B U K U S A K U O P E R A T O R Program Kemitraan Masyarakat (PK-M) Universitas Hasanuddin • 2026 SAFE MARINE TOURISM PanduanKeselamatan, Pelayanan,dan Pelestarian Lingkungan bagi Pelaku Wisata Bahari "Keselamatan yang baik bukan sebuah kebetulan — ia adalah hasil dari kesiapan yang direncanakan." • B U L U K U M B A • Mengapa keselamatan bahari perlu dipandang sebagai satu sistem, bukan sekadar aturan K A T A P E N G A N T A R Menjaga Laut, Menjaga yang Dipercayakan Kepada Kita Sebagai kawasan strategis pariwisata. Kabupaten Bulukumba merupakan simpul penting dalam pengembangan pariwisata bahari nasional. Pertumbuhan kunjungan wisatawan ke pantai berpasir putih ini, yang berpadu dengan tradisi maritim pembuatan kapal Pinisi, menempatkan kawasan ini pada posisi strategis dalam agenda pengembangan ekonomi biru (blue economy) dan poros maritim Indonesia. Namun, lingkungan laut secara inheren bersifat dinamis dan menyimpan risiko yang tidak selalu tampak kasat mata — mulai dari arus balik (rip current), perubahan cuaca yang mendadak, hingga potensi cedera akibat interaksi dengan biota laut. Dalam kajian manajemen risiko pariwisata, keselamatan wisatawan bergantung pada rangkaian lapisan perlindungan yang saling menguatkan (safety chain): kompetensi operator, kelayakan sarana, kesiapan prosedur darurat, dan kesadaran wisatawan itu sendiri. Melemahnya satu lapisan saja dapat meningkatkan peluang terjadinya insiden secara signifikan. Buku saku ini disusun berdasarkan cara pandang tersebut — mengadaptasi siklus manajemen risiko identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian (HIRAC) ke dalam bahasa yang aplikatif dan mudah dipraktikkan oleh operator wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan masyarakat pesisir Bulukumba, tanpa mengurangi kedalaman substansi keselamatannya. K A T A P E N G A N T A R SAFE MARINE TOURISM BIRA • 2
K A T A P E N G A N T A R P A N D U A N P E N G G U N A A N Landasan dan Kerangka Panduan Cara Menggunakan Buku Saku 1Secara kelembagaan, penyusunan panduan ini merujuk pada semangat Undang- Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang menempatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan sebagai salah satu prinsip penyelenggaraan kepariwisataan. Panduan ini juga diselaraskan dengan prinsip Sapta Pesona dan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) yang dikembangkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai acuan mutu destinasi wisata di Indonesia. Struktur isi buku saku mengikuti alur operasional yang lazim digunakan dalam manajemen keselamatan kegiatan luar ruang dan bahari, yaitu Sebelum – Saat – Darurat – Setelah kegiatan — pada dasarnya merupakan adaptasi sederhana dari siklus Plan-Do-Check-Act: perencanaan dan pemeriksaan kesiapan sebelum berangkat, pengawasan aktif selama aktivitas, respons yang cepat dan terukur saat kondisi darurat, serta evaluasi pascakegiatan agar praktik keselamatan terus disempurnakan dari waktu ke waktu. Selain aspek keselamatan, panduan ini turut mengintegrasikan dimensi pelayanan (melalui prinsip Sapta Pesona) dan pelestarian lingkungan pesisir (melalui praktik wisata bahari berkelanjutan) — sejalan dengan pendekatan triple bottom line yang menempatkan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan ekologi sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan destinasi wisata bahari. Disusun sebagai bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PK-M) Universitas Hasanuddin, panduan ini diharapkan menjadi jembatan antara kajian akademik dan praktik lapangan, sehingga setiap pihak yang terlibat dalam wisata bahari Bulukumba — operator perahu, pemandu snorkeling dan diving, maupun pengelola kawasan — memiliki rujukan yang sama dalam menjaga keselamatan wisatawan, meningkatkan mutu pelayanan, dan melestarikan ekosistem laut bagi keberlanjutan pariwisata di masa depan. Bulukumba, 2026 • Tim Penyusun PK-M SebelumBerangkat — Gunakan halamanchecklist untukmemeriksa cuaca, perahu, alat wisata, dan kesiapan wisatawan. Saat Beraktivitas — Ikuti panduan penggunaan alat keselamatan, pengawasan wisatawan, dan perlindungan lingkungan. Saat Darurat — Gunakan alur STOP – LAPOR – TOLONG – EVAKUASI dan segera hubungi bantuan terkait. Setelah Kegiatan — Hitung kembali peserta, periksa alat, bersihkan area, dan catat setiap insiden. K A T A P E N G A N T A R SAFE MARINE TOURISM BIRA • 3 SAFE MARINE TOURISM BIRA • 4 C A R A M E N G G U N A K A N B U K U S A K U Daftar Isi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Tanjung Bira & Wisata Bahari Hak Wisatawan & Kewajiban Operator Mengenali Bahaya di Laut Checklist Sebelum Berangkat Alat Keselamatan Penanganan Keadaan Darurat Pelayanan Wisata & Sapta Pesona Wisata Bahari Ramah Lingkungan Musim & Karakteristik Perairan SOP Wisata Perahu, Snorkeling, Diving & Cuaca Buruk Simpan buku ini di lokasi yang mudah dijangkau operator saat kegiatan wisata berlangsung. 2 3 4
B A B 1 Wisata Bahari Kawasan wisata bahari di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan dikenal dengan pantai berpasir putih, perairan jernih, panorama laut, serta kedekatannya dengan tradisi pembuatan kapal Pinisi. Aktivitas Utama Diving Penyelaman menikmati ekosistem bawah laut dengan perlengkapan dan pendampingan yang sesuai. Wisata Perahu Wisata Pantai Berenang, bersantai, dan menikmati pasir putih serta panorama pesisir. Sunset Aktivitas sore di pantai dengan tetap Snorkeling Island Hopping Perjalanan perahuke pulau sekitar, Menikmatipanorama laut dengan perahu yang layak operasi dan sesuai kapasitas. Menikmatiterumbu karang dan ikan dengan masker, snorkel, fin, dan pelampung. memperhatikan perubahan cuaca. termasuk Pulau Liukang Loe. Setiap aktivitas memiliki risiko berbeda. Keselamatan dan kelestarian lingkungan harus selalu menjadi prioritas. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 5 B A B 1 — T A N J U N G B I R A & W I S A T A B A H A R I B A B 1 PENJAGA KESELAMATAN PEMANDU WISATA DUTA LINGKUNGAN Tiga Peran Operator Wisata Prinsip Operator Profesional Operator yang baik bukan hanya mengantar wisatawan menikmati laut, tetapi memastikan mereka kembali dengan selamat. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 6 B A B 1 — T A N J U N G B I R A & W I S A T A B A H A R I Ramah dan komunikatif. Memberikan briefing sebelum kegiatan. Tidak memaksakan perjalanan saat kondisi tidak aman. Siap memberikan bantuan awal saat keadaan darurat. Menjadi contoh perilaku wisata yang bertanggung jawab. Penjaga Keselamatan — Memeriksa cuaca, kondisi perairan, peralatan, kapasitas perahu, serta mengawasi wisatawan. Pemandu Wisata — Memberikan informasi yang jelas tentang rute, aktivitas, budaya lokal, aturan, dan risiko. Duta Lingkungan — Mengajak wisatawan tidak membuang sampah, tidak menginjak karang, dan tidak mengambil biota laut.
