View Blue and White Clean Modern Company Project Proposal (3) flipbook.
ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS MIE BAKSO TULANG MANG UJANG KELOMPOK 8BABAKAN PAYUNG NO. 2, KOTA TASIKMALAYA +62812-2072-9323 2026
ANGGOTA KELOMPOK :Fajar dwimulyana 243403111159Resta Namara243403111055Kayla Desta Triana 243403111051Fathiya Ayu Ramadhina 243403111045Nazwa Farid 243403111043Nasywa Febriyani243403111039Nama NPM 2
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, laporan Studi Kelayakan Bisnis dengan judul "Studi Kelayakan Bisnis Mie Bakso Tulang Mang Ujang " ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis pada Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Siliwangi. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1.Dr. Jajang Badruzaman, S.E., M.Si., Ak., CA., selaku dosen pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. 2.Nisa Noor Wahid, S.E., M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. 3.Hadiyan Prayoga, S.E., M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. 4.Faiha Ulfa Hapsari, S.E., M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. 5.Tiara Zanatunnisa, S.E., M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis. 6.Seluruh anggota tim Mie Bakso Tulang Mang Ujang serta rekan-rekan yang telah memberikan bantuan dan dukungan selama penyusunan laporan ini. Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan karya di masa mendatang. Akhir kata, semoga laporan ini dapat memberikan manfaat serta kontribusi positif bagi para pembaca. Tasikmalaya, 22 September 2026 Penulis (Kelompok 8)KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISIDAFTAR ISI 4 I Pendahuluan1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan Studi Kelayakan 1.3 Profil Singkat Bisnis II DESKRIPSI DAN MODEL BISNIS III2.1 Deskripsi Bisnis 2.2 Produk/Jasa 2.3 Business Model Canvas ASPEK PASAR DAN PEMASARAN IV ASPEK PASAR DAN PEMASARAN3.1 Analisis Industri 3.2 Analisis Pasar 3.3 Segmentasi, Targeting, dan Positioning 3.4 Analisis Kompetitor 3.5 Strategi Pemasaran4.1 Lokasi Usaha 4.2 Kapasitas Produksi/Operasional 4.3 Proses Operasional 4.4 Kebutuhan Peralatan 4.5 Kebutuhan Bahan Baku 4.6 Teknologi
DAFTAR ISIDAFTAR ISI 5 V ASPEK MANAJEMEN DAN SDM5.1 Struktur Organisasi 5.2 Job Description 5.3 Kebutuhan SDM 5.4 Sistem Pengelolaan SDM VI ASPEK HUKUM VII6.1 Bentuk Badan Usaha 6.2 Legalitas dan Perizinan 6.3 Perpajakan dan Kewajiban Hukum 6.4 Sertifikasi/Perlindungan Kekayaan Intelektual ASPEK LINGKUNGAN DAN SOSIAL VIII ASPEK KEUANGAN8.1 Asumsi Keuangan 8.2 Investasi Awal 8.3 Sumber Pendanaan 8.4 Proyeksi Penjualan 8.5 Proyeksi Biaya 8.6 Proyeksi Laporan Laba Rugi 8.7 Proyeksi Arus Kas7.1 Dampak Positif 7.2 Dampak Negatif 7.3 Mitigasi Dampak
DAFTAR ISIDAFTAR ISI 68.8 Proyeksi Neraca 8.9 Net Present Value (NPV) 8.10 Internal Rate of Return (IRR) 8.11 Payback Period 8.12 Profitability Index 8.13 Break Even Point (BEP) VI ANALISIS RISIKO DAN SENSITIVITAS VII9.1 Identifikasi Risiko 9.2 Analisis Skenario 9.3 Sensitivity Analysis 9.4 Strategi Mitigasi Mikro KESIMPULAN DAN REKOMENDASI10.1 Kesimpulan Kelayakan Aspek 10.2 Kesimpulan Kelayakan Bisnis Secara Keseluruhan 10.3 Rekomendasi Keputusan
BAB 1 PENDAHULUAN Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup pesat dari tahun ke tahun. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, baik dalam menciptakan lapangan kerja maupun dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sebagian besar tenaga kerja di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa keberlangsungan dan efisiensi operasional UMKM menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Dalam menjalankan usahanya, setiap UMKM memerlukan pengelolaan manajemen operasional yang baik agar kegiatan usaha dapat berjalan secara efektif dan efisien. Manajemen operasional berkaitan dengan pengelolaan bahan baku, proses produksi, pelayanan pelanggan, hingga distribusi produk kepada konsumen. Menurut Heizer dan Render, manajemen operasional merupakan kegiatan pengelolaan sumber daya untuk menghasilkan barang atau jasa secara efektif dan efisien. Penyusunan makalah ini dilakukan untuk memahami bagaimana penerapan manajemen operasional secara langsung pada sebuah UMKM kuliner. Melalui observasi dan analisis usaha, penulis dapat mempelajari proses operasional yang diterapkan mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, quality control, hingga pelayanan kepada pelanggan. Selain itu, penulisan makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan mengenai tantangan yang dihadapi UMKM dalam menjalankan usahanya. Penulis memilih UMKM Baso Tulang Selera sebagai objek analisis karena usaha ini menerapkan pengelolaan bahan baku, proses produksi makanan, pelayanan pelanggan, serta penjualan langsung. Selain itu, usaha ini juga memiliki jumlah pelanggan yang cukup banyak sehingga sistem operasionalnya perlu dijaga agar tetap berjalan dengan baik. Walaupun masih berskala UMKM, usaha ini telah menerapkan manajemen operasional dan Supply Chain Management (SCM) secara sederhana namun cukup efektif. Oleh karena itu, UMKM Baso Tulang Selera dinilai cocok untuk dijadikan objek analisis dalam pembahasan manajemen operasional pada makalah ini.1.1 Latar Belakang 7
