View 24. Naya Jangan Takut Bermimpi Bella Renata flipbook.
1 JANGAN TAKUT BERMIMPI Oleh: Putu Ayu Naya Ningtyas Putri Halo, nama aku Putu Ayu Naya Ningtyas Putri kalian bisa panggil aku Naya. Aku akan berbagi cerita tentang percaya pada diri sendiri sehingga aku tidak takut bermimpi. Aku adalah seorang anak perempuan yang dulunya pendiam dan bisa dibilang “Introvert”. Ada sesuatu yang aku bisa kerjakan dengan baik tetapi ada juga yang aku tidak bisa kerjakan. Kadang aku merasa tidak percaya diri dengan apa yang aku lakukan terutama jika hal itu adalah sesuatu yang baru. Aku percaya bahwa aku bisa belajar. Aku percaya bahwa aku bisa mencoba dan aku percaya bahwa aku bisa mencapai cita- citaku.Untuk menggapai cita-citaku aku tidak pernah takut bermimpi, aku hanya perlu menjadi diriku sendiri. Dulu aku belum bisa berhitung, menulis dan membaca.Tetapi sekarang aku sudah bisa melakukannya.Aku bisa melakukannya karena aku berusaha. Di masa depan aku ingin menjadi orang sukses dan membuat orang tuaku bangga. Ibuku berpesan kepadaku bahwa aku harus jadi orang yang pintar dan bijak. Dulu aku merasa mimpiku itu terlalu berat dan aku takut mimpi itu tidak tercapai. Aku pernah berpikir, mungkin lebih baik aku memiliki mimpi yang sederhana saja. Namun, jauh di dalam hatiku,ada suara kecil yang terus berkata “jangan takut bermimpi”. Aku selalu menyukai sesuatu yang berhubungan dengan gambar,warna dan bentuk. Aku juga suka membuat sesuatu yang menarik. Karena di masa depan, aku ingin menjadi designer. Tetapi aku takut mimpi itu tidak dapat tercapai. Semakin aku tumbuh,semakin sering muncul satu pertanyaan “apakah aku benar-benar bisa?”. Aku percaya aku bisa, tetapi aku juga ragu untuk mempercayai itu. Aku ingin sekali menjadi seperti orang lain yang bisa meraih cita-citanya. Akan tetapi, aku percaya bahwa kata “Usaha tidak menghianati hasil” itu benar. Jadi aku akan belajar sebaik mungkin agar mimpiku dapat tercapai. Selain
2 designer, dulu aku juga pernah bercita-cita menjadi dokter. Duluku
3 sangatlah percaya diri, tetapi seiring berjalannya waktu, percaya
4 diriku mulai hilang.
5 Dulu aku mengira bahwa meraih cita-citaku itu akan menjadi hal
6 yang mudah, tetapi aku mulai memikirkan meraih cita-cita itu tidak
7 mungkin semudah yang aku bayangkan, dan semenjak itu rasa
8 percaya diriku mulai hilang. Aku pernah takut untuk bermimpi, tapi
9 ibuku berkata janganlah takut bermimpi. Awalnya aku berpikir
10 “mana mungkin mimpiku bisa tercapai”, tapi semenjak ibuku
11 berkata seperti itu rasa percaya diriku kembali bangkit lagi. Dan
12 aku mulai belajar dengan sebaik mungkin agar aku dapat meraih
13 cita-citaku dengan baik. Dan untuk kalian, janganlah pernah takut
14 bermimpi.
15
16 Terima kasih:)
17
18
19
20
21
22
23