isu ini memiliki dampak yang serius terhadap sistem rantai pasok obat secara keseluruhan. Ketidakakuratan data penggunaan obat dapat menyebabkan kekurangan atau kelebihan stok obat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kerasaan. Dari sisi Growth, isu ini memiliki potensi berkembang yang tinggi karena apabila sistem pelaporan penggunaan obat tidak segera diperbaiki, permasalahan ini akan semakin sulit ditangani seiring meningkatnya volume pelayanan dan kebutuhan pelaporan yang lebih kompleks di masa mendatang. Laporan Aktualisasi

12 LATSAR CPNS 2026 PINTAR DIAGRAM FISH BONE Berdasarkan analisis akar masalah menggunakan diagram fishbone, terdapat beberapa penyebab utama dari isu belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Pada aspek manusia (man), petugas farmasi masih terbiasa dengan sistem manual serta belum adanya pelatihan penggunaan aplikasi digital dalam proses pelaporan penggunaan obat. Pada aspek metode kerja (method), bentuk laporan masih menggunakan kertas yang diisi secara tulis tangan dan belum tersedianya format baku digital yang terstandarisasi. Pada aspek teknologi (machine), belum tersedia template Excel untuk laporan obat dan komputer yang ada belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses pelaporan. Pada aspek sarana (material), kertas laporan yang digunakan mudah rusak dan alat tulis manual masih mendominasi proses pencatatan. Pada aspek indikator (measurement), belum ada indikator ketepatan waktu pelaporan maupun indikator akurasi penjumlahan data penggunaan obat. Pada aspek lingkungan (environment), budaya kerja masih mengandalkan pencatatan manual dan belum adanya dorongan digitalisasi dari pimpinan sebagai penggerak perubahan. Laporan Aktualisasi

PINTAR 13LATSAR CPNS 2026 2.3 DAMPAK ISU TERPILIH2.3 DAMPAK ISU TERPILIH Apabila isu belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun tidak segera diselesaikan, maka dalam jangka pendek proses pencatatan, rekapitulasi, dan pelaporan data penggunaan obat menjadi tidak akurat dan tidak tepat waktu, sehingga menyebabkan ketidakkonsistenan data yang menimbulkan kesulitan bagi tenaga kefarmasian dalam menyusun dan memverifikasi laporan kepada dinas kesehatan. Selain itu, ketidaklengkapan laporan penggunaan obat dapat berdampak pada perencanaan dan pengadaan obat yang tidak sesuai kebutuhan, sehingga berpotensi menimbulkan kekosongan atau kelebihan stok obat di puskesmas. Dalam jangka panjang, dampaknya adalah sulitnya melakukan evaluasi penggunaan obat secara rasional, menurunnya kualitas tata kelola pengelolaan obat, serta menyulitkan pemenuhan persyaratan administrasi kefarmasian pada saat penilaian akreditasi Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Dampak isu ini terhadap unit kerja adalah terjadinya perbaikan dan penyesuaian laporan secara berulang yang menghabiskan waktu lebih banyak dan mengurangi efektivitas pelaksanaan tugas pelayanan kefarmasian lainnya di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Selain itu, isu ini dapat menyulitkan unit kerja dalam melakukan monitoring, evaluasi, serta pelaporan data penggunaan obat kepada dinas kesehatan sebagai dasar perencanaan dan pengadaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Dampak isu ini terhadap stakeholder adalah menyulitkan pihak-pihak terkait seperti dinas kesehatan, lembaga pengawas, maupun lembaga akreditasi dalam menelaah dan memverifikasi data laporan penggunaan obat, karena pencatatan yang tidak lengkap, tidak akurat, dan tidak terstandar. Selain itu, apabila laporan penggunaan obat tidak tersusun secara sistematis dan tepat waktu, stakeholder dapat menilai bahwa pengelolaan kefarmasian belum dilakukan secara optimal, sehingga dapat mempengaruhi persepsi terhadap profesionalitas dan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Laporan Aktualisasi

2.4 ROLE MODEL2.4 ROLE MODEL Role model yang saya pilih adalah Bd. RISDE SINAGA, S.Tr.Keb, S.KM sebagai Kepala di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Beliau saya jadikan panutan karena selalu menunjukkan kepemimpinan yang tegas, responsif dalam memberikan solusi terhadap kendala pekerjaan, serta konsisten mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 14 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Dalam kesehariannya, beliau mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK secara nyata: Berorientasi Pelayanan & Akuntabel: Selalu mengutamakan keselamatan pasien, transparan dalam pengelolaan program, serta konsisten hadir tepat waktu sebagai contoh integritas. Kompeten & Adaptif: Terus memperbarui kompetensi diri, memfasilitasi pelatihan bagi staf, serta sangat mendukung inovasi digitalisasi pelayanan di Puskesmas. Harmonis & Loyal: Menghargai setiap pendapat staf tanpa membeda-bedakan, menjaga nama baik instansi, dan berkomitmen penuh pada pelayanan kesehatan masyarakat. Kolaboratif: Aktif membangun kerja sama lintas sektor dengan pihak Kecamatan, Kelurahan, hingga Kader Kesehatan demi menyukseskan program kesehatan wilayah. yaitu memastikan sistem pencatatan dan pelaporan penggunaan obat disusun secara jelas, terdokumentasi, serta dapat dipertanggungjawabkan keakuratannya. Saya juga akan meneladani sikap berorientasi pelayanan dengan memastikan laporan penggunaan obat tersusun secara tepat waktu dan akurat, guna menjamin ketersediaan obat yang memadai bagi seluruh pasien di Puskesmas Kerasaan. Selain itu, saya akan bersikap adaptif dengan memanfaatkan teknologi digital seperti template Excel dan formulir terstandar sebagai inovasi dalam meningkatkan efektivitas pelaporan penggunaan obat. Saya juga akan menerapkan nilai kolaboratif dengan melibatkan rekan sejawat tenaga kefarmasian dan atasan dalam setiap tahap penyusunan sistem pelaporan penggunaan obat ini. Dengan cara tersebut, saya dapat menerapkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK secara nyata dalam pelaksanaan aktualisasi untuk mendukung visi Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang bermutu dan bertanggung jawab. Laporan Aktualisasi

BAGIAN III STRATEGI PENYELESAIAN ISU TERPILIH 3.1 Penetapan Gagasan dan Kegiatan Kreatif3.1 Penetapan Gagasan dan Kegiatan Kreatif Gagasan utama yang saya tetapkan dalam penyelesaian isu belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun adalah meningkatkan efektivitas pencatatan dan pelaporan penggunaan obat melalui pendekatan digitalisasi yang terstandar, akurat, dan mudah diterapkan oleh seluruh tenaga kefarmasian. Upaya ini dilakukan dengan menghadirkan sistem pencatatan yang lebih sistematis, formulir pelaporan yang baku, serta template digital yang mudah digunakan sehingga data yang dihasilkan dapat lebih lengkap, akurat, dan tepat waktu. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan, karena dalam praktiknya masih banyak proses pencatatan yang dilakukan secara manual dan tidak terstandar, sehingga berpotensi menimbulkan ketidakakuratan data, keterlambatan pelaporan, gangguan pada sistem rantai pasok logistik obat, bahkan dapat berdampak pada terganggunya ketersediaan obat bagi pasien yang membutuhkan. Untuk mewujudkan gagasan utama, saya menetapkan 5 kegiatan kreatif sebagai berikut: 1.Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis. 2.Mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain. 3.Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian. 4.Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat. 5.Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi. Kelima kegiatan tersebut saya pilih karena seluruhnya mendukung penyelesaian isu secara komprehensif. Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis dilakukan agar proses perhitungan dan rekapitulasi data penggunaan obat dapat berjalan secara efisien, akurat, dan meminimalkan kesalahan pencatatan manual. Mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain dilakukan agar seluruh tenaga kefarmasian memahami cara penggunaan template secara tepat dan dapat menerapkannya secara mandiri. Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian dilakukan agar template yang telah dirancang dapat divalidasi kesesuaiannya dengan kondisi nyata di lapangan sebelum diterapkan secara penuh. Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat dilakukan agar petugas farmasi memiliki acuan yang jelas dan mudah dipahami dalam menggunakan template secara konsisten. Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi dilakukan agar seluruh petugas termotivasi dan terdorong untuk meninggalkan sistem pencatatan manual menuju sistem pelaporan yang lebih modern, akurat, dan terstandar. PINTAR 15LATSAR CPNS 2026 Laporan Aktualisasi

16 LATSAR CPNS 2026 PINTAR 3.2 Relevansi Agenda 2 dengan Rencana Kegiatan 3.2 Relevansi Agenda 2 dengan Rencana Kegiatan Untuk Kegiatan 1 : Membuat template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel, relevansinya yaitu : 1) Relevansi Core Value Akuntabel terhadap kegiatan 1 sebanyak 5, yaitu : a) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, b) Bertanggung jawab atas hasil kerja dan bersedia dievaluasi, c) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai dengan peruntukannya, d) Mencari alternatif cara penggunaan sarana prasarana, bahan, dan alat kerja yang lebih hemat, e) Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan; 2) Relevansi CoreValue Kompeten terhadap kegiatan 1 sebanyak 4, yaitu : a)Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus-menerus, b) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, c) Menyusun rencana kerja/ anggaran dengan spesifik, d) Melaksanakan rencana kerja/ anggaran sesuai target yang ditetapkan; 3) Relevansi Core Value Adaptif terhadap kegiatan 1 sebanyak 6, yaitu : a) Menyesuaikan diri di berbagai lingkungan kerja, b) Beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan, c) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, d) Menyampaikan ide dan gagasan untuk kemajuan instansi dengan berani, e) Membuat inovasi yang mendukung tujuan instansi secara konsisten, f) Menjalankan sistem kerja yang berbasis teknologi informasi; 4) Relevansi Core Value Berorientasi Pelayanan terhadap kegiatan 1 sebanyak 4, yaitu : a)Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b)Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat. Laporan Aktualisasi

17 PINTAR LATSAR CPNS 2026 17 Untuk Kegiatan 2 : Mendemonstrasikan pengisian laporan Excel kepada petugas farmasi, relevansinya yaitu : 1) Relevansi Core Value Kompeten terhadap kegiatan 2 sebanyak 5, yaitu : a) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus-menerus, b) Bertukar pikiran dan berdiskusi dengan rekan kerja, bawahan dan atasan, c) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, d) Memberikan kesempatan orang lain untuk menyampaikan pendapat, e) Membagikan pengetahuan dan pengalaman melalui diskusi, dialog dengan rekan kerja, bawahan dan atasan; 2) Relevansi Core Value Harmonis terhadap kegiatan 2 sebanyak 4, yaitu : a) Berlaku adil kepada setiap orang tanpa memandang kedudukan, jabatan, latar belakang, suku, agama, ras dan jenis kelamin, b) Menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan dan stakeholder, c) Menghormati gagasan yang disampaikan orang lain, d) Membantu orang lain dengan responsif; 3) Relevansi Core Value Kolaboratif terhadap kegiatan 2 sebanyak 6, yaitu : a) Menerima pendapat dan saran dalam menyelesaikan pekerjaan, b) Membagi tugas, tanggung jawab, hak dan kewajiban kepada setiap anggota tim kerja secara proporsional, c) Bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan pekerjaan, d) Mendorong rekan kerja, atasan dan bawahan untuk dapat terlibat aktif dalam pencapaian tujuan instansi, e) Membangun komunikasi yang efektif dalam berkoordinasi dengan tim kerja, f) Mengoptimalkan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja instansi; 4) Relevansi Core Value Loyal terhadap kegiatan 2 sebanyak 4, yaitu : a) Menyebarkan informasi yang mendukung keutuhan NKRI, b) Bersikap dan berperilaku yang melindungi nama baik serta citra instansi, c) Melaksanakan keputusan pimpinan yang sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku, d) Menyebarkan informasi positif tentang ASN, Pemimpin Instansi dan Negara. Laporan Aktualisasi