B A B 2 Hak Wisatawan & Kewajiban Operator Hak Wisatawan Kewajiban Operator Hak dan kewajiban ini adalah dua sisi dari satu hubungan kepercayaan: wisatawan mempercayakan keselamatannya, dan operator bertanggung jawab menjaganya sejak briefing hingga kembali ke daratan. Jangan hanya mengantar wisatawan menikmati keindahan laut — pastikan mereka kembali dengan selamat. Mendapat informasi mengenai risiko, cuaca, arus, gelombang, dan aturan keselamatan. Mendapat perlengkapan keselamatan yang layak dan sesuai aktivitas. Mendapat bantuan dan pertolongan dengan cepat dalam keadaan darurat. Menjelaskan risiko dengan bahasa yang mudah dipahami. Memastikan life jacket, ring buoy, P3K, dan alat lain tersedia serta berfungsi. Mengawasi aktivitas secara aktif dan siap merespons kondisi berbahaya. B A B 2 — H A K W I S A T A W A N & K E W A J I B A N O P E R A T O R SAFE MARINE TOURISM BIRA • 8SAFE MARINE TOURISM BIRA • 5
B A B 3 Bahaya Arus & Gelombang Gelombang Tinggi Tindakan Operator Arus Laut Kuat (Rip Current) Jika terseret arus, jangan melawan arus secara langsung. Bergerak menyamping mengikuti garis pantai hingga keluar dari jalur arus. Keselamatan lebih penting daripada melanjutkan perjalanan wisata. Ombak membesar dan pecah terus-menerus. Perahu sulit dikendalikan atau berguncang tidak normal. Air tampak lebih keruh dan bergolak. Pantau kondisi perairan secara berkala. Berikan briefing bahaya arus sebelum kegiatan. Pastikan life jacket digunakan dengan benar. Hentikan aktivitas jika arus atau gelombang terlalu kuat. Air bergerak lebih cepat dari area sekitarnya; ada jalur air lebih gelap menuju laut lepas. Ombak pecah di kiri-kanan, tetapi lebih tenang di bagian tengah. Wisatawan tampak sulit berenang kembali ke arah pantai. B A B 3 — M E N G E N A L I B A H A Y A D I SAFE MARINE TOURISM BIRA • 14 L A U T
B A B 3 Cuaca Buruk & Tekanan Panas Tanda Cuaca Buruk Dehidrasi & Heat Stroke Waspadai haus berlebihan, pusing, lemas, sakit kepala, kulit panas atau kemerahan, mual, atau kehilangan kesadaran. Langit gelap atau mendung tebal; angin semakin kencang. Terdengar guntur atau terlihat kilat. Gelombang mulai meningkat. Pantau informasi cuaca secara berkala. Hentikan aktivitas saat cuaca memburuk. Arahkan wisatawan ke lokasi aman. Hubungi pihak terkait bila diperlukan. Segera pindahkan wisatawan ke tempat teduh, berikan hidrasi dan kompres air biasa. Cari bantuan medis bila kondisi memburuk. Cuaca cerah tidak selalu aman — paparan panas berlebihan juga dapat membahayakan wisatawan. B A B 3 — M E N G E N A L I B A H A Y A D I SAFE MARINE TOURISM BIRA • 15 L A U T B A B 3 Biota Laut & Karang Cedera Karang Sengatan BiotaLaut Jangan menyentuh biota laut apa pun. Gunakan alas kaki pada perairan dangkal bila sesuai. Berikan pertolongan pertama sesuai jenis luka. Rujuk ke fasilitas kesehatan jika diperlukan. Jangan berdiri atau berjalan di atas karang. Ajarkan teknik snorkeling dan kontrol gerakan kepada wisatawan pemula. Jika terluka: hentikan aktivitas, bersihkan luka, beri antiseptik, dan lakukan perawatan lanjutan bila serius. Ubur-ubur, bulu babi, ikan berbisa tertentu, dan anemon laut adalah sumber sengatan yang paling sering dijumpai di perairan Bira. Lihat dan nikmati biota laut tanpa menyentuhnya — menginjak karang juga merusak ekosistem. B A B 3 — M E N G E N A L I B A H A Y A D I SAFE MARINE TOURISM BIRA • 16 L A U T
