Flipbook ini menyajikan katalog digital koleksi Museum Juang 45 Surabaya, yang berlokasi di Jl. Mayjend Sungkono No. 106. Museum ini diresmikan Presiden Soeharto pada 17 April 1993 dan menyimpan jejak perjuangan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan, dari Proklamasi 17 Agustus hingga Pertempuran 10 November 1945.
E Katalog Koleksi Museum Juang 45 Surabaya ini menyajikan dokumentasi koleksi museum yang berlokasi di Jl. Mayjend Sungkono No. 106, Surabaya. Diresmikan Presiden Soeharto pada 17 April 1993, museum ini menyimpan jejak perjuangan rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan, dari Proklamasi 17 Agustus hingga Pertempuran 10 November 1945. Flipbook ini ditujukan bagi masyarakat umum, pelajar, dan peneliti sejarah perjuangan Arek-Arek Suroboyo.
Koleksi lukisan mencakup peristiwa perobekan bendera di Hotel Yamato pada 19 September 1945 karya S.TOPO, pertempuran Batalyon Mayangkara pimpinan Mayor Djarot Soebiantoro karya M. Soehib, pertempuran di depan Gedung Whiteaway (kini Toko Siola) pada 10 November 1945, tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby di Gedung Internatio Jembatan Merah pada 30 Oktober 1945, dan pertahanan BKR Laut di Gapura Surya Agung pada 25 Oktober 1945.
Koleksi foto mendokumentasikan kedatangan Kolonel Sungkono di Surabaya November 1949, insiden perobekan bendera di Hotel Yamato, kunjungan anggota Komisi Tiga Negara ke front Jawa Timur Desember 1947, kunjungan Komisi Konsuler ke front Jawa Timur, kepulangan tawanan perang ke daerah Republik pada 3 Juni 1948, dan inspeksi Jenderal Sudirman terhadap tentara Jepang di Malang pada 28 April 1946.
Bagian biografi menyajikan profil Mayjend Sungkono, pahlawan nasional kelahiran Purbalingga 1 Januari 1911 yang memimpin pertahanan Kota Surabaya pada Pertempuran 10 November 1945. Juga terdapat dokumentasi Monumen Perjuangan 45 dengan relief yang menggambarkan peristiwa dari Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, hingga pergolakan 1950.
Koleksi kursi milik Panglima Soedirman dipajang sebagai artefak perjuangan. Kursi kayu jati dan anyaman bambu ini berasal dari rumah persinggahan markas rahasia selama Perang Gerilya di Jawa Timur 1948-1949. Juga terdapat koleksi Gerbong Maut Bondowoso, gerbong kereta api barang yang menjadi saksi kematian 38 pejuang pada 23 November 1947 dalam perjalanan dari Bondowoso ke Surabaya.
Bagian penutup berisi ajakan untuk mengenang dan mempelajari sejarah perjuangan di DHD 45 Jawa Timur, serta ucapan terima kasih dan informasi kontak melalui situs gedungjuang45.weebly.com.