Studi kelayakan pada UMKM Bakso Tulang Selera dilakukan untuk mengetahui dan menilai kondisi usaha secara menyeluruh, sehingga dapat diketahui potensi usaha untuk terus dijalankan dan dikembangkan. Analisis ini melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan kegiatan usaha, mulai dari profil bisnis, kegiatan operasional, produk, proses produksi, kualitas, hingga pengelolaan rantai pasok. Studi kelayakan juga bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dan risiko yang mungkin dihadapi usaha, seperti ketidakstabilan harga bahan baku, keterbatasan modal, bahan baku yang mudah rusak, serta kesalahan manusia dalam proses produksi. Dengan adanya analisis tersebut, pemilik usaha dapat mengetahui kondisi usaha dan menentukan langkah perbaikan yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi, kualitas produk, dan keberlangsungan bisnis. Hal ini sejalan dengan Kasmir dan Jakfar yang menjelaskan bahwa studi kelayakan diperlukan untuk menilai kelayakan suatu usaha serta mengurangi risiko kerugian sebelum dan selama usaha dijalankan.1.2 Tujuan Kelayakan Bisnis1.3 Profil Singkat BisnisBakso Tulang Selera merupakan UMKM yang bergerak di bidang kuliner dengan produk utama berupa mie bakso. Usaha ini dimiliki oleh Asep Suherman yang lebih dikenal dengan nama Mang Ujang dan telah berdiri sejak tahun 2005. Bakso Tulang Selera berlokasi di Babakan Payung No. 2, Kota Tasikmalaya, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Yogya. Usaha ini berawal dari ketertarikan Mang Ujang untuk membuat mie bakso sendiri di rumah hingga akhirnya dikembangkan menjadi usaha yang awalnya berjualan menggunakan roda di kantin belakang Yogya Toserba dan kemudian menetap di lokasi tersebut. Keunikan Bakso Tulang Selera terletak pada penggunaan tulang muda ayam atau tulang rangu sebagai topping khas yang memiliki tekstur renyah. Selain itu, usaha ini menyediakan beberapa pilihan menu, seperti Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo. Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, Mang Ujang dibantu oleh Mang Onos, sedangkan pembuatan beberapa bahan baku mie bakso juga dibantu oleh istrinya. Bahan baku seperti daging sapi, tulang muda ayam, mie, bumbu, dan bahan pelengkap diperoleh dengan mempertimbangkan kualitas, kesegaran, dan harga. Dengan mengutamakan cita rasa, kualitas bahan baku, pelayanan yang ramah, serta keunikan produk, Bakso Tulang Selera menjadi salah satu usaha kuliner yang memiliki karakteristik tersendiri di Kota Tasikmalaya.8
Bakso Tulang Selera Mang Ujang merupakan salah satu UMKM yang bergerak dalam bidang kuliner dan telah berdiri sejak tahun 2005. Usaha ini didirikan oleh Asep Suherman atau yang lebih dikenal sebagai Mang Ujang dan berlokasi di Babakan Payung No. 2, Kota Tasikmalaya, tepatnya di belakang Pusat Perbelanjaan Yogya. Pada awalnya, usaha ini berawal dari kebiasaan membuat mie bakso di rumah yang kemudian dikembangkan menjadi usaha kuliner hingga dapat bertahan sampai sekarang.Salah satu hal yang menjadi ciri khas Bakso Tulang Selera adalah penggunaan tulang muda ayam atau tulang rangu sebagai pelengkap. Teksturnya yang renyah memberikan sensasi berbeda ketika disantap dan menjadi pembeda dari produk bakso pada umumnya. Selain itu, usaha ini menyediakan beberapa pilihan menu mie bakso sehingga pelanggan dapat memilih sesuai dengan selera masing-masing. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Bakso Tulang Selera tidak hanya memperhatikan rasa makanan, tetapi juga menjaga kualitas bahan baku, kebersihan, harga yang terjangkau, ukuran porsi, serta pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan yang cepat dan ramah menjadi salah satu cara usaha dalam memberikan kenyamanan kepada konsumen.Seiring berjalannya waktu, Bakso Tulang Selera memiliki pelanggan yang berasal dari masyarakat sekitar Babakan Payung dan Kota Tasikmalaya, termasuk karyawan Yogya Toserba dan pelanggan yang telah mengenal usaha tersebut sejak lama. Adanya pelanggan tetap menjadi salah satu bagian penting dalam keberlangsungan usaha karena menunjukkan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan mampu membuat konsumen kembali melakukan pembelian.2.1 Deskripsi BisnisBAB II DESKRIPSI DAN MODEL BISNIS 9