B A B 4 Checklist Sebelum Berangkat Bagian 1 dari 2 — Cuaca, Perairan & Perahu Tidak ada peringatan cuaca ekstrem. Angin dan gelombang dalam kondisi aman. Jarak pandang baik dan tidak ada petir/guntur. Informasi cuaca diperiksa dari sumber terpercaya. Lambung tidak bocor; mesin dan kemudi berfungsi. Bahan bakar cukup; jangkar dan tali tambat tersedia. Alat komunikasi siap digunakan. Jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas. 2. Perahu 1. Cuaca & Perairan Jika cuaca meragukan, lebih baik menunda daripada mengambil risiko. B A B 4 — C H E C K L I S T S E B E L U M B E R A N G K A T SAFE MARINE TOURISM BIRA • 18
B A B 4 Checklist Alat & Wisatawan Bagian 2dari2 Masker tidak retak; snorkel dan fin berfungsi baik. Peralatan diving diperiksa sebelum digunakan. Life jacketsesuai jumlah wisatawan dan tidak rusak. Ring buoy dan peluit darurat tersedia. Kotak P3K lengkap dan siap digunakan. Jumlah peserta didata. Briefing keselamatan diberikan. Life jacket digunakan dengan benar. Kondisi kesehatan wisatawan diperhatikan. Anak-anak berada dalam pengawasan orang dewasa. Titik kumpul dan instruksi darurat dipahami. 5. Wisatawan 4. Alat Wisata 3. Alat Keselamatan B A B 4 — C H E C K L I S T S E B E L U M B E R A N G K A T Perjalanan yang aman dimulai dari persiapan yang baik. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 19
B A B 5 Peluit Darurat & Kotak P3K Alat keselamatan bukan sekadar memenuhi aturan — alat ini melindungi nyawa. Kasa steril, perban, dan plester luka. Cairan antiseptik dan larutan pembersih luka. Sarung tangan sekali pakai dan masker medis. Gunting dan pinset. Panduan P3K sederhana. Periksa isi secara berkala dan ganti bahan yang kedaluwarsa. Simpan di tempat yang mudah dijangkau. Pastikan operator memahami penggunaan dasar P3K. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 22 B A B 5 — A L A T K E S E L A M A T A N Perawatan Kode Peluit Darurat Isi Minimal Kotak P3KBUNYI 1 tiupan panjang 2 tiupan pendek 3 tiupan panjang berulangARTI Perhatian atau panggilan. Instruksi atau pemberitahuan. Keadaan darurat — butuh bantuan segera. B A B 5 Life Jacket & Ring Buoy Ring Buoy Life Jacket Jangan langsung melompat ke laut tanpa mempertimbangkan keselamatan penolong. Life jacket hanya efektif jika digunakan dengan benar. Identifikasi posisi korban dan beri tahu bahwa bantuan akan diberikan. Lempar ring buoy ke dekat korban, bukan tepat mengenai tubuhnya. Tarik perlahan menggunakan tali dan evakuasi ke tempat aman. Pilih ukuran sesuai tubuh, kenakan dengan posisi benar. Kencangkan seluruh tali dan gesper hingga tidak longgar. Gunakan selama berada di perahu dan saat aktivitas air yang memerlukannya. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 21 B A B 5 — A L A T K E S E L A M A T A N
B A B 6 Darurat: Wisatawan Tenggelam Langkah Penanganan Tanda Kesulitan di Air Selamatkan tanpa menambah jumlah korban. Panik dan menggapai sesuatu; sulit menjaga kepala di atas air. Tidak mampu menuju tempat aman. Gerakan tidak terarah atau menghilang dari permukaan. Pastikan keselamatan penolong terlebih dahulu. Gunakan ring buoy atau tali dari jarak aman — jangan langsung melompat. Evakuasi korban ke perahu atau pantai. Periksa kesadaran, pernapasan, dan cedera. Jika tidak bernapas, minta bantuan tenaga terlatih melakukan BHD/CPR. Hubungi bantuan medis dan bawa ke fasilitas kesehatan. 1 2 3 4 5 6 B A B 6 — P E N A N G A N A N K E A D A A N D A R U R A T SAFE MARINE TOURISM BIRA • 24
