Herbarium Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Terong

Dokumen ini adalah herbarium digital siswa tentang tanaman terong (Solanum melongena L). Disusun oleh Ivani Zeril Maharani, kelas X PPLG 2, sebagai tugas observasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cocok untuk pelajar, guru biologi, atau siapa pun yang ingin memahami ekologi dan budidaya terong secara sederhana. Bagian pertama menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan secara umum,…

Dokumen ini adalah herbarium digital siswa tentang tanaman terong (Solanum melongena L). Disusun oleh Ivani Zeril Maharani, kelas X PPLG 2, sebagai tugas observasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cocok untuk pelajar, guru biologi, atau siapa pun yang ingin memahami ekologi dan budidaya terong secara sederhana.

Bagian pertama menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan secara umum, lalu memperkenalkan identitas tanaman terong: nama ilmiah, famili Solanaceae, asal Asia Selatan, serta syarat tumbuh seperti dataran rendah, iklim tropis, suhu 22-30°C, dan tanah lempung berpasir.

Selanjutnya dibahas adaptasi tanaman: morfologi (trikoma pada batang dan daun), fisiologi (produksi solanin), dan tingkah laku (menggulung daun saat terik). Juga diuraikan habitat alami, faktor abiotik (cahaya, suhu, kelembapan, angin) dan biotik (lebah, cacing, ulat, jamur Fusarium).

Bagian interaksi ekosistem menyajikan jaring-jaring makanan: ulat daun sebagai hama, kupu-kupu sebagai penyerbuk, belalang sembah dan kepik sebagai predator alami. Disimpulkan bahwa terong adalah produsen yang didukung mutualisme dan dihambat antagonisme.

Ada laporan observasi lapangan pada 27 Juli 2026 di halaman samping rumah. Dicatat perubahan lingkungan (tanah kering, suhu panas, hujan jarang) dan dampaknya pada tanaman: daun menguning, bercak cokelat, lubang daun, pertumbuhan terhambat. Disertai saran perawatan seperti penyiraman teratur, mulsa, pupuk organik, dan naungan.

Bagian akhir membahas aktivitas manusia: penanaman, penyiraman, pemupukan alami, pemanenan, dan pengolahan hasil (terong balado, keripik). Juga dijelaskan hubungan terong dengan sistem bumi: hidrosfer (air untuk fotosintesis), litosfer (tanah sebagai media tumbuh), dan atmosfer (CO₂, angin, suhu).