Produk utama yang ditawarkan oleh Bakso Tulang Selera Mang Ujang adalah mie bakso dengan beberapa pilihan menu, yaitu Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo. Beragam pilihan tersebut diberikan agar konsumen dapat memilih menu sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-masing. Produk dibuat menggunakan beberapa bahan utama, seperti mie kuning buatan sendiri, bakso daging sapi, tulang muda ayam atau tulang rangu, kuah kaldu sapi, serta bumbu racikan khas. Selain itu, tersedia pula pelengkap seperti siomay dan tahu bakso. Penggunaan mie buatan sendiri dan tulang rangu sebagai topping menjadi salah satu karakteristik yang membuat produk. Bakso Tulang Selera memiliki ciri khas tersendiri.Dari sisi keunggulan, produk ini menawarkan perpaduan antara rasa yang khas, tekstur tulang rangu yang renyah, porsi yang mengenyangkan, dan harga yang relatif terjangkau. Untuk konsumen yang menginginkan porsi lebih banyak, tersedia pilihan Mie Bakso Jumbo. Selain produk makanan, pelayanan yang cepat dan ramah juga menjadi bagian dari nilai yang diberikan kepada konsumen.Untuk menjaga kualitas, produk juga diarahkan pada penggunaan takaran bumbu yang konsisten, ukuran porsi yang seragam, serta proses penyajian yang cepat dan higienis. Dengan demikian, konsumen diharapkan memperoleh rasa dan kualitas yang relatif konsisten setiap kali melakukan pembelian.2.2 Produk/Jasa 10
Customer Segments menunjukkan kelompok pelanggan yang menjadi sasaran utama suatu usaha. Bakso Tulang Selera Mang Ujang memiliki segmen pelanggan yang cukup luas, terutama masyarakat di sekitar Babakan Payung dan Kota Tasikmalaya. Pelanggan berasal dari berbagai kalangan yang membutuhkan makanan dengan cita rasa khas, porsi yang mengenyangkan, dan harga yang relatif terjangkau. Lokasi usaha yang berada di belakang Pusat Perbelanjaan Yogya juga memberikan peluang untuk menjangkau konsumen yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Selain masyarakat sekitar, pelanggan Bakso Tulang Selera juga mencakup karyawan di sekitar lokasi usaha serta pelanggan yang telah mengenal produk sejak lama. Pelanggan tetap menjadi bagian penting karena telah memiliki pengalaman terhadap cita rasa dan kualitas produk yang ditawarkan. Keberadaan pelanggan tersebut menunjukkan bahwa usaha tidak hanya mengandalkan konsumen baru, tetapi juga mempertahankan konsumen lama melalui kualitas produk dan pelayanan yang konsisten. Karakteristik pelanggan yang dilayani pada dasarnya adalah konsumen yang menyukai makanan praktis dengan rasa yang khas dan harga yang sesuai dengan kemampuan daya beli. Adanya beberapa pilihan menu juga memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk menyesuaikan pesanan berdasarkan selera dan kebutuhan masing- masing. Dengan demikian, segmentasi pelanggan Bakso Tulang Selera tidak hanya didasarkan pada lokasi, tetapi juga pada kebutuhan konsumen terhadap makanan yang lezat, mengenyangkan, dan memiliki keunikan tersendiri.2.3 Business Model Canvas 2.3.1 Customer Segments 11
Nilai atau keunggulan yang ditawarkan suatu usaha kepada pelanggan sehingga produk memiliki alasan untuk dipilih dibandingkan produk sejenis. Pada Bakso Tulang Selera Mang Ujang, nilai utama yang ditawarkan terletak pada keunikan cita rasa dan penggunaan tulang muda ayam atau tulang rangu sebagai ciri khas produk.Penggunaan tulang rangu memberikan tekstur renyah yang menjadi pembeda dari mie bakso pada umumnya. Keunikan tersebut dipadukan dengan mie kuning, bakso daging sapi, bumbu racikan, serta kuah kaldu pada menu tertentu sehingga menghasilkan karakter rasa yang khas. Selain itu, tersedia beberapa pilihan menu, seperti Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo. Variasi tersebut memungkinkan pelanggan memilih produk sesuai dengan selera masing-masing. Nilai yang diberikan kepada pelanggan tidak hanya berasal dari produk, tetapi juga dari harga yang terjangkau, porsi yang mengenyangkan, kualitas bahan baku, serta pelayanan yang cepat dan ramah. Kombinasi berbagai nilai tersebut menjadi daya tarik bagi konsumen untuk melakukan pembelian. Terlebih lagi, keberadaan produk yang telah dikenal sejak lama dapat menjadi kekuatan dalam mempertahankan pelanggan dan membangun kepercayaan konsumen.Value propositions Bakso Tulang Selera dapat dilihat dari perpaduan antara keunikan produk, cita rasa, variasi menu, harga, porsi, dan pelayanan. Keunggulan tersebut menjadi dasar bagi usaha dalam memberikan kepuasan kepada pelanggan sekaligus mempertahankan daya saingnya dalam bisnis kuliner. 2.3.2 Value Propositions 12