SAFE MARINE TOURISM BIRA • 25 SAFE MARINE TOURISM BIRA • 26 B A B 6 Darurat: Wisatawan Hilang Pencarian Awal Jika Belum Ditemukan KumpulkanInformasi Nama, jenis kelamin, dan usia. Pakaian yang dikenakan. Lokasi dan waktu terakhir terlihat. Periksa area pantai dan sekitar perahu. Periksa lokasi snorkeling dan titik kumpul. Koordinasikan dengan operator lain di sekitar lokasi. Laporkan kepada Tim SAR. Hubungi polisi, pemerintah setempat, atau pengelola kawasan wisata. B A B 6 — P E N A N G A N A N K E A D A A N D A R U R A T Semakin cepat pencarian dilakukan, semakin besar peluang wisatawan ditemukan dengan selamat. Kecepatan adalah nyawa. B A B 6 Darurat: Kecelakaan Perahu Contoh Kejadian Langkah Penanganan Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam setiap keadaan darurat di laut. Mesin mati di tengah laut atau kebocoran lambung. Tabrakan atau kandas. Perahu terbalik akibat gelombang. Tetap tenang dan cegah kepanikan penumpang. Pastikan semua penumpang menggunakan life jacket saat itu juga. Arahkan penumpang ke posisi aman di perahu. Hubungi operator lain, tim penyelamat, atau pos pengawasan — kirim sinyal SOS (3 tiupan peluit panjang). Evakuasi secara teratur; prioritaskan anak-anak, lansia, dan wisatawan yang tidak bisa berenang. 1 2 3 4 5 B A B 6 — P E N A N G A N A N K E A D A A N D A R U R A T
SAFE MARINE TOURISM BIRA • 27 SAFE MARINE TOURISM BIRA • 28 B A B 6 Darurat: Cedera Saat Snorkeling Hentikan aktivitas. Beri pertolongan pertama sesuai jenis sengatan; jangan disentuh/digosok tangan kosong. Cari bantuan medis jika terjadi reaksi berat. Bantu korban tetap mengapung dengan pelampung ekstra, tenangkan, dan bawa ke tempat aman. Berikan air minum dan istirahat di tempat teduh. Hentikan aktivitas. Bersihkan luka dengan air bersih (bukan air laut), beri antiseptik, dan tutup dengan perban steril. B A B 6 — P E N A N G A N A N K E A D A A N D A R U R A T SengatanBiota Kram / Kelelahan LukaAkibatKarang Operator harus selalu membawa perlengkapan P3K saat mendampingi kegiatan snorkeling maupun diving. B A B 6 Alur Pelaporan Darurat STOP—LAPOR — TOLONG — EVAKUASI 1 2 Identifikasi — Apa yang terjadi? Berapa korban? Ada korban luka atau hilang? Amankan — Lakukan pertolongan pertama dan hindari bahaya tambahan bagi penolong. Hubungi Bantuan — Tim SAR, puskesmas/ambulans, polisi, pemerintah atau pengelola wisata. Informasikan — Sampaikan lokasi, jenis kejadian, jumlah dan kondisi korban, serta bantuan yang dibutuhkan. Dokumentasikan — Catat waktu, kronologi singkat, dan tindakan yang telah dilakukan. Evaluasi — Identifikasi penyebab dan perbaiki prosedur agar tidak terulang. 3 4 5 6 Enam langkah ini berlaku untuk seluruh jenis kedaruratan — tenggelam, hilang, kecelakaan perahu, maupun cedera aktivitas. B A B 6 — P E N A N G A N A N K E A D A A N D A R U R A T