18 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Untuk Kegiatan 3 : Mengintegrasikan data stok obat ke dalam laporan Excel, relevansinya yaitu : 1) Relevansi Core Value Akuntabel terhadap kegiatan 3 sebanyak 5, yaitu : a) Memenuhi janji dan komitmen, b) Melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, c) Bertanggung jawab atas hasil kerja dan bersedia dievaluasi, d) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai peruntukannya, e) Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. 2) Relevansi Core Value Berorientasi Pelayanan terhadap kegiatan 3 sebanyak 4, yaitu : a) Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b) Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat; 3) Relevansi Core Value Kompeten terhadap kegiatan 3 sebanyak 4, yaitu : a) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus-menerus, b) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, c) Menyusun rencana kerja/ anggaran dengan spesifik, d) Melaksanakan rencana kerja/ anggaran sesuai target yang ditetapkan; 4) Relevansi Core Value Adaptif terhadap kegiatan 3 sebanyak 6, yaitu : a) Menyesuaikan diri di berbagai lingkungan kerja, b) Beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan, c) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, d) Menyampaikan ide dan gagasan untuk kemajuan instansi, e) Membuat inovasi yang mendukung tujuan instansi secara konsisten, f) Mengidentifikasi potensi masalah dan solusinya. Laporan Aktualisasi

17 PINTAR LATSAR CPNS 2026 19 3) Relevansi Core Value Harmonis terhadap kegiatan 4 sebanyak 4, yaitu : a) Berlaku adil kepada setiap orang tanpa memandang kedudukan, jabatan, latar belakang, suku, agama, ras dan jenis kelamin, b) Menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan dan stakeholder, c) Menghormati gagasan yang disampaikan orang lain, d) Memberikan solusi dan/ atau informasi sesuai kewenangan; 4) Relevansi Core Value Kolaboratif terhadap kegiatan 4 sebanyak 6, yaitu : a) Menerima pendapat dan saran dalam menyelesaikan pekerjaan, b) Membagi tugas, tanggung jawab, hak dan kewajiban kepada setiap anggota tim kerja secara proporsional, c) Bersinergi dengan pihak- pihak terkait dalam menyelesaikan pekerjaan, d) Mendorong rekan kerja, atasan dan bawahan untuk dapat terlibat aktif dalam pencapaian tujuan instansi, e) Membangun komunikasi yang efektif dalam berkoordinasi dengan tim kerja, f) Mengoptimalkan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja instansi. Untuk Kegiatan 4 : Membuat panduan singkat pengisian laporan Excel untuk petugas, relevansinya yaitu : 1) RelevansiCore Value Berorientasi Pelayanan terhadap kegiatan 4 sebanyak 5, yaitu : a) Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b) Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyelesaikan keluhan masyarakat dengan pendekatan komunikasi yang persuasif, e) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat; 2) Relevansi Core Value Kompeten terhadap kegiatan 4 sebanyak 4, yaitu : a) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus- menerus, b) Bertukar pikiran dan berdiskusi dengan rekan kerja, bawahan dan atasan, c) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, d) Membagikan pengetahuan dan pengalaman melalui diskusi, dialog dengan rekan kerja, bawahan dan atasan; Untuk Kegiatan 5 : Menempelkan poster alur pengisian laporan di ruang farmasi, relevansinya yaitu 1) Relevansi Core Value Berorientasi Pelayanan terhadap kegiatan 5 sebanyak 4, yaitu : a) Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b) Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat; 2) Relevansi Core Value Akuntabel terhadap kegiatan 5 sebanyak 4, yaitu : a) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, b) Bertanggung jawab atas hasil kerja dan bersedia dievaluasi, c) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai dengan peruntukannya, d) Mencari alternatif cara penggunaan sarana prasarana, bahan, dan alat kerja yang lebih hemat; Laporan Aktualisasi

20 LATSAR CPNS 2026 PINTAR 3) Relevansi Core Value Adaptif terhadap kegiatan 5 sebanyak 5, yaitu : a) Menyesuaikan diri di berbagai lingkungan kerja, b) Beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan, c) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, d) Menyampaikan ide dan gagasan untuk kemajuan instansi dengan berani, e) Membuat inovasi yang mendukung tujuan instansi secara konsisten; 4) Relevansi Core Value Kolaboratif terhadap kegiatan 5 sebanyak 4, yaitu : a) Menerima pendapat dan saran dalam menyelesaikan pekerjaan, b) Bersinergi dengan pihak- pihak terkait dalam menyelesaikan pekerjaan, c) Mendorong rekan kerja, atasan dan bawahan untuk dapat terlibat aktif dalam pencapaian tujuan instansi, d) Mengoptimalkan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja instansi. Tabel Rekapitulasi Relevansi Core Value No. Core Value ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5 Rencana Jumlah Aktualisasi Pernilai 1 Berorientasi Pelayanan 4 - 4 5 4 17 2 Akuntabel 5 - 5 - 4 14 3 Kompeten 4 5 4 4 - 17 4 Harmonis - 4 - 4 - 8 5 Loyal - 4 - - - 4 6 Adaptif 6 - 6 - 5 17 7 Kolaboratif - 6 - 6 4 16 19 19 19 19 17 93Jumlah Kegiatan Per-MP Laporan Aktualisasi

Untuk Kegiatan 2 : Mendemonstrasikan pengisian laporan Excel kepada petugas farmasi, keterkaitan Agenda 3 tampak pada aspek 1) Penguasaan TIK dan literasi digital, 2) Networking dan kolaborasi, dan 3) Orientasi layanan karena a) demonstrasi meningkatkan literasi digital petugas, b) terjadi kolaborasi antara Apoteker dan petugas farmasi, c) orientasi layanan ditunjukkan dengan membantu petugas mengisi laporan. Relevansi Manajemen ASN pada kegiatan 2 mencakup aspek 1) Pengembangan kompetensi karena a) petugas farmasi mendapatkan pelatihan pengisian laporan digital, dan 2) Disiplin, kode etik, dan pembinaan perilaku karena b) demonstrasi membina petugas untuk bekerja lebih disiplin. PINTAR 21LATSAR CPNS 2026 3.3 Relevansi Agenda 3 dengan Rencana Kegiatan 3.3 Relevansi Agenda 3 dengan Rencana Kegiatan Untuk Kegiatan 1 : Membuat template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel, keterkaitan Agenda 3 tampak pada aspek 1) Penguasaan TIK dan literasi digital, 2) Profesionalisme, dan 3) Inovasi karena a) template Excel dibuat menggunakan keterampilan TIK Apoteker, b) penyusunan template dilakukan secara profesional sesuai kebutuhan laporan, c) template merupakan inovasi digital untuk menggantikan laporan manual. Relevansi Manajemen ASN pada kegiatan 1 mencakup aspek 1) Pengembangan kompetensi karena a) Apoteker mengembangkan kompetensi digital dalam membuat template, dan 2) Penilaian kinerja karena b) template memudahkan penilaian ketepatan laporan. Laporan Aktualisasi

22 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Untuk Kegiatan 3 : Mengintegrasikan data stok obat ke dalam laporan Excel, keterkaitan Agenda 3 tampak pada aspek 1) Profesionalisme, 2) Penguasaan TIK dan literasi digital, dan 3) Inovasi karena a) integrasi data dilakukan secara profesional dan akurat, b) penggunaan Excel menunjukkan penguasaan TIK, c) integrasi data stok merupakan inovasi tata kelola laporan. Relevansi Manajemen ASN pada kegiatan 3 mencakup aspek 1) Pengembangan kompetensi karena a) Apoteker meningkatkan kompetensi dalam mengolah data stok, dan 2) Penilaian kinerja karena b) data stok terintegrasi memudahkan penilaian kinerja pengelolaan obat. Untuk Kegiatan 4 : Membuat panduan singkat pengisian laporan Excel untuk petugas, keterkaitan Agenda 3 tampak pada aspek 1) Penguasaan TIK dan literasi digital, 2) Orientasi layanan, dan 3) Networking dan kolaborasi karena a) panduan membantu petugas menguasai pengisian laporan digital, b) orientasi layanan terlihat dari kemudahan panduan, c) kolaborasi terjadi saat menyusun panduan dengan petugas. Relevansi Manajemen ASN pada kegiatan 4 mencakup aspek 1) Pengembangan kompetensi karena a) petugas belajar mandiri melalui panduan, dan 2) Disiplin, kode etik, dan pembinaan perilaku karena b) panduan membina petugas bekerja sesuai prosedur. Untuk Kegiatan 5 : Menempelkan poster alur pengisian laporan di ruang farmasi, keterkaitan Agenda 3 tampak pada aspek 1) Penguasaan TIK dan literasi digital, 2) Inovasi, dan 3) Orientasi layanan karena a) poster memuat alur digital yang mudah dipahami, b) poster merupakan inovasi komunikasi visual, c) orientasi layanan terlihat dari kemudahan akses petugas. Relevansi Manajemen ASN pada kegiatan 5 mencakup aspek 1) Disiplin, kode etik, dan pembinaan perilaku karena a) poster mengingatkan petugas pada prosedur pengisian, dan 2) Pengembangan kompetensi karena b) poster menjadi media pembelajaran berkelanjutan. Laporan Aktualisasi

PINTAR 23LATSAR CPNS 2026 Ketiga, menguji coba template laporan obat menggunakan data resep harian melalui tahapan input data, pengecekan hasil perhitungan, dan evaluasi rumus. Output kegiatan ini adalah validasi sistem pelaporan agar rumus berjalan dengan akurat tanpa error. Nilai yang diwujudkan yaitu Akuntabel, Kompeten, dan Adaptif. Keempat, menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat melalui tahapan penulisan langkah penggunaan, pemberian contoh pengisian, dan penyusunan panduan sederhana. Output kegiatan ini adalah panduan penggunaan template agar penginputan data lebih konsisten dan terarah. Nilai yang diwujudkan yaitu Berorientasi Pelayanan, Kompeten, dan Kolaboratif. Kedua, mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi melalui tahapan penjelasan penggunaan template, praktik input data, dan diskusi bersama. Output kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman petugas farmasi dalam menggunakan template laporan obat. Nilai yang diwujudkan yaitu Harmonis, Kolaboratif, dan Kompeten. Kelima, menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi melalui tahapan penyusunan pesan, desain poster, dan pemasangan poster di area kerja. Output kegiatan ini adalah media edukasi yang meningkatkan kesadaran petugas terhadap digitalisasi administrasi farmasi. Nilai yang diwujudkan yaitu Berorientasi Pelayanan, Adaptif, dan Kolaboratif. 3.4 Rancangan Aktualisasi3.4 Rancangan Aktualisasi Rancangan kegiatan aktualisasi untuk menyelesaikan isu belum optimalnya pengelolaan laporan obat berbasis Microsoft Excel terdiri dari lima kegiatan yang saling terintegrasi. Kegiatan ini disusun untuk meningkatkan ketepatan, efisiensi, dan kerapian pengelolaan data obat di instalasi farmasi melalui pemanfaatan teknologi sederhana berbasis digital. Pertama, merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis melalui tahapan membuat format laporan, memasukkan rumus otomatis, dan menyusun tampilan yang mudah digunakan. Output kegiatan ini adalah template laporan obat otomatis yang mempermudah dan mempercepat pelaporan data obat. Nilai yang diwujudkan yaitu Kompeten, Adaptif, dan Akuntabel Laporan Aktualisasi