Saluran yang digunakan perusahaan untuk menyampaikan produk kepada pelanggan. Pada Bakso Tulang Selera Mang Ujang, saluran utama yang digunakan adalah penjualan secara langsung di lokasi usaha. Konsumen dapat datang langsung ke tempat usaha untuk memesan dan menikmati produk yang tersedia. Penjualan secara langsung juga memungkinkan terjadinya komunikasi antara penjual dan pelanggan sehingga kebutuhan maupun tanggapan konsumen dapat diketahui dengan lebih mudah.Lokasi usaha yang berada di kawasan Babakan Payung, tepatnya di belakang Pusat Perbelanjaan Yogya, menjadi salah satu faktor yang mendukung proses pemasaran. Keberadaan usaha di kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat dapat membantu meningkatkan kemungkinan konsumen mengetahui dan mengunjungi tempat usaha. Lokasi tersebut juga memudahkan pelanggan tetap untuk melakukan pembelian secara langsung. Selain penjualan langsung, pemanfaatan layanan pesan antar secara daring dapat menjadi saluran tambahan dalam menyampaikan produk kepada konsumen. Saluran tersebut memberikan kemudahan bagi pelanggan yang tidak dapat datang langsung ke lokasi. Dengan memanfaatkan saluran penjualan secara langsung dan pesan antar, usaha dapat memberikan pilihan pembelian yang lebih fleksibel bagi konsumen. Penggunaan beberapa saluran tersebut pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai media penjualan, tetapi juga membantu usaha dalam memperluas jangkauan pasar. Semakin mudah produk diperoleh oleh pelanggan, semakin besar pula peluang usaha untuk mempertahankan konsumen dan menjangkau pelanggan baru. 2.3.3 Channels 13
Hubungan dengan pelanggan dibangun melalui pelayanan yang cepat dan ramah, menjaga konsistensi rasa, kebersihan, serta menerima umpan balik berupa pujian maupun keluhan pelanggan. Pelayanan secara langsung memungkinkan pemilik dan karyawan berinteraksi dengan konsumen sehingga tanggapan terhadap produk maupun pelayanan dapat diketahui dengan lebih mudah. Konsistensi rasa juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan hubungan dengan pelanggan. Konsumen yang sudah mengenal produk memiliki harapan terhadap rasa dan kualitas yang mereka terima. Oleh karena itu, menjaga kualitas produk, kebersihan, dan pelayanan menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kepuasan pelanggan serta mendorong pembelian ulang. Hubungan yang baik dengan pelanggan juga dapat membantu usaha mempertahankan pelanggan lama sekaligus membangun kepercayaan dari konsumen baru. Pujian maupun keluhan yang diberikan pelanggan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki dalam produk maupun pelayanan. Dengan demikian, hubungan dengan pelanggan tidak hanya berkaitan dengan proses penjualan, tetapi juga dengan upaya menjaga kepuasan konsumen. 2.3.4 Customer Relationships 14
Sumber pendapatan utama Bakso Tulang Selera Mang Ujang berasal dari penjualan produk mie bakso. Produk yang ditawarkan terdiri dari Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo. Adanya beberapa pilihan menu memberikan alternatif kepada konsumen sesuai dengan selera dan kebutuhan masing-masing. Pendapatan diperoleh melalui penjualan langsung di lokasi usaha dan juga melalui layanan pesan antar online. Penjualan langsung menjadi bagian utama karena konsumen dapat datang ke tempat usaha dan menikmati produk secara langsung, sedangkan layanan pesan antar memberikan pilihan tambahan bagi konsumen yang tidak dapat datang ke lokasi. Keberagaman menu juga memberikan kesempatan bagi usaha untuk melayani konsumen dengan pilihan produk yang berbeda. Mie Yamin dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang menyukai mie dengan bumbu yamin, sedangkan Mie Bakso Kuah dan Mie Bakso Jumbo memberikan pilihan lain dari produk yang ditawarkan. Dengan demikian, sumber pendapatan usaha masih berfokus pada penjualan makanan sebagai produk utama. Makalah tidak mencantumkan rincian nominal pendapatan maupun persentase penjualan dari masing-masing saluran, sehingga analisis pada bagian ini terbatas pada sumber pendapatan yang digunakan oleh usaha. 2.3.5 Revenue Streams 15
Sumber daya utama yang digunakan dalam menjalankan usaha meliputi bahan baku, tenaga kerja, peralatan produksi, serta keahlian dan pengalaman pemilik. Bahan baku yang digunakan antara lain daging sapi, tulang muda ayam, mie, bumbu, sayuran, dan bahan pelengkap lainnya. Ketersediaan dan kualitas bahan baku menjadi bagian penting karena berpengaruh terhadap proses produksi dan kualitas produk yang dihasilkan. Dari sisi sumber daya manusia, kegiatan usaha melibatkan Mang Ujang sebagai pemilik, Mang Onos yang membantu operasional sehari- hari, serta istri Mang Ujang yang membantu dalam pembuatan bahan baku mie bakso. Struktur tersebut mendukung pelaksanaan kegiatan produksi dan operasional usaha yang masih dilakukan dalam skala sederhana. Selain tenaga kerja, peralatan seperti kompor, panci, wajan, dan berbagai peralatan dapur juga menjadi sumber daya yang digunakan dalam proses produksi. Peralatan tersebut diperlukan mulai dari tahap persiapan bahan hingga produk siap disajikan kepada pelanggan. Keahlian dan pengalaman Mang Ujang dalam menjalankan usaha sejak tahun 2005 juga menjadi sumber daya yang mendukung kegiatan operasional. Pengalaman tersebut membantu pemilik dalam memahami kebutuhan bahan baku, proses produksi, serta kondisi permintaan pelanggan. Dengan adanya sumber daya manusia, bahan baku, peralatan, dan pengalaman yang dimiliki, kegiatan operasional usaha dapat berjalan setiap hari. 2.3.6 Key Resources 16
