Add a heading (2)

PANDUANHIDUP AKTIF BAGI LANSIA

KESEHATAN MASYARAKAT PANDUAN HIDUP AKTIF BAGI LANSIA KELAS 6B5 NAMA ANGGOTA KELOMPOK 1. Jilan Aqilah Triwijayanto (2310301052) 2. Raditya Pugar Nadia (2310301060) 3. Rindu Ahtaya Fitra (2310301064) 4. Yusril ihza (2310301080) 5. Muhammad Fahrudin Fawwaz (2310301081) 6. Ika putri Alya ramadani (2310301091) 7. Dian Margi Utami (2310301098) 8. Shafa Aisyah (2310301099) 9. Lilis Herawati (2310301102) 10. Maula Azfa Abdillah (2310301104) 11. Salsabila Savana (2310301105) PROGRAM STUDI S1 FISIOTERAPI FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA

KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat, nikmat, dan karunia-Nya sehingga booklet "Panduan Kesehatan Lansia: Tetap Aktif, Cegah Jatuh, dan Kendalikan Penyakit Kronis" dapat disusun dengan baik. Booklet ini disusun sebagai media edukasi bagi lansia dan keluarga dalam mendukung perawatan lanjutan di rumah, menjaga aktivitas fisik, mencegah risiko jatuh, serta mengendalikan penyakit kronis yang sering dialami pada usia lanjut. Informasi yang disajikan diharapkan dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran keluarga dalam memberikan pendampingan serta perawatan yang tepat, sehingga lansia tetap sehat, aktif, aman, dan memiliki kualitas hidup yang optimal. Penyusunan booklet ini merupakan bagian dari kegiatan edukasi dan promosi kesehatan yang dilaksanakan oleh Kelompok B5. Besar harapan kami agar booklet ini dapat menjadi panduan sederhana yang mudah dipahami serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh lansia maupun keluarga sebagai pendamping. Kami menyadari bahwa booklet ini masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan booklet ini di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga booklet ini dapat memberikan manfaat bagi lansia, keluarga, serta masyarakat dalam mewujudkan lansia yang sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sleman, 29 Juni 2026 Penulis i

DAFTAR ISIKata Pengantar ............................................................................ i Daftar Isi .................................................................................... ii Mengapa Lansia Perlu Perawatan Berkelanjutan? .................... 1 Penyakit Kronis yang Sering Dialami Lansia ............................ 2 Peran Keluarga dalam Perawatan Lansia ................................... 3 Mengendalikan Penyakit Kronis pada Lansia ........................... 4 Aktivitas Fisik untuk Menjaga Kemampuan Bergerak .............. 5 Latihan Sederhana yang Dapat Dilakukan di Rumah ................ 6 Mencegah Risiko Jatuh di Rumah ............................................. 8 Aktivitas Sehari-hari yang Aman .............................................. 9 Kapan Lansia ke Fasilitas Kesehatan? ......................................10 Ringkasan Perawatan Lansia di Rumah ................................... 11 Checklist Harian Perawatan Lansia ......................................... 12 Daftar Pustaka .......................................................................... 13 ii

Mengapa Lansia Perlu Tetap Aktif? Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami penurunan massa otot, kekuatan, keseimbangan, dan kemampuan bergerak. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko jatuh, menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, serta memengaruhi kualitas hidup (World Health Organization [WHO], 2020). Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin membantu menjaga kekuatan otot, meningkatkan keseimbangan, mempertahankan kemampuan bergerak, mengurangi risiko jatuh, serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Bahkan, melakukan aktivitas fisik dalam jumlah sedikit tetap lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali (WHO, 2020). Manfaat Aktivitas Fisik bagi Lansia Membantu menjaga kekuatan otot Meningkatkan keseimbangan tubuh Mengurangi risiko jatuh Mempermudah melakukan aktivitas sehari-hari Menjaga jesehatan jantung dan pembuluh darah Menjaga kualitas hidup dan suasana hati 01

Penyakit yang Dapat Mempengaruhi Kemampuan Bergerak Memasuki usia lanjut, beberapa penyakit kronis dapat menyebabkan penurunan kekuatan otot, keseimbangan, dan kemampuan bergerak. Namun, dengan pengelolaan penyakit yang baik, aktivitas fisik yang sesuai, serta dukungan keluarga, lansia tetap dapat mempertahankan kemampuan fungsional dan kualitas hidup (World Health Organization [WHO], 2022; American College of Sports Medicine [ACSM], 2021). Tips: Stroke: Berdampak pada kelamahan salah satu sisi tubuh, gangguan keseimbangan, sulit berjalanOsteoarthritis (OA) : Berdampak seperti nyeri dan kaku ada sendi sehingga gerakan menjadi terbatas. Hipertensi: Bila tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko stroe dan penyakit jantung Diabetes Melitus: Berdampak pada gangguan saraf dan kaki yang menyebabkan keseimbangan menurun COPD: Mudah sesak napas sehingga aktivitas menjadi terbatas Penyakit yang sering dialami lansia ✔ Minum obat sesuai anjuran ✔ Kontrol kesehatan secara rutin.. ✔ Tetap lakukan aktivitas fisik yang aman. ✔ Jangan ragu meminta bantuan keluarga saat diperlukan. 02