24 LATSAR CPNS 2026 PINTAR MATRIKS PERANCANGAN No. Nama Kegiatan Output Utama dan Manfaat Tahapan Kegiatan 1 Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis Template laporan penggunaan obat berbasis Excel yang otomatis; mempermudah, mempercepat, dan meminimalisir kesalahan dalam pelaporan data obat secara berkala. Menentukan jenis obat dan format laporan yang dibutuhkan Membuat struktur tabel laporan di Microsoft Excel Memasukkan rumus pada template Microsoft Excel Mengunci sel rumus untuk mencegah perubahan yang tidak sengaja Membuat format visual yang jelas dan menarik pada template Menyimpan template master di folder komputer farmasi 2 Mendemonstrasik an template laporan obat kepada petugas farmasi lain Pemahaman bersama antar petugas farmasi; menyamakan persepsi dan memastikan rekan kerja mampu mengoperasikan template digital dengan baik. Menentukan waktu diskusi bersama rekan kerja di unit farmasi Menyiapkan komputer dan file template yang akan didemonstrasikan Menjelaskan fungsi rumus otomatis pada template laporan obat Memperagakan cara menginput data pemakaian obat ke template Memberikan kesempatan kepada rekan kerja untuk mencoba menginput Mencatat masukan dan saran dari rekan kerja untuk perbaikan 3 Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian Validasi sistem pelaporan; memastikan formula dan rumus berjalan akurat tanpa error saat dihadapkan pada data riil di lapangan. Mengumpulkan data resep harian dari beberapa hari terakhir Memasukkan data resep ke dalam template Excel Memeriksa hasil perhitungan otomatis secara manual Mencatat setiap ketidaksesuaian atau error yang ditemukan Memperbaiki rumus jika ditemukan kesalahan perhitungan Mengevaluasi hasil uji coba template laporan obat 4 Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat Buku saku/lembar panduan operasional; menjadi acuan mandiri bagi petugas farmasi agar proses penginputan tetap konsisten dan terarah. Mengidentifikasi langkah-langkah kunci dalam mengisi template Menuliskan instruksi secara ringkas dan jelas per langkah Menambahkan tangkapan layar (screenshot) pada setiap langkah Menyusun layout panduan agar mudah dicetak satu halaman Mencetak panduan dan menempelkan di tempat yang terlihat jelas oleh petugas Farmasi Mengevaluasi kemudahan pemahaman panduan oleh petugas lain 5 Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi Poster edukatif/persuasif; meningkatkan kesadaran, motivasi, dan komitmen seluruh staf untuk melakukan digitalisasi administrasi farmasi. Merumuskan pesan inti poster yang singkat dan persuasif Mendesain poster menggunakan aplikasi Canva versi gratis Mencetak poster pada kertas ukuran A4 Menempelkan poster di papan informasi area farmasi Memastikan poster terlihat jelas oleh semua petugas Mengevaluasi respon petugas terhadap poster ajakan digital Laporan Aktualisasi

PINTAR 25LATSAR CPNS 2026 KEGIATAN AKTUALISASI Output Per Tahapan Nilai BerAKHLAK Kontribusi Terhadap Misi Organisasi Kontribusi Terhadap Nilai Organisasi Daftar jenis obat dan draf format laporan Tabel laporan di Excel siap diisi rumus Rumus otomatis terpasang pada template Sel rumus terproteksi dengan aman Tampilan template rapi dan profesional File template master tersimpan Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Adaptif Mendukung misi penguatan tata kelola pelayanan penunjang medik yang efektif melalui digitalisasi administrasi farmasi. Peningkatan akurasi dan efisiensi manajemen data obat berbasis digital. Jadwal diskusi disepakati bersama Perangkat kerja siap digunakan Penjelasan fungsi rumus tersampaikan Contoh input data berhasil diperagakan Rekan kerja mencoba menginput data Catatan saran perbaikan dari rekan kerja Kompeten, Harmonis, Loyal, Kolaboratif Mendukung misi peningkatan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di unit pelayanan kesehatan. Terciptanya budaya kerja yang sinergis, kolaboratif, dan saling mendukung antar petugas. Data resep harian siap diinput Data resep terisi di template Perbandingan hasil hitung manual dan otomatis Catatan error atau ketidaksesuaian Rumus template yang telah diperbaiki Kesimpulan kelayakan template Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Adaptif Mendukung misi peningkatan mutu pelayanan klinis yang aman melalui validasi dan akurasi data. Penguatan nilai profesionalisme dan ketelitian dalam pelayanan publik. Daftar langkah kunci pengisian Teks instruksi singkat Panduan dengan ilustrasi visual Layout panduan siap cetak Panduan cetak tersedia di area kerja Umpan balik tentang kejelasan panduan Berorientasi Pelayanan, Kompeten, Harmonis, Kolaboratif Mendukung misi standardisasi prosedur pelayanan kesehatan demi keberlanjutan mutu operasional. Terciptanya mekanisme kerja yang sistematis, terstruktur, dan akuntabel. Naskah pesan poster Desain poster digital Poster siap tempel Poster terpasang di area farmasi Poster mudah terlihat Catatan tanggapan dari petugas Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Adaptif, Kolaboratif Mendukung misi transformasi digital lingkungan kerja untuk mengoptimalkan efisiensi pelayanan. Penguatan budaya kerja partisipatif dan adaptif terhadap inovasi teknologi Laporan Aktualisasi

26 LATSAR CPNS 2026 PINTAR 3.5 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi3.5 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi Rencana jadwal kegiatan aktualisasi saya susun secara berurutan sesuai dengan lima kegiatan kreatif yang telah ditetapkan. Pelaksanaan aktualisasi ini direncanakan berlangsung secara bertahap dan realistis pada periode 19 Juni sampai dengan 23 Juli 2026 di unit farmasi. Minggu ketiga Juni (19–25 Juni 2026): Fokus kegiatan diawali dengan merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis. Tahapan awal ini meliputi penentuan jenis obat, pembuatan struktur tabel, pemasukan rumus otomatis seperti SUM dan pencarian data, mengunci sel rumus untuk keamanan data, hingga menyimpan template master di folder komputer farmasi. Minggu keempat Juni (26 Juni – 2 Juli 2026): Kegiatan dilanjutkan dengan mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain. Pada tahap ini, dilakukan koordinasi waktu diskusi bersama rekan kerja, menyiapkan perangkat, menjelaskan fungsi rumus otomatis, memperagakan cara menginput data pemakaian obat, serta mencatat masukan dan saran demi perbaikan sistem. Minggu pertama Juli (3–9 Juli 2026): Memasuki awal bulan Juli, fokus beralih pada tahap uji coba melalui kegiatan menguji coba template laporan obat dengan data resep harian. Langkah yang dilakukan adalah mengumpulkan data resep dari beberapa hari terakhir, memasukkannya ke dalam template Excel, memeriksa ketepatan rumus secara manual, serta mengevaluasi hasil uji coba tersebut. Minggu kedua Juli (10–16 Juli 2026): Setelah uji coba selesai, kegiatan dilanjutkan dengan menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat. Tahap ini mencakup identifikasi langkah kunci, penulisan instruksi yang ringkas, penambahan tangkapan layar (screenshot), menyusun layout satu halaman agar mudah dicetak, hingga menempatkannya di dekat komputer farmasi untuk dievaluasi kemudahan pemahamannya. Minggu ketiga Juli (17–23 Juli 2026): Rangkaian aktualisasi ditutup dengan kegiatan menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi. Tahap akhir ini meliputi perumusan pesan persuasif, mendesain poster menggunakan aplikasi Canva, mencetak dokumen pada kertas ukuran A4, menempelkannya di papan informasi area farmasi, serta mengevaluasi respons petugas terhadap poster tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan oleh saya sendiri sebagai pelaksana utama, dengan dukungan dan keterlibatan aktif dari Tim Farmasi serta Mentor selaku pembimbing dan validator di lapangan. Dengan pembagian lini masa yang terstruktur dan sistematis ini, diharapkan program digitalisasi pelaporan obat dapat berjalan dengan baik dan mencapai target tepat waktu. Laporan Aktualisasi

PINTAR 27LATSAR CPNS 2026No .Nama KegiatanTahapan KegiatanTanggal PelaksanaanPihak Terlibat1Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatisMenentukan jenis obat dan format laporan yang dibutuhkan Membuat struktur tabel laporan di Microsoft Excel Memasukkan rumus pada template Microsoft Excel Mengunci sel rumus untuk mencegah perubahan yang tidak sengaja Membuat format visual yang jelas dan menarik pada template Menyimpan template master di folder komputer farmasi19 - 25 Juni 2026Peserta, Tim Farmasi, Mentor2Mendemonstrasika n template laporan obat kepada petugas farmasi lainMenentukan waktu diskusi bersama rekan kerja di unit farmasi Menyiapkan komputer dan file template yang akan didemonstrasikan Menjelaskan fungsi rumus otomatis pada template laporan obat Memperagakan cara menginput data pemakaian obat ke template Memberikan kesempatan kepada rekan kerja untuk mencoba menginput Mencatat masukan dan saran dari rekan kerja untuk perbaikan26 Juni - 2 Juli 2026Peserta, Tim Farmasi, Mentor3Menguji coba template laporan obat dengan data resep harianMengumpulkan data resep harian dari beberapa hari terakhir Memasukkan data resep ke dalam template Excel Memeriksa hasil perhitungan otomatis secara manual Mencatat setiap ketidaksesuaian atau error yang ditemukan Memperbaiki rumus jika ditemukan kesalahan perhitungan Mengevaluasi hasil uji coba template laporan obat3 - 9 Juli 2026Peserta, Tim Farmasi, Mentor4Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obatMengidentifikasi langkah-langkah kunci dalam mengisi template Menuliskan instruksi secara ringkas dan jelas per langkah Menambahkan tangkapan layar (screenshot) pada setiap langkah Menyusun layout panduan agar mudah dicetak satu halaman Mencetak panduan dan menempelkan di tempat yang terlihat jelas oleh petugas Farmasi Mengevaluasi kemudahan pemahaman panduan oleh petugas lain10 - 16 Juli 2026Peserta, Tim Farmasi, Mentor5Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasiMerumuskan pesan inti poster yang singkat dan persuasif Mendesain poster menggunakan aplikasi Canva versi gratis Mencetak poster pada kertas ukuran A4 Menempelkan poster di papan informasi area farmasi Memastikan poster terlihat jelas oleh semua petugas Mengevaluasi respon petugas terhadap poster ajakan digital17 - 23 Juli 2026Peserta, Tim Farmasi, Mentor Tabel Jadwal Kegiatan Aktualisasi Laporan Aktualisasi

28 LATSAR CPNS 2026 PINTAR BAGIAN IV AKTUALISASI, HABITUASI, DAN PENGUATAN KOMPETENSI BIDANG TUGAS 4.1 KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI4.1 KEGIATAN AKTUALISASI DAN HABITUASI Kegiatan aktualisasi yang saya laksanakan di unit kerja sesuai dengan rancangan yang telah disusun sebelumnya terdiri atas 5 kegiatan kreatif, yaitu: 1. Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis. 2.Mendemonstrasika n template laporan obat kepada petugas farmasi lain. 3. Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian. 4.Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat. 5.Menemp elkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi. Saya menyusun rangkaian kegiatan aktualisasi dan habituasi secara runtut dengan mengawali kegiatan dari merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis. Selanjutnya, saya mendemonstrasikan template laporan kepada petugas farmasi lain. Setelah itu, saya menguji coba template menggunakan data resep harian. Tahapan berikutnya adalah menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat. Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi. Urutan ini saya tetapkan agar setiap kegiatan saling melengkapi, membangun secara sistematis, dan mudah dipahami sebagai rangkaian kegiatan yang terstruktur. Laporan Aktualisasi

PINTAR 29LATSAR CPNS 2026 Capaian kegiatan aktualisasi dan habituasi yang saya lakukan dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.Template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis telah berhasil dirancang sebagai media pelaporan penggunaan obat yang lebih efektif. Template ini mampu membantu proses pencatatan, perhitungan, dan rekapitulasi data secara otomatis sehingga mengurangi kesalahan perhitungan manual serta meningkatkan efisiensi kerja petugas farmasi. 2.Demonstrasi penggunaan template laporan obat kepada petugas farmasi telah berhasil dilaksanakan sehingga petugas memperoleh pemahaman mengenai cara pengoperasian template, mulai dari pengisian data hingga proses penyimpanan laporan. Kegiatan ini mendukung kesiapan petugas dalam menerapkan sistem pelaporan digital di unit farmasi. 3.Uji coba template laporan obat menggunakan data resep harian telah berhasil dilakukan dan menunjukkan bahwa template dapat berfungsi dengan baik dalam mengolah data penggunaan obat secara tepat dan efisien. 4.Panduan singkat penggunaan template laporan obat telah berhasil disusun sebagai pedoman bagi petugas farmasi dalam mengoperasikan template secara mandiri, sehingga penggunaan laporan digital dapat dilakukan secara konsisten. 5.Poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi telah berhasil dipasang sebagai media sosialisasi untuk mendorong perubahan dari sistem pelaporan manual menuju sistem digital. Poster ini menjadi sarana edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran petugas mengenai pentingnya digitalisasi pelaporan guna mendukung pelayanan farmasi yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Capaian kegiatan yang saya laksanakan selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam rancangan aktualisasi. Hal ini ditunjukkan dengan tersedianya template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis yang mempermudah proses pencatatan dan perhitungan penggunaan obat. Selain itu, demonstrasi dan uji coba template berhasil meningkatkan pemahaman petugas farmasi serta memastikan template dapat digunakan dengan baik dalam pelaporan harian. Panduan singkat penggunaan template telah membantu petugas dalam mengoperasikan laporan digital secara mandiri, sedangkan pemasangan poster ajakan beralih ke laporan digital menjadi media sosialisasi untuk mendorong penerapan pelaporan digital di instalasi farmasi. Secara keseluruhan, kegiatan aktualisasi ini memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi pelaporan penggunaan obat serta mendukung pelayanan kefarmasian yang lebih efektif dan akuntabel. Laporan Aktualisasi

