Hijau dan Kuning Modern Buku Panduan Karyawan Buklet

Created in Canva

laporan aktualisasi “Optimalisasi Sistem Pencatatan Barang Persediaan Terintegrasi di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi” Coach : Wahyu Saputra Basri, S.Tr.IP., M.A.P Mentor : Sudarsono, S.H pelatihan dasar cpns golongan ii angkatan 32 balai besar pengembangan kompetensi apdn iv kementerian dalam negeri republik indonesia tahun 2026 Nama : Rohmatul Jannah NIP : 200304162025062006 KELOMPOK : 2 ANGKATAN : 32

kata pengantar Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi yang berjudul “Optimalisasi Sistem Pencatatan Barang Persediaan Terintegrasi di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi” ini dapat berjalan lancar dan selesai pada waktunya. Laporan Aktualisasi ini merupakan wujud tanggung jawab dalam memenuhi syarat menyelesaikan kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Golongan II Angkatan XXXII Kelompok 2 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pengembangan Kompetensi APDN IV Penulis sangat menyadari bahwa tanpa adanya usaha, bimbingan, arahan dukungan serta doa yang diberikan oleh berbagai pihak, maka rancangan aktualisasi ini tidak dapat terselesaikan. Oleh karena itu dengan kerendahan hati penulis sagat mengharapkan adanya masukan, saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan laporanini menjadi lebih baik kedepannya. Semoga laporan aktualisasi ini dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan bermanfaat bagi semua pihak. Penulis Rohmatul Jannah

Daftar isiCOVER1KATA PENGANTAR 2DAFTAR ISI3 Laporan Pelaksanaan AktualisasiLATAR BELAKANG4TUJUAN DAN RUANG LINGKUP 5PROFIL INSTANSI6PROFIL PESERTA7ANALISIS ISU (METODE APKL) 8DIAGRAM FISHBONE9ANALISIS USG10RUMUSAN ISU 11GAGASAN KREATIF PENYELESAIAN CORE ISU12KEGIATAN 113KEGIATAN 2 15KEGIATAN 317KEGIATAN 419KEGIATAN 5 21CAPAIAN PENYELESAIAN CORE ISU23MANFAAT TERSELESAIKANNYA CORE ISU 24RENCANA TINDAK LANJUT25KESIMPULAN26REKOMENDASI 27DAFTAR PUSTAKA28 3

latar belakang 4 Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki tanggung jawab utama untuk memberikan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan berkualitas kepada masyarakat sebagai pelanggannya. Tanggung jawab tersebut bukan hanya sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan juga mencerminkan komitmen ASN sebagai pelayan masyarakat yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan keseragaman nilai-nilai dasar ASN sebagai penguatan budaya kerja Dalam konteks Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi, khususnya pada Urusan Tata Usaha, penulis yang menjabat sebagai Pemeriksa Keimigrasian Pemula menemukan adanya permasalahan yang berhubungan langsung dengan pengelolaan barang persediaan Dengan demikian, latar belakang penyusunan rancangan aktualisasi ini berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan barang persediaan melalui pemanfaatan teknologi digital. Rancangan ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan pencatatan persediaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi penulis sebagai CPNS untuk menginternalisasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi Dari hasil analisis, isu yang paling mendesak adalah belum optimalnya pengelolaan pencatatan barang persediaan masuk dan keluar. Oleh karena itu, penulis menyusun rancangan aktualisasi dengan judul :“Optimalisasi Sistem Pencatatan Barang Terintegrasi di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi.” Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

Laporan Pelaksanaan Aktualisasi 5 tujuan dan ruang lingkup 1.Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam tugas sehari-hari, sehingga pelayanan publik yang diberikan lebih berorientasi pada kepentingan masyarakat, akuntabel, kompeten, adaptif, dan kolaboratif. 2.Meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses monitoring stok barang persediaan secara cepat, akurat, dan mudah diakses 3.Mendukung ketepatan perencanaan dan pembelian barang persediaan rutin berdasarkan data yang aktual dan terintegrasi. 4.Meningkatkan tertib administrasi serta akuntabilitas dalam pengelolaan barang persediaan di lingkungan kantor. 5.Mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai CPNS 6.Mengembangkan kemampuan ASN yang adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan Fokus pada optimalisasi pengelolaan dan pencatatan barang persediaan melalui penerapan sistem pencatatan digital terintegrasi. Kegiatan meliputi koordinasi dan konsultasi dengan mentor, pembuatan QR Code, dashboard monitoring yang integrasi dengan spreadsheet, sosialisasi internal, serta evaluasi dan penyempurnaan sistem. kegiatan berlokasi pada Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi. tujuan Ruang lingkup

