Dokumen ini adalah laporan observasi dan studi ilmiah tentang tanaman tebu (Saccharum officinarum) yang disusun oleh seorang siswa bernama Razka Wakhidiansyah dari kelas X PPLG 1, kelompok 6, pada tanggal 7 Agustus 2026. Dokumen ini ditujukan untuk keperluan tugas sekolah atau proyek ilmiah, membahas secara rinci faktor abiotik dan biotik yang memengaruhi pertumbuhan tebu, serta adaptasi dan…
Dokumen ini adalah laporan observasi dan studi ilmiah tentang tanaman tebu (Saccharum officinarum) yang disusun oleh seorang siswa bernama Razka Wakhidiansyah dari kelas X PPLG 1, kelompok 6, pada tanggal 7 Agustus 2026. Dokumen ini ditujukan untuk keperluan tugas sekolah atau proyek ilmiah, membahas secara rinci faktor abiotik dan biotik yang memengaruhi pertumbuhan tebu, serta adaptasi dan interaksi tanaman dalam ekosistem.
Bagian pertama dokumen menjelaskan kebutuhan dasar tanaman tebu, meliputi cahaya matahari, penyiraman, media tanam, suhu ideal (24-31°C), dan pH tanah (5,5-7). Dijelaskan pula perbedaan antara pertumbuhan (perubahan ukuran fisik) dan perkembangan (perubahan fungsi organ menuju kedewasaan).
Selanjutnya, dokumen menguraikan komponen abiotik seperti cahaya matahari (7-9 jam/hari), suhu udara (22-30°C), kelembapan udara (80-85% fase aktif, 45-65% saat pemasakan), air, tanah gembur dengan pH 6,5-7,5, dan angin. Komponen biotik mencakup serangga, burung, cacing tanah, jamur, tumbuhan liar, dan manusia, masing-masing dengan peran positif atau negatif terhadap tebu.
Bagian adaptasi membahas morfologi (lapisan lilin pada daun untuk mengurangi penguapan), fisiologi (fotosintesis C4 yang efisien), dan adaptasi akar (memanjang hingga 1,5-2 meter untuk mencari air). Habitat asli tebu dijelaskan sebagai daerah tropis Asia Tenggara dengan iklim hangat, curah hujan 1.000-2.500 mm/tahun, dan tanah subur.
Interaksi dalam ekosistem tebu dirinci dalam tabel, meliputi mutualisme (jamur mikoriza), komensalisme (tumbuhan menempel), kompetisi (dengan gulma), dan predasi/herbivori (larva penggerek). Dokumen juga menyajikan cerita ilmiah tentang pengamatan perubahan lingkungan, seperti suhu ekstrem dan kekurangan air, yang menyebabkan daun melipat, batang mengecil, dan risiko kematian tanaman.
Terakhir, dokumen membahas aktivitas manusia dan pelestarian, termasuk penyediaan bibit unggul melalui kultur jaringan, pertanian organik, pelatihan petani, dan perlindungan lahan. Dampak positif dan negatif aktivitas manusia dicatat, serta hubungan tebu dengan sistem bumi (hidrosfer, litosfer, atmosfer) melalui siklus air, tanah, dan udara.