Lembar kerja herbarium ini mendokumentasikan habitat dan adaptasi tanaman terong (Solanum melongena L.) berdasarkan pengamatan langsung di halaman samping rumah pada 27 Juli 2026. Materi mencakup identitas tanaman, kondisi lingkungan abiotik seperti suhu, kelembapan, jenis tanah, dan curah hujan, serta faktor biotik seperti interaksi dengan lebah, cacing, ulat, dan jamur Fusarium. Adaptasi…
Dokumen ini adalah lembar kerja herbarium yang mendokumentasikan habitat dan adaptasi tanaman terong (Solanum melongena L.) berdasarkan pengamatan langsung. Materi ditujukan untuk siswa atau peneliti pemula yang mempelajari ekologi tumbuhan dan hubungannya dengan lingkungan.
Bagian pertama mencakup identitas tanaman meliputi nama lokal, nama ilmiah, lokasi pengamatan di halaman samping rumah, dan tanggal observasi 27 Juli 2026. Habitat alami dijelaskan berasal dari Asia Selatan, tumbuh di dataran rendah 1-800 mdpl dengan iklim tropis dan subtropis serta curah hujan sedang hingga tinggi.
Kondisi lingkungan dirinci dalam faktor abiotik: ketinggian tempat, suhu hangat optimal 22°C-30°C, kelembapan sedang, jenis tanah lempung berpasir subur kaya bahan organik, ketersediaan air cukup, dan angin sedang. Faktor biotik mencakup interaksi dengan lebah (mutualisme penyerbukan), cacing (menyuburkan tanah), ulat sebagai hama pemakan daun, dan jamur Fusarium yang bersifat parasit.
Adaptasi tanaman dijelaskan dalam tiga kategori: morfologi dengan trikoma pada batang dan daun untuk mengurangi penguapan dan menghalau serangga, fisiologi dengan produksi solanin untuk pertahanan terhadap patogen, serta tingkah laku menggulung daun saat terik untuk mengurangi transpirasi. Kesimpulan menekankan ketergantungan terong pada kesuburan tanah abiotik dan bantuan serangga biotik untuk berbuah optimal.
Fakta menarik menyebutkan bahwa terong secara botani adalah buah beri besar, bukan sayuran, dan merupakan kerabat dekat tomat, kentang, serta cabai dari keluarga Solanaceae. Tanaman ini mengandung nikotin alami dalam jumlah sangat kecil dan aman dikonsumsi. Refleksi pribadi mencatat bahwa bulu halus pada tanaman berfungsi sebagai pelindung alami dari panas dan hama.