30 LATSAR CPNS 2026 PINTAR KEGIATAN 1 : Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis Tujuan Kegiatan : Mewujudkan template Excel otomatis agar pencatatan obat lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan. Tanggal dan Durasi : 19 - 25 Juni 2026 Pihak Terlibat : Peserta, Tim Farmasi, Mentor. Hasil/Output : Template laporan penggunaan obat berbasis Excel yang otomatis. Kaitan Nilai ASN BerAKHLAK : 1) Berorientasi Pelayanan, yaitu :a) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, b) Bertanggung jawab atas hasil kerja dan bersedia dievaluasi, c) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai dengan peruntukannya, d) Mencari alternatif cara penggunaan sarana prasarana, bahan, dan alat kerja yang lebih hemat, e) Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan; 2) Akuntabel, yaitu : a) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus- menerus, b) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, c) Menyusun rencana kerja/ anggaran dengan spesifik, d) Melaksanakan rencana kerja/ anggaran sesuai target yang ditetapkan; 3) Kompeten, yaitu : a) Menyesuaikan diri di berbagai lingkungan kerja, b) Beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan, c) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, d) Menyampaikan ide dan gagasan untuk kemajuan instansi dengan berani, e) Membuat inovasi yang mendukung tujuan instansi secara konsisten, f) Menjalankan sistem kerja yang berbasis teknologi informasi; 4) Adaptif, yaitu : a) Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b)Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat. 1.Menentukan panduan template jenis obat dan format laporan yang dibutuhkan 2.Membuat struktur tabel laporan di Microsoft Excel Laporan Aktualisasi

PINTAR LATSAR CPNS 2026 31 3.Memasukkan rumus pada template Microsoft Excel 4.Mengunci sel rumus untuk mencegah perubahan yang tidak sengaja 5.Membuat format visual yang jelas dan menarik pada template KEGIATAN 1 : Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis 6.Menyimpan template master di folder komputer farmasi Laporan Aktualisasi

32 LATSAR CPNS 2026 PINTAR KEGIATAN 2: Mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain Tujuan Kegiatan : Membekali petugas farmasi agar mampu menggunakan template Excel secara mandiri dan konsisten. Tanggal dan Durasi : 26 Juni - 2 Juli 2026 Pihak Terlibat : Peserta, Tim Farmasi, Mentor Hasil/Output : Pemahaman bersama antar petugas farmasi Kaitan Nilai ASN BerAKHLAK : 1) Komponen, yaitu : a) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus- menerus, b) Bertukar pikiran dan berdiskusi dengan rekan kerja, bawahan dan atasan, c) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, d) Memberikan kesempatan orang lain untuk menyampaikan pendapat, e) Membagikan pengetahuan dan pengalaman melalui diskusi, dialog dengan rekan kerja, bawahan dan atasan; 2) Harmonis, yaitu : a) Berlaku adil kepada setiap orang tanpa memandang kedudukan, jabatan, latar belakang, suku, agama, ras dan jenis kelamin, b) Menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan dan stakeholder, c) Menghormati gagasan yang disampaikan orang lain, d) Membantu orang lain dengan responsif; 3) Kolaboratif, yaitu : a) Menerima pendapat dan saran dalam menyelesaikan pekerjaan, b) Membagi tugas, tanggung jawab, hak dan kewajiban kepada setiap anggota tim kerja secara proporsional, c) Bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan pekerjaan, d) Mendorong rekan kerja, atasan dan bawahan untuk dapat terlibat aktif dalam pencapaian tujuan instansi, e) Membangun komunikasi yang efektif dalam berkoordinasi dengan tim kerja, f) Mengoptimalkan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja instansi; 4) Loyal, yaitu : a) Menyebarkan informasi yang mendukung keutuhan NKRI, b) Bersikap dan berperilaku yang melindungi nama baik serta citra instansi, c) Melaksanakan keputusan pimpinan yang sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku, d) Menyebarkan informasi positif tentang ASN, Pemimpin Instansi dan Negara. 1.Menentukan waktu diskusi bersama rekan kerja di unit farmasi 2.Menyiapkan komputer dan file template yang akan didemonstrasikan Laporan Aktualisasi

PINTAR LATSAR CPNS 2026 33 KEGIATAN 2: Mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain 3.Menjelaskan fungsi rumus otomatis pada template laporan obat 4.Memperagakan cara menginput data pemakaian obat ke template 5.Memberikan kesempatan kepada rekan kerja untuk mencoba menginput 6.Mencatat masukan dan saran dari rekan kerja untuk perbaikan Laporan Aktualisasi

34 LATSAR CPNS 2026 PINTAR KEGIATAN 3: Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian Tujuan Kegiatan : Menguji keakuratan rumus dan fungsi template sebelum diterapkan sepenuhnya. Tanggal dan Durasi : 3 Juni - 9 Juli 2026 Pihak Terlibat : Peserta, Tim Farmasi, Mentor Hasil/Output : Validasi sistem pelaporan; Kaitan Nilai ASN BerAKHLAK : 1) Akuntabel, yaitu : a) Memenuhi janji dan komitmen, b) Melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, c) Bertanggung jawab atas hasil kerja dan bersedia dievaluasi, d) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai peruntukannya, e) Mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi; 2) Berorientasi Pelayanan, yaitu : a) Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b) Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat; 3) Kompeten, yaitu : a) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus- menerus, b) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, c) Menyusun rencana kerja/anggaran dengan spesifik, d) Melaksanakan rencana kerja/anggaran sesuai target yang ditetapkan; 4) Adaptif, yaitu : a) Menyesuaikan diri di berbagai lingkungan kerja, b) Beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan, c) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, d) Menyampaikan ide dan gagasan untuk kemajuan instansi, e) Membuat inovasi yang mendukung tujuan instansi secara konsisten, f) Mengidentifikasi potensi masalah dan solusinya. 1.Mengumpulkan data resep harian dari beberapa hari terakhir 2.Memasukkan data resep ke dalam template Excel Masukkan Data resep bulan 7 Laporan Aktualisasi

PINTAR LATSAR CPNS 2026 35 KEGIATAN 3: Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian 3.Memeriksa hasil perhitungan otomatis secara manual 4.Mencatat setiap ketidaksesuaian atau error yang ditemukan 5.Memperbaiki rumus jika ditemukan kesalahan perhitungan 6.Mengevaluasi hasil uji coba template laporan obat Laporan Aktualisasi

LATSAR CPNS 2026 PINTAR 36 KEGIATAN 4: Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat Tujuan Kegiatan : Menyediakan panduan praktis agar penggunaan template laporan dapat berjalan berkelanjutan. Tanggal dan Durasi : 10 Juni - 16 Juli 2026 Pihak Terlibat : Peserta, Tim Farmasi, Mentor Hasil/Output : Buku saku/lembar panduan operasional Kaitan Nilai ASN BerAKHLAK : 1) Berorientasi Pelayanan, yaitu : a) Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b) Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyelesaikan keluhan masyarakat dengan pendekatan komunikasi yang persuasif, e) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat; 2) Kompoten, yaitu : a) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri secara terus- menerus, b) Bertukar pikiran dan berdiskusi dengan rekan kerja, bawahan dan atasan, c) Belajar secara mandiri maupun kolaboratif dengan antusias, d) Membagikan pengetahuan dan pengalaman melalui diskusi, dialog dengan rekan kerja, bawahan dan atasan; 3) Harmonis, yaitu : a) Berlaku adil kepada setiap orang tanpa memandang kedudukan, jabatan, latar belakang, suku, agama, ras dan jenis kelamin, b) Menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerja, atasan, bawahan dan stakeholder, c) Menghormati gagasan yang disampaikan orang lain, d) Memberikan solusi dan/ atau informasi sesuai kewenangan; 4) Kolaboratif, yaitu : a) Menerima pendapat dan saran dalam menyelesaikan pekerjaan, b) Membagi tugas, tanggung jawab, hak dan kewajiban kepada setiap anggota tim kerja secara proporsional, c) Bersinergi dengan pihak- pihak terkait dalam menyelesaikan pekerjaan, d) Mendorong rekan kerja, atasan dan bawahan untuk dapat terlibat aktif dalam pencapaian tujuan instansi, e) Membangun komunikasi yang efektif dalam berkoordinasi dengan tim kerja, f) Mengoptimalkan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja instansi. 1.Mengidentifikasi langkah-langkah kunci dalam mengisi template Laporan Aktualisasi

PINTAR LATSAR CPNS 2026 37 KEGIATAN 4: Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat 3.Menambahkan tangkapan layar (screenshot) pada setiap langkah 4.Menyusun layout panduan agar mudah dicetak satu halaman 5.Mencetak panduan dan menempelkan di tempat yang terlihat jelas oleh petugas Farmasi 6.Mengevaluasi kemudahan pemahaman panduan oleh petugas lain 2.Menuliskan instruksi secara ringkas dan jelas per langkah Laporan Aktualisasi

LATSAR CPNS 2026 PINTAR 38 KEGIATAN 5: Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi Tujuan Kegiatan : Mendorong seluruh petugas untuk beralih ke sistem pelaporan digital secara tertib. Tanggal dan Durasi : 17 Juni - 23 Juli 2026 Pihak Terlibat : Peserta, Tim Farmasi, Mentor Hasil/Output : Poster edukatif/persuasif Kaitan Nilai ASN BerAKHLAK : 1) Berorientasi Pelayanan, yaitu : a) Mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dengan proaktif, b) Memenuhi kebutuhan masyarakat dengan responsif, c) Melayani masyarakat sesuai tupoksi, d) Menyediakan informasi yang aktual dan akurat; 2) Akuntabel, yaitu : a) Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku, b) Bertanggung jawab atas hasil kerja dan bersedia dievaluasi, c) Memanfaatkan fasilitas BMN sesuai dengan peruntukannya, d) Mencari alternatif cara penggunaan sarana prasarana, bahan, dan alat kerja yang lebih hemat; 3) Adaptif, yaitu : a) Menyesuaikan diri di berbagai lingkungan kerja, b) Beradaptasi dengan dinamika perubahan lingkungan, c) Menguasai dinamika perkembangan teknologi, d) Menyampaikan ide dan gagasan untuk kemajuan instansi dengan berani, e) Membuat inovasi yang mendukung tujuan instansi secara konsisten; 4) Kolaboratif, yaitu : a) Menerima pendapat dan saran dalam menyelesaikan pekerjaan, b) Bersinergi dengan pihak- pihak terkait dalam menyelesaikan pekerjaan, c) Mendorong rekan kerja, atasan dan bawahan untuk dapat terlibat aktif dalam pencapaian tujuan instansi, d) Mengoptimalkan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja instansi. 1.Merusmuskan pesan inti poster yang singkat dan persuasif 2.Mendesain poster menggunakan aplikasi canva versi gratis Laporan Aktualisasi

PINTAR LATSAR CPNS 2026 40 KEGIATAN 5: Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi 3.Mencetak poster pada kertas ukuran A4 4.Menempelkan poster di papan informasi area farmasi 5.Memastikan poster terlihat jelas oleh semua petugas 6.Mengevaluasi respon tugas terhadap poster ajakan digital Laporan Aktualisasi

LATSAR CPNS 2026 PINTAR 41 4.2 PELAKSANAAN PENGUATAN KOMPETENSI TEKNIS BIDANG TUGAS 4.2 PELAKSANAAN PENGUATAN KOMPETENSI TEKNIS BIDANG TUGAS Selama melaksanakan kegiatan aktualisasi, saya memperoleh peningkatan kompetensi teknis yang relevan dengan tugas sebagai tenaga farmasi. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis, melakukan uji coba menggunakan data resep harian, serta menyusun panduan penggunaan template sebagai acuan bagi petugas farmasi. Selain itu, saya juga meningkatkan kemampuan dalam mendemonstrasikan penggunaan template kepada petugas lain dan menyusun media sosialisasi berupa poster ajakan beralih ke laporan digital. Kegiatan ini turut mengembangkan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas pelaporan di instalasi farmasi. Kegiatan penguatan kompetensi ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kemampuan teknis, manajerial, dan sosial kultural. Secara teknis, saya menjadi lebih terampil dalam mengolah data dan menyusun laporan digital; secara manajerial, saya meningkatkan kemampuan dalam perencanaan, koordinasi, dan penerapan inovasi di lingkungan kerja; sedangkan secara sosial kultural, saya mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan edukasi kepada rekan kerja. Secara keseluruhan, kegiatan ini mendukung terciptanya pelaporan penggunaan obat yang lebih efektif, efisien, akurat, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian. Laporan Aktualisasi

