Selamat Datang di Kampung Harmoni

Halaman Hak Cipta ISBN, copyright penerbit, tahun terbit

Mentari pagi menyinari Kampung Harmoni yang asri. Burung-burung berkicau riang, kupu-kupu beterbangan di antara bunga-bunga, dan angin sepoi-sepoi membuat dedaunan menari.

Di Kampung Harmoni yang indah itu, tinggal lah kakak beradik yang selalu bersama. Mereka bernama Sena dan Gia.

Sena adalah kakak laki-laki yang baik hati, Ia senang membaca buku, mengamati alam, dan selalu menjaga adiknya.

Setiap pagi, Sena menggenggam tangan Gia sebelum mereka keluar rumah. Gia adalah adik perempuan yang ceria. Ia suka bertanya tentang banyak hal dan selalu tersenyum saat berjalan bersama kakaknya.

Setiap pagi, Sena menggengam tangan Gia sebelum mereka keluar rumah. “Ayo Gia! Hari ini kita akan melihat keajaiban apa ya?” tanya Sena. “Aku siap, kak Sena” jawab Gia.

Sena tersenyum. "Kupu-kupu membantu bunga-bunga tumbuh deng Mereka berjalan melewati kebun bunga yang berwarna-warni.

Gia mengangguk sambil memperhatikan kupu-kupu itu terbang perlahan. Seekor kupu-kupu kuning hinggap di atas bunga matahari. “Wah, cantik sekali!” seru Gia.

Sena tersenyum. “Kupu-kupu membantu bunga-bunga tumbuh dengan membawa serbuk sari. Alam saling membantu”.

Gia mengangguk sambil memperhatikan kupu-kupu itu terbang perlahan.

Sena berjongkok. "Walaupun pelan, siput tetap terus berjalan. Kita juga harus terus ber kita harus mencapai tujuan kita" Di tepi jalan, mereka melihat seekor siput kecil sedang berusaha melawati jalan setapak. “Kak, siputnya lambat sekali ya jalannya?” tanya Gia.

Di tepi jalan, mereka melihat seekor siput kecil sedang berusaha melewati jalan setapak. “Kak, siputnya lambat sekali ya?” tanya Gia “Walaupun pelan, siput tetap terus berjalan. Kita harus mencontoh siput, karena siput tetap berusaha mencapai tujuan walaupun jalannya pelan” jawab Sena.

“Walaupun pelan, siput tetap terus berjalan. Kita harus mencontoh siput karena terus berusaha agar sampai tujuan walaupun pelan-pelan jalannya” jawab Sena. Mereka menunggu hingga siput itu berhasil mencapai rerumputan.

Burung itu berkicau semakin riang, seolah menyapa mereka. Tak lama kemudian, mereka mendengar suara burung kecil berkicau di atas pohon. “Cuit… Cuit…”

Saat matahari mulai meninggi, mereka kembali ke rumah. Sena dan Gia melambaikan tangan. “Halo, burung kecil!” seru Sena. “Kamu lucu sekali” seru Gia.

Bunda sudah menyiapkan susu hangat dan roti untuk mereka. Burung itu berkicau semakin riang, seolah menyapa mereka. Sena dan Gia pun tertawa bersama.

Saat matahari mulai terik, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.

Bunda di rumah sudah menyiapkan makanan hangat untuk Sena dan Gia.

“Jadi apa yang kalian temukan hari ini ?” tanya ayah. “Kupu-kupu yang cantik, siput yang pantang menyerah, dan burung lucu yang menyapa kami” jawab Gia dengan semangat.

Bunda tersenyum bangga. “Setiap hari, alam selalu mengajarkan sesuatu kepada kita. Yang penting kita mau memperhatikan”

Di Kampung Harmoni, setiap hari selalu membawa cerita baru. Dan selama Sena dan Gia bersama, setiap langkah akan menjadi sebuah petualangan yang penuh kebaikan. “Aku tidak sabar untuk petualangan besok” seru Sena. “Aku juga kak!” kata Gia.