❤ Mendampingi aktivitas fisik Ajak lansia berolahraga sesuai kemampuan. Dampingi bila keseimbangan belum baik. 💊 Mengingatkan minum obat Minum obat sesuai dosis dan jadwal yang dianjurkan. Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. 🍽 Mendukung pola hidup sehat Sajikan makanan bergizi seimbang. Batasi garam, gula, dan lemak sesuai kondisi kesehatan. 🏥 Mengantar kontrol kesehatan Lakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, atau kontrol rutin sesuai jadwal. 😊 Memberikan dukungan emosional Luangkan waktu untuk berbincang. Libatkan lansia dalam aktivitas keluarga agar tetap merasa dihargai. Peran Keluarga dalam Perawatan Lansia Keluarga memiliki peran penting dalam membantu lansia mempertahankan kesehatan, kemandirian fungsional, dan kualitas hidup. Dukungan keluarga yang baik dapat meningkatkan kepatuhan berobat, mendorong aktivitas fisik, serta menurunkan risiko komplikasi dan rawat inap (World Health Organization [WHO], 2022). Yang dapat dilakukan keluarga 03

Catatan: Stroke: Minum obat sesuai resep, lakukan latihan fisik dan kontrol rutin untuk mencegah stroke berulang.Osteoarthritis (OA) : Tetap aktif bergerak, lakukan latihan penguatan otot, dan jaga berat badan ideal. Hipertensi: Periksa tekanan darah secara rutin, minum obat sesuai anjuran, batasi konsumsi garam. Diabetes Melitus: Kontrol gula darah, konsumsi makanan seimbang, lakukan aktivitas fisik secara teratur. COPD: Hindari asap rokok, lakukan latihan pernapasan, dan gunakan obat sesuai anjuran. Tips Mengontrol Penyakit Kronis ✔ Jangan menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. ✔ Lakukan kontrol kesehatan sesuai jadwal. ✔ Tetap aktif sesuai kemampuan. 04 Mengendalikan Penyakit Kronis pada Lansia Penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, stroke, osteoarthritis, dan COPD memerlukan pengelolaan jangka panjang. Pengobatan yang teratur, aktivitas fisik yang sesuai, pola makan sehat, dan pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mengurangi risiko komplikasi serta mempertahankan kemampuan fungsional lansia (World Health Organization [WHO], 2022; Kementerian Kesehatan RI, 2023).

✔ Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman serta tidak licin. ✔ Siapkan air minum. ✔ Pilih tempat yang datar, terang, dan bebas hambatan. ✔ Gunakan kursi atau pegangan bila diperlukan. ✔ Lakukan pemanasan selama 5–10 menit. Sebelum Berolahraga 05 Aktivitas Fisik untuk Menjaga Kemampuan Bergerak Aktivitas fisik secara teratur membantu lansia mempertahankan kekuatan otot, keseimbangan, kelenturan, dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. WHO menganjurkan lansia tetap aktif sesuai kemampuan, karena aktivitas fisik dapat mengurangi risiko jatuh, mempertahankan fungsi tubuh, serta meningkatkan kualitas hidup (World Health Organization [WHO], 2020). Selama Berolahraga Bergerak sesuai kemampuan. Bernapas secara normal. Beristirahat jika merasa lelah. Berhenti berolahraga bila muncul nyeri dada, sesak napas berat, pusing, atau lemas mendadak. Anjuran: Lakukan aktivitas fisik intensitas ringan hingga sedang selama ±30 menit per hari atau minimal 150 menit per minggu, sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan (WHO, 2020).

Latihan Sederhana yang Dapat Dilakukan di Rumah Latihan berikut membantu menjaga kekuatan otot dan keseimbangan sehingga lansia lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Lakukan latihan secara perlahan dan sesuaikan dengan kemampuan masing-masing (American College of Sports Medicine [ACSM], 2021). 1.Bangun-Duduk (Sit to Stand) Cara melakukan: 1.Duduk di kursi yang kokoh. 2.Silangkan tangan di dada atau gunakan sandaran tangan bila diperlukan. 3.Berdiri perlahan. 4.Duduk kembali secara perlahan. Dosis: 8–10 kali 1–2 set 2–3 kali per minggu 2. Heel Raise (Mengangkat Tumit) Cara melakukan: Berdiri sambil berpegangan pada kursi. Angkat tumit hingga berdiri berjinjit. Turunkan kembali secara perlahan. Dosis 10–15 kali 1–2 set 06

3. Marching di Tempat Cara melakukan Berdiri tegak. Angkat lutut kanan dan kiri secara bergantian. Durasi 1–2 menit. 07 Tips: Bila merasa tidak seimbang, lakukan latihan dengan didampingi anggota keluarga.