PINTAR LATSAR CPNS 2026 42 4.3 KEMANFAATAN AKTUALISASI4.3 KEMANFAATAN AKTUALISASI Manfaat nyata yang saya rasakan sebagai individu adalah meningkatnya kompetensi dalam memanfaatkan Microsoft Excel untuk menyusun template laporan penggunaan obat berbasis rumus otomatis serta kemampuan dalam mengolah data secara lebih cepat dan akurat. Selain itu, saya menjadi lebih percaya diri dalam mendemonstrasikan penggunaan template kepada rekan kerja, menyusun panduan penggunaan, dan melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pelaporan digital. Bagi unit kerja, kegiatan aktualisasi ini memberikan manfaat berupa tersedianya sistem pelaporan penggunaan obat yang lebih efisien, mengurangi kesalahan pencatatan, serta memudahkan proses rekapitulasi dan penyusunan laporan. Secara lebih luas, manfaat tersebut dirasakan oleh instalasi farmasi melalui penerapan sistem pelaporan yang lebih efektif, tertib, dan terdokumentasi dengan baik. Penggunaan template digital mempermudah petugas dalam mengolah data penggunaan obat, sedangkan panduan penggunaan dan poster sosialisasi mendukung penerapan budaya kerja yang lebih adaptif terhadap teknologi. Hal ini turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan kefarmasian melalui proses pelaporan yang lebih cepat, akurat, dan mudah dipantau. Dalam jangka panjang, kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan digitalisasi administrasi di instalasi farmasi secara berkelanjutan. Penerapan sistem pelaporan digital tidak hanya meningkatkan efisiensi dan ketepatan kerja, tetapi juga mendukung terciptanya pelayanan kefarmasian yang lebih profesional, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan kepada pasien. Laporan Aktualisasi

43 LATSAR CPNS 2026 PINTAR 4.4 HAMBATAN YANG TERJADI DAN STRATEGI MENGATASINYA 4.4 HAMBATAN YANG TERJADI DAN STRATEGI MENGATASINYA Hambatan utama yang saya hadapi selama pelaksanaan aktualisasi adalah keterbatasan pemahaman petugas terhadap penggunaan template laporan berbasis Microsoft Excel serta kebiasaan menggunakan sistem pelaporan secara manual. Selain itu, terdapat kendala dalam memastikan rumus otomatis pada template dapat berfungsi dengan baik untuk berbagai kondisi data resep harian, serta keterbatasan waktu untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada seluruh petugas farmasi. Saya mengidentifikasi hambatan tersebut melalui observasi, uji coba template menggunakan data resep harian, serta diskusi dengan mentor dan rekan kerja. Untuk mengatasinya, saya melakukan perbaikan dan penyempurnaan rumus pada template, menyusun panduan penggunaan yang sederhana, serta mendemonstrasikan cara penggunaan template secara langsung agar lebih mudah dipahami oleh petugas. Strategi yang saya lakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman petugas terhadap penggunaan template, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta mendukung penerapan pelaporan digital di instalasi farmasi. Pengalaman ini memberikan pembelajaran yang berharga dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, komunikasi, serta kolaborasi untuk mendukung pelayanan kefarmasian yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel. Laporan Aktualisasi

PINTAR LATSAR CPNS 2026 44 4.5 PERUBAHAN ISU SEBELUM DAN SESUDAH AKTUALISASI 4.5 PERUBAHAN ISU SEBELUM DAN SESUDAH AKTUALISASI Setelah aktualisasi, tersedia template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis yang mampu mempercepat proses pencatatan dan perhitungan data. Demonstrasi penggunaan template, uji coba menggunakan data resep harian, serta penyusunan panduan penggunaan membantu petugas farmasi memahami dan menerapkan sistem pelaporan digital dengan lebih mudah. Pemasangan poster ajakan beralih ke laporan digital juga mendukung peningkatan kesadaran petugas untuk beradaptasi dengan sistem yang lebih modern. Perubahan tersebut memberikan dampak positif bagi instalasi farmasi, yaitu proses pelaporan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien, serta mengurangi potensi kesalahan pencatatan. Selain meningkatkan efektivitas pekerjaan petugas, kegiatan aktualisasi ini juga mendorong pemanfaatan teknologi dalam administrasi farmasi sehingga mendukung pelayanan kefarmasian yang lebih tertib, akuntabel, dan berkelanjutan. Sebelum aktualisasi, pelaporan penggunaan obat di instalasi farmasi masih dilakukan secara manual sehingga proses pencatatan, perhitungan, dan rekapitulasi membutuhkan waktu yang lebih lama serta berpotensi menimbulkan kesalahan. Selain itu, belum tersedia panduan penggunaan maupun media sosialisasi yang mendukung penerapan sistem pelaporan digital, sehingga pemanfaatan teknologi dalam proses pelaporan belum optimal. Laporan Aktualisasi

45 LATSAR CPNS 2026 PINTAR BAGIAN V PENUTUP 5.1 Simpulan5.1 Simpulan Simpulan dari rancangan aktualisasi ini adalah bahwa isu belum optimalnya laporan penggunaan obat di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun dipilih sebagai isu prioritas karena menunjukkan tingkat urgensi, dampak, dan kelayakan penanganan yang tinggi. Analisis akar masalah melalui diagram fishbone mengidentifikasi bahwa penyebab utama terletak pada belum adanya sistem pencatatan dan pelaporan penggunaan obat yang terstruktur, terstandar, dan terdokumentasi dengan baik, sehingga diperlukan langkah nyata berupa pengembangan template digital dan panduan pelaporan yang dapat diterapkan secara konsisten oleh seluruh tenaga kefarmasian di Puskesmas Kerasaan. Strategi penyelesaian dirancang melalui pengembangan sistem pelaporan penggunaan obat berbasis digital dengan lima kegiatan kreatif, yaitu merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis, mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain, menguji coba template laporan obat dengan data resep harian, menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat, serta menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan menjadikan sistem pelaporan penggunaan obat tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi dasar pengelolaan data kefarmasian yang sistematis, akurat, akuntabel, dan berkelanjutan. Dengan rancangan ini, diharapkan terwujud sistem pelaporan penggunaan obat yang lebih efektif di Puskesmas Kerasaan, mendukung internalisasi nilai ASN BerAKHLAK, serta berkontribusi pada penguatan tata kelola kefarmasian dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Laporan Aktualisasi

PINTAR 46LATSAR CPNS 2026 Rancangan aktualisasi ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun karena memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan penggunaan obat agar lebih terstruktur, berbasis data, dan terdokumentasi dengan baik. Melalui pembuatan template Excel otomatis dan panduan singkat pelaporan, proses pencatatan penggunaan obat menjadi lebih transparan dan terukur, sehingga petugas dapat menyusun laporan secara tepat waktu dan akurat. Penggunaan template digital meningkatkan efisiensi kerja tenaga kefarmasian, yang berdampak pada terjaminnya ketersediaan obat bagi seluruh pasien di wilayah kerja Puskesmas Kerasaan. Secara internal, unit kefarmasian menjadi lebih sistematis dan akuntabel dalam mengelola data penggunaan obat. Secara eksternal, masyarakat akan merasakan dampaknya melalui peningkatan profesionalisme ASN dalam memberikan layanan kefarmasian yang lebih responsif, akurat, dan berkualitas di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. 5.2 Rekomendasi5.2 Rekomendasi Rekomendasi dari kegiatan aktualisasi ini adalah menjadikan seluruh produk yang telah dihasilkan sebagai bagian dari sistem kerja permanen di unit kefarmasian Puskesmas Kerasaan. Template laporan penggunaan obat berbasis Excel akan dipelihara dan diperbarui secara berkala setiap periode pelaporan agar tetap menjadi alat pencatatan yang aktif, akurat, dan relevan dengan kebutuhan pelayanan. Panduan singkat penggunaan template laporan obat akan diusulkan untuk ditetapkan sebagai acuan internal sehingga proses pelaporan memiliki standar yang baku dan terdokumentasi dengan baik. Poster ajakan beralih ke laporan digital akan tetap ditempelkan di area farmasi sebagai pengingat berkelanjutan bagi seluruh tenaga kefarmasian dalam menerapkan sistem pelaporan yang baru. Hasil aktualisasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan integrasi sistem pelaporan yang lebih luas, seperti pemanfaatan aplikasi digital berbasis web, atau penguatan regulasi internal melalui surat keputusan pimpinan Puskesmas. Dengan demikian, aktualisasi tidak berhenti sebagai tugas Latsar, tetapi menjadi praktik baik (best practice) yang berkelanjutan dan mendukung penguatan sistem pengelolaan data kefarmasian di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Laporan Aktualisasi

47 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Strategi pengembangan lebih lanjut dari kegiatan aktualisasi ini diarahkan pada perluasan cakupan, penguatan regulasi, dan integrasi sistem agar memberikan dampak yang lebih luas. Template laporan penggunaan obat berbasis Excel dapat dikembangkan menjadi sistem pelaporan terpadu yang tidak hanya digunakan di unit kefarmasian Puskesmas Kerasaan, tetapi juga diintegrasikan dengan sistem pelaporan dinas kesehatan Kabupaten Simalungun sehingga menjadi alat pengambilan keputusan berbasis data di tingkat kabupaten. Panduan singkat penggunaan template laporan obat dapat diusulkan untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Puskesmas agar memiliki kekuatan formal sebagai standar pelaporan penggunaan obat yang baku. Selain itu, template Excel dapat dikembangkan dengan fitur notifikasi otomatis ketika stok obat mendekati batas minimum, sehingga pengelolaan logistik obat menjadi lebih proaktif dan responsif. Sistem pelaporan digital juga dapat diperluas dengan mengintegrasikan data penggunaan obat ke dalam aplikasi sistem informasi puskesmas yang sudah ada, sehingga organisasi memiliki data yang lebih komprehensif untuk mendukung evaluasi kebijakan kefarmasian. Sementara itu, poster ajakan beralih ke laporan digital dapat dikembangkan menjadi modul edukasi singkat yang digunakan dalam pelatihan rutin tenaga kefarmasian. Dengan strategi pengembangan tersebut, hasil aktualisasi tidak hanya berdampak pada unit kefarmasian, tetapi berpotensi menjadi model pengelolaan data obat berbasis digital yang mendukung penguatan tata kelola kefarmasian dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun secara lebih luas. Laporan Aktualisasi

48 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Dalam pelaksanaannya, keberlanjutan inovasi ini memerlukan dukungan yang berkesinambungan dari pimpinan maupun seluruh pegawai di lingkungan Puskesmas Kerasaan. Oleh karena itu, perlu dibangun budaya kerja yang mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap proses administrasi kefarmasian. Kegiatan sosialisasi, pendampingan, serta berbagi pengalaman antarpegawai juga dapat dilakukan secara berkala agar seluruh tenaga kefarmasian memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pelaporan yang akurat, tepat waktu, dan terdokumentasi dengan baik sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan obat. Ke depan, inovasi yang telah dihasilkan diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan teknologi. Penyempurnaan fitur pada template laporan, penambahan indikator pelaporan, serta integrasi dengan sistem informasi kesehatan yang digunakan di Puskesmas dapat menjadi langkah pengembangan selanjutnya. Dengan adanya upaya perbaikan secara berkelanjutan tersebut, diharapkan kualitas pengelolaan data kefarmasian semakin meningkat, mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan publik di Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun. Laporan Aktualisasi

