Buku ini mengupas sejarah spiritual dan kearifan lokal Kepulauan Karimunjawa melalui jejak dakwah Sunan Nyamplungan (Syekh Amir Hasan), putra Sunan Kudus. Penulis merangkai folklor, nilai keislaman, dan lanskap budaya masyarakat setempat agar warisan sang wali tidak terkikis pariwisata modern. Disusun untuk pembaca yang ingin memahami dimensi religius dan historis di balik keindahan alam…
Buku berjudul Karimunjawa dalam Jejak Sang Wali ini ditulis untuk menelusuri akar sejarah, folklor, dan kearifan lokal yang menyatu dengan kebudayaan masyarakat Karimunjawa. Penulis menyusunnya agar jejak peradaban yang ditorehkan oleh Sunan Nyamplungan tidak lapuk oleh zaman atau tenggelam di balik tren pariwisata modern. Buku ini ditujukan bagi pembaca yang ingin memahami dimensi spiritual dan historis di balik keindahan alam kepulauan tersebut.
Bab pertama mengawali perjalanan dari Pelabuhan Kartini di Jepara, Jawa Tengah, yang merupakan pintu gerbang utama menuju Karimunjawa. Penulis menggambarkan suasana pelabuhan, fasilitas pendukung, serta peran strategisnya sebagai pusat transportasi laut, pariwisata, dan perekonomian masyarakat. Perjalanan laut menyeberangi Laut Jawa dihadirkan sebagai pengalaman batin untuk menyusuri jejak dakwah Syekh Amir Hasan.
Bab kedua membahas letak geografis Karimunjawa sebagai gugusan kepulauan di utara Jepara, sekitar 80 kilometer di Laut Jawa. Penulis menguraikan posisi strategis kepulauan ini sejak masa lampau sebagai tempat persinggahan pelayaran dan jalur perdagangan antarpulau. Jejak sejarah sejak Kerajaan Demak disebutkan, termasuk peran Karimunjawa dalam penyebaran Islam oleh Sunan Nyamplungan.
Bab-bab selanjutnya mencakup topik tentang asal-usul nama Sunan Nyamplungan, jejak dakwah di Karimunjawa, tradisi yang masih bertahan, serta nilai pendidikan karakter dari sang wali. Buku ini juga membahas kepemimpinan Sunan Nyamplungan sebagai penjaga pulau, kondisi Karimunjawa hari ini, dan inspirasi untuk pendidikan. Penulis menutup dengan harapan agar buku ini menjadi penambah khazanah sejarah dan kebudayaan Nusantara.