B A B 7 Pelayanan Wisata yang Baik Sapta Pesona — tujuh unsur pesona pariwisata Indonesia Sapta Pesona bukan hanya slogan, tetapi budaya pelayanan operator wisata. Pantai, perahu, dan fasilitas bebas sampah. Fasilitas tertata rapi dan alam tetap terpelihara. Wisatawan terlindungi dari risiko dan bahaya. Memberikan pengalaman yang aman dan berkesan bagi setiap wisatawan. Vegetasi dan area teduh dijaga kelestariannya. Sopan, santun, membantu, dan menghargai wisatawan. Aktivitas mengikuti aturan, kapasitas, dan SOP. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 30 B A B 7 — P E L A Y A N A N W I S A T A & S A P T A P E S O N A Indah Aman Bersih Kenangan Tertib Sejuk Ramah
B A B 7 Komunikasi & Briefing KomunikasiyangBaik Isi Briefing Sebelum Aktivitas Gunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Bersikap ramah dan sopan; dengarkan pertanyaan wisatawan. Jelaskan jadwal, lokasi, aturan keselamatan, dan potensi risiko. Perkenalan operator/pemandu. Tujuan, rute, durasi, dan aktivitas. Cara menggunakan alat keselamatan. Area aman dan larangan selama kegiatan. Cara meminta bantuan dan titik kumpul darurat. Larangan membuang sampah, menginjak karang, dan mengambil biota. Jangan memulai aktivitas wisata — atau menghidupkan mesin perahu — sebelum briefing keselamatan selesai disampaikan. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 31 B A B 7 — P E L A Y A N A N W I S A T A & S A P T A P E S O N A
B A B 8 Jaga Biota & Kelola Sampah 3R untuk Sampah Wisata Jangan Mengambil Biota Laut Jangan mengambil bintang laut, karang hidup, kerang/moluska tertentu, kuda laut, penyu, telur penyu, atau biota lain yang dilindungi. Pengambilan biota menurunkan keanekaragaman hayati sekaligus daya tarik wisata jangka panjang. Reuse Gunakan kembali barang yang masih layak pakai. Reduce Recycle Pilahsampah sesuai jenisnya sebelum dibuang. Kurangiplastik sekali pakai; gunakan botol isi ulang. Peran Operator — Sediakan tempat sampah, ajak wisatawan membawa kembali sampahnya, dan bersihkan area setelah kegiatan. Laut bukan tempat sampah. Jaga laut, jaga masa depan. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 33 B A B 8 — W I S A T A B A H A R I R A M A H L I N G K U N G A N SAFE MARINE TOURISM BIRA • 34 B A B 8 Wisata Bahari Ramah Lingkungan Jangan Menginjak Karang Jangan Memberi Pakan Ikan Pakan dapat mengubah pola makan alami dan perilaku ikan. Sisa pakan dapat menurunkan kualitas dan kejernihan perairan. Nikmati dan dokumentasikan biota laut tanpa mengubah perilaku alaminya. Karang adalah habitat biota dan pelindung alami pantai. Injakan dapat mematahkan struktur karang yang tumbuh puluhan tahun dan merusak habitat. Awasi wisatawan pemula dan tunjukkan area berenang yang aman dan berpasir. B A B 8 — W I S A T A B A H A R I R A M A H L I N G K U N G A N Lihat, nikmati, dan dokumentasikan — jangan merusak atau mengubah perilaku alami satwa laut.
B A B 9 Musim & Kondisi Perairan Musim Angin Timur — April s.d. Oktober MusimAngin Barat — Novembers.d. Maret Musim adalah gambaran umum, bukan kepastian. Operator tetap harus memeriksa kondisi cuaca dan perairan setiap hari sebelum berangkat. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 36 B A B 9 — M U S I M & K A R A K T E R I S T I K P E R A I R A N Cuaca relatif lebih cerah dan curah hujan lebih rendah. Jarak pandang umumnya lebih baik; aktivitas wisata lebih ramai. Tetap waspadai paparan sinar matahari dan risiko dehidrasi. Curah hujan lebih tinggi dan cuaca lebih mudah berubah. Angin barat/barat laut; gelombang cenderung lebih tinggi. Pengawasan perlu ditingkatkan; kegiatan dapat dibatasi pada lokasi aman.