49 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Tahapan Kegiatan: Menentukan jenis obat dan format laporan yang dibutuhkan. Output: Daftar jenis obat dan draf rancangan format laporan obat. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Melakukan identifikasi kebutuhan data obat secara jujur, cermat, dan bertanggung jawab), Kompeten (Menggunakan keahlian farmasi dalam mengklasifikasikan jenis obat yang tepat). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyediakan dasar pelaporan obat yang terstruktur guna mendukung pelayanan kesehatan yang efisien. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat nilai profesionalisme dan efektivitas dalam perencanaan administrasi farmasi. Tahapan Kegiatan: Membuat struktur tabel laporan di Microsoft Excel. LATSAR CPNS 2026 PINTAR Lampiran Kartu Bimbingan Coach KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI COACH Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 1 : Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis Laporan Aktualisasi

50 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Output: Desain/kerangka tabel laporan di Microsoft Excel. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Menunjukkan kinerja terbaik dengan membuat struktur tabel yang rapi dan mudah dipahami), Adaptif (Memanfaatkan teknologi digital (Excel) untuk mempermudah pekerjaan administrasi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Digitalisasi data dasar guna mempercepat proses penyusunan laporan farmasi. Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong efisiensi dan akurasi pelayanan melalui inovasi digital. Tahapan Kegiatan: Memasukkan rumus pada template Microsoft Excel. Output: Template Excel yang sudah terpasang rumus otomatis Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Meningkatkan kompetensi diri dengan menerapkan formula Excel tingkat lanjut untuk efisiensi kerja), Akuntabel (Memastikan rumus bekerja dengan benar demi keakuratan kalkulasi laporan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mengurangi potensi kesalahan manual (human error) dalam pengelolaan data obat di organisasi. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan akuntabilitas dan presisi kerja. PINTAR LATSAR CPNS 2026 Laporan Aktualisasi

51 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Tahapan Kegiatan: Mengunci sel rumus untuk mencegah perubahan yang tidak sengaja. Output: Lembar kerja Excel yang terproteksi pada bagian formula (sheet locked). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Loyal (Menjaga keamanan dan keutuhan sistem pelaporan yang dibuat agar tidak mudah rusak oleh pengguna lain), Adaptif (Melakukan tindakan proaktif untuk mengantisipasi kesalahan input di masa mendatang). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menjaga keandalan (reliability) sistem pelaporan logistik obat puskesmas. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan aspek keamanan sistem dan keberlanjutan program kerja. Tahapan Kegiatan: Membuat format visual yang jelas dan menarik pada template. Output: Tampilan visual template Excel dengan warna, font, dan tata letak yang profesional. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Merancang visual yang ramah pengguna (user- friendly) demi kemudahan rekan sejawat dalam menggunakannya), Kompeten (Mengerjakan tugas dengan kualitas terbaik dari segi fungsionalitas maupun estetika). LATSAR CPNS 2026 PINTARLaporan Aktualisasi

52 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Meningkatkan kenyamanan kerja staf dalam pelaporan administratif harian. Penguatan Nilai Organisasi: Menerapkan nilai kualitas dan orientasi pada detail kerja. Tahapan Kegiatan: Menyimpan template master di folder komputer farmasi. Output: File master template tersimpan rapi dengan penamaan file yang standar (naming convention) Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mengelola dan mengarsipkan aset digital milik instansi dengan aman dan teratur), Kolaboratif (Menyediakan akses berkas yang mudah ditemukan bagi seluruh tim farmasi yang membutuhkan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mendukung keterbukaan informasi internal dan kemudahan akses data operasional. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat keteraturan, kerapian administrasi, dan nilai transparansi. PINTAR LATSAR CPNS 2026 Laporan Aktualisasi

53 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Tahapan Kegiatan: Menentukan waktu diskusi bersama rekan kerja di unit farmasi. Output: Kesepakatan jadwal/waktu pelaksanaan diskusi bersama rekan kerja. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Harmonis (Menghargai waktu dan kesibukan rekan kerja dengan meminta kesediaan mereka secara sopan), Kolaboratif (Membangun komunikasi yang baik demi kelancaran agenda bersama). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menciptakan koordinasi internal yang kondusif di lingkungan kerja. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan nilai kerja sama dan saling menghargai sesama pegawai. Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 2 : Mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain. Lampiran Kartu Bimbingan Coach KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI COACH Laporan Aktualisasi

54 PINTAR LATSAR CPNS 2026Penyelesaian KegiatanCatatan Coach & Paraf CoachTahapan Kegiatan: Menyiapkan komputer dan file template yang akan didemonstrasikan. Output: Perangkat keras dan file siap pakai untuk kegiatan demo. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mempersiapkan sarana dan prasarana dengan penuh tanggung jawab demi efektivitas kegiatan), Kompeten (Menunjukkan kesiapan kerja yang profesional dan matang). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Optimalisasi pemanfaatan fasilitas kerja untuk meningkatkan kapasitas staf. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan etos kerja yang disiplin dan persiapan yang matang.Tahapan Kegiatan: Menjelaskan fungsi rumus otomatis pada template laporan obat. Output: Pemahaman petugas farmasi terkait kegunaan dan cara kerja rumus otomatis Excel. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memberikan penjelasan secara ramah, komunikatif, dan sabar agar mudah dipahami), Kompeten (Berbagi pengetahuan (knowledge sharing) kepada sesama rekan kerja). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Meningkatkan literasi digital dan kemampuan teknis staf farmasi. Laporan Aktualisasi

55 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong budaya belajar berkelanjutan dan peningkatan kompetensi bersama. Tahapan Kegiatan: Memperagakan cara menginput data pemakaian obat ke template. Output: Petugas farmasi melihat langsung simulasi penginputan data obat yang benar. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memberikan contoh nyata yang solutif untuk mengatasi kendala pelaporan manual), Adaptif (Mengajarkan proses transisi dari sistem lama ke sistem digital baru secara bertahap). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mempercepat proses adaptasi staf terhadap sistem digitalisasi pelaporan obat. Penguatan Nilai Organisasi: Menumbuhkan nilai inovatif dan keterbukaan terhadap perubahan. Tahapan Kegiatan: Memberikan kesempatan kepada rekan kerja untuk mencoba menginput. Output: Praktik langsung (hands-on) penginputan oleh rekan kerja farmasi LATSAR CPNS 2026 PINTARLaporan Aktualisasi

56 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Harmonis (Memberikan kesempatan secara adil dan menghargai proses belajar rekan kerja), Kolaboratif (Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi secara aktif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memperkuat kerja sama tim dan kemandirian staf dalam penggunaan alat kerja baru. Penguatan Nilai Organisasi: Membangun kemitraan yang produktif dan inklusivitas di unit pelayanan. Tahapan Kegiatan: Mencatat masukan dan saran dari rekan kerja untuk perbaikan. Output: Catatan/notulensi berupa saran perbaikan dari rekan kerja. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Melakukan perbaikan tiada henti berdasarkan umpan balik pengguna), Kolaboratif (Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah bagi template laporan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menghasilkan produk pelaporan yang akomodatif dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat nilai kerendahan hati dan peningkatan kualitas berkelanjutan. Laporan Aktualisasi

57 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Tahapan Kegiatan: Mengumpulkan data resep harian dari beberapa hari terakhir. Output: Berkas data resep harian yang siap digunakan sebagai bahan uji coba. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mengumpulkan dokumen resep secara cermat dan menjaga kerahasiaan informasi pasien), Kompeten (Menyeleksi sampel data yang representatif untuk pengujian). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menjamin keaslian data yang digunakan dalam mengevaluasi sistem pelaporan obat. Penguatan Nilai Organisasi: Menjaga integritas data medis dan ketelitian kerja. Tahapan Kegiatan: Memasukkan data resep ke dalam template Excel. Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 3 : Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian Lampiran Kartu Bimbingan Coach KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI COACH Laporan Aktualisasi

58 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Output: Data resep harian terinput secara penuh ke dalam template. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Memasukkan angka dan nama obat dengan teliti tanpa ada manipulasi data), Kompeten (Melaksanakan tugas dengan standar ketelitian yang tinggi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyajikan data uji coba yang riil demi memastikan sistem berjalan stabil. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat nilai objektivitas dan kejujuran dalam bekerja. Tahapan Kegiatan: Memeriksa hasil perhitungan otomatis secara manual. Output: Lembar verifikasi hasil pencocokan (kalkulasi Excel vs kalkulasi manual). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Melakukan fungsi kontrol dan verifikasi ganda untuk menghindari kelalaian perhitungan), Kompeten (Menerapkan keahlian matematika farmasi untuk validasi data). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menghindari kerugian akibat kesalahan pencatatan jumlah stok obat instansi. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan akurasi mutlak dalam pengelolaan logistik kesehatan. Laporan Aktualisasi

59 LATSAR CPNS 2026 PINTARPenyelesaian KegiatanCatatan Coach & Paraf CoachTahapan Kegiatan: Mencatat setiap ketidaksesuaian atau error yang ditemukan. Output: Daftar error log (catatan rumus bermasalah atau sel yang tidak berfungsi). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Adaptif (Peka terhadap adanya masalah/bug pada sistem dan mendokumentasikannya dengan baik), Akuntabel (Melaporkan kendala teknis secara transparan apa adanya). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyediakan bahan evaluasi teknis demi keandalan sistem pelaporan. Penguatan Nilai Organisasi: Menghargai kejujuran ilmiah dalam proses evaluasi kerja.Tahapan Kegiatan: Memperbaiki rumus jika ditemukan kesalahan perhitungan. Output: Template Excel dengan formula yang telah diperbaiki/direvisi. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Responsif melakukan perbaikan agar pengguna merasa nyaman dan aman menggunakan sistem), Kompeten (Menyelesaikan masalah teknis (troubleshooting) dengan keahlian yang dimiliki). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyempurnakan alat kerja agar siap pakai tanpa kendala di lingkungan operasional. Penguatan Nilai Organisasi: Berorientasi pada solusi cepat dan perbaikan berkelanjutan.Laporan Aktualisasi

60 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Tahapan Kegiatan: Mengevaluasi hasil uji coba template laporan obat. Output: Laporan hasil uji coba yang menyatakan template siap digunakan penuh. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mempertanggungjawabkan kelayakan fungsi template sebelum diimplementasikan secara luas), Kompeten (Mampu mengambil kesimpulan evaluasi secara objektif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memberikan jaminan mutu (quality assurance) terhadap sistem pelaporan digital baru. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan profesionalisme tinggi dan jaminan mutu pelayanan. Laporan Aktualisasi

61 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Tahapan Kegiatan: Mengidentifikasi langkah-langkah kunci dalam mengisi template. Output: Daftar poin penting/urutan alur pengisian template Excel. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Menyederhanakan proses sistematis menjadi instruksi yang mudah dipahami), Akuntabel (Menyusun parameter panduan berdasarkan realita teknis aplikasi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Standardisasi prosedur kerja (SOP) pengisian laporan obat secara digital. Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong keteraturan kerja melalui sistem dokumentasi yang baik. Tahapan Kegiatan: Menuliskan instruksi secara ringkas dan jelas per langkah. LATSAR CPNS 2026 PINTAR Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 4 : Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat. Lampiran Kartu Bimbingan Coach KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI COACH Laporan Aktualisasi

62 PINTAR LATSAR CPNS 2026Penyelesaian KegiatanCatatan Coach & Paraf CoachOutput: Draf teks instruksi penggunaan (user manual) per tahapan. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Menulis panduan dengan kalimat yang komunikatif, sederhana, dan ramah pengguna), Kompeten (Menunjukkan kemampuan komunikasi tertulis yang efektif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Membantu mempermudah proses serah terima kerja antar- petugas (transfer of knowledge). Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan nilai kejelasan, kesederhanaan, dan efisiensi informasi.Tahapan Kegiatan: Menambahkan tangkapan layar (screenshot) pada setiap langkah. Output: Panduan yang dilengkapi ilustrasi visual gambar petunjuk penggunaan. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memperhatikan detail bantuan visual agar pengguna tidak kebingungan saat praktik), Adaptif (Menggunakan visualisasi kreatif untuk mempermudah transfer instruksi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Meningkatkan pemahaman petugas secara mandiri tanpa perlu pendampingan terus-menerus. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan inovasi dalam media pembelajaran dan kemudahan akses informasi. Laporan Aktualisasi