Visi Visi Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi: "Menjadi Kantor Imigrasi yang profesional, akuntabel, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan publik serta menjaga kedaulatan negara di wilayah Kabupaten Wakatobi.” profil instansi 6 Wakatobi merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara yang terdiri dari empat pulau besar, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Secara geografis, Wakatobi berada di jalur strategis perairan internasional dan dikenal luas sebagai destinasi bahari kelas dunia. Dengan keindahan Taman Nasional Wakatobi yang ditetapkan sejak tahun 1996 serta status sebagai Cagar Biosfer Dunia UNESCO sejak 2012, wilayah ini menjadi salah satu pusat keanekaragaman hayati laut global. Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan tingginya arus kunjungan wisatawan asing, muncul kebutuhan akan pelayanan keimigrasian yang lebih dekat, cepat, dan efektif di wilayah ini. Atas dasar itu, melalui keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, dibentuklah Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi sebagai salah satu unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang sebelumnya dibawahi Kementerian Hukum dan HAM RI Misi Meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian yang cepat, transparan, dan berbasis teknologi informasi. Melaksanakan fungsi pengawasan orang asing secara optimal untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Wakatobi. Mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas. Membangun kerja sama dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung pengawasan serta pelayanan keimigrasian. Mendukung pengembangan pariwisata nasional dengan memberikan layanan keimigrasian yang berkualitas, ramah, dan berstandar internasional. Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

profil peserta Rohmatul Jannah 7Laporan Pelaksanaan Aktualisasi nip. 200304162025062006 instansi kementerian imigrasi dan pemasyarakatan pemeriksa keimigrasian pemula jabatan kantor imigrasi kelas iii non tpi wakatobi unit kerja sub bagian tata usaha

8 analisis isu (metode apkl) Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Berdasarkan hasil analisis isu atau masalah di atas menggunakan pemindaian APKL (Aktual, Problematik, Khalayak, dan Layak), diketahui bahwa isu atau masalah utamanya adalah Belum optimalnya pencatatan barang persediaan masuk dan keluar.

diagram fishbone 9 Berdasarkan hasil analisis fishbone diatas terdapat beberapa akar/ penyebab dari masalah utama, yaitu: Man (Sumber Daya Manusia) Kurangnya kedisiplinan petugas dalam melakukan pencatatan setiap transaksi barang. Money (Anggaran) Terbatasnya anggaran untuk mendukung pengembangan sistem pencatatan yang lebih optimal. Machine (Sistem) Terbatasnya anggaran untuk mendukung pengembangan sistem pencatatan yang lebih optimal. Method (Metode & Prosedur) Belum adanya SOP yang mengatur pencatatan barang masuk dan keluar secara jelas dan real-time Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

analisis usg 10 USG adalah salah satu alat yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas isu yang akan diselesaikan dan dilakukan dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan isu dengan menentukan skala (1-5) dimana skor tertinggi merupakan isu utama atau isu pokok yang akan segera diselesaikan Berdasarkan hasil analisis penetapan core isu menggunakan metode USG, isu prioritas yang diangkat adalah: Belum tersedianya sistem pencatatan digital yang terintegrasi dan mudah digunakan. PENYEBAB MASALAH Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

11 RUMUSAN ISU Optimalisasi pengelolaan barang persediaan melalui penerapan sistem pencatatan digital yang terintegrasi untuk meningkatkan akurasi data stok serta ketepatan perencanaan dan pembelian barang persediaan 1.FOKUS 2.LOKUS Lokus pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini berada pada unit kerja pengelolaan barang persediaan di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi, khususnya pada bagian yang bertanggung jawab terhadap pencatatan dan pengendalian barang persediaan. 3.WAKTU PELAKSANAAN Waktu pelaksanaan kegiatan aktualisasi dilaksanakan selama masa habituasi Latsar. Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