Aktivitas utama yang dilakukan Bakso Tulang Selera Mang Ujang mencakup pembelian bahan baku, persiapan bahan, pembuatan mie dan bakso, pembuatan kuah, pengolahan topping tulang rangu, penyimpanan, perebusan, plating, hingga penyajian kepada konsumen. Setiap aktivitas tersebut saling berkaitan karena menjadi bagian dari proses menghasilkan produk yang siap dijual. Proses dimulai dari pembelian dan persiapan bahan baku sebelum dilakukan produksi. Bahan seperti daging sapi, tulang muda ayam, mie, bumbu, dan sayuran dipersiapkan sesuai kebutuhan. Setelah itu dilakukan proses pembuatan bakso, mie, kuah, serta topping tulang rangu yang menjadi salah satu ciri khas produk. Selain kegiatan produksi, usaha juga melakukan pengelolaan persediaan untuk memastikan bahan baku tersedia ketika dibutuhkan. Persediaan perlu diperhatikan karena sebagian bahan yang digunakan merupakan bahan makanan yang mudah mengalami penurunan kualitas. Pengelolaan bahan yang sesuai dengan kebutuhan juga dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya pemborosan. Quality control juga dilakukan dengan memperhatikan kesegaran bahan, kebersihan, waktu memasak, serta konsistensi rasa. Setelah proses produksi selesai, produk dirakit sesuai pesanan dan kemudian disajikan kepada konsumen. Seluruh aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran operasional dan kualitas produk yang diterima pelanggan. 2.3.7 Key Activities 17
Mitra utama Bakso Tulang Selera Mang Ujang adalah supplier atau pemasok bahan baku, terutama Pasar Tradisional Cikurubuk yang menjadi tempat pembelian berbagai kebutuhan produksi. Pemasok memiliki peran penting karena keberadaan bahan baku seperti daging, tulang, sayuran, bumbu, dan bahan lainnya sangat diperlukan agar kegiatan produksi dapat berjalan. Selain pemasok, terdapat tenaga kerja yang membantu kegiatan operasional usaha. Mang Onos membantu kegiatan operasional sehari- hari, sedangkan istri Mang Ujang membantu dalam pembuatan bahan baku mie bakso. Keterlibatan pihak-pihak tersebut membantu pemilik dalam menjalankan kegiatan usaha yang tidak dilakukan seorang diri. Hubungan dengan pemasok juga perlu dijaga karena ketersediaan dan kualitas bahan baku sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi. Bahan baku yang terlambat tersedia atau mengalami masalah kualitas dapat memengaruhi proses produksi dan hasil produk yang diberikan kepada konsumen. Layanan pesan antar online juga dapat menjadi mitra pendukung dalam proses distribusi produk. Penggunaan layanan tersebut memberikan saluran tambahan bagi konsumen untuk memperoleh produk tanpa harus datang langsung ke lokasi usaha. Dengan adanya hubungan dengan pemasok, tenaga kerja, dan layanan distribusi, kegiatan usaha dapat berjalan dari pengadaan bahan baku hingga produk sampai kepada konsumen. 2.3.8 Key Partnerships 18
Struktur biaya Bakso Tulang Selera Mang Ujang meliputi pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja, gas LPG, kebutuhan operasional, serta biaya fasilitas dan peralatan. Bahan baku menjadi salah satu komponen biaya utama karena harus dibeli secara rutin untuk memenuhi kebutuhan produksi. Perubahan harga bahan baku juga dapat memengaruhi jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh usaha. Selain biaya bahan baku dan tenaga kerja, terdapat biaya yang berkaitan dengan peralatan dan fasilitas usaha. Dalam pengembangan usaha, kebutuhan tersebut mencakup pengadaan timbangan digital, meja dan kursi, alat cetak bakso, serta renovasi kecil pada area usaha. Pengadaan tersebut ditujukan untuk mendukung proses produksi, meningkatkan efisiensi kerja, dan memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Biaya operasional juga berkaitan dengan penggunaan gas LPG dan kebutuhan lain yang digunakan selama proses produksi. Karena kegiatan produksi dilakukan secara rutin, pengeluaran tersebut perlu diperhitungkan agar kegiatan usaha tetap berjalan dan tidak mengganggu kondisi keuangan usaha. Kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan biaya produksi. Selain itu, bahan makanan yang mudah rusak juga perlu dikelola dengan baik agar pembelian tidak berlebihan dan menimbulkan pemborosan. Oleh karena itu, pengelolaan persediaan dan penyesuaian pembelian dengan kebutuhan produksi menjadi bagian penting dalam menjaga biaya usaha tetap terkendali. 2.3.9 Cost Structure 19