63 LATSAR CPNS 2026 PINTARPenyelesaian KegiatanCatatan Coach & Paraf CoachTahapan Kegiatan: Menyusun layout panduan agar mudah dicetak satu halaman. Output: Desain layout panduan satu halaman (quick guide / cheat sheet) yang ringkas. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Mampu mendesain materi edukasi kerja yang efektif, ringkas, dan efisien), Adaptif (Menyesuaikan desain dengan kebutuhan efisiensi kertas (eco-friendly)). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Penghematan sumber daya operasional instansi melalui konsep dokumen yang ringkas. Penguatan Nilai Organisasi: Menumbuhkan nilai efisiensi, efektivitas, dan kepraktisan kerja.Tahapan Kegiatan: Mencetak panduan dan menyimpannya di dekat komputer Output: Dokumen cetak panduan fisik yang diletakkan di meja kerja komputer farmasi. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Menyediakan fasilitas penunjang yang mudah dijangkau saat rekan kerja membutuhkan bantuan instan), Akuntabel (Memanfaatkan aset cetak untuk kepentingan operasional tim). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Penyediaan alat bantu visual harian guna meminimalisir kesalahan kerja staf secara real-time.Laporan Aktualisasi

64 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Penguatan Nilai Organisasi: Menunjukkan kepedulian terhadap kelancaran tugas harian rekan sejawat. Tahapan Kegiatan: Mengevaluasi kemudahan pemahaman panduan oleh petugas lain Output: Catatan respons atau testimoni tingkat kemudahan pemahaman panduan. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Senantiasa menerima kritik dan masukan demi menyempurnakan kualitas panduan), Kolaboratif (Meminta pendapat rekan kerja secara langsung sebagai bagian dari evaluasi bersama). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memastikan seluruh materi panduan yang diterbitkan instansi benar-benar aplikatif. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan kepuasan pengguna layanan internal dan perbaikan berkelanjutan. Laporan Aktualisasi

65 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Tahapan Kegiatan: Merumuskan pesan inti poster yang singkat dan persuasif. Output: Naskah/slogan kalimat ajakan (copywriting) untuk beralih ke sistem digital. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Loyal (Menyebarluaskan semangat perubahan positif untuk kemajuan pelayanan instansi pemerintah), Kompeten (Merangkai kata persuasif yang mampu menggerakkan kesadaran rekan kerja). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mendukung kampanye internal transformasi digital di lingkungan instansi. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat komitmen bersama menuju sistem kerja modern dan ramah lingkungan. Tahapan Kegiatan: Mendesain poster menggunakan aplikasi Canva versi gratis. Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 5 : Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi Lampiran Kartu Bimbingan Coach KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI COACH Laporan Aktualisasi

66 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Output: File desain poster digital siap cetak. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Adaptif (Memanfaatkan platform desain digital Canva untuk efektivitas pembuatan media komunikasi), Akuntabel (Menggunakan versi gratis sebagai bentuk efisiensi anggaran negara (tanpa biaya)). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Kampanye inovasi pelayanan publik melalui media visual yang menarik dengan biaya minimal. Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong kreativitas, kehematan anggaran, dan kemandirian berkarya. Tahapan Kegiatan: Mencetak poster pada kertas ukuran A4. Output: Poster fisik tercetak ukuran A4 dengan kualitas gambar yang tajam. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Menggunakan peralatan cetak kantor secara bertanggung jawab, efisien, dan tidak boros), Kompeten (Menghasilkan produk fisik dengan kualitas cetak yang layak dan terbaca jelas). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Penyediaan sarana sosialisasi fisik di area unit kerja. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan efektivitas penggunaan fasilitas kantor dan hasil kerja yang rapi. Laporan Aktualisasi

67 LATSAR CPNS 2026 PINTARPenyelesaian KegiatanCatatan Coach & Paraf CoachTahapan Kegiatan: Menempelkan poster di papan informasi area farmasi Output: Poster terpasang rapi di papan informasi ruang farmasi yang strategis. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Harmonis (Menempelkan poster di tempat yang diizinkan tanpa mengganggu ketertiban atau keindahan ruang kerja bersama), Loyal (Berdedikasi menyebarluaskan informasi pembaruan sistem instansi di area pelayanan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memperluas eksposur sosialisasi agar seluruh tim farmasi terpapar pesan transformasi digital. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan kerapian penataan lingkungan kerja dan disiplin penempatan informasi.Tahapan Kegiatan: Memastikan poster terlihat jelas oleh semua petugas. Output: Hasil verifikasi sudut pandang keterbacaan poster (pencahayaan cukup, tidak terhalang). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memastikan informasi tersampaikan dengan optimal demi kenyamanan pembaca), Akuntabel (Melakukan monitoring penempatan agar fungsi poster sebagai media informasi berjalan efektif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Efisiensi penyampaian kebijakan internal kepada seluruh jajaran unit kerja.Laporan Aktualisasi

68 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Coach & Paraf Coach Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan ketelitian dan kepedulian terhadap efektivitas komunikasi internal. Tahapan Kegiatan: Mengevaluasi respon petugas terhadap poster ajakan digital. Output: Hasil rekapitulasi respons petugas (misalnya peningkatan minat/kesadaran petugas beralih ke Excel). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Mengukur efektivitas media komunikasi untuk perbaikan strategi sosialisasi ke depan), Akuntabel: Mempertanggungjawabkan dampak dari kegiatan kampanye digitalisasi yang telah dijalankan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memberikan data keberhasilan sosialisasi transisi teknologi informasi di tingkat unit. Penguatan Nilai Organisasi: Berpijak pada hasil evaluasi yang nyata (evidence-based) dan mengutamakan peningkatan kualitas secara terus menerus. Laporan Aktualisasi

69 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Tahapan Kegiatan: Menentukan jenis obat dan format laporan yang dibutuhkan. Output: Daftar jenis obat dan draf rancangan format laporan obat. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Melakukan identifikasi kebutuhan data obat secara jujur, cermat, dan bertanggung jawab), Kompeten (Menggunakan keahlian farmasi dalam mengklasifikasikan jenis obat yang tepat). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyediakan dasar pelaporan obat yang terstruktur guna mendukung pelayanan kesehatan yang efisien. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat nilai profesionalisme dan efektivitas dalam perencanaan administrasi farmasi. Tahapan Kegiatan: Membuat struktur tabel laporan di Microsoft Excel. LATSAR CPNS 2026 PINTAR Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 1 : Merancang template laporan penggunaan obat berbasis Microsoft Excel dengan rumus otomatis Lampiran Kartu Bimbingan Mentor KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR Laporan Aktualisasi

70 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Output: Desain/kerangka tabel laporan di Microsoft Excel. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Menunjukkan kinerja terbaik dengan membuat struktur tabel yang rapi dan mudah dipahami), Adaptif (Memanfaatkan teknologi digital (Excel) untuk mempermudah pekerjaan administrasi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Digitalisasi data dasar guna mempercepat proses penyusunan laporan farmasi. Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong efisiensi dan akurasi pelayanan melalui inovasi digital. Tahapan Kegiatan: Memasukkan rumus pada template Microsoft Excel Output: Template Excel yang sudah terpasang rumus otomatis Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Meningkatkan kompetensi diri dengan menerapkan formula Excel tingkat lanjut untuk efisiensi kerja), Akuntabel (Memastikan rumus bekerja dengan benar demi keakuratan kalkulasi laporan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mengurangi potensi kesalahan manual (human error) dalam pengelolaan data obat di organisasi. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan akuntabilitas dan presisi kerja. Laporan Aktualisasi

71 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Tahapan Kegiatan: Mengunci sel rumus untuk mencegah perubahan yang tidak sengaja. Output: Lembar kerja Excel yang terproteksi pada bagian formula (sheet locked). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Loyal (Menjaga keamanan dan keutuhan sistem pelaporan yang dibuat agar tidak mudah rusak oleh pengguna lain), Adaptif (Melakukan tindakan proaktif untuk mengantisipasi kesalahan input di masa mendatang). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menjaga keandalan (reliability) sistem pelaporan logistik obat puskesmas. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan aspek keamanan sistem dan keberlanjutan program kerja. Tahapan Kegiatan: Membuat format visual yang jelas dan menarik pada template. Output: Tampilan visual template Excel dengan warna, font, dan tata letak yang profesional. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Merancang visual yang ramah pengguna (user- friendly) demi kemudahan rekan sejawat dalam menggunakannya), Kompeten (Mengerjakan tugas dengan kualitas terbaik dari segi fungsionalitas maupun estetika). Laporan Aktualisasi

72 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Meningkatkan kenyamanan kerja staf dalam pelaporan administratif harian. Penguatan Nilai Organisasi: Menerapkan nilai kualitas dan orientasi pada detail kerja. Tahapan Kegiatan: Menyimpan template master di folder komputer farmasi. Output: File master template tersimpan rapi dengan penamaan file yang standar (naming convention) Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mengelola dan mengarsipkan aset digital milik instansi dengan aman dan teratur), Kolaboratif (Menyediakan akses berkas yang mudah ditemukan bagi seluruh tim farmasi yang membutuhkan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mendukung keterbukaan informasi internal dan kemudahan akses data operasional. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat keteraturan, kerapian administrasi, dan nilai transparansi. Laporan Aktualisasi

73 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Tahapan Kegiatan: Menentukan waktu diskusi bersama rekan kerja di unit farmasi. Output: Kesepakatan jadwal/waktu pelaksanaan diskusi bersama rekan kerja. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Harmonis (Menghargai waktu dan kesibukan rekan kerja dengan meminta kesediaan mereka secara sopan), Kolaboratif (Membangun komunikasi yang baik demi kelancaran agenda bersama). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menciptakan koordinasi internal yang kondusif di lingkungan kerja. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan nilai kerja sama dan saling menghargai sesama pegawai. Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 2 : Mendemonstrasikan template laporan obat kepada petugas farmasi lain. Lampiran Kartu Bimbingan Mentor KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR Laporan Aktualisasi

74 PINTAR LATSAR CPNS 2026Penyelesaian KegiatanCatatan Mentor & Paraf MentorTahapan Kegiatan: Menyiapkan komputer dan file template yang akan didemonstrasikan. Output: Perangkat keras dan file siap pakai untuk kegiatan demo. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mempersiapkan sarana dan prasarana dengan penuh tanggung jawab demi efektivitas kegiatan), Kompeten (Menunjukkan kesiapan kerja yang profesional dan matang). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Optimalisasi pemanfaatan fasilitas kerja untuk meningkatkan kapasitas staf. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan etos kerja yang disiplin dan persiapan yang matang.Tahapan Kegiatan: Menjelaskan fungsi rumus otomatis pada template laporan obat. Output: Pemahaman petugas farmasi terkait kegunaan dan cara kerja rumus otomatis Excel. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memberikan penjelasan secara ramah, komunikatif, dan sabar agar mudah dipahami), Kompeten (Berbagi pengetahuan (knowledge sharing) kepada sesama rekan kerja). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Meningkatkan literasi digital dan kemampuan teknis staf farmasi. Laporan Aktualisasi

75 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong budaya belajar berkelanjutan dan peningkatan kompetensi bersama. Tahapan Kegiatan: Memperagakan cara menginput data pemakaian obat ke template. Output: Petugas farmasi melihat langsung simulasi penginputan data obat yang benar. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memberikan contoh nyata yang solutif untuk mengatasi kendala pelaporan manual), Adaptif (Mengajarkan proses transisi dari sistem lama ke sistem digital baru secara bertahap). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mempercepat proses adaptasi staf terhadap sistem digitalisasi pelaporan obat. Penguatan Nilai Organisasi: Menumbuhkan nilai inovatif dan keterbukaan terhadap perubahan. Tahapan Kegiatan: Memberikan kesempatan kepada rekan kerja untuk mencoba menginput. Output: Praktik langsung (hands-on) penginputan oleh rekan kerja farmasi Laporan Aktualisasi

76 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Harmonis (Memberikan kesempatan secara adil dan menghargai proses belajar rekan kerja), Kolaboratif (Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi secara aktif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memperkuat kerja sama tim dan kemandirian staf dalam penggunaan alat kerja baru. Penguatan Nilai Organisasi: Membangun kemitraan yang produktif dan inklusivitas di unit pelayanan. Tahapan Kegiatan: Mencatat masukan dan saran dari rekan kerja untuk perbaikan. Output: Catatan/notulensi berupa saran perbaikan dari rekan kerja. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Melakukan perbaikan tiada henti berdasarkan umpan balik pengguna), Kolaboratif (Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah bagi template laporan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menghasilkan produk pelaporan yang akomodatif dan sesuai kebutuhan nyata di lapangan. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat nilai kerendahan hati dan peningkatan kualitas berkelanjutan. Laporan Aktualisasi

77 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Tahapan Kegiatan: Mengumpulkan data resep harian dari beberapa hari terakhir. Output: Berkas data resep harian yang siap digunakan sebagai bahan uji coba. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mengumpulkan dokumen resep secara cermat dan menjaga kerahasiaan informasi pasien), Kompeten (Menyeleksi sampel data yang representatif untuk pengujian). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menjamin keaslian data yang digunakan dalam mengevaluasi sistem pelaporan obat. Penguatan Nilai Organisasi: Menjaga integritas data medis dan ketelitian kerja. Tahapan Kegiatan: Memasukkan data resep ke dalam template Excel. Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 3 : Menguji coba template laporan obat dengan data resep harian Lampiran Kartu Bimbingan Mentor KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR Laporan Aktualisasi

78 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Output: Data resep harian terinput secara penuh ke dalam template. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Memasukkan angka dan nama obat dengan teliti tanpa ada manipulasi data), Kompeten (Melaksanakan tugas dengan standar ketelitian yang tinggi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyajikan data uji coba yang riil demi memastikan sistem berjalan stabil. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat nilai objektivitas dan kejujuran dalam bekerja. Tahapan Kegiatan: Memeriksa hasil perhitungan otomatis secara manual. Output: Lembar verifikasi hasil pencocokan (kalkulasi Excel vs kalkulasi manual). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Melakukan fungsi kontrol dan verifikasi ganda untuk menghindari kelalaian perhitungan), Kompeten (Menerapkan keahlian matematika farmasi untuk validasi data). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menghindari kerugian akibat kesalahan pencatatan jumlah stok obat instansi. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan akurasi mutlak dalam pengelolaan logistik kesehatan. Laporan Aktualisasi

79 LATSAR CPNS 2026 PINTARPenyelesaian KegiatanCatatan Mentor & Paraf MentorTahapan Kegiatan: Mencatat setiap ketidaksesuaian atau error yang ditemukan. Output: Daftar error log (catatan rumus bermasalah atau sel yang tidak berfungsi). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Adaptif (Peka terhadap adanya masalah/bug pada sistem dan mendokumentasikannya dengan baik), Akuntabel (Melaporkan kendala teknis secara transparan apa adanya). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyediakan bahan evaluasi teknis demi keandalan sistem pelaporan. Penguatan Nilai Organisasi: Menghargai kejujuran ilmiah dalam proses evaluasi kerja.Tahapan Kegiatan: Memperbaiki rumus jika ditemukan kesalahan perhitungan. Output: Template Excel dengan formula yang telah diperbaiki/direvisi. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Responsif melakukan perbaikan agar pengguna merasa nyaman dan aman menggunakan sistem), Kompeten (Menyelesaikan masalah teknis (troubleshooting) dengan keahlian yang dimiliki). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Menyempurnakan alat kerja agar siap pakai tanpa kendala di lingkungan operasional. Penguatan Nilai Organisasi: Berorientasi pada solusi cepat dan perbaikan berkelanjutan.Laporan Aktualisasi

80 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Tahapan Kegiatan: Mengevaluasi hasil uji coba template laporan obat. Output: Laporan hasil uji coba yang menyatakan template siap digunakan penuh. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Mempertanggungjawabkan kelayakan fungsi template sebelum diimplementasikan secara luas), Kompeten (Mampu mengambil kesimpulan evaluasi secara objektif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memberikan jaminan mutu (quality assurance) terhadap sistem pelaporan digital baru. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan profesionalisme tinggi dan jaminan mutu pelayanan. Laporan Aktualisasi

81 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Tahapan Kegiatan: Mengidentifikasi langkah-langkah kunci dalam mengisi template. Output: Daftar poin penting/urutan alur pengisian template Excel. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Menyederhanakan proses sistematis menjadi instruksi yang mudah dipahami), Akuntabel (Menyusun parameter panduan berdasarkan realita teknis aplikasi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Standardisasi prosedur kerja (SOP) pengisian laporan obat secara digital. Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong keteraturan kerja melalui sistem dokumentasi yang baik. Tahapan Kegiatan: Menuliskan instruksi secara ringkas dan jelas per langkah. Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 4 : Menyusun panduan singkat penggunaan template laporan obat. Lampiran Kartu Bimbingan Mentor KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR Laporan Aktualisasi

82 PINTAR LATSAR CPNS 2026Penyelesaian KegiatanCatatan Mentor & Paraf MentorOutput: Draf teks instruksi penggunaan (user manual) per tahapan. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Menulis panduan dengan kalimat yang komunikatif, sederhana, dan ramah pengguna), Kompeten (Menunjukkan kemampuan komunikasi tertulis yang efektif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Membantu mempermudah proses serah terima kerja antar- petugas (transfer of knowledge). Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan nilai kejelasan, kesederhanaan, dan efisiensi informasi.Tahapan Kegiatan: Menambahkan tangkapan layar (screenshot) pada setiap langkah. Output: Panduan yang dilengkapi ilustrasi visual gambar petunjuk penggunaan. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memperhatikan detail bantuan visual agar pengguna tidak kebingungan saat praktik), Adaptif (Menggunakan visualisasi kreatif untuk mempermudah transfer instruksi). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Meningkatkan pemahaman petugas secara mandiri tanpa perlu pendampingan terus-menerus. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan inovasi dalam media pembelajaran dan kemudahan akses informasi. Laporan Aktualisasi

83 LATSAR CPNS 2026 PINTARPenyelesaian KegiatanCatatan Mentor & Paraf MentorTahapan Kegiatan: Menyusun layout panduan agar mudah dicetak satu halaman. Output: Desain layout panduan satu halaman (quick guide / cheat sheet) yang ringkas. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Kompeten (Mampu mendesain materi edukasi kerja yang efektif, ringkas, dan efisien), Adaptif (Menyesuaikan desain dengan kebutuhan efisiensi kertas (eco-friendly)). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Penghematan sumber daya operasional instansi melalui konsep dokumen yang ringkas. Penguatan Nilai Organisasi: Menumbuhkan nilai efisiensi, efektivitas, dan kepraktisan kerja.Tahapan Kegiatan: Mencetak panduan dan menyimpannya di dekat komputer Output: Dokumen cetak panduan fisik yang diletakkan di meja kerja komputer farmasi. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Menyediakan fasilitas penunjang yang mudah dijangkau saat rekan kerja membutuhkan bantuan instan), Akuntabel (Memanfaatkan aset cetak untuk kepentingan operasional tim). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Penyediaan alat bantu visual harian guna meminimalisir kesalahan kerja staf secara real-time.Laporan Aktualisasi

84 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Penguatan Nilai Organisasi: Menunjukkan kepedulian terhadap kelancaran tugas harian rekan sejawat. Tahapan Kegiatan: Mengevaluasi kemudahan pemahaman panduan oleh petugas lain Output: Catatan respons atau testimoni tingkat kemudahan pemahaman panduan. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Senantiasa menerima kritik dan masukan demi menyempurnakan kualitas panduan), Kolaboratif (Meminta pendapat rekan kerja secara langsung sebagai bagian dari evaluasi bersama). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memastikan seluruh materi panduan yang diterbitkan instansi benar-benar aplikatif. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan kepuasan pengguna layanan internal dan perbaikan berkelanjutan. Laporan Aktualisasi

85 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Tahapan Kegiatan: Merumuskan pesan inti poster yang singkat dan persuasif. Output: Naskah/slogan kalimat ajakan (copywriting) untuk beralih ke sistem digital. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Loyal (Menyebarluaskan semangat perubahan positif untuk kemajuan pelayanan instansi pemerintah), Kompeten (Merangkai kata persuasif yang mampu menggerakkan kesadaran rekan kerja). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Mendukung kampanye internal transformasi digital di lingkungan instansi. Penguatan Nilai Organisasi: Memperkuat komitmen bersama menuju sistem kerja modern dan ramah lingkungan. Tahapan Kegiatan: Mendesain poster menggunakan aplikasi Canva versi gratis. Nama NIP Unit Kerja Jabatan Isu Gagasan : : : : : : Irene Savia Hasugian, S. Farm., apt. 199811242025042001 Dinas Kesehatan UPTD Puskesmas Kerasaan Kabupaten Simalungun Apoteker Ahli Pertama BELUM OPTIMALNYA LAPORAN PENGGUNAAN OBAT DI PUSKESMAS KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN PINTAR (pencatatan inventaris obat tepat dan akurat) Kegiatan 5 : Menempelkan poster ajakan beralih ke laporan digital di area farmasi Lampiran Kartu Bimbingan Mentor KARTU BIMBINGAN AKTUALISASI MENTOR Laporan Aktualisasi

86 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Output: File desain poster digital siap cetak. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Adaptif (Memanfaatkan platform desain digital Canva untuk efektivitas pembuatan media komunikasi), Akuntabel (Menggunakan versi gratis sebagai bentuk efisiensi anggaran negara (tanpa biaya)). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Kampanye inovasi pelayanan publik melalui media visual yang menarik dengan biaya minimal. Penguatan Nilai Organisasi: Mendorong kreativitas, kehematan anggaran, dan kemandirian berkarya. Tahapan Kegiatan: Mencetak poster pada kertas ukuran A4. Output: Poster fisik tercetak ukuran A4 dengan kualitas gambar yang tajam. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Akuntabel (Menggunakan peralatan cetak kantor secara bertanggung jawab, efisien, dan tidak boros), Kompeten (Menghasilkan produk fisik dengan kualitas cetak yang layak dan terbaca jelas). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Penyediaan sarana sosialisasi fisik di area unit kerja. Penguatan Nilai Organisasi: Mengedepankan efektivitas penggunaan fasilitas kantor dan hasil kerja yang rapi. Laporan Aktualisasi

87 LATSAR CPNS 2026 Laporan Aktualisasi PINTARPenyelesaian KegiatanCatatan Mentor & Paraf MentorTahapan Kegiatan: Menempelkan poster di papan informasi area farmasi Output: Poster terpasang rapi di papan informasi ruang farmasi yang strategis. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Harmonis (Menempelkan poster di tempat yang diizinkan tanpa mengganggu ketertiban atau keindahan ruang kerja bersama), Loyal (Berdedikasi menyebarluaskan informasi pembaruan sistem instansi di area pelayanan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memperluas eksposur sosialisasi agar seluruh tim farmasi terpapar pesan transformasi digital. Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan kerapian penataan lingkungan kerja dan disiplin penempatan informasi.Tahapan Kegiatan: Memastikan poster terlihat jelas oleh semua petugas. Output: Hasil verifikasi sudut pandang keterbacaan poster (pencahayaan cukup, tidak terhalang). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Memastikan informasi tersampaikan dengan optimal demi kenyamanan pembaca), Akuntabel (Melakukan monitoring penempatan agar fungsi poster sebagai media informasi berjalan efektif). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Efisiensi penyampaian kebijakan internal kepada seluruh jajaran unit kerja.

88 PINTAR LATSAR CPNS 2026 Penyelesaian Kegiatan Catatan Mentor & Paraf Mentor Penguatan Nilai Organisasi: Mengutamakan ketelitian dan kepedulian terhadap efektivitas komunikasi internal. Tahapan Kegiatan: Mengevaluasi respon petugas terhadap poster ajakan digital. Output: Hasil rekapitulasi respons petugas (misalnya peningkatan minat/kesadaran petugas beralih ke Excel). Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan: Menerapkan nilai BerAKHLAK, khususnya Berorientasi Pelayanan (Mengukur efektivitas media komunikasi untuk perbaikan strategi sosialisasi ke depan), Akuntabel: Mempertanggungjawabkan dampak dari kegiatan kampanye digitalisasi yang telah dijalankan). Kontribusi Terhadap Misi Organisasi: Memberikan data keberhasilan sosialisasi transisi teknologi informasi di tingkat unit. Penguatan Nilai Organisasi: Berpijak pada hasil evaluasi yang nyata (evidence-based) dan mengutamakan peningkatan kualitas secara terus menerus. Laporan Aktualisasi

89 LATSAR CPNS 2026 PINTAR Lampiran Kegiatan Aktualisasi Dapat Dilihat Melalui Scan QR Code Berikut: QR CODE Laporan Aktualisasi

TERIMA KASIHTERIMA KASIHTERIMA KASIH