Dokumen ini adalah pidato pengantar Bupati Natuna yang menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Natuna untuk Tahun Anggaran 2027. Pidato ini ditujukan kepada DPRD Kabupaten Natuna dan para pemangku kepentingan daerah sebagai pembukaan pembahasan anggaran. Bagian awal pidato memaparkan arah pembangunan Natuna tahun 2027, yaitu pengembangan…
Dokumen ini adalah pidato pengantar Bupati Natuna yang menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Natuna untuk Tahun Anggaran 2027. Pidato ini ditujukan kepada DPRD Kabupaten Natuna dan para pemangku kepentingan daerah sebagai pembukaan pembahasan anggaran.
Bagian awal pidato memaparkan arah pembangunan Natuna tahun 2027, yaitu pengembangan potensi ekonomi daerah, pemerataan pembangunan dan konektivitas antarpulau, peningkatan kualitas SDM, serta penguatan tata kelola pemerintahan. Disertakan data ekonomi makro: pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 10,49 persen, IPM 78,94, tingkat kemiskinan 4,81 persen, dan Gini ratio 0,263.
Bagian I membahas Pendapatan Daerah yang direncanakan sebesar Rp1,030 triliun, terdiri dari PAD Rp107,42 miliar, pendapatan transfer Rp916,04 miliar, dan lain-lain pendapatan sah Rp7,02 miliar. Pemerintah daerah berencana memperkuat PAD melalui perbaikan basis data, optimalisasi pajak dan retribusi, digitalisasi penerimaan, serta optimalisasi aset daerah.
Bagian II menguraikan Belanja Daerah sebesar Rp1,035 triliun, terdiri dari belanja operasi Rp753,99 miliar, belanja modal Rp157,76 miliar, belanja tidak terduga Rp5 miliar, dan belanja transfer Rp118,72 miliar. Belanja modal meningkat 34,41 persen dibanding 2026, diarahkan untuk infrastruktur, konektivitas, pelayanan dasar, dan dukungan ekonomi masyarakat.
Bagian III menjelaskan Defisit dan Pembiayaan: defisit Rp5 miliar ditutup melalui penerimaan pembiayaan dari estimasi SILPA tahun sebelumnya. Prioritas pembangunan meliputi penguatan pelayanan dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan konektivitas antarpulau, pengembangan ekonomi lokal, perlindungan sosial, dan penguatan tata kelola pemerintahan.
Pidato ditutup dengan harapan agar RAPBD dibahas bersama secara konstruktif antara pemerintah daerah dan DPRD, dengan semangat Laut Sakti Rantau Bertuah untuk membangun Natuna yang lebih kuat ekonominya, terhubung antarpulaunya, baik pelayanan publiknya, berkualitas SDM-nya, serta merata pembangunan dan kesejahteraannya.