B A B 9 Waktu & Area yang Perlu Diwaspadai Area Waspada Waktu Beraktivitas Tunda / Hentikan Aktivitas JikaWAKTU 07.00–10.00 WITA 10.00–15.00 WITAKONDISI UMUM Umumnya nyaman untuk snorkeling, diving, dan wisata perahu. Aktivitas dapat berlangsung dengan perhatian pada cuaca dan hidrasi. Cocok untuk wisata pantai dan sunset; waspadai perubahan cuaca. 16.00–18.00 WITA Hujan lebat. Angin kencang. Petir atau badai. Gelombang tinggi. Perairan terbuka — gelombang/arus lebih kuat dan jauh dari pantai. Terumbu karang dangkal — risiko luka dan kerusakan karang. Kenali laut sebelum membawa wisatawan ke laut. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 37 B A B 9 — M U S I M & K A R A K T E R I S T I K P E R A I R A N
B A B 1 0 SOP Snorkeling & Diving Snorkeling Diving Periksa cuaca, masker, snorkel, fin, danlife jacket. Identifikasi kemampuan berenang; jelaskan area aman dan prosedur darurat. Terapkanbuddy systemdan pengawasan aktif. Jangan menginjak karang atau menyentuh biota. Hitung kembali peserta setelah kegiatan. Pastikan sertifikasi sesuai untuk penyelaman mandiri dan kondisi peserta memadai. Periksa tabung, regulator, BCD, dan perlengkapan lain. Lakukandive briefing; tentukan batas kedalaman/waktu danbuddy system. Pantau udara, komunikasi, serta profil penyelaman. Periksa kondisi peserta dan laporkan insiden setelah penyelaman. Tidak ada aktivitas snorkeling atau diving tanpa perencanaan dan pengawasan yang memadai. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 39 B A B 1 0 — S O P W I S A T A B A H A R I SAFE MARINE TOURISM BIRA • 40 B A B 1 0 SOP Wisata Perahu Sebelum Setelah Selama Pastikan semua wisatawan kembali. Periksa perahu dan bersihkan sampah. Catat dan laporkan insiden bila ada. Semua penumpang menggunakanlife jacket. Jaga kecepatan sesuai kondisi perairan; hindari manuver berbahaya. Pantau cuaca dan awasi wisatawan secara aktif. Periksa cuaca, gelombang, perahu, mesin, bahan bakar, dan alat komunikasi. Sediakan life jacket dan P3K. Data jumlah wisatawan; jangan melebihi kapasitas. Berikan briefing keselamatan. Keselamatan penumpang lebih penting daripada kecepatan atau target perjalanan. B A B 1 0 — S O P W I S A T A B A H A R I
B A B 1 0 SOP Cuaca Buruk & Check 30 Detik Jika Cuaca Memburuk Check 30 Detik Sebelum Berangkat Cuaca aman? Perahu layak? Life jacket cukup dan terpasang? P3K & alat komunikasi tersedia? Jumlah wisatawan sesuai kapasitas? Briefing sudah dilakukan? Kondisi wisatawan siap? Tunda atau batalkan sebelum aktivitas bila kondisi tidak aman. Jika sedang berlangsung, hentikan kegiatan dan kumpulkan wisatawan. Arahkan ke lokasi aman/jalur evakuasi; hubungi pihak terkait bila perlu. Setelah aman, data ulang peserta dan evaluasi kejadian. B A B 1 0 — S O P W I S A T A B A H A R I Jika satu saja unsur di atas belum terjawab "ya" — JANGAN BERANGKAT. SAFE MARINE TOURISM BIRA • 41
A M A N • R A M A H • L E S T A R I Keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Pelayanan yang baik adalah kunci kepuasan pengunjung. Kelestarian lingkungan adalah investasi bagi masa depan pariwisata Tanjung Bira. PPMU PK-M Universitas Hasanuddin • 2026 Pindai untuk menonton Video Pelatihan Keselamatan Operasional P E N U T U P