BAB III ASPEK PASAR DAN PEMASARANIndustri kuliner memiliki persaingan yang ketat karena banyaknya usaha dengan keunggulan dalam harga, rasa, kualitas, dan konsep. Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang merupakan usaha kuliner yang berdiri sejak 2005 di Babakan Payung No. 2, Kota Tasikmalaya. Usaha ini menawarkan Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo dengan ciri khas topping tulang rangu. Keunggulannya meliputi mie buatan sendiri, cita rasa khas, porsi mengenyangkan, dan harga terjangkau. Untuk menganalisis kondisi persaingannya, digunakan metode Porter’s Five Forces.Porter's Five Forces Ancaman Pendatang Baru (Threat of New Entrants): TinggiAncaman dari pendatang baru dalam industri kuliner tergolong tinggi karena usaha makanan memiliki pasar yang luas dan cukup mudah untuk dikembangkan. Munculnya usaha kuliner baru dapat menambah pilihan bagi konsumen sekaligus meningkatkan persaingan dalam mendapatkan pelanggan. Bagi Mie Bakso Tulang Selera, pesaing baru bisa menjadi tantangan jika menawarkan produk yang sejenis dengan harga lebih murah, kualitas yang baik, atau promosi yang lebih menarik. Mie Bakso Tulang Selera perlu tetap mempertahankan kualitas produk dan ciri khasnya, terutama dari penggunaan tulang rangu, cita rasa, harga yang sesuai, serta pelayanan kepada pelanggan.Daya Tawar Pemasok (Bargaining Power of Suppliers): SedangDaya tawar pemasok berada pada tingkat sedang karena kegiatan produksi bergantung pada ketersediaan berbagai bahan baku, seperti daging, tulang muda ayam, sayuran, bumbu, dan bahan pendukung lainnya. Berdasarkan hasil observasi, bahan baku diperoleh dari Pasar Cikurubuk dengan mempertimbangkan kualitas dan harga. Perubahan harga bahan baku dapat memengaruhi biaya produksi yang dikeluarkan. Beberapa bahan juga memiliki masa penyimpanan yang terbatas, sehingga pembelian harus disesuaikan dengan kebutuhan. Kondisi harga bahan baku yang tidak stabil menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankan kegiatan operasional usaha. 203.1 ANALISIS INDUSTRI
21Ancaman Produk Pengganti (Threat of Substitutes): Tinggi Ancaman produk pengganti tergolong tinggi karena konsumen memiliki banyak alternatif makanan selain mie bakso. Beberapa di antaranya adalah mie ayam, seblak, makanan pedas, nasi, makanan cepat saji, dan berbagai jenis makanan lainnya. Adanya banyak pilihan tersebut memungkinkan konsumen berpindah ke produk lain apabila merasa produk yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan. Faktor seperti rasa, harga, porsi, dan pelayanan dapat memengaruhi keputusan konsumen. Oleh karena itu, Mie Bakso Tulang Selera perlu menjaga kualitas dan mempertahankan keunikan produknya.Tingkat Persaingan Antar Kompetitor (Rivalry Among Existing Competitors): Tinggi Persaingan antar pelaku usaha kuliner tergolong tinggi karena terdapat banyak usaha yang menawarkan berbagai jenis makanan dengan variasi harga dan konsep yang berbeda. Persaingan tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga mencakup kualitas makanan, cita rasa, pelayanan, lokasi, promosi, serta inovasi produk. Mie Bakso Tulang Selera memiliki beberapa karakteristik yang dapat membedakannya dari usaha sejenis, seperti penggunaan tulang rangu, mie buatan sendiri, pilihan menu yang beragam, porsi jumbo, harga yang terjangkau, dan pelayanan yang ramah. Keunggulan tersebut dapat dipertahankan untuk menghadapi persaingan dalam industri kuliner.
22 Pasar yang dituju oleh Mie Bakso Tulang Selera merupakan konsumen makanan siap saji yang membutuhkan produk dengan cita rasa yang khas, porsi yang mengenyangkan, harga yang terjangkau, serta pelayanan yang baik. Mie Bakso Tulang Selera memiliki peluang pasar yang cukup baik karena usaha ini telah berjalan sejak tahun 2005 dan sudah mempunyai pelanggan dari masyarakat sekitar maupun karyawan Yogya Toserba. Keberadaan pelanggan tersebut menunjukkan bahwa usaha telah memiliki pasar yang terbentuk dan mengenal produk yang ditawarkan.3.2 ANALISIS PASAR Salah satu daya tarik utama produk adalah penggunaan tulang muda ayam atau tulang rangu sebagai topping. Selain itu, konsumen dapat memilih beberapa jenis menu, yaitu Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo. Adanya beberapa pilihan menu memungkinkan konsumen memilih produk berdasarkan selera masing-masing. Dari segi harga, Mie Bakso Tulang Selera menawarkan produk yang ditujukan kepada konsumen dengan mempertimbangkan keterjangkauan. Harga yang sesuai dengan kemampuan konsumen dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung keputusan pembelian, terutama karena konsumen memiliki banyak pilihan makanan di pasaran.
