Presented by : Chitra Karina Ranum Hati Aini Ineke Fransiska F CROSS CULTURAL UNDERSTANDING AMERICAN CULTURE THROUGH MOVIES Academic Year: 2025/2026
LATAR BELAKANG TUJUAN ANALISIS Film The Devil Wears Prada dipilih karena menggambarkan budaya kerja Amerika, seperti profesionalisme, kerja keras, kepemimpinan, dan persaingan di dunia kerja. Film ini relevan dengan pembelajaran Cross-Cultural Understanding (CCU). Filmmerupakan salahsatumedia yang efektif untuk mempelajari budaya suatu negara karena menampilkan nilai-nilai, kebiasaan, cara berkomunikasi, serta gaya hidup masyarakat. Salah satu film yang menggambarkan budaya kerja masyarakat Amerika adalah The Devil Wears Prada (2006). Film ini berlatar di dunia fashion New York yang penuh persaingan dan tuntutan profesionalisme. Melalui perjalanan tokoh utama, Andrea Sachs, penonton dapat melihat bagaimana budaya kerja Amerika menekankan disiplin, kerja keras, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan kerja yang kompetitif. ALASAN MEMILIH FILM Mengidentifikasinilai budayaAmerika dalam film. Menganalisis adegan menggunakan teori CCU. Membandingkan budaya Amerika dan Indonesia. INTRODUCTION
MOVIE INFORMATION Judul Film :TheDevilWearsPrada Tahun Rilis : 2006 Sutradara : David Frankel Alasan film ini dipilih karena menggambarkan budaya kerja Amerika, seperti profesionalisme, kerja keras, kepemimpinan, dan persaingan, yang sesuai untuk dianalisis dalam mata kuliah Cross-Cultural Understanding (CCU). Sinopsis : The Devil Wears Prada menceritakan Andrea Sachs, seorang lulusan baru yang bekerja sebagai asisten Miranda Priestly di majalah Runway. Dalam pekerjaannya, Andrea belajar menghadapi tekanan, persaingan, dan tuntutan profesionalisme hingga menemukan keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadinya.
👔 👤 👩💼 🏆 Professionalism Disiplin dan tanggung jawab dalam bekerja. Individualism Mandiri dan percaya diri dalam mencapai tujuan. Leadership Pemimpin memiliki standar tinggi dan mampu mengambil keputusan Achievement Kesuksesan diperoleh melalui kerja keras, kemampuan, dan usaha pribadi. AMERICAN CULTURE THEMES 💼 🤝 🌟 Work Ethic Bekerja keras, menghargai waktu, dan menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaannya. Competition Persaingan dianggap sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas dan mencapai prestasi. American Dream Setiap orang memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan melalui usaha dan kerja keras.
Nilai Budaya Amerika Film The Devil Wears Prada menampilkan beberapa nilai budaya Amerika, yaitu: a. Professionalism Orang Amerika menghargai disiplin, tanggung jawab, dan kualitas kerja. Contoh: Miranda selalu menuntut pekerjaan selesai tepat waktu dan dengan hasil terbaik. b. Individualism Setiap individu bertanggung jawab terhadap keberhasilan dirinya sendiri. Contoh: Andy bekerja keras untuk membuktikan kemampuannya tanpa bergantung pada orang lain. c. Work Ethic Budaya kerja Amerika menekankan kerja keras, efisiensi, dan dedikasi. Contoh: Andy rela bekerja hingga larut malam demi menyelesaikan pekerjaannya. d. Competition Persaingan dianggap sebagai cara untuk meningkatkan kualitas diri. Contoh: Emily dan Andy saling bersaing untuk mendapatkan kepercayaan Miranda. e. Achievement Keberhasilan diperoleh melalui usaha dan kemampuan pribadi. Contoh: Andy memperoleh kesempatan berkembang karena menunjukkan kinerja yang baik.Teori Cross-Cultural Understanding (CCU) Aku saranin pakai Geert Hofstede, karena paling sering dipakai dosen. Individualism vs Collectivism Amerika memiliki tingkat individualisme yang tinggi, sedangkan Indonesia lebih kolektivis. Dalam film: Andy lebih mengutamakan perkembangan karier meskipun harus mengorbankan hubungan pribadinya. Power Distance Amerika memiliki hubungan kerja yang lebih profesional antara atasan dan bawahan. Dalam film, Miranda sebagai pemimpin memberikan instruksi secara tegas berdasarkan standar kerja, bukan hubungan pribadi. Low Context Communication Budaya Amerika menggunakan komunikasi langsung. Contohnya Miranda menyampaikan kritik tanpa basa-basi sehingga pesan mudah dipahami.
Perbandingan dengan Budaya Indonesia American Indonesianindividualismcollectivismpersaingan dianggap postitif kerjasama lebih dibutuhkanprofesionalisme tinggihubungan kekeluargaan juga pentingPerbedaan budaya antara Amerika dan Indonesia menunjukkan bahwa tidak semua nilai budaya harus sama. Budaya Amerika mengutamakan profesionalisme, individualisme, dan kompetisi, sedangkan budaya Indonesia lebih menekankan kebersamaan, kesopanan, dan keharmonisan. Memahami perbedaan ini membantu kita bekerja sama secara lebih efektif dalam lingkungan yang multikultural.
Interpretasi Menurut kami, film The Devil Wears Prada menunjukkan bahwa budaya Amerika mendorong seseorang untuk bekerja keras, disiplin, dan mandiri agar mencapai kesuksesan. Namun, film ini juga memperlihatkan bahwa terlalu fokus pada pekerjaan dapat memengaruhi kehidupan pribadi. Dari perspektif Cross-Cultural Understanding, kami belajar bahwa setiap budaya memiliki nilai yang berbeda. Budaya Amerika lebih menekankan pencapaian individu, sedangkan budaya Indonesia lebih mengutamakan kebersamaan dan keharmonisan. Perbedaan tersebut bukan untuk menentukan budaya mana yang lebih baik, tetapi untuk dipahami agar kita dapat menghargai, beradaptasi, dan bekerja sama dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.