Mencegah Risiko Jatuh di Rumah Jatuh merupakan salah satu penyebab utama cedera pada lansia. Sebagian besar kejadian jatuh dapat dicegah dengan menjaga lingkungan rumah tetap aman dan melakukan latihan keseimbangan secara rutin (World Health Organization [WHO], 2021). Checklist Rumah Aman ☐ Lantai tidak licin. ☐ Kabel listrik dirapikan. ☐ Karpet tidak mudah bergeser. ☐ Pencahayaan rumah cukup. ☐ Pegangan tersedia di kamar mandi dan tangga. ☐ Gunakan alas kaki yang tidak licin. ☐ Barang yang sering digunakan mudah dijangkau. ☐ Tangga memiliki pegangan. Tips Mencegah Jatuh Bangun dari duduk secara perlahan. Jangan berjalan terburu-buru. Gunakan tongkat atau walker bila dianjurkan. Hindari berjalan di lantai yang basah. 08

Aktivitas Sehari-hari yang Aman Aktivitas sehari-hari seperti bangun dari tempat tidur, duduk, berjalan, dan naik tangga perlu dilakukan dengan teknik yang benar untuk mengurangi risiko jatuh dan cedera. Bangun dari Tempat Tidur Miringkan tubuh ke salah satu sisi. Dorong tubuh menggunakan kedua tangan. Duduk terlebih dahulu selama beberapa detik. Berdiri secara perlahan. Bangun dari Kursi Geser tubuh ke tepi kursi. Condongkan badan sedikit ke depan. Berdiri menggunakan kekuatan kedua kaki. Gunakan sandaran tangan bila diperlukan. Naik dan Turun Tangga Pegang handrail. Melangkah satu anak tangga setiap kali. Jangan membawa barang terlalu banyak. Mengambil Barang Hindari membungkuk terlalu lama. Tekuk lutut saat mengambil barang di lantai. Gunakan alat bantu untuk mengambil barang yang tinggi. 09

Kapan Lansia Harus Segera Dibawa ke Fasilitas Kesehatan? 10 Meskipun sebagian besar penyakit kronis dapat dikendalikan dengan pengobatan dan gaya hidup sehat, beberapa kondisi memerlukan penanganan medis segera. Mengenali tanda bahaya sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius (World Health Organization [WHO], 2022).

Ringkasan Perawatan Lansia di Rumah Perawatan lansia yang baik dilakukan secara konsisten melalui kerja sama antara lansia, keluarga, dan tenaga kesehatan. Langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari dapat membantu mempertahankan kesehatan, kemampuan bergerak, dan kualitas hidup lansia (World Health Organization [WHO], 2022). Yang Perlu Diingat ✅ Minum obat sesuai anjuran tenaga kesehatan. ✅ Lakukan kontrol kesehatan secara rutin. ✅ Tetap aktif bergerak setiap hari sesuai kemampuan. ✅ Konsumsi makanan bergizi seimbang. ✅ Cegah risiko jatuh dengan menjaga lingkungan rumah tetap aman. ✅ Berikan dukungan emosional dan semangat kepada lansia. Pesan untuk Keluarga "Perhatian, pendampingan, dan dukungan keluarga merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup lansia." 11

Kegiatan ✔ Minum obat sesuai jadwal ☐ Makan makanan bergizi ☐ Minum air yang cukup ☐ Melakukan aktivitas fisik/latihan ☐ Tidak mengalami jatuh ☐ Tekanan darah/gula darah diperiksa (sesuai jadwal) ☐ Tidur yang cukup ☐ Mengikuti kontrol kesehatan sesuai jadwal ☐ Checklist Harian Perawatan Lansia Checklist ini dapat membantu keluarga memantau perawatan lansia setiap hari. Catatan Kesehatan Lansia Nama : _______________________ Usia : _______________________ Diagnosis : ___________________ Obat rutin : __________________ Jadwal kontrol : _______________ Nomor tenaga kesehatan/Puskesmas : ____________ Penutup Lansia yang aktif, memperoleh perawatan yang baik, serta mendapat dukungan keluarga memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kemampuan fungsional dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik. 12

DAFTAR PUSTAKA American College of Sports Medicine. (2021). ACSM's Guidelines for Exercise Testing and Prescription (11th ed.). Wolters Kluwer. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pedoman Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia di Puskesmas. Kementerian Kesehatan RI. World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128 World Health Organization. (2022). Integrated care for older people (ICOPE): Guidance for person-centred assessment and pathways in primary care. World Health Organization. 13