GAGASAN KRATIF PENYELESAIAN CORE ISU 12 Dengan merujuk pada akar penyebab utama, maka gagasan kreatif yang akan dilakukan untuk menyelesaikan core issue tersebut adalah “Optimalisasi sistem pencatatan barang persediaan terintegrasi di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi”. Gagasan ini bertujuan meningkatkan akurasi data stok barang masuk dan keluar sehingga proses perencanaan pembelian barang persediaan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan riil dan kondisi stok aktual. Melalui sistem permintaan dan pencatatan berbasis QR Code, setiap barang yang masuk, keluar, dan digunakan dapat terdokumentasi secara lebih tertib, akurat, dan transparan. Gagasan ini juga mendukung penerapan Manajemen ASN yang efektif dan akuntabel dalam pengelolaan administrasi barang persediaan. Dengan tersedianya data stok yang lebih akurat dan terbarui, proses pengadaan barang rutin dapat dilakukan secara lebih tepat, sehingga meminimalkan risiko pembelian barang yang kurang dibutuhkan maupun keterlambatan pengadaan barang dengan tingkat penggunaan tinggi. Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Untuk mewujudkan gagasan kreatif tersebut, kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama masa habituasi adalah sebagai berikut: 1.Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan monitor terkait rancangan penerapan sistem pencatatan digital barang persediaan berbasis QR Code 2.Membuat sistem permintaan dan pencatatan barang berbasis QR Code yang terintegrasi dengan Google Forms untuk memudahkan input data dan permintaan barang oleh pegawai 3.Menyusun dashboard monitoring stok barang persediaan menggunakan Spreadsheet dan menyusun panduan teknis pengoperasian agar data stok dapat dipantau secara real time dan menjadi dasar perencanaan pembelian barang 4.Melakukan sosialisasi dan uji coba penggunaan sistem kepada pegawai terkait mekanisme permintaan, pencatatan, dan monitoring barang persediaan 5.Melaksanakan evaluasi dan penyempurnaan sistem berdasarkan hasil implementasi awal guna memastikan sistem berjalan efektif dan mendukung ketepatan proses pembelian barang persediaan.

13 kegiatan 1 Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Mentor Menyiapkan bahan konsultasi Melakukan konsultasi Mendokumentasikan kegiatan konsultasi Tahapan kegiatan Tersedianya bahan paparan Terdapat catatan hasil konsultasi Terlaksananya dokumentasi output Akuntabel: Penyusunan bahan konsultasi dilakukan secara cermat dan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya serta penyampaian informasi dan rencana kegiatan secara transparan Harmonis: Penjadwalan konsultasi dilakukan dengan memperhatikan ketepatan waktu dan kebutuhan pihak terkait dan saat pelaksanaan konsultasi terjalinnya komunikasi yang baik dan saling menghargai antara peserta dengan pimpinan dalam memperoleh arahan pelaksanaan aktualisasi. Kompeten: Konsultasi dilakukan dengan memahami permasalahan dan menyampaikan informasi secara tepat keterkaitan substansi mata pelatihan

dokumentasi kegiatan 1 14Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

15 kegiatan 2 Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Membuat sistem permintaan dan pencatatan barang berbasis QR Code yang terintegrasi Mempelajari cara pembuatan google form Merancang konsep form pencatatan Membuat Form Melakukan uji coba form Mendokumentasikan kegiatan perencanaan form Tahapan kegiatan Terampilnya penggunaan google form dalam peng umpulan data Terdapat konsep form pencatatan Tersedianya form pencatatan Terlaksananya uji coba form Terlaksananya dokumentasi dan terdapat hasil dokumentasi output Akuntabel: Merancangan form dilakukan secara sistematis agar data yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan Kompeten: ASN bisa mengimplementasikan konsep form ke dalam sistem digital secara tepat dan efektif Adaptif: Pembuatan form menunjukkan kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi mendukung pekerjaan keterkaitan substansi mata pelatihan