23 Dari aspek lokasi, usaha berada di Babakan Payung No. 2, Kota Tasikmalaya, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Yogya. Lokasi tersebut memberikan kesempatan bagi usaha untuk menjangkau masyarakat yang berada di sekitar lokasi maupun konsumen yang melakukan aktivitas di kawasan tersebut. Selain mengandalkan konsumen yang datang secara langsung, pasar usaha juga masih dapat dikembangkan dengan memanfaatkan media digital dan layanan pesan antar. Penggunaan saluran tersebut dapat membantu produk menjangkau konsumen yang berada di luar area sekitar tempat usaha. Berdasarkan kondisi tersebut, Mie Bakso Tulang Selera memiliki peluang untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan pasarnya. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kualitas dan cita rasa produk, mempertahankan ciri khas tulang rangu, memberikan pelayanan yang baik, menjaga harga tetap sesuai dengan target konsumen, serta memperluas pemasaran melalui media digital dan layanan pesan antar.
243.3 SEGMENTASI, TARGETTING, DAN POSITIONING (STP) Segmentasi Pasar• Geografis : Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang berlokasi di Babakan Payung No. 2, Kota Tasikmalaya, tepatnya di belakang Yogya. Target pasarnya meliputi masyarakat Babakan Payung dan sekitarnya, karyawan Yogya, serta masyarakat Kota Tasikmalaya. Pengembangan layanan pesan antar secara online juga dapat menjangkau konsumen dari wilayah yang lebih luas. Lokasi yang strategis memberikan peluang untuk menarik konsumen yang membutuhkan makanan praktis, mengenyangkan, dan terjangkau. • Demografis : Segmentasi demografis Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang mencakup remaja, mahasiswa, orang dewasa, dan masyarakat umum, baik laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan pekerjaan, targetnya meliputi pelajar, mahasiswa, karyawan, pedagang, dan masyarakat umum. Produk ini ditujukan bagi konsumen berpendapatan rendah hingga menengah yang mencari makanan dengan harga terjangkau dan porsi mengenyangkan. Segmentasi ini merupakan analisis berdasarkan karakteristik produk dan harga, bukan hasil survei pelanggan. • Psikografis : Secara psikografis, usaha ini menyasar konsumen yang menyukai makanan khas Indonesia dengan cita rasa gurih, harga terjangkau, dan porsi mengenyangkan. Konsumen juga dapat tertarik dengan topping unik seperti tulang rangu, pilihan menu yang beragam, serta pelayanan yang cepat dan ramah. Keunikan produk dapat mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian ulang apabila merasa puas dengan rasa, harga, dan pelayanan.
25 Targetting Target pasar utama Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang adalah masyarakat sekitar Babakan Payung dan Kota Tasikmalaya, khususnya karyawan Yogya, pelajar, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum. Usaha ini menyasar konsumen yang membutuhkan makanan praktis, terjangkau, dan mengenyangkan, serta pelanggan yang menyukai mie bakso dengan cita rasa khas, topping tulang rangu, dan porsi jumbo. Promosi melalui media sosial dan layanan pesan antar dapat membantu menjangkau konsumen di wilayah yang lebih luas. Positioning Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang memosisikan diri sebagai kuliner mie bakso lokal yang menawarkan cita rasa khas, harga terjangkau, porsi mengenyangkan, dan topping tulang rangu yang unik. Keunggulan usaha ini didukung oleh pilihan menu seperti Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo. Selain itu, pelayanan yang cepat dan ramah menjadi nilai tambah untuk meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Dengan keunggulan tersebut, usaha ini berusaha membedakan produknya dari pesaing melalui rasa, keunikan topping, harga, dan kualitas pelayanan.
26 3.4 Analisis Kompotitor Pesaing utama Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang adalah usaha mie bakso, mie ayam, dan warung makanan sejenis yang berada di sekitar Babakan Payung dan Kota Tasikmalaya. Persaingan terjadi dalam hal cita rasa, harga, porsi, variasi menu, dan pelayanan, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan tempat makan. Keunggulan Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang terletak pada topping tulang rangu yang khas, cita rasa gurih, pilihan menu yang beragam, serta porsi jumbo yang mengenyangkan. Harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik bagi pelajar, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum. Selain itu, pelayanan yang cepat dan ramah dapat meningkatkan kepuasan serta loyalitas pelanggan. Namun, usaha ini tetap menghadapi persaingan dari kuliner sejenis yang mungkin menawarkan harga, rasa, atau promosi yang menarik. Oleh karena itu, strategi yang dapat dilakukan adalah menjaga kualitas dan konsistensi rasa, mempertahankan harga sesuai kualitas produk, menyediakan pelayanan yang baik, serta meningkatkan promosi melalui media sosial dan layanan pemesanan online. Dengan mempertahankan keunggulan tersebut, Mie Bakso Tulang Selera Mang Ujang dapat memperkuat daya saing, mempertahankan pelanggan lama, dan menarik konsumen baru.
