Rancangan Aksi Perubahan: Implementasi Sistem Panic Button…

Dokumen ini adalah rancangan aksi perubahan yang disusun oleh Bobby Garciya Sembiring, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kabanjahe, sebagai tugas Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan Angkatan IV tahun 2026 BPSDM Provinsi Sumatera Utara. Rancangan ini mengusulkan inovasi sistem Panic Button (PANCA) untuk meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi…

Dokumen ini adalah rancangan aksi perubahan yang disusun oleh Bobby Garciya Sembiring, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kabanjahe, sebagai tugas Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan Angkatan IV tahun 2026 BPSDM Provinsi Sumatera Utara. Rancangan ini mengusulkan inovasi sistem Panic Button (PANCA) untuk meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi keadaan darurat di Rutan Kelas IIB Kabanjahe yang mengalami overkapasitas signifikan.

Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang masalah, yaitu kondisi overkapasitas Rutan Kelas IIB Kabanjahe dengan kapasitas 244 orang namun dihuni 733 orang (200,41%) dan jumlah petugas pengamanan hanya 41 orang yang terbagi dalam lima regu. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan keamanan dan menuntut peningkatan kesiapsiagaan petugas. Dasar hukum yang digunakan meliputi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 5 Tahun 2022.

Tujuan aksi perubahan dibagi dalam tiga jangka waktu: jangka pendek (2 bulan) untuk identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, penyusunan SOP, sosialisasi, dan simulasi; jangka menengah (3 bulan-1 tahun) untuk monitoring, evaluasi, dan penyempurnaan; jangka panjang (1-2 tahun) untuk mewujudkan sistem yang berkelanjutan. Manfaat yang diharapkan meliputi percepatan penyampaian informasi darurat, peningkatan koordinasi petugas, dan terciptanya lingkungan rutan yang lebih aman dan tertib.

Dokumen ini juga membahas keterkaitan isu dengan Asta Cita, khususnya Asta Cita ke-7 tentang reformasi birokrasi dan pemanfaatan teknologi. Analisis masalah mencakup analisis APKL, USG, SWOT, diagram fishbone, serta pemetaan stakeholder internal dan eksternal. Rencana mata pelatihan yang mendukung proyek perubahan meliputi Manajemen Perubahan, Manajemen Risiko, Kepemimpinan Transformasional, Komunikasi Efektif, Kolaborasi dan Jejaring Kerja, Pemanfaatan Teknologi Digital, dan Manajemen Kinerja.