dokumentasi kegiatan 2 16Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

17 kegiatan 3 Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Menyusun dashboard monitoring stok barang persediaan menggunakan Spreadsheet dan membuat panduan teknis pengoperasian Merancang konsep dashboard monitoring Membuat Dashboard monitoring Membuat panduan teknis pengoperasian Melakukan uji coba Mendokumentasikan kegiatan perencanaan dashboard Tahapan kegiatan Terdapat konsep dashboard monitoring Terdapat dashboard monitoring Terdapat panduan teknis pengoperasian Terlaksananya uji coba Terlaksananya dokumentasi dan terdapat dokumentasi output Akuntabel: Perancangan dashboard dilakukan dengan memperhatikan keakuratan informasi agar hasil monitoring dapat dipertanggungjawabkan Kompeten: ASN bisa mengimplementasikan konsep form ke dalam sistem digital secara tepat dan efektif Berorientasi Pelayanan: Pembuatan form menunjukkan kemampuan ASN dalam memanfaatkan teknologi mendukung pekerjaan. keterkaitan substansi mata pelatihan

dokumentasi kegiatan 3 18Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

19 kegiatan 4 Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Melakukan sosialisasi dan uji coba penggunaan sistem kepada pegawai Membuat nota dinas dan daftar hadir Melakukan sosialisasi tata cara pengisian form Menyusun notula dan dokumentasi kegiatan sosialisasi cara pengisian form Tahapan kegiatan Terdapat nota dinas dan daftar hadir Terlaksananya sosialisasi Terdapat notula dan dokumentasi output Akuntabel: Pembuatan nota dinas dan daftar hadir dilakukan secara tertib sebagai bentuk administrasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Loyal: Penyusunan dokumen dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran kegiatan organisasi Harmonis: Pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai antarpegawai keterkaitan substansi mata pelatihan

dokumentasi kegiatan 4 20Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

21 kegiatan 5 Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Melaksanakan evaluasi dan penyempurnaan sistem Menghadap atasan untuk melaporkan hasil kegiatan Membuat laporan tertulis pelaksanan aktualisasi Menyusun tindak lanjut untuk pengembangan dan penyempurnaan kegiatan aktualisasi Tahapan kegiatan Terlaksananya pelaporan hasil kegiatan kepada atasan Terdapat laporan tertulis pelaksanaan aktualisasi Terdapat tindak lanjut terhadap pengembangan dan penyempurnaan aktualisasi output Kompeten: Mampu menyusun laporan secara sistematis, jelas, dan sesuai ketentuan. Akuntabel: Laporan tertulis dibuat berdasarkan data dan fakta pelaksanaan kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan Adaptif: ASN melakukan perbaikan dan pengembangan kegiatan sesuai hasil evaluasi keterkaitan substansi mata pelatihan

dokumentasi kegiatan 5 22Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

capaian penyelesaian core isu 23 Sebelum aktualisasi, pengelola barang persediaan mengalami kesulitan dalam melakukan perencanaan pembelian barang persediaan rutin karena tidak tersedianya data stok yang akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Proses pencatatan keluar masuk barang masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi keterlambatan dalam pembaruan data persediaan. Selain itu, tidak adanya sistem monitoring yang terintegrasi menyebabkan pengelola harus melakukan pengecekan fisik secara langsung untuk mengetahui jumlah stok yang tersedia. Kondisi tersebut mengakibatkan proses perencanaan kebutuhan barang menjadi kurang efektif karena keputusan pembelian sering kali didasarkan pada perkiraan atau data yang belum diperbarui. Akibatnya, terdapat risiko terjadinya kekurangan stok pada saat barang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kantor, maupun kelebihan stok yang dapat menyebabkan penumpukan barang di gudang. Selain berdampak pada efisiensi pengelolaan persediaan, kondisi ini juga meningkatkan beban kerja pengelola barang karena memerlukan waktu dan tenaga lebih dalam melakukan pencatatan, pengecekan, serta penyusunan laporan persediaan. sebelum aktualisasi Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Setelah aktualisasi, pengelola barang persediaan dapat melakukan perencanaan pembelian barang persediaan rutin dengan lebih mudah, tepat, dan terukur karena telah tersedia data stok yang akurat serta sesuai dengan kondisi riil. Melalui penerapan sistem permintaan dan pencatatan barang berbasis QR Code yang terintegrasi, setiap transaksi keluar masuk barang dapat tercatat secara otomatis dan terdokumentasi dengan baik. Data persediaan juga dapat diperbarui secara berkala sehingga informasi mengenai jumlah stok yang tersedia selalu mutakhir dan mudah diakses. Dengan adanya sistem tersebut, pengelola barang tidak lagi bergantung pada pencatatan manual maupun pengecekan fisik yang memerlukan waktu dan tenaga yang besar. Monitoring stok dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien melalui dashboard yang menampilkan informasi persediaan secara real time. Hal ini memungkinkan pengelola untuk mengetahui kondisi stok setiap saat, termasuk barang yang jumlahnya mulai menipis dan memerlukan pengadaan kembali. setelah aktualisasi