Mie Bakso Tulang Selera berupaya mempertahankan kualitas produk sekaligus menjaga karakteristik yang menjadi ciri khas usaha. Produk yang ditawarkan meliputi Mie Yamin Manis, Mie Yamin Asin, Mie Bakso Kuah, dan Mie Bakso Jumbo. Keunikan produk terlihat dari penggunaan tulang muda ayam atau tulang rangu sebagai topping serta mie yang diproduksi sendiri. Pengembangan produk dapat dilakukan dengan menghadirkan pilihan topping atau menu tambahan yang tetap sesuai dengan karakteristik usaha. Di samping itu, kualitas bahan baku, cita rasa, dan ukuran porsi perlu dijaga agar produk yang diterima konsumen tetap konsisten. 2.Price (Harga) Penetapan harga diarahkan pada tingkat harga yang terjangkau dan sesuai dengan target konsumen. Dalam menentukan harga jual, usaha perlu memperhatikan biaya bahan baku, biaya operasional, ukuran porsi, serta harga produk sejenis di pasaran. Perubahan harga bahan baku perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi biaya produksi. Oleh karena itu, pengelolaan biaya perlu dilakukan dengan baik agar harga jual tetap dapat dipertahankan tanpa mengurangi kualitas produk. Selain itu, usaha dapat menawarkan paket makanan dengan harga tertentu, misalnya paket makanan dan minuman, sehingga konsumen memiliki alternatif pembelian yang lebih praktis. Strategi pemasaran merupakan upaya yang dilakukan oleh Mie Bakso Tulang Selera untuk mempertahankan keberadaan usaha, meningkatkan penjualan, serta menjangkau konsumen yang lebih luas. Strategi tersebut dapat dikaji melalui konsep Marketing Mix 7P, yang terdiri dari Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence. 1.Product (Produk) 27 3.5 Strategi Pemasaran
Kegiatan promosi bertujuan untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen sekaligus menjaga hubungan dengan pelanggan yang sudah ada. Promosi dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp. Konten yang dibagikan dapat berupa foto produk, video proses pembuatan, daftar menu, informasi harga, maupun pemberitahuan mengenai promo. Selain menggunakan media sosial, promosi juga dapat dilakukan melalui rekomendasi pelanggan kepada orang lain. Pemberian promo tertentu, seperti paket hemat atau penawaran khusus bagi pelanggan, juga dapat digunakan untuk menarik minat konsumen. Pemanfaatan layanan pesan antar dapat menjadi pendukung kegiatan promosi karena memberikan kemudahan bagi konsumen dalam memperoleh produk tanpa harus datang langsung ke tempat usaha. 4.Promotion (Promosi) 28 Mie Bakso Tulang Selera berlokasi di Babakan Payung No. 2, Kota Tasikmalaya, di belakang pusat perbelanjaan Yogya. Lokasi tersebut menjadi tempat utama dalam melakukan kegiatan penbjualan secara langsung kepada konsumen. Untuk mendukung pemasaran, jangkauan penjualan dapat diperluas dengan memanfaatkan layanan pesan antar. Dengan demikian, konsumen yang tidak dapat datang langsung ke lokasi tetap dapat melakukan pembelian. 3.Place (Tempat) 5.People (Orang) Sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan pemasaran karena berhubungan langsung dengan konsumen. Pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat dapat memberikan pengalaman yang baik bagi pelanggan.
Pembagian pekerjaan juga perlu diperjelas agar setiap orang yang terlibat mengetahui tugas dan tanggung jawab masing- masing. Saat ini, kegiatan operasional dibantu oleh Mang Onos, sedangkan proses pembuatan bahan baku mie bakso juga dibantu oleh istri Mang Ujang. 6.Process (Proses) Proses pelayanan dan produksi perlu dilakukan secara teratur, mulai dari persiapan bahan baku, pembuatan mie dan bakso, pengolahan kuah serta topping, hingga proses penyajian kepada konsumen. Untuk meningkatkan ketepatan dan konsistensi produk, usaha dapat membuat prosedur kerja sederhana yang mengatur takaran bumbu, waktu pengolahan, proses penyajian, serta kebersihan. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi kesalahan dalam proses produksi dan pelayanan. 29 7.Physical Evidence (Bukti Fisik) Bukti fisik dalam kegiatan pemasaran mencakup kondisi tempat usaha, fasilitas tempat duduk, peralatan makan, kebersihan lingkungan, tampilan makanan, hingga kemasan produk. Kondisi tempat usaha perlu dijaga agar tetap bersih, rapi, dan nyaman bagi konsumen. Mengingat kapasitas tempat duduk masih terbatas, penataan ruang dapat dilakukan secara lebih efektif agar konsumen tetap merasa nyaman ketika makan di tempat. Selain kondisi tempat, tampilan makanan dan kemasan juga perlu diperhatikan. Kemasan yang menarik dan memiliki identitas usaha dapat membantu meningkatkan pengenalan produk, khususnya ketika produk dijual melalui layanan pesan antar.