View Timi dan Teman Bintang yang Hilang (14.8 x 21 inci) flipbook.
Timi dan Taman BintangTimi dan Taman BintangTimi dan Taman Bintang yang Hilangyang Hilangyang Hilang Timi dan Taman Bintang yang Hilangstory book by Risma Pramaysella
Timi dan Taman Bintang yang HilangSebuah Cerita tentang Persahabatan dan KebaikanDitulis dan diilustrasikan oleh:Risma Pramaysella
Di sebuah hutan yang jauh, hiduplahDi sebuah hutan yang jauh, hiduplah kelinci kecil bernama Timi.kelinci kecil bernama Timi. Ia tinggal dekat Taman Bintang, tempatIa tinggal dekat Taman Bintang, tempat bunga-bunga bersinar indah setiapbunga-bunga bersinar indah setiap malammalam Di sebuah hutan yang jauh, hiduplah kelinci kecil bernama Timi. Ia tinggal dekat Taman Bintang, tempat bunga-bunga bersinar indah setiap malam
Setiap malam, bintang-bintang kecil turunSetiap malam, bintang-bintang kecil turun untuk bermain di taman. Mereka menari diuntuk bermain di taman. Mereka menari di antara bunga dan membuat seluruh hutanantara bunga dan membuat seluruh hutan berkilauanberkilauan Setiap malam, bintang-bintang kecil turun untuk bermain di taman. Mereka menari di antara bunga dan membuat seluruh hutan berkilauan
Namun, suatu malam, sesuatu yang aneh terjadi.Namun, suatu malam, sesuatu yang aneh terjadi. Bintang-bintang itu menghilang! Bunga-bunga punBintang-bintang itu menghilang! Bunga-bunga pun kehilangan cahayanyakehilangan cahayanya Namun, suatu malam, sesuatu yang aneh terjadi. Bintang-bintang itu menghilang! Bunga-bunga pun kehilangan cahayanya
Tiba-tiba, Lumi si kunang-kunang datang menghampiriTiba-tiba, Lumi si kunang-kunang datang menghampiri Timi. ‘Aku mendengar bintang-bintang sedangTimi. ‘Aku mendengar bintang-bintang sedang bersembunyi,’ katanya. ‘Bagaimana kalau kita mencaribersembunyi,’ katanya. ‘Bagaimana kalau kita mencari mereka?mereka? Tiba-tiba, Lumi si kunang-kunang datang menghampiri Timi. ‘Aku mendengar bintang-bintang sedang bersembunyi,’ katanya. ‘Bagaimana kalau kita mencari mereka?
Ayo kita cari bersama!’ seru Timi. BersamaAyo kita cari bersama!’ seru Timi. Bersama Lumi, ia berjalan menyusuri jalan setapak yangLumi, ia berjalan menyusuri jalan setapak yang dipenuhi jamur-jamur berwarnadipenuhi jamur-jamur berwarna Ayo kita cari bersama!’ seru Timi. Bersama Lumi, ia berjalan menyusuri jalan setapak yang dipenuhi jamur-jamur berwarna
Di tengah perjalanan, mereka bertemu Piko siDi tengah perjalanan, mereka bertemu Piko si landak. Duri-duri kecilnya tersangkut di antaralandak. Duri-duri kecilnya tersangkut di antara ranting. ‘Boleh kami membantumu?’ tanya Timiranting. ‘Boleh kami membantumu?’ tanya Timi Di tengah perjalanan, mereka bertemu Piko si landak. Duri-duri kecilnya tersangkut di antara ranting. ‘Boleh kami membantumu?’ tanya Timi
Timi membantu melepaskan ranting itu, sementaraTimi membantu melepaskan ranting itu, sementara Lumi menerangi jalan. Piko tersenyum senang.Lumi menerangi jalan. Piko tersenyum senang. ‘Terima kasih! Aku tahu jalan menuju Danau‘Terima kasih! Aku tahu jalan menuju Danau Pelangi. Ikutlah denganku!’Pelangi. Ikutlah denganku!’ Timi membantu melepaskan ranting itu, sementara Lumi menerangi jalan. Piko tersenyum senang. ‘Terima kasih! Aku tahu jalan menuju Danau Pelangi. Ikutlah denganku!’
Mereka tiba di Danau Pelangi. AirnyaMereka tiba di Danau Pelangi. Airnya berkilauan dalam tujuh warna. Di tepi danau,berkilauan dalam tujuh warna. Di tepi danau, mereka melihat sesuatu yang berkelip di ujungmereka melihat sesuatu yang berkelip di ujung daundaun Mereka tiba di Danau Pelangi. Airnya berkilauan dalam tujuh warna. Di tepi danau, mereka melihat sesuatu yang berkelip di ujung daun
‘Lihat! Embun Pelangi!’ seru Lumi. Timi‘Lihat! Embun Pelangi!’ seru Lumi. Timi mengangkatnya dengan hati-hati. Tetapi, hanyamengangkatnya dengan hati-hati. Tetapi, hanya ada satu tetes kecil. Apakah cahaya itu cukup untukada satu tetes kecil. Apakah cahaya itu cukup untuk seluruh taman?seluruh taman? ‘Lihat! Embun Pelangi!’ seru Lumi. Timi mengangkatnya dengan hati-hati. Tetapi, hanya ada satu tetes kecil. Apakah cahaya itu cukup untuk seluruh taman?
