Sastra: Cerita Pendek tentang Cinta dan Ketakutan

Sebuah cerita pendek tentang Arumi yang duduk di kedai saat hujan, mengenang Sastra, laki-laki yang dulu dekat dengannya di kampus. Mereka tidak pernah menyatakan cinta, dan Sastra pergi bekerja ke luar kota. Tiga tahun kemudian, mereka bertemu lagi di kedai yang sama, dan akhirnya mengakui perasaan yang selama ini disembunyikan.

Dokumen ini adalah sebuah cerita pendek fiksi tentang Arumi, seorang perempuan yang duduk sendirian di sebuah kedai saat hujan turun. Ia mengenang Sastra, seorang laki-laki yang pernah membuat hari-harinya terasa sederhana. Tiga tahun telah berlalu sejak mereka terakhir bertemu, dan kenangan itu kembali muncul saat rintik hujan mengetuk kaca jendela.

Cerita ini mengisahkan awal pertemuan Arumi dan Sastra di kampus saat hujan deras. Sastra menawarkan payung dan mereka pulang bersama. Sejak saat itu, mereka semakin dekat, menghabiskan waktu di perpustakaan, taman, dan membicarakan masa depan. Namun, keduanya terlalu takut untuk menyatakan perasaan, sehingga hubungan mereka tidak pernah jelas.

Hari kelulusan tiba dan Sastra mendapat pekerjaan di luar kota. Arumi hanya bisa mengucapkan selamat, meskipun ada banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan. Setelah kepergian Sastra, komunikasi mereka perlahan memudar, dari pesan setiap malam menjadi seminggu sekali. Arumi merasa kehilangan kesempatan untuk mengatakan bahwa ia mencintai Sastra.

Tiga tahun kemudian, saat hujan turun, Arumi singgah di sebuah kedai. Tanpa diduga, Sastra masuk dan mereka duduk berdua. Setelah beberapa menit hening, Sastra mengaku bahwa ia pergi karena takut kehilangan Arumi. Arumi pun mengakui ketakutan yang sama. Mereka akhirnya saling mengakui perasaan yang selama ini disembunyikan.

Sastra berjanji akan membuktikan cintanya dan meminta untuk bertemu malam itu. Arumi menunggu dengan perasaan campur aduk, tidak yakin apakah Sastra akan datang. Sastra pun tiba, dan untuk pertama kalinya mereka berani memberikan kesempatan pada perasaan yang selama ini disembunyikan. Cerita ini diakhiri dengan harapan bahwa kisah mereka mungkin baru saja dimulai.