24 manfaat terselesaikannya core isu Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Proses aktualisasi melatih kemampuan analisis, ketelitian, dan penerapan nilai ASN BerAKHLAK dalam pekerjaan nyata. Penulis belajar bagaimana mengidentifikasi masalah secara sistematis, merumuskan solusi kreatif, serta mengintegrasikan teknologi digital ke dalam pelayanan publik. Nilai Kompeten tercermin dalam kemampuan saya mengidentifikasi permasalahan pengelolaan barang persediaan, menyusun kebutuhan sistem, serta mengimplementasikan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung proses pencatatan dan monitoring stok barang secara lebih efektif. Nilai Akuntabel diwujudkan melalui setiap tahapan kegiatan yang dilaksanakan secara terencana, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari perancangan sistem, penginputan data, hingga pelaksanaan monitoring persediaan. Sementara itu, nilai Adaptif terlihat dari pemanfaatan QR Code, Google Forms, dan Spreadsheet sebagai inovasi digital yang mendukung transformasi pengelolaan barang persediaan menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien. Selain itu, pelaksanaan aktualisasi ini meningkatkan kemampuan saya dalam berkoordinasi dan berkolaborasi dengan mentor, coach, serta rekan kerja untuk memperoleh masukan dan dukungan dalam penyempurnaan sistem yang dikembangkan. Pengalaman tersebut juga memperkuat pemahaman saya mengenai pentingnya inovasi dan digitalisasi dalam mendukung tata kelola administrasi yang efektif, sekaligus membentuk karakter sebagai ASN yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan birokrasi modern di era transformasi digital Bagi instansi, manfaat yang diperoleh dari implementasi sistem permintaan dan pencatatan barang persediaan berbasis QR Code sangat signifikan. Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi kini memiliki sistem pengelolaan persediaan yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Data stok barang dapat dipantau secara real time sehingga memudahkan pengelola dalam melakukan perencanaan pengadaan, pengendalian stok, serta penyusunan laporan persediaan. Pemanfaatan QR Code, Google Forms, dan dashboard monitoring juga mendukung transformasi digital di lingkungan kerja serta memperkuat citra organisasi sebagai instansi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan Manfaat juga dirasakan oleh para pemangku kepentingan internal, khususnya pengelola barang persediaan, pejabat terkait, dan seluruh pegawai yang menggunakan barang persediaan kantor. Pengelola barang memperoleh kemudahan dalam melakukan monitoring stok, pencatatan transaksi keluar masuk barang, serta penyusunan laporan persediaan yang lebih akurat dan akuntabel. Sementara itu, pegawai dapat mengajukan permintaan barang dengan prosedur yang lebih sederhana, cepat, dan terdokumentasi dengan baik melalui sistem yang telah disediakan. Ketersediaan data yang akurat juga membantu pimpinan dalam melakukan pengawasan dan pengambilan keputusan terkait pengelolaan persediaan. individu peserta instansi stakeholder

rencana tindak lanjut 25Laporan Pelaksanaan Aktualisasi

26 kesimpulan Laporan Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan Ke-1 (Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan mentor), nilai akuntabel dan harmonis tampak jelas melalui penyampaian informasi dan rencana kegiatan secara transparan serta terjalinnya komunikasi yang baik dan saling menghargai antara peserta dengan pimpinan dalam memperoleh arahan pelaksanaan aktualisasi. Kegiatan Ke-2 (Membuat sistem permintaan dan pencatatan barang berbasis QR Code yang terintegrasi), nilai akuntabel dan kompeten tercermin melalui perancangan sistem dilakukan secara sistematis agar data yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan serta Uji coba dilakukan untuk memastikan sistem berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang akurat. Kegiatan Ke-3 (Menyusun dashboard monitoring stok barang persediaan menggunakan Spreadsheet dan membuat panduan teknis pengoperasian), nilai akuntabel dan kompeten terlihat dari Perancangan dashboard dan pembuatan panduan teknis dilakukan dengan memperhatikan keakuratan informasi agar hasil monitoring dapat dipertanggungjawabkan serta hasil pembuatan dashboard dan panduan teknis menjadi informatif dan mudah digunakan Kegiatan Ke-4 (Melakukan sosialisasi dan uji coba penggunaan sistem kepada pegawai), nilai harmonis dan loyal tampak melalui Pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai antarpegawai serta Pendokumentasian kegiatan dilakukan untuk mendukung tertib administrasi dan arsip Kegiatan Ke-5 (Melaksanakan evaluasi dan penyempurnaan sistem), nilai kompeten dan akuntabel diwujudkan melalui mampu merancang langkah penyempurnaan kegiatan agar lebih baik lagi serta pembuatan laporan disususn secara sistematis, jelas, dan sesuai ketentuan. Proses ini memastikan keberlanjutan inovasi dan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan. Gagasan kreatif berupa optimalisasi sistem pencatatan barang persediaan terintegrasi berbasis QR Code terbukti efektif dalam menyelesaikan core issue yang berkaitan dengan kurang optimalnya pengelolaan dan pencatatan barang persediaan di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi. Inovasi ini mampu mengubah proses pencatatan dan permintaan barang yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi sistem yang lebih cepat, akurat, dan terintegrasi habituasi mata pelatihan Gagasan Kreatif Penyelesaian Core Isu capaian hasil penyelesaian Core isu berupa belum optimalnya pencatatan dan pengelolaan barang persediaan di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi berhasil diselesaikan melalui penerapan sistem pencatatan barang persediaan terintegrasi berbasis QR Code. Sebelum aktualisasi, proses pencatatan dan permintaan barang masih dilakukan secara manual sehingga data stok kurang akurat dan sulit dipantau secara cepat. Setelah aktualisasi, setiap transaksi barang dapat tercatat secara lebih tertib, akurat, dan terintegrasi. Dengan demikian, hasil aktualisasi memberikan dampak nyata berupa meningkatnya akurasi data persediaan, kemudahan pemantauan stok, serta pengelolaan barang persediaan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

rekomendasi 27Laporan Pelaksanaan Aktualisasi bagi penyelenggara pelatihan Berdasarkan pengalaman aktualisasi yang telah dilaksanakan, saya merekomendasikan agar penyelenggara pelatihan terus mendorong peserta untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan permasalahan dan kebutuhan instansi masing-masing. Pendampingan dari coach dan mentor perlu terus diperkuat agar peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK secara nyata melalui kegiatan aktualisasi. Selain itu, pembelajaran berbasis praktik dan penyelesaian masalah aktual di unit kerja perlu terus dikembangkan sehingga peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menghasilkan solusi yang memberikan manfaat bagi organisasi. Dengan demikian, pelatihan Latsar CPNS dapat menjadi sarana pembentukan ASN yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. bagi instansi asal peserta Untuk instansi asal peserta, penulis merekomendasikan agar sistem pencatatan barang persediaan terintegrasi yang telah dibangun melalui aktualisasi ini tidak berhenti sebagai inovasi individu, tetapi diterapkan secara berkelanjutan dalam pengelolaan persediaan di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi. Sistem berbasis QR Code dan dashboard monitoring stok perlu terus dimanfaatkan dan diperbarui sesuai kebutuhan organisasi agar data persediaan tetap akurat dan relevan. Selain itu, instansi perlu memastikan konsistensi penggunaan sistem oleh seluruh pegawai yang terlibat dalam pengelolaan barang persediaan serta menjadikan inovasi ini sebagai praktik baik yang dapat dikembangkan pada proses administrasi lainnya. Dengan demikian, manfaat yang diperoleh tidak hanya berupa peningkatan akurasi pencatatan dan kemudahan pemantauan stok barang, tetapi juga terwujudnya tata kelola administrasi yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Wakatobi.

daftar pustaka 28Laporan Pelaksanaan Aktualisasi