Timi mencoba menyentuhkan embun itu padaTimi mencoba menyentuhkan embun itu pada bunga. Satu bunga bersinar, tetapi bunga lainnyabunga. Satu bunga bersinar, tetapi bunga lainnya masih gelap. Lalu Piko mendapat ide. ‘Bagaimanamasih gelap. Lalu Piko mendapat ide. ‘Bagaimana kalau kita membantu setiap bunga bersama-sama?kalau kita membantu setiap bunga bersama-sama? Timi mencoba menyentuhkan embun itu pada bunga. Satu bunga bersinar, tetapi bunga lainnya masih gelap. Lalu Piko mendapat ide. ‘Bagaimana kalau kita membantu setiap bunga bersama-sama?
Timi merawat bunga, Piko membersihkan jalan, danTimi merawat bunga, Piko membersihkan jalan, dan Lumi terbang membawa cahaya. Sedikit demiLumi terbang membawa cahaya. Sedikit demi sedikit, taman mulai bersinar kembalisedikit, taman mulai bersinar kembali Timi merawat bunga, Piko membersihkan jalan, dan Lumi terbang membawa cahaya. Sedikit demi sedikit, taman mulai bersinar kembali
Tiba-tiba, bintang-bintang kecil muncul kembali!Tiba-tiba, bintang-bintang kecil muncul kembali! Seluruh taman bersinar lebih indah daripadaSeluruh taman bersinar lebih indah daripada sebelumnya. ‘Kita berhasil!’ seru Timi gembirasebelumnya. ‘Kita berhasil!’ seru Timi gembira Tiba-tiba, bintang-bintang kecil muncul kembali! Seluruh taman bersinar lebih indah daripada sebelumnya. ‘Kita berhasil!’ seru Timi gembira
‘Ternyata, kita bisa melakukan hal hebat saat‘Ternyata, kita bisa melakukan hal hebat saat saling membantu,’ kata Piko. Timi tersenyum.saling membantu,’ kata Piko. Timi tersenyum. Malam itu, mereka menikmati taman yang indahMalam itu, mereka menikmati taman yang indah bersama-samabersama-sama ‘Ternyata, kita bisa melakukan hal hebat saat saling membantu,’ kata Piko. Timi tersenyum. Malam itu, mereka menikmati taman yang indah bersama-sama
Saat malam semakin larut, Timi pulang denganSaat malam semakin larut, Timi pulang dengan hati gembira. Ia tahu, sekecil apa pun kebaikanhati gembira. Ia tahu, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, semuanya bisa membawa cahayayang dilakukan, semuanya bisa membawa cahaya Saat malam semakin larut, Timi pulang dengan hati gembira. Ia tahu, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, semuanya bisa membawa cahaya
Di tempat tidurnya, Timi memejamkan mata sambilDi tempat tidurnya, Timi memejamkan mata sambil tersenyum. Di luar jendela, bintang-bintang berkeliptersenyum. Di luar jendela, bintang-bintang berkelip lembut. Selamat malam, Timi. Selamat malam, dunialembut. Selamat malam, Timi. Selamat malam, dunia ajaibajaib Di tempat tidurnya, Timi memejamkan mata sambil tersenyum. Di luar jendela, bintang-bintang berkelip lembut. Selamat malam, Timi. Selamat malam, dunia ajaib
“Kebaikan kecil dapat membuat dunia“Kebaikan kecil dapat membuat dunia bersinar lebih terang”bersinar lebih terang” “Kebaikan kecil dapat membuat dunia bersinar lebih terang” Suatu malam, bintang-bintang ajaib di tamanSuatu malam, bintang-bintang ajaib di taman Timi tiba-tiba menghilang! Bersama Lumi siTimi tiba-tiba menghilang! Bersama Lumi si kunang-kunang dan Piko si landak kecil, Timikunang-kunang dan Piko si landak kecil, Timi memulai petualangan untuk menemukan kembalimemulai petualangan untuk menemukan kembali cahaya yang hilang.cahaya yang hilang. Dalam perjalanan, mereka belajar bahwaDalam perjalanan, mereka belajar bahwa kebaikan, persahabatan, dan kerja sama dapatkebaikan, persahabatan, dan kerja sama dapat membuat hal-hal kecil menjadi luar biasa.membuat hal-hal kecil menjadi luar biasa. Suatu malam, bintang-bintang ajaib di taman Timi tiba-tiba menghilang! Bersama Lumi si kunang-kunang dan Piko si landak kecil, Timi memulai petualangan untuk menemukan kembali cahaya yang hilang. Dalam perjalanan, mereka belajar bahwa kebaikan, persahabatan, dan kerja sama dapat membuat hal-hal kecil menjadi luar biasa.